Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Film : BARAN

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 30 April 2013 | 11.24


Tentang wanita Afghan bernama Baran yang menjadi imigran gelap di Iran. Baran terpaksa melakukan penyamaran menjadi laki-laki untuk dapat bekerja di konstruksi bangunan, setelah ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga mengalami kecelakaan kerja sampai kakinya patah dan tak mampu untuk bekerja lagi.
Lateef yang awalnya kesal pada Baran karena pekerjaan nya yg ringan menyiapkan minuman makanan dll di konstruksi dialihkan ke Baran, akhirnya sadar bahwa Baran adalah wanita yg sedang menyamar jadi pria untuk bekerja di konstruksi setelah tak sengaja melihat Baran menyisir rambutnya.
Sejak saat itu Lateef mulai penasaran pada Baran, sampai akhirnya jatuh cinta. Lateef akhirnya banyak membantu keluarga Baran yg kesusahan, tanpa diketahui Baran & keluarganya.
Film ini merupakan Salah satu bentuk Cinta sejati tanpa pamrih…karena sampai saat terakhir Lateef tidak pernah mengutarakan cinta nya & Baran juga tidak menyadari akan cinta Lateef. Baran baru mengetahui bahwa Lateef sudah tahu rahasia penyamaran Baran di akhir cerita. Ciri khas dari Majid majidi yang mengakhiri cerita filmya terserah pada penonton, apakah berakhir kebahagiaan atau kesedihan.
11.24 | 0 komentar

Film: The Song of Sparrows

Written By Rudi Abu azka on Senin, 29 April 2013 | 12.02

Adalah Majid Majidi, sutradara kelahiran tahun 1959, yang berjasa memperkenalkan perfilman Iran kepada dunia. Filmnya yang berjudul Children of Heaven meraih banyak puja puji dari berbagai kritikus dunia, mendapatkan pundi-pundi dollar dengan jumlah yang sangat memuaskan dan tentu saja yang paling berharga, nominasi Oscar. Iran memang masih memiliki sutradara hebat lain macam Abbas Kiarostami, Jafar Panahi atau Samira Makhmalbaf, namun Majidi-lah yang membuat masyarakat pecinta film melirik film-film buatan Iran. Tanpa dia, kita mungkin tidak akan mengetahui bahwa ada banyak sekali film bagus dari negara yang masih dipenuhi dengan konflik ini. Tidak perlu efek khusus yang menggelegar atau kisah rumit untuk menciptakan film yang menarik. Cukup dibutuhkan kisah yang sederhana dengan naskah yang kuat, permainan akting yang apik serta penanganan yang tepat. Ide cerita pun bisa berasal darimana saja. Sutradara Iran cenderung suka mengambil dari apa yang terjadi di sekitar mereka. Sederhana, namun sarat akan pesan sosial. Film Iran juga mengajarkan bahwa banyaknya peraturan bukanlah suatu hambatan, namun suatu tantangan yang justru mampu menajamkan kreativitas. Bagaimana, bung Naya, Kakay dan Rampung?

Film karya Majid Majidi, The Song of Sparrows, tetap sederhana dalam berkisah. Ini adalah sebuah kisah tentang kehidupan Karim (Reza Naji), seorang ayah dari tiga anak dalam menghadapi berbagai persoalan hidup setelah dirinya dipecat dari pekerjaannya di peternakan burung unta setelah salah satu burung unta seharga $2.000 lepas dari kandang dalam sebuah insiden yang dituturkan dengan lucu. Belum cukup cobaan mendera, datang cobaan lainnya. Alat bantu pendengaran milik putrinya rusak setelah tanpa sengaja terjatuh ke dalam lumpur. Untuk membeli baru, dia tidak memiliki uang. Ditemani dengan sepeda motor kesayangannya, Karim pun menuju Tehran untuk memperbaiki alat bantu pendengaran ini. Saat hendak pulang ke rumah dengan kekecewaan, seorang pria yang tengah terburu-buru mengira Karim sebagai tukang ojek. Dia tidak kuasa untuk menolak. Karim lantas mencium adanya peluang disini. Daripada menganggur di rumah, bukankah lebih baik menjadi tukang ojek, toh ini halal? Kehidupan di Tehran yang keras dan sangat bertolak belakang dengan kampung halamannya perlahan mulai mengubah Karim. Istrinya, Nargess (Maryam Akbari), khawatir dengan suaminya. Selain menyoroti tentang kehidupan Karim, Majid Majidi juga mengajak kita untuk melihat fantasi polosnya anak lelaki Karim, Hossein (Hamid Aghazi), dan konco-konconya yang bermimpi menjadi miliarder dengan mengembangbiakkan ikan emas.


The Song of Sparrows adalah sebuah film yang dirangkai dengan sangat indah. Harus diakui, Majid Majidi adalah seorang master dalam menuturkan kisah. Durasi 96 menit terasa singkat. Menyaksikan The Song of Sparrows bagaikan makan permen nano nano, penuh sensasi dengan perasaan yang terus dicampur aduk. Ada kalanya kita dibuat tertawa, namun di menit lain Majidi membuat kita terharu dan pedih, dan di menit yang lain kita dibuat tegang. Semua itu ditampilkan dengan realistis, tanpa ada kesan dibuat-buat. Majidi ingin memperlihatkan kepada penontonnya bagaimana kota besar dan gaya hidup modern mampu mengubah seseorang. Di awal film Karim digambarkan sebagai seorang ayah yang penyayang, namun setelah beberapa lama merasakan kehidupan Tehran, dia berubah menjadi seseorang yang temperamen dan serakah. Perubahan karakter Karim diwujudkan dengan sangat brilian oleh akting Reza Naji. Tak heran jika kemudian dia mendapat banyak penghargaan atas perannya ini. Aktor langganan Majid Majidi ini sanggup membuat saya gemas sepanjang film. Percampuran antara menaruh rasa simpati dan sebal. Tekanan atas tanggung jawab untuk menghidupi keluarganya serta kehidupan kota yang sangat berbeda menjadi alasan Karim mudah terpancing emosinya.

Menyenangkan rasanya melihat Reza Naji dikelilingi oleh aktor-aktor lokal berbakat yang bermain natural sebagai istinya, anak-anaknya, tetangganya dan rekan bisnisnya. Permainan apik dari para aktornya ditingkahi dengan sinematografi cantik Tooraj Mansouri. Penggunaan juktaposisi dalam mengekspos kehidupan Tehran yang serba semrawut dan pedesaan di Iran yang damai dan menyejukkan sungguh menarik. Namun yang membuat saya berdecak kagum adalah adegan dimana Karim membawa daun pintu bercat biru melintasi ladang dan ketika Karim menyamar sebagai burung unta. Gambar yang ditampilkan sangat cantik. Iringan musik tar dan senar dari Hossein Alizadeh yang merdu mengiringi adegan-adegan dalam The Song of Sparrows sanggup menciptakan nuansa tersendiri yang mungkin tidak akan kita temui dalam film non-Iran. Dengan pesan-pesannya yang indah tanpa kesan menggurui, The Song of Sparrows menjelma menjadi sebuah film berseni dengan realisme sosial yang tinggi. Saya sangat puas dengan film ini ditilik dari segi apapun. Bagi Anda yang jatuh cinta dengan Children of Heaven, saya sangat merekomendasikan film ini. Ditonton di saat Ramadhan seperti sekarang ini malah jauh lebih nikmat.
12.02 | 0 komentar

Al Ghazali: The Alchemist of Happiness

Synopsis film Al Ghazali: The Alchemist of Happiness:

Menjelajahi kehidupan dan pengaruh dari filsuf spiritual dan hukum terbesar dalam sejarah Islam, film ini meneliti krisis eksistensial iman Ghazali yang muncul dari penolakannya terhadap dogmatisme agama, dan mengungkapkan kesamaan yang mendalam dengan jaman kita sekarang. Ghazali dikenal sebagai Hujjatul Islam (Bukti Islam) dan jalan cinta dan keunggulan spiritualnya mengatasi perangkap dari agama yang terorganisir pada zamannya. Jalan-nya sebagian besar ditinggalkan oleh reformis Muslim awal abad ke-20 yang lebih keras dan kurang toleran, seperti mazhab Ibnu Taimiyah. Menggabungkan drama dengan dokumenter, film ini berpendapat bahwa Islamnya Al Ghazali adalah penawar untuk teror jaman ini.

Imam al-Ghazali (waktu tua) yang muncul di dalam film ini. Film ini memiliki tiga rentang usia yang berbeda; anak, dewasa, dan tua.

Al-Ghazali: The Alchemist of Happiness merupakan sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Ovidio Salazar yang berasal dari California. Dia yang sudah berkecimpung selama lebih 20 tahun dalam pembuatan film dan acara dokumenter, seperti Faces of Islam yang ditayangkan di BBC, kali ini bakatnya diuji lagi dan dipersembahkan di dalam The Alchemist of Happiness yang telah diterbitkan pada tahun 2004, dan ia mendapat banyak pengakuan di beberapa festival film internasional.

Inti utama film ini adalah berdasarkan riwayat hidup nyata Imam al-Ghazali, atau nama sebenarnya Abu Hamid Muhammad al-Ghazali (1058-1111 M), yaitu seorang tokoh pemikir Islam yang sangat terkenal sehingga namanya bergema-gema di ruang lingkup dunia Barat, terutama yang melibatkan bidang filsafat dan epistemologi. Dalam dunia Islam pula, rata-rata orang umum mengenalnya melalui kitab-kitab tasawufnya seperti Ihya Ulumuddin (Kitab Bimbingan Mukmin adalah versi ringkasan Ihya Ulumuddin yang dilakukan oleh Sheikh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dari Damaskus) dan Ayyuhal Walad al-Muahib (Wahai Anakku sayang).

Namun, bagi mereka yang benar-benar mempelajari sejarah dan latar hidup beliau, maka mereka akan merasa bahwa Imam Al-Ghazali ini bukan hanya ahli dalam ilmu tasawwuf, bahkan fiqh, aqidah, filsafat, mantik, dan sebagainya. Tidak heran ia juga diberi nama timangan Imam Shafi'i Kedua, di samping gelar yang selalu kita dengar: Hujjatul Islam. Selain itu beliau merupakan salah seorang tokoh mujaddid (pembaharuan) abad ke-5 Islam tanpa ada khilaf di kalangan para ulama tentang taraf mujaddid beliau ini.

Beliau dilahirkan di Tus yang
terletak di wilayah Khurasan negara Persia (hari ini ia berada di bagian utara negara Iran) pada tahun 450H/1058M. Sewaktu di Tus dan Nishapur, pengajian ia lebih terfokus fiqh dan syariah, dan kemudian ia mulai mengembara dan berguru ke seluruh penjuru dunia Islam; ke Baghdad, Damaskus, Yerusalem, Kairo, Alexandria, Mekkah dan Madinah. Guru kepada Imam al-Ghazali yang paling terkenal adalah Imam al-Haramain al-Juwaini yang dianggap sebagai ulama terkemuka dunia Islam waktu itu. Dan ironisnya, Imam al-Ghazali juga merupakan warisan dan anak murid beliau yang paling hebat dan cerdas, bahkan dikatakan juga bahwa kehebatan Imam al-Ghazali telah mengatasi gurunya yang sangat masyhur itu.

Kawasan ini terletak di Tus, yaitu tempat kelahiran Imam al-Ghazali, dan juga tempat kembalinya beliau sesudah bepergian bertahun-tahun. Di sini ada peringatan Imam al-Ghazali. Sayangnya, kuburan sebenarnya Imam al-Ghazali tidak dapat dipastikan di mana lokasi pada hari ini.
Al-Ghazali: The Alchemist of Happiness menampilkan riwayat hidup Imam al-Ghazali melalui 3 metode utama yang  diselang-selingkan sepanjang film ini berlangsung selama lebih kurang 80 menit.Pertama adalah melalui teknik akting yang dibintangi oleh para aktor berkebangsaan Iran. Dalam kasus ini, Ghorban Nadjafi berlakon sebagai Imam al-Ghazali. Semua dialog di antara karakter utama yang lain seperti Nizam al-Mulk dan Ahmad al-Ghazali (yaitu adik Imam al-Ghazali), di samping karakter kodi, adalah di dalam bahasa Persia secara total. Film ini juga turut dibintangi oleh seorang aktris Iran, Mitra Hajjar, yang memerankan sebagai istri Imam al-Ghazali. Namun demikian, tidak ada sama sekali setiap dialog di antara Imam al-Ghazali dan istrinya di dalam film ini. Mereka hanya berkomunikasi melalui bahasa tubuh, terutama sekali melalui lenggok mata. Saya kira, ini mungkin untuk menghindari kontroversi yang mungkin timbul. Namun demikian, adalah lebih molek jika Mitra Hajjar menutup auratnya dengan lebih sempurna di dalam film ini, terutama sekali pada bagian rambut, karena ia memerankan sebagai istri kepada seorang ulama besar dunia.

Teknik kedua adalah melalui metode naratif atau pun penceritaan. Robert Powell, yang merupakan aktor TV dan film Inggris yang terkenal, telah dipilih untuk menjadi 'suara' kepada Imam al-Ghazali. Teks ke 'suara' ini diambil dari otobiografi yang ditulis oleh Imam al-Ghazali sendiri yaitu, al-Munqidh min al-Dalal (Penyelamat dari Kesesatan), yang menceritakan perjalanan hidupnya, yang akhirnya membawa beliau memfokuskan pada ilmu tasawwuf.

Teknik ketiga pula adalah dengan cara mewawancarai tiga tokoh penting Islam di Barat, yaitu Hamza Yusuf, TJ Winter (yaitu Abdul Hakim Murad), dan juga Seyyed Hossein Nasr, di samping beberapa lagi individu lain. Ruang lingkup teknik ini lebih menuju ke arah analisis kritis kehidupan Imam al-Ghazali. Di sinilah penonton akan dapat melihat bagaimana tokoh-tokoh yang diwawancarai itu mencoba untuk membawa relevansi ide-ide Imam al-Ghazali untuk dihidupkan kembali di abad ke-20 ini, yaitu abad yang menyaksikan dunia yang lebih membingungkan dan membejatkan dibandingkan sebelumnya. Jadi, salah satu tema utama film ini adalah 'Al-Ghazali adalah obat bagi dunia yang sedang sekarat pada zaman ini'.

06.17 | 0 komentar

NASIHAT PERNIKAHAN

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 27 April 2013 | 11.18


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ  أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَآتِ أَعْمَالِنَا , مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ . أَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ  عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ tصلى الله عليه وسلم وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ , أَمَّا بَعْدُ:  

Pernikahan adalah salah satu tanda kebesaran Allah swt bagi makhluq-Nya, di mana secara fitrah manusia diciptakan Allah dalam keadaan membutuhkan lawan jenisnya.

Pernikahan adalah pintu bagi dihalalkannya hubungan suami isteri dari yang sebelumnya tidak dihalalkan secara agama.

Pernikahan adalah menggabungkan dua kekuatan untuk membangun rumah tangga yang sakinah (tenang), mawaddah (penuh kecintaan) wa rahmah (penuh kasih sayang). Dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah (samara) diperlukan beberapa kesepakatan antara suami dan isteri sebagai acuan dalam mengarungi kehidupan keluarganya. Ada empat hal yang dapat diusulkan untuk kemudian bisa difikirkan, dijabarluaskan dan dilaksanakan dalam keluarga, dan ini sekaligus sebagai nasihat, yaitu:

  1. Fokus untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w.
  2. Fokus untuk mencari ilmu yang bermanfaat
  3. Fokus untuk mencari nafkah yang halal
  4. Fokus untuk berakhlaq yang mulia


  1. 1.     Fokus untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w.

Allah, Dia-lah yang menciptakan kita dari bahan yang sangat lemah dengan proses yang sangat dahsyat. Dia menciptakan manusia dari sel telur yang terbuahi, lalu Allah uji dan akhirnya Dia menjadikannya sebagai manusia yang dapat mendengar dan melihat. Allah memberinya hidayah, pengetahuan tentang kebenaran dan kejahatan. Allah yang menciptakan kita, Dia-lah yang paling mengetahui aturan kebaikan buat kita. Oleh karenyanya, taat kepada-Nya adalah kunci untuk bisa hidup bahagia dunia akhirat.

Kebahagian dunia dan akhirat adalah dambaan bagi setiap manusia. Jika kita amati, maka seluruh ayat yang berbicara tentang kebahagiaan dunia akhirat, pastilah mengatakan bahwa kebahagiaan yang hakiki dapat diperoleh dengan iman dan bekerja dengan baik dan benar. Utuk ini semua dibutuhkan ilmu sebagai dasar bagi iman dan bekerja yang baik dan benar. Ilmu tentang iman dapat kita peroleh dengan mempelajari wahyu Allah yang diturunkan-Nya kepada Rasulullah s.a.w., yang semuanya terangkum dalam ayat pertama surah Al-Fatihah : بسم الله الرحمن الرحيم (dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Artinya, seluruh wahyu yang Allah turunkan, isinya adalah ajaran kasih sayang. Maka, jika Allah memerintah, melarang, berkisah, memberikan perumpamaan, mengirimkan berita, isinya tidak lain dan tidak bukan adalah kasih sayang. Oleh karena itu kenalilah perintah dan larang Allah yang semuanya terjabarkan dalam kitab suci-Nya dan Sunnah Rasulullah s.a.w., dan ini adalah tugas minimal bagi masyarakat awam yang beriman.

Segala hal yang hendak dilakukan, maka lakukanlah karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya demi menggapai ridla-Nya. Allah s.w.t. berfirman:

 ( وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقًا ) النساء : 69

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[1], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”. (Q.s. An-Nisa: 69).
Jika poin ini kita lihat dari sudut pandang untung rugi, maka tentu kita akan melihat segala perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya. Lalu kita menimbang apakah untung atau ruginya taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
  1. 2.     Fokus untuk mencari ilmu yang bermanfaat

Yang dimaksud focus adalah membatasi diri dari yang tidak menjadi perhatiannya. Fokus untuk mencari ilmu yang bermanfaat. Artinya bahwa kita penting memperhatikan waktu kita yang sempit, maka janganlah ia terbuang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat tentu banyak sekali dan masing-masing berkewajiban untuk memahami mana ilmu yang bermanfaat bagi kebahagiaannya dunia dan akhirat. Ilmu tentang iman, diperlukan untuk memperkuat keimanan, demikian pula ilmu yang lain diperlukan untuk memperkokoh bidang ilmu tersebut. Ilmu diperlukan, karena ibadah tanpa ilmu akan tertolak, aqidah tanpa ilmu, juga tertolak dan sesat. Ini artinya bahwa semua urusan harus berdasarkan ilmu.
  1. 3.     Fokus untuk mencari nafkah yang halal
Kita semua tentu ingin selamat. Dan di antara yang menyebabkan orang tidak selamat adalah karena makanan yang dikonsumsinya tidak halal. Makanan yang tidak halal, baik karena hukum makanannya haram, seperti babi, bangkai, darah dan sebagainya, maupun makanan atau materi apa pun selain makanan yang diperoleh dengan jalan tidak halal, semisal korupsi, menipu, mencuri, riba dsb, akan menimbulkan kegalauan, ketidaknyamanan, suasana tidak tenang dan berbagai penyakit atau hal negative yang tidak kita inginkan. Ini, karena bahan yang tidak halal akan memproduksi sesuatu yang haram. Makanan yang haram akan menimbulkan prilaku yang tidak baik, baik makanan itu berupa konsumsi perut, akal, hati dan syahwat.
Kelemahan dan bahaya terbesar kepala rumah tangga adalah apabila ia lemah mencari nafkah yang halal, karena nafkah yang tidak halal, haram dikonsumsi atau dinikmati. Apabila nafkah itu diujudkan berupa pakaian, maka tidak ada ibadah yang dapat diterima dengan pakaian haram yang dikenakannya. Apabila nafkah itu diujudkan berupa makanan, maka daging yang tumbuh dari makanan yang haram tidak dapat masuk surga. Rasulullah s.a.w. bersabda:
614 - عن كعب بن عجرة قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه و سلم أعيذك بالله يا كعب بن عجرة من أمراء يكونون [ من ] بعدي فمن غشي أبوابهم فصدقهم في كذبهم وأعانهم على ظلمهم فليس مني ولست منه ولا يرد علي الحوض ومن غشي أبوابهم أو لم يغش فلم يصدقهم في كذبهم ولم يعنهم على ظلمهم فهو مني وأنا منه وسيرد على الحوض يا كعب بن عجرة ! الصلاة برهان والصوم جنة حصينة والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار يا كعب بن عجرة ! إنه لا يربو لحم نبت من سحت إلا كانت النارأولى به
614 – Dari Ka’b ibn ‘Ujrah, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “ Aku memohon perlindungan kepada Allah untukmu wahai Ka’b ibn ‘Ujrah dari para penguasa yang akan datang setelahku. Barangsiapa mengetuk pintu mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan membantu kedzaliman mereka, maka dia bukan golonganku dan aku bukan golongannya, dan ia tidak akan datang ke telagaku. Barangsiapa mengetuk pintu-pintu mereka atau tidak mengetuknya, lalu ia tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak pula membantu kedzaliman mereka, maka ia adalah golonganku dan aku golongannya dan ia akan datang di telagaku, wahai Ka’b ibn ‘Ujrah! Shalat adalah bukti (keimanan), puasa adalah perisai yang kuat, dan sodaqah bisa memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, hai Ka’b ibn ‘Ujrah! Sesungguhnya tidaklah berkembang daging dari yang haram kecuali neraka paling pantas untuknya”[2]

  1. 4.     Fokus Untuk Berakhlaq yang Mulia

Akhlaq yang mulia adalah prilaku manusia berperadaban tinggi. Semakin tinggi peradaban seseorang atau bangsa, maka akan semakin mulia akhlaqnya. Akhlaq yang mulia tidak mengenal sikap menjilat, dusta, khiyanat, menyalahi janji, curang dan segala prilaku yang dibenci Allah. Akhlaq yang mulia berfungsi untuk membangun kemuliaan di dunia dan akhirat. Oleh karenanya, seseorang tidak akan dapat membangun kemuliaan pribadinya, satu bangsa tidak akan dapat membangun kemulian dan kejayaannya di mata bangsa-bangsa kecuali dengan sifat-sifat dan akhlaq yang mulia. Rasulullah s.a.w. berpesa:
 1987 - عن ابي ذر قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه و سلم اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن  
Dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda kepadaku: “Waspadalah kepada Allah di mana pun kamu berada, iringilah perbuatan yang buruk dengan perbuatan yang baik, niscaya yang baik akan menghapus yang buruk, dan pergaulilah seluruh manusia dengan perangai yang baik”[3]

Hadits di atas berpesan kepada kita tiga hal penting:
  1. Hubungan dengan Allah, lakukanlah dengan taqwa (waspada), karena Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Maha Melihat dan Maha Adil
  2. Hubungan dengan diri sendiri; lakukanlah dengan mengoreksi setiap kegiatan, yang salah cepat-cepat diluruskan, yang tidak baik cepat-cepat dihapus dengan berbagai kebaikan, dan yang sudah baik ditingkatkan
  3. Hubungan dengan orang di luar dirinya, keluarga, tetangga, masyarakat; lakukanlah dengan akhlaq yang mulia.
Semoga usulan dan ulasan singkat ini bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk meniti jalan kesalehan keluarga, meyelesaikan problem bersama dan menikmati kehidupan yang indah dunia dan akhirat juga bersama. Semoga Allah memberkahi dan mengumpulkan kalian berdua (mempelai) dalam suasana yang penuh kebaikan.
Wassalam.

Solihin Bunyamin Ahmad, Lc
11.18 | 0 komentar

MULIA DAN TERCELA SEBUAH PILIHAN

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 25 April 2013 | 10.18


Mengumpat,menghina dan mencela merupakan penyakit  kepribadian yang bisa membikin retak baiknyahubungan. Al-Qur'an melarang sikap itu dan mengancam pelakunya dengan nerakayang mengahncurkan dan menjilat hatinya. Api menjilat hatinya, karena dari hatiitulah sumber keburukan sikapnya. Al-Qur'an bahkan melarang menghina berhalayang disembah-sembah sebagai tuhan oleh orang kafir, karena penghinaan itu akanmenimbulkan sikap kebencian dan permusuhan tanpa dasar ilmu. Rasulullah s.a.w.bahkan tidak pernah mencela makanan, jika ada dimakan, jika tidak ada beliauberpuasa.

Mengumpatadalah perbuatan tercela. Demikian juga menghina dan mencela. Seseorang tidakakan mencela, kecuali kalau ia tercela. Seorang yang mulia, akan memuliakanorang lain. Tidaklah ia memuliakan, kecuali karena ia mulia. Memuliakan adalahmulia, mencela adalah tercela. Rasulullah s.a.w. bersabda: "barangsiapaberiman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakantetangganya", dalam riwayat lain" maka hendaklah memuliakantamunya".

Seorang yang mengerti makna hidup, maka ia akan pertaruhkan seluruh  hidupnya untuk memperoleh seluruh kemuliaansecara utuh. Ia sadar betul bahwa kemuliaan itu harus dibangun. Kemuliaan hanyabisa dibangun dengan akhlak yang mulia. Dan inilah agama yang menampakkandirinya sebagai karakter yang mulia dan bermartabat. Maka Rasulullah s.a.w.bersabda: "Aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan-kemuliaanakhlak".

Banyak orang mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk memperoleh martabat.Lebih banyak dari itu adalah mereka yang mempertaruhkan modalnya untukmemperoleh kemenangan materi. Tidak juga sedikit mereka yang mengerahkan segalakekuatannya untuk dapat berkuasa. Itulah politik. Sebagai orang beragama makakita akan mempertaruhkan segala amanah Allah yang dimandatkan-Nya kepada kitauntuk menggapai keridlaan Allah. Dan itulah martabat yang mulia, karena ridlaAllah diperoleh dengan taqwa dan orang yang paling mulia adalah yang palingtaqwa.

Penulis: Ustadz  Sholihin Bunyamin LC
10.18 | 0 komentar

Manusia Dalam Neraca Masa

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 24 April 2013 | 08.24



“Demi masa” (والعصر) demikian Allah bersumpah.  (والضحى) “demi dluha (والليل إذا يغشى) ” demi malam apabila gulita”  (والنهار إذا تجلى) “dan siang apabila benderang”.
Allah bersumpah dengan waktu, karena waktu memuat dan memiliki semua kejadian dan sejarah. Pergantian malam dan siang, terbit dan terbenamnya matahari, pergantian kekuasaan di negeri-negeri, berkembang-biaknya segala makhluk dengan segala prilaku dan siklus kehidupannya adalah kejadian yang membutuhkan waktu dalam prosesnya yang tidak sederhana. Manusia menganggap sederhana kelahirannya, padahal kelahiran manusia membutuhkan proses yang sangat dahsyat. Hujan dianggap biasa, keran ia terjadi setiap musim, padahal untuk bias hujan dibutuhkan proses yang tidak sederhana. Apabila turun, maka ia tidak pernah menghitung berapa ribu bahkan juta ton menyiramkan airnya untuk manusia. Kejadian-kejadian dahsyat yang semuanya membutuhkan waktu. Manusia bekerja membutuhkan cahaya siang, manusia tidur membutuhkan ketenangan malam.

 قل أرأيتم إن جعل الله عليكم الليل سرمدا إلى يوم القيامة من إله غير الله يأتيكم بضياء أفلا تسمعون ( 71 ) قل أرأيتم إن جعل الله عليكم النهار سرمدا إلى يوم القيامة من إله غير الله يأتيكم بليل تسكنون فيه أفلا تبصرون ( 72 ) ومن رحمته جعل لكم الليل والنهار لتسكنوا فيه ولتبتغوا من فضله ولعلكم تشكرون ( 73 )

(71) Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka Apakah kamu tidak mendengar?"
(71) Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?"
(73) dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan  supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

“ Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu”, tentu jawabannya adalah bahwa planet-planet bergerak  dan alam terbentang meluas, semuanya atas kekuasaan Allah yang Maha Perkasa dan Bijaksana dengan segala ilmu-Nya yang tanpa batas.
Allah bersumpah dengan masa, ada apa?
إن الإنسان لفي خسر
“Sesungguhnya manusia benar-benar dalam keadaan merugi” (al-‘Ashr:2). Suatu informasi yang tegas, jelas dan lugas. Informasi yang mengingatkan manusia bahwa hidup ini adalah perniagaan yang sungguh-sungguh menjadikan manusia merugi, modal berkurang atau bahkan pailit. Manusia dalam keadaan merugi. Betapa banyak manusia yang dengan akalnya dapat berbeda dari binatang, tetapi justru binatang lebih mulia dari manusia. Manusia Allah ciptakan dari bahan yang hina, tiba-tiba dia menjadi pembangkang Penciptanya, kufur, nifaq.. rugilah dia.
خلق الإنسان من نطفة فإذا هو خصيم مبين
Allah telah menciptakan manusia dari “nuthfah”, tiba-tiba dia menjadi pembantah  yang nyata (annahl: 4).
Hidup adalah niaga. Niaga bersama Allah. Allah memberi modal berupa nyawa, akal, nurani dan segenap fasilitas hidup buat mausia agar dikelolanya menjadi untung yang besar. Untung yang besar itu adalah jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Allah swt berfirman:
ياأيها الذين آمنوا هل أدلكم على تجارة تنجيكم من عذاب أليم ( 10 ) تؤمنون بالله ورسوله وتجاهدون في سبيل الله بأموالكم وأنفسكم ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون ( 11 ) يغفر لكم ذنوبكم ويدخلكم جنات تجري من تحتها الأنهار ومساكن طيبة في جنات عدن ذلك الفوز العظيم ( 12 )وأخرى تحبونها نصر من الله وفتح قريب وبشر المؤمنين ( 13 )
10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
12. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
13. dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat
(waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
Hai orang-orang beriman, engkau berbeda dari orang-orang kafir, maka bersikap bedalah! Maukah Aku tunjukkan kepadamu akan perniagaan yang menguntungkan, yaitu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari siksa yang pedih? Betapa banyak orang berniaga, tetapi berujung pada neraka. Betapa banyak orang bekerja keras, tetapi tidak memperoleh surga. Harta dan jabatan, prestasi dan kebanggaan, semuanya dapat menjadi modal masuk neraka. Ooh betapa ruginya!
Allah member informasi penting tentang perniagaan yang menguntungkan manusia dan membebaskannya dari neraka, yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwa. Iman kepada Allah dan Rasul-Nya, boleh jadi kita telah melakukannya. Tetapi merawat iman agar tetap kokoh, sudahkah kita melakukannya? Tahukah Anda, bagaimana iman itu dipelihara dan diperkokoh? Dia diperkokoh dengan ilmu dari al Qur’an dan al Sunnah. Dan itulah yang Rasulullah s.a.w. lakukan terhadap para sahabatnya. Memperkokoh iman dengan pengetahuan akan yang hak, yang benar.
Jihad. Sudahkah kita melakukannya? Oo, pertanyaan yang mengerikan. Kaya, tetapi tidak berjihad dengan hartanya. Pandai, tetapi tidak berjihad dengan ilmunya. Kuat, tetapi tidak berjihad dengan kekuatannya untuk membela dan mempertahankan yang hak dan mengusir yang bathil dengan aturan yang benar.
Manusia tidak akan berjihad manakala akalnya hanya berfikir bagaimana memenuhi hasrat syahwatnya. Syahwat harta, kedudukan (jabatan politik atau pengaruh) dan sex tidak terpuji. Agar tidak merugi, maka jadilah orang beriman, berjihad dan bersungguh-sungguh untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mengerjakan yang baik-baik dan saling memberikan dukungan untuk mempertahankan yang hak dan kesabaran. Itulah yang Allah katakan:
 إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Kecuali orang-orang yang beriman, saling berpesan pada yang hak dan saling berpesan pada kesabaran.
Sungguh ini adalah ayat yang sangat menarik, jelas, tegas dan lugas. Banyak orang beriman tetapi malah mengerjakan yang buruk atau bekerja dengan kwalitas kerja yang tidak baik, tidak professional. Perhatikanlah seluruh ayat Al-Qur’an yang membicarakan kebahagiaan, pasti informasinya bahwa kebahagiaan tempatnya adalah iman dan bekerja secara baik dan mengerjakan yang baik-baik (amal shalih) sesuai ukuran syar’i.
Di dalam bahasa Indonesia, pengulangan kata dianggap pemborosan dan tidak efisien. Di dalam bahasa Arab, justeru pengulangan bias berarti penegasan. Allah berfirman:
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“saling berpesan pada yang hak dan saling berpesan pada kesabaran.” (al’Ashr:3)
Saling berpesan, memberikan support, dukungan moril, nasihat, informasi barguna untuk menjalankan yang hak adalah prilaku yang harus dijalankan dan dipertahankan, karena menjalankan yang hak itu berat. Oleh karenanya support dan dukungan itu penting agar yang hak dapat terus dilaksanakan dan bertahan. Demikian juga untuk bersabar. Support itu penting. Sabar untuk tidak berbuat maksiat, tenttu sangat berat. Sabar untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, tentu tidaklah ringan. Sabar ketika tertimpa musibah, tentu tidaklah mudah, karena membutuhkan kekuatan batin untuk merelakan bahkan mensyukurinya, karena di balik musibah ada ampunan dosa, rahmat, berkah, palajaran penting dan peningkatan derajat iman dan kemuliaan di sisi Allah. Sabar untuk berjihad, berjuang dengan harta untuk memerangi kemiskinan, berjihad dengan ilmu untuk memerangi kebodohan, berjihad mengangkat senjata demi mempertahankan keadilan, tentu itu semua membutuhkan strategi dan kerja sama yang solid agar semuanya bias berjalan dengan baik.

Penulis : Ustadz Sholihin Bunyamin Lc
08.24 | 0 komentar

Film Maryam Al Muqoddasah

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 13 April 2013 | 15.12


Maryam Binti Imran ( Maryam al-Muqaddasah, Maryam Moghaddas, Maryam Adhraa, The Blessed Saint Mary ).

Film The Blessed Saint Mary karya sutradara Shahriar Bahrani tahun 2002 di Iran, yang menggambarkan kehidupan Maryam, ibu dari Nabi Isa dan kelahiran Nabi Isa menurut Islam yang di jelaskan Al Qur'an pada surat ke 19 (Maryam), film ini juga menampilkan Nabi Zakaria yang dalam Islam adalah wali dari Maryam.

film ini mengisahkan tentang maryam sejak kecil sampai dewasa. settingnya juga bagus.  Hana bernadzar kelak maryam akan mengabdi di baitul maqdis. sebagai ibunda, hana sering menyambangi maryam tapi hanya sekedar melihat dari jendela untuk melepas rindu.Disaat-saat terakhir, Hanna mencoba melihat maryam meskipun saat itu sakit-sakitan. Hana di papah saudaranya untuk melihat maryam. di sana ia menunggu momen-momen itu., saat melihat maryam membawa air, sang bibi memanggilnya tapi sang ibu menghindar. Yah, karena ia sudah berjanji. dan saat maryam kecil berada di jendela. sang bibi menanyainya. kabarnya bagaimana selama di baitulmaqdis. dan maryam menanykan bagaimana kabar ibunya.

Sang bibi menoleh ke hana yang saat itu menangis. maryam tidak bisa melihat ibunya karena ibunya bersembunyi. “baik” kata sang bibi. demi menghibur maryam ia mengatakan itu semua padahal hanna sudah sakit-sakitan. maryam pun mendo’akan ibunya dan pamit untuk bekerja di baitul maqdis. tak lama kemudian hanna pulang dan di saat ia keluar rumah ia terjatuh dan meninggal.


Di episode yang lain, seperti dalam alqur’an,pernah waktu itu nabi Zakaria masuk dan menjumpai maryam memakan buah-buahan. dengan heran Zakaria bertanya.  Dan antara yang mengkagumkan adalah, walaupun dia tidak pernah keluar dari mihrabnya, akan terdapat buah-buahan tersedia buatnya yang datang entah dari mana. Lebih menakjubkan, buah-buahan musim panas muncul ketika dia menghadapi musim sejuk, dan buah-buahan musim sejuk muncul ketika dia menghadapi musim panas. ini di abadikan di al-qur’an

“Tiap-tiap kali Nabi Zakaria masuk untuk menemui Maryam di Mihrab, ia dapati rezeki (buah-buahanan yang luar biasa) di sisinya.” Surah Ali-Imraan ayat 37.

Satu hari di mihrab Maryam, Nabi Zakaria yang menyedari akan keajaiban itu bertanya:
“Nabi Zakaria bertanya: Wahai Maryam dari mana engkau dapati (buah-buahan) ini?” Surah Ali-Imraan ayat 37.
Dan Maryam pun menjawab:
“Maryam menjawab: Ialah dari Allah, sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya dengan tidak dikira.”  Surah Ali-Imran ayat 37 . Subhanallah.
dan pada saat ia mengambil air karena di baitul maqdis menipis,ia pun mengambil air di tempat lain. dan disanalah, jibril datang menemuinya dengan sosok manusia yang sempurna.

“Aku adalah seorang utusan Tuhanmu.” begitu kagetnya ia. kemudian jibril memberi kabar gembira bagi maryam bahwa nantinya akan lahir Isa. namun
“Maryam berkata: Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorangpezina!” (QS. Maryam: 20)
Jibril berkata; “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”. (surat Maryam: 21)

…Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (Maryam: 35)
ada beberapa penbdapat tentang kehamilan maryam ada yang mengatakan Kandungan Maryam berbeda dengan kandungan umumnya wanita. Ia tidak merasakan sakit dan tidak merasa berat, ia tidak merasakan sesuatu telah bertambah padanya dan perutnya tidak membuncit seperti umumnya WAllahua’lam. dan ketika sudah saatnya,ia pergi ketempat jauh . disanalah ia sangat kelelahan berhenti disebuah pohon kurma.
ia bersandar dan merasa sangat kelelahan.

‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan. “ dan proses persalinan berlangsung di sana dan melahirkan Isa AS .

“Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu ahan mengugurkan buah kurma yang masak kepadamu makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu rnelihat seorang manusia, maka katakantah: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.’” (QS. Maryam: 24-26) di film ini di visualisaikan dengan baik. ketika maryam akngkat kaki, munculah mata air dan ketika menggoyang pohon kurma dan jatuhlah kurma.
saat pulang bermacam-macam hasutan ia terima . ada yang menuduh berzina dan lain-lain namun karena ia puasa jadi tak bicara sekalipun orang lain menyuruhnya segera bicara.

“Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan suatu perbuatan yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah orang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.” (Maryam: 27-28)maryam hanya memberi isyarat kepada orang yang memakinya  untuk bicara dengan bayi.

Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih berada dalam ayunan?

Berkata Isa, “Sesungguhnya, aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku masih hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (Surat Maryam: 29-33)
akhirnya tuduhan itu di jawab oleh Isa AS .
 

Film ini buatan Iran. sama seperti film ashabul kahfi. (tujuh pemuda yang di abadikan alqur’an yang tidur 309 tahun- ini ceritanya pas tahun 50 jadi setting tempat tidak jauh dari kondisi di film maryam) butuh berjam-jam untuk menontonnya .Dalam DVD ini ada 12 episode.

Pada versi Film ini, Nabi Zakaria tidak ditampilkan mukanya, hanya cahaya saja.Demikian juga malaikat Jibril tidak di perlihatkan di film ini..wallhua’lam. Film ini mengandung pelajaran yang berharga. belajar memahami alqur’an dan sejarah Film ini memiliki etika dan adab dan sama sekali tidak menyimpang dari alqur’an. Wallahua’lam.


Isi 2 DVD
Bahasa Arab. Subtitle Bahasa Indonesia. 12 Episode
15.12 | 2 komentar

Album Nasyid Terbaru Hijjaz: Janji

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 09 April 2013 | 21.37

Hampir tiga tahun, kelompok Hijjaz tidak menghasilkan album penuh. Jangka waktu yang panjang menyebabkan penggemar menanti-nanti penuh debar kemunculan album terbaru Hijjaz dengan ide yang lebih kreatif dan produksi musik yang terakhir dan segar.
Namun kepulangan mereka dari Gaza Palestina setelah berada di bumi penuh berkah selama 10 hari mulai dari 15 Februari sampai 25 Februari 2013 itu telah memberi sejuta pengertian baru tentang perjuangan menegakkan agama Allah. Bahkan, menginsafkan Hijjaz untuk mengagumi ketabahan, kesungguhan, kekuatan dan semangat umat Islam di sana memperjuangkan agama mengatasi segala-galanya.
Dengan semangat baru itu, Hijjaz tampil dengan album ke 17 mereka yang berjudul JANJI. Buah tangan istimewa khusus buat penggemar setia mereka, sahabathijjaz danpenggemar musik universal. Pembikinan album ini memakan waktu hampir setahun untuk memastikan kualitas lagu yang dipilih adalah yang terbaik dan tidak menghampakan mereka yang mendengar.
Mereka juga sangat teliti dan rapi dalam hal pemilihan lagu untuk dimuat di dalam album ini. Untuk Hijjaz, Janji adalah album yang sangat istimewa karena koleksi lagu-lagunya mencerminkan kematangan seiring dengan pengalaman mereka di dalam industri.

Pemilihan JANJI sebagai judul album bukan hanya sebagai judul semata. Sebaliknya, Hijjaz ingin menyampaikan pesan, kita sebagai manusia biasa yang telah berjanji sedari alam roh lagi. Hijjaz menganggap Janji adalah satu hal yang besar. Menunaikan janji adalah tanggung jawab kita sebagai insan.

Janji pertama kita kepada Allah sejak di alam ruh lagi,
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil berfirman):" Bukankah aku Tuhanmu? "Mereka semua menjawab:" Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi ". Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari Kiamat kelak:" Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini "(Surah Al- A'raf, Ayat 172)
Bahkan setiap kali shalat, 5 kali dalam sehari kita berjanji di dalam doa iftitah:
"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan seluruh alam".

Bahkan, Hijjaz juga ingin menyampaikan pesan JANJI yang sangat dekat dengan hidup kita sebagai manusia. Janji kita dengan Allah, Janji kita dengan manusia dan janji kita sebagai seorang khalifah, bahkan janji kita kepada Islam. Sesungguhnya perjuangan agama kita yang masih belum selesai. Kita manusia biasa yang banyak berjanji, sejauhmana kita menepatinya? Dengan itu Hijjaz ingin menyerukan janji yang masih belum sempurna, kita sempurnakan. Janji yang masih ditangguhkan, kita laksanakan.

Keseluruhan lagu Hijjaz kali ini memiliki relevansi dengan subjek JANJI. Karenanya, judul JANJI sangat tepat untuk menggambarkan album ini dan ia sangat istimewa. Album ini berkonsep pop rock. Kali ini semua lagu di dalam album ini banyak mengetengahkan elemen gitar.
Album JANJI yang memuat 9 buah lagu ini juga memuat lagu lama yang diberi suntikan baru, lebih segar dan lebih bertenaga .. Berikut adalah daftar lagu yang dimuat dalam album khusus ini:

1. Kau Pemilik Cinta
2. Janji Khalifah
3. Laukana Bainana
4. Hanyalah Iman
5. Pemimpin 3 derajat
6. Penghulu surga
7. Harapan Ummah
8. Akulah Pencinta
9. Pemula Langkah
Ringkasan tentang lagu-lagu yang terdapat di dalam album janji adalah seperti berikut:
1. Kau Pemilik Cinta
Lagu hasil ciptaan Munif Hijjaz @ Putra Aiman ​​dan senilirik oleh Atie ini lagu khusus buat si istri yang selalu disisi suami disaat suka. Rasa penuhkesyukuran di atas izin Allah menemukannya dengan seorang istri yang solehah dan Janji suami yang kasihnya membawa ke surga.
2. Janji Khalifah
Lagu ini adalah single pertama album Hijjaz hasil garapan Isman Hijjaz @ Manishelma, sedangkan liriknya oleh Atie. Lagu ini menceritakan tentang janji kita manusia sebagai seorang khalifah di muka bumi Allah. Kita wajib sematkan apa yang telah kita janjikan sebelum kita kembali kepada.
3. Lau kana Bainana
Lagu lama ini diterbitkan kembali oleh Munif Hijjaz. Lagu yang mampu meneteskan airmata tatkala membayangkan andai Rasulullah SWT itu masihbersama kita. Rasa rindu kepada kekasih Allah harus selalu konsolidasi sekalipun beliau tidak bersama kita.

Album ini menjadi sangat istimewa ketika kali ini, bukan hanya Munif Ahmad seorang sebagai solo, peminat juga bisa mendengar suara anggota Hijjaz yang lain, Isman, Faizal dan Ariffin. Besar harapan Hijjaz, lagu-lagu di dalam album ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak termasuk media, tv, radio, surat kabar dan majalah.Kami juga menargetkan album ini untuk semua, tidak terbatas kepada peminat nasyid saja dan misi Hijjaz untuk mengembalikan zaman kegemilangan irama nasyid membutuhkan dukungan dan dorongan dari semua pihak.

Penampilan Hijjaz untuk album ini telah mendapat konsultasi konsultan gambar KK Chiia dari Mysuit Build Business untuk memastikan itu sesuai dengan konsepAlbum Hijjaz kali ini yang lebih kemas, indah dan bergaya. Mysuit turut mensponsori serangkaian dan kot untuk kulit muka album Janji dan mereka juga akan tampil dengan pakaian sponsor Mysuit di sepanjang promosi album ini berjalan.
Kehadiran Album baru ini bersama merek baru, Rusa Marketing PT sebagai distributor utama bukan saja album ini malah keseluruhan produk turunan HijjazRecords PT. Kerjasama ini terjalin untuk melebarkan lingkup pemasaran setiap album terbitan Hijjaz Records PT lebih lengkap selain melakukanperencanaan promosi tidak hanya terkonsentrasi di dalam negara, bahkan kami menargetkan untuk melebarkan sayap ke Singapura, Brunei dan menongkah arus menembus pasarIndonesia.
Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan album Hijjaz - Janji di pasar dengan harga hanya RM 25.90 terbitan Hijjaz Records PT dan kini bisa juga dilihat dijaringan MVM Home di seluruh negara dalam waktu dekat.

Info Tentang Hijjaz

GRUP nasyid Hijjaz bukan nama asing lagi di kalangan penggemar nasyid tanah air dan merek Hijjaz yang dibangun sejak 1997 dengan kekuatan empat anggotanya,Mohd Faizal Osman, Isman Nadim Isam, Munif Ahmad dan Ariffin Rahim masih terus bertahan memperjuangkan hiburan yang mendidik jiwa. Diklasifikasikan sebagai artisnasyid senior, Hijjaz masih bersemangat terus berjuang dalam persada musik lokal meskipun hari ini industri nasyid dilihat agak suram. Namun terus memartabatkanindustri nasyid yang telah bercampur dalam jiwa mereka.

Perjuangan mereka mempertahankan irama nasyid kontemporer telah menjangkau usia 16 tahun di persada hiburan nasyid. Seiring dengan nama besar Rabbani dan Raihan.Antara lagu yang selalu mendapat permintaan dan dekat di hati penggemar mereka adalah Rasulullah, Sumayyah yang sampai hari ini lagu-lagu itu masih menjadi lagu wajib setiap kali Hijjaz mengadakan pertunjukan.
Informasi lebih lanjut tentang album Janji Hijjaz dan juga produk-produk turunan Hijjaz Records PT, bisa kunjungi web www.hijjazrecords.com, Facebook"Hijjaz" dan youtube HijjazRecords HijjazChannel.
21.37 | 1 komentar

Film The Messiah "Nabi Isa Ruhullah"

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 07 April 2013 | 16.54

The Messiah adalah sebuah film tahun 2009 dari Republik Islam Iran, disutradarai oleh Nader Talebzadeh, yang menggambarkan kehidupan Yesus dari sudut pandang Islam, tidak hanya berdasarkan pada kitab-kitab Injil kanonik, tetapi juga Al Qur’an, dan, tampaknya, Injil Barnabas yang sesuai dengan penafsiran Islam tentang asal-usul Kekristenan. Aktor Iran, Ahmad Soleimani Nia memainkan peran Yesus. Beberapa organisasi Islam mengutipnya untuk mendukung pandangan Islam tentang Yesus.

Sutradara melihat filmnya sebagai jawaban Islam untuk produksi Barat seperti 2004 Mel Gibson’s 2004 blockbuster The Passion of the Christ, yang dipuji sangat mengagumkan tetapi hanya cukup menjadi sebuah kekeliruan. Film ini memiliki dua ujung, satu dari Kristen Alkitab dan satu dari Al Qur’an.
“Dia (Isa) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak Allah. Dia hanya Nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah orang lain yang disalibkan menggantikan Dia,”Talebzadeh (sutradara Film The Messiah) menyatakan kepada CNN.

Film fenomenal yang melibatkan hampir lebih dari 1000 orang ini merupakan sebuah film terbesar yang pernah dibuat di Iran. Film ini telah dirilis di Iran, dan telah ditayangkan di Internet melalui CNN.
Sebuah Film yang sangat menarik sehingga mampu menimbulkan reaksi keras dari berbagai penganut Nasrani di dunia. Namun sayangnya Film yang satu ini, tidak sampai diputar di Indonesia Tercinta. Memang disayangkan sekali, namun anda semua tak usah kawatir, karena kami sudah dibuat versi DVD nya dengan subtitle Indonesia yang bisa mengobati kepenasaran Sobat Muslim semua. Film ini sangat direkomendasikan bagi kita umat Islam, agar iman kita bisa lebih terasah dan semakin kuat.

ISA RUHULLAH The Movie, dengan menggunakan Subtitle bahasa Indonesia. menceritakan sebagian sisi dakwah kehidupan Nabi ISA/ YESUS as. Diangkat dari sumber Al-Qur`an dan Injil Barnabas, di mana cerita ini sekaligus meluruskan faham yg sudah mengkristal di kalangan orang Nasrani di masa sekarang. Dan film ini ada beberapa point yg di ajarkan oleh Sang Nabi dari Nazaret , yaitu;
- Dakwahnya u/ mentauhidkan Tuhan.
- Yesus menolak ia dipanggil sebagai Tuhan/ Anak Tuhan, karena jauh sebelum Yesus lahir, anggapan seperti itu sebenarnya berasal dari tradisi Bangsa Romawi,
- Mengabarkan akan datangnya Nabi baru sekaligus Nabi terakhir yg berasal dari Bangsa Arab.
- Yesus tidak ditangkap, melainkan telah di angkat kelangit ketika terjadinya penangkapan oleh tentara romawi dan imam2 besar Yahudi.
- Yang ditangkap dan disalib adalah ternyata salah seorang muridnya bernama Yudas Iscariot yg ingin menyerahkannya kepada Para Imam dan tentara romawi.
Bagaimana cerita yg sebenarnya, silahkan Anda mengikuti alur cerita dari film ini.
Selamat menyaksikan! Semoga bermanfaat.

16.54 | 15 komentar

Film The Ten Commandments

The Ten Commandment (film seri-2006)
Film ini mengisahkan perjalanan Nabi Musa Alaihissalam dalam mengemban risalahnya menghadapi Fir'aun Laknatullah. Kisah ini dimulai dari kegemparan atasw ramalan bahwa akan lahir bayi lelaki dari kalangan Bani Israil yang kelak akan membunuh Fir'aun. Firaun Mesir memerintahkan pembantaian semua laki-laki yang baru lahir. Tapi satu anak, Musa -anak keluarga Imranlolos dari kematian ketika ia diatur oleh Allah Azza wa Jalla terapung di Sungai Nil. Seperti tahun berlalu, ia dibesarkan di sebuah rumah tangga kerajaan Mesir dan, ia naik kekedudukan menjadi seorang pangeran. Setelah penemuan warisan yang sebenarnya, dan terinspirasioleh Risalah dari Allah di gunung Sinai, ia tekadkan untuk membebaskan kaumnya.

"The Ten Commander" yang dalam bahasa indonesianya adalah: Sepuluh Perintah Allah. Di dalam berbagai literatur, terdapat sekian banyak versi (mulai dari versi Yahudi, Katolik, Protestan, dan ortodoks.

Bacaan Perintah Allah dalam Keluaran mengandung lebih dari 10 pernyataan-penyataan wajib, secara total 14 atau 15 dalam keseluruhan. Tetapi, Kitab Suci sendiri menunjukkan perhitungan "10", menggunakan frase 'aserethad'varim diartikan sebagai 10 kata, pernyataan, atau benda. Agama-agama yang bermacam-macam membagi perintah-perintah tersebut secara berbeda. Tabel berikut menunjukkan perbedaan-perbedaan tersebut.

Pembagian Sepuluh Perintah Allah menurut agama/denominasi Teks menurut Alkitab LAI TB. Untuk versi katolik silakan lihat di bawah tabel ini.
PerintahYahudiOrtodoksKatolik Roma, Lutheran*Anglikan, Reformasi, dan Protestan Lain
Akulah TUHAN, Allahmu ...111kata pengantar
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.21
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun ...22
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan ...3323
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat ...4434
Hormatilah ayahmu dan ibumu ...5545
Jangan membunuh6656
Jangan berzinah7767
Jangan mencuri8878
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu9989
Jangan mengingini rumah sesamamu ...1010910
(Jangan mengingini milik sesamamu)10

Mohon untuk memfilter secara jeli ketika kita menerima ataupun membaca dari sebuah data. Barangkali itu adalah sebuah gubahan dari agama-agama selain Islam. Untuk mencegahnya, kita harus mengetahui "Sepuluh Perintah Allah" menurut Agama Islam. Mari kita telusuri...

Sebuah riwayat dari Shafwan bin 'Assal, ia berkata: Sebagian umat Yahudi datang ke Nabi Muhammad saw bertanya mengenai ayat وَلَقَدْ آتَيْنَا موسى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ "Dan Sungguh Kami telah memberikan Musa sembilan "mukjizat / ayat / tanda" yang nyata... (al-Isra' ayat 101). Nabi saw bersabda: Allah mewahyukan kepada Musa untuk memerintah Bani Israil:
1. Jangan menyekutukan Allah dengan suatu apapun
2. Jangan mencuri
3. Jangan berzina
4. Jangan membunuh apa yang dilarang oleh Allah kecuali dengan hak
5. Jangan melakukan sihir
6. Jangan memakan riba
7. Jangan mendekati orang yang mempunyai kekuasan untuk membunuh
8. Jangan menuduh zina perempuan baik-baik
9. Jangan lari dalam peperangan
10 Terakhir, dikhususkan untuk kalian sucikanlah hari Sabat (Sabtu)
Maka berdirilah dua orang Yahudi memegang tangan Nabi saw, dan berkata: "Kami bersaksi bahwa engkau adalah seorang nabi". Nabi saw lalu bertanya: "Apa yang menghalangi anda untuk mengikutiku?" Mereka menjawab: "Seandainya kami tidak takut dibunuh golongan kami sendiri, kami pasti mengikuti dan menaati anda". (Sebagian ahli hadist mendhaifkan hadits ini, namun sebagian lainnya mensahihkannya)

Dalam ajaran Islam sendiri sebagai penyempurna dan penutup agama para Nabi suci mulai dari Adam as, Ibrahim as, Musa as sampai Isa (Jesus) as, terdapat lima nilai moral Islam dikenal pula sebagai Sepuluh Perintah Tuhan versi Islam, meski banyak lagi nilai-nilai moral lainnya selain ini. Perintah-perintah ini tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-An'aam 6:150-153 di mana Allah menyebutnya sebagai Jalan yang Lurus (Shirathal Mustaqim ).


16.49 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung