Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

MAAFKANLAH

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 12 Mei 2011 | 21.58


Apabila orang - orang beriman selamat dari neraka maka mereka ditahan di jembatan antara syurga dan neraka. Mereka saling membalas kedzaliman - kedzaliman di antara mereka di dunia. Hingga mereka dibersihkan dan disucikan maka diizinkan bagi mereka untuk masuk syurga. [ HR. Shahih Bukhari dari Abu Sa'id Al Khudri ].

Dosa - dosa yang dilakukan oleh hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala maka hamba diperintahkan untuk memohon ampun kepada Nya sesegera mungkin, menutupi atau tidak menampakkan atau menceritakan kepada orang lain atas dosa yang dilakukannya serta bertaubat....Hal ini untuk mengharap dan memohon maghfirah Allah atas dosa - dosa yang sudah dilakukannya sehingga dosa - dosa hamba tidak sampai terbawa ketika hamba kembali dan menghadap kepada Nya kemudian dihadapkannya hamba dalam pengadilan Nya....Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. [ QS 3 : 133 ].

Sedangkan dosa - dosa yang dilakukan oleh hamba kepada hamba lainnya dalam bentuk kedzaliman - kedzaliman maka perintah Allah kepada hamba untuk segera saling memaafkan....Bagi yang berbuat kedzaliman kepada yang lain maka segeralah meminta maaf dan bagi yang didzalimi maka segeralah untuk memaafkan....dan memaafkan (kesalahan) orang....[ QS 3 : 134 ].

Atas dasar hadits Abu Sa'id inilah apabila seorang mukmin masih membawa dosa - dosa kepada Allah dan dosa - dosa kepada sesama hamba maka kelak dalam pengadilan Allah maka dosa kepada Allah akan menghantarkan pelakunya di adzab oleh Allah di dalam neraka terlebih dahulu kemudian atas syafaat dan rahmat Nya maka orang mukmin diampuni dosa - dosanya dan terbebas dari adzab neraka.

Selanjutnya orang mukmin yang terbebas dan selamat dari nereka setelah di adzab di dalam neraka atas syafaat dan rahmat Allah digiring menuju ke sebuah jembatan yang letaknya diantara syurga dan neraka....Di tempat inilah kemudian orang - orang mukmin di datangkan untuk saling membalas kedzaliman - kedzaliman yang pernah dilakukan dahulu di dunia dan belum dimaafkan.

Mereka yang pernah didzalimi akan didatangkan kepada yang mendzalimi....kemudian diperlihatkan bahwa orang yang mendzaliminya di adzab oleh malaikat adzab atas izin dan perintah Allah....Malaikat adzab inilah kemudian yang bertanya kepada orang yang didzalimi....Apakah engkau memaafkannya ?....Yang didzalimi selalu menjawab tidak, tidak dan tidak....Malaikat adzab meneruskan menyiksa orang yang mendzalimi dihadapan yang didzalimi dengan pemandangan yang nampak jelas sampai kemudian orang yang didzalimi merasa kasihan dan akhirnya dia memaafkan kedzaliman yang pernah dilakukan orang tersebut kepadanya.

Begitulah yang dimaksud dalam hadits Abu Sa'id Al Khudri terkait dengan lafadzh....Mereka saling membalas kedzaliman - kedzaliman di antara mereka ketika mereka di dunia....Hingga mereka dibersihkan dan disucikan atas segala dosa - dosanya....Dosa - dosa kepada Allah sudah diampuni dan dosa - dosa kepada sesama hamba sudah dimaafkan....Saat itulah seorang hamba siap dan diizinkan untuk memasuki syurga Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Semua orang mukmin yang masih mempunyai dosa - dosa kepada sesama manusia akan dikumpulkan di tempat tersebut untuk menyelesaikannya....dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa satu kesalahan atau kedzaliman membutuhkan waktu 200 tahun untuk menyelesaikannya sampai dimaafkan....Bayangkan kalau kedzaliman atau kesalahan seorang mukmin itu banyak sekali kepada banyak saudara mukmin lainnya kemudian dia enggan untuk meminta maaf selama hidupnya di dunia....wah lama sekali dia tertahan di tempat tersebut....Dan bagi orang mukmin yang enggan memaafkan kesalahan dan kedzaliman saudara mukminnya maka dia juga tertahan di tempat tersebut sangat lama sekali karena dia sebagai saksi dan hanya melihat saudaranya di siksa dan di adzab....Sayang sekali karena seharusnya dia sudah berada di syurga dan menikmati kenikmatan, kemuliaan dan kebahagiaan syurga bersama Khurin 'Iin....Bidadari bermata jeli....MAAFKANLAH !