Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

PENYAKIT AIN BENAR-BENAR ADA DAN NYATA

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 16 November 2017 | 07.01

*PENYAKIT AIN BENAR-BENAR ADA DAN NYATA*

Kisah Syaikhb Sulaiman ar-Ruhaily hafidzahullah yang terkena Ain:

Beliau berkata: saya ingin ingatkan kepada saudara2 hendaknya kita senantiasa dan seharusnya untuk beradab dengan adab para salafusshalih terdahulu akatn bahayanya penyakit 'ain, karna penyakit ain itu benar2 ada sebagai mana nabi صلى الله عليه وسلم berkata : bahwasanya ain memiliki pengaruh/dampak buruk yang sangat besar, dan para ulama membagikan penyakit ain ini menjadi 2 bagian :

👉. ain yang di sebabkan karena kebencian

👉. ain yang di sebabkan karena kagum/takjub

➡ Bisa jadi ain itu terjadi karna sebab  kebencian oleh karnanya nabi menjelaskan  di dalam hadits ruqyah , beliau bersabda : *Dengan nama ALLAH aku meruqyah/menjampi2mu dari segala sesuatu yang menyakitimu , juga dari jiwa dan mata pendengki, semoga ALLAH menyembuhkanmu , dengan nama ALLAH aku meruqyahmu* atau sebagaimana yang di sabdakan nabi صلى الله عليه وسلم.
*(( Dan dari kejelekan/keburukan mata pendengki))* dan dalam riwayat lain mengatakan : *(( Dan dari kejelekan/keburukan mata pendengki , saya meruqyahmu))* dan bisa jadi ain di sebabkan karena mata pendengki .

➡ ain juga bisa terjadi karna kekaguman seseorang bukan karena dengki, oleh karenanya kita di perintahkan dan di syariatkan untuk mendoakan keberkahan kepada orang yang kita kagumi karena sebagaiman nabi bersabda : *" Apabila salah seorang diantara kalian melihat sesuatu dari saudaranya atau pada diri saudaranya,  atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaknya ia mendoakan keberkahan kepada saudaranya tersebut karna ain benar-benar ada"*
bagi siapa saja yang melihat pada saudaranya sesuatu yang menakjubkannya.

⏺. melihat saudaranya menghafal dengan cepat maka doakan lah :  *ya ALLAH berkahilah ia dengan hafalannya*
karena sesungguhnya ain itu bisa saja menimpa dirinya sendri sebagai mana dzahir hadits di atas.

⏺. apabila melihat saudaranya , atau kepada   khatib jum'at , apabila melihat kepada syaikhnya , maka apabila dia melihat sesuatu dari saudaranya yang menakjubkan hendak lah ia mendoakan keberkahan  pada saudaranya tersebut karena sesungguhnya *'ain itu benar-benar ada dan terjadi*.

🔽 Dan adab tersebut sudah yaitu mendoakan keberkahan pada saudara kita di zaman sekarang sudah mulai pudar dan hilang , bisa saja dia melihat dari saudaranya sesuatu yang menakjubkan akan tetapi dia tidak mendoakan keberkahan bagi saudaranya bahwa itu bisa jadi memudharatkan saudaranya dengan ain dan ia tidak mengetahuinya, sebagian orang berkata : aku berlindung kepada allah apakah aku seorang pendengki?! sampai aku harus mendoakan keberkahan buat dia : maka kita katakan tidak. akan tetapi bisa saja engkau memudharatkan orang lain dengan mata mu padahal sebenarnya engkau kagum/takjub kepadanya, bahkan mungkin engkau cinta kepadanya, sebagaimana engkau cinta terhadap dirimu sendiri, anak , atau kepada syaikh mu, maka seharusnya dan sepantasnya  kita mendoakan keberkahan untuk mereka.

🔽 maka pengaruh ain  atau dampak buruknya snagat jelek dan bisa menghalangi dari berbuat baik. maka hendaknya kita selalu beradab dan mendoakan keberkahan bagi saudara kita.

kemudian saya ceritakan kejadian yang menimpa saya, saya benar3 melihat dan menyaksikannya sendiri, ini saya ceritakan/ingatkan sebagai peringatan untuk kita semua akan bahayanya penyakit ain :

Beberapa tahun yang lalu tepatnya kurang lebih 16 tahun yang lalu, ketika saya menyampaikan kajian/muhadharah tanpa persiapan yang matang(secara mendadak) maka ketika itu mendadak saya terkena ain,  saya tidak bisa menyampaikan sesuatu sebenarnya saya paham dan tahu apa yang akan saya sampaikan akan tetapi ketika sudah berada di atas kursi dan di tengah2 manusia saya lupa apa yang akan sya sampaikan , sampai ketika itu untuk mengucapkan/membaca al-fatihah saya tidak bisa, kemudian alhamdulillah setelah di ruqyah penyakit/keburukan itu hilang, perhatikan saudara2 ku tentang perkara ini (ain ) yang menyebabkan dampak buruk dan menghalangi dari berbuat baik.

pada hari ini ketika hendak  khutbah jumat maka saya menaiki mimbar dan saya dalam keadaan sehat , saya belom sempat mengucapkan salam kepada jama'ah , sya merasakan sakit yang luar biasa di dalam tenggorokan saya, dan juga pikiran saya menjadi kacau dan tidak karuan, ternyata ain telah menguasai ku , sangkaan saya ini terjadi karna kagumnya seorang terhadap saudaranya , kemudian saya diam sejenak dan saya meruqyah diri sya sehingga penyakit itu hilang.

*mengapa saya ceritakan/katakan demikian ??*

ketahuilah saudara-saudara ku,
karena akan bahayanya ain Dan dampaknya yang jelek serta menghalangi kita dari berbuat baik, bahkan yang lebih parah bisa membunuh seorang muslim.
*apa yang harus kita lakukan untuk melindungi dang menjaga kita dari ain?*

hendaknya kita selalu mendoakan keberkahan bagi saudara kita ketika kita takjub/kagum terhadap saudara kita.
atau kita katakan: ma syaa allah tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari allah , ya allah berkahi lah dia.  ini saya katakan karna kecintaan saya terhadap kebaikan pada diri saya dan jga untuk saudara2 saya serta kaum mukminin .

sumber dari *SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAILY HAFIDZAHULLAHU TA'AALA*

‎❌✋ 📍  العين حقّ
‎قصة  الشيخ سليمان الرحيلي -حفظه الله.واصابته بالعين- :

‎قال حفظه الله
‎أحب أن أنبه الإخوة إلى أدب ينبغي أن نتأدب به،  وذلك أيّها الإخوة أنّ العين حقّ كما قال النبي –صلى الله عليه وسلمّ- وأنّها تورد الجمل القدر، والعين لها أثرها الكبير، والعين كما قال العلماء نوعان:
‎١)    عين حاسدة .
‎٢)   وعين معجبة.

‎▶ فقد تكون إصابة العين نتيجة الحسد ولذلك في حديث الرقية يقول النبي –صلى الله عليه و سلّم- : ((بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ ومِنْ شَرِّ كُلِّ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ )) – أو كما قال صلى الله عليه وسلّم-
‎فقال : ((ومِنْ شَرِّ عَيْنِ كُلِّ حَاسِدٍ)) وفي رواية : ((ومِنْ شَرِّ عَيْنِ حَاسِدَةِ أَرْقِيكَ)) فقد تكون العين حاسدة لكنّه ليس لازماً.

‎ ▶فقد تكون العين معجبة ليست حاسدة، ولذلك شُرِع لنا أيها الإخوة إذا رأينا ما يعجبنا أن نبرك فإنّ النبي –صلى الله عليه و سلم- قال: ((إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ  أَوْ نَفِسِه أَوْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ فَإِنَّ العَيْنَ حَقّ)) فمن رأى من نفسه شيئا يعجبه
‎➖  رأى أنّه يحفظ بسرعة فليقل : اللّهم بارك ،   فإنّ الإنسان قد يصيب نفسه بالعيّن كما هو ظاهر هذا الحديث.
‎➖  إذا رأى من ولده شيئا يعجبه رأى الولد نجيبا ما شاء الله حريصا على تحفيظ القرآن فليقل : اللّهم بارك .
‎➖إذا رأى من أخيه، إذا رأى من خطيب الجمعة ، إذا رأى من شيخه، إذا رأى من أخيه شيئا يعجبه فليبرّك فإنّ العين حقّ .

‎📍فهذا أدب فقده بعض النّاس في زماننا هذا، فلربّما رأى من أخيه شيئا يعجبه فلم يبرك عليه فأضرّ أخاه وهو لا يعلم، بعض النّاس يقول: أبدا أعوذ بالله هل أنا حاسد ❗حتى أبرك نقول : لا . فإنّك قد تضرّ بعينك وأنت معجب، بل وأنت محبّ، كما تحب نفسك وتحبّ ولدك، وقد تحب شيخك، فمن الأدب التبريك.

‎📍والعين لها أثر عظيم وقد تتسبب في شرّ ومنعِ خير فينبغي علينا أن نتأدب بهذا الأدب.

‎أقول هذا يا إخوة وأنا أعرف هذا وأراه، وأذكر لكم من باب أن ننتبه :
‎قبل سنين طويلة –قبل أكثر من ستة وعشرين سنّة- كنت ألقي المحاضرات ارتجالا  ثمّ أصبت فيما يظهر لي بعيّن فأصبحت لا أستطيع أن أستحضر شيئا يعني أعرف ما أريد أن أقوله فإذا جلست على الكرسي نسيت حتى أني مرة أردت أن أقول الفاتحة فما استطعت، وعالجناها و الحمد لله بالرقيّة حتى ذهب شرّها، لكن يا إخوة أنظروا هذا الأمر ما يسبب من شرّ ويمنع من خير.

‎اليوم في خطبة الجمعة لما صعدت على المنبر  وكنت في أحسن حالاتي من حيث الصحّة، ما إن سلمت على النّاس حتّى أصبت بألم شديد في حلقي  وتشوش ذهني تماما وتعرّقت عرقاً كأنّي محموم، وغلب على ظني أنّها عين، ويغلب على ظنّي أنّها اعجاب من بعض النّاس لحسن ظنّه بأخيه فكنت أسكت قليلا و أقرأ على نفسي حتى ذهب شرّها.

‎فلماذا أقول هذا يا إخوة؟
‎أقوله ليعلم الإنسان أن ضرر العين متعدي وأنه قد يتسبب في شر،ّ وقد يتسبب في منع خير، بل قد يتسبب في قتل المسلم.

‎فما الذي يحمينا من هذا؟
‎أن نبرّك إذا رأينا ما يعجبنا فنقول: اللّهم بارك .
‎وإن قلنا :ماشاء الله لا قوّة إلّا بالله اللّهم بارك  فحسن
‎هذا أقوله من باب حبي للخير لنفسي و لإخواني المؤمنين.
‎--------------------------تفريغ من مقطع العين حق
‎للشيخ سليمان الرحيلي حفظه الله تعالى

Diterjemahkan Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Manquul dari WA Syeikh Walid Sayfu Nashr hafidzahullah

📮Abu Azka

07.01 | 0 komentar

Dilarang Mengungkap Hasil Diagnosa Dalam Ruqyah

Dilarang Mengungkap Hasil Diagnosa Dalam Ruqyah
==========================================
Dalam buku الدررالبهية في بعض مسائل الرقية الشرعية Syaikh Abu Barra' bercerita, bahwa ada seorang bapak yang membawa anak kecil yang menderita atrofi (pengecilan sel sel otak) kepada seorang peruqyah. Setelah melihat indikasi dan gejalanya,  sang peruqyah tadi mengucapkan "Laa haula walaa quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzhim" , langsung memvonis bahwa anak tersebut terkena 'Ainul Jin.

Menanggapi hal tersebut, Syaikh Abu Barra'  mengatakan : aku menyarankan agar sahabatku ini meninggalkan "orang ini (peruqyah) ini karena vonisnya yang membahayakan.
Menurut Syaikh, vonis sejenis ini tidak terjadi kecuali karena 2 kemungkinan saja penyebabnya:

1. Bahwa peruqyah tadi meminta bantuan jin. (dibantu tanpa disadari tambahan dari saya - nadhif)

2. Bahwa peruqyah tersebut berbicara "tanpa ilmu" tentang perkara yang "ghaib".

Selanjutnya Syaikh mengatakan :

Prilaku ini kadang dilakukan supaya peruqyah itu dikenal orang, terlihat professional, terlatih, memiliki "analisa" tajam, memiliki gagasan tepat, dll. Dan semua ini adalah kebodohan yang besar.

Syaikh mengatakan, setelah kami pelajari secara keilmuan dan  mengumpulkan berbagai sisi yang berkaitan dengan pasien dan mengenai gangguan/penyakit, seorang peruqyah mampu secara akurat dalam diagnosa. Namun yang lebih utama adalah menjauhi dan tanpa mengemukakan penyakit dan gangguan tsb kepada pasiennya, karena 3 pertimbangan :

1. Gejala gangguan ghaib tidak dapat ditetapkan secara pasti apapun keadaannya.

2. Diagnosa itu akan meninggalkan pengaruh negatif terhadap penyakit sehingga mempengaruhi kejiwaan, prilaku dan tabiat marqi.

3. Sesungguhnya, dalam menyampaikan kesimpulan hasil diagnosa, terbatas hanya untuk peruqyah saja.

Dikutip dari Panduan Ruqyah Syar'iyyah Karya Syaikh Abu Barra, hal. 85-86.

---------

Dalam ranah terapi, cukup lah dugaan itu dipahami oleh peruqyah saja. Hal ghaib tetap lah ghaib secara hakiki. Sehingga perlu hati hati dalam mengaitkan data dan menyimpulkannya, termasuk dalam hal ini adalah mengaitkan dosa dan sakitnya. Karena hal ini juga termasuk ranah ghaib.

Hati hati dalam mengaitkan data dan tidak mengungkapkan hasil diagnosa pd pasien.

Semoga kita lebih hati hati dan bijaksana dalam memberikan terapi

Wallohua'lam

Nadhif
RLC Indonesia

#SolusiDanInspirasi
#ruqyahRLC
#RuqyahLearningCenter

Join: Telegram
t.me/ruqyahRLC

06.57 | 0 komentar

Syetan , Qorin Kafir dan Nafs(jiwa) Menjadikan Manusia Menjadi Pembunuh


Pernah ada kejadian mantan santri menjadi pembunuh
mengapa seorang mantan santri menjadi pembunuh ?

Bukankah dipesantren mengajarkan kebaikan?Bukankah dipesantren diajarkan agama?

Pesantren adalah sebuah wadah atau sebuah tempat ilmu agama, wasiilah (perantara) manusia mengenal ilmu agama. Akan tetapi tiap santri yang masuk tidak sama kemampuannya di dalam menimba ilmu, ada yang dalam dan banyak, ada yang sedikit dan ada yang tidak menimba sama sekali.

Sebagai seorang mantan santri , semua teman-teman sepesantren dulu dan sekarang berbeda, ada yang tetap sama dan bergelut dalam ilmu agama, ada yang setengah setengah bahkan ada yang menjadi jauh 100 persen dari agama. Mengapa seperti itu?

Hal ini karena pengaruh 3 paket jahat :

Yang pertama adalah pengaruh Syetan:
semuanya karena syetan dan pengaruhnya pada jiwa manusia.
Hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. kecuali bila hati disinggahi sifat sifat tercela seperti hasad, marah , syahwat dll maka dengan mudah dikendalikan syetan.

Ibnul Qayyim rahimahullahu mengatakan bahwa rukun kekafiran ada empat, yaitu:
– Kibr (sombong, merasa besar)
– Hasad (iri, dengki)
– Marah
– Syahwat
Kibr ini, didefinisikan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Kibr (sombong) artinya ialah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)
Bersemayamnya sifat ini di dalam diri seorang manusia akan menjadi penghalang baginya untuk tunduk.
Adapun hasad yang artinya adalah keinginan agar lenyapnya kenikmatan yang diperoleh orang lain, walaupun dia sendiri tidak memperolehnya. Sifat ini akan menghalangi pemiliknya untuk menerima dan memberi nasihat.
Rasa marah akan menghalangi pemiliknya dari sifat adil dan tawadhu’. Sedangkan syahwat akan menghalangi pemiliknya dari ibadah.
Maka, apabila kesombongan itu runtuh, mudahlah bagi seseorang untuk tunduk. Jika sifat hasad ini lenyap niscaya mudahlah baginya menerima dan memberi nasihat. Kemudian, apabila rasa marah ini runtuh, mudahlah dia bersikap adil dan rendah hati (tawadhu’). Jika rukun syahwat ini juga runtuh maka mudahlah baginya untuk bersabar, memiliki sifat ‘iffah (menjaga kehormatan dirinya), lebur dalam ibadah.
Hancur leburnya gunung-gunung dari tempatnya, lebih mudah dibandingkan lenyapnya keempat pilar ini dari mereka yang diuji dengannya. Terlebih lagi jika keempatnya telah menjadi watak atau kepribadian yang melekat dan kokoh. Karena tidak akan mungkin lurus suatu amal dikerjakan jika keempat hal ini bersemayam dalam hati seseorang. Jiwa tidak akan menjadi suci dengan kekalnya keempat pilar ini.

Yang kedua adalah hawa nafsu (jiwa):
Hawa nafsu inilah yang menjadikan Qabil membunuh habil.
فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ
“Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap remeh membunuh saudaranya.”
Hawa nafsunya membangkitkan keberaniannya, bahkan membuatnya memandang indah sehingga dia pun membunuhnya.
فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi.”
Dia menyesal karena tidak tahu apa yang harus diperbuatnya terhadap mayat saudaranya.
Itulah kejahatan pertama dalam sejarah peradaban manusia. Pemicunya adalah hasad. Jadi, hasad adalah kemaksiatan pertama yang dengan itu Allah Subhanahu wa Ta’ala didurhakai di muka bumi.
Apakah Nafs alamaaratu bissu?jawabannya adalah jiwa yang memerintahkan pemiliknya berbuat kejahatan.
Dijelaskan dalam surah yusuf ayat 53
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Yang ke tiga adalah qorin kafir:
Pada umumnya qarin yang kafir ini kerjanya mendorong dampingannya membuat kejahatan. Dia membisikkan was-was, melalaikan solat, susah mau baca al-Quran dan berbuat kebaikan lainnya, meragukan tentang ketuhanan dll
Sabda Rasulullah s.a.w. daripada Abdullah Mas'ud r.a. maksudnya: "Setiap kamu ada Qarin daripada bangsa jin, dan juga Qarin daripada bangsa malaikat. Mereka bertanya: "Engkau juga ya Rasulullah." Sabdanya: "Ya aku juga ada, tetapi Allah telah membantu aku sehingga Qarin itu dapat kuislamkan dan hanya menyuruh aku dalam hal kebajikan sahaja." (Riwayat Ahmad dan Muslim)
Aisyah r.ha. menceritakan bahawa pada suatu malam Rasulullah s.a.w. keluar dari rumahnya (Aisyah), Aisyah berkata: "Aku merasa cemburu." tiba-tiba Baginda berpatah balik dan bertanya: "Wahai Aisyah apa sudah jadi, apakah engkau cemburu?" Aku berkata: "Bagaimana aku tidak cemburu orang yang seumpama engkau ya Rasulullah." Sabda Baginda: "Apakah engkau telah dikuasai oleh syaitan?" Aku bertanya: "Apakah aku ada syaitan?" Sabda Baginda: "Setiap insan ada syaitan, iaitu Qarin." Aku bertanya lagi: "Adakah engkau pun ada syaitan ya Rasulullah?" Jawab Baginda: "Ya, tetapi Allah membantuku sehingga Qarinku telah masuk Islam." (Riwayat Muslim)
Di dalam hadis lain daripada Ibnu Umar r.a., sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Aku dilebihkan daripada Nabi Adam a.s. dengan dua perkara, iaitu pertama qorinku kafir lalu Allah menolong aku sehingga dia Islam. Kedua, para isteriku membantu akan daku tetapi qarin Nabi Adam tetap kafir dan isterinya membantu ia membuat kesalahan."
(Riwayat Baihaqi)

Demikianlah ketiga paket jahat :
syetan +nafs alamara+ qorin kafir

Jika ketiganya berada di dalam manusia maka akan menjadikannya seorang manusia yang berhati dan berkelakuan iblis. Kekuatan iman seseoran menjadikan pengaruh ketiganya berbeda dalam diri seseorang, sesungguhnya manusia diberikan kekuatan untuk melawan ke 3 nya tapi manusia harus mendekatkan diri dengan rabbnya.

semoga Allah melindungi kita dari ketiga paket jahat dan menebalkan keimanan kita
aamiin ya rabbal aalamiin

Umm Marwan(Nia Nuraeni Gustini LC,MA)

06.49 | 0 komentar

Bagaimana Mengusir Jin dari Rumah?

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 09 November 2017 | 09.11

*Bagaimana Mengusir Jin dari Rumah?*

Jika kita meyakini bahwa di rumah kita ada yang ikut menghuni dari golongan jin kafir maka untuk mengeluarkan  jin itu dari rumah adalah dengan cara sebagai berikut:

1. Masuklah ke dalam rumah tersebut bersama dua orang yang menemanimu lalu katakan, *"Aku ingatkan kalian wahai para jin dengan' Janji yang telah kalian buat dengan Nabi Sulaiman alaihi salam supaya kalian keluar dan pergi dari rumah kami.* Dan aku ingatkan kalian wahai para jin dengan kekuasaan Allah,
Keluarlah...dan jangan sakiti seseorang di antara kami.. "

2. Jika kemudian terasa terjadi sesuatu dalam rumah tersebut, maka sediakanlah air dalam suatu tempat lalu dekatkan mulut mu pada air itu kemudian bacalah:

بسم الله أمسينا بالله الذي ليس منه شيء ممتنع ، وبعزة الله التي لا ترام ولا تضام وبسلطان الله المنيع نحتجب وبأسمائه الحسني كلها عائذ من الابالسة ومن شر شياطين الإنس والجن ومن شر كل معلن أو مسر ومن شر ما يخرج بالليل ويكمن بالنهار ويكمن بالليل ويخرج بالنهار وشر ما خلق وذرا وبرا ومن شر ابليس وجنوده ومن شر كل دابة أنت أخذ بناصيتها إن ربي على صراط مستقيم ، أعيذ نفسي بما استعاذ به موسي وعيسي وابراهيم الذي وفي من شر ما خلق وذرا وبرا ومن شر إبليس وجنوده ومن شر ما يبغي

“Dengan nama Allah, kami berada di sore ini dengan nama Allah Yang tiada sesuatu pun yang dapat menghalangi-Nya, dan dengan keagungan Allah Yang tidak bisa dikalahkan dan direndahkan. Dengan kekuasaan Allah Yang Maha Mencegah, kami berlindung, dan dengan seluruh nama-nama-Nya yang balk kami berlindung dart kejahatan iblis-iblis dan dart kejahatan setan-setan, baik dari golongan manusia maupun jin. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri dan menyembunyikan diri, dari kejahatan segala sesuatu yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang hari, dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri di siang hari dan bersembunyi di malam hari, .dan dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih. Kami berlindung dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala makhluk yang berada dalam kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Tuhanku selalu menunjukkan jalan yang lurus. Aku berlindung kepada Allah dengan perlindungan yang dimohonkan oleh Musa, `Isa dan Ibrahim yang memenuhi janji, dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih, dan dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala sesuatu yang membangkang."

Kemudian diikuti dengan menyiramkan air tadi ke berbagai sudut rumah tersebut. Insya Allah, mereka (para jin) akan keluar dari rumah kita  dengan izin Allah.

Syarat utama dalam melakukan peruqyahan ini adalah niat yang ikhlas dalam setiap doa dan permohonan pada Allah. Rabb Semesta Alam.

---------------------------------

📚 Ruqyah Syar'iyyah wa Thibu wa 'Ilaju Mashur min Shahih Bukhari wa Fathul Bari -  M. H Muhammad Hasan Ismail

✍📮ditulis dan edit ulang oleh Rudi Abu Azka
👉🏿 Grup Kcrt
💿 Maktabah RLC

09.11 | 0 komentar

LIVE CHAT ABU AZKA

Sahabat Azka

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung