Segala puji hanyalah
milik Allah dan sesungguhnya kesudahan yang baik bagi orang-orang yang ber-takwa. Hanya kepada-Nyalah kita
memohon pertolongan, kepada-Nya kita memohon ampunan, dan kepada Allah kita
berlindung dari kejahatan-kejahatan jiwa kita dan dari keburukan-keburukan amal
perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada
seorangpun yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh
Allah, maka tidak ad seorangpun yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi
tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah yang Maha Suci
dari tandingan dan penolong. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah semulia Nabi dan Rasul. Semoga Allah
bershalawat kepadanya, kepada keluarganya, kepada sahabat-sahabatnya, dan
kepada orang-orang yang mengikutinya dengan sebaik-baiknya sampai hari kiamat. Amma ba’du.
Telah
menjadi ketetapan Allah bagi hamba-hambaNya bahwa Dia akan menguji
mereka dengan kesenangan dan kesusahan, Allah berfirman,ﭐ
“Kami akan
menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada
kami-lah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)
Itulah ujian Allah
cobaan dan ujian itu terjadi
pada orang-orang yang bermaksiat sebagai balasan, kemarahan, dan disegerakannya
hukuman dengan dikuasai oleh setan manusia dan setan dari kalangan jin. Apabila
mereka sudah merasakan perasaan sakit dan sulit diobati oleh dokter, merekapun
menyadari bahwa semua itu datangnya dari Allah yang disebabkan oleh
dosa-dosa mereka, dan berpalingnya mereka dari agama yang lurus, lalu mereka
kembali sadar dan bermuhasabah tentang kekurangan dan kelalain mereka. Mereka
sadar bahwa tidak ada tempat kembali dan tempat keselamatan kecuali pada Allah , dan menerima nasihat
peruqyah yang bersih hatinya dan penjelasannya bahwa ruqyah akan bermanfaat
hanya bagi yang beriman, yakin dan bagi yang hanya bergantung pada Rabb
semesta alam. Dengan cara ini maka kesembuhan yang sempurna akan
didapatkan berkat taufik dan pemberian Allah.
Kita
sudah membaca kisah-kisah kesembuhan yag menginspirasi yang ditulis oleh
saudara kita Muhammad Nadhif Khalyani ini, semoga Allah b memberikan beliau taufik, dan
kita sudah membaca tulisan beliau ini di internet maupun di media sosial dan lain
sebagainya, ini sangat baik yang membahas terapi pengobatan dari sudut pandang pembahasan
Ruqyah Syar’iyyah atau peng-obatan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Beliau juga
menyertakan di dalam tulisannya cara-cara atau langkah-langkah dalam menggapai
kesembuhan yang sejati dan hakiki. Kesembuhan yang berguna baik bagi para peruqyah
maupun bagi para pasien yang diruqyah sehingga mendapatkan perubahan dengan
izin Allah.
Proses kesembuhan dan
hikmah di dalam tulisan ini didapatkan dari proses terapi yang panjang dilapangan,
pengalaman, pemikiran yang mendalam, dan diagnosa yang panjang terhadap
fakta-fakta yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan syari'at Islam, juga
kelebihan berpegang teguh pada hukum-hukum dan ajaran-ajaran Allah, karena yang demikian itu
adalah keselamatan dari segala bahaya dan kerusakan, juga kesembuhan dengan
izin Allah dari penyakit-penyakit dan rintangan-rintangan sebagai cobaan dan ujian bagi
sebagian orang mukmin dengan maksud agar iman dan keyakinan mereka bertambah, dan
agar mereka bertawakal kepada Rabb mereka, juga agar mereka bergantung
pada-Nya di dalam segala urusan mereka.
Dihalaman selanjutnya kita akan
membaca kisah-kisah terapi ruqyah syar’iyyah didalam proses menuju kesembuhan. Hanya
Allah sajalah semata
yang memberikan kesembuhannya
kepada kita semua.
Ibnu Qayyim menyatakan, bahwa hati yang bersih itu akan
bercahaya, dan membakar jin dan setan yang ada disekitarnya.
Salah satu ibroh buku ini, yang mengenal dengan baik kosep lalat dan sampah, pernah bercerita "Sejak itu, saya lebih banyak
muhasabah. Dosa-dosa sepanjang hidup,seperti diingatkan lagi oleh Allah. Saya
hanya bisa menangis, dan terus beristighfar dan bertaubat. Dan takjubnya saya,
Allah menyembuhkan saya."
"Alhamdulillahirobbil 'alamiin. Dan sejak itu, biidznillah
hingga hari ini, saya berusaha untuk selalu muhasabah. Ibnu Qayyim, berpesan, taruhlah
keburukanmu di depan matamu, dan taruhlah kebaikanmu itu dibelakang punggungmu."
Penulis Lalat dan Sampah ini, ustadz
Muhammad Nadhif Khalyani dan tim RLC
(Ruqyah Learning Center) ini mengingatkan, bahwa memang
jin, setan dan sihir itu seperti lalat. Selama ada sampah, lalat pasti datang.
Disemprot pembunuh serangga, lalat itu mati. Tapi pasti akan hadir lalat-lalat
yang baru. Supaya tidak datang lagi, maka sampah itu harus dibuang. Kalau kita
terkena gangguan jin, itu karena ada sampah di hati kita. Sampah-sampah
itu adalah dosa-dosa dari berbagai level, seperti syirik sughro
(riya', ujub, sum'ah dan sebagainya), takabbur, dosa-dosa besar, dosa-dosa
kecil, kesia-siaan, kurang bersyukur dan sebagainya.
Maka tidak sepatutnya peruqyah menjadi
ghost buster. Karena memburu jin itu melelahkan. Sedangkan mereka sudah
bersumpah untuk terus mengganggu anak Adam
ﭐ
"(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah
menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang
lurus.” (Al-A'raf:
16)
“kemudian pasti aku akan
mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A'raf: 17)
Selengkapnya, Insya Allah bisa dibaca dalam buku "Lalat dan Sampah" Mengungkap rahasia mengapa tidak kunjung sembuh>
INFORMASI PEMESANAN BUKU : SMS/WA 085716863625
21.26 | 15
komentar

