Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Meredam Gelisah Hati

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 31 Mei 2009 | 08.27


Meredam Gelisah Hati

Saudara yang budiman
Sahabat, Sejak dulu hingga hari ini, berbagai pergulatan dan hidup terus kita lakukan demi sebuah kebahagiaan, bila perlu nyawapun kita pertaruhkan. padahal, sejauh apapun kita melangkah untuk mengejar kebahagiaan tak akan pernah kita dapatkan, kalau tolak ukurnya adalah keduniaan. Sebab sifat dunia tak pernah memberi kepuasaan.

Dan ketidak puasan itulah faktor utama penyebab ketidak bahagiaan, dan akhirnya perasaan gelisah selalu datang. Selain ketidakpuasan menerima kenyataan, ketidaksabaran juga merupakan pintu masuk kegelisahan. Sebab orang yang tidak sabar menantikan sesuatu hidupnya selalu gelisah.

Akhirnya, hanya satu kiat yang dapat meredam gelisah hati dan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki, yaitu hadirkan sifat qona’ah (menerima) apa yang telah Allah berikan. Sebab orang yang qona’ah terhadap apapun yang diberikan jiwanya akan tenang. Hatinya tidak menuntut mencapai sesuatu yang tidak ditakdirkan baginya dan tidak melirik kepada orang yang berada diatasnya. Tentu saja sifat ini tidaklah hadir dengan sendirinya tanpa faktor utama yang mendorongnya. Dan faktor itu adalah keimanan yang benar dan amal sholeh yang ikhlas.

Ketenangan bathin (muthmainnah qalbu) selalu menghiasi orang-orang yang selalu qonaah. Ekspresi dan perbuatan lahirnya senantiasa terkendali. Maka yang nampak dari luar adalah pribadi yang benar-benar tenang, mantap dan penuh wibawa. Rasulullah menasehati kita agar dalam menjalani hidup jangan tergesa-gesa, sebab sikap itulah yang menyebabkan kegelisahan selalu datang. Beliau bersabda: “Wahai manusia, bersikap tenanglah kalian, karena kebaikan itu tak pernah ada dalam ketergesa-gesaan” (Hr. Bukhari dan Muslim)

Orang yang qonaah selain memiliki ketenangan juga memilki pendirian yang kuat, ia sadar akan segala kelemahan yang ada padanya dan beersandar hanya kepada Allah semata.

Materi Selanjutnya Insya Allah: Kunci Agar Tidak Gelisah
08.27 | 2 komentar

Kegelisahan Orang Beriman

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 30 Mei 2009 | 14.35


Kegelisahan Orang Beriman

Seperti telah diungkapkan pada materi sebelumnya, bahwa kegelisahan orang-orang beriman hadir manakala dia merasa begitu banyak dosa dan kesalahan atau merasa bahwa ibadahnya belum sempurna.

Dan kesadaran itu membuat ia terus berusaha untuk menyempurnakannya. Sebab baginya hidup adalah untuk mempersembahkan yang terbaik untuk kehidupan yang kekal (akhirat). Dunia bukanlah tujuannya, tetapi hanya perantara untuk menggapai keridhoan. Mereka selalu menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sebentar dalam perjalanan panjang menuju keabadian.
Kebahagiaan bagi orang-orang yang beriman adalah ketika dapat melakukan ketaatan, dan kegelisahan mereka adalah ketika semakin berkurangnya kebaikan. Ketika mereka menghadapi musibah, selalu di sikapi dengan tabah. Ketika kesulitan datang menghampiri, ia tidak berkecil hati.

Dan hadirnya sikap seperti itu tidak lain karena ia mampu menjadikan Allah sebagai sumber kekuatan. Sebab dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya inspirasi dalam kehidupan, akan menghadirkan sikap optimisme dan kebesaran jiwa yang mantap.

Imam Syafi’I rahimahullah bertutur: :Gelisah, berkeluh kesah, tidak sabar adalah tanda jiwa yang fakir. Kemiskinan lebih baik dari kekayaan yang berlaku aniaya pada si fakir. Sungguh jiwa yang selalu puas, itulah jiwa yang kaya, walaupun melelahkan, karena segala yang ada di alam raya ini tak pernah memberikan kepuasan”

Itulah kekuatan iman, yang selalu menyadari bahwa jika Allah menghendaki segala sesuatu, maka tidak ada kemampuan bagi kita untuk mengelaknya. Dengan kesadaran dan keyakinan ini, seorang mukmin akan terbebas dari ketakutan, kelemahan dan keresahan disamping terhiasi dirinya dengan kesabaran, kekuatan dan keberanian.
Katakanlah: “sekali-kali tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk kami.ialah pelindung kami, dan hanya Allah-lah orang-orang beriman harus bertawakkal”.(Qs. At-Taubah [9]:51).

Saudaraku yang budiman
Bila kita serahkan hidup ini dengan berbagai persoalannya kepada Allah yang didasarkan atas keyakinan yang mutlak kepada-Nya., akan membuat hati dan jiwa tegar dan teguh dalam menghadapi berbagai problem dan tantangan kehidupan. Karena itu, mengimani Allah dengan berbagai atribut-Nya, baik sifat maupun perbuatan-Nya, adalah suatu keharusan mutlak. Sebab itulah kunci membuka tirai kebahagiaan.

"Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan dibelakang mereka, mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki -Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (Qs. Al-Baqarah [2]:255)

*****
Tiada rumah sakit yang teduh untuk bernaung kecuali berlindung di bawah kekuasaanya. Karena hanya Dialah tempat kita berlindung dari semua keadaan diri kita.

Kebahagiaan bagi orang-orang yang beriman adalah;ketika dapat melakukan ketaatan, dan kegelisahan mereka adalah; ketika semakin berkurangnya kebaikan.
14.35 | 0 komentar

Penyebab Kegelisahan

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 29 Mei 2009 | 09.03


Banyak faktor yang menyebabkan hadirnya kegelisahan. Ada gelisah karena hadirnya kesadaran yang dalam tentang prilaku diri, sadar banyak melakukan kesalahan. Dan kegelisahan seperti ini menandai sedang menguatnya keimanan. Hasilnya, perasaan khawatir datang saat ia merasakan begitu banyak melalaikan kewajiban. Dan kekhawatiran ini adalah kekhawatiran yang positif.

Ada juga gelisah karena faktor kekhawatiran yang berlebihan tentang kehidupan, yang di tandai dengan adanya ketakutan dalam beberapa hal. Seperti takut miskin, takut kehilangan harta, takut di tinggal oleh orang yang di cinta, takut kerjanya di PHK, takut tidak dapat jodoh atau takut tiba-tiba kematian datang menjemputnya.

Gelisah yang kedua ini biasanya disebabkan karena keyakinan yang lemah tentang kebenaran yang datang dari Allah. Dan ini menandakan sedang melemahnya keimanan. Dan yang ketiga ada gelisah karena di kejar rasa bersalah, entah salah kepada diri sendiri, kepada orang lain, lebih-lebih kepada Allah. Hal ini disebabkan karena kita pernah melakukan dosa dan kemaksiatan atau prilaku yang kurang pantas, sehingga menyebabkan jiwa tidak tentram, hidup tidak nyaman karena di kejar rasa bersalah yang terus menghantui.

a.Gelisah Karena Menguatnya Keimanan

Kegelisahan yang seperti ini bisa disebut kegelisahan yang positif, karena itu didorong oleh keinginan untuk selalu menyempurnakan kebaikan. Beberapa hal yang menandakan gelisah karena menguatnya keimanan, yaitu: hadirnya rasa takut kepada Allah. Kegelisahan jenis ini hadir karena kita menyadari begitu sering melakukan kesalahan.

Kesalahan itulah yang meyebabkan hati kita bertambah resah. Perasaan takut (khauf) dan harap (Raja’) bercampur menjadi satu. Takut jika kesalahan (dosa) tidak terampuni dan harap agar dosa dan kesalahannya dapat terampuni.

Bagi pribadi muslim perasaan khauf (takut) adalah ungkapan derita hati dan kegundahan terhadap apa yang dihadapinya. Dan khauf (takut) inilah yang mencegah diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan.

Semakin ia mengetahui aib dirinya dan mengetahui keagungan Allah, kemahamulyaan-Nya dan hadirnya kesadaran bahwa setiap perbuatannya kelak akan dipertanggungjawabkan, maka kegelisahannya akan semakin kuat, rasa takutnya akan semakin meningkat.

Buah dari perasaan khauf ini adalah, ia akan mampu menguasai segala kegundahan dan tahu bahayanya. Hasilnya; Tiada lagi kesibukannya selain usaha untuk mendekatkan diri, muhasabah, mujahadah. Bahkan ia selalu waspada terhadap segala pikiran, langkah dan kalimat yang keluar dari dirinya.

“Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Rabb mereka. Dan orang-orang beriman kepada Rabb mereka. Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Rabb mereka (dengan sesuatupun). Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. Mereka itulah orang-orang yang bersegara berbuat kebaikan, dan merekalah orang-orang yang pertama-tama memperolehnya.”

Yahya bin Muazd berkata: “jika seorang mukmin melakukan kemaksiatan, ia pasti menindaklanjutinya dengan salah satu dari dua hal yang akan menghantarkannya kesurga; takut akan siksa dan harapan akan ampunan”.

b.Gelisah Karena Lemahnya Iman

Untuk kegelisahan jenis ini, ada dua motif yang menghadirkannya. Pertama, motif yang keluar dari dorongan syahwat seksual, kedua motif karena dorongan cinta yang berlebihan pada harta, atau yang selalu terkait dengan keduniaan.

Kegelisahan yang disebabkan dua hal ini cenderung menguat, dan ketika tidak mampu meraih apa yang di inginkan nafsunya, gelisah akan semakin bertambah resah. Kegelisahan yang seperti ini menandai lemahnya daya tahan keimanan,

Dalam pandangan psikologi, dua hal yang melatar belakangi hadirnya kegelisahan adalah karena lemahnya rasa percaya diri. Tetapi jika rasa percaya diri kita kuat tidak akan menimbulkan kegelisahan. Selain itu, kegelisahan hadir karena angan-angan yang tidak realistis, atau terlalu berlebihan mengharapkan sesuatu tetapi tidak di imbangi dengan kemampuan. Tetapi yang lebih pasti adalah kegelisahan hadir karena keyakinannya akan taqdir tidak sempurna.


*****
Kegelisahan yang hadir karena menyadari
betapa banyak dosa dan kesalahan,
adalah wujud dari kesadaran iman.
Sebab orang orang-orang yang beriman
akan senantiasa resah jika ketaatannya berkurang.
09.03 | 0 komentar

Jadwal Siaran Radio Streaming Nurisfm Kamis, 28 Mei 2009

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 28 Mei 2009 | 08.05





Rabu 27 Mei 2009
08.30-09.00 Kajian Duha bersama Allahyarham KH RAHMAT ABDULLAH
09.00-09.30 VOI (Voice Of Islam) Tema:Homeschool MEMULAI TAHFIZH AL-QUR`AN PADA USIA DINI
10.00-11.00 Kajian Dakwah Klasik Tahun 1974 bersama 1.Ajip Rosidi (76-09-15i)
2.Prof. Achmad Sadali ( 87-05-27)
13.00-13.30 Sastra dan Dakwah Tema: TAFSIR QS 81_at_Takwir_&_QS_82_al_Infithaar
13.30-14.30 Kajian Siang Bersama dalam Ceramah Mahasiswi dengan tema Membentuk Keluarga Islami
14.30-16.00 Nasyid Request by Streaming Nurisfm
16.00-17.00 Tafakur
*********************************************************************************
Berusaha memperbaiki diri memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Butuh kesadaran dan kesabaran. Kesadaran; bahwa untuk menjadi orang baik membutuhkan perjuangan juga kemauan yang kuat. Dan kesabaran; bahwa untuk menjadi orang baik membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mungkin lamanya bisa sebanding dengan prilaku tidak baik kita sebelumnya. Semuanya tergantung dari kesungguhan kita dalam memperbaiki diri.

Bila diri merasa hidup tidak berarti, itu pertanda ada kesalahan sikap yang harus kita perbaiki. Dan sikap yang salah itu biasanya hadir disebabkan karena ketidak mengertian tentang hakekat hidup.

Hanya kepada Allah sajalah kita memohon, agar setiap episode hidup yang kita jalankan selalu di beri kemudahan. Allah ampuni segala kesalahan kita, terutama kepada penulis yang tentu saja tidak memiliki kesempurnaan. Mohon maaf atas segala kesalahan dan terimakasih atas segala perhatian, hanya kepada Allah semuanya kita kembalikan segal urusan. Amin

Sahabat, semoga dengan membaca tulisan yang ada disini, kita mampu menyikapi segala problem hidup dan mampu menjalani hidup sesuai dengan aturan yang maha hidup.
08.05 | 0 komentar

Kenapa kita Gelisah ?


Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Allah. Kepada-Nyalah bermuara segala pujian, sebab Dialah yang memang pantas mendapat pujian, karena segala sesuatu di dunia ini adalah milik-Nya. Sholawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, dialah Nabi akhir zaman yang kehadirannya ketengah-tengah ummat membawa kesejukan dan perginya meninggalkan kesan kebaikan. Bahkan terutusnya beliau mampu merubah keraguan menjadi keyakinan dan kegelisahan menjadi ketenangan, sehingga jelasnya arah kehidupan yang sebelumnya diselimuti awan kejahiliyahan.

Setiap kita selalu memahami bahwa hidup tidak selamanya diselimuti kebahagiaan. Ada saat kebahagian itu begitu indah kita rasakan, tetapi pada saat yang lain kesedihanpun datang menghampiri. Ada saat hati kita di selimuti kesenangan yang dalam, tetapi pada saat lain kesedihanpun datang mengunjungi diri. Itulah dua keadaan hidup yang datang silih berganti.

Sahabat, gelisah terkadang datang menyelimuti hati, betapapun kita berusaha menepisnya. Tetapi semakin kita tepis justru semakin berat kegelisahan. Sesungguhnya tidak ada obat yang paling mujarab ketika penyakit itu datang. Kecuali kita harus terus mencari apa yang menyebabkan kita gelisah. Karena hadirnya setiap perasaan yang gelisah tidaklah mungkin datang dengan sendirinya kecuali ada sesuatu sebab yang mengawalinya. Gelisah adalah satu bentuk dari persoalan bahtin yang pasti akan datang. Dan tidak bisa tidak, siapapun pasti merasakannya.

Kenapa kita gelisah, dan bagaimana meredam gelisah hati, ikuti terus goresan pena sederhana ini. Mudah-mudahan dapat menemukan jawab dari pertanyaan bathin. Insya Allah.

Kenapa kita Gelisah ?

Saudara yang muliakan Allah
Gelisah kerap hadir melanda hati, dan bila perasaaan ini datang hari-hari dicekam perasaan sepi, kekhawatiran terus datang menemani kesunyian diri, dan terkadang hidup merasa tidak berarti. Bila gelisah bertambah resah, terasa hidup semakin susah, beraktivitaspun selalu serba salah, terkadang bingung kemana harus melangkah.

Itulah kenyataan hidup yang sering kita temui pada sebagian orang, atau mungkin kita sendirilah orangnya. Sering kali jika kegelisahan datang, ia harus dibayar dengan harga yang mahal, karena ia sangat menyita banyak waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Hasilnya; wajah terlihat menjadi kusut dan hidup menjadi semraut.

Memang sulit di mengerti, kenapa gelisah terkadang datang menyelimuti hati. Betapapun kita berusaha menepisnya, tetapi semakin kita tepis justru semakin berat kegelisahan.

Tidak ada obat yang paling mujarab ketika penyakit itu datang. Kecuali kita harus terus mencari apa yang menyebabkan kita gelisah. Karena hadirnya setiap perasaan tidaklah mungkin datang dengan sendirinya kecuali ada sesuatu sebab yang mengawalinya.

Beberapa psikolog mengatakan: gelisah dan cemas adalah wajar dan di miliki setiap orang. Bukankah setiap hari kita selalu dihadapkan pada masalah-masalah hidup?. Memang, hidup tak bisa lari dari permasalahan. Karena semakin lari dari masalah, hidup semakin bermasalah.

Cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan jalan mencari tahu akar masalah. Sehingga kegelisahan tidak mendatangkan banyak masalah.
*********************************************************
Faktor penyebab perasaan emosi
yang mengganggu
ketentraman kita adalah;
karena lingkungan yang tak
dapat kita terima
atau juga lingkungan yang tak menerima kita.
07.52 | 1 komentar

Jadwal Siaran Radio Streaming Nuris FM

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 27 Mei 2009 | 08.18






Rabu 27 Mei 2009
08.30-09.00 Kajian Duha bersama Dr. Ahzami Samiun Jazuli tema: Shalat Berjamaahlah Di MAsjid
09.00-09.30 VOI (Voice Of Islam) Tema:Apa yang harus dipelajari Mualaf setelah Bersyahadat
10.00-11.00 Kajian Dakwah Klasik Tahun 1974 bersama Ir Imaduddin A Msc
13.00-13.30 Sastra dan Dakwah Tema:Walaupun Pahit, dengarkanlah
13.30-14.00 Kajian Siang Bersama Ust.Anis Matta Lc Tema: Tarbiyah Islamiyah di kalangan profesional dan elit
14.00-16.00 Nasyid Request by Streaming Nurisfm
16.00-17.00 Tafakur
08.18 | 0 komentar

Jangan Sia-siakan Hidup


Saudaraku yang dimuliakan Allah
Qum Fa andzir, bangunlah dan berilah peringatan. Jangan biarkan diri terus berada dalam keterlenaan panjang. Bangkitlah, jangan hinakan diri dengan kesia-siaan. Gubah dunia dengan prestasi dan jadikan hidup lebih berarti. Buang keraguan yang mengungkung diri, ambil keputusan yang terbaik jika ingin menjadi orang baik-baik.

Hidup bukan hanya pergantian hari-hari, waktu dan keadaan. Tetapi didalamnya harus kita isi dengan segala aktivitas yang berarti. Karena tidak ada satupun orang yang sukses, kecuali dia merebut dan menundukan waktu dalam bentuk penggalan-penggalan kegiatan, rencana dan target-target yang harus diraihnya.

Semakin besar angka hitungan usia kita, semakin berkurang masa hidup kita. Dan nilai kehidupan bukan di ukur dari seberapa lama kita hidup, tetapi diukur dari seberapa efektifnya kita mampu memanfaatkan hidup.

Efektivitas waktu dalam hidup apabila kita bukan hanya memahami gerak hidup, tetapi mampu memaknai hidup. Sebab jika hanya sekedar bergerak tetapi tidak bermakna, apalah artinya hidup. Bukankah binatang juga terus bergerak selagi ia masih hidup.

Oleh karenanya Islam memberikan aturan yang syamil (sempurna) tentang mulai dari mana, bagaimana, dan mau kemana kita bergerak. Jika kehidupan adalah sebuah gerak, maka kita mulai menata gerak hidup kita dengan memahami tujuan hidup untuk apa kita diciptakan, kemudian kita mulai gerakan hidup dengan aturan yang sudah disyariatkan dan kita tujukan hidup kita semata hanya untuk meraih ridho Allah.

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Aku tidak menyesali sesuatu seperti penyesalanku pada hari ketika matahari terbenam yang berarti umurku berkurang, akan tetapi amalku tidak bertambah”.

Abdul Malik Al-Qasim menulis dalam bukunya: Al-Waktu anfaasun la ta’uudu, “Umur manusia adalah musim tanam di dunia ini dan memetik hasil tanaman itu di akhirat nanti. Maka tidak layak bagi seorang muslim membuang-buang kesempatan dan membelanjakan modal hidupnya didalam hal-hal yang tidak berguna.

Rasulullah saw mengingatkan; “Setiap orang disaat ajal datang menjelang atas dirinya pasti akan menyesal”. Kemudian para sahabat mempertanyakan bagaimana model penyesalan yang akan di alami oleh setiap orang.

Rasulullah lebih jauh menjelaskan: “Bila ia seorang yang baik, seorang mu’min yang sholeh, ia akan menyesal mengapa dahulu ketika kondisi hidupnya masih baik (sehat) tidak memperbanyak amal sholeh. Bila ia seorang pendurhaka, ia akan menyesal mengapa perjalanan hidupnya dipenuhi dengan dosa”.

Bagi yang menyia-nyiakan waktu sekarang, kelak akan datang pada suatu saat dimana ia baru menyadari harga dan nilai mahalnya amal perbuatan. Akan tetapi setelah kehilangan kesempatan, tiada berguna lagi penyesalan”.
********
Qum Fa andzir,
bangunlah dan berilah peringatan. Jangan biarkan diri terus beradadalam keterlenaan panjang.Bangkitlah, jangan hinakan diridengan kesia-siaan.Gubah dunia dengan prestasidan jadikan hidup lebih berarti.Buang keraguanyang mengungkung diri, ambil keputusan yang terbaikjika ingin menjadi orang baik-baik.
08.13 | 0 komentar

Jadwal Siaran Radio Streaming Nuris FM

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 26 Mei 2009 | 07.20






Selasa 26 Mei 2009
08.30-09.00 Kajian Duha bersama Dr. Ahzami Samiun Jazuli tema: Mewaspadai Tipu daya Syaitan.
09.00-09.30 VOI (Voice Of Islam) Tema:Syarat Untuk Bertaubat
10.00-11.00 Kajian Dakwah Klasik Tahun 1977 bersama Bung Tomo
13.00-13.30 Sastra dan Dakwah Tema:Anak, Adiku Taqi, Penerjemah, Sakit Panas
13.30-14.00 Hikmah Siang Bersama Ust. Mukhlis Ali
14.00-16.00 Nasyid Request by Streaming Nurisfm
16.00-17.00 Tafakur
07.20 | 0 komentar

5 M, Bingkai Kesadaran Hidup


Agar kehidupan tetap berada didalam bingkai keimanan dan tetap istiqomah pada ketaatan. Tetapkan kesadaran untuk melakukan beberapa hal, yang terangkum dalam rumus 5 M. yaitu : Muhasabah, Muroqobah, Mu’ahadah, Muaqobah dan Mujahadah.

a.Muhasabah (Intropeksi diri)
Manusia adalah makhluk yang sangat memerlukan evaluasi diri dan penilaian ulang. Kehidupannya, baik yang bersifat individual maupun sosial, sangat perlu diperhatikan. Itu tak lain karena sisi spiritual dan intelektual selalu berubah-ubah. Cepat terwarnai dengan keadaan yang menyertainya. Hari ini baik, besok bisa sangat baik. Atau hari in sangat baik, besok mungkin saja sangat tidak baik.

Disinilah perlunya kita intropeksi diri (muhasabah), agar kebaikan tetap bisa kita pertahankan. Sebab kita tak pernah tahu kapan kita akan dimatikan. Hidup dan mati kita Allahlah yang mengatur, yang kita tahu adalah bahwa setiap kita pasti mati.

Seorang muslim harusnya sangat menyadari, bahwa apapun yang dilakukannya kelak akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Dan menyadari pula bahwa setiap hembusan nafasnya adalah mutiara yang sangat bernilai. Maka ia tidak menyia-nyiakan walau sesaatpun.

Ketahuilah sahabat, Kepentingan menghisab diri ini kita dilakukan untuk mengetahui dua hal, yaitu;

Pertama: untuk mengetahui segala aib diri, apakah kebaikannya lebih banyak dari pada keburukan kita, ataukah sebaliknya. Kedua: untuk mengetahui hak Allah terhadap kita. Apakah kewajiban kita sebagai hamba Allah sudah disempurnakan ataukah dilalaikan. Dari dua kesadaran ini akan lahir kepribadian yang istiqomah dan sikap mental yang tidak mudah melemah.

Terkait dengan muhasabah, Hasan al-Basyri pernah berkata: “Seorang mukmin itu pemimpin bagi dirinya sendiri. Ia menghisab dirinya karena Allah. Karena sesungguhnya hisab pada hari kiamat nanti akan ringan bagi mereka yang telah menghisab dirinya di dunia.

Hal senada juga pernah di ungkapan oleh Umar bin Khaththab; “Hisablah dirimu sebelum dihisab, timbanglah diri kalian sebelum ditimbang. Sesungguhnya berintropeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan dari pada hisab di kemudian hari” (Di riwayatkan dari Iman Ahmad dan At-Tarmidzi secara mauquq dari Umar bin Khaththab)


b.Muroqobah ( Selalu Merasa diawasi Allah)

Orang yang sadar bahwa Allah selalu mengawasi hidupnya, maka ia akan terbentengi dari kesalahan dan dosa. Rasa khauf (takut) selalu menyelimutinya bila ia melakukan kesalahan. Khauf (rasa takut) akan membakar syahwat yang diharamkan Allah, sehingga kemaksiatan yang dulu disukai jadi dibenci.

Kesombongan yang dulu dipertahankan berubah menjadi ketawadhuan, Ia selalu waspada terhadap langkah, pikiran dan kalimat yang keluar dari dirinya. Ia menyadari betul tentang firman Allah di bawah ini:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dengan urat lehernya, yaitu ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”.(Qs Qaf [50]:16-18)

Sahabat, Hamba yang selalu bermuroqobah adalah orang yang memiliki kecerdasan ruhiyah yang tinggi. Kesadaran itu dibangun berdasarkan pemikiran yang cerdas, karena ia sangat menyadari bahwa hidup akan mempunyai makna apabila ruang tempat berpijak adalah amanah yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk dirinya dan kemudian dia pertanggung jawabkan kelak dihadapan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadanya, sedang kamu mengetahui…
(Qs. Al-Anfal [8 ]:27)

Ketahuilah sahabat, Islam memandang amanat sebagai suatu yang amat berharga, sekecil apapun amanah yang kita terima, wajib kita jaga dengan baik dan kita sampaikan kealamatnya secara konsisten. Karena dengan memandang kecil sebuah amanat yang kecil, kita akan terbiasa memandang amanat itu sebagai hal yang tidak berarti. Sehinga amanat yang besarpun akan kita anggap sebagai amanat yang sepele.

c.Mu’ahadah (selalu mengingat perjanjian dengan Allah SWT

Kesadaran kita bahwa hidup bukan sekedar ada tetapi karena ada yang mengadakannya, adalah sikap dan sifat seorang muslim sejati. Allah menghidupkan kita dengan fasilitas yang diberikan-Nya bukanlah tanpa tujuan. Dan tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah hanya kepada-Nya.

Dan hanya Allah sajalah yang harus kita pertuhankan, karena inilah inti kehidupan; yaitu mempertuhankan Allah dan tidak boleh menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Inilah perjanjian yang harus selalu kita ingat, sebagaimana di ungkapan oleh Allah:
“Dan ingatlah ketika Rabb mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?, mereka menjawab. “Betul (engkau Tuhan kami) kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan; “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (kesesaan Tuhan)”.(Qs. Al-A’raf [7]:172).

Manusia dengan segala keberhasilan dunia yang diraihnya tidaklah kemudian menjadi mulia, manakala ia merasa bahwa apapun yang diraihnya adalah hasil usahanya sendiri, tanpa ada campur tangan orang lain.

Sadarilah, kita bisa disebut kaya karena ada yang miskin. Kita disebut cantik karena ada yang jelek. Dan kita juga bisa disebut baik (mulia), karena ada yang buruk. Kemudian ketahuilah, tidaklah orang lain memuliakan kita, kecuali karena Allah yang menghendaki.

Makanya jangan merasa diri lebih mulia dari orang lain, karena itu adalah kebodohan. Sebab hanya orang bodohlah yang merasa dirinya tidak perlu membutuhkan bantuan. Dan ketika rasa itu mendominasi dirinya, maka kecenderungan menyekutukan Allah nampak semakin sempurna.

Maka kesadaran; bahwa Allah sebagai Tuhan dan hanya kepada Allah segalanya dikembalikan adalah buah dari kecerdasan pikiran yang lahir dari keimanan.

Ingatlah selalu akan perjanjian kita dengan Allah yaitu untuk selalu beribadah hanya kepada-Nya. Jangan berpaling dari syariat-Nya dan tidak mendustai kebenaran yang turunkannya (al-Qur’an).
d. Mu’aqobah ( Memberi sangsi ketika lalai beribadah)

Memberikan sanksi (‘iqob ) ketika kita lalai beribadah memang sesuatu yang tidak mudah. Dibutuhkan kesadaran diri yang prima dan keimanan yang sempurna. Hanya orang-orang yang mendapat rohmat dari Allah sajalah yang dapat melakukannya.

Seringnya kita membiarkan kelalailan akan menghadirkan sikap meremehkan kesalahan. Dan lambat laun, ketika kesalahan sudah menjadi kebiasaan, maka dorongan melaksanakan ketaatan akan semakin hilang. Bahkan membiarkan diri dalam kesalahan akan mempermudah kesalahan-kesalahan yang lain.

Disinilah pentingnya kita meng’iqob (memberikan sangsi) kepada diri agar jiwa terselamatkan dari dosa. Sanksi yang dimaksud disini adalah; apabila kita menemukan kesalahan maka tidak pantas bagi kita untuk membiarkannya.

Bentuk pemberian sanksi tentu saja harus yang mubah dan tidak boleh berlebihan, apalagi sampai membahayakan diri. Seperti memukul kepala karena tidak sholat subuh. Atau membakar diri karena asyiknya nonton TV hingga lupa sholat Isya. Tentu saja tidak seperti itu.

Sebuah perilaku yang dapat kita jadikan contoh adalah; seperti kebiasaan pada generasi sahabat atau para salaf yang meng ‘iqob diri secara langsung ketika mereka melakukan kekhilafan, misalanya: dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Umar bin Khaththab pergi kebunnya. Ketika pulang didapatinya orang-orang sudah selesai melaksanakan sholat Ashar. Maka beliau berkata: “Aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang-orang sholat Ashar!..kini kebunku aku jadikan shodaqoh untuk orang-orang miskin.

Subhanallah. Bagaimana dengan kita, bisakah kita mencontoh Umar, sudah berapa seringkah kita melalaikan kewajiban. Tetapi adakah kita pernah meng’iqob diri karena banyaknya kekhilafan itu ?.

e. Mujahadah (adanya kesungguhan dalam ibadah)

Ibadah adalah alasan Allah menciptakan manusia. Karena untuk itulah kita hidup dan di hidupkan. Kita hidup bukanlah sedekar hidup, tetapi harus mentaati aturan yang maha hidup, Dialah Allah. Bahkan ibadah adalah inti hidup, orang yang tidak punya orientasi ibadah dalam hidup seperti orang yang melakukan perjalanan tanpa tujuann, hampa.

Bermujahadah artinya bersungguh-sungguh dalam melaksanatan ketaatan dalam rangka menjemput keridhoan Allah. Hingga akhirnya ketaatan merupakan kebiasaan, bukan sebuah beban yang memberatkan.

Sa’id Musfar Al-Qahthani mengatakan; Mujahadah berarti mencurahkan segenap usaha dan kemampuan dalam mempergunakan potensi diri untuk taat kepada Allah dan apa-apa yang bermanfaat bagi diri saat sekarang dan nanti, dan mencegah apa-apa yang membahayakannya.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Qs. Al-Ankabut:69)

Sahabat, Bangkitnya seseorang dari kelemahan kepada semangat, dari kemaksiatan kepada taat, dari kebodohan kepada ilmu, dan dari keraguan kepada yakin; adalah ciri dari orang-orang yang bermujahadah. Selalu ingin mengoptimalkan nilai-nilai kebenaran dalam setiap gerak kehidupan.

Dengan melakukan rumus 5 M di atas, Insya Allah nilai kehidupan yang kita jalani akan semakin berarti. Sebab dengan Muhasabah kita selalu memperbaiki segala yang salah. Dengan Muroqobah kita selalu merasa keagungan Allah. Dengan Mu’ahadah kita tetap akan istiqomah. Dengan Mu’aqobah kita dapat mengurangi beban dari rasa bersalah dan dengan Mujahadah kehidupan kita akan selalu dipermudah. Insya Allah.

Dan buah pelaksanaan 5 M ini adalah 5 C . yaitu: Comitment, Confident, consisten, consquent dan creative.
a.Comitment adalah keyakinan kokoh yang menggerakan prilaku menuju arah yang di yakini (I’tikad)
b.Consistence adalah kemampuan untuk bersikap secara taat azaz, pantang menyerah dan mampu mempertahankan prinsif kebenaran yang diyakininya betapapun harus membahayakan dirinya.
c. Consequence, adalah keberanian menerima konsekwensi dari keputusan yang di ambilnya. Baginya hidup adalah pilihan (life is choice) yang harus di pertanggung jawabkan.
d.Confidence adalah sikap percaya diri yang lahir dari kekuatan keyakinan dan sifat ini merupakan kematangan berpikir dari jiwa yang istiqomah
e.Creative, adalah sikap yang tak pernah lelah melalukan kebaikan, selalu saja ada aktivitas yang membuat dirinya semakin maju selangkah demi selangkah namun pasti. Dan kreatiptas ini menjadikan seorang mukmin selalu menangkap sinyal kebaikan dalam setiap efisode hidup yang di jalaninya.

************************************************************************************
Bangkitnya seseorang
dari kelemahan kepada semangat,
dari kemaksiatan kepada taat,
dari kebodohan kepada ilmu,
dan dari keraguan kepada yakin,
adalah ciri dari orang-orang
yang bermujahadah(sungguh-sungguh)

Selalu ingin mengoptimalkan
nilai-nilai kebenaran
dalam setiap gerak kehidupan.

*******
07.08 | 0 komentar

Hidup Adalah Ujian Dan Cobaan

Written By Rudi Abu azka on Senin, 25 Mei 2009 | 08.49


Ujian merupakan sunnah Ilahiyah yang berlaku sejak zaman dulu. Allah menjadikan ujian sebagai standar bagi manusia tanpa terkecuali, semenjak di ciptakan Adam as hingga hari kiamat kelak. Allah berfirman dalam kitab-Nya:

“Alif Laam Miim.. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka di biarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?, Dan sesungguhnya kami menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.(Qs. Al-Ankabut [ 29 ]:1-3)

Bahkan dalam surah yang lain, lebih rinci lagi dijelaskan oleh Allah tentang sifat kehidupan dunia yang merupakan tempatnya cobaan sebagaimana dalam firman-Nya:

“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Inna Lillahi wa inna ilaihi raaji’uun’, Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk .”
(Qs. Al-Baqarah [2]:155-157)

Sebagaimana telah dikatakan bahwa hidup adalah perjuangan. Keberhasilan adalah kata yang muncul belakangan setelah proses demi proses perjuangan yang kita lalui. Dan dalam setiap perjuangan ada resiko yang pasti dialami setiap orang, itulah ujian dan cobaan.

Karenanya, sebelum berjuang, pikirkan keputusan yang matang untuk bertindak agar resiko dapat diperkecil. Miliki kesiapan menanggung resiko, sebab orang yang tidak memiliki keinginan atau kesiapan untuk menanggung resiko, selamanya tidak akan pernah berhasil dalam mengambil keputusan

Ketahuilah……
Agar mendapatkan kebaikan hidup,Aqidah harus dimurnikan dari segala bentuk kesyirikan,

Jiwa harus disucikan dari segala dosa dan kemaksiatan.
Ibadah harus disempurnakan dari sifat riya dan kemunafikan
Dan jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan.
Sebab hanya dengan semua itulah hidup akan memiliki arti.

Jika kau sunyi seorang diri
jangan kau bilang ‘aku sepi sendiri,
Namun ucapkanlah olehmu
‘Malaikat Raqib tetap bersamaku’,

Jangan kau kira Allah lengah
walau sesaat, Apapun yang tersembunyi, segalanya tak ada
yang misteri bagi Allah.
Sebab Ia yang memiliki ruang,
Dan Ia juga yang
Menciptakan Ruang
08.49 | 0 komentar

Jadwal Siaran Radio Streaming Nuris FM


Senin 25 Mei 2009

09.00-09.30 VOI (Voice Of Islam) Tema:Sosok Wanite Ideal
10.00-12.00 Kajian Islam Bersama Abu Fatiah Al Adnani Penulis Buku tentang Huru hara akhir zaman
13.00-13.30 Sastra dan Dakwah Tema: Kisah jangan Menakut-nakuti Anak
13.30-14.00 Hikmah Siang Bersama Ust. Mukhlis Ali
14.00-16.00 Nasyid Request
16.00-17.00 Tafakur
07.32 | 0 komentar

Kajian Ahad Shahih Bukhari di Streaming Nuris FM

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 24 Mei 2009 | 10.00

Kajian Ahad Dalam membahas Kitab Shahih Bukhari Bersma KH. Abdurrahman Dahlan MA
Pukul 10.30 WIB Hanya di Nurisfm Streaming di http://nurisfm.blogspot.com/ atau http://nurisfm.listen2myradio.com/
10.00 | 0 komentar

Kiat Memaknai Arti Hidup


Saudara yang dimuliakan Allah
Ketahuilah sahabat, perjalanan manusia dalam hidup keseharian merupakan cerminan dari akidah yang ada dalam hatinya. Apa bila akidah yang tersimpan dengan baik, maka jalan yang di tempuh akan baik dan lurus. Apabila akidahnya rusak, maka jalan yang ditempuh akan rusak.

Oleh karenanya, agar hidup memiliki arti, setiap kita harus berupaya memiliki kualifikasi yang memadai untuk merealisasikan keterikatan kita dengan Allah. Aqidah harus dimurnikan dari segala bentuk kesyirikan, Jiwa harus disucikan dari segala dosa dan kemaksiatan. Ibadah harus disempurnakan dari sifat riya dan kemunafikan dan jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan. Sebab hanya dengan semua itulah hidup akan memilki arti.

Dan arti hidup yang sesungguhnya adalah ketika segala gerak yang dijalani selalu terkait dengan ketentuan yang maha hidup, berjalan dalam hidup sesuai aturan yang memberi hidup dan mengakhiri kehidupan mendapat ridho dari yang mengakhiri hidup, Dialah Allah Rabbul ‘aalamin. Itulah sebabnya Islam sangat menekankan betapa pentingnya keimanan yang kuat, karena iman akan menjadikan hidup lebih teratur.

Iman adalah keyakinan mu’min yang mencuat dari lubuk hati bahwa kehidupan dan kematian itu berada dalam genggaman (kekuasaan) Allah. Dan apapun yang Allah timpakan kepada seorang hamba tiada yang mampu mengelakkannya, sebagaimana jika Allah menghendaki untuk menyelamatkan seseorang tak ada musibah yang akan menimpannya.

Syaikh Ahmad Athailah mengatakan; Ada dua kedudukan manusia dalam mengarungi hidup ini.

Pertama; yaitu sebagai ‘abid (penghamba) kepada ma’budnya (yang di hamba). Dan ‘abid ini gelarnya adalah ‘Abdullah (hamba Allah). Kedua; sebagai sesama hamba Allah dengan tugas menyelamatkan pemberian Allah dari kerusakan dan kemusnahan, gelarnyanya adalah khalifatullah.

Dua posisi ini semakin memperjelas tentang siapa dan untuk apa kita hidup. Dan sekaligus memperjelas apa yang sedang kita cari dalam hidup ini.

Beberapa hal yang sangat perlu kita realisasikan, agar kita mampu memaknai hidup dan menjalani hidup dengan penuh keyakinan dan keberkahan; yaitu:

1.Tujuan hidup kita adalah mencari ridho Allah swt
2.Fungsi Hidup kita adalah sebagai khalifatullah
3.Tugas hidup kita adalah hanya beribadah kepada Allah
4.Pedoman hidup kita adalah firman Allah (al-Qur’an)
5.Tauladan Hidup kita adalah Sunnah Rasulullah
6.Alat hidup kita adalah kenikmatan yang di berikan Allah
7.Teman hidup kita adalah orang-orang yang selalu berjuang di jalan Allah

Dan pada akhirnya hidup akan memiliki arti apabila kita mampu menyadari secara hakiki bahwa dunia tempat kita berpijak adalah amanah dari Allah yang harus di manfaatkan sebesar-besarnya untuk dirinya dan kemudian dia pertanggung jawabkan kelak kehadirat Allah.
04.18 | 0 komentar

Dengarkan Kajian Islam Tentang Keluarga Bersama Dr. Miftah Farid

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 23 Mei 2009 | 09.57

Kajian Islam Bersama Dr. Miftah Farid dalam tema Membentuk Keluarga Islami Pulul 10.00 WIB Hari Sabtu 23 Mei 2009 di http://nurisfm.blogspot.com/
09.57 | 2 komentar

Jangan Takut Menghadapi Hidup


Sejarah telah membuktikan, naiknya orang-orang yang sukses di panggung dunia hanya karena kekuatan dirinya memegang keyakinan yang melahirkan dinamika, konsistensi, dan tidak pernah takut menghadapi resiko.

Lihatlah contoh dan tauladan terbaik ummat, Rasulullah Muhammad saw, ketika mendapat cercaan, hinaan dan kemudian di bujuk dengan segala kenikmatan dunia agar ia meninggalkan keyakinananya. Dengan berani dan penuh keyakinan Rasulullah bersabda: “

“ Betapapun engkau letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan ditangan kiriku, tidaklah aku akan mundur dari dakwah ini, sampai nyawa memisahkan diriku.”.

Atau lihat Bilal Bin Rabbah sahabat Rasulullah, ketika tubuhnya terpanggang panas matahari, kulitnya terkelupas karena pecutan cambuk keangkaramurkaan. Dan ia di paksa untuk kembali kepada kekafiran. Tetapi apa yang terjadi, dengan penuh keyakinan Bilal berkata; ahad ahad ahad dan seterusnya. Itulah sekelumit contoh dari penggalan sejarah.

Berbeda dengan orang yang selalu pesimis menjalani hidup, ia hanya melihat kelemahan dirinya dan tidak mau belajar dari keadaan orang lain. Sehingga ia kehilangan keberanian untuk melangkah, maka separuh hidupnya mengalami kegagalan.

Kegagalan adalah momok dalam kehidupan kita. Dan ini sering kita alami, sehingga merasa hidup kita kurang beruntung.

Apapun bentuk kegagalan, besar atau kecil, jika ia telah melanda kita maka yang kita perbuat adalah keluhan-keluhan belaka. Seorang yang sudah di hinggapi perasaan takut akan kegagalan, maka ia sangat enggan untuk melakukan pekerjaan. dan inilah yang melahirkan sikap skeptis ( keraguan ) terhadap hidup, hingga merasakan seakan hidup tidak berarti.

Orang yang mempunyai keberanian menghadapi resiko kebanyakan hidupnya tenang dan tidak di hantui rasa was-was, khawatir dan cemas. Mereka menyadari bahwa hidup memang selalu dihadapkan pada masalah yang di belakangnya penuh dengan resiko.

Takut menghadapi kegagalan, berarti tidak berani mengambil resiko dari tindakannya. Orang yang selalu takut dengan resiko kegagalan, maka ia juga takut untuk bertindak. Dan orang yang takut bertindak serta berbuat, maka selamanya ia tak akan menjumpai kesuksesan, sebab memang selamanya tak pernah melakukan sesuatu.

Maka lebih baik berbuat dan gagal ketimbang tidak berbuat sama sekali karena takut menanggung resiko kegagalan. Kegagalan memang merupakan konsekwensi dari tindakan yang kurang mengena pada sasaran.

Sebuah puisi dibawah ini kirannya dapat mensugesti anda, renungkalah dengan baik:

Ya Aku Bisa !

Jika anda berpikir, anda akan di kalahkan,
anda sudah kalah.
Jika anda berpikir bahwa anda tidak berani,
ya anda tidak akan berani.
Jika anda ingin menang, tetapi anda berpikir tidak bisa menang. Bisa dipastikan anda tidak akan menang.
Jika anda berpikir bahwa anda akan gagal
Sesungguhnya Anda telah gagal

DAPATKAN BUKUNYA, STOK TERBATAS.
Dapatkan Buku Bila Gelisah Bertambah Resah Plus CD MP3 Renungan Bersama Ust Anwar Anshori MD. Infaq+Ongkos Kirim 50.000,-
Informasi Hubungi : akhrudianto@yahoo.com
07.44 | 0 komentar

Nuris FM Audio Streaming

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 22 Mei 2009 | 08.39

Alhamdulillah, Berkat Doa Sahabat-sahabat semua. Radio Streaming Nuris FM Sudah Bisa didengar, Bagi sahabat yang Ingin Merequest Silahkan bisa mengisi chat box yang telah disediakan di http://nurisfm.blogspot.com/ atau untuk mendengarkan langsung Radio Streamingnya di http://streamingnurisfm.blogspot.com/ Disini juga sahabat dimana saja berada bisa mengisi pesan dan requestnya.Insya Allah langsung diputarkan. Atau juga bisa klik untuk Server Luar Negeri http://199.191.58.105:7000/listen.pls atau  http://103.28.23.2:9998/listen.pls untuk Server Lokal. Wassalam.
08.39 | 3 komentar

Manfaatkan Waktu Hidup

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 21 Mei 2009 | 06.16


Dr Yusuf Al-Qaradhawi mengatakan ; Waktu atau zaman yang manusia hidup di dalamnya terbagi dalam tiga bagian: Yang lalu, sekarang dan akan datang. Atau, kemarin, hari ini dan esok.

Dan dalam kaitannya dengan waktu tersebut, manusia berada pada dua sisi; yaitu penyia-nyiaan dan pemborosan terhadap waktu. Dan dari dua sisi itu terbagi tiga golongan besar, yaitu; di antara mereka ada pengabdi masa lalu, pengagum masa kini dan pemuja masa depan.

Gambaran orang yang hidup dengan selalu membangga-banggakan masa lalu adalah mereka yang tidak mau memikirkan hidup pada hari ini dan esok, meskipun sedang dan akan mereka lalui.

Mereka beranggapan bahwa yang lalu selamanya tidak lebih baik dari yang sekarang dan yang sekarang tidak mungkin lebih baik dari yang dahulu.

Saudara yang budiman
Kita memiliki tiga masa dalam hidup ini, yaitu; kemarin, masa yang tidak akan pernah kembali. Hari ini, masa yang sedang kita jalani dan esok adalah masa yang tidak dapat kita ketahui.

Jika hari kemarin hidup kita ternyata telah menyisakan goresan dosa, maka hari ini kita harus segera bertaubat agar terhapus kesalahan dan termaafkan setiap kemaksiatan. Sehingga hari esok tidak mendapat penyesalan. Tetapi jika hari kemarin kita sempat beramal sholeh, hari ini kita bersyukur agar hari esok tidak termasuk orang kufur.

Yahya bin Mu’azd pernah berkata: “Ketertipuan yang paling hebat bagiku adalah terus menerus melakukan dosa, sementara itu terus berharap adanya ampunan tanpa sedikitpun menyesal. Ingin dekat disisi Allah tanpa mau berbuat baik. Menantikan tuaian di surga dengan menabur benih neraka; mendambakan tempat tinggal orang-orang yang taat dengan berbuat maksiat; menunggu ganjaran tanpa beramal; berangan-angan kepada Allah dengan melampaui batas.

Kemudian beliau menambahkan lagi; “Barang siapa menyukai surga, niscaya ia memutuskan diri dari syahwat. Dan barang siapa takut neraka, pasti berpaling dari perbuatan-perbuatan jahat’.
06.16 | 0 komentar

Hidup yang benar-benar hidup

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 20 Mei 2009 | 04.34

Manusia adalah makhluk yang paling mulia, yang diciptakan oleh yang Maha Mulia (Allah). Maka kesadaran kita untuk selalu menjadi orang mulia adalah keharusan, terlebih mulia dalam pandangan Allah. Dan sesungguhnya tidaklah kita menjadi mulia kecuali Allahlah yang memercikan kemuliaan-Nya kepada kita.

Karenanya kita tidak pantas merasa diri paling mulia diantara yang lain sebab itu bukanlah kebaikan, tetapi itu adalah pangkal kehancuran. Sebagaimana ketika kita ingin menjadi orang benar, itu adalah keharusan, menyampaikan kebenaran adalah kewajiban, tetapi merasa diri paling benar adalah kesalahan.

Dan yang paling benar adalah ketika kita hidup mampu menampilkan kebenaran sesuai dengan aturan yang maha benar (Allah) dan juga mampu menyampaikan kebenaran sesuai sumber dari yang maha benar (Allah).

Sebagai hamba yang menyadari bahwa diri kita tak mungkin hidup tanpa Allah yang menghidupkan, bahkan segala alam raya ini takkan pernah ada tanpa Dia yang mengadakannya, niscaya kitapun akan menyadari sepenuhnya bahwa apapun yang Dia lakukan pasti merupakan kebenaran yang mutlak. Tiada kebenaran lain yang membandingi kebenaran-Nya.

“Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.”
Qs. Al-Ahzab [33 ]:8

Sahabat, kita akan menjadi orang benar dan sebenar-benarnya orang, ketika setiap gerak dari hidup kita selalu termotivasi untuk melaksanakan kebenaran.

Karena memang hanya orang-orang yang benar sajalah yang akan mendapat rohmat dan ampunan dari Allah baik dunia maupun akhirat. Hidup meniti kebenaran yang diajarkan oleh yang maha benar, berarti kita sudah memposisikan diri untuk menjadi orang benar.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan: Orang-orang yang bahagia adalah orang-orang yang mengenal kebenaran lalu menjadi pengikutnya. Sedangkan orang yang menderita adalah orang–orang jahil tentang kebenaran sehingga mereka tersesat, atau menjadi pengikut hawa nafsunya.

Orang yang benar adalah orang yang selalu menyadari hakekat untuk apa ia diciptakan. Ia tidak menyia-nyiakan waktu hidupnya sekejappun kecuali untuk beribadah kepada Allah. Sebab ia sadar betul, bahwa karena alasan itulah (ibadah) ia di ciptakan.

“Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusiamelainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS.Adz-dzariyaat [ 51]:56).

Buat orang yang benar dan benar-benar orang, ayat ini selalu memotivasi dirinya, hingga orientasi hidup yang dijalani selalu dicurahkan untuk menyempurkan kebenaran sesuai dengan keinginan yang maha benar, sampai pada titik akhir kehidupan ia benar-benar menjalankan kebenaran yang di yakininya.

Berbeda dengan orang yang tidak benar, ketika melakukan sesuatu mereka hanya mau melakukan kebenaran menurut hawa nafsunya, walau terkadang harus bersebrangan dengan kebenaran Tuhannya.
04.34 | 0 komentar

Memahami Hakekat Hidup

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 19 Mei 2009 | 10.04

Saudara yang di muliakan Allah

Hari demi hari silih berganti, malam demi malam terus mengikuti. Begitu seterusnya, manusia adalah musafir yang sedang menelusuri perjalanan yang ditemani waktu hingga akan sampai pada titik akhir perjalanan, yakni kematian. Sesungguhnya setiap tapak kaki kita yang tertinggal adalah saksi dari perjalanan hari-hari.

Hanya orang bodoh yang membiarkan waktu hidupnya tersia-siakan dengan kebathilan, hanya orang jahil yang membiarkan waktu hidupnya tercampakan dengan kelengahan dan merugilah keduanya karena kesempatan yang diberikan Allah tidak dimanfaatkan untuk melaksanakan kebaikan.

Sahabat, setiap kita adalah bagian dari kafilah ummat manusia yang terus berjalan silih berganti dari generasi ke generasi, peradaban demi peradaban. Dan setelah sekian waktu melewati masa dunia hingga kelak ke akhirat kemudian berakhir pada satu tempat, sorga atau neraka.

Seorang yang bijak akan selalu menyadari bahwa perjalanan adalah tugas berat dan penuh tantangan yang tidak mungkin dapat dinikmati dengan santai dan bersenang-senang. Sebab kesenangan dan kenikmatan adanya setelah sampai di tempat tujuan. Itulah orang-orang arif yang mampu memahami esensi hidup.

Ketahuilah, kita hidup dan di hidupkan bukanlah hanya sekedar hidup, tetapi hidup kita harus sesuai aturan dari yang maha hidup, Dialah Allah yang menghidupkan kita. Bahkan keberadaan kita di dunia bukan hanya sebatas ada, tetapi bagaimana kita mampu memanfaatkan keberadaan ini, sebagai mana Allah menciptakan kita tidak mengada-ada.


“Apakah kamu sekalian mengira

bahwa Kami menciptakan kamu sia-sia tanpa tujuan dan kepada Kami kamu tidak dikembalikan?”.(Qs. Al-Mukminun [23 ]:115

Sahabat, Allah menyebutkan dua saat dimana manusia menyesali dirinya, yaitu:

pertama: Pada saat menanti ajal tiba, yaitu ketika ia sedang berada dalam keadaan akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat. Ia berandai-andai untuk diberi sekejap waktu agar dapat memperbaiki kekurangan dan menebus apa yang terlenakan.

Kedua; pada waktu di akhirat kelak, dimana seluruh amal perbuatan diberi balasan. Disana hanya ada dua tempat; yaitu para ahli sorga masuk kedalam surga dan ahli neraka masuk kedalam neraka. Ahli neraka berandai untuk dapat kembali kealam dunia sekali lagi agar dapat memulai dari awal kehidupan baru dengan amal sholeh.

Namun tidak mungkin terwujud apa yang mereka angankan, sebab masa kesempatan untuk beramal telah habis, yang ada adalah masa pembagian hasil pekerjaan. Dunia tempat kita mengumpulkan kebaikan, akhirat tempat kita menerima balasan.

10.04 | 0 komentar

CD/DVD Program islam

Written By Rudi Abu azka on Senin, 18 Mei 2009 | 16.56

SILMI PRODUCTION

MEMPERSEMBAHKAN

PUSTAKA DIGITAL AL KUBRA

VERSI LIMIT EDITION PLUS SOFTWARE QUR'AN DAN MULTIMEDIA ISLAM

(Maktabah Syamilah nya Indonesia)

Dalam 2 DVD Total 8,5 GB tanpa ekstrak file Plus CD Setup dan Video Tutorial

Pustaka Digital AL KUBRO adalah asset berharga umat Islam di dunia secara umum dan umat Islam Indonesia khususnya.Software ini merupakan pengembangan dari Maktabah Shamilah yang sangat popoler dalam dunia Islam khususnya di Timur Tengah.


Pustaka Al Kubro ini dirancang khusus dengan pengembangan dan penyempurnaan serta penyesuaian yang cukup signifikan sehingga insya Allah lebih mudah digunakan oleh siapa saja.Sangat cocok untuk para santri, Kyai/Ustadz,Da’i dan Ulama. Software ini insya Allah bisa menjadi solusi tepat dalam menjembatani keterbatasan dana untuk pengadaan kitab-kitab refrensi yang menjadi kebutuhan pokok bagi para penuntut dan penyebar ilmu. Muatan kitab dalam program ini tidak berbeda dengan kitab pada versi cetaknya bahkan dengan program ini justru lebih unggul dalam banyak hal khususnya dari system pencarian masalah yang sangat cepat, harga jauh lebih murah, tidak membutuhkan ruang khusus dan pemeliharaan serta sangat praktis dalam operasional.


Karena banyaknya jumlah kitab dengan materi bahasan khusus dari para ulama, maka dalam program ini telah diklasifikasikan dalam disiplin ilmu yang relevan.Dengan pertimbangan agar software ini agar bisa dijangkau oleh semua kalangan maka program ini kami terbitkan dalam dua versi yaitu versi USB eksternal hardisk dan versi Serial VCD. Versi Eksternal hardisk merupakan edisi lengkap.Keunggulan khusus software ini adalah bersifat open source/dinamis(edisi hardisk) sehingga setiap user bisa melakukan upgrade database atau perubahan perubahan lainnya sesuai keinginan, semisal menambah disiplin ilmu baru atau memasukkan buku baru dalam bahasa Indonesia bahkan data apa saja dalam format audio ataupun video. Dengan demikian setiap user bisa memiliki perpustakaan pribadi yang sangat spesifik.
Sedangkan versi DVD dengan kapasitas 8,5 GB yang merupakan edisi mini yang memang diperuntukkan untuk perorangn dengan database aneka disiplin ilmu pilihan dan koleksi 1100 lebih judul kitab popular dan muktabar. Dan kelebihan program ini adalah dengan layanan tampilan menu program yang sudah berbahasa Indonesia, sehingga memudahkan anda dalam mengakses pustaka ini tentunya tanpa harus melihat buku panduan.

Harga Promosi : 120.000,- (Plus Ongkos Kirim)

DICARI AGEN DISELURUH WILAYAH

JABEBODETABEK dan Luar JAWA

Informasi Lebih Lanjut Hubungi:

Telp. 021-99187391 HP. 081319107800

Yahoo Messenger: akhrudianto@yahoo.com

Kunjungi di http://nurisfm.blog.friendster.com/

Silmi Production adalah sebuah instuisi yang mencoba untuk mengelola dan mendevelop software-software Islami serta mengkaji setiap software islam yang ada.

Menerbitkan berbagai CD/DVD ini berisi berbagai macam aplikasi Software islami yang sangat vital untuk diketahui dan dimiliki serta dimanfaatkan oleh segenap kaum muslimin. Juga lengkap dengan materi kajian Islam setahun.

Alhamdulillah setelah lelah beberapa tahun terakhir mengoleksi software-software yang penting dan perlu untuk dimanfaatkan oleh kaum muslimin, akhirnya kesampaian juga membundelnya dalam sebuah DVD. Harapannya bisa membantu teman-teman dalam memanfaatkan software tersebut tanpa dibebani aktifitas download yang kadang melelahkan dan bahkan gagal ditengah jalan…

Disertai ebook yang menjelaskan fungsi masing-masing software :

Buku tutorial ini merupakan salah satu referensi alternatif baik bagi teman-teman yang berkecimpung di Pondok Pesantren, Lembaga Dakwah Kampus, organisasi mahasiswa Islam, ormas Islam, bagi para akademisi maupun berbagai pihak yang berkecimpung dalam dunia dakwah dan pendidikan. Diharapkan kehadiran buku ini bisa memfasilitasi kita semua untuk meningkatkan pemahaman akan Dinul Islam, meningkatkan kapasitas kita tentang teknologi informasi serta meningkatkan kemampuan kita dalam mengelola aktivitas dakwah dan pendidikan.

Semoga software yang dibahas dalam buku bisa dimanfaatkan oleh umat Islam, khususnya juru dakwah, santri dan mahasiswa. Software yang ada ini dapat menjadi pelengkap buku-buku dan kitab-kitab yang dicetak biasa. Karena terdapat banyak kelebihan dalam versi digital, misalnya kecepatan pencarian referensi dan jawaban satu tema masalah yang relatif cepat dan mudah dibanding versi konvensionalnya. Mencari satu kata dalam puluhan ribu jilid kitab, bukanlah hal yang sulit, cukup tulis dan klik, maka dalam beberapa detik sudah ditemukan rukujan kitab yang dimaksud. Bayangkan saja, hanya dalam sekeping DVD kitab digital atau ensiklopedi islami misalnya, sebuah perpustakaan kitab-kitab klasik dan kontemporer islami bisa kita jelajah dan manfaatkan dengan mudah setelah diinstall pada komputer.

Para pengembang software yang dibahas dalam buku ini, patut selalu diberi dukungan, dorongan dan do’a, lebih-lebih yang bersifat gratis dan lillaahi ta’ala, karena mereka turut membangun komunitas dakwah yang berbasis pada pengetahuan melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi.

Buku digital memuat informasi dan sedikitt tutorial software (perangkat lunak) yang terkait dengan aspek-aspek keislaman, seperti Al-Quran digital (40-an software), Al-Hadits digital, program penghitungan zakat dan harta warisan, ilmu falak dan banyak lainnya. Bonus DVD yang berisi hampir 96 % software free yang dibahas, kami sertakan agar pembaca tidak direpotkan dengan aktifitas download yang kadang melelahkan, dan bahkan gagal total !.
Setiap buku sesungguhnya tidak pernah tersusun dengan kondisi sempurna, termasuk buku tipis ini. Saran dan kritik Anda kami tunggu di kotak surat akhrudianto@yahoo.com. Akhir kata, selamat menggunakan.

Shipping and handling / Return policy / Payment details

1. Harga CD: Rp 65.000,- /keping (sudah termasuk ongkos kirim)

2. Harga DVD: Rp 75.000,- /keping (sudah termasuk ongkos kirim)

3. Uang pembelian ditransfer ke rekening di bawah ini:

Bank Muamalat Indonesia Cabang Jakarta
Nomor Rekening: 916.92866.99
atas nama: Rudianto

4. Bila transfer via ATM, kode Bank Muamalat Indonesia: 147
5. Setelah transfer dilakukan, segera beritahukan kepada kami ke email: akhrudianto@yahoo.com atau SMS ke nomor handphone: 081319107800 dengan mencantumkan tanggal dan nominal transfer serta identitas (nama dan alamat lengkap) anda.
6. CD/DVD akan kami kirim via paket pos kilat khusus ke alamat anda.


PRODUK KAMI LAINNYA:

16.56 | 1 komentar

Mukaddimah

Alhamdulillah, segala puja dan pujian hanyalah untuk Allah semata, Dialah pemilik seruan yang sempurna (al-Qur’an). Penentu dan pemberi rizki yang dinikmati manusia. Dan Dialah tempat kita berlindung dari keburukan hawa nafsu dan buruknya amal perbuatan kita. Semoga sholawat selalu tercurah kepada nabi akhir zaman Muhammad SAW, penyampai risalah kebenaran, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.

Betapa banyak diantara kita betapapun sudah lama menjalani hidup, tetapi tidak pernah tahu bahkan tidak mau berusaha untuk memahami hidup. Padahal pemahaman yang baik tentang hidup akan memudahkan kita bagaimana menyikapi hidup. Dan akan mengetahui dengan jelas esensi hidup, darimana kita hidup, mau kemana kita hidup dan untuk apa kita hidup.


Semoga catatan sederhana ini mampu memberi sumbangan yang besar kepada pembaca untuk bisa menjalani kehidupan sesuai dengan yang menciptakan hidup. Sebab memang hidup bukan hanya sebatas hidup tetapi untuk yang maha hidup. Hidup bukan hanya sebatas ada tetapi ada yang mengadakannya. Dan hidup yang benar-benar hidup adalah ketika kita mampu melakukan kebenaran sesuai dengan aturan yang maha benar, Dialah Allah swt.

Semoga Allah yang maha Rohman, selalu memberi kemudahan kepada kita agar mampu memahami setiap episode hidup, dan mengakhiri hidup kita dalam keadaan Khusnul Khatimah. Amin.

15.40 | 0 komentar

KEBAIKAN HIDUP

Ketahuilah, Agar mendapatkan kebaikan hidup, Aqidah harus dimurnikan dari segala bentuk kesyirikan, Jiwa harus disucikan dari segala dosa dan kemaksiatan. Ibadah harus disempurnakan dari sifat riya dan kemunafikan Dan jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan. Sebab hanya dengan semua itulah hidup akan memiliki arti.

Kita hidup dan di hidupkan bukanlah hanya sekedar hidup, tetapi hidup harus sesuai aturan dari yang maha hidup. Ialah Allah

Keberadaan kita bukan hanya sebatas ada, tetapi bagaimana kita memanfaatkan keberadaan ini, sebagai mana Allah menciptakan kita tidak mengada-ada.

11.19 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung