Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Ketika Mulut Tak Lagi Bicara

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 31 Mei 2011 | 15.28

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak.Demi langit dan bumi sungguh n Tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu." "Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri.

Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu." "Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat. Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yang memandangi." Disusul oleh telinga, "Saya yang
mendengarkan." Hidung pun tidak ketinggalan,"Saya yang mencium." Bibir mengaku, "Saya yang merayu." Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas." Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan." "Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat. Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal diumpankan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.

Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata malaikat. "Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata."

***

Menyingkirkan duri ataupun benda tajam di jalan agar tidak mencelakakan manusia. Kecil dan ringan namun terkadang berat melakukannya. Berdoa sekaligus mendoakan orang tua, teman, saudara (apalagi yang sedang tertimpa bencana, musibah ataupun ujian) juga hal ringan, maaf-maaf tidak sampai memerlukan biaya pula. Dan tidak mudah nyatanya untuk melakukan.

Tersenyum, bersih hati kepada sesama dan memaafkan tanpa harus dimintai maaf dari orang yang bersalah sama sekali tidak mendatangkan kerugian sedikitpun. Untuk memulainya terasa juga tidak mudah. Begitulah, bahkan sekedar menangis mengakui kesalahan diri yang tidak diketahui oleh orang lain, luar biasa sulit.

Namun Allah mengetahui kelemahan manusia. Untuk bisa masuk surga-Nya, Allah tidak mempersulit. Hal-hal yang sangat remeh, ringan, sepele... pun bisa menjadi sebab selamatnya perjalanan manusia ke surga. Sekecil apapun perlu berbuat kebaikan, meski tidak diketahui orang lain. Tidak ada yang mendatangkan kebaikan bagi manusia di akherat kelak, kecuali amalbaiknya sendiri. Kesempatan masih ada, belum terlambat.
15.28 | 0 komentar

Meraih Surga Dengan Hati Bening


Dituturkan Anas bin Malik r.a.,”Kami tengah duduk bersama Rosulullah saw. Lalu beliau bersabda,”Akan muncul di hadapan kalian seorang dari penduduk surga”. Setelah itu muncullah seorang lelaki Anshar sembari merapikan jenggotnya karena berwudhu, sementara tangankirinya membawa sandal.”

Pada hari berikutnya, sebelum lelaki tersebut datang, Rosulullah bersabda dengan sabda yang serupa. Begitu juga yang terjadi pada hari ketiga. Hal ini membuat Abdullah bin Amr bin Ash r.a. merasa penasaran, apa kiranya yang membuat lelaki tadi tiga hari berturut-turut dikatakan Rosulullah saw. sebagai penduduk surga.“

Abdullah bin Amr bin Ash kemudian meminta izin kepada lelaki tersebut untuk bermalam di rumahnya selama tiga hari. Beliau ingin melihat apakah yang dilakukan lelaki tersebut sehingga mendapat predikat penduduk surga. Ia tidak melihat lelaki tersebut bangun malam kecuali apabila

ia membalikkan tubuhnya ia berzikir kepada Allah dan bertakbir sampai ia bangun untuk melaksanakan sholat fajar. Abdullah r.a. berkata, “Saya tidak pernah mendengar ia berbicara, kecuali yang baik”. Setelah tiga malam berlalu, Abdullah r.a. berkata, “Wahai hamba Allah... selama tiga hari berturut- turut saya mendengar Rosulullah bersabda tentang dirimu dengan mengatakan, “Akan muncul kepada kalian seorang dari penduduk surga.” karena itu, aku bermalam bersamamu selama tiga hari untuk melihat apa yang engkau lakukan, tapi aku tidak melihatmu melakukan amal yang banyak, lalu apakah yang engkau lakukan sehingga kamu disebut Rosulullah sebagai penduduk surga?”

Lelaki itu menjawab, ”Tidaklah ia kecuali apa yang engkau lihat”. Lalu ketika saya berpaling ia memanggilku, “Tidaklah ia kecuali apa yang engkau lihat, hanya saja aku tidak mempunyai rasa iri dengki kepada siapapun dari orang muslim yang mendapatkan kebaikan dari Allah ta'ala”. Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Sifat inilah yang menyampaikanmu kepada kedudukan yang tinggi dan inilah yang sulit dilakukan oleh orang-orang.”

***

Dalam sebuah hadits dari Aisyah, beliau berkata: ”Saya telah mendengar Rosulullh bersabda: Bahwasanya seorang mukmin dengan budi pekertinya yang luhur akan mencapai derajat orang yangberpuasa dan orang yang tekun ber ibadah”. (HR Abu Daud dan Ibn Hibban)

Dalam hadis lain diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibn Hibban dari Abi Darda bahwa rosulullah bersabda, maksudnya: ”Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain budi pekerti yang luhur dan sesungguhnya Allah membenci orang yang membuat kerusakan.”

Dalam hadis lain diterangkan ganjaran kepada mereka yang berbudi pekerti baik dan buruk. Diriwayatkan dari At-Tabrani, dari Abbas, Rosulullah bersabda: ”Sesungguhnya seorang hamba dengan budi pekerti yang luhur akan mencapai derajat yang tertinggi dan kemudian di surga, padahal ia lemah beribadah dan dengan pekertinya yang buruk akan menjadi penghuni tingkat terbawah di neraka.”
14.42 | 4 komentar

Mutiara Amal

Written By Rudi Abu azka on Senin, 30 Mei 2011 | 15.39


Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad,sebagai berikut: Tatkala Allah Swt menciptakan bumi,maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya,ternyata bumi pun terdiam. Para Malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya, "Ya Rabbi,adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari gunung?" Allah menjawab, "Ada,yaitu besi" (kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluh lantakan oleh buldoser atau sejenisnya yang terbuat dari besi). Para Malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi,adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?" Allah Yang Maha Suci Menjawab, "Ada,yaitu api." (besi,bahkan baja,bisa menjadi cair,leleh,dan mendidih setelah dibakar bara api). Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi,adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?" Allah Yang Maha Agung menjawab, "Ada,yaitu air." (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram oleh air).

"Ya Rabbi,adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para Malaikat. Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, "Ada,yaitu angin."
(air di samudra luas akan serta merta terangkat,bergulung-gulung,dan menjelma menjadi gelombang raksaksa yang dahsyat,tersimbah dan menghempas karang,atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para Malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"
Allah Yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya,sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."
"Sesungguhnya,Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." Qs.Al-Israa' 9
15.39 | 5 komentar

Memahami Air Mata Wanita


Allah menciptakan wanita dengan berbagai keutamaan dan kelebihan. Diciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, di saat yang sama, bahu itu cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Wanita memiliki kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya. Walau seringkali pula, ia menerima cerca dari anaknya itu. Wanita memiliki keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Wanita memiliki kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Wanita memiliki perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaan, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan yang memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Wanita memiliki kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Wanita memiliki kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.

Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, saling melengkapi, dan saling menyayangi. Wanita memiliki air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Allah berikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”.
15.21 | 6 komentar

Karena Cinta Tak Selalu Harus Bersama


Dalam kehidupan rumah tangga, ekspresi cinta memang dapat tersalurkan dengan baik lewat perjumpaan dan kebersamaan. Namun bukan berarti ekspresi tersebut menjadi beku ketika harus berpisah atau menjadi layu ketika tak dapat bersama. Perpisahan memang sering menciptakan suasana mendung menggelayut di relung-relung hati. Namun, seperti uangkapan sebuah bait… tak selamanya mendung itu kelabu.


Bagaikan sakit yang dapat mengingatkan seseorang tentang mahal dan berharganya kesehatan, maka perpisahan pun dapat mengingatkan seseorang betapa indahnya kebersamaan dan betapa berharganya perjumpaan. Karenanya, dalam batas tertentu, perpisahan justeru dibutuhkan untuk mengasah ketajaman cinta, memperhalus rasa dan latihan bagi jiwa. Karena ketika itu, ekspresinya lebih mengandalkan ketusan hati ketimbang emosi, lebih membutuhkan kejernihan pikiran ketimbang selubung perasaan.


Ketika sebagian orang menjadikan perpisahan sebagai kesempatan mencuri pandangan atau mengalihkan perhatian, justeru ketika itulah sebenarnya saat yang paling tepat baginya untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas cintanya kepada sang pilihan. Sebab, kini dia dapat mengungkapkan perasaannya lebih dalam dan lebih berisi dari sebelumnya, bahkan bisa jadi lebih puitis dari sang pujangga. Tidak hanya itu, dengan kebersihan hati, kerinduannya akan mengantarkannya pada doa-doa tulus di penghujung malam atau dalam keheningan.


Ekspresi cinta Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada isteri pertamanya; Khadijah radhiallahu anha, justeru baru dapat ditangkap, berdasarkan berbagai riwayat yang ada, setelah sang isteri tercinta telah tiada dan tidak lagi bersamanya. Hal mana membuat Aisyah radhiallahu anha merasa sangat cemburu dengan Khadijah walau tak dia pernah bersua. Sehingga dia selalu menanyakan alasan dan latar belakang mengapa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam begitu mencintainya. Sekali waktu beliau menyebutkan latar belakangnya terkait dengan peran dan sumbangsih Khadijah atau karena kemuliaan akhlaknya. Namun ketika alasan-alasan tersebut serasa tak dapat mewakili ekspresi cinta beliau yang sedemikian besar kepada sang isteri, beliau hanya berucap;

إِنِّي رُزِقْتُ حُبَّهَا

"Sungguh aku telah diberi karunia berupa cinta kepadanya." (Muttafaq alaih)


Cinta model ini, mestinya telah melampaui batas-batas fisik, tempat dan waktu. Cinta sejati yang sulit diuraikan dan dibahasakan, kecuali bahwa dirinya telah memilikinya dan merasakannya.


Pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kita tidak hanya dapat belajar tentang ruku dan sujud panjang membelah malam, tapi juga tentang bagaimana menyimpan cinta di dasar hati yang paling dalam…


Di sana, seusai akad pernikahan, seorang ustadz berdoa lirih diaminkan dengan khusyu kedua pengantin dan para hadirin….


Allahumma allif bainahuma kama allafta baina Rasulillah wa Khadiijatal Kubra…


(Yaa Allah, satukanlah hati mereka berdua sebagaimana engkau menyatukan hati Rasulullah dengan Khadijah Al-Kubra…)


-Ust. Abdullah Khaidir, Lc-
15.10 | 5 komentar

Agar Do'a Terkabulkan

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 29 Mei 2011 | 14.38


Pada suatu hari sayidina Ali karamallahu wajhah berkhutbah di hadapan kaummuslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya,tiba2 berdirilah seseorang di tengah2 jamaah sambil berkata “ Ya Amirul Mu’minin,mengapa do’a kami tidakdiijabah?padahal Allah berfirman dalam Al-Qur’an “ Ud’uuni astajiblakum” ( berdo’alah kpd-Ku,niscaya akan ku perkenankan bagimu).
Sayyidina Ali menjawab, “ sesungguhnya hatimu telah berkhianat pada Allah dengan 8 hal yakni :
Engkau beriman kepada Allah,mengetahui Allah,tetapi tidak melaksanak kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada manfaatnya keimanan itu.

Engkau mengatakan beriman pada Rasul-Nya,tetapi engkau menentang sunahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi buah dari keimanan itu?
Engkau membaca Al-Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya,tetapi tidak kau amalkan
Engkau berkata “ Sami’na wa Atha’na ( kami mendengan dan kamu patuk ), tetapi ayat2 kau tentang.
Engkau menginginkan surga,tetapi setiap waktu melakukan hal2 yang dapat menjauhkanmu dari surga.maka, mana bukti keimananmu?

Setiap saat engkau merasakan kenikmatan yang di berikan oleh Allah,tetapi engkau tak bersyukur
Allah memerintahkanmu memusuhi syetan (Q.S Al Faathir :6 ). Tetapi kau bersahabat pula dengannya.
Engkau jadikan cacat atau kejelekan orang lain didepan mata,tetapi kau sendri tidak lebih baik darinya.

Nah, bagaimana mungkin doamu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan doa tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah doamu itu”.
14.38 | 1 komentar

Pernahkah Kamu Memperhatikan Air yang Kamu Minum…?


Setelah Allah menyebutkan tiga golongan manusia di hari kiamat, yaitu Al-Muqarrabun, Ashhabul Yamin dan Ashhabusy Syimal dalam surat Al-Waqi’ah, Allah berfirman menyebutkan nikmat-nikmat yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya dengan kalimat bertanya, pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban tapi perlu direnungkan. Di antara ayat itu adalah, “Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum ?” (Al-Waqi’ah : 68).

Ya....pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum ? pertanyaan yang sangat sederhana. Bahkan sebagian orang akan menganggap pertanyaan tersebut konyol, irasional dan main-main . Namun, disadari atau tidak kita pasti tersentak dan terbelalak dengan pertanyaan tersebut. Pertanyaan tentang sesuatu yang setiap harinya membersamai kita yaitu air.

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik.

Bahkan, tubuh kita mayoritas berisi air. Karena, kandungan air dalam tubuh manusia berkisar sekitar 60 persen dari berat badan. Keberadaan jumlah air ini harus dipertahankan guna mendapatkan metabolisme tubuh yang stabil. Ketika tubuh kita kekurangan atau kelebihan air, maka secara otomatis tubuh akan memberitahukan kita. Jika kekurangan, kita akan merasa haus dan jika kelebihan maka perasaan ingin buang air kecil datang menyerang.

Singkatnya, air adalah kehidupan. Tanpa air, kehidupan tidak akan pernah ada. Bumi akan kering kerontang bila tidak ada air hujan. Begitu juga dengan penghuninya. Semua akan musnah binasa karena tercekik kehausan yang menyengat lantaran kekurangan air. Itulah air. Itulah keajaiban air.

Lantas, ada satu pertanyaan, ” “Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum ?” (Al-Waqi’ah : 68). Sekali lagi, pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum ?

Suatu ketika, tatkala putra Umar bin Khattab, Abdullah bin Umar sedang makan malam. Beliau tidak kuasa melanjutkan tatkala melihat air minum yang berada di hadapannya. Ada kekhawatiran dari raut wajahnya. Ada kesedihan yang menyelimuti hatinya. Ada perasaan gelisah yang menggelayuti jiwanya. Beliau tiba-tiba menangis dan tidak kuasa menahan dirinya sehingga beliau menitikkan air mata. Menetes diatas pipinya. Shahabat yang menemaninya keheranan dan bertanya, ”Wahai Abdullah ibnu Khattab, apa yang menyebabkan anda menangis ?” ”Air ini.” jawab beliau.

”Aku teringat” beliau melanjutkan, ”Aku teringat bahwa kelak di hari kiamat, yang diminta oleh penduduk neraka adalah air. Aku teringat dengan pesan yang Allah abadikan dalam firman-Nya,
Dan para penghuni neraka menyeru para penghuni jannah, “Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab, “Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.” (Al-A’raf : 50).
“Sungguh saya takut kalau di hari kiamat kelak tidak bisa meminum air lagi.” kata Ibnu Umar Radhiyallahu ’Anhuma. Subhanallah…..betapa jernih hatimu wahai ibnu Umar.

“Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum ?” (Al-Waqi’ah : 68). Sekali lagi, pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum ? Su'alun Istifhamiyyah, Satu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban tapi wajib untuk difahami dan direnungi.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba Mu yang bersyukur dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.....Ya Allah, bantulah hamba-hamba Mu yang lemah ini untuk senantiasa ingat kepada Mu. Amien...

[Ibnu Abdul Bari El-'Afifi]
14.32 | 1 komentar

Jadikanlah Dunia Ditangan Kami Bukan Di Hati Kami


“Demi Allah, bukan kemiskinan yang saya khawatirkan atas kamu, tetapi saya khawatir kalau dunia ini terhampar luas bagimu, sebagaimana telah terhampar pada orang-orang sebelummu. Lalu kamu berlomba-lomba mengejarnya, sehingga membinasakanmu sebagaimana membinasakan mereka.”(HR. Bukhari-Muslim)

Kehidupan dunia setiap waktu menyibukkan manusia, hampir seluruh waktu tercurah untuknya. Ada yang terpaksa karena kondisi yang menghimpitnya, ada yang lengah lalai terpedaya, dan ada pula yang karena ketidaktahuan arti kehidupan yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Padahal Allah telah berfirman; Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya!” (Qs. 6:32)

Maka Rasulullah mengajarkan kepada umatnya : “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki orang lain, niscaya manusia mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah)

“Tidaklah dunia ini dibanding akhirat kecuali seperti sesuatu yang apabila salah seorang di antara kamu memasukkan jarinya ke dalam sungai, maka lihatlah apa yang tersisa (di ujung jari) ketika mengeluarkannya?” (HR. Muslim)

“Zuhud itu adalah menjadikan dunia di tangan, bukan di hati.” (Ali bin Abi Thalib) Cara menghadapi kehidupan dunia yang sementara ini, para sahabat Rasul yang muliapun telah banyak memberikan petunjuk.

Doa Abu Bakar ra: “Jadikanlah kami kaum yang memegang dunia dengan tangan kami, bukan hati kami.” Dan doa sahabat Umar bin Khattab: “Ya Allah, tempatkanlah dunia dalam genggaman tangan kami dan jangan kau tempatkan dia di lubuk hati kami.”

Suatu ketika Ibnu Abbas ra. Ditanya: “Bagaimana dengan orang yang memiliki harta sebesar 12.000 dinar?” Beliau menjawab: “Ia masih tetap zuhud, selama tidak sibuk dengan dunia.”

Salman al-Farisi ra. pernah meminta nasihat kepada Abu Bakar ra. Maka Abu Bakar berkata:“Allah telah membukakan dunia untuk kalian, tapi janganlah kalian ambil kecuali secukupnya saja.”

Pernah ditanyakan kepada Abu Hazim az-Zahid, “Apakah yang tuan miliki saat ini?” Beliau berkata: “Dua kekayaan, yang aku tidak takut miskin selama keduanya berada di sampingku, yakni yakin kepada Allah dan putus asa dari apa yang ada pada manusia.”

Lalu ditanya lagi” “Tidakkah tuan takut miskin?” Beliau menjawab: “Apakah aku takut miskin, padahal Tuhan Pelindungku yang memiliki seluruh isi langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di antaranya?” Fudhail berkata: “Pokok zuhud adalah ridha Allah swt. Orang yang menerima apa adanya, dialah orang yang zuhud dan dialah yang patut dikatakan orang kaya.”

Ibrahim bin Adham berkata: “Zuhud dikelompokkan menjadi tiga macam: zuhud fardhu, zuhud sebagai keutamaan dan zuhud sebagai keselamatan. Zuhud fardhu adalah zuhud terhadap

perkara haram, zuhud sebagai keutamaan ialah zuhud terhadap perkara halal dan zuhud sebagai keselamatan ialah zuhud dalam perkara syubhat.”

Hasan al-Bashri berkata: “Aku bertemu dengan banyak kaum dan bergaul dengan banyak golongan. Mereka tidak tertarik dengan kemewahan dunia yang semu dan tidak pula sedih atau kecewa atas menjauhnya kenikmatan dunia darinya. Dunia di matanya adalah tidak lebih derajatnya dari debu. Ada di antara mereka yang bertahan hingga menjelang usia senja, tetapi tidak pernah memiliki sepotong baju utuh untuk melindungi tubuhnya, tidak juga perabot rumah tangga yang paling murah sekalipun. Bahkan tempat tinggalnya beralaskan tanah beratapkan langit.

Bila malam menjelang, mereka berdiri di atas kaki-kaki telanjang. Air mata jatuh membasahi pipi, dengan bermunajat kepada Tuhan agar membebaskan leher-leher mereka dari jeratan api neraka. Jika mereka melakukan amal kebaikan, biasanya bersyukur dan tiada henti-hentinya memohon kepada Allah swt. agar menerima amalan itu.

Andaikata mereka telah melakukan perbuatan yang salah, dengan penuh penyesalan mereka meratapi diri dari dosanya dan memohon ampunan-Nya. Demikianlah pemandangan yang sering terjadi di dalam kehidupan orang-orang yang shaleh. Demi Allah, mereka tidak akan terbebas dan selamat dari perbuatan dosa melainkan dengan ampunan-Nya. Semoga rahmat dan ridha Allah meliputi mereka.”
06.24 | 9 komentar

IQ One Nasyid

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 28 Mei 2011 | 09.35


Pada tahun 2004, 5 orang ikhwan semuanya aktivis JMF UMS, ngumpul bareng mereka berencana membuat sebuah kelompok nasyid. Mereka sepakat memberikan nama Islahul Qolby ( IQ), genree nasheed yang dipilih kala itu adalah accapella, Ternyata setelah berjalan beberapa lama, karena dirasa kurang harmonis dengan accapella, Ardhi mengusulkan untuk merubah format musicnya menjadi accoustic dengan menambah instrument Guitar dan Percussion. Pada saat itu personil bertambah lagi oleh mas purwanto sebagai Guitarist dan Mas Adam Percussionist. Formasi pada masa itu ada Ardhi ( Vocal), Zulkarnaen ( vocal), Agus (vocal), Fatkhuroji ( Maraccas) , Purwanto (guitar) dan Adam ( Perkusi).

Waktu terus berjalan, pergantian personil terjadi, bahkan ini adalah revolusi besar di tubuh IQ, dikarenakan adanya kesibukan personil yang sebagian besar menjadi aktivis kampus, Inilah personil IQ Nasyid:
Ahmad Solahuddin Al-Ayyubi Bin Ahamad
Wan Mohd Luqman Al-Hakim Bin Wan Ali
Mohd Firdaus Bin Mamat Awang Zulfahmi Bin Suhaimi
Wan Mohd Faiq Ibtisam Bin Wan Ali
Mohd Syafiq Bin Abdullah.

Inilah formasi baru IQ terkini dan alhamdulillah saat ini IQ, telah berkarya dengan sebuah nasyid ciptaan sendiri.

Mengawali karir dalam sebuah festival Nasyid 2006.
IQ-ONE adalah sebuah tim nasyid yang berasal dari Sekolah Menengah Agama Marang Terengganu. IQ-ONE bermula dari sekumpulan pelajar SMA Terengganu yang sering mengikuti festival nasyid yang diadakan oleh dinas pendidikan (Malaysia) tahun 2005. Ketika itu belum memakai nama IQ-ONE dan sekumpulan pelajar ini masih menggunakan nama IKHWANUL MUSLIMIN. Seiring berjalannya waktu para pelajar yang tergabung dalam Ikhwanul Muslimin ini satu demi satu meninggalkan tim nasyid ini karena lulus dan melanjutkan pendidikan ke tingkat yg lebih tinggi. Kendati pun begitu, namun berkat semangat salah satu personil yakni Sholahuddin dalam memperjuangkan Ikhwanul Muslimin bersama beberapa pelajar yang masih tergabung tetap aktif untuk show, menjejak panggung demi panggung yang mengundang.

Tibalah suatu masa ketika Ikhwanul Muslimin digandeng oleh seorang produser yang bernama Zul yang merupakan seorang gitaris jebolan grup musik rock 90 VISA. Ikhwanul muslimin bersama Zul menampilkan sebuah performance di hadapan Dewan Utama Darul Syifa Kuala Ibai. Sejak saat itulah Ikhwanul Muslimin semakin menguatkan tekad mereka untuk membuat sebuah album dengan bantuan Zul.

Ketika mereka tampil di pasaraya Sabasun Terengganu pada tahun 2009, maka munculah sebuah ide dari Luqman untuk mengganti nama tim nasyid ini dengan nama yang lebih komersil. Maka lahirlah IQ-ONE yang bermakna ISLAM QURAN ONE NATION EXCELLENT. Namun perjalanan IQ-ONE dalam membuat sebuah album terganjal karena mereka kekurangan personil dan masalah lainnya. Syafik yang mempunyai karakter vocal tinggi melanjutkan pendidikan ke Yordania sementara Luqman tak dapat bergabung karena masalah pribadi yang tak terselesaikan. Kedua tulang pungguh IQ-ONE ini tidak dapat bergabung. Namun mereka tidak berputus asa. Pada suatu ketika, Sholahuddin, Zul, dan Luqman telah mengikuti sebuah festival nasyid yang diadakan di pasar raya Sabasun. dan sudah menjadi rizqi mereka untuk menjuarai festival itu. dan disanalah mereka dipertemukan Allah dengan Firdaus yang turut mengikuti festival itu secara solo. Firdaus pun sepakat untuk bergabung ke dalam IQ-ONE. selepas itu konsep dirancang untuk mensukseskan album perdana. Zul menciptakan lagu demi lagu kemudian IQ-ONE melakukan recording di studio Hijjaz dengan naungan produksi sendiri IQ-ONE production, maka terbitlah pada Ramadhan tahun 2010 hits single IQ-ONE yang berjudul '

'Jangan Lupa Tuhan'

bila hati senang jangan sekali lupa Tuhan
dia menciptakan segala isi alam
dan bersyukurlah pada tuhan

ingat wahai teman dunia hanyalah pinjaman
tiada yang kekal
hidup sepanjang zaman
dan bertaqwalah pada tuhan

kita hanya hamba yang dicipta tuhan
lakukan suruhan tinggalkan larangan

sedarlah manusia
kita hidup cuma sementara
siapkan bekalan
tuk menempuh hari pembalasan

my friends listen 2 me
o0o0 never forget Allah
coz Allah is the creator
everything in the world
so we must obey and listen 2 him

Ya Allah Ya rahim Tsabbitnii 'alaa haadzaddiin
waghfir dzunubii wa dzunubal muslimin
warhamni O Ya Rabbi

Record Label:
IQ ONE PRODUCTION ENTERPRISE

Untuk Mengundang Iq-One, Hubungi kami di line telpon:
014-5056847-(manager IQ-ONE) / 0145095899 Abdu- Muhaimin Bin Abu Bakar(PR IQ-ONE)

Didirikan pada 2005 di SMA Marang.

General Manager amira azyyati draman
Press Contact 014-5056847
09.35 | 5 komentar

MUNAJAT


Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim... Demi kemuliaan Rasul Mu saw kami merintih memohon keampunan dari Mu. Di depan pintu Mu yang mulia, dengan kemuliaan kekasih Mu, kami berdiri dengan kehinaan, merayu pada Mu agar dikurniakan kami sekeping hati yang mencintai Mu, yang mencintai Rasul Mu.

Kurniakanlah kecintaan yang meleburkan nafsu ammarahku, kecintaan yang membuatku ibadah, kecintaan yang menggoncangkan kerinduan, sehingga tiada yang kami pandang pada alam ini melainkan segalanya adalah wajah Mu, Af’al Mu, Asma’ Mu dan Sifat Mu.

Demi Rasul Mu Muhammad saw yang terpuji, yang termulia di antara makhluk Mu, yang paling tercinta di sisi Mu, yang Engkau ciptakannya bagi sekalian alam, karena cintaMu padanya Engkau ciptakan Adam a.s... Sesungguhnya Engkau mengangkat kenabian sebelum ruh Adam a.s bersatu dengan jasadnya, yang dengannya Engkau merahmati sekalian alam, dan Nur al-Haq ini Engkau telah datangkan bagi segala urusan, menyatakan kerasulannya sebagai cahaya sekalian manusia.

Dari lautan ini ya Allah, kami mohon agar menitis pada hati-hati kami yang kering ini, yang kering dengan cinta, kering dengan kerinduan, kering dengan ketakutan, kering dengan keikhlasan, maka Kau basahkan hati kami ini dengan cinta ya Allah, dengan rindu, dengan ketaqwaan, kefakiran, keikhlasan, ridha, sabar, tawakal, zuhud, merasai kedekatanMu, kemanisan ibadah dan kemanisan persaudaraan.

Ya Allah ya Rahman ya Rahim... Betapa hidup ini kami lalui dari alam nur menuju kegelapan alam rahim ibu, kemudian berada dalam alam tipu daya ini. Tanpa kasih Mu, tanpa kasih Rasul Mu maka butalah kami di sini ya Allah, butalah kami di sini, butalah kami di sini ya Allah! Binasalah kami di sini.

Kami mengejar dunia, akhirat kami tinggalkan. Menghadap wajah makhluk Mu, wajah RasulMu kami palingkan. Betapa banyak yang hidup tanpa ada hidayah, mereka yang diberi hidayah, sedikit yang istiqamah. Betapa banyak yang ada iman, tapi terlalai dengan ibadah, yang ibadah pula sedikit yang ikhlas, yang ikhlas pula banyak tertipu dengan keikhlasannya.

Ya Allah ya Tuhan kami, Tolonglah kami yang lemah ini, yang tiada berdaya ini ya Allah... Kami berada di zaman fitnah Dajjal, zaman yang merenggut setiap iman dalam dada kami, zaman yang menjadikan ulama penyembah dunia, zaman yang penuh dengan dusta, zaman golongan muda mencela ulama yang haq, zaman mencela ilmu, para ulama dan auliya, zaman yang benar dikatakan batil, yang bati dikatakan benar, zaman yang mencabut rasa malu di kalangan wanita, zaman yang tiada menghiraukan hari pengadilan, zaman para artis disanjung dan orang soleh dihina, zaman yang memecahkan persaudaraan Islam.

Ya Allah ya Rahman ya Rahim... Kami mohon agar Engkau peliharakan diri kami, kaum keluarga kami, para sahabat, saudara, tetangga, masyarakat kami, sekalian muslimin dan muslimat dari kerusakan di zaman ini. Hidupkan jiwa ini dengan mahabbah kepada Rasulullah saw, mencintai sunnahnya, mencintai ahli kelurga dan para sahabat Baginda. Hilangkanlah dari hati kami segala kesombongan, kebencian, kemarahan, tamak, riya dan ujub dan gantikan dengan segala sifat yang Engkau cintai. Kurniakanlah kami ya Allah, kemanisan dalam munajat kepada Mu, kerinduan pada Rasul Mu, bersyukur atas kewujudan Baginda di setiap nafas kami, air mata yang mengalir karena cinta ya Allah, kemabukan dalam keasyikan fana di dalam ketauhidan pada Mu.

Ya Allah ya Lathif ya Ghaffar... Engkau pancarkanlah cahaya ketauhidan sehingga tiada dapat kami pandang yang lain melainkan diri Mu, yang awal dan akhir, dan jadikan jiwa kami hanya muraqabah pada Keesaan Mu... “Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana kamu berada”, hanya engkau ya Allah...

Ya Allah, Jadikan diri kami ya Allah, merasakan diri Mu senantiasa bersama kami dimana kami berada, Ya Allah, Kami mohon agar tercabutnya kegelapan hati kami ini, yang membutakan mata kami, memekakkan telinga kami dan sekalian anggota kami... gantilah ia dengan nur yang indah, agar dengannya mata, telinga, seluruh anggota badan kami ini dapat mengenal pada Mu, merasai dekat dengan Mu. Masukkan kami ya Allah, kaum keluarga kami, dalam cahaya Nabi Mu ya Allah, dengan Engkau beri kelapangan bagi mereka yang dalam kesempitan, Engkau kurniakan rezeki yang berkat pada mereka yang kesusahan, Engkau selesaikan segala hutang-hutang mereka yang berhutang, merapatkan hati yang bercerai berai, Engkau limpahkan kasih sayang pada hati-hati yang benci membenci.

Ya Allah, Engkau jadikan anak-anak kuat agamanya dan taat pada ibu bapaknya, Engkau jadikan ibu bapak dihidayahkan iman dan dipenuhkan dengan kasih sayang, Kau peliharakan mereka dari segala bahaya dan kejahatan baik dari kalangan jin atau manusia.

Ya Allah...Berilah kemaafan kepada mereka yang mencela kami, yang memfitnah akan kami. Satukanlah ummah ini, Engkau peliharakanlah negara ini dari bala kehancuran agama, berilah hidayah pada pemimpin yang terlalai, pada ulama yang tertipu dengan ilmunya, para abid yang tertipu dengan ibadahnya. Kepada Mu kami memohon dan kepada Mu kami berserah diri...
03.46 | 4 komentar

SHOLAT

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 27 Mei 2011 | 17.38


Terdapat perkembangan kurang sehat di kalangan generasi hari ini. Sekian banyak curahan hati, masalah pribadi, pergolakan keluarga, keruntuhan rumahtangga dan lain lainnya. Semua permasalahan itu melibatkan individu-individu yang bermasalah dalam pelaksanaan sholat.

Sholat adalah perkara penting dalam kehidupan. Ibadah sholat yang sempurna menjadi benteng dari perbuatan buruk, dan mengukuhkan jatidiri seorang mukmin bertaqwa dari menghampiri perbuatan maksiat dan berterusan dalam dosa.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. al Ankabut : 45 )

Kesempurnaan kewajiban ibadah sholat dapat dicapai dengan memulakan didikan sholat kepada anak-anak sejak kecil, yaitu bila mereka sudah mulai menunjukkan minat meniru setiap gerak laku ibu bapak yang biasanya terjadi pada awal usia dua tahun.

Melentur buluh biar dari rebungnya, demikian nasihat orang-orang dahulu kala. Sebelum anak-anak mencapai usia 7 tahun, sebagai orang tua bermula hanya dengan mengajak-ajak anak-anak agar mereka mau untuk sholat bersama, menghamparkan sajadah dan memakaikan mukena agar mereka merasa terbawa untuk mengikuti pergerakan-pergerakan yang ada di dalamnya.

Betul atau salah cara mereka menunaikan tiang agama itu dari sudut perbuatan. Bacaan maupun bilangan rakaat sholat yang ditunaikan pada ketika ini bukan menjadi persoalan karena tujuan utama hanyalah untuk menanamkan minat dan memperkenalkan anak-anak kepada ibadah sholat.

Tidak perlu menggunakan "perintah" untuk memaksa a n a k-a n a k m e l a k u k a n nya. Perkembangan kemampuan anak-anak melakukan gerakan sholat akan berlaku hasil dari kematangan proses belajar yang diberikan. Pengalaman dan pelatihan yang berterusan mempunyai pengaruh yang baik. Bermula dengan didikan asas sejak kecil dan ia akan berkembang selaras dengan pertambahan usia.

Setelah usia anak-anak mencapai 7 tahun ke atas, barulah perlu mengajar anak-anak berwudlu’ dengan cara yang betul, menyimak bacaan sholat mereka terutama bacaan-bacaan yang dikategorikan sebagai rukun sholat. Membelikan untuk anak anak perlengkapan sholat sebagai satu rangsangan dan motivasi yang akan menghadirkan perasaan gembira untuk menunaikan sholat bersama-sama.

ANJURAN DAN LARANGAN

Melatih dan mendidik anak-anak untuk melazimi sholat fardu yang lima bukan sesuatu yang mudah. Ia memerlukan kesabaran, konsentrasi dan komitmen yang berterusan dari kedua ibu bapak. Baik suami, juga isteri, kedua- duanya perlu saling bekerjasama dan tidak berselisih dalam menentukan corak didikan terhadap anak-anak.

Jika ketika mereka kecil, hanya mengajak dan memberi anjuran, tetapi sebaik saja mereka melangkah usia mumayyiz, diupayakan keinginan untuk sholat itu bukan terhasil dari suruhan atau

perintah ibu bapak, sebaliknya ia hadir dari kesadaran mereka terhadap penunaian sholat

sebagai satu kewajiban yang mesti dilaksanakan ke atas setiap muslim yang taat kepada TUHAN ar Rahman.

Pada tahap ini, orang tua hendaknya menyemai mujahadah (kesungguhan dari diri sendiri) pada diri anak-anak agar pemahaman dan ilmu yang ada tentang sholat dapat diakui oleh hati. Untuk lebih membantu anak-anak tanpa meninggalkan mereka begitu saja, bisa dengan menempelkan jadwal waktu sholat di pintu bilik mereka. Jika masih lalai dengan bermain dan sebagainya, sehingga sholat tidak ditunaikan di dalam waktunya, maka perlu mengenakan hukuman ringan sebagai satu pelaksanaan dari hadits Rasulullah SAW yang bermaksud: “Suruhlah anak-anakmu sholat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkan sholat ketika berumur sepuluh tahun..” ( Hadits riwayat Ahmad dan Abu Daud )

MENJAGA FITRAH

Hendaknya menjaga fitrah anak-anak sedari kecil agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif sebagaimana maksud dari sabda baginda SAW yang lain: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka kedua ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi“.(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Setiap ibu bapak hendaknya menginsafi bahwa melalui latihan sholat yang memerlukan pengorbanan masa, tenaga dan perasaan, ia tidak lebih adalah sebagai langkah awal untuk memperkuat fitrah ilahiyah yang wujud sejak azali di dalam diri setiap manusia. Ia disubur dan dikembangkan melalui pelaksanaan lima rukun Islam yang disyariatkan oleh Allah SWT di mana salah satu darinya ialah ibadah sholat fardlu yang lima.

Usaha selanjutnya dikembangkan kepada kesadaran untuk meningkatkan kualitas sholat,sehingga dengannya, ia mampu mencegah anak- anak dari perbuatan keji dan mungkar. Kwalitas ini secara lahiriahnya terungkap dari bagaimana nilai-nilai sholat itu ‘hidup’ dalam diri individu yang mendirikannya. Mereka yang sholat dengan pelaksanaan yang benar, akan mampu menjaga waktu, memiliki taqwa kepada Allah dengan menjaga tingkah laku, memelihara lidah dari berkata yang sia-sia dan menipu, serta merasakan pengawasan Allah pada setiap ketika, walau dimana mereka berada. “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikansholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”(Surah Ibrahim ayat 40 )

"Sesungguhnya yang paling pertama dihisab pada seorang hamba di hari Kiamat dari amalannya ialah sholat. Sekiranya sholatnya baik, maka dia akan berjaya dan selamat. Sekiranya sholatnya rusak, maka dia akan kecewa dan rugi." (Riwayat At Tirmizi, An Nasa’i dan Ibnu Majah )
17.38 | 4 komentar

PEMISAH


Adanya sebagian ulama yang mendukung penguasa sekuler yang beragama Islam bukanlah suatu yang baru. Sejak pemeritahan sekuler bertapak di negara umat Islam pasca penjajahan barat ke atas negara Islam. Golongan ulama penyokong ini membantu bertahan dan berlangsungnya penguasa sekuler hingga hari ini. Kebangkitan perjuangan ke arah Islam yang universal banyak dihambat kemajuannya oleh fatwa, hukum, pandangan dan penentangan dari segolongan ulama yang terus menyokong pemerintahan sekuler.

Para ulama pendukung penguasa sekuler itu menjadi sebab besar kekeliruan umat dan rakyat di dalam memahami perjuangan Islam, bahkan di dalam memahami agama Islam yang benar dan asli. Sebelum rakyat tewas, ulama ini telah tewas lebih awal. Mereka gagal berperanan karena mereka sendiri memiliki tubuh yang cacat di sana sini. Era penjajahan yang panjang mewariskan Islam yang semakin terpinggir. Pengajaran dan pendidikan Islam yang merupakan nadi kekuatan umat telah menjadi mangsa serangan musuh yang dirancang rapi untuk dirusakkan hingga ke akar akarnya. Maka lahirlah di depan umat sebuah Islam dalam maknanya yang tidak asli, layu dan jauh dari pejuang dan pendukungnya yang benar.

Inilah Islam yang didukung oleh ulama jenis tadi dan pemerintah sekuler muslim menjadikan mereka sebagai tongkat yang memberi mereka kekuatan untuk terus menjadi penguasa yang batil ke atas umat Islam sehingga kini.

***

Mereka ini cukup untuk digolongkan dalam dua aliran;

Pertama, aliran nifaq dan penipu yang hidup untuk dunia. Inilah golongan yang menjual agama dengan kehidupan dunia. Apabila didesak dan ditanya mengapa mereka sanggup membelakangi kebenaran, mereka tidak segan untuk menjawab bahwa kami hanya mau cari makan, kami mau kenyamanan sebagaimana orang lain, kami memilih untuk menjauhi pertikaian dan kemudharatan dan kami sudah diberi kedudukan baik untuk menyebarkan Islam (Islam yang cacat)!

Ulama suu’. Ulama jahat. Inilah nama yang dilabelkan Islam ke atas golongan ulama jenis ini yang sering diperingatkan oleh Allah dan rasulNya saw dengan adzab yang pedih dari sisi Allah karena menyembunyikan kebenaran dan meridhai kemungkaran di hadapan mereka.

Kedua, aliran lemah dan jahil mengenai perjuangan Islam dan dakwah. Dalam denyut dan nada yang ikhlas untuk agama, mereka menyeru kepada Islam sedangkan mereka sebenarnya memimpin dan menunjuk kepada kesamaran dan kekeliruan. Ia bermula dari pemahaman mereka sendiri terhadap Islam, dakwah dan perjuangan yang cetek dan lemah.

Mereka mengenali Islam dan mempelajarinya di luar lingkungan perjuangan, sedang agama ini mestilah difahami dan dihidupkan di dalam dunianya, acuannya yang ditetapkan Allah. Acuan Allah.

Aliran kedua ini bukanlah seburuk aliran pertama yang telah rusak keikhlasan dan telah membesar kerakusan mereka terhadap kemewahan duniawi yang diterima. Aliran ini walau bagaimanapun adalah penyakit yang perlu dirawat dan rawatannya adalah rumit karena ia melibatkan kumpulan pemuka agama yang kepada merekalah tergadai kepercayaan umat dan ke atas merekalah tanggung jawab memimpin umat ini.



***

Beberapa inti persoalan, yang menjadikan aliran ini berlawanan dengan kelompok perjuangan

Islam yang syumul yang berjalan di atas sunnah al Rasul yang jelas dan terang benderang adalah;

1) Perihal sekularisme: Aliran ini walaupun memahami bahaya sekularisme tetapi masih meladeninya dan menganggap ia bukan bahaya besar umat dan bisa diobati dengan mudah melalui nasehat dan teguran terhadap pemerintah. Padahal justru mereka kekal mendukung pemerintah sekular dengan harapan mampu mengislamkan mereka. Sebaliknya, aliran perjuangan Islam memutuskan bahwa sekularisme adalah puncak utama kejatuhan umat Islam dan ia menjadi senjata ampuh musuh untuk menghancurkan tamadun Islam dan umatnya. Bahkan gerakan Islam melihat bahwa kebangkitan Islam dan kemajuannya tidak mungkin tercapai sehinggalah faham sekularisme ini dicabut dari akar akarnya dengan menukar pemerintahan Islam yang tulen dan syumul.

2) Perihal faham nasionalisme: Aliran ini melihat semangat kebangsaan adalah tidak bertentangan dengan Islam. Maka kedua-duanya berkepentingan bersama. Bahkan apabila pemerintah menjadikan kebangsaan sebagai dasar pemerintahan, mereka mempertahankannya dan melihatnya sebagai kemenangan untuk Islam. Sebaliknya, aliran perjuangan Islam yang syumul melihat faham nasionalisme adalah umpan penjajah yang dilepaskan ke seluruh dunia Islam untuk menjauhkan mereka dari Islam yang bersifat universal dan juga untuk memecah-belah kesatuan umat Islam sedunia agar menjadi lumpuh dan hancur selama-lamanya. Oleh karena itu memerangi fahaman ini dengan menukarkannya dengan fahaman Islam yang menyeluruh, universal dan sederhana di sisi perjuangan Islam adalah kewajiban yang mesti dilaksanakan.

3) Perihal teguran dan jihad terhadap pemerintah: Aliran ini melihat pemerintahan umat Islam hari ini mestilah ditaati sebagaimana arahan Allah dan rasulNya. Semua pelanggaran terhadap agama seperti kedzaliman, suap dan sebagainya hendaklah diselesaikan melalui nasehat dan teguran yang tidak menjatuhkan pemerintahan. Gerakan menjatuhkan dan menukar pemerintahan dengan apa cara sekalipun adalah bertentangan dengan Islam dan disifatkan sebagai pendurhakaan terhadap agama.

Sebaliknya, aliran perjuangan Islam melihat bahwa pemerintahan Islam yang dzalim dan keluar dari tuntutan agama berhak dan mesti ditukar jika mereka terus dan enggan berubah.

Kesalahan hanya berlaku jika usaha itu membawa kepada pertumpahan darah yang disengajakan seperti menghulurkan senjata ke arah pemerintah. Islam mengharamkan pertumpahan darah sesama umat syahadah.

4) Perihal dakwah dan perjuangan Islam: Aliran ini menafsirkan kalimah ‘hikmah’ dalam berdakwah dengan tafsiran yang berbeda dengan aliran perjuangan Islam. Mereka dilihat lebih memilih jalan kompromi demi menjaga hati pemerintah dan demi memperolehi tempat dan jabatan yang mengekalkan mereka dalam roda pemerintahan. Bagi mereka, kekal dalam pemerintahan dan mengelak pertikaian dengan mereka adalah hikmah besar untuk kebaikan Islam.

Pemahaman mereka seperti ini di sisi aliran perjuangan Islam adalah tafsiran yang mencacatkan pengertian hikmah dan perlaksanaannya. Di sinilah kedua-dua aliran tersebut bertabrakan.

5) Perihal jamaah Islam: Aliran ini melihat bahwa jamaah Islam adalah setiap umat yang menyeru kepada al makruf dan mencegah kemungkaran walaupun mereka tidak terikat dengan kumpulan Islam yang terikat dengan peraturan dan syarat jama’ie. Oleh karena itu keperluan untuk menyokong atau mendukung jamaah-jamaah Islam adalah tidak perlu selagi mereka berkerja untuk Islam juga. Taat kepada pemerintah adalah karena pemerintah adalah jamaah Islam juga. Sebaliknya, bagi aliran perjuangan Islam penting kewujudan jamaah Islam yang dilengkapi peraturan, ciri, syarat dan visi perjuangan yang membawa umat Islam yang hanyut tanpa khilafah yang menaungi mereka hari ini ke arah kehidupan Islami yang tunduk dan wala’ kepada pemimpin Islam di dalam jamaah sehingga lahir khilafah yang baru. Kesempurnaan Islam adalah pada mengikat diri pada jamaah Islam yang syumul.

Inilah 5 inti permasalahan yang memisahkan dan membedakan ulama aliran sekuler dengan aliran perjuangan Islam yang dipelopori gerakan-gerakan Islam di serata dunia. Tidak akan pernah bertemu antara Hak dan Batil... selama lamanya. Jika tidak dibarisan yang benar maka diri berada dalam barisan batil.
08.12 | 0 komentar

Bahtera Cinta

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 26 Mei 2011 | 16.38


Sudah menjadi tuntutan fitrah manusia untuk menyukai lawan sejenisnya. Tidak ada yang dapat menolak dorongan fitrah ini kecuali ia akan merusak dirinya sendiri. Atau secara rahasia menyalurkannya melalui cara-cara yang keji dan hina. Allah telah memberi panduan kepada manusia untuk memenuhi hasrat ini melalui institusi perkawinan.

Memandangkan hubungan yang khas dan istimewa antara seorang lelaki dan seorang perempuan yang diikat dengan tali perkawinan maka memilih calon hidup menjadi momen yang penting sekaligus genting bagi seorang Mukmin atau Mukminah yang ingin membentuk keluarga Al-Qur’an. Cita-cita mewujudkan keluarga Al- Qur’an akan lebih berhasil jika calon pasangan hidup yang dipilih mempunyai keinginan yang sama. Sudah pasti pasangan ini telah menyiapkan diri untuk mencapai matlamat tersebut. Inilah makna lain dari sekufu.

Tanpa proses dan kaedah pemilihan yang betul, mahligai rumahtangga Al-Qur’an juga sukar untuk ditegakkan dengan kukuh. Pada ketika inilah kekuatan dan hampirnya hubungan dengan

Allah amat membantu dalam menentukan pemilihan yang betul. Sesungguhnya hanya Dia yang Maha Mengetahui siapa pasangan yang terbaik bagi seseorang.

***

Ketika akad diucapkan dan tangan wali perempuan dijabat, maka bermulah babak baru dalam proses pembentukan keluarga Al-Qur’an. Episod yang sukar diduga. Pernikahan mengikat dua insan yang amat berbeda sama sekali. Berbeda pribadi, berbeda latar belakang, pengalaman hidup, kefahaman bahkan kebiasaan- kebiasaan yang dilalui dalam hidupnya. Ketika ini kekuatan akidah, pemahaman fikrah, keteguhan azam, kesabaran dan kedewasaan serta kematangan menjadi penting untuk menghadapi perbedaan-perbedaan tersebut. Sekaligus menjadikan kedua pribadi yang berbeda itu saling lengkap melengkapi dan menguatkan antara satu sama lain. Bukannya saling memperlecehkan dan melemahkan.

Dalam mengayuh biduk kehidupan baru inilah, kesungguhan untuk menegakkan kehidupan al-Qur’an diuji. Pasangan ini mungkin boleh merancang untuk sama-sama menghidupkan malam dengan qiyamulail, memulakan setiap hari baru dengan dzikir, tadabur Qur’an sebelum meninggalkan rumah, muraja’ah kitab-kitab setiap kali ada kelapangan serta mengakhiri tirai malamnya dengan witir. Namun semua ini tidak semudah apa yang dirancangkan. Dalam realiti kehidupan tidak semua yang kita inginkan dapat kita realisasikan. Sekali lagi pemahaman, kedewasaan, pengalaman serta kesabaran dari kedua belah pihak memainkan peranan penting. Semuanya untuk memperteguhkan diri dengan azam yang telah disepakati. Tidak peduli ada dalam keadaan senang atau susah, sendirian atau bersama- sama.

Di sinilah ‘partnership’ (kerjasama) antara suami isteri menjadi modal penting. Suami sebagai ketua keluarga boleh tidak meletakkan kedudukan istri sekadar sebagai pengikut. Istri juga harus tampil sebagai rekan berbagi yang baik. Rekan berbagi yang dapat mendorong suamimya dalam kebaikan, mengingatkan jika terlupa atau lalai, bahkan menegur jika suami melakukan kesalahan.

Usaha untuk saling memperbetulkan ini, pasti akan membantu keluarga ini untuk terus istiqamah... merebut gelaran keluarga Al-Qur’an.

***

Allah Azza Wa Jalla mengajarkan sebuah doa yang indah berkaitan dengan hal ini ketika Dia menjelaskan tentang sifat-sifat ‘Ibadurahman, dalam firman Nya yang artinya: “Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Rabb kami, anugerahkanlah kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati(kami) dan jadikanlah kami imam orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Furqan :74).

Usaha untuk membentuk keturunan yang menyenangkan hati, sesungguhnya bermula sejak penentuan siapa ibubapaknya. Kemudian pada saat menabur benih hingga tiba saatnya bagi manusia baru itu untuk melihat dunia. Tahap interaksi dan kedekatan hubungan dengan al- Qur’an, sekali lagi, memegang peranan penting dalam mencetak “buah hati” dengan konsep al- Qur’an sejak dini.

Kedua ibu bapak haruslah mengoptimakan tahun-tahun emas (golden ages). Yaitu ketika peringkat otak anak-anak tumbuh berkembang, yang membuatnya mampu menyerap maklumat secara efektif dan cenderung untuk kekal.

Pengalaman para penghafal Al-Qur’an menunjukkan betapa besarnya peranan orang tua terutama ibu untuk menanamkan al-Qu’ran di benak mereka semasa usia di bawah enam tahun.

Lingkungan juga mempengaruhi diri seseorang. Oleh itu ibu bapak harus memastikan anaknya berada di dalam lingkungan yang sehat. Baik dari segi jasad, fikrah maupun kalbu mereka.

Seorang hafidz, apabila ditanya apakah yang mendorongnya untuk menghafal al-Qur’an mengatakan bahwa minat ini timbul sejak kecil lagi karena dia senantiasa dikelilingi oleh orang-orang yang mampu menghafal al-Qur’an. Mereka ini tinggal di sekitar tempat tinggalnya.

Lingkungan yang paling dekat tentu saja keluarga sendiri. Maka ibu bapak harus terus menerus berusaha untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya dengan perkataan dan perbuatan. Amatlah wajar sekiranya ibu bapak berusaha bersungguh-sungguh untuk menjadi teladan. Contohnya, dengan memperbanyakkan hafalan, mentadaburkan serta mengamalkannya.

Keluarga al-Qur’an. Bukan suatu yang mustahil. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Rancanglah jalan-jalannya. Kuatkan azam bulatkan tekad. Iringkan doa....Insya Allah pertolongan Allah bersama kita.
16.38 | 6 komentar

Bagianmu Jangan Kamu Lupakan


Begitu populernya do'a ini. Sebuah do'a yang tertera dalam kitab suci Al-Qur'an, surat Al-Baqarah ayat 201. Di dalam kegiatan manasik haji, do'a ini menjadi idola para calon jamaah haji. Maklum dengan hafal do'a ini, konon akan mempermudah para jama'ah dalam melakukan aktivitas perjalanan hajinya.

Do'a ini mampu mengganti do'a-do'a lain, yang begitu banyak tersebar dalam setiap aktivitas di tanah haram. Begitu populernya do'a ini, sehingga setiap orang ketika melakukan do'a untuk memohon sesuatu kepada Allah, baik secara pribadi maupun secara kolektif, selalu ditutup dengan do'a ini.
QS. Al-Baqarah (2) : 200 - 202
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyangmu, atau berzikir lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian di akhirat.
Dan di antara mereka ada orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Sungguh sangat layak do'a ini disebut sebagai doa 'sapu jagad' atau doa universal, sebab :

1. Jangkauannya kini & Nanti (dunia & akhirat)
Apa yang diinginkan oleh do'a ini memiliki jangkauan yang sangat luas. Isi dalam do'a ini tidak menginginkan suatu yang bersifat materi, tetapi lebih kepada sesuatu yang memiliki makna lebih penting, lebih luas, lebih menyeluruh, dengan masa yang sangat panjang. Tidak terbatas pada kehidupan dunia saja tetapi, menjangkau pada kehidupan akhir yang lebih abadi, lebih kekal, dan lebih indah dibanding dengan kehidupan kini.

QS. Al-A'laa (87) : 16-17
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

QS. Qashash (28) : 77
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan, janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Meskipun urusan duniawi begitu kecilnya dibandingkan dengan urusan akhirat, tetapi tetap urusan duniawi jangan dilupakan. Karena melalui dunia inilah keberhasilan akhirat akan kita dapatkan.

2. Mengapa formulasinya dunia lebih dahulu ?
Apakah lebih penting dunia dibanding akhirat? Seseorang bertanya dalam suatu diskusi agama. "Apabila akhirat lebih penting, mengapa di dalam kita berdo'a, yang diucapkan lebih dahulu, atau yang diminta lebih dahulu adalah kebahagiaan dunia? Bukan kebahagiaan akhirat? Apa maksudnya?" Maka dengan bijaksana, sang ustadz-pun menjawab: "Benar, bahwa akhirat itu memang lebih penting. Dengan didahulukannya sebutan dunia, bukan 'berarti dunia yang lebih penting, tetapi justru akhirat-lah yang jauh lebih penting."

Lanjut pak Ustadz : "Rasul pernah mengatakan bahwa hidup ini bagaikan garis lurus. Jika anda yakin seperti apa yang disampaikan Rasulullah, maka sebenarnya dunia dan akhirat berada pada satu garis lurus. Artinya kita akan bertemu dengan akhirat setelah kita melalui dunia ini."

Dengan kata lain, jika yang kita tuju hanya dunia saja, kita tidak akan bertemu dengan akhirat. Karena letaknya akhirat di ujung perjalanan. Sebaliknya jika yang kita tuju adalah kehidupan akhirat, kita pasti akan bertemu dan melewati dunia." "Hal itu dikarenakan posisi dunia berada pada jarak yang lebih dekat, sementara akhirat berada pada penghujung perjalanan manusia....". "...alhamdulillaah, saya mengerti ustadz, terima kasih..." jawab sang penanya.

3. Perbandingan dunia dan akhirat
Selain masalah sebutan yang mendulukan dunia daripada akhirat, perbandingan dunia dan akhirat selalu saja menjadi bahan pembicaraan dalam setiap diskusi. Kata seseorang peserta diskusi : "Dunia ini begitu luasnya, bumi tak ada artinya dibanding dengan besarnya alam semesta raya yang sulit diukur batasnya. Lalu bagaimana dengan kehidupan akhirat nanti? Seberapa luas kehidupan akhirat nanti?"

Pak Ahmad, sebagai salah satu peserta diskusi mencoba menjawabnya :"...tentu kita tidak bisa mengukur secara pasti luasnya negeri akhirat, tetapi saya teringat kata rasulullah saw, bahwa perbandingan dunia dengan akhirat seperti setetes air yang jatuh dari ujung jari kita ke dalam samudera. Sementara air yang ada di samudera itulah akhirat nanti...!

Berarti benar-benar kehidupan dunia yang nampaknya luas dan besar ini, tidak ada artinya sama sekali, dibanding dengan kehidupan akhirat. Yang jauh lebih luas, jauh lebih kekal, jauh lebih abadi, dan jauh lebih indah..." Peserta diskusinya pun membenarkan pendapatnya.

Begitu pendapatnya disetujui oleh peserta lain, Ahmad pun membuka Al-Qur'an yang ada di tangannya, dan ia mengutip sebuah ayat Al-qur'an yang berbunyi :

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di ahirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
(QS. Al-Hadiid 57 : 20)

4. Digunakan sebagai penutup do'a
Disebut do'a sapu jagad, karena do'a ini telah disepakati oleh para ulama, bahwa berdo'a tanpa do'a ini rasanya tidak lengkap. Bahkan begitu populernya do'a sapu jagad ini, sampai seorang non Islam yang bekerja sebagai fotografer pada suatu acara pernikahan, ia hafal betul. Setelah pak ustadz membaca do'a "Rabbanaa aatina fiddunya hasanah..."ini, sang fotografer pun mengetahui bahwa do'a telah menjelang selesai. Dan ia siap bertugas untuk memotret acara berikutnya.

Pak Robert sang juru potret itu, ketika ditanya oleh seseorang yang kebetulan duduk di sebelahnya, mengapa ia mengetahui bahwa do'a pada acara itu sudah menjelang selesai? ia menjawab :
"wah, saya sudah hafal betul. Do'a sepanjang apa pun menurut pengalaman saya, jika sudah sampai pada do'a tersebut berarti do'a sudah hampir selesai." Katanya.

5. Tidak berani minta surga
Satu hal yang perlu kita ingat dan kita renungkan, ialah bahwa dalam do'a ini kita tidak diajari untuk meminta surga. Sementara dalam kehidupan kita sehari-hari apabila kita bertanya pada setiap orang, apa yang mereka inginkan jika mereka berbuat baik? Mungkin lebih dari sembilan puluh persen mereka akan mengatakan minta surga. Tetapi do'a sapujagad ini, do'a yang paling dihafal oleh seluruh umat Islam ini adalah do'a yang di dalamnya tidak mengajarkan untuk minta surga. Ada apa gerangan? Mengapa?

Dari seluruh ayat Al-Qur'an yang di dalamnya terdapat kata-kata surga, tidak satu pun ayat yang mengatakan bahwa manusia dengan perbuatan baiknya yang telah dilakukan ketika hidup di dunia, dengan sendirinya ia akan masuk surga. Tetapi yang ada di dalam Al-Qur'an ialah bahwa Allah-lah yang akan memasukkan surga kepada siapa yang dikehendakiNya. Allah menggunakan kekuasaanNya, dan akan memasukkan surga kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Surga adalah milik Allah. Surga adalah sebuah hadiah dari Allah bagi orang yang berhasil dalam perjuangannya ketika di dunia.

Surga adalah tempat kenikmatan yang diberikan oleh Allah Swt. Surga bukan ada dengan sendirinya. Surga bukan tujuan akhir bagi seorang hamba. Sebab tujuan akhir dari perjalanan manusia adalah Allah Swt. Dzat Yang Maha Indah, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana, Raja di hari kemudian, Dialah Allah Azza walla, Dzat Yang Maha segala Maha.... Yang hanya kepadaNya semua akan kembali.

QS. At-Taubah (9) : 21
Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal,

QS. An-Nisa' (4) :13
Hukum-hukum tersebut itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

QS.Al-Insan (76) : 31
Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

6. Yang diminta dalam do'a sapu jagad
Dalam do'a tersebut yang diharapkan dan diminta oleh seorang hamba kepada Tuhannya ada tiga aspek utama. Yang hal tersebut secara eksplisit lebih dipentingkan dari pada surga.

a. Dunia yang Khasanah
Apakah dunia yang khasanah itu? Dunia yang khasanah adalah kehidupan dunia yang menentramkan hati, yang menjadikan jiwa menjadi tenang dan damai. Merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Bisa sabar terhadap ujian dan cobaan yang menimpa, serta selalu bersyukur terhadap nikmat yang yang diberikan.

QS. Al-Fajr (89) : 27-30
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.

b. Akhirat yang Khasanah
Apakah akhirat yang khasanah itu? Kehidupan di hari akhir nanti tak ada pilihan lain kecuali surga atau neraka. Surga adalah tempat balasan bagi orang-orang yang berhasil dalam kehidupannya. Ia telah sukses menjalankan perintah Allah, dan dengan rela ia meninggalkan larangan-laranganNya.

Sementara neraka adalah tempat siksa bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah. Mereka selalu melakukan perbuatan yang dilarangNya dan tidak pernah menjalankan apa yang diperintahkanNya.

Di alam akhirat nanti, orang-orang yang mendapatkan akhirat khasanah, mereka betul-betul bahagia. Selain mendapatkan surga yang telah dijanjikan Allah, mereka juga bertemu dengan Allah swt dalam keadaan bahagia.

QS. Al-Hasyr (59) : 20
Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.

QS.Al-Kahfi (18) : 31
Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat-istirahat yang indah;

QS. Ali-Imran (3) : 12
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".

c. Terhindar dari siksa api neraka
Neraka, adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Demikian informasi dari Al-Qur'an al Karim. Bahkan bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu. uih, begitu menggiriskan...tentu saja sebagai hamba yang beriman kita mohon untuk dihindarkan dari siksa neraka ini. Karenanya do'a sapu jagad tersebut, betul-betul do'a yang tepat, yang universal, yang dipakai untuk penutup dari segala do'a.

QS. Ali-Imran (3) : 10
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

QS. Ali-Imran (3) : 192
Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

7. Yang penting adalah mendapat ampunanNya
Mohon ampun adalah salah satu sifat dari orang yang taqwa. Di dalam Al-Qur'an disebutkan bagaimana ciri-ciri orang yang bertaqwa yang selalu mohon ampunan Allah

QS. An-Nisa' (4) : 106
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. An-Nisa' (4) : 110
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. Ali-Imran (3) : 17
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Bahkan mohon ampun di waktu malam (waktu sahur), merupakan salah satu ciri istimewa bagi orang yang bertaqwa. Bangun di waktu sepertiga malam ketika sebagian besar manusia terlelap dalam tidurnya, seorang hamba yang bertaqwa bangun dari tidurnya. Bergegas ia ke kamar mandi mengambil air wudhu. Dibasuhnya semua perilaku yang salah, melalui tangannya. Dibasuhnya ucapan yang sering khilaf melalui mulutnya. Dibasuhnya pandangannya, dibasuhnya nafasnya, dibasuhnya fikirannya... Dan akhirnya dibasuhnya kedua kakinya dengan maksud agar langkah kakinya yang sering tak terarah itu menjadi bersih, suci, untuk menghadap sang Ilahi.

Dan akhirnya setelah semua anggota wudhu' sudah dibasuhnya dengan khusyu, ia mengangkat kedua tangannya untuk bermunajat kepada Allah:
"Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammad abduhu warasuluhu. Allahummaj'alni minattawwabina, waj'alni minal mutathahhiriina." (HR. Attirmidzi)

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku sebagai golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci.

Dengan wudhu yang semacam itu, maka terasa begitu lapang dada ini. Maka ketika seorang hamba mengangkat kedua tangannya untuk memulai shalat, yaitu ketika takbiratul ihram, niscaya hatinya akan terfokus hanya untuk Allah semata. Bacaan saat itu terasa menggetarkan dada. Dan insya Allah, Allah Swt sebagai Dzat Yang Maha Pengampun akan memaafkan segala kesalahan hambaNya.

Ampunan adalah kunci surga. Tak ada seorang pun yang bisa masuk surga tanpa ampunanNya. Sebab manusia selalu berpeluang untuk melakukan kesalahan.

Seorang yang mendapatkan ampunanNya insya Allah jalannya akan lurus. Dan insya Allah akan mendapat kesuksesan dalam hidupnya. Baik di dunia ini lebih-lebih dalam kehidupan akhirat nanti.

Sungguh tak seorang pun yang bersih dari khilaf dan salah. Manakala seorang hamba terlanjur berbuat salah, maka mohon ampun itulah obat mujarabnya. Dengan bertaubat sebenar-benarnya taubat, insya Allah terbukalah hijab yang menutupi hatinya. Karena hijab inilah yang membuat manusia menjadi tertutup nuraninya, sehingga sering berbuat salah. Dan Allah pun, insya Allah akan memberikan ampunan yang tiada terhingga itu, untuk hamba yang dicintaiNya
15.59 | 2 komentar

About Canovea Nasyid

A. Canovea

Canovea versi saya mungkin diambil dari kata Canovy yang berarti langit-langit. Mudah2an kelak di suatu masa Canovea menjadi langit2 musik Indonesia untuk bersama memajukan bangsa dan agama khususnya dalam bidang musik. Namun lain lagi pula yang dikatakan oleh owner sekaligus pendiri Canovea Kang Iyank. Nama Canovea ternyata terinspirasi oleh grup musik jazz asal jepang yang bernama Casiopea. sewajarnya penggemar kepada idolanya tentu saja selalu ingin ada sesuatu dari idolanya itu yg dikaitkan kepada kehidupannya. Maka kang Iyank yang memiliki hobby musik dari kecil ini, merasa tertarik untuk memberi nama studionya mirip dengan grup idolanya. Maka jadilah Canovea sebagai nama studio musik dan production house yang telah berdiri sampai sekarang ini. Letak Canovea ini berada di selatan Bandung, Kiangroke Banjaran Kabupaten Bandung. walaupun tempatnya sedikit sulit dicari namun bukan berarti canovea sepi dari proyek dan talent2 yang ingin menggunakan jasa canovea. Tak sedikit artist dan talent jebolan produksi canovea ini hits di dunia musik.

B. Kompilasi Nasyid Canovea

Bermula dari seringnya talent2 silaturahmi, sharing, dan berkumpul2. Saat itu kebetulan talent2 dengan arranger k'iyank sedang mendiskusikan tentang dunia nasyid, maka sampailah pada titik dimana perbincangan kami kepada kejenuhan nasyid dan seringnya terjebak pada satu aliran yang sedang trend saja. Maka sepakatlah kami untuk membuat beberapa single untuk mendobrak dan mencari jalan keluar dari sesuatu yang kami diskusikan. Diawali dengan launchingnya Kieru To Modoru yang dibawakan dan diciptakan oleh Aka yang tak lain adalah KUSMAYADI SASMITA salah satu personil Nahawan Voice atau yang akrab dipanggil Kang YADI. Canovea ini bukanlah sebuah nama grup atau tim nasyid melainkan sebuah nama kompilasi. Canovea terdiri dari solois solois yang beberapa solois memakai kata Canovea di belakang namanya sebagai identitas kompilasi supaya pendengar dapat mengenali, seperti AKA CANOVEA.



Di beberapa radio islam Indonesia Kieru To Modoru sudah menjadi nasyid yang tak asing lagi, alhamdulillah bahkan sempat menjadi top chart di beberapa radio dengan dukungan sahabat2 pendengar dan fasilitas dari radio2 Islam tentunya. Semoga ini semua menjadi jalan dakwah kita yang diridhoi oleh Allah, dan bernilai pahala di haribaan Allah. Amiinnn...

demikiaan sedikit tentang Canovea dan pernak peniknya, Insha Allah next time dilanjut ^^

walhamdulillahi 'ala ni'amihi katsiron.....

Allahumma robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina 'adzabannaar... amiin


*) Link download Kieru To Modoru - Aka Canovea :

http://www.4shared.com/audio/qKZkPzns/Kieru_To_Modoru_-_Aka_Canovea.html


*) Link download Pedihku - Fiq Aliskandar (canovea)

http://www.4shared.com/audio/Y1wz3yif/Pedihku_-_Fiq_Aliskandar__Cano.html

*) Jangan lupa pula untuk request nasyid-nasyid dari para solois Canovea dan Nahawan Voice di radio-radio kesayangan Anda di NURISFM

*) Contact Person Canovea Compilation dan produksi single nasyid Canovea Prduction House (Nasyid) : 08562250095 - Fiq Aliskandar
13.13 | 0 komentar

Download #1 Hit Nasyid Aka Canovea - Kieru To Modoru (Indonesia/Jepang)


Nasyid unik yang satu ini, berjudul 'Kieru To Modoru' yang dibawakan oleh Aka Canovea. Uniknya karena liriknya campuran bahasa Indonesia dan Jepang. Agak asing juga sih. Namun vokal Aka, sang solois begitu empuk dan pas dengan nasyid ini. Love it so much, thanks to Kiki Al Fatih juga yang sudah posting tentang Aka Canovea di blognya.

Hebatnya lagi, nasyid ini berhasil menjadi jawara di tangga lagu beberapa Radio Islam di Indonesia seperti di MHFM Solo, Radio Sabili Jakarta, Nuris FM tangerang, dan radio lainnya.

Aka Canovea berasal dari selatan Bandung dan 'Kieru To Modoru' yang dibawakan dan diciptakan oleh Aka yang tak lain adalah KUSMAYADI SASMITA salah satu personil Nahawan Voice atau yang akrab dipanggil Kang YADI.

Yuk download DOWNLOAD NASYID AKA CANOVEA - KIERU TO MODORU


Lirik Aka Canovea - Kieru To Modoru
TSU ICHI DAKEGA KOKORO KARA KITAI SHITE IRU
NAMA TOSHI WATASHI WA ANATA KARA YURU
KURASA ALAM TAK BERPIHAK,
KINI HENDAK KEMANA KAKI BERPIJAK
DEDAUNAN PUN BERGUGURAN
ISYARATKAN LANGKAH YANG MERAPUH
RAGAKU PUN TERHEMPAS JAUH
TERSERET WAKTU HIDUPKU YANG MEMBISU
SALAH, SALAH YANG TELAH LALU
MELUKISKAN AKHLAQ KU YANG BEKU
AWASETE JIKO JIGA
OMO NI MODOSU NI WA
WATASHI O AISHI SHIZEN SUGIRU
ANATA NO AIGA IMAMADE ISHIKA
TSURU TSU MORI WA NAI NO YONA
NAIFU WA ANA WA ANAGA
WATASHI O ASHI OTOGA
CHUCHO SINAI
YA ALLOH, ANTA YAA RAHMAN YAA RAHIM
TSU ICHI DAKEGA KOKORO KARA KITAI SHITE IRU
NAMA TOSHI WATASHI WA ANATA KARA YURU
TUHAN AJARI AKU
TENTANG ARTI RELA
ATAS SEGALA YANG TERJADI
DALAM HIDUPKU
ANUGRAHKAN AMPUNAN
ATAS SALAHKU
SETELAH LAMA HILANG
IZINKAN KU KEMBALI

sumber: www.iswandibanna.com
12.23 | 0 komentar

Badai Senja


Usia 40 membawa persepsi yang berbeda terhadap lelaki dan wanita. Bagi lelaki usia 40 dianggap sebagai permulaan hidup baru, semangat baru, semakin matang. Konon, pada usia ini lelaki menjadi lebih matang, tepat membuat keputusan, bijak memberi arahan, lebih penyayang, lebih prihatin, lebih itu, lebih ini.

Bagi wanita usia 40 dikaitkan dengan perkara- perkara negatif, wanita pada usia tersebut dikatakan mulai mengendur dan 'dingin' dalam banyak hal. Sebenarnya, ini diakui sendiri oleh wanita, sebabitu mereka tidak suka usia empat puluhan disebut. Kalau ada suami yang mulai menunjukkantanda-tanda 'keriangan' luar biasa, ada panduan untuk isteri menyekat suami main mata dengan orang lain. Kaedah ini mungkin tidak ada dalam buku buku, tetapi boleh dicoba.

Pertama, layani suami seperti biasa. Hangatkan suasana dengan kata-kata yang menghangatkan. Contoh: "wuihhh, kumis abang sekarang tebal sangat, kita tengok pun geram!" Atau: "Abang sejak minum kopi herba itu, kita rasa luar biasa!"

Kata-kata seperti ini bisa membangkitkan semangat, dan suami merasa dihargai. Tetapi jangancakap saja, isteri patut buktikan dengan perbuatan. Jika hanya pandai memuji kumis, tetapi di bilik tidur isteri rebah dan tidur macam tunggul, pujian tentang kumis itu tidak berarti.

Tidak guna menyiapkan kopi dengan tujuh ramuan herba, sekiranya di tempat tidur istri berdengkur kuat seperti bom, tanpa sedikit pun menghiraukan perasaan suami yang seperti gelora tsunami.

Masalahnya ialah wanita pada usia 40, lebih- lebih lagi yang sudah beranak banyak, sudah mulai "dingin". Bukan putus haid, tetapi mulai tidak berapa minat mengadakan "hubungan". Mungkin sebab kesibukan di kantor, atau letih melayan anak-anak seharian di rumah, isteri menjadi "pasif". Letak saja kepala di bantal, terus berdengkur.

Pada hematnya, tanpa mengira usia, isteri patut bijak melakukan reaksi-reaksi hangat semasaberdua di kamar. Mungkin boleh coba urutan "cakar harimau". Sambil mencakar boleh bergurau senda, dan puji-puji tentang kumis. Kalau cakaran harimau sudah mengena, suami yang letih menjadi segar semula. Pasti suami akan membalas dengan cakaran kucing jantan. Apabilacakar berbalas cakar. Tentu harimau akan mengaum.

Hati-hati sekiranya isteri berkuku tajam, takut tersilap cakar luka pula kulit suami. Akibatnya, suami berasa kesakitan dan mungkin menggunakan tendangan kambing gurun hingga isteri terpelanting bawah tempat tidur! Kedua, isteri mesti terus bergaya. Sebenarnya wanita pada usia 40-45, masih cantik dan menawan. Masih anggun dan mempesona. Memanglah tidak 'imut' seperti gadis belasan tahun lagi 'trang-tang-tang'. Tetapi sekiranya bijak mendandan diri, suami pasti tidak melirik pada orang lain.

Masalahnya ialah sebagian isteri, terutama yang menjadi Ibu seharian, tidak menghiraukan soal penampilan diri. Kurang ramah lingkungan. Rambut tidak disisir, menggerbang macam ekor atau penunggu pohon beringin dalam cerita Misteri Nusantara. Dahi berkerut, bibir berkedut. Tanpabedak, tanpa gincu. Pipi pun berminyak. Sudahlah begitu, pakaian pun asyik kain batik lusuh dengan t-shirt leher bulat yang ketiaknya terkoyak sedikit. Ini sudah menjadi uniform tidakresmi, suri rumah yang tidak berseni. Kalau rupa seperti ini yang dilihat oleh suami setiap hari, belum masuk usia 40 tahun pun suami sudah melirik wanita lain. Jika tiap hari menonton "mak lampir", suami pun merasa muak juga. Suami pun hendak melihat benda-benda indah.

Sebenarnya, mendandan diri bukan susah sangat. Lagi pun kebanyakan suami tidak cerewet sangat. Suami tidak mengharapkan isteri menyambutnya dengan pakaian bermerk, atau jari lentik dengan kuku berwarna, bibir merah dan basah berkilat, rambut ikal mayang rebonding, alis lentik bagai penari.

Apa yang dikehendaki oleh kebanyakan suami ialah penampilan seorang isteri yang rapi, sopan dan kelihatan manja. Jangan lentuk sangat, suami lemas pula. Rambut perlu disisir rapi, pada hari-hari tertentu (petang Khamis umpamanya!) boleh letak bunga mawar di kepala. Tetapi, jangan pula berlebih hingga pasang bunga manggar di kepala. Nanti suami pikir isteri sudah senewen.

Pipi patut dihias supaya tidak nampak berminyak macam mak jual gorengan. Kalau tidak mampu pakai bedak yang bermerek, bedak biasa pun boleh, asalkan disapu dengan rapi. Jangan asyik lumur dengan bedak beras dingin sehingga wajah kelihatan seperti wayang China purba!

Tidak salah menyambut kepulangan suami dengan haruman. Semburlah pewangi yang bisa membangkitkan semangat. Kalau tidak ada pewangi pun gunakanlah haruman asli dari bunga cempaka, melur, kenanga atau lain-lain bunga wangi. Kalau pun lelah memasak di dapur pastikan bau serbuk kari, sambal belacan, trasi, atau bau ikan asin tidak melekat di tubuh.

Ketiga, mesti selalu senyum. Sambutlah suami dengan senyum paling manis. Senyum yang ikhlas,dan bukan dibuat-buat. Ingat, orang lelaki dapat membaca antara senyuman ikhlas dan senyum palsu. Tetapi, jangan tawa tidak tentu pasal, nanti suami kira isteri kerasukan kuntilanak.

Tidaklah diharapkan isteri mengurut-urut bahu atau dada suami sebaik masuk ke rumah, lebih-lebihlagi di hadapan anak-anak. Memadailah istri menegur: "Abang nampak letih, boleh kita ambilkan air? Abang mau air sejuk atau air panas?"

Tetapi, jangan pula memberitahu suami hal hal yang mungkin mematikan semangatnya, seperti: "Tadi ada orang datang, dia kata abang sudah tiga bulan tak bayar ansuran kredit mobil, betul kah?" Atau: "Orang sebelah itu beli TV 29 inci, bisa tak kita beli yang 36 inci?"

Keempat, ketika di bilik tidur. Ini penting, sebab bilik tidur adalah tempat istirahat bagi suami isteri. Tempat tidur mesti rapi dan menarik. Semburkan haruman supaya semerbak sepanjang malam. Sesekali taburkan bunga-bunga wangi di atas kasur. Barulah bersemangat untuk cakaran harimau atau cakaran kucing. Malangnya, bagi isteri yang sudah melewati empat puluhan, bau haruman di kamar beradu biasanya tidak dihiraukan lagi. Tidak ada bau minyak wangi, seperti zaman baru-baru kawin dulu. Apa yang memenuhi bilik tidur sekarang hanyalah bau minyak angin. Bilik tidur penuh dengan beraneka minyak angin. Penjuru kasur ada minyak pegal linu, tepi bantal ada minyak kayu putih, atas bantal ada minyak pening kepala, bawah kasur pun ada minyak tanah pula.

Walaupun sudah lemah sana-sini, minyak- minyak itu bukan di kamar tidur tempatnya. Kalau setiap malam hidung suami tersumbat bau minyak angin, matilah seleranya untuk mencakar. Ini isteriperlu faham. Suami pun perlu pandai goda isteri. Kalau isteri saja yang berusaha jaga penampilan diri dan melayan suami, suami pun perlu macam itu. Bila keluar saja bergaya, tapi di rumah pakai sarung tak berbaju, perut pula mulai buncit, malas makin menjadi- jadi, macam mana isteri masuk bilik tak terus berdengkur, kalau semua urusan rumah sendirian tanpa bantuan suami. Perlu sama sama. Ada give and take.

***

Betapa berat semua itu jika tanpa arahan danlandasan ajaran Allah dan Rasulnya. Sebaliknya segalanya mudah dan indah jika karena Allah. Bernilai ibadah menjadi simpanan amal untuk akhirat.
08.13 | 3 komentar

Rona Cinta dan Tunas Harapan Berpasangan

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 25 Mei 2011 | 23.09


Mengapa wanita memerlukan lelaki di dalam hidupnya? Untuk beberapa waktu dahulu, ia begitu memukul-mukul kepala. Ya, apa perlu seorang wanita yang bebas mempertaruhkan sebagian besar hidupnya kepada tangan seorang lelaki?

Bukankah lebih hebat jalan diujung minggu bersama kawan rapat, berkelip-kelipan mata kepada lelaki handsome yang saling tidak putus dan tidak lekang senyum tanda salam perkenalan.

Ada seorang rakan kerja, sederhana cantik, tidak terlalu kurus tidak terlalu gemuk, tidak terlalu buruk, tidak terlalu jelita, manisnya ada, santunnya memikat orang tua, beragama juga karena selalu saja diceritakan dia terendap-endap membawa sajadah masuk ke bilik mushola untuk sholat, dan dia senantiasa coba gembira dengan kehidupannya yang solo.

Tetapi saya fikir, saya faham apa yang berputar-putar dalam kepalanya. Dia tidak dapatberdusta betapa kebahagiaan cinta kawan- kawan membuatnya cemburu, dan membuatnya selalu terfikir-fikir: Apalah perasaan gadis yang dipuja dan dicintai hebat oleh seorang lelaki.

Cinta tidak datang dipaksa-paksa. Cinta tidak juga datang kala diri maukannya. Jika diri maukan ia menjadi air, ia datang seperti api. Tetapi, jika diri bersabar dan menerima ketentuan Allah, seorang lelaki yang baik akan didatangkan juga. Lelaki yang baik itu tidak turun dari langit.

Lelaki yang baik itu juga tidak semestinya datang dengan kepala bersorban, janggut lebatatau harta melimpah ruah. Tetapi lelaki yang baik, jika Allah maukan dia menemani sepanjang hayat, membimbing kelakuan, menjaga kemurnian kalbu bersama- sama, mendidik, membuka jalan agar diri dapat memperdalam seluk-beluk agama yang barangkali selama ini hanya menjadi pakaian dan lencana, dan memberikan dzuriat yang halal lagi dirahmatiNya.

Dia akan datang apabila tiba masanya. Lambat atau cepat, Allah yang lebih mengetahui. Kedatangan seorang lelaki dalam kehidupan seorang wanita untuk menyempurnakan. Namun,

tidak kira semesra mana sekalipun percintaan, selain perkara yang cantik-cantik dan molek-molek, sebagai wanita, harus bersedia menerima kekurangan kekurangannya. Apabila diri mempersilahkan seorang lelaki duduk di samping untuk sepanjang hayat, berarti juga mempersilahkan sekian masalahnya berbaring bersama.

Ya, lelaki memang mendatangkan bahagia. Tetapi lelaki juga mendatangkan sengsara. Namun jika diri bijak menantangnya, semuanya bisa baik-baik saja. Itulah lumrah dalam perhubungan. Yang buruk-buruk pasti ada.

Barangkali dari si dia, barangkali juga dari diri kita, tetapi perlu cermat mengimbangkannya agar jodoh berkekalan ke hari tua. Bagi yang terjerumus dalam dosa berpacaran dengan lelaki permata jiwa tetapi menerima tantangan keluarga dua pihak, jika difikir tidak mungkin mampu hidup bahagia tanpa restu ibu bapak, maka ada baiknya menyerah kalah saja.

Barangkali sudah sampai masanya mencari saja lelaki lain untuk dibawa pulang menemui ibu bapak. Bercakap soal kawin, beberapa kenalan rapat yang dewasa bersama-sama. Bagi yang tergelincir dalam pacaran, kini sudah disunting, dan bakal menjadi isteri kepada lelaki yang mereka cintai. Semoga mereka tak tersalah pilih. Dan semoga lelaki yang dipilih, melaksanakan tanggungjawab dan melunaskan hak suami isteri.

Karena benih seorang lelaki, wanita dikurnia tenaga sehingga mampu menyibak jalan keluar dari rahim ibu untuk melihat dunia. Karena benih seorang lelaki, wanita ditiupkan jiwa, menjadi manusia, dan mencari seorang lelaki untuk dicintai, sebagaimana ibu diilhamkan Allah untuk berkasih sayang dengan bapak. Dan karena Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta, wanita diciptakan dari lengkungan rusuk kiri lelaki, tidak terlalu gagah sehingga mengenyampingkan kodrat lelaki, tidak juga terlalu lemah sehingga jatuh menyembah kaki.

Tetapi karena ciptaan Allah itu indah, wanita terbit dari rusuk lelaki, bukan dekat kepala untuk dijunjungi, bukan dekat bahu untuk membebani, bukan dekat lengan untuk dijulangi, bukan dekat

jari untuk disakiti, bukan dekat pinggul untuk dihenyaki, bukan dekat lutut untuk ditindihi, bukan dekat kaki untuk ditunggangi, tetapi dekat lubuk hati untuk dimulia, disayangi dan dicintai.

Andai lelaki itu burung yang terbang, wanita adalah angin lembut yang bersisir-sisiran sepanjang perjalanannya. Tetapi karena fitrah kejadian Allah wanita itu kebergantungan hidupnya harus saja diserahkan kepada seorang lelaki yang bisa melindungi, maka tidak selamanyamau menjadi angin semata-mata.

Wanita mau menjadi bunga, menghias sayapnya. Mau terus bersama-sama, terbang dari rendah perkebunan bunga sehingga ke sayup langit terbuka, sehingga jalannya yang paling ujung, sehingga tua, rapuh dan mati. Tetapi bahagia dalam dekapannya, semoga semua diketemukan dengan jodoh yang baik. Insya Allah.

***

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu.” (QS. An Nisaa’: 1)
23.09 | 0 komentar

Maha Pengampun


Pada zaman hidup Rasulullah, ada seorang wanita yang hidupnya bergelimang dengan dosa berzina dan membunuh. Dia akhirnya sadar akan kesalahannya dan ingin kembali kepada cara hidup yang diridhai Allah SWT. Sungguhpun begitu, dia merasa bingung adakah dirinya akan diampuni Allah SWT ataupun tidak. Dia sadar dosa-dosanya terdahulu amat berat dan takut- takut taubatnya tidak diterima. Perasaan itu bermain-main dalam pemikirannya sehingga hidupnya tidak tenteram.

Pada suatu malam, ketika sedang duduk mengenangkan nasib dirinya, wanita itu ternampak seorang sahabat karib Rasulullah SAW yaitu Abu Hurairah. Abu Hurairah dalam perjalanan pulang ke rumahnya dari masjid. Tanpa berlengah, wanita itu pergi menemui Abu Hurairah dan bertanya kepadanya, “Wahai Abu Hurairah, saya telah melakukan dosa besar kepada Allah. Adakah pintu taubat masih terbuka bagi orang seperti saya?” Abu Hurairah bertanya, “Apakah dosa besar yang kamu lakukan?” wanita itu menjawab, “Saya pernah berzina sehingga melahirkan anak lelaki, kemudian saya bunuh anak itu karena malu.”

Mendengar jawaban itu, Abu Hurairah terus berkata, “Habislah kamu, tidak ada pengampunan bagi orang seperti kamu, kesalahan kamu amat besar.” Mendengar kata-kata sahabat baik Rasulullah SAW itu, wanita itu amat sedih mengenangkan nasib dirinya. Betapa besar dosanya kepada Allah SWT hingga tidak akan diampunkan lagi.

Tiba-tiba Abu Hurairah terfikir, “Aku telah menjatuhkan hukum kepada wanita tadi, sedangkan Rasulullah SAW masih hidup. Mengapa aku tidak merujuk masalah itu kepada baginda dahulu.”

Pada keesokan harinya, Abu Hurairah menemui Rasulullah SAW dan mengadu apa yang terjadi malam sebelumnya. “Wahai Rasulullah, malam tadi saya bertemu dengan seorang wanita yang datang meminta fatwa padaku tentang kesalahan dirinya. Dia banyak melakukan dosa besar dan ingin bertaubat. Lalu saya mengatakan bahwa dosa-dosanya tidak akan diampunkan Allah SWT.”

Mendengar kata-kata Abu Hurairah itu, Rasulullah SAW bersabda, “Di manakah pertimbangan kamu tentang firman Allah SWT: Dan mereka tidak menyembah selain Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan kecuali atas alasan yang betul dan tidak pula berzina.

Barang siapa melakukan perkara yang dicegah, mereka akan mendapat balasan atas kesalahannya. Akan digandakan untuknya adzab siksa pada hari kiamat dan mereka kekal didalam adzab itu dengan penuh kehinaan, kecuali orang-orang yang menyesal dan memohon ampun dan percaya serta taat kepada Tuhan dan mengerjakan amalan kebaikan, maka Tuhan akan menggantikan kejahatan mereka dengan kebaikan. Tuhan itu Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.” (QS al-Furqaan : 68~70)

Selepas mendengar teguran Rasulullah SAW, Abu Hurairah merasa bersalah pada dirinya. Dia bertindak tanpa ketelitian hingga menghampakan wanita itu untuk kembali ke jalan Allah SWT. Dia merasa bersalah terhadap wanita itu dan ingin menebus kembali kesalahannya semalam.

Abu Hurairah beredar bagi mendapatkan wanita itu. Dia pergi ke kota Madinah, bertanyakan orang awam yang lalu-lalang. Akhirnya dia bertemu dengan wanita itu setelah seharian mencari, lalu menyampaikan pesan Rasulullah SAW bahwa pintu taubat senantiasa terbuka untuknya dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani. Apabila wanita tersebut mendengar penjelasan Abu Hurairah, hatinya terharu sambil menitiskan air mata tanda kegembiraan. Dia berkata, “Saya ada sebuah dusun dan saya ingin dermakan dusun itu kepada fakir miskin.”

Sesungguhnya kasih sayang Allah dan sifat pengampunan-Nya maha luas. Mohonlah keampunan tanpa perlu ada rasa ragu dan jemu. Basahi lidah dengan kalimah istighfar berserta amal shaleh demi mencari keridhaan-Nya. Mudah- mudahan kita kembali kepada-Nya dalam keadaan ‘putih bersih’ seperti mana dulu kita dilahirkan.
08.14 | 4 komentar

Redha


Iman menjadikan apa saja yang datang dari Allah adalah baik walaupun buruk pada pandangan diri mereka sendiri. “Wahai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhaan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhai pahalamu selain syurga.” (HR Ibnu Majah (no: 1597)

Ujian Allah datang dalam berbagai bentuk dan ujian kepada setiap manusia adalah berbeda. Macam ujian penyakit dan kesakitan yang sering dikurniakan dalam hidup. Pelik dan sulit untuk difikirkan, tetapi tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ujian hidup adalah satu didikan langsung dari Allah, insya-Allah, diri akan dapat kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi hidup ini. Talian hayat diri akan senantiasa “tersambung” dengan Allah. Allah mendidik melalui kesusahan, kesenangan, pujian maupun cercaan.

Bila bertemu kesusahan, Allah mendidik tentang sabar. Bila bertemu kesenangan, Allah mengajar arti kesyukuran. Bila si miskin datang, itu peluang untuk mengamalkan sifat pemurah. Tetapi bila si kaya berpamer, jangan pula tergoncang sifat qanaah. Allah mendidik pada setiap masa, peristiwa dan manusia.

Menghadapi ujian hidup dengan mencari maksud dibalik takdir-takdir Allah itu. Mendengarkan suara pendidikan dan dakwah yang berbisik setiap kali diri diuji. Kebaikan dan keburukan hanya ada pada penilaian insan, tetapi di sisi Allah apa yang ditakdirkan-

Nya pasti satu kebaikan. Kebaikan itu yang diri lihat dan cari. Usah mengeluh, kenapa diri tidak berjaya seperti insan-insan lain. Jika diri terus mengeluh, kaki akan melekat selamanya di anak tangga ujian itu. Diri tidak akan meningkat lebih tinggi. Menerimalah dengan pasrah, tetapi bukan kalah. Hati tunduk akur berteman sabar namun akal gesit berputar mencari jalan keluar!

Usah memberontak, asyik mempersoalkan mengapa dan kenapa? Justru diri tidak akan dapat mengubah realitas. Jalan sebaik-baiknya adalah menerimalah seadanya, ya itu telah berlaku, ya itulah keadaannya ... tak kira bagaimana keadaannya sekalipun diri tetap hamba Allah. Usah coba jadi “Tuhan” walaupun pada kehidupan diri sendiri. Tunduk dan akur pada takdir dengan mengatur sebaik-baik rancangan. Akidah sebagai akar jati diri, syariat sebagai kompas hidup dan akhlak sebagai senjata diri.
08.06 | 5 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung