Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kata. Tampilkan semua postingan

WARISAN KAUS KAKI ROBEK

Written By Rudianto on Minggu, 17 November 2019 | 21.31

*┏•⊰✿🌹🌻✿⊱﷽⊰✿🌻🌹✿⊱•┓*

💎 *_Mutiara Hikmah_* 💎
         ☘🍁🌿
*••●═❁═◎✾☆﷽☆✾◎═❁═●••*

*WARISAN KAUS KAKI ROBEK*

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Bakar bin Amru bin Hazm ia mendengar Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah ﷺ bersabda: 
*"Mayyit diiringi tiga hal, yang dua akan kembali sedang yang satu terus menyertainya, ia diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Harta dan keluarganya akan kembali, sedang amalnya akan terus tetap bersamanya."*
(HR. Bukhari no. 6033, Muslim no. 5260)

Alkisah seorang kaya raya sedang sakit parah. Menjelang ajal menjemput, dikumpulkanlah anak-anak tercintanya.

Beliau berwasiat:
Anak-anakku, jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian:

"Tolong dipakaikan kaos kaki kesayangan ayah walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin memakai barang kesayangan yang penuh kenangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti."

Singkat cerita, akhirnya sang ayah wafat. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya minta ke pak modin untuk memakaikan kaos kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.

Akan tetapi pak modin menolaknya:
"Maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat."

Terjadi perdebatan antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustad yang melarangnya.

Karena tidak ada titik temu, dipanggilah penasihat sekaligus notaris keluarga tersebut.

Beliau menyampaikan: "Sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka bersama-sama siapa tahu ada petunjuk."

Maka dibukalah surat wasiat almarhum untuk anak-anaknya yang di titipkan kepada notaris tersebut.

Ini bunyinya:
"Anak-anakku, pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaos kaki robek kepada mayat ayah"

"Lihatlah anak-anakku, padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah dimana-mana, rumah mewah banyak, tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati."

"Bahkan kaos kaki robek saja tidak boleh dibawa mati."

"Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas."

"Anak-anakku, inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara."

"Salam sayang dari Ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju ridho Allah."

********

*MUTIARA HIKMAH:*
1. Kehidupan dunia adalah ujian bagi setiap diri yang menjalani ya.
2. Bekal yang akan dibawa mati, hanyalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.

•┈┈◎❅❀❦|| *🌹* ||❦❀❅◎┈┈•

_"Kuatkan Aqidah Teguhkan Iman dan Islam sampai akhir hayat."_

🖥 Wag Mutiara Kata
🤳 Rudi Abu Azka 
📱+62 857 1686 3625.
━━*⊰✿🌺🌻🌻🌻🌺✿⊱•*━━
21.31 | 0 komentar

KISAH SEORANG TUKANG KAYU

Written By Rudianto on Sabtu, 16 November 2019 | 06.22

*┏•⊰✿🌹🌻✿⊱﷽⊰✿🌻🌹✿⊱•┓*

💎 *_Mutiara Hikmah_* 💎
         ☘🍁🌿
*••●═❁═◎✾☆﷽☆✾◎═❁═●••*


*KISAH SEORANG TUKANG KAYU*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارِ بْنِ عُثْمَانَ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ وَابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سُلَيْمَانَ وَهُوَ التَّيْمِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا تَقَرَّبَ عَبْدِي مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا أَوْ بُوعًا وَإِذَا أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الْقَيْسِيُّ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ إِذَا أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar bin 'Utsman Al 'Abdi telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dan Ibnu 'Adi dari Sulaiman At Taimi dari Anas bin Malik dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ beliau bersabda: 'Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman: '

_Aku bergantung pada sangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku akan bersama hamba-Ku ketika ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila ia mengingat-Ku di tengah orang banyak, maka Aku juga akan mengingatnya di tengah orang banyak yang lebih baik daripada mereka. Apabila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.'_

 Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdul A'la Al Qaisi telah menceritakan kepada kami Mu'tamir dari bapaknya dengan sanad ini dan tidak menyebutkan kalimat; _'Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.'_
(HR. Muslim no. 4850)

Al kisah. Salah seorang raja menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang tukang kayu yang tidak jelas kesalahannya apa. Berita tentang keputusan itu bocor kepada si tukang kayu sebelum pengumuman resmi keluar. Akibatnya ia tidak bisa memejamkan mata untuk tidur di malam itu. Istrinya menasehati: "Tidurlah di malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Tuhan itu hanya satu, sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat banyak". Kalimat yang menentramkan itu tepat masuk ke dalam hatinya, hingga ia bisa menenangkan diri, dan ia pun bisa tidur di malam itu. 

Ia baru terbangun di pagi hari ketika pintu rumahnya diketuk oleh beberapa orang prajurit. Wajahnya langsung menjadi pucat. Ia melihat kepada istrinya dengan pandangan putus asa, menyesal, dan sedih karena telah mempercayai kata-katanya semalam.

Ia membuka pintu dengan kedua tangan menggigil. Ia ulurkan tangannya ke arah pengawal supaya diikat. Para pengawal yang datang itu berkata kepadanya penuh keheranan: "Raja sudah wafat, kami meminta kamu untuk membuatkan sebuah peti mati untuk baginda". Waktu itu juga wajahnya berubah menjadi ceria. Kemudian ia melemparkan pandangan tanda mohon maaf ke arah istrinya. Istrinya tersenyum.

Begitulah, kadangkala seorang hamba sampai letih karena berfikir tentang masalahnya tanpa ingat Allah, padahal Allah yang memiliki semua rencana dan aturan. Siapa yang merasa hebat karena jabatan, hendaklah ia mengingat Fir'aun. Siapa yang merasa hebat karena harta, hendaklah ia mengingat Qarun. Siapa yang merasa hebat karena keturunan, hendaklah ia mengingat Abu Lahab.

Kehebatan, kekuasaan dan kemuliaan hanya milik Allah satu-satunya.Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia cabut dari siapa yang Dia kehendaki juga. Jangan hukum masa depanmu dengan kondisi hari ini, Allah Maha Kuasa merubahnya dalam waktu sekejap. Tugas kita hanya berusaha dan terus berdo'a, dan yakin pertolongan Allah akan datang. Yakin... usaha.... 

*Mutiara Hikmah:*
1. Balasan kebahagian bagi orang-orang yang senantiasa menjadikan Allah ﷻ tempat bergantung dan bersandar dari berbagai persoalan hidupnya.

2. Kehebatan dan kekuasaan dalam kehidupan ini hanya milik Allah.

3. Manusia berkewajiaban berusaha, berdoa dan yakin atas pertolongan Allah ﷻ.

•┈┈◎❅❀❦|| *🌹* ||❦❀❅◎┈┈•

_"Kuatkan Aqidah Teguhkan Iman dan Islam sampai akhir hayat."_

🖥 Wag Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/BPy6m4uP3rQ6PI5Brz2R9t
🤳 Rudi Abu Azka 
📱+62 857 1686 3625.
━━*⊰✿🌺🌻🌻🌻🌺✿⊱•*━━
06.22 | 0 komentar

Hutang Budi

Written By Rudianto on Minggu, 09 Juni 2019 | 16.32

Diriwayatkan pada satu ketika ada seorang pendengar yang berkata kepada seorang da'ie
setelah menyampaikan ceramahnya: "Sudah 30 tahun lamanya engkau berbicara lalu apa yang
telah engkau perbuat? Dengan tenang da'ie itu menjawab: "Sudah 30 tahun lamanya engkau mendengarkan, lalu apa yang telah engkau lakukan?"

Sebagai orang Islam yang mengucap dua kalimah syahadat berpandukan Al-Quran dan Sunnah apakah jawabnya kalau Al-Quran bisa berkata dan bertanya kepada kita?" Sudah berapa lama aku dibaca? Apakah sudah kau amalkan apa yang kau baca?"  Begitulah kita ini yang seringkali terperangkap dengan kesibukan yang bukan menjurus kepada peningkatan ilmu dan amal tapi lebih kepada keduniaan. Terkadang kita tidak sadar akan apa yang kita lakukan karena kita sering tertipu dengan hasutan dan bisikan syaitan yang menjadi musuh utama kita.

Kita sering lalai dan tidak serius dalam menjalankan kehidupan sebagai hamba Allah di muka bumi ini. Kita sering merasa terhutang budi dengan manusia lain yang berbuat baik dengan kita padahal sebenarnya kita lebih berhutang budi kepada Allah SWT yang menjadikan kita dan segala-galanya di muka bumi ini.

Bagaimanakah caranya untuk membalas budi Allah karena Allah tidak memerlukan apa apa dari kita makhluk-Nya?

Yang penting adalah kita lakukan apa yang di suruh dan meninggalkan segala yang dilarang. Walaupun itu saja namum amat susah untuk dilaksanakan. "Waktu adalah kehidupan.
Tiada artinya hidup manusia selain waktu yang dia gunakan untuk beramal, mulai hari awal ia dilahirkan  hingga sampai  di akhir kehidupannya."

Setiap insan sepatutnya menyumbang pada kemajuan diri atau masyarakat. Kita perlu berusaha untuk memajukan diri atau orang lain baik dalam aqidah, ilmu, akhlak maupun harta benda.

Begitulah, teruskanlah
kehidupan dalam redha Nya bukan mencari murka-Nya. Wallahuta'ala alam
16.32 | 0 komentar

Paham

Written By Rudianto on Sabtu, 06 April 2019 | 06.40

💎 *_Mutiara Kata_* 💎

Faham...
Kita memang tak sempurna.
Masing-masing sedang 'belajar'.
Belajar untuk sabar.
Belajar untuk ikhlas.
Belajar untuk istiqamah.
Belajar untuk taat.
Belajar untuk berprasangka baik.
Dalam proses untuk belajar itu, beragam ujian datang.
Bila kita sabar, datang pula 'jenis' manusia yang sengaja menguji kesabaran.
Bila kita mencoba ikhlas, manusia itu pula tak pernah menghargai.
Bila mau istiqamah, macam-macam bisikan datang untuk menghalangi diri dari terus berbuat kebajikan.

Tapi, walau apa pun ujian yang datang..teruskan dengan apa yang kita coba lakukan.
Siapa yang sedang bersabar,teruslah bersabar.
Siapa yang sedang mencoba ikhlas, teruslah berbuat kebaikan sekalipun tiada yang menghargai.

Siapa yang sedang istiqamah, teruslah melangkah.Jangan menoleh ke belakang lagi.
Terus maju.
Atur pikiran kita.
Karena Allah, aku sabar.
Karena Allah, aku ikhlas.
Karena Allah, aku istiqamah.
Karena ALLAH semata-mata.

🖥 Mutiara Kata "Berbagi Inspirasi Motivasi & Kebaikan"
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.40 | 0 komentar

Jangan Suka

💎 *_Mutiara Amal_* 💎
📆 Kamis, 7 Rajab 1440 H
             14 Maret 2019 M

_BISMILLAH...           
                                                         
_Usia kita ibarat es.._
_Digunakan atau tidak, ia akan tetap mencair.._

_Begitu juga dengan umur kita.._
_dimanafaatkan atau tidak.._
_umur kita akan tetap bertambah.._
_kesehatan kita akan tetap semakin melemah.._

_Apa yang harus selalu dilakukan adalah tersenyum dan berfikir positif.._

_Air yang mengalir tidak dapat menentang arus.._ *_begitu juga dengan hidup kita.._*

_Kita tidak mungkin dapat berbalik menjadi muda lagi.._
_kita akan menjadi tua sakit dan mati.._

_Jalanilah hidup ini dengan sabar dan santai.._

_Jangan suka mau menang sendiri.._

_Jangan suka menyakiti sesama kita.._

_Jangan suka mengeluh.._

_Jangan suka mencela.._

_Jangan suka berdusta.._

_Jangan suka khianat.._

_Jangan suka memfitnah.._

_Jangan suka mencuri atau mengambil hak orang lain.._

*_Hiduplah dengan ceria.._*
_Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan sahabat, teman dan saudara saudara kita dengan kedamaian.._

_Buang jauh jauh sifat ego kita.._
_bersahabatlah dengan apa adanya.._
_bukan karena ada apanya.._

_Nikmati semua gurau tawa.._

_Hargai semua perbedaan.._

_Mempercayai kualitas sahabat sahabat dan saudara kita.._

_Jaga perasaan masing masing.._
_tutupi aib mereka dan jangan sekali kali berburuk sangka dalam fikiran kita terhadap mereka.._

_Bantu ketika mereka terpuruk. .._

_Sediakan bahu ketika dia menangis.._

_Tepuk tangan ketika dia berhasil. .._

_Sebut namanya dalam doa kita.._

_Bukan iri dengki ketika mereka dipuji orang.._

_Bukan mencemoh saat tahu dia bersedih.._

_Bukan memfitnah ketika dia lebih maju.._

_Bukan tertawa saat dia menderita.._

_Bersahabatlah dengan hati yang baik dan tulus.._

_Ketika hati kita baik dan tulus, percayalah.._
_Allah juga akan selalu bersama kita.._

*_Ayo. .._*
*_terus dan jalin ukhuwah sehingga Allah memanggil kita pulang kehadratNya.._*

🖥 Wag Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.39 | 0 komentar

Pecah

💎 *_Mutiara Amal_* 💎

*PECAH*

Saya teringat sebait Syair yang indah....

Seindah sedamai pantai melambai gemalai
Begitulah hati merindu kasih yang padu
Bagaikan pepasir basah di simbah lautan
Begitulah perjuangan ini
Biar basah dengan iman dan ukhwah

Kita ingin segalanya indah
Sebersih pasir pantai memutih
Seindah dan secerah pewarna
Berseri ukhwah dipupuk kasih

Kita ingin segala terlerai
Dengki dan dendam kesumat musnah
Biar keihklasan berbicara
Di dada hati luas saujana

Wahai  hati
Kasih yang abadi padamu Illahi
Perjuangan ini moga diberkati......

Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.
Saat kita berkumpul dengan orang-orang sejalan, seperjuangan, bisa berbagi rasa dan kisah tentang jalan panjang yang tak mungkin ditempuh sendiri. Demi menjaga Islam, membela, dan memperjuangkannya.

Acapkali tanpa disadari muncul gelora dan pekik
kebanggaan pada "kelompok". Mengibarkan kain lusuh setinggi langit tentunya andai saja
mampu. Lantas lahirlah istilah “kami”
dan “mereka” dengan pengertian
khusus. Pada “kami” adalah golongan sang pengusung kebenaran dan “mereka” si salah
pembuat onar dan dusta. Masing masing hanyut pada wajah ego berlipstik "kebenaran".
Berkumpul, bergerak bersama bersenandungkan
perjuangan, namun tersilap untuk apa seluruh perjalanan besar ini dilakukan. Siapa yang
mengatakan dan tidak merasakan pecah dan
terbelahnya ukhuwah hari ini.

Terpecah oleh “kelompok”, terpecah oleh “kibaran kain lusuh” dan terpecah oleh berbagai “zat pewarna”. Salah salah bisa terseret dalam kemusrikan, lantaran “… bangga dengan apa yang ada pada golongan sendiri” Memecah-belah diin hingga tercerai berai. Disini. Di dalam diri ini.

Ada di hari-hari kita. Ada di kantor dan di tempat
kerja. Ada di antara satu sholat dengan sholat
lainnya. Hingga doa pun jadi hambar terasa. Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.

Mari berhati hati agar tidak terseret dalam
larangan yang telah Allah sebutkan dalam Al Quran.
“…dan janganlah kamu termasuk ke
dalam orang-orang musyrikiin,”
    “yaitu orang-orang yang memecah-belah diin mereka menjadi beberapa golongan.
Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa
yang ada pada golongan mereka.” (Q.S. Ar-Ruum [30] : 31 - 32)

Cubitlah tangan, tarik telinga atau tampar pipi
sendiri. Adakah kita tertidur, bermimpi atau mabuk hilang akal. Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.

Katakanlah: sesungguhnya sholatku,
ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk
Allah, Rabb semesta alam. (QS [6]:162).

🖥 Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.37 | 0 komentar

Siapa Anda

💎 *_Mutiara Kata _* 💎

_"Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan. Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong. Lidah anda yang menentukan siapa anda."_

🖥 Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.37 | 0 komentar

Wajib Sedekah

💎 *_Mutiara Amal_* 💎
         ☘🍁🌿

*Manusia memiliki 360 persendian, dan diwajibkan sedekah atas setiap sendinya dengan 360 kebaikan atau minimal 2 rakaat Shalat Dhuha setiap paginya.*

*Lalu, apa yang terjadi jika 360 sendi itu tidak dikeluarkan sedekahnya sementara terus digunakan setiap harinya? Wallahu a'lam.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.36 | 0 komentar

Orang yang menderita

💎 *_Mutiara Pagi_* 💎
         ☘🍁🌿

*Orang yang paling menderita adalah mereka yang ingin menjadi selain dirinya, membenci ketentuan yang telah ditakdirkan untuknya, tidak merasa puas dengan rezeki yang diterimanya, dan senantiasa merasa kekurangan di dalam hidupnya.*

*Kalau kamu merasakan hal itu, perbanyaklah membaca do'a, "Allahumma a'inni alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika." Teruslah berdo'a, memohon sambil menangis, sampai derita hati dan lelah jiwa yang kamu rasakan itu diangkat oleh ALLAH SWT.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.34 | 0 komentar

Paradigma Sehat

💎 *_Mutiara Malam_* 💎
         ☘🍁🌿

*Paradigma Sehat* _"Mencegah sakit lebih bijaksana daripada mengobati sakit"_

*Sehat:*
- Banyak bersyukur
- Jangan mudah marah,
- Jangan mudah tersinggung,
- Jangan mudah sakit hati,
- Jangan Egois
- Jangan mudah mengeluh

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.30 | 0 komentar

Semakin

💎 *_Mutiara Sore_* 💎
         ☘🍁🌿

*Semakin lama*
*Semakin tua*
*Semakin berharga*
*Semakin tinggi nilainya*
*Semakin kita sayang*
*Semakin kita takut kehilangannya*

*Itulah barang antik. Jangan bayangkan pasangan Anda.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.29 | 0 komentar

5 Jenis Kekayaan

💎 *_Mutiara Siang_* 💎
         ☘🍁🌿

*Kekayaan itu ada 5 jenis :*
*5. Kekayaan finansial (uang)*
*4. Kekayaan sosial (teman)*
*3. Kekayaan intelektual (ilmu)*
*2. Kekayaan fisikal (sehat)*
*1. Kekayaan spiritual (iman)*

*Perkuatlah kekayaanmu dari pondasinya (iman), karena kebahagiaan adalah ketika kelima kekayaan itu kuat dengan pondasi dan penopang yang kuat.*

📮Mutiara Kata
☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.29 | 0 komentar

Malulah Kalian Kepada Allah dengan Benar


*Malulah Kalian Kepada Allah dengan Benar !*

Dari Abdullah bin Mas’ud (semoga Allah meridhainya) beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اسْتَحْيُوا مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَقَّ الْحَيَاءِ

Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu,”

Mereka (para sahabat) berkata, “al-hamdulillah, kami malu, wahai Rasulullah.” Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الْاِسْتِحْيَاءُ مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَلْتَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَقَّ الْحَيَاءِ

“Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah hendaknya kamu menjaga kepala dan apa yang dipahaminya, menjaga perut dengan isinya, hendaknya kamu mengingat kematian dan hancurnya jasad sesudahnya, barangsiapa menginginkan akhirat, niscaya dia meninggalkan perhiasan dunia, barangsiapa melakukan hal itu, maka dia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya (HR. at-Timidzi, no.2458 dan Ahmad, no. 3662, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib, no. 3337)

🎙Begitulah seharusnya malu seorang hamba kepada Rabbnya, dan begitulah malu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kepada Rabbnya, bahkan rasa malu Beliau lebih besar dari itu, bagaimana tidak sementara Beliau adalah pemilik akhlak yang agung ?

📖 (Hisyam Muhammad Sa’id Barghisy, “A’zhamu Insan ‘Arofathu al-Basyariyah...”, hal. 46)

------------------
🖥 Mutiara Hadits
🤳 W.A Dakwah Al-Sofwa
📮Mutiara Kata - Abu Azka

06.28 | 0 komentar

Berjauhan....

Written By Rudianto on Selasa, 16 Oktober 2012 | 20.58

Berjauhan bukanlah sebab utama untuk saling merindui. Akan tetapi, kedekatan hati, ingatan berterusan dan perasaan memerlukan, itulah yang menerbitkan kerinduan walau sebenarnya antara kita dan orang yang dirindui amat dekat, bertemu setiap saat. Sekiranya itu yang kita rasakan terhadap orang yang dikasihi, maka apatah lagi terhadap Allah SWT, Rabbul Izzati yang selayaknya kita serahkan kerinduan ini. "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya." (Qs. Qaaf : 16 ) Justru, muhasabahlah diri seandainya ketika dikelilingi tangisan orang lain usai sholat, berzikir dan membaca al Quran, diri hanya termangu-mangu melihat dan bermonolog sendiri, "Mengapa mereka sampai menangis? Sedang aku sedikitpun tidak merasa sedih?" Tatkala itu, menangislah karena tidak mampu menangis karena bimbang Allah SWT sudah 'menutup hati' dari merasakan kehangatan cinta, kasih dan rindu kepada-Nya. Menangislah, karena hakikatnya jiwa sedang menderita 'sakit'!
20.58 | 2 komentar

Mutiara Sakinah

Written By Rudianto on Senin, 27 Agustus 2012 | 02.32

Merenunglah. Siapa orang-orang yang kita cintai? Siapa orang-orang
yang paling dekat dalam hidup dan hati kita? Siapa orang yang
menghiasi ingatan kita? Siapa orang yang menemani langkah-langkah
hidup kita? Orang shalihkah dia? Mengajak pada kebaikan dan
keridhaan Allah kah dia?

Salim bin Abi Ja’ad mengatakan bahwa Abu Darda pernah berkata,
“Hendaklah seseorang berhati-hati bila ia dibenci oleh hati orang-
orang beriman dari arah yang tidak ia sadari.” Kemudian sahabat Abu
Darda bertanya, “Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan kata-kata
itu?” Salim mengatakan bahwa ia tidak mengerti. Abu Darda
menjelaskan, “Yaitu seorang hamba bermaksiat kepada Allah dalam
keadaan sendiri lalu Allah menghunjamkan kemarahan-Nya dalam hati
orang-orang beriman tanpa ia sadari.” (Al-Hilya: 1/215)

Kemarahan hati orang beriman, adalah kesengsaraan. Kebencian
orang-orang yang beriman adalah pangkal kesempitan dan
penderitaan. Karena merekalah sebenarnya yang dapat mengubah
dunia dengan segala permasalahannya menjadi indah. Lisan-lisan
merekalah yang menuangkan nasehat dan membicarakan kalimat demi
kalimat yang dapat menentramkan hati. Lidah-lidah merekalah yang
menyiram hati kita untuk senantiasa berada dalam keridhaan dan tidak
terlalu jauh menyimpang dari ridha Allah SWT. Tangan-tangan
merekalah yang menuntun kita. Telapak tangan merekalah yang
tertengadah di malam sunyi dan gelap malam hingga memberi kekuatan
iman dalam diri kita. Ingatlah sabda Rasulullah SAW tentang do’a
seorang mukmin di tengah malam yang dijamin diterima Allah SWT.
02.32 | 0 komentar

Betapa...

Written By Rudianto on Senin, 18 Juni 2012 | 23.02

Jangankan suaraku, ya 'Aziz
Sedangkan firmanMupun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan
Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMupun dibuang
Jangankan sapaanku, ya Matin
Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan
Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti
Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu
Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir

Wahai Jabbar Mutakabbir
Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar
Rasul kekasihMu maíshum dan aku bergelimang hawaí
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab
Wahai Mannan wahai Karim
Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu
23.02 | 0 komentar

Ada apa dengan perbuatan hati?

Written By Rudianto on Senin, 11 Juni 2012 | 12.07

Sebagaimana anggota badan mempunyai banyak perbuatan, begitu pula dengan sang Hati yang merupakan Raja bagi anggota badan. Diantara perbuatan hati adalah : cinta kepada Allah, pasrah kepada Allah, kembali kepada Allah, takut kepada Allah, berharap kepada Allah, ikhlash, bersabar, ridha, dll. Perbuatan hati adalah perbuatan yang sangat berbahaya jika tidak diperhatikan, Sebenaranya kita ini sedang diuji oleh Allah subhanahu wa ta'ala yang Maha Mengetahui. Apakah penghambaan yang kita lakukan hanya perbuatan yang nampak, ataukah perbuatan badan & hati ? Penghambaan itu ada dua macam: 1- Penghambaan yang tersembunyi (hati). 2- Penghambaan yang nampak (anggota badan) Manakala manusia banyak melakukan perbuatan yang nampak, tetapi kosong dari perbuatan yang tersembunyi (hati), maka perbuatan tsb tidak ada manfa'atnya atau kurang manfa'atnya Al Imam Ibnu Qoyyim rohimahullah berkata: Barang siapa yang merenungkan syari'at dalam beberapa sumbernya pasti akan ia ketahui adanya keterkaitan A'maal al-jawaarih (perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh anggota badan) dengan A'maal al-quluub (perbuatan-perbuatan hati). Perbuatan anggota badan (A'maal al-jawaarih) tidak akan ada manfa'atnya jika melakukannya tanpa disertai Perbuatan hati (A'maal al-quluub). Perbuatan hati (A'maal al-quluub) lebih wajib terhadap seorang hamba dari pada perbuatan anggota badan (A'maal al-jawaarih). Tidaklah bisa dibedakan orang beriman dan orang munafiq kecuali dengan perbuatan hati yang dilakukan oleh hati masing-masing dari keduanya. Tidaklah mungkin seseorang masuk islam kecuali dengan perbuatan hatinya sebelum perbuatan anggota badannya. Penghambaan hati lebih besar, lebih banyak dan lebih kontinyu dibandingkan penghambaan anggota badan, maka penghambaan hati itu adalah kewajiban dalam setiap waktu. "Badaa-i'ul-fawaa-id" (jilid 3 hal 1148) Ditempat lain Imam Ibnu Qoyyim berkata: Perbuatan hati adalah ruh penghambaan dan inti penghambaan, apabila perbuatan anggota badan itu kosong dari perbuatan hati maka perbuatan tsb bagaikan tubuh mayat yang tidak ada ruhnya. "Badaa-i'ulfawaa-id" (jilid 3 hal 1146).
12.07 | 0 komentar

Mangkuk, Madu, dan Sehelai Rambut

Written By Rudianto on Rabu, 23 Mei 2012 | 17.29

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik,
dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
17.29 | 0 komentar

10 Mawar Impian

Written By Rudianto on Senin, 07 Mei 2012 | 14.16


Adakah anda seseorang yang mengimpikan sekuntum bunga mawar yang segar, berbau harum dan berseri menawan setiap hati manusia? Jika anda inginkan bunga yang penuh seri tersebut,sila tatapi senarai 10 mawar impian yang sepatutnya dimiliki oleh setiap insan bernama manusia.

Mawar Pertama :

Ingatlah bahawa sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengampuni orang yang beristigfar, Maha Pemberi taubat atas siapa saja yang bertaubat, dan menerima orang yang kembali kepada-Nya.

Mawar Kedua :

Cintailah orang-orang yang lemah, pasti kau mendapat kebahagiaan. Berilah kepada orang-orang yang memerlukan, pasti kau mendapatkan kepuasan. Dan tahanlah marahmu, pasti kau mendapat kemaafan.

Mawar Ketiga:

Bersikaplah optimis, kerana Allah selalu bersamamu, para malaikat selalu memohon keampunan untukmu, dan syurga pun selalu menantimu.

Mawar Keempat:

Hapuslah air matamu dengan berprasangka baik kepadaNya. Buanglah segala penderitaan dan kesedihanmu dengan mengingat segala nikmat Allah kepadamu.

Mawar Kelima:

Jangan sekali-kali beranggapan bahawa dunia ini sempurna atas diri seseorang, kerana tidak seorangpun di dunia ini yang boleh meraih segala yang diinginkan, dan tidak ada seseorang yang terlepas dari kekurangan sedikitpun.

Mawar Keenam:

Jadilah seperti pohon kurma yang memiliki kemahuan keras dan jauh dari gangguan. Bila ia dilempar dengan batu, ia justru menjatuhkan buahnya yang segar.

Mawar Ketujuh:

Pernahkan kau mendengar bahawa sesungguhnya kesedihan itu dapat mengembalikan kenangan di masa lalu, dan sesungguhnya kegelisahan itu dapat membenarkan kesalahan. Maka dari itu, mengapa kau harus bersedih dan merasa gelisah.

Mawar Kelapan:

Jangan mengharapkan datangnya ujian dan fitnah, tapi berharaplah datangnya ketenteraman, keselamatan, dan kesihatan dengan izin Allah.

Mawar Kesembilan :

Padamkanlah api kebencian dari dadamu dengan memberi maaf kepada setiap orang yang berbuat jahat kepadamu.

Mawar Kesepuluh :

Mandi, berwudhu, memakai wangi-wangian, dan bersiwak dengan teratur, merupakan ubat mujarab untuk mengatasi kepenatan dan kesempitan.
 
14.16 | 1 komentar

NAFSU

Written By Rudianto on Sabtu, 05 Mei 2012 | 11.00

Tadi malam ber''chatting'' dengan sahabat.
Sudah lama tidak berbicara sangat rindu ingin bertemu .

Sahabat bertanya,'' kak, bagaimana kita ingin melawan nafsu keinginan kita''
Aku menjawab'' dengan melakukan apa yang nafsu tidak suka''.
Sahabat bertanya ,''bagaimana itu?''
Aku berkata, ''Kalu nafsu kita tidak suka bertanya, maka kita mesti bertanya.
Kalu nafsu kita suka kita tidur, maka waktu itu kita mesti bangun.
Kalu nafsu malas hendak berqiyamullail,maka kita mesti qiyamullail,
Kalu nafsu malad hendak membaca ,kita mesti banyak membaca untuk melawannya.

Sahabat langsung setuju, ''ya,ya betul itu ,saya tidak berfikir sebelum ini''.

Hakikatnya Allah yang mendorong kita dan memberi hidayah ,marilah kita memohon hidayah itu....

Allah Swt berfirman;
''Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Alloh dan carilah washilah untuk mendekatkan diri kepadan-Nya , dan berjihadlah ,berjuanglah kepada-Nya , supaya kamu sekalian memperoleh keberuntungan'l.
(QS.Al-Maidah:35)

''Dan orang-orang yang berjihad ,bersungguh-sungguh bermujahadah menuju kepada-Ku ,pasti aku tunjukkan kepada mereka jalan-jalan-Ku''.
(QS.Al-Ankabut:69).

Setiap jiwa yang dilahirkan telah tertanam dengan benih untuk mencapai keunggulan hidup.
Tetapi benih itu tidak akan tumbuh seandainya tidak di pupuk dengan keberanian...

11.00 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung