Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

DAMAI (Tribute to Humanity) - Varioust Munsyid

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 22 Agustus 2013 | 09.19


Salam Kemerdekaan !! Dear All Sobat Peduli Kemanusiaan

Sadarkah wahai saudaraku, bahwa telah terjadi disekitar kita kekerasan dan penindasan di berbagai belahan dunia. Tindak kekerasan dijadikan jalan pintas dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Hak Asasi Manusia pun tidak lagi dipedulikan dan tak lagi di jalankan sebagaimana mestinya.

Begitu banyak berjatuhan korban dari berbagai macam peristiwa pertumpahan darah di Negara - Negara Islam seperti Palestina,Suriah, Afghanista,Rohingya dan yang terakhir adalah Mesir. Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Mesir mendorong hati nurani kami untuk tergerak menyuarakan perdamaian, cinta dan kasih sayang kepada dunia, tidak menggunakan jalan kekerasan dalam menyelesaikan setiap masalah yang terjadi.

Dengan semangat kemerdekaan dan kepedulian pada sesama, kami dedikasikan sebuah lagu perdamaian untuk dunia, khususnya sahabat-sahabat kami di Mesir yang menjadi korban kekerasan.

Komunitas Nasyid Peduli Mesir


DAMAI (Tribute For Humanity)
By : Various Munsheed

Bukankah kedamaian itu indah
Bicara dengan persahabatan
Tidak mengenal kekerasan
Hanya cinta dan kasih sayang

Bukankah kedamaian itu indah
Sapa dari hati ke hati
Tidak ada yang tersakiti
Dan tidak saling melukai

Share some peace and love around you
The sounds of our heart knows what to do
Take my hand my friend
Let us make different

Bukankah kedamaian itu indah
Sapa dari hati ke hati
Tidak ada yang tersakiti
Dan tidak saling meluka

Sebarkan cinta dan kasih
Suara kemanusiaan
Bergandeng tangan
Buat kedamaian

It's just too much to lose for nothing
War is never the answer
Coz we believe, there's an other way to choose
Stop hating,
Stop hurting,
Stop fighting

Wahai jiwa-jiwa yang bersemayam cinta
Ku panggil kau atas nama Sang Pencipta
Terbanglah dalam damai dan kasih
Hilangkan semua pedih dan perih

Various Munsheed are :

1. Irfan ( F-One )
2. Nanandt Andrei ( F-One)
3. Ryan Setya
4. Fiq Aliskandar
5. Milansyah Ahmad ( GlanzVote )
6. Yoga Al Ghazali
7. Dwinanto ( EasyCapella )
8. Bagir
9. Sasha Q dan Bunda Sasha Q
10. Aka Canovea
11. Dymeh ( Birru Nasyid )
12. Diana ( NAWStar )
13. Ahzan ( Moslem Voice )
14. Aan Enha
15. Landz Purnama
16. Dida Permana

Producer : Milansyah Ahmad, Fiq Aliskandar, Ryan Setya, NAW Production, ANN DKI Jakarta
Song by. Milansyah Ahmad, Bridging by. Ryan Setya
Lyric by. Milansyah Ahmad. Ryan Setya
English Lyric’s Translate by. Dwinanto
Music Director : Fiq Aliskandar
Music Arranger : Iyank Canovea
Mixing and Mastering : Nanandt Andrei (NAW Muslim Studio)

Take Recording :
- NAW Muslim Studio
- Studio 58 Depok
- Studio Bambu Digital Recording
- Studio Canovea Bandung

Thanks To :

1. ANN Pusat
2. ANN DKI Jakarta
3. ANN Depok
4. NAW Production
5. Canovea Studio Bandung
6. Studio Bambu Digital Recording (Wahyuni Hamzah)
7. Hidayat Diyan Saputra ( Vocafarabi Acapella)
8. Sulton Abdul Azis (Studio 58 Depok)
9. Dymeh ( Birru Nasyid)
10. FSNI ( Forum Silaturahmi Nasyid Indonesia)
11. Munsheed United Production
12. Nasyid Indonesia
13. Kantor Berita ARIN
14. Nuris Tv
15. La Tahzan TV
16. Teacher Sofyan
17. NAWStar


09.19 | 0 komentar

Jiwa Merdeka

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 20 Agustus 2013 | 11.39

Seorang penjelajah asal Portugis, Tome
Pirres, mengisahkan perjalanannya ke Nusantara
masa prakolonial. Salah satu kisah yang ditulisnya
dalam buku berjudul Summa Oriental itu adalah
pandangannya tentang orang Jawa yang ia jumpai
di Malaka.

Menurut Pirres, orang Jawa itu penuh percaya
diri, cakap berdebat dan selalu siap mencabut keris
jika terlibat konflik fisik. Mereka lihai berdebat
sekaligus tangkas memainkan senjata.
Pirres menjumpai orang Jawa era Demak,
yaitu jaman daulah lslam betul-betul eksis di
Pulau Jawa. Bukan sekedar simbolis dengan gelar
sultan, sayidin panatagama dan sebagainya.
Sejarah mencatat bahwa lslam "ideologis"
muncul diJawa sejakberdirinya Kesultanan Demak.
Namun wujudnya sebagaijiwa pemerintahan pun
Ienyap seiring musnahnya Demak. Pergeseran
kekuasaan ke Pajang dan kemudian ke Mataram
menggeser pula ideologi lslam.

Orang Jawa pun berubah karakternya.
Mereka kini dikenal inferior, menghindari konflik
dan lamban. Sastrawan kiri Pramoedya, kelahiran
pesisir pantai utara Jawa, menyebut hal itu karena
pergeseran pusat kerajaan dari pesisir pantai ke
pedalaman. Juga karena perubahan orientasi
maritim menjadi agraris.

Menurut Pram, paradigma pesisir adalah
pikiran yang terbuka. Pergaulan dengan berbagai
bangsa dimungkinkan di kota-kota bandar yang
disinggahi kapal-kapal dari negeri lain. Pandangan
terhadap mata pencaharian juga lebih dinamis
sehingga kehidupan pesisir pun penuh dinamika.
Sebaliknya, paradigma pedalaman adalah
pikiran yang tertutup. Pergaulan yang terbatas
melahirkan ketertutupan sekaligus kebanggan
diri yang semu. Mata pencaharian yang pertanian

yang juga melahirkan kehidupan yang penuh sikap
fatalis dan berkembangnya klenik. :
Betulkah analisis Pram? Membedah karakter
sebuah bangsa atau suku hanya dari elemen fisik
seperti daerah tinggal dan mata pencaharian
agaknya menyederhanakan persoalan. Manusia
memang dipengaruhi secara fisik oleh lingkungan
dan ruang kehidupannya, tetapi jiwa manusia
lah yang paling berpengaruh bagi keseluruhan

Maka bukan pantai atau pedalaman, bukan
pula jadi nelayan, saudagar atau petani yang
membuat karakter orangJawa berubah. Melainkan
isi jiwanya yang membuatnya berubah.
Melihat gambaran Tome Pirres, yang
bukan pribumi apalagi Jawa seperti Pram.
Kemudian melihat lini masanya yang bertepatan
dengan kuatnya "ideologi lslam" dalam sistem
pemerintahan lawa waktu itu, lebih tepat jika
lslamlah yang membentuk karakter seperti dilihat
oleh Pirres.

lslam membebaskan jiwa manusia jadi
merdeka. Sebagaimana kata sahabat Rib'i bin Amr
di hadapan panglima Parsi Rustum, "lslam datang
untuk membebaskan manusia dari perbudakan
oleh manusra lain, kemudian mengubahnya
menjadi penghambaan pada Rabbul Alamin."
Wajarlah jika Pirres melihat jejak jiwa merdeka
tadi di Malaka.

Sementara perubahan orientasi ideologis
terjadi sejak pergeseran Demak ke Pajang.
Sesembahan adalah raja, kehidupan adalah feodal
sementara klenik pun berkembang. Jiwa merdeka
lslam pun berubah menjadi jiwa budak yang
inferior, penuh ketakutan dan tak punya inisiatif.
Tanpa bermaksud membangun stereotipe, inilah
yang hilang dari kehidupan orang Jawa. Wallahu
a'lam. (lbnu)
11.39 | 0 komentar

Saya Mau Shalat, Asal Bayar Saya 10 Juta!

Ummat: “Ustadz Ganteng, mohon maaf, berapa ya kami perlu ganti untuk transportasi?”Ustadz Ganteng: “Untuk administrasi aja ya, sediakan aja 30 juta, 10 juta dibayar di depan ke account saya. Oya, kalo nggak jadi DP nya angus ya..”

Percaya atau nggak percaya, fakta semacam ini ada. Begitulah suatu hari, ketua DKM salah satu masjid bilang ke saya. Saya jadi mikir “pantes aja mobil si Ustadz Ganteng Fortuner dll” hehe..


Saya pribadi juga seringkali ditanya, “Ustadz, maaf nih, administrasinya berapa yang harus kita siapkan?”Jawab saya “Saya nggak pernah minta bayaran untuk dakwah, berapapun yang panitia kasih akan saya terima, kalo nggak ada pun nggak papa, asal transportasi dan akomodasi ditanggung panitia”

Parahnya masa kini, banyak orang yang udah nggak malu menjadikan Ustadz dan Da’i sebagai profesi. Pekerjaan profesional. Karena itu layaknya seorang pembicara publik, mereka mematok tarif sekali pengajian. Kalo udah masuk TV apalagi, matoknya diatas 10 juta. Subhanallah.
Padahal dakwah bukan profesi, dia adalah kewajiban sebagaimana shalat 5 waktu dan puasa. Yang tanpa dibayar pun harusnya dia tetap berdakwah. Karena itu kewajiban dia.

Bagaimana pendapat Anda bila ada orang mengatakan “Hmm.. boleh saja, saya mau shalat, dan Anda boleh lihat saya shalat, asal bayar dulu 10 juta”. Aneh, yang perlu siapa yang ribet siapa?
Pantas saja, ketika dakwah sudah jadi profesi, maka Da’i akan menyesuaikan materi dakwahnya sesuai permintaan pasar. Dia akan menyampaikan yang diinginkan orang bukan yang dibutuhkan oleh orang. Dia akan membiarkan kemaksiatan di depan matanya karena dia telah dibayar untuk itu.
Sikap kritis pun hilang dari situ. Karena dia sudah dibayar. Entah dipasangkan pengajiannya dengan artis doyan mabok atau penyanyi dangdut, sang Ustadz tidak merasa risih. Karena dia sudah dibayar!
Bagaimana mau protes, kalo protes bisa-bisa nggak dipanggil lagi!Pembodohan pun terjadi. Karena dakwah telah dianggap profesi.

Saya tidak pernah bilang menerima uang dari menyampaikan Islam adalah sesuatu yang haram
sah-sah saja, bukankah Rasul juga mengatakan bahwa “Sesungguhnya yang paling berhak untuk kalian ambil adalah upah mengajarkan kitabullah” (HR. Bukhari)Namun, ada perbedaan besar antara upah mengajarkan kitabullah dengan memelintir kitabullah untuk mendapatkan harta dari situ.
Nyata-nyatanya, tidak ada satupun Ustadz Ganteng yang membacakan ayat-ayat nahi munkar, ataupun memperingatkan tentang bahaya-bahaya yang betul-betul mengancam ummat semisal syirik modern (demokrasi), ashabiyah modern (nasionalisme), atau liberalisme yang mengajak Muslim meninggalkan Al-Qur’an.

Uang memang mengerikan. Ia bisa merubah niat seseorang yang awalnya lurus menjadi bengkok. Yang tadinya tegas menjadi samar. Bersyukurlah pada Allah bila anda adalah Da’i yang tidak mengharapkan dan tergantung bayaran dari ummat.

Karena Anda akan selalu objektif dalam memandang masalah, bukan memberikan yang diinginkan namun mengobati ummat dengan memberikan yang mereka perlukan. Saya betul-betul bersyukur, ketika baru masuk Islam, Ustadz saya Fatih Karim menyampaikan kira-kira begini:”Lix, kalo dikasi orang uang, antum boleh terima, tapi untuk melatih keikhlasan, lebih baik gunakan lagi di jalan dakwah”

Subhanallah, mudah-mudahan masyarakat akan segera bisa melihat, Da’i mana yang sebenarnya betul-betul sayang pada mereka, peduli dan mengasihi mereka. Da’i yang tertumpah air matanya di malam hari karena memikirkan ummat yang tak kunjung cenderung pada Islam. Da’i yang justru mengeluarkan uang mereka agar ummat mau berpaling pada Islam. Da’i yang menumpang angkot dan berjalan kaki demi ummat. Da’i yang siap memasang badan satu-satunya demi kehormatan Islam.

Sayangnya, Da’i semacam ini mungkin takkan kondang, mungkin takkan muncul di sinetron atau di TV karena mereka menolak untuk menyesuaikan materi karena uang. Bagi Da’i semacam ini uang tak bernilai buat mereka walaupun uang sangat mereka perlukan karena demi Islam, tak ada yang bisa menawar
Salamku,
Felix Siauw
pada semua Da’i yang hanya Allah Swt yang tahu mereka
Ya Allah, berikanlah mereka kemudahan, berikan mereka kekuatan

Sumber
08.44 | 0 komentar

NIKMATNYA DI RUMAH

Written By Rudi Abu azka on Senin, 19 Agustus 2013 | 21.58

Allah SWT memerintahkan kepada ummahatul mukminin dan juga seluruh muslimah secara umum, untuk menetap di rumah-rumah mereka. Perintah tersebut  memiliki manfaat yang besar bagi kaum wanita dalam berbagai aspeknya. "Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunakanlah zakat dan taatilah
Allah dan Rosul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (Al-Ahzab: 33)

Lebih Dekat dengan Allah
Menetapnya seorang muslimah di  rumah, menahan diri untuktidak keluyuran dan pergi sesuka hati tanpa keperluan syar'i, merupakan salah satu wujud ketaatan kepada Allah it6 dan Rasul-Nya. Ketaatan
tersebut akan mendatangkan keridhaan Allah !a dan pahala bagi dirinya. Selain itu, menetapnya wanita di dalam rumah memberikan peluang bagi dirinya untuk melakukan aktivitas taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah). Dengan di rumah ia akan lebih memiliki waktu dan kesempatan untuk melakukan ibadah-
ibadah nafilah, juga waktu luang untuk mengaji dan mengkaji Al-Qur'an, serta amalan lain yang kemungkinan tidak bisa dan tidak sempat dia lakukan jika ia sibuk beraktivitas di luar.

Persis seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, "Dan saat-saat yang paling dekat dengan Rabb-Nya adalqh saat ia berada di bagian rumahnya aong paling dalam." (Silsilah Ash-Shahihah, 2588).
Karena itulah, penting untuk mengetahui keutamaan menetapnya wanita di rumah. Bahkan shalat di masjid
yang diganjar dengan pahala 27 deraialt untuk laki-laki, menjadi tidak lebih utama, ketika seorang wanita shalat di rumahnya.

Ummu Hamid, istri Abu Hamid As-Sa'idi, pernah mendatangi Nabi dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya senang shalat bersama engkau." Rasulullah SAW bersabda, "Aku tahu kau senang shalat bersamaku.
Tapi shalatmu di dalam rumahmu itu lebih baik daripada shalat di halaman dalam rumahmu. Shalatmu di halaman dalam itu lebih baik daripada shalat di dalam kompleks rumahmu. Shalatmu di kompleks
rumahmu lebih baik daripada shalat dimasjid koummu. Shqlqtmu di mosiid kaum itu lebih baik daripada sholat di masiidku."

Ummu Hamid pun memerintahkan agar dibuatkan tempat shalat di bilik yang paling dalam di rumahnya dan shalat di tempat itu hingga ia wafat. (HR. Ahmad)

Bebas darifitnah

Perintah untuk menetap di dalam rumah dalam ayat yang tersebut di atas, diiringi dengan larangan untuk berhias dan bertingkah laku seperti wanlta jahiliyah. Seorang wanita yang enggan menetap di rumah lantaran hobi hang out dan keluar rumah tanpa alasan syar,i, seakan menjadi alasan untuk berhias agar tampil cantik
dan menarik ketika akan keluar rumah.

Bepergiannya seorang wanita dari rumahnya, akan memicu berbagai fitnah dan kerusakan. Karena Rasulullah SAW telah mengingatkan, ,,Wanita itu aurat. Bila ia keluar dari rumah, setan akan menghiasinya." (HR. Tirmidzi). Dengan menetap di dalam rumah, berarti ia berada dalam sebuah benteng yang kokoh dan penjagaan yang kuat. Jika ia keluar dari rumahnya, hilanglah rasa aman yang dimillkinya seperti halnya ketika ia berada di dalam rumah.

Setan tak perlu bersusah payah mencari umpan, karena wanita yang keluar tersebut telah menjadi umpan sekaligus perangkap ampuh untuk menjebak manusia ke dalam  fitnah dan kerusakan. OIeh karena itu,
Abdullah bin Mas'ud berpesan, "Tahanlah wanita di rumah, karena sesungguhnya wanita itu adalah aurat. apabila ia keluar rumah, setan menatapnya dengan tajam dan berbisik kepadanya, ,Tidaklah engkau melewati seorang pun melainkan ia pasti kagum terhadapmu''.

Setan menghiasi wanita hingga dirinya merasa cantik dan menganggap dirinya seolah tampak menarik di mata lelaki yang melihatnya. Sebaliknya, setan juga memperdayai laki-laki yang dilewatinya agar tergoda oleh si wanita.

Fokus dengan Tanggung Jawab Domestik

Seorang wanita identik dengan tanggung jawab domestik yang berkaitan dengan peran dan tugasnya sebagai istri dan ibu. la bertugas melayani suami dan selalu berusaha mencari keridhaan suami selama tidak bermaksiat kepada Allah. Dengan mengharap ridha-Nya, ia akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk
rumah tangga dan keluarganya, rnengurus dan mengaturnya. Merawat anak-anaknya dan mentarbiyah mereka dengan sebaik-baiknya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin mengatakan bahwa perbaikan masyarakat bisa dilakukan dengan dua cara: Pertama, perbaikan secara lahiriah, yaitu perbaikan yang berlangsung di pasar, masjid, dan berbagai urusan lahiriah lainnya. Hal ini banyak didominasi kaum lelaki, karena merekalah yang sering nampak dan keluar rumah. Kedua, perbaikan masyarakat di balik layar, yaitu perbaikan yang dilakukan di dalam rumah. Sebagian besar peran ini diserahkan pada kaum wanita sebab wanita merupakan penanggung jawab di rumah.

Keberadaan wanita di rumah akan membuatnya fokus dengan tanggung jawab domestiknya. Fokus dalam melayani suami, karena ia akan lebih memahami apa yang bisa menyenangkan dan membuat nyaman
suaminya ketika sang suami ,berlabuh, di rumah. Menyambutnya ketika ia datang dan berhias untuknya. Merawat diri dan kecantikannya. Juga, always available ketika sang suami membutuhkannya.

Begitu pula dengan anak-anak, ia akan lebih bisa mengonsentrasikan perhatiannya dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya, karena ia hadir 24 jam bersama mereka. Sehingga, ia tahu benar bagaimana
tumbuh kembang anak-anaknya secara langsung. Dengan demikian, ia akan lebih cermat dan tanggap dalam melaksanakan tanggung jawab kerumahtanggaan. (Ummu Aman)

21.58 | 0 komentar

BERKAH RAMADHAN DARI MUSLIM AID AUSTRALIA

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 15 Agustus 2013 | 18.53




 JAKARTA. Ramadhan hanya sebulan kita rasakan, tetapi  keberkahan ramadhan melahirkan jutaan kebaikan dalam indahnya berbagi.  tepatnya di Nuris FM (Radio Komunitas Musik Islami), Mushalla Al-Ikhlas,  Jalan Inpres XI, Larangan Utara, Tangerang. menjadi lokasi berbagi buka  puasa bersama Organisasi Muslim Aid Australia dan Rumah Zakat. Sebanyak 333 paket buka puasa berhasil dibagikan di majelis ta’lim Al Ikhlas ini

Hadi selaku ketua musholla mengungkapkan “Berawal dari kelompok  pengajian kecil yang kita rintis bareng Ustadz Rudi, Alhamdulillah  dengan dukungan dari Rumah Zakat  & donatur juga jadi bisa mengumpulkan banyak lagi warga hingga  menjadi majelis yang mandiri seperti sekarang ini, jazakumullah khayr”  ungkapnya saat diminta testimoni

Tidak hanya hadi, Ustadz Rudi selaku owner Nuris FM & Nuris TV  mengungkapkan hal yang senada “Jazakallah khayr untuk support dan kerja  samanya dengan Rumah Zakat yang sudah berjalan di beberapa kesempatan ini, semoga sinergi ini bisa dapat terus berlanjut” tuturnya.***



BERKAH RAMADHAN DARI MUSLIM AID AUSTRALIA | Rumah Zakat


18.53 | 0 komentar

Derita Budak Dunia

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 14 Agustus 2013 | 23.20

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(Ali Imran 185).

Banyak orang tak menyadari bahwa hidupnya akan berujung di sebuah titik, tanpa koma. Titik kematian. Titik kepastian yang telah Allah gariskan. Ketidaksadaran ini berasal karena dia menyangka bahwa dunia akan toleran membiarkan hidup berlama-lama mengumbar nafsunya kemudian baru menyadarinya bahwa titik kematian itu sudah tiba. Kematian adalah kepastian misterius yang tidak ada satu orangpun mampu menebak kapan datangnya. Namun dia pasti. Dan sekali dia datang maka dia akan mengakhiri semua angan. Dia adalah penghancur kelezatan, penakluk keinginan, peremuk semua angan.

Lalai akan kepastian kematian bermula dari cinta over dosis dan menghamba pada dunia. Dunia telah mengaburkan pandangan mata batin kita untuk melihat indahnya akhirat yang berkilau nikmat. Mata hati dan batin kita menjadi gelap karena dia menghiasinya dengan pernik dunia. Mata batin kita menjadi gulita karena kita telah menutupnya dengan aksesoris dunia.

Dunia yang seharusnya kita jadikan sebagai hamba, telah berbalik menjadi tuan. Dunia yang seharusnya berada di bawah telapak kaki kita jadikan di ubun-ubun kita. Dunia yang seharusnya kita dengan gampang menginjak-injaknya, telah dengan gampang menginjak-injak kepala kita. Dunia yang seharusnya tidak pernah menempel di dalam sanubari kita, malah menjadi raja yang mengatur semua organ tubuh kita.

Hari-hari kita berselimutkan dunia. Ada gumpalan kebanggaan dalam diri kita akan harta yang kita miliki. Jabatan yang kita duduki, posisi yang kita nikmati, kekuasaan yang kita kangkangi. Yang kemudian menjadikan kita larut, larut dan terus larut dalam kelalaian yang tiada bertepi. Yang sengaja Allah tidak hentikan kelalaian itu sehinga kita telah pula menjadikan kita lupa kepada Allah yang Mahakuasa.

Kita lupa bahwa dunia ini Allah hamparkan untuk kita atur sebagai karpet menuju Allah. Dan tidak menjadikan dunia mengalihkan perhatian batin kita dari Allah. Allah serahkan dunia ini agar kita mampu mengelolanya sebagai bekal untuk akhirat, namun kita sering kali lupa dan terjebak di jala-jalanya yang banyak menggoda dan melalaikan kita.

Sungguh celakalah jemari-jemari yang bergerak hanya menghitung dunia di setiap detiknya, tiada henti dan titik, sampai kematian menghentikannya. Dia mengira bahwa harta benda yang berlimpah itu dapat mengekalkan nafasnya, membendung gelombang kematian mana kala dia telah tiba saatnya. Dia mengira bahwa hartanya tidak akan menggoyahkan posisinya, mengabadikan hasratnya. Dunia telah meliputi hatinya dan tidak memberikan pintu masuk pada akhirat sehingga dia berada dalam kealfaan total kepada Allah.

Budak dunia akan senantiasa bersimpuh, ruku' dan sujud di depan kemegahannya. Nafsu menjadi Tuhannya. Dia menjadi hamba setianya.

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (Al-Jatsiyah : 23).

Allah biarkan mereka sesat di tumpukan ilmunya yang tidak lagi memberi mamfaat dan tidak lagi menjadi penerang karena dia telah memadamkannya dengan kecintaan yang over-dosis pada dunia. Kecintaan yang mematikan hatinya yang membunuh semangat cintanya kepada Yang Makak Pencinta.

Mereka lupa Allah, maka Allah jadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri. Lupa asal usul dan akhirnya. Lupa darimana dia bermula dan kemana akan berujung.

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (Al-Hasyr: 19).

Wahai para budak dunia. Dunia itu terbatas umur dan kenikmatannya. Kalian boleh menikmatinya namun sebatas yang dibutuhkan untuk kepentingan akhirat kalian. Jangan berlebihan dan melampaui batas. Sebab jika kalian menikmati dunia dengan penuh ketamakan maka tak ubahnya kalian laksana binatang bahkan lebih buruk dari mereka. Karena kalian memiliki akal dan hati yang bisa lebih jernih melihat hakikat sesuatu namun kalian tidak lagi mampu.

Jangan biarkan diri kalian menyediakan sarana-sarana yang menjadikkan kalian tersesat dengan sarana-sarana yang kalian bangun dan himpun dalam diri kalian. Jangan biarkan lentera cinta akhirat redup dan semakin redup karena kalian berlapang dada untuk bersimpuh ria di hadapan dunia yang terus menggoda kalian. Jangan biarkan diri kalian terperangkap di jaring-jaring dunia yang ditebar syetan di berbagai sudut nafsumu.

Jangan biarkan syetan-syetan itu menjadi tuan yang memporak porandakan rancang bangun keimanan kalian. Kalian tahu bahwa syetan adalah musuh. Maka jadikanlah dia sebagai musuh abadimu. Namun jika nafsu telah berkuasa atas kalian maka kalian akan menjadi budaknya. Sebab nafsu ammarah kalian adalah tentara syetan yang di tanam dalam diri kalian.

Biarkan dunia itu kalian posisikan pada posisinya yang benar. Menjadi hamba-hamba kalian, menjadi abdi-abdi kalian, menjadi pelayan-pelayan kalian. Dengan demikian kalian akan mudah menjadi hamba Allah, Tuhan yang kalian. Tuhan semesta alam.

Budak dunia akan kehilangan akhirat dan pemburu akhirat akan membuat dunia terbirit-birit mengejarnya di segala kesempatan.

Berbahagialah mereka yang menguasa dunia dan celakalah mereka yang dikuasai dunia.

Tatkala Ramadhan usai kita berharap sudah bisa terlepas dari mencinta dunia over dosis. Agar kita lebih mudah menaiki tangga tangga spiritual di masa yang akan datang. Selamat Iedul Fitri 1434 H!


*Penerjemah Buku Fenomenal Laa Tahzan

Sumber
23.20 | 0 komentar

NADAMURNI - Pertemuan Di Hari Mulia

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 02 Agustus 2013 | 10.38



Pagi mengirim mentari bergemisiklah suara takbir kita bertemu dihari yang indah setelah berpisah sekian lama bara persengektaan kita musnahkan persahabatan kita turutkan perasaan dan menyemai kebencian dihari yang mulia mari bersyukur pada yang Esa dapat bersama dihari yang indah hari gembira penuh meriah hari raya kita sambungkan kembali persahabatan yang telah lerai kita suburkan dengan kasih sayangkembali berbunga persaduaraan kini lupakan segala dendam antara kita mari cetuskan semua titian kemesraan dikesempatan ini kita hulurkan kemaafan kita mohonkan ampunan ilahi untuk meraih keredhoan Nya kita leburkan keegoan diri yang meracuni hati dan fikiran kita semua.... "Salam Idul Fitri 1434 H" Mohon Maaf Lahir dan bathin. Taqabbalallahu minna waminkum, shiyaamana wa shiyamakum, kuntu aamin wa antum bil khoir.
10.38 | 0 komentar

Kepadamu Hafidz dan Hafidzhah Al Qur'an

Betapa bahagia orang tua ketika buah hatinya mampu menghafal Al Qur'an
bukan hanya juz 30 tapi 30 juz. Apalagi bila dilantunkan secara fasih, bersama makna
dan tafsirnya.

lnilah pesan bagi para hafidz dan hafidzah...

Kalam llahi ini adalah harta simpanan yang Allah percayakan dalam dadamu,
dan Allah memudahkan langkah yang telah menjadi pilihanmu, dan ini adalah kemuliaan
yang engkau raih di mana pada hakikatnya adalah tanggung jawab yang dibebankan
pada pundakmu, amanat yang wajib atasmu menunaikannya. Maka selayaknya muliakanlah
AI-Qur'an dalam dadamu dan jagalah dirimu dari penghambaan terhadap dunia.

Juga wajib bagimu untuk melazimi perilaku tawadhu, tenang/ serta berwibawa. Hati-
hatilah dari sifat takabbur tatkala engkau mendengar pujian manusia atasmu. Maka
ketahuilah bahwasannya riya' dapat meluluh-lantakkan amal shalehmu. Bersemangatlah
dalam melaksanakan kebaikan serta jauhilah berbagai macam bentuk maksiat maupun
syubhat.

Berkata Abdullah bin Mas'ud, 'Adalah selayaknya bagi para penghafal Al Qur'an
terbedakan saat malamnya ketika manusia terlelap, tatkala siangnya ketika manusia
berbuka, tatkala sedihnya ketika manusia bergembira, tatkala menangisnya ketika
manusia tertawa, tatkala diamnya ketika man usia banyak bicara, dan dengan
kekhusyuannya ketika manusia lalai"

Dari Fudhail bin 'iyadh rahimahullah: "Pembawa (penghafal Al-Qur'an dalah)
pembawa panji Islam, tidak selayaknya dia bergurau bersama orang-orang yang bergurau,
tidak lupa bersama orang-orang yang lupa,serta tidak banyak cakap bersama orang-orang yang
banyak cakap, sebagai pemuliaan terhadap kebenaran Al Qur'an"

Hal utama yang harus dilakukan oleh penghafal Al-Qur'an adalah
bertakwa kepada Allah dalam semua keadaan, bersikap waro' dalam hal
makan, minum, pakaian,serta perilakunya, tanggap terhadap zaman
dan kerusakan penduduk dunia. Maka dia memperingatkan mereka dalam beragama,
menjaga lisan, terbedakan di dalam bicaranya, sedikit dari berlebihan pada apa-apa yang tak
bermanfaat, sangat takut akan lisannya lebih takut dari pada musuhnya, menjaga diri dari
hawa nafsu yang dapat membuat Allah murka, bergumul dengan Al-Qur'an untuk mendidik
jiwanya.

Bukanlah cita-citanya hanya: Kapan aku mengkhatamkan surat ini? Tapi, kapan aku
merasa cukup hanya dengan Allah bukan selainnya? Kapan aku menjadi orang bertakwa?
Kapan aku menjadi orangyang berbuat ikhsan?
Kapan aku menjadi orang yang bertawakkal?
Kapan aku khusyu dalam beribadah?
Kapan aku bertaubatdari dosa-sosa?
Kapan aku bersyukur
atas segala nikmat?
Kapan aku faham dari apa yang aku baca?
Kapan aku malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya?
Kapan aku mengoreksi diri?
Kapan aku membekali diri untuk kehidupan setelah mati di akhirat kelak?

Seorang mukmin yang berakal tatkala membaca Al-Qur'an maka Al-Qur'an itu
bagaikan cermin di matanya, maka ia merasa peringatan AIlah adalah peringatan bagi
dirinya, ancaman siksa Allah, membuatnya takut. Yang memiliki sifatseperti ini atau paling
tidak dekat dengan sifat tersebut, maka Al-Qur'an akan menjadi saksi serta memberinya
syafa'at. Wallahu Alam bi Shawwab.

(Dinukil dari kitab "Warottilil qur'ana tartiila,
Washoya waTanbihaat fit Tilawati wal Hifdzi wal
Muroja'ati" dengan pengurangandan perubahan sedikit)
10.18 | 0 komentar

Nuristv

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 01 Agustus 2013 | 09.29

09.29 | 3 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung