Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Andai Kita Tahu

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 07 Mei 2011 | 08.09


Andai kita tahu apa yang pernah diucapkan Rasulullah Barang siapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya ke surga, dan sesungguhnya para malaikat benar-benar menundukkan sayapnya karena ridho kepada orang yang mencari ilmu, dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampunan dosa oleh siapa yang ada di langit dan yang ada di bumi, hingga ikan di dalam air. Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti kelebihan rembulan atas seluruh bintang.

Dalam hadist di atas, Rasulullah mengajak kita ke surga bagi siapa yang sangat membutuhkan ilmu dan tetap bersemangat mencari ilmu. Bahkan, para malaikat pun mendoakan kita hingga kita diampuni dosa apa yang telah kita perbuat. Atau mari kita telaah lagi tentang ucapan Rasulullah Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti kelebihan rembulan atas seluruh bintang. Makna apa yang terkandung hingga Rasulullah menempatkan orang yang berilmu di atas orang yang ahli ibadah?

Bila kita tafakuri, tentang rembulan, maka kita akan berpikir tentang cahaya yang bisa menerangi seluruh penjuru bumi. Ia bisa menerangi orang lain, tidak hanya menerangi diri sendiri. Begitu pun dengan orang yang berilmu, ia bisa menerangi jalan hidup orang lain melalui ilmu yang diajarkan. Berbeda dengan orang yang hanya ahli ibadah, dia hanya bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, tanpa mampu mengajak orang lain, karena tidak mempunyai hujjah. Hal ini dianalogikan sebagai bintang yang memang tidak bisa menerangi beda langit lainnya.

Diriwayatkan dari hadits Al-Wahid bin Muslim, bahwa setan-setan bertanya pada ahli ibadah, ''Apakah Rabb-mu bisa menciptakan ciptaan seperti diri-Nya?'' Ahli ibadah menjawab ''Aku tidak tahu''. Iblis berkata kepada setan-setan itu, ''Tidakkah kalian tahu bahwa ibadahnya tidak memberi manfaat apa pun, karena dia bodoh?''

Begitulah gambaran orang yang ahli ibadah tetapi sedikitpun tidak memiliki ilmu. Jauh sebelum Roger Bacon, ilmuwan ulung abad menengah, menyatakan ilmu pengetahuan adalah kekuatan atau ungkapan terkenal ''Barang siapa yang memiliki informasi maka akan menguasai dunia''. Islam berabad-abad yang lalu sudah menempatkan ilmu sebagai kunci kesuksesan.

Mengapa Islam memilih orang yang berilmu di antara hamba-hamba yang lain?

Pertama, masih ingat tentang kisah Nabi Yusuf, saat beliau diangkat menjadi Raja Mesir karena ilmunya tentang tabir mimpi, yang ternyata lebih baik daripada semua ilmu yang dimiliki penduduk Mesir. Dengan ilmu itu, beliau bisa keluar dari penjara yang telah dihuni sekian lama. Bahkan dengan ilmu tabir mimpi itu, beliau bisa memegang kunci segala kekayaan di negeri Mesir.

Kedua, tentu kita hafal dengan surat Al-Ashr ayat 1-3 yang artinya, Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh serta nasihat-menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran. Imam Asy-Syafi, mengomentari ayat tersebut dengan mengatakan, ''Sekiranya manusia itu mau memikirkan surat ini, tentu sudah cukup baginya, jelasnya, ada empat derajat yang akan diperoleh manusia, jika manusia mengamalkan ayat tersebut.
Pertama, mengetahui kebenaran.
Kedua, pengamalannya.
Ketiga, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya.
Keempat, kesabaran dalam mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkannya.''

Subhanallah, dengan mengamalkan ayat di atas sudah cukup baginya untuk menjadi orang yang beriman. Menurut penulis, memang benar apa yang dikatakan Imam Asy-Syafii, karena di dalam QS Al-Ashr, terkandung bahwa ilmu, amal, dan mengajarkan, memang sangat penting bila manusia tidak mau merugi.

Ketiga, Allah mensifati para penghuni neraka sebagai orang yang bodoh dan Allah menutup jalan ilmu bagi mereka. Lihatlah Al-Mulk ayat 10 - 11 yang berbunyi, ''Dan mereka berkata: 'Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.' Mereka mengakui dosa mereka, maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.

Di sinilah, Allah mengabarkan keadaan mereka yang dulu tidak mau mendengarkan dan memikirkan, keduanya merupakan dasar ilmu karena dengan pendengaran dan pemikiran ilmu bisa didapat. Andai kita tahu, Ilmu adalah segalanya, maka kita tak akan selalu berada dalam pusaran kebodohan. Wallahua'lam bish-shawab.