Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

PACARAN....

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 30 Maret 2012 | 22.41


Cinta adalah biasan dari Penciptanya yang Maha Pencinta. Ia dibiaskan kepada segala ciptaan-Nya supaya mereka dapat hidup dalam cinta, kasih dan mesra, serta aman bahagia.

Cinta adalah fitrah dan cinta adalah suci. Cuma, karena hawa nafsu buas, cinta disalah gunai. Cinta suci telah dicemarkan oleh manusia yang tamak, tidak sabar, gegabah, rendah akal dan terpengaruh oleh hasutan dan desakan keji syaitan.
Masa remaja adalah masa cinta berbunga, mencari cinta dan mau dicintai. Di mana mana didapati remaja bercinta, malah tenggelam dan hanyut dalamnya, lalu mati, terkorban, korban cinta yang ngeri dan menjijikkan serta bangkainya membusukkan. Cinta remaja adalah cinta yang bathil, salah, terlarang, dan haram. Bukan cinta yang suci. Cinta remaja sebelum menikah, bercinta dengan pasangan bukan hak.
***

Membaca kisah dan mendengar cerita cinta muda-mudi hari ini bikin hati miris dan gundah. Lewat internet, hp, atau FB, mudah dapat dibaca nota cinta, irama rindu, pujuk rayu dan dendam asmara sang laila yang majnun atau si taruna yang tak kenal mimpi atau realita.

Pada umur yang masih hijau daun ini, antara
terang dengan gelap pun masih belum kenal
bedanya. Apalagi membedakan mana emas, mana
sepuhan. Kenal-kenalilah dahulu dengan diri

sendiri. Kenal-kenalilah dulu dengan hatimu. Bercinta bukan untuk sehari semalam. Bercinta hingga sampai kembali bersatu di syurga.
Kalau cinta pada pengertian sekedar nikah dan beranak, sesudah lerai semua itu, cinta akan jadi puing-puing sejarah saja. Tinggal untuk dikenang. Hangatnya kasih sudah tak ada. Redupnya rindu sudah tak mendamaikan. Ketika itu cinta sudah jadi menyakitkan. Menyesakkan rasa dan jiwa. Membunuh diri yang sudah kematian hati.
Semailah cinta dari hari ini di batasannya dengan benar. Jangan disemai sembarangan. Esok-esoktakut musim berbuah, menuai lalang. Kalau untuk mencangkul dan menggemburkan tanah ilmu pun malas-malas, nanti dulu! Jangan coba-coba berkebun cinta. Biar dulu. Sampai masa tibalah waktu, dah jodoh, takkan lari gunung dihambat.
***
Bersentuhan antara lelaki dan wanita menurut Islam adalah haram. Bersentuhan saja sudah haram, apalagi yang lebih dari itu. Rasulullah s.a.w bersabda: "Jika kepala kamu ditikam dengan besi, itu lebih balk daripada kamu menyentuh wanita yang tidak halal untuk kamu." (hadits riwayat at Tabrani dan al Baihagi).
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (Qs. Al Isra' :32)
22.41 | 2 komentar

MUSLIMAH...


Di dalam al-Quran Allah berpesan supaya Nabi saw mengucapkan kepada umatnya ;
"Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutlah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. AliImran : 31-32)

Setelah diri ini sampai pada usia dewasa, hati kecil ini semakin gentar dengan hari perjumpaan dengan Allah. Setiap kali merenung betapa besar tanggungjawab diri di pundak.

Tapi satu keyakinan teguh apabila merenung janji-janji Allah dan Rasulnya. Suatu yang pasti dan selamat ialah mengikuti jalan sunnah. Berusaha diri sedaya mungkin membentuk kehidupan yang senantiasa rindukan Allah dan kekasihNya.
Apabila hati sudah ada cinta pastilah dia akan berusaha mengikuti jejak langkah kekasihnya. Malah seseorang pasti berusaha menggembirakan kekasihnya. Itulah yang sepatutnya diri rindukan, senantiasa melihat terus ke akhirat.

Dunia yang terbentang di hadapan mata ini tidak patut menggoyahkan langkah di atas jalan lurus ke akhirat. Mengikuti tapak-tapak jalan sunnah. Mudah-mudahan dapat berkumpul bersama baginda SAW di akhirat nanti. Alangkah indahnya detik itu.
Biarlah di dunia ini susah sedikit, asal di sana
nanti dapat menatap keindahan hakiki dan ketika itu kesusahan di dunia sama sekali tidak memberi bekas malah terlalu kecil dibanding nikmat dapat bersama kekasih Allah.
Sebagai muslimah berakhlak mulia seindah akhlak Sayyidatina Fatimah RA buah hati baginda SAW. Mudah-mudahan dapat dihimpunkan bersama ketua segala wanita syurga itu. Sudah pasti mujahadah perlu berkekalan sehingga tidak mengikuti musuh Sayyidatina Fatimah, pakaian bukan pakaian musuh Sayyidatina Fatimah, tutur bicara bukan seperti musuh beliau, akhlak juga bukan sebagai musuh beliau...
Semoga kemuliaan dan keindahan pribadi baginda Rasulullah saw dan keluarganya menjadi panduan dan dipakaikan dalam kehidupan.

Ya Rasulallah, Engkau tetap hidup di dalam hati kami. Cahayamu bersinar di dalam lubuk hati kami, moga cahaya itu terang dan terang melimpah menyuluh kami dalam perjalanan di dunia yang serba gelap ini. Tanpa cahayamu wahai Nabi SAW, gulita lah masa depan kami. Sunnahmu akan menyuluh terang agar kami tidak ragu lagi untuk melangkah, meniti dunia yang serba gelap dan ganas ini. Moga cahaya sunnahmu yang lembut menjadikan dunia ini ladang serba subur untuk kami menuai hasil di akhirat nanti.

Allahhumma Sholli wa sallim wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad
21.58 | 1 komentar

INDAH...

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 29 Maret 2012 | 10.41


Orang yang hanya melihat ke atas dalam urusan dunia, hatinya akan cepat kotor dan hancur. Sebaliknya, kalau tunduk dalam melihat dunia dan mengadah pandangan dalam melihat keagungan serta kebesaran Allah, maka kita akan menjadi orang yang memiliki hati bersih yang selamat.

Prof. Hamka pernah berkata, "Mengapa manusia bersikap bodoh? Tidakkah engkau menatap langit yang biru dengan awan yang berarak seputih kapas? Atau engkau turuni ke lembah sehingga akan kau dapatkan air yang bening. Atau engkau bangun di malam hari, kau saksikan bintang-bintang bertaburan di langit biru dan rembulan yang tidak pernah bosan orang menatapnya. Atau engkau dengarkan suara jangkerik dan katak saling bersahutan. Sekiranya seseorang amat gemar memandang keindahan, amat senang mendengar keindahan, niscaya hatinya akan terbebas dari perbuatan keji. Karena sesungguhnya keji itu buruk, sedangkan yang buruk itu tidak akan pernah bersatu dengan keindahan."
Berbahagialah orang yang senang melihat kebaikan orang lain. Tatkala dia mendapat seseorang tidak balk kelakuannya, ia segera sadar bahwa manusia itu bukanlah malaikat. Di sebalik segala kekurangan yang dimilikinya pasti ada kebaikannya.

Perhatikanlah kebaikannya itu sehingga akan tumbuh rasa kasih sayang di hatinya. Apabila mendengar seseorang selalu berbicara buruk dan menyakitkan, dia segera sadar. Siapa tahu sekarang dia berbicara buruk, namun esok lusa dia mungkin berbicara yang baik.

Jalaluddin Rumi pernah berkata, "Orang yang begitu senang dan nikmat melihat dan menyebut-nyebut kebaikan orang lain bagaikan hidup di sebuah taman yang indah. Ke sini anggrek, ke sana melati. Kemana saja mata memandang yang kelihatan adalah bung-bunga yang indah dan harum mewangi. Dimana saja yang kelihatan hanyalah keindahan. Sebaliknya, orang yang gemar melihat aib dan kekurangan orang lain, fikirannya hanya diselimuti dengan aneka keburukan sementara hatinya hanya dikepung dengan prasangka-prasangka buruk. Kemana pun matanya melihat, yang kelihatan adalah ular, kala jengking, duri, dan sebagainya. Di mana saja ia berada senantiasa tidak akan pernah dapat menikmati indahnya hidup ini."

Sungguh berbahagialah orang yang pandai memelihara pandangannya karena dia akan senantiasa merasakan nikmatnya kebeningan hati. Allah Azza waIla adalah Zat Maha Pembolak-balik hati hamba-Nya. Sama sekali tidak sulit dan masalah baginya untuk menolong siapapun yang merindukan hati yang bersih dan bening sekiranya ia berikhtiar sungguh-sungguh
10.41 | 0 komentar

Penawar Allah

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 27 Maret 2012 | 15.43


Ada ketika diri ditimpa masalah... lalu mencari-cari pada siapa untuk minta pertolongan. Dan akhirnya ketemu ketenangan yang dicari, selalunya adalah... Dialah Allah yang Maha Hebat. Maha mendengar dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Alangkah indahnya sekiranya seseorang itu tahu betapa syandunya hati dalam deraian airmata sewaktu berdoa penuh mengharap dalam pergantungan kepada Allah. Mengadu... meminta... menyerah sepenuh hati kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah berjanji," Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan" Sesungguhnya Dia adalah Kekasih Yang Paling Menyintai kita.

Kita tidak lupa bahwa Rasulullah SAW menanti hingga umur baginda 40 tahun untuk mendapat petunjuk Allah dan akhirnya mendapat risalah kenabian, bukan semasa 15 tahun, atau 25 tahun atau 30 tahun sekalipun. Maka bagaimana bila baru berdoa seminggu atau dua minggu, sudah mulai putus asa.

Belajar berdoa. Doa dari hati. Doa berkali-kali. Sesungguhnya hanya diri kita saja yang tahu apa yang dirasakan. Merayu, merintih dan menangis di tengah malam sunyi kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi.

Apabila terjatuh dalam ujian hidup; kesusahan, keperihan, kedzaliman, keresahan, kesedihan dan segala rupa paras penderitaan, yang diperlukan adalah penawarnya.

Sebagian ujian seakan tiada lagi jalan keluar. Kegelapan kadang-kala merangkumi segala penjuru. Berhadapan dengan realita yang amat pahit, tidak mampu ditolak oleh diri yang kerdil. Namun, Allah Yang Maha Berkuasa bisa menukar segala keadaan. Mengganti dengan lebih balk yang tidak disangka.

Antara penghalang rahmat Tuhan adalah dosa. Penghalang cahaya indah syandu untuk menjadi kekasihNya. Taubat dan 'istighfar' memohon ampun kepadaNya penawar yang akan membuka kebahagian hidup.
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhan kamu, kemudian bertaubat kepadaNya supaya Dia memberi kamu nikmat kesenangan hidup yang balk (di dunia)..." (Qs. Hud: 3)

Ada satu permohonan yang jika dilakukan dengan keikhlasan jiwa, pengharapan dari lubuk jantung hatinya maka Allah akan mendatang pelbagai kebaikan. Dikeluarkan dari kesempitan hidup, diberi kurnia rezeki dan anak, kebahagiaan jiwa dan ditambah kekuatan dan pertolongan.

Permohonan agar Allah S.W.T mengampuni dosa dilafadzkan dengan ikhlas dan jujur sebanyak-banyaknya dengan kekerdilan diri, tunduk dan insaf, maka keajaiban pertolongan Allah pun akan datang dalam pelbagai rupa dan cara. Atas lisan Nabi Nuh a.s. Allah berjanji untuk menurunkan hujan rahmatNya, dibanyak rezeki dan anak, diberikan harta yang berharga dan subur. Kekurangan hujan, harta, anak, kesuburan dan segalanya penawarnya ialah Istighfar'.

Diriwayatkan seseorang datang kepada al-Imam Hasan al-Basri r.a mengadu tanahnya tidak subur, lalu jawab Hasan al-Basri: Beristighfarlah. Datang yang lain mengadu kemiskinan, jawab beliau: Beristighfarlah. Datang yang lain minta doa agar direzekikan seorang anak, jawab beliau: Beristighfarlah. Datang pula yang lain mengadu kebunnya kekeringan, jawab beliau: Beristighfarlah. Lalu ditanya Hasan al-Basri mengapa jawabannya semua sama untuk persoalan yang berbeda. Katanya, "Ini bukan pendapatku, inilah yang Nabi Nuh a.s sebut "
"Sehingga aku berkata (kepada mereka): "Mohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (sekiranya kamu berbuat demikian) Dia akan menghantarkan langit yang mencurah-curah (hujan) kepada kamu. Dan Dia akan memberi kepada kamu banyaknya harta kekayaan serta anak-pinak; Dan Dia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai" (Qs. Nuh: 9-12).
***
Gelora hidup kadang-kala amat menakutkan. la memukul dari sudut yang diduga dan tidak diduga. Jika hanya bergantung kepada kekuatan diri semata, akan terkorban dan tidak akan berdaya. Ganasnya lautan hidup hanya dapat dihadapi dengan kekuatan kurniaan Allah. Firman Allah: (artinya)
"(Kata Nabi Hud) dan Wahai kaumku! mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian taubatlah kepadaNya, supaya is menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu (yang sudah ada)". (Qs. Hud: 52).
Membanyakkan istighfar adalah penawar Betapa banyak kisah Allah berikan pelbagai kurnia disebabkan membanyakkan istighfar. Betapa banyak hamba-hamba Allah yang diselamatkan dari pelbagai kesusahan, diberikan ketenteraman jiwa dan pelbagai pertolongan berkat keikhlasan istighfar. Beristighfar dengan ikhlas sebanyak-banyaknya pada suatu hari akan merasakan kesyanduan ruhnya. Allah akan membuka ufuk akalnya, kekudusan jiwa, kesegaran pikiran dan merasakan perdampingan Allah.

Istighfar yang ikhlas, mengharapkan keampunan Allah adalah penawar, penyembuh derita jiwa, pendatang kurnia Allah, rezeki, kebahagiaan dan pertolongan. Menghiasi kepahitan hidup dengan istighfar, niscaya akan merasakan kemanisan dan kelezatan di persada alam yang sementara ini.
15.43 | 2 komentar

Hadis-Hadis Keutamaan Al Qur'an

Written By Rudi Abu azka on Senin, 26 Maret 2012 | 17.58


Al-Qur’an al-Karim merupakan kitab suci umat Islam yang terjamin keasliannya sebagai Firman Allah swt.

Sebagai firman Tuhan Yang Maha Mengetahui, Penguasa alam semesta, Pencipta semua makhluk, tentu isi kandungannya dari sudut manapun, tidak dapat dibandingkan dengan perkataan atau buku atau karya siapapun.
Kelebihan al-Qur’an dari sisi isi, membaca, menghafal, mengajarkan, mengamalkan, digambarkan juga Rasulullah saw dalam hadis-hadisnya.
Aplikasi multimedia ini berisi tentang Keutamaan al-Qur’an secara khusus dan umum. Bersumber dari hadis-hadis Rasulullah saw yang diambil dari kitab-kitab hadis yang mu’tabar.
Di program ini, pahala membaca, mengajarkan, menghafal, dan mengamalkan al-Qur’an dirinci berdasarkan hadis-hadis yang ada. Hanya hadis yang bisa dijadikan dalil saja yang dipaparkan.
Program ini juga menyertakan teks 6 (enam) kitab klasik orisinil seputar keutamaan al-Qur’an, yaitu karya al-Faryabi, Ibn Durais, al-Nasa’Ii( w. 303 H), Ibn Kathir (w. 774 H), dan al-Tibyan di Adab Hamalat al-Qur’an, karya Imam al-Nawawi (w. 676 H). Plus video tausiyah Ust. Yusuf Mansur: One Day One Ayat.
Tema bahasan meliputi: Fadilah al-Qur'an secara umum, fadilah surah-surah tertentu, fadilah ayat-ayat tertentu, fadilah membaca surat/ayat tertentu pada waktu tertentu, hal penting yang harus diketahui tentang al-Qur'an, hadis palsu tentang fadilah dan surah tertentu.

Spesifikasi Komputer:
Processor Min 1 Ghz
RAM 256 MB
Resolusi Layar 1024x768
CD/DVD ROM
Windows XP/Vista/7
17.58 | 2 komentar

PENGERTIAN JIWA DAN ROH

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 25 Maret 2012 | 05.28


PENGERTIAN JIWA DAN ROH
Jiwa, dalam bahasa Arab disebut Nafs, dan dalam bahasa Yunani disebut Psyche yang diterjemahkan dengan jiwa atau Soul dalam bahasa Inggris. Sedangkan Roh biasanya diterjemahkan dengan Nyawa atau Spirit.

Jadi, sebenarnya, sejak manusia mengalami proses kejadian Sampai sempurna menjadi janin dan dilahirkan ke atas dunia, telah ada unsur lain yang bukan fisik material yang ikut menyusun semua peristiwa penciptaan itu. Justru adanya unsur non-fisik inilah yang membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya sebagai satu kelebihan. Kelebihan ini akhirnya tampak nyata pada norma-norma nafsiyah (psikologis) dengan segala kegiatannya.

Jadi, apa jiwa itu?
Plato (477-347 sM) berpendapat bahwa jiwa itu adalah sesuatu yang immaterial, abstrak dan sudah ada lebih dahulu di alam praserisoris. Kemudian is bersarang di tubuh manusia dan mengambil lokasi di kepala (logition, pikiran), di dada (thumeticon, kehendak) dan di perut (abdomen, perasaan). Pendapat ini kemudian dikenal dengan istilah Trichotomi. Menurut Plato, ketiga unsur inilah yang mendasari seluruh aktivitas manusia. Dengan kata lain, seluruh kegiatan hidup kejiwaan manusia mempunyai dasar yang kuat pada ketiga unsur tersebut. Sejajar dengan trichotominya, Plato mengatakan bahwa manusia akan memiliki sifat Bijaksana (jika pikiran menguasai dirinya) dan Ksatria atau Berani (jika kehendak menguasai dirinya) serta Kesederhanaan (jika perasaannya tunduk pada akalnya). Maka apabila ketiga sifat itu menguasai manusia,berarti ia telah memiliki kesadaran sebagai manusia. Sadar artinya mengerti secara aktif. Dengan kesadaran inilah, manusia selalu cenderung untuk menentukan sendiri bentuk-bentuk aktivitas hidupnya dan tingkah-laku yang diwujudkannya, maupun finalita dalam kehidupannya.

Aristoteles (384-322 sM) berpendapat lain dari gurunya. Menurut dia jiwa itu adalah daya hidup bagi makhluk hidup. Jadi, di mana ada hidup di situlah ada jiwa. Daya kehendak dan mengenal merupakan dua fungsi jiwa manusia. Kemudian pendapatnya ini dikenal dengan istilah dichotomi. Selanjutnya dia menjelaskan, bahwa jiwa sebagai sesuatu yang abstrak (dunia idea) halus menempati atau berada dalam tubuh (dunia materi) menjadi daya hidup yang nyata, (realita). Karena realisasi dari jiwa ini memang merupakan tujuan untuk membentuk sesuatu (tingkah laku) menurut hakikatnya yang sudah ditentukan terlebih dahulu untuk mencapai suatu tujuan, maka ia menjadi. Menjadi di sini berarti kemungkinan untuk berwujud. Artinya, semua potensi yang ada akan menampak nyata (aktual). Jiwa itulah potensi yang ada dalam tubuh sehingga mengaktualisasi dalam bentuk tingkah-laku. Sebelum tingkah laku itu terwujud, ia masih merupakan kemungkinan (potensial) dan setelah terbentuk atau terjadi maka ia disebut Hule. Setiap kejadian (hule) pasti ada yang menjadikan (Murphe) dengan demikian, dalam diri manusia terdapat unsur Hule-Morpheisme.

Rene Descartes (1596-1656 M) berpendapat bahwa jiwa merupakan Zat Rohaniah, dan tubuh adalah Zat Jasmaniah. Dari zat rohaniah inilah munculnya tingkah laku manusia yang disebut tingkah laku rasional. Sedangkan dari zat jasmaniah itu muncul tingkah laku mekanis. Antara dua zat kejiwaan dan zat ketubuhan itu berada dalam perbedaan yang terpisah, tetapi keduanya dihubungkan dengan adanya kelenjar Pinealis, sehingga rangsang-rangsang ketubuhan dapat diteruskan melalui kelenjar ini ke aspek kejiwaan dan sebaliknya. Selanjutnya dia menyatakan bahwa jiwa manusia berpokok pada kesadaran atau akal pikirannya, sedangkan tubuhnya tunduk kepada hukum-hukum alamiah dan terikat kepada nafsu-nafsunya. Paham ini dikenal dengan Dualisme.
Selain Descartes ada sarjana yang berpendapat bahwu untura ketubuhan dan kejiwaan (jiwa dan raga) itu tidak dapat bedakan karena keduanya merupakan kesatuan secara interaksi, dan tidak saling terpisah, tetapi merupakan satu hubungan kausalitas.
Pendapat ini kemudian dikenal dengan teoriMonisme.

Kemudian, apa perbedaan jiwa dengan roh?
Diambil rata, membicarakan masalah roh itu memang kurung menarik perhatian, kecuali beberapa orang tertentu yang memperhatikan dirinya serta ingin memahami fungsi roh pada tubuhnya. Yang mempersoalkan roh pertama kali adalah kaum Yahudi, yang dijawab oleh wahyu:"Katakanlah Muhammad, bahwa roh itu menjadi urusan Tuhanku saja." (QS Al Isra': 85).

Mengapa demikian?
Memang, sampai sekarang masalah roh merupakan ruang kosong dalam analisis dunia sains. Hakikat wujudnya tidak terjaring oleh kemampuan penalaran rasional manusia, apalagi hanya dengan pengamatan mata telanjang. Berpijak pada ayat di atas, para mufassir mencoba memberikan sedikit pengertian tentang roh ini, antara lain:
Ibnu Qayyim al Jauzy menyatakan pendapatnya, bahwa, roh merupakan jisim nurani yang tinggi, hidup bergerak menembusi anggota-anggota tubuh dan menjalar di dalam diri manusia. Kalau tubuh sehat dan menerima bekas-bekas dari jisim halus ini, maka ia akan tetap kekal berjalin dengan tubuh dan menghasilkan beberapa daya atau kemampuan rohaniah. Sebaliknya kalau tubuh itu rusak, maka ia melepaskan diri dan berpisah menuju alam arwah. Akan tetapi ia tidak musnah. Yang mati itu adalah nafs. Jadi, perbedaan antara nafs dan roh adalah perbedaan dalam sifatnya.

Imam Al Gazaly berpendapat bahwa roh itu mempunyai dua pengertian; Roh Jasmaniah dan Roh Rohaniah. Roh jasmaniah ialah zat halus yang berpusat di ruangan hati (jantung)serta menjalar pada semua urat nadi (pembuluh darah) tersebut,- ke seluruh tubuh. Karenanya manusia bisa bergerak (hidup) dan dapat merasakan berbagai perasaan serta bisa berpikir, atau mempunyai kegiatan-kegiatan hidup kejiwaan. Sedangkan roh rohaniah adalah bagian dari yang ghoib. Dengan roh ini manusia dapat mengenal cirinya sendiri, dan mengenal Tuhannya serta menyadari keberadaan orang lain, (berkepribadian, ber-Ketuhanan dan berperikemanusiaan), serta bertanggung jawab atas segala tingkah-lakunya. Roh inilah yang memegang komando dalam seluruh hidup dan kehidupannya, karena roh ini yang menerima perintah dari Allah dan larangan-Nya. Tetapi ia bukan jisim, bukan nafs, dan bukan sesuatu yang melekat pada lainnya. Ia merupakan substansi yang wujud, berdiri sendiri, diciptakan, oleh karenanya hanya menjadi urusan Penciptanya saja.
Prof. Dr. Syekh Mahmoud Syaltout mengatakan bahwa Roh itu memang sesuatu yang ghoib dan belum dibukakan oleh Allah bagi manusia. Akan tetapi pintu penyelidikan tentang hal-hal yang ghoib masih terbuka karena tidak ada nash agama yang m'enutup kemungkinannya. Selanjutnya dia menegaskan bahwa Roh merupakan sesuatu kekuatan ghoib yang menyebabkan -kehidupan pada makhluk hidup. Roh (faktor X) inilah yang berfungsi sebagai penegak nafs. Dalam Alkuran' (Quran) ada 19 ayat tentang roh dengan konteks pembicaraan yang berbeda-beda. Para ulama pun tidak sampai dengan tegas menyatakan pendapatnya apakah roh itu sama dengan nafs, sesuku dengan tubuh, suatu sifat, substansi atau atom yang terlepas samasekali dengan lainnya. Sedangkan ayat yang menyatakan bahwa setelah penciptaan tubuh fisik ini sempurna kemudian Allah meniupkan roh-Nya (Al Hijr: 29), menurut pendapat yang lebih bersifat psikis adalah, terwujudnya pengaruh roh itu pada jasad sehingga jasad kasar ini berfungsi dan melakukan perannya, baik yang berhubungan dengan aspek kejiwaan maupun aspek ketubuhan.
Mempersoalkan tentang sesuatu yang sifatnya ghaib seperti jiwa itu terasa agak ganjil bagi sementara orang, karena, orang
hanya akan mengira-ngirakan kepada sesuatu yang tidak dapat dipegang, diraba, dilihat, ditimbang, diukur bahkan abstrak secara total. Dugaan itu ada benarnya, tetapi, banyak salahnya. Jiwa sebagai sesuatu yang abstrak, bersifat subjektif, bebas dan pribadi, dapat menimbulkan kesadaran, tapi memerlukan hubungan dengan fisik (tubuh). Karenanya ia dapat dipelajari bagaimananya dan tidak dapat diketahui apanya, kebalikan dari wujud Tuhan yang dapat dipelajari apa (wujud)-nya tetapi tidak bisa diketahui bagaimananya. Berbicara tentang manusia dari kejadiannya, tidak dapat terlepas dari pada hukum-hukum penciptaan keseluruhannya. Setiap insan yang beriman sependapat bahwa manusia merupakan makhluk yang diciptakan, artinya bukan ada dengan sendirinya. Akan tetapi belum semua manusia sependapat bahwa penciptaan atas manusia itu meliputi jasmani-rohani, lahir-batin, jiwa-raganya, atau keseluruhannya secara utuh. Berbeda dengan logika semu yang ditarik-tarik oleh pola pemikiran insani dalam menetapkan adanya Allah sebagai Maha Pencipta, maka Al Quran ,memakai dalil-dalil aksioma (patokan-patokan yang berdasar kenyataan) dengan tekanan-tekanan yang jelas, sederhana dan mudah dicerna oleh segala tingkat pemikiran mulai dari pemikiran kampungan sampai ke pemikiran filosofis. Orang yang berpikir sederhana pun dapat mengetahui dalil-dalil tersebut dalam garis-garis yang pokok karena kesederhanaan, kejelasan dan keaksiomaan yang terkandung di dalam dalil-dalil itu sendiri. Adapun bagi orangorang alim dan cerdik pandai, maka dalil-dalil tersebut dapat diperdalam secara terinci, yang secara keseluruhan dapat membentuk suatu rumusan pikiran yang tersusun, sehingga pengingkaran terhadapnya sama saja dengan mengingkari terhadap 2 x 2 = 4. Tentang kejadian manusia jasmani dan rohani kita dihadapkan kepada kenyataan adanya aktualita Bina Cipta Ilahi yang bersumber pada dalil aksiomatis ini:

a. Dalil Penciptaan (ikhtira')
Tuhan adalah Pencipta Tunggal atas adanya segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tidak (lahir-batin). Informasi tentang ini dapat kita baca dalam Surat Al Mu'min: 62

b. Dalil Pembinaan (al 'inayah)
Tuhan bukan hanya pencipta kemudian setelah jadi lalu dibiarkan begitu saja berjalan tanpa hukum dan aturan-aturan tertentu. Balk makhluk hidup ataupun benda mati, diikat oleh hukum dan aturan tertentu yang dicipta sebagai proses. Informasi tentang ini dapat kita baca dalam Surat Al A'la: 2-3.

c. Dalil Keteraturan (an nidham )
Semua ciptaan Tuhan berada dalam proses (tidak statis), serta berada dalam kadar sebab akibat tertentu. Segala benda itu punya tabiat sendiri-sendiri, berproses secara tetap dan berulang. Kalau keteraturan ini tidak ada, manusia tidak mungkin punya jiwa, dan sebagainya. Informasi tentang ini dapat kita baca dalam Surat Al Furgan: 2.

Adapun penjabaran dan pengembangan proses tentang adanya hukum dan aturan itu, diserahkan kepada kemampuan akal intelek manusia untuk menerjuni selidik sedalam-dalamnya, karena Alkuran memang bukan buku pelajaran yang memuat deretan dalil-dalil fisika, kimia atau biologi, dan bukan pula buku ensiklopedi, juga bukan tujuan Alkuran untuk menuntun manusia kepada ilmu-ilmu pengetahuan melalui pengajaran. Ayat-ayat yang disusun di dalamnya lebih bersifat memberi isyarat akan adanya rangkaian ilmiah yang terdapat di dalam penciptaan alam semesta dan seisinya dan pada diri manusia sendiri, yang sebagian telah berhasil diungkap oleh kemampuan dan potensi psikis manusia, walaupun masih lebih banyak yang belum tergali.
"Akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alkuran (Quran) itu adalah benar." (Fushshilat: 53)

Menanggapi ayat seperti ini, orang yang berpikiran seder-liana pun mudah menangkap bahwa apa yang terdapat pada penciptaan alam semesta dan diri manusia itu sendiri merupakan tanda-tanda adanya Kehendak- Kekuasaan- Kebijaksanaan-ilmuKetelitian- Keseimbangan-Kerapian- Kesengajaan- yang semuanya itu menguatkan adanya Penciptaan yang Dahsyat. Untuk mengarahkan dan memelihara pemahaman semacam inilah kepada manusia diberikan kesadaran yang berpusat pada adanya Jiwa (akal pikiran, kehendak-perasaan) yang dengannya pula manusia dilimpahi kepercayaan serta dibebani kewajiban sehingga hubungan manusia dengan Tuhannya menimbulkan tingkah laku bermotivasi, yang dilatarbelakangi nilai-nilai ibadah.

Tentang mengapa Allah memilih manusia sebagai pelaksana dari amanat-Nya itu adalah karena manusia mempunyai kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. (Baca: Surat Al Isra': 70). Dan kelebihan itu tampak pada adanya normanorma nafsaniyah (psikologis) dengan segala potensi yang mendukungnya, sehingga manusia yang sadar sepenuh jiwanya, akan mengarahkan seluruh kegiatan hidup kejiwaannya itu menuju taqwa.

"Wahai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari nafsin wahidah dan menciptakan dari padanya jodohnya, dan mengembangbiakkan dari kedua lakilaki dan wanita yang banyak." (An Nisa': 1)
H. Hassan dan Al Jawahir at Thanthawy, menafsirkan Nafsin Wahidah sama dengan Nabi Adam. Jodohnya ialah Hawa, diciptakan dari Adam (padanya). Demikian pula tafsir Alkuran Departemen Agama Republik Indonesia yang diperkuat dengap hadits riwayat Bukhari Muslim. Akan tetapi dinyatakan pula penafsiran lain yang berpendapat bahwa nafsin-wahidah adalah unsur yang serupa, yakni tanah, yang daripadanya Adam diciptakan.
Maulawi Muhammad Ali (Ahmadiyah Lahore) dalam Quran Suci terjemahan Jawa mengulas, pertama, menurut Abu Ishaq bahwa di kalangan orang Arab perkataan nafs dipakai dua macam arti, yaitu seperti Roh atau Jiwa. Kedua, berarti: Kesatuan sesuatu, berserta sarinya, yang dari padanya juga terjadinya jodoh. Jadi, nafs di sini berarti jenis yang berarti sari (sari yang sejenis: an Nahl, 72).
H. Zainuddin Hamidy cs dalam tafsir Qurannya berpendapat, bahwa nafs berarti jenis atau bangsa manusia.
Syekh M. Abduh dalam tafsir Al Manar menerangkan bahwa nafs wahidah itu bukan Adam, buktinya ada ayat wa batstsa min humaa rijalan katsiran wa nisaa an. Kata Sayid Rasyid Ridla, kalau ditafsirkan dengan Adam, tidak ada alasan dari nash ayat melainkan hanya menerima dari masalah bahwa Adam adalah ayah sekalian manusia.
Prof. Hasby .Ash Shiddiqi dalam tafsir An Nur hanya mengatakan diri yang satu yaitu insan yang dari padanya asal keturunan yang lain.
Al Fatkhur Razy dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kejadian Adam dan Hawa tidak didapat suatu dalil yang qath'i (pas), bagaimananya dan apanya, sebab Alkuran hanya menerangkan secara global saja. Tentang penafsiran selanjutnya tidak sampai kepada asal kejadian itu.

Terlepas dari bermacam-macamnya penafsiran, kami memilih
kepada apa yang berkaitan dengan pembahasan buku ini, yakni mod kejadian yang sejenis. yang daripadanya manusia pertama beserta jodohnya diciptakan, kemudian dari keduanya ini keturunan-keturunan yang sejenis pula (jenis insan).
Dengan demikian maka isyarat yang dapat ditangkap dari padanya dapat mengantarkan kepada pengenalan dan pengertian
kita dalam bentuk struktural dan fungsional. Sesuatu yang bisa dijelaskan dari isyarat itu dan yang telah dikembangkan bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, bahwa di dalam kerahasiaan nafsin-wahidah ini, dia bersifat Hereditair, Terus-menerus berketurunan pada kesam aan jenisnya, dalam hal Ini jenis insan. (Al A'raf: 189). Tanpa kenyataan ini, maka pertemuan antara sperma dengan ovum hanyalah semata-mata pertemuan antara materi dengan materi. Di sinilah sebenarnya kita mengarahkan sekuat-kuat dugaan. bahwa misteri yang Lerkandung di dalam plasma yang mendasari sel-sel manusia fisik adalah berhubungan erat dengan kerahasiaan nafsin-wahiah ini. Teka-teki ini diperkuat lagi oleh dugaan tentang makna ayat lalu ditetapkan dan ditumpangkan [tempat ketetapan (Sulbi) dan tempat penitipan (Rahim)- Al An'am: 98, Ath Thariq: 4-10]. Dan dugaan semakin bertambah kuat, bahwa apa yang disebut Nuthfah, (sperma, air mani) itu sudah merupakan kesatuan senafas antara nafsin-wahidah dengan materi, yang dengan demikian manusia adalah tersusun dari NafsaniJasmani yang senafas, atau merupakan psiko-fisik yang membentuk pribadi sebagai totalitas. Tentang manusia fisik dari kenyataan materialnya (mani) semua kita dan ilmu kedokteran sudah memberikan pernyataan, bahwa materi yang terpancar dari sulbi laki-laki itu secara anatomis terdiri dari beberapa unsur tertentu. Akan tetapi kalau ditelusuri lebih mendalam lagi, ternyata ada kegiatan-kegiatan interaksi yang sukar diikuti dimana Alkuran memberi tekanan: Maka hendaklah manusia memperhatikan
(QS AthThariq: 5).

dan: Sudahkah kamu perhatikan apa yang kamu pancarkan itu. Al Waqi'ah: 58).
Selanjutnya, sebagaimana kita maklumi bersama bahwa pertumbuhan fisik manusia berlangsung 'secara bertahap menuju kesempurnaannya, (Al Mu'minun: 12-14) dan demikian pula dengan perkembangan nafsin yang penuh kerahasiaan itu mendapatkan bagian dengan caranya sendiri dan tersembunyi untuk menuju kesempurnaannya (As Syams: 7-10).
Demikianlah pertumbuhan dan perkembangan manusia sebagai makhluk psiko-fisik dalam prosesnya yang kemudian menjadi pokok pembahasan psikologi. Setiap nafsani memiliki potensi, kemampuan, kegiatan, derivat (keadaan yang menurun dari satu sumber, berasal) baik ke dalam (in abstrakto) maupun ke luar (in manifesto) yang direalisasikan oleh kegiatan-kegiatan jasmaniah (in konkreto) yang kesemuanya itu, baik yang bersifat intensional atau konsepsional maupun dalam bentuk realisasi, sumbernya adalah satu, yaitu Nafs (jiwa) dalam kedudukannya sebagal individu atau pribadi, yang ditegakkan (dinafasi) oleh kekuatan metafisik yang kemudian disebut dengan Roh (spirit, nyawa) sehingga daripada kesatuan dwi-unsur ini muncullah tingkah-laku manusia yang sekarang diakui sebagai objek dari psikologi. Jadi, psikologi sekarang adalah Ilmu Nafs suatu cabang ilmu yang mempelajari tingkah laku dengan latar belakang nafs (jiwa).

PSIKOLOGI
Apakah psikologi dan apa objeknya? Jawaban pertanyaan di atas sebenarnya terdapat di dalam diri manusia sendiri, sebab bila dua orang bercakap-cakap tentang dirinya, tentang orang lain, dengan tidak disadari sebetulnya mereka telah berpsikologi dalam praktik. Hampir seluruh isi dari pembicaraan kita sehari-hari adalah masalah-masalah psikologi. Sebab, dimana ada manusia di situlah psikologi digunakan. Akan tetapi psikologi yang digunakan itu bersifat intuitif, belum scientific. Baru berdasarkan pengalaman dan belum berdasarkan ilmiah. Misalnya kita secara kebetulan memperoleh kesan-kesan umum mengenai tingkah-laku dan sifat-sifat kepribadian .seseorang, kita sudah berpsikologi intuitif. Akan tetapi untuk disebut berpsikologi ilmiah, kita harus bisa mengumpulkan keterangan mengenai kepribadian orang itu dilengkapi dengan metode-metode yang lebih objektif kemudian disusun secara sistematis
rasional.
Jadi, apa psikologi itu sebenarnya? Ilmu adalah dinamis. Karenanya setiap ilmu mempunyai ciri khas, yaitu terus-menerus mendefinisikan diri. Definisi lama diganti dengan batasan haru sesuai dengan kemajuan zaman dan perubahan jalan pikiran manusia, terutama ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Teryata psikologi juga mengikuti jejak itu.

Psikologi (Psyche dan Logos) diterjemahkan dengan Ilmu Jiwa yang artinya sama yaitu Ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan. Hanya istilah psikologi merupakah istilah scientific, tetapi Ilmu Jiwa lebih bersifat umum, dan istilah sehari-hari yang sudah banyak dikenal orang. Kemudian, dalam sejarah perkembangannya, arti psikologi menjadi Ilmu yang mempelajari Tingkah laku-manusia. Ini disebabkan oleh jiwa yang mengandung anti yang abstrak itu sukar dipelajari secara objektif. Di samping itu keadaan jiwa seseorang melatarbelakangi timbulnya hampir seluruh tingkah lakunya.

Sekalipun sekarang ini Para sarjana sudah sepakat bahwa, objek dari psikologi adalah tingkah laku, tetapi mengenai tingkah laku yang bagaimana yang dipelajari psikologi, masih terus menjadi bahan penyelidikan dan pembahasan dari ilmu jiwa. Para ahli yang menitikberatkan pembahasannya pada tingkah laku manusia dewasa, normal dan berbudaya, dengan sifat-sifat dan ciri-ciri yang berlaku pada setiap individu manusia umumnya, maka hal ini menjadi pokok bahasan PSIKOLOGI UMUM.

Apabila penyelidikan tingkah laku individu itu dilihat secara lebih mendalam dan dari jarak yang lebih dekat dihubungkan dengan situasinya sehari-hari dan lingkungan serta pengalaman-pengalaman pribadinya, maka sekarang sudah menjadi wewenang PSIKOLOGI KEPRIBADIAN. Dengan psikologi ini kita alcan mengenal watak, karakter, tipe dan kedirian masing-masing individu.
Di sisi lain, kepribadian seseorang tidak muncul begitu saja. Ia tumbuh dan berkembang secara periodik mulai sejak pranatal hingga tua, dan periode masing-masing menunjukkan tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga ada tingkah laku anakanak, remaja, dewasa dan orang tua. Pertumbuhan dan perkembangan ini muncul dari dua kekuatan yang mempengaruhi, yaitu kekuatan dari dalam diri dan dari luar diri manusia, atau kekuatan dasar dan ajar. Persoalan ini, menjadi bahasan PSIKOLOGI PERKEMBANGAN.

Segi utama yang juga menjadi pokok bahasan ilmu jiwa modern ialah bahwa manusia secara hakiki merupakan makhluk sosial. Manusia disebut manusia kalau ia sudah berhubungan dengan manusia lain. Bahkan sejak ia dilahirkan, ia membutuhkan
bergaul dengan orang-orang di sekitarnya, untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Dan sejak itulah sebenarnya manusia sudah menerima kontak sosial, kemudian secara lambat laun ia mengalami perkembangan yang bukan hanya segi biologisnya tetapi juga secara psikis.. Bahkan menurut para ahli, apabila manusia tidak ada hubungan psikis antara ia dengan ibunya sejak bayi, perkembangan dan pertumbuhannya akan mengalami
hambatan untuk sekian lamanya. Kemudian, setelah ia mulai bergaul dengan kawan-kawan sebayanya dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya, ia tidak lagi hanya menerima kontak sosial melainkan juga dapat memberikan kontak sosial. Dari situ pula ia mulai mengerti bahwa di dalam interaksi sosial itu, di dalam kelompoknya itu terdapat norma-norma yang hams dipatuhi dan memahami pula bahwa dirinya ikut serta membentuk norma-norma dan peraturan tertentu, sehinga ia
pun menyadari keberadaannya dan bahwa dirinya mempunyai
peranan, maka ia hams beradaptasi dan bersosialisasi
dengan cara mengebelakangkan keinginan dan kepentingan
Indlividualnya demi kelompoknya. Masalah ini menjadi pokok
bahasan PSIKOLOGI SOSIAL.

Bahwa manusia merupakan makhluk yang ber-Ketuhanan sebenarnya tidak usah dibuktikan lagi, seperti halnya kehidupan
psikis lainnya yang telah diselidiki dan menjadi pokok
bahasan psikologi itu.

Sebab bagi setiap manusia pada umumnya telah disadari
dan sulit sekali untuk menolak atau mengingkari adanya kepercayaan kepada Tuhan.
Memang, Tuhan itu sulit dibuktikan sem empiris eksperimental oleh mereka yang belum ber-Ketuhanan.
Ini tidak berarti bahwa Tuhan itu tidak ada. Dan bagi mereka yang belum sadar akan segi kemanusiaannya sebagai makhluk yang diciptakan, sukar sekali untuk menerima atau mengakui adanya Tuhan, jadi, berarti sulit sekali baginya untuk menerima hakikat dirinya dari segi kemanusiaannya itu. Kaum
sebenarnya tanpa disadari sudah ber-Ketuhanan walaupun dalam bentuk pertuhanan kepada benda-benda, orang-orang atau gagasan dan ideologi. Sebab hakikatnya mereka adalah orang-orang yang belum menyadari kemanusiaannya. Jadi, dengan begitu secara psikis dapatlah diakui pula bahwa segi manumit* sebagai makhluk ber-Ketuhanan itu dapat dengan sadar atau tidak sadar digerakkan oleh suatu objek yang bukan merupakan Tuhan Yang Mahaesa. Jadi, Tuhan menurut kaum atheis adalah apa yang dipercayai, apa yang mereka akui sebagai Tuhan. kenyataan ini, kesadaran ber-Ketuhanan - selain mempertuhabkab
selain Tuhan Yang Mahaesa — pengalaman beragama
yang merupakan bagian yang hadir dalarn pikiran dan perasaan itu harus dibahas dalam PSIKOLOGI AGAMA.

Lebih jauh psikologi ini mengemukakan hasil penelitiannya tentang
pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku seseorang dan bagaimana cara seseorang berpikir, berkehendak dan berperasaan tidak dapat dipisahkan dari kebertuhanannya, sebab kepercayaan kepada Tuhan itu masukke dalam konstruksi kepribadiannya atau mekanisme naluriah yang bekerja dalam dirinya.

"Barang siapa mengenal nafs-nya maka is akan kenal kepada Tuhannya."

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa beberapa aspek kejiwaan ikut menyertai kehidupan beragama. Artinya, bagaimana Pikiran, Perasaan, Kehendak (atau jiwa) seseorang secara individual terhadap Tuhannya (agamanya) dapat dilihat dari pengaruhnya pada tingkah lakunya dan sikap hidupnya. Untuk menyeru, mengajak, memanggil jiwa manusia ini, atau meluruskan, mengubah atau mengarahkan tingkah lakunya dan sikap hidupnya ke jalan Allah, maka tugas ini adalah wewenang Ilmu Dakwah.
05.28 | 5 komentar

E-Book Istimewa

01.19 | 0 komentar

BISIKAN...


"Tiada seorang pun dari kamu melainkan sudah diwakili bersamanya seorang teman dari jin dan malaikat. Sahabat bertanya: Walaupun dirimu sendiri wahai Rasulullah? Baginda bersabda: Ya, sehingga saya sendiri pun tetapi Allah menolongku menghadapinya lalu dia menyerah diri dan tidak menyuruhku melainkan kebaikan." (Hadits riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad)

Pergerakan tangan, kaki, mata, telinga dan hati yang memiliki lintasannya harus waspada, adakah berasal dari bisikan jin atau malaikat.
"Sesungguhnya syaitan mempengaruhi lintasan hati anak Adam dan malaikat juga mempunyai pengaruh. Pengaruh syaitan ialah mengilhamkan manusia supaya melakukan kejahatan dan membantah kebenaran. Adapun lintasan malaikat ialah mengilhamkannya melakukan kebajikan dan membenarkan kebenaran." (Hadits Riwayat Al-Tirmidzi, Al-Nasai
dan Ibnu Hibban).

Apabila hati disibukkan
dengan mendengar bisikan al-Quran niscaya yang menemani kita adalah malaikat yang suci. Sejauh manakah kedudukan al-Quran dalam kehidupan seharian? Adakah kita memberi perhatian istimewa kepadanya seperti masa untuk berhibur dan bersantai? Mengapa banyak masa dihamburkan untuk hiburan dan meluangkan hanya sedikit untuk al-Quran? Cukuplah seseorang kehilangan bisikan dan ilham Allah jika is lalai terhadap kalamNya.

Dalam keadaan lalai, manusia lupa betapa banyak tanggungjawab dan berat amanah yang mesti dilaksanakan. Sikap suka melengahkan amal pernah dialami seorang sahabat yang tertinggal dalam Perang Tabuk melawan Romawi.

Ka'ab bin Malik dan dua lagi sahabat Rasulullah SAW tertinggal dari pasukan dipimpin Rasulullah SAW. Ka'ab menceritakan selepas Rasulullah SAW keluar dari Madinah, dia tertinggal dan setiap pagi dia memasang pelana kudanya dan berkata: "Aku akan menyusul mereka", tetapi dia tidak melakukannya, dia berbuat begitu setiap hari sehingga akhirnya dia tidak dapat menyusul tentara Rasulullah SAW.

Hal itu adalah dalih apabila seseorang tidak bersegera melakukan amal salih, dia akan terhalang dari melakukannya. Sebab itu Allah berfirman yang bermaksud:
"Dan (begitu pula) kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (alQuran) pada permulaannya, dan kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (Qs. al-An'am : 110)

Hati yang suka mendengar bisikan dari langit, bertemankan malaikat yang menasihati kebaikan dan ketaatan adalah hati yang bersih dan layak dijatuhi pandangan rahmat-Nya.
01.09 | 0 komentar

Rezeki...


Setiap makhluk di muka bumi dijamin mendapat bagian rezeki masing-masing. Ia terkandung di dalam Surah Hud, ayat 6 bermaksud, "Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk melata di bumi melainkan Allah jualah yang menanggung (menjamin) rezekinya dan mengetahui tempat kediamannya dan tempat ia disimpan. Semuanya itu tersurat di dalam Kitab (Lauh mahfuz) yang nyata (kepada malaikat yang berkenaan)".

Malah, hadits Qudsi riwayat Nasai menegaskan bahwa, "Sesungguhnya malaikat Jibril memberitahuku bahwa manusia tidak akan mati sehingga disempurnakan ajalnya dan memperoleh rezeki yang diperuntukkan kepadanya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan mintalah kepada-Nya".

Bagaimanapun, mengurniakan rezeki dan mencari rezeki adalah dua perkara yang berbeda sama sekali. Mengurniakan rezeki memang 'kerja Allah swt', tetapi mencari rezeki adalah kewajiban manusia. Bukan sesuatu yang benar jika makhluk hanya berpeluk tubuh sementara menunggu rezeki yang sudah 'dijamin' itu.
Dan, mencari rezeki pun tidak terbatas kepada berusaha memaksimalkan sumber yang sudah ada, malah Islam mengajar banyak amal lain agar rezeki yang 'dijamin' itu akan diperoleh secara mudah, murah serta melimpah.

Antara amal yang diajarkan junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w ialah menyibukkan diri untuk beribadat kepada Allah walau sesibuk mana sekali pun.
Dalam satu hadits Qudsi riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah ra dijelaskan bahwa, "Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembahKu maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu"

Islam juga mengajar umatnya memperbanyak beristighfar. Ia adalah satu bentuk kerendahan hati dan rintihan seorang hamba kepada Maha Pencipta.
Dalam satu hadits lain riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ra, Nabi Muhammad saw bersabda bermaksud, "Sesiapa memperbanyak istighfar maka Allah akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka."
"Siapa berbakti kepada ibu bapaknya maka kebahagiaan buatnya dan Allah akan memanjangkan umurnya." (Riwayat Abu Ya'ala, at-Tabrani, alAsybahani dan al-Hakim).
"Apabila hamba itu meninggalkan berdoa untuk kedua orang tuanya niscaya terputuslah rezeki (Allah) darinya." (Riwayat
Hakim dan ad-Dailami).
00.43 | 3 komentar

Nominasi TNT (Top20 Nasheed Terfavorit) go to TNT April 2012

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 21 Maret 2012 | 22.19

Sahabat, sudah lama TNT tidak Meramaikan Belantika Nasheed Indonesia.
Kini TNT NURIS FM Hadir kembali, dan ini lah Nominatornya:

NOMINATOR TNT (Top20 Nasheed Terfavorit) April 2012

Nasheed Nasional :
Fajar Perdana - Taman Surgamu = Depok
Alityo - Hitam Berganti = Jogja
Alief feat Gunawan Amole - Agar Aku Dekat = Jateng dan Papua
BHV (Baik Hati Voice) - Kaya Untuk Dakwah = ANN Jateng
Serumpun Nasheed - Rukun Iman = Medan
Nasyid Indonesia - Kita Satu = Jakarta
Nasyid Accordeon - Kupohon Hak Rahmat-Mu = Jakarta
Sketsa Nasheed - Tuhan Aku Selingkuh = Jakarta
Adjie Zahyd - Masa Muda = Medan
NUN Persada - Epilog Cinta Terpimpin (ECT) = Jakarta
Yaya feat NA’AM Nasheed - Mari Bershalawat = Jawa Barat
Teddy SNADA - Pandai Bersyukur = Jakarta
Ali N’Fe - Sesal = ANN Jateng
Tiara Nasyid - Mutiara Do’a = Jogjakarta
Ebith beat A - Mari Berzakat = Bandung
Lamda - Rahmat-Mu = Aceh
STV - Belaian Kasih
Rahma feat Alief - Ibu = ANN Jateng
Firto feat Azmi Shafira Kintan - Sedekah Berat Sedekah Ringan = ANN Jateng
Hasmi - Amanah
Varianz feat Izzat M - Hingga ke Akhirnya
SNADA feat SNADA Kids - Aku anak Sholeh = Jakarta
M Ramadhani - all bout faith = Jakarta
Yogi - Semusim = Jawa Timur
Djay Lazuardi - Senandung Pantai = Jateng
AMJ Nasheed - Tetap Dijalan-Mu = Kalimantan
Djiharkah - Sepohon Kayu = Bandung
Snarai Insan - Renungan Hati = Jakarta
Tha CS - Tobat = ANN Jateng
Firto feat Adam Aryo - Sholat 5 Waktu = ANN Jateng
Zahira - Mataharinya Dunia = Jakarta
Arief Nasheed - Cinta Sejati = RIAU
Adhi Pratama - Sujud Panjangku = Jakarta
Amole Voice - Nyanyian Cenderawasih = Papua
Justice Voice - Facebook Lagi = Jogjakarta

Nasheed Mancanegara :

36. UNIC - Binnabil Huda = Malaysia
37. Soldier Of Allah - 1924 = USA
38. Maher Zain - Number One For Me = Swedia
39. Native Deen - Not Afraid To Stand Alone = USA
40. Sami Yusuf - Make Me Strong= Iran

Cara Mendukung Nasyid Kesayangan Anda agar Menjadi Jawara TNT April 2012 NURIS FM :

SMS ke Manajemen Bidang Musik NURIS FM dengan Format Nama#Asal#No.Pilihan.Nasyid kirim ke 0857.1603.9951 (Syahma Ummatullah)
Polling dibuka Hingga Selasa, 3 April 2012 Jam 18.00 WIB,,
Dan Dengarkan Langsung Acara TNT PERDANA 2012 NURIS FM Hari Rabu, 4 April 2012 Pada Jam 13.00 hingga 15.00 bersama Sahabat Syahma Ummatullah,,


Sahabat, Dukung Nasheed Kesayangan Anda di Top20 Nasheed Terfavorit NURIS 107.80 FM, Streaming di http://www.nurisfm.blogspot.com/ dan http://www.streamingnurisfm.blogspot.com/
Request terus di Setiap Acara NURIS FM agar Nasyid kesayangan kamu mampu menjadi
JAWARA TOP 20 NASHEED TERFAVORIT NURIS FM


"GIATKAN SYIAR ISLAM DENGAN PERSEMBAHAN NASYID-NASYID TERKINI"


Bagi sahabat NURIS yang punya Nasyid Baru langsung aja kirim ke email: nuris_radiomuslim@yahoo.com cc : nopiyanto@hotmail.com.
konfirmasi ke Manajemen Bidang Musik NURIS FM (Syahma Ummatullah, 0857.1603.9951)
22.19 | 1 komentar

Beginilah Cara Media Menghancurkan Umat Islam


Perhatikan petikan ayat berikut "Dan diantara manusia ada yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah tanpa Ilmu, dan menjadikan jalan Allah itu sebagai olok-olokan. Mereka itulah yang akan memperoleh azab yang menghinakan." (QS. Lukman:6).
Ayat diatas dengan jelas memperlihatkan bahwa provokator kebatilan dengan tujuan menyelewengkan manusia dari jalan-Nya itu memang ADA. Mereka memprovokasi manusia dengan ucapan manis tapi beracun dan menyesatkan melalui pemikiran berkedok ilmu pengetahuan. Fenomena tersebut dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut.

Seorang guru sedang duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan. Ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Maka dimulailah permainan tersebut. Pada awalnya para murid kerepotan, namun lambat laun mereka menjadi terbiasa.

Sang guru tersenyum puas seraya berkata. "Anak anak, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Kemudian, musuh musuh Islam datang kepada kita dengan berbagai cara memaksakan kehendaknya sampai sanggup membalikkan yang haq menjadi bathil, dan yang batil menjadi haq.

Awalnya mungkin kita sulit untuk menerimanya, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya kita menjadi terbiasa pada fakta yang sudah diputarbalik tersebut. Kalianpun lalu mengikuti kebiasaan tersebut sedikit demi sedikit, sehasta demi sehasta, selangkah demi selangkah hingga akhirnya kalian menjadi penentang islam itu sendiri.
Sang guru berkata "Hari ini, pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu,, Zina tidak lagi dianggap haram, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang, materialistis menjadi gaya hidup alternatif. Kawin sesama jenis sudah mendapat legalitas hukum dibeberapa negara. Ajaib, Semua nilai kini sudah terbalik Ada ilustrasi lain yang tak kalah menarik.

Ada seorang ustadz berkata kepada para santrinya. "Saya punya Al Qur'an. Saya letakkan ditengah karpet. Kalian berdiri diluar karpet. Nah ambilah Al Quran ini tanpa menginjak karpetnya!" Para santripun berpikir keras. Ada yang punya alternatif menggunakan tongkat, sapu dan sebagainya. Akhirnya sang ustadz memberikan solusi. Ia gulung karpetnya dan diambillah AlQuran itu. Ia menemui syarat tidak menginjak karpetnya. Lalu sang ustadz pun berkata, "Begitulah cara musuh musuh islam menghadapi kalian.

Mereka tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan melawannya. Seorang preman muslimpun akan berontak kalau Islam dihina didepannya. Mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak menyadarinya. Mereka tidak akan berani menghantam kalian dengan bedil tetapi mereka secara perlahan mencopot Al Quran dari jiwa kalian. Mulai perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian dan lain sebagainya. Sehingga meskipun kalian mengaku muslim tapi sesungguhnya kalian telah kehilangan identitas keislaman kalian, bahkan menjadi penentang Islam Sejati Inilah kenyataan pahit itu, Bagaimana bisa seorang "kyai besar" dan "tokoh cendekiawan muslim" pemimpin ormas besar dengan lantangnya menolak penggunaan identitas keislaman sebagai pembeda dengan orang kafir tersebut yang secara tidak langsung menolak perintah Allah bahkan berjanji akan menentangnya sampai titik darah penghabisan??
12.47 | 2 komentar

Software Ensiklopedi Islami


12.29 | 1 komentar

PEMUTIH DAN PERAWATAN WAJAH ALA RASULULLAH SAW


DENGAN BER WUDLU Berdasarkan Al-Qur'an Surat Al-Maidah :6 “Hai orang orang yg beriman apabila kamu hendak mendirikan sholat maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan tanganmu sampai dengan kedua mata kaki ....". Ketika membasuh wajah dalam ber wudlu Ya Allah jadikanlah wajahku putih berseri di hari putihnya muka muka dan hitamnya muka muka. "Allahumma bayyidh wajhii yauma tabyadhdhu wujuuh wa taswaddu wujuuh" Ketika bersisir bercermin Yaa Allah sebagaimana Engkau menciptakan aku dengan sebaik baiknya, maka perbaikilah kelakuanku akhlaqku. "Allahumma kamaa hasanta kholqi fa hassin khuluqii" Ketika dalam shalat Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan lurus berserah diri dan aku bukanlah orang yang menyekutukan Allah. "Wajahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawaati wal ardho haniifan musliman wa maa ana minal musyrikiin".

DENGAN SUJUD "Sajada wajhi lilladzii kholaqohu wa showwarohu wa saqoo samâahu wa bashorohu fatabarokallahu ahsanul khooliqiin". Aku sujudkan wajahku kepada Dzat yang menciptakannya dan memberikan rupa dan memberinya pendengaran dan penglihatan, Maha Berkah Allah Sebaik baik Pencipta.
DENGAN MENYEBARKAN SALAM Ketika kita mengucapkan "salam" kepada saudara kita sesama muslim otomatis wajah kita cerah berseri seri. Perhatikan Hadits Nabi : "Janganlah kamu memandang remeh kebaikan sekecil apapun, seperti kamu menemui sudaramu dengan wajah berseri seri".

DENGAN MEMPERBANYAK SENYUMAN Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. "Tabassumuka fii wajhi akhiika sodaqoh" Ketenangan hati karena berdzikir dan sujud membuat wajah kita mudah senyum, wajah kita damai, wajah merupakan jendela untuk melihat apa yang bergejolak di dalam hati.

DENGAN MENGHILANGKAN IRI DAN DENGKI Orang yang di hatinya dipenuhi rasa iri dan dengki , tentunya akan sulit sekali tersenyum, bahkan mukanya akan selalu masam, cemberut, muram dan sinis. Orang yang di hatinya bersih dari rasa iri dan dengki, akan berwajah tenang, tenteram, penuh senyum dan penuh kelembutan.

DENGAN MENYAYANGI DAN MENYANTUNI ANAK ANAK YATIM Dengan banyak bergaul, menyayangi dan menyantuni anak anak yatim piatu hati kita akan menjadi lembut. Dan kelembutan itu akan terpancar dari wajah kita, hingga wajah kita menjadi teduh dan enak dipandang orang.

HASIL PERAWATAN WAJAH 1. Di dunia wajah kita selalu cerah dan jernih mudah tersenyum, damai, teduh 2. Di hari kiamat : wajah kita jadi putih berseri pada hari di mana manusia terbagi menjadi dua golongan : Golongan yang wajahnya putih berseri Golongan yang wajahnya hitam 3. Di hari kiamat kita dikenali dengan bekas bekas sujud di wajah kita. ( taârifu fii wujuuhihim min atsaris sujuud ) Silahkan dicoba gan.. Alhamdulillah kami juga sudah coba dan hasilnya MasyaAllah.. menyenangkan dan rasanya hidup ini lapang..
11.40 | 0 komentar

Film Ashabul Kahfi (Subtitle Indonesia)

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 15 Maret 2012 | 22.46


Kisah 309 Tahun Pengikut Isa Al masih didalam gua Film ini bertutur tetantang ketabahan para pengikut Isa Al masih dalam  mempertahankan keimanan mereka. Dengan latar sejarah kekuasaan Adrianus, dengan garapan apik dan kolosal, penuh dengan kesedihan dan ketegangan. Maximilianus, seorang petinggi Romawi di bawah Philadelpia, hari-harinya diliputi kegelisahan menyaksikan berbagai keanehan ajaran  nenek moyangnya. Imperium Romawi yang begitu perkasa, ternyata penguasaannya tunduk dihadapan patung-patung tak berdaya.  Kegundahan semakin memuncak tatkala para pengikut Isa AI-Masih dikejar-kejar, disiksa, dibunuh, dijadikan mangsa singa lapar. Mulailah ia mencari hakikat kebenaran, sampai saat ia berjumpa seorang tua yang memberinya Injil Barnabas.  Bagaimana iman yang baru bersemi itu  bisa bertahan di tengah kebiadaban Diaclitianus sang penguasa ? Dan Julius penuh dendam? Saksikan dalam FILM ini...

Durasi :
DVD 1 (4:46:13)
DVD 2 (4:41:34)
Bahasa Arab Subtitle Indonesia
22.46 | 25 komentar

KEBERSIHAN PRIBADI


Fithrah manusia pada dasarnya adalah cenderung pada kebenaran. Akan tetapi kuatnya dorongan hawa nafsu dan rayuan duniawi, sering membuat orang jadi lupa diri. Karena memang tarikan-tarikan nafsiah dan duniawiah itu nampak begitu indah mempesona. Sedangkan jalan kebaikan dan taqwa, kelihatan terjal dan mendaki.
Allah berfirman :
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Tetapi dia tidak menempuh jalan yang sukar lagi mendaki. Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? Yaitu melepaskan manusia dari perbudakan (penindasan) Atau memberi makan pada hari kelaparan. Kepada anak yatim yang masih kerabat, atau orang miskin yang amat fakir". (QS. Al Balad : 10-16).

Begitulah memang dinamika hidup manusia. Tarik menarik antara panggilan Ilahiah (kebaikan) dengan rangsangan Syaithoniah (kejahatan) terjadi sepanjang masa, pada setiap diri seseorang.

Potensi spiritual manusiawi yang berasai dari Ruh Allah yang ditiupkan ke dalam dirinya merupakan simbol keagungan dan kebaikan. Sedangkan potensi material manusia yang berasai dari tanah adalah lambang kerendahan, ketamakan dan kenestapaan.

Apakah manusia lebih mengikuti dorongan
nuraninya (spiritual) yang bersih dan hanif, maka ia akan terpandu untuk selalu berada di jalan yang lurus. Berbuat kebaikan, menolong orang dhu'afa, menegakkan keadilan dan sebagainya. Dan ujung dari sikap dan pilihan tersebut ialah tercapainya kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebab tempat yang cocok untuk ruh yang suci dan bersih adalah syurga Jannatun Na'im.

Firman Allah :
Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya. (QS. Asy-Syams : 9).
Tetapi, ketika manusia lebih memperturutkan haws nafsunya yang rendah, berarti ia telah metekatkan dirinya ke bumi. Dan sekaligus pula mencampakkan dirinya pada lembah kehinaan dan kerendahan. la melakukan maksiat, durhaka kepada Allah, menindas sesama, menegakkan riba dan perjudian, menyebarkan pelacuran dan perzinahan dan lain-lain. Itulah orang-orang yang hatinya kotor, karena dipenuhi oleh titik-titik noda. Dan tempat yang paling pas buat mereka yang kotor adalah neraka Jahannam.
Firman Allah :
'Dan celakakah (rugi) orang yang mengotori jiwanya". (Q.S Asy-Syams : 10).
Manusia yang normal dan waras sudah pasti lebih memilih kebersihan, ketinggian dan kemuIiaan yang hakiki, Yakni ketinggian di hari qiamat. Maka ia akan mengerahkan segenap tenaga, waktu dan fikirannya untuk berbuat yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar.
Hanya mereka yang kurang waras dan bodoh saja yang lebih suka mengejar kenikmatan sementara di dunia, untuk kemudian dikembalikan dan menetapkan di lembah kehinaan dan penyiksaan (Neraka).

Masalahnya terpulang kepada masing-masing pribadi kita. Memilih jadi manusia beriman dan bertaqwa, dan tergolong sebaik-baik makhluk (Khoirul Bariyyah). Atau mengikuti dorongan kefasikan dan kekuturan, sehingga termasuk sejelek-jelek makhluk (Syarrul Bariyyah).

Penegasan Allah :
“Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan musyrikin masuk ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka itu sebaik-baik makhluk”. (QS. Al Bayyinah : 6-7).
22.04 | 0 komentar

Hati yang Sujud


Semua orang paham. Apalagi bagi orang­-orang yang memiliki jiwa kepemimpinan. bahwa pemuda adalah pengukir sejarah. Banyak kejadian sejarah yang dipelopori para pemuda. Jiwa mereka yang enerjik. memunculkan fitrah kemanusiaan untuk mem­bela kebenaran dan menegakkan keadilan. Potensi mereka besar untuk menjadi pe­mimpin. Sehingga ada semboyan: "Berikan aku 10 orang pemuda. maka akan aku gon­cangkan dunia".

Pada periode pertama Risalah Dakwah Rasulullah SAW, banyak dilahirkan para pemuda tauhid. Jiwa enerjik mereka di­landasi oleh nilai-nilai tauhid. Membela ke­benaran dan menegakkan keadilan berda­sarkan ketauhidan mereka kepada Allah. bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Ra­sulNya. Pemuda-pemuda itu seperti All bin Abi Tholib. Mush'ab bin 'Umair dan Usamah bin Zaid Rodliyallahu 'anhum.

Itulah mereka yang telah mengukir sejarah
tauhid (semangat tauhid) dan hati yam, selalu sujud di hadapan Allah. Al Jabbar. Menghabiskan waktu hidup, mereka dengan pengorbanan dan pengabdian kepada Allah yang telah memuliakan mereka dengan :man dan Islam.

Kemuliaan yang mahal dan berharga itu. kini tampak hilang dari diri pemuda. yang nota bene mayoritas. Mereka bersaksi bahwa Allah satu-sarunya ilah (Penguasa tunggal), dan Muhammad Rasul Allah satu-satunya uswatun hasanah mereka. Walaupun tidak dipungkiri akan selalu ada pemuda-pemuda yang tetap komit (terikat) dan konsisten dengan nilai-nilai tauhid dan siap sedia untuk berkorban demi tegaknya nilai yang iuhur dan memuliakan manusia itu.

Raulullah SAW bersabda dalam satu kesempatan: "Akan selalu ada di kalangan ummatku, sekelompok orang yang mendu­kung kebenaran. Kelompok yang selaiu menentang dan membelakangi mereka tidak akan memberikan apa-apa kemudharatan kepada mereka hingga hari kiamat".

Sabda Nabiyullah SAW ini menegaskan bahwa pemuda-pemuda tauhid itu akan sujud. Tetapi tentunya tidak berlagak dan bergaya hidup seperti pemuda-pemuda za­man kini. Yang rusak keimanan mereka, karena terjangkiti bakteri-bakteri jahiliyyah.

Pemuda-pemuda kini telah hanyut dalam budaya jahiliyyah dan yang menyedihkan lagi, mereka senang dan bangga dengan budaya-budaya kotor itu. Seolah-olah itu­lah gaya hidup yang dibenarkan Islam. Ke­Islaman mereka sesungguhnya telah ter­campur oleh kesyirikan dalam bentuknya yang abstrak dan up to date yaitu sekularisme. Paham yang memisahkan rata nilai Islam dari mengatur aspek kehidupan duniawi dan merasa serta menganggap Islam hanya mengatur kehidupan akhirat saja.

Ironis memang. Itulah kesukaan musuh-­musuh Islam dan kaum munafiqin.

Dalam kondisi ummat yang berteriak dan berharap akan lahirnya generasi muda tauhid yang siap dan berani mengemban missi Risalah Dakwah. Tapi ada yang tidak acuh dan ada yang serius berusaha menempa din untuk memenuhi harapan ummat. Ka­rena panggiian hati nurani. Finnan Allah berikut:
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!". (Q.S An Nisa:75).
Generasi muda yang serius berusaha menempa dirinya dalam tarbiyyah Islamiyyah. Insya Allah, yang akan memenuhi pang­gilan suci ini. Merekalah yang menjadi dewasa dan matang dengan tarbiyyah itu dalam rangka berlbadah kepada Allah. Hati mereka selalu sujud dan tergantung kepada Allah. Mereka akan masuk dalam tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT pada hari kiamat nanti.
Sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah
"Ada tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT pada hari kiamat kelak. Di mana tidak ada sama sekali naungan pada hari itu melainkan naungar dari Allah SWT, yaitu: (1). Imam (pemim­pin) yang adil. (2). Pemuda yang menjadi dewasa dalam beribadah kepada Allah. (3). Orang yang hatinya selalu tergantung di masjid. (4). D.ua orang yang saling men­cintai satu sama lain karena Allah dan ber­pisah karma Allah. (5). Seorang laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan yang cantik untuk berbuat mesum, lalu dia menolak dengan kata: 'aku takut kepada Allah' (6). Orang yang bersedekah dengan diam-diarn, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kirinya. (7). Orang yang mengalir air mata­nya ketika berdzikir, mengingat dan me­nyebut nama Allah dalam keadaan bersunyi diri". (H.R. Muslim).
Dengan tarbiyyah Islannyyah yang mus­tamiroh (berkesinambungan) diharapkan akan menumbuhkan -kecintaan kepada Allah. Se­hingga hati ini selalu rindu dan tergantung kepadaNya, yang bisa mendorong untuk berbuat ihsan. Berkorban dan berjihad di jalan Allah untuk selamanya.
Setiap pemuda Islam harus memiliki keimanan terhadap pedoman dan sistem hidup Islam yang mencapai tarap bahwa masa depan berada di Langan Islam. Ka­ren Islam itu datangnya dari nisi Allah Ta'ala yang layak dan pantas serta marn­pu mengatur hal ikhwal kehidupan ma­nusia dan membimbing roda kehidupan ini secara keseluruhan.
Dan harus yakin kepada kehebatan Islam. yang Robbani. Satu sistem yang mempuny kelebihan atas seluruh sistem kehidupan yang dibuat manusia dan mempunyai ciri khusus yang unik yang bersifat kekal dan selalu cocok dengan keadaan, waktu dan tempat dalam segala hal.
Pemuda-pemuda yang berhati sujud ha rus menyadari sepenuhnya bahwa datang suatu masa dimana Islam dan muslimin tertimpa bencana dan bahaya. Karena musuh-musuh Islam berusaha me­madamkan sinar cemerlangnya Islam. Mereka menyesatkan ummat Islam dan mele­mahkan pembelanya. Mereka mendangkalkan ajaran dan hukum Islam baik dengan mengurangi, menambah atau menafsirkani dengan penafsiran yang salah. Sehingga terpecah-belahlah persatuan ummat Muhammad SAW dan terkoyaklah ukhuwwah Is­lamiyyah yang merupakan kekuatan barisan kaum rnuslimin.

Kesadaran ini harus memberikan dan menumbuhkan motivasi kepada kita generasi muda Islam untuk menyerahkan diri secara bulat kepada Allah di dalam segala urusan dan harus bersandar kepadaNya di dalam segala persoalan. Dan harus membangkitkan kekuatan ruhul tauhid yang ada di dalam jiwa.
Akhirnya kita harus bersemboyan :
"Allah tujuan akhir kami, Rasulullah SAN/ uswah hasanah kami, Al-Qur'an pe­mimpin kami, Islam pedoman hidup kami, jihad jalan kami dan mati syahid cita-cita mulia kami!"
21.42 | 3 komentar

New Single Maher Zein - Number One For Me

Written By Rudi Abu azka on Senin, 12 Maret 2012 | 18.54


Mas Bro & Mbak Sis, berita gembira! Maher Zain kembali dengan single terbarunya yang begitu spesial, “Number One For Me”. Artis fenomenal yang satu ini akan segera meluncurkan album terbarunya “Forgive Me” di bulan April 2012. Maher Zain tercatat sebagai artis Internasional dengan penjualan album terbanyak di tahun 2011 lalu di Indonesia. Berikut ini pernyataan dari Toto Widjojo, Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia, “Maher Zain adalah penyanyi yang telah membawa harum dunia lagu pop muslim di dunia. Album perdananya yang berjudul „Thank You Allah‟ mencatat prestasi sebagai album international terlaris sepanjang tahun 2011 dengan sertifikasi 20 X Platinum. Khusus di Indonesia, kehadirannya telah diterima secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat”.

Kali ini Maher Zain menghadirkan sebuah karya lagu berirama pop dengan pesan positif yang tak hanya bisa dinikmati oleh umat Muslim saja. Kecintaannya pada sang Ibunda menjadi tema yang ia usung kali ini. Dengan tema yang lebih universal, ia mencoba menggapai lebih banyak orang dengan pesan-pesan positifnya.

Selain lagunya yang begitu menyentuh, ia pun akan membintangi sebuah serial TV berjudul “Insha Allah – Find My Way”. Serial TV hasil kerjasama Sony Music Entertainment Indonesia dan DNA Production ini akan ditayangkan di SCTV sepanjang bulan Ramadhan tahun ini. Dalam serial TV ini ia akan memerankan dirinya sendiri yang dalam ceritanya juga melibatkan Fadly „Padi‟. Selain mereka berdua, serial “Insha Allah – Find My Way” juga akan dibintangi oleh banyak aktor dan aktris papan atas.
Mengenai album “Forgive Me”, Maher Zain akan menghadirkan 14 lagu di dalamnya. Ada beberapa hal yang menarik dalam album ini. Ia kembali akan menghadirkan lagu berbahasa Indonesia, bahkan akan terdapat dua lagu yang berbahasa Indonesia. Hal lain yang juga menarik adalah, dalam salah satu lagunya, ia akan menghadirkan suara anaknya yang saat ini masih usia bayi! Maher Zain dengan visi dan misi positifnya, ditambah karya dan talenta yang luar biasa kini akan semakin lekat di hati pecinta musik dan serial TV tanah air.


Number One For Me

I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I'm here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it's time for you to rise
For all the things you sacrificed

Oh if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you

Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day

And now I finally understand
Your famous line
About the day I'd face in time
'Cause now I got a child of mine
And even though I was so bad
I've learned so much from you
Now I'm trying to do it too
Love my kid the way you do

Oh if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you

Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day

You know you are the number one for me (X3)
Oh, oh number one for me

There's no one in this world that can take your place
Oh I'm sorry for ever taking you for granted
Ohh I will use every chance I get
To make you smile, whenever I'm around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me

Oh if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you

Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day

You know you are the number one for me (X3)
Oh, oh number one for me
18.54 | 5 komentar

MUTIARA DI BALIK TAUBAT

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 06 Maret 2012 | 23.02


Rasulullah SAW tengah berdialog dengan para sahabat, ketika tiba-tiba datang menghadap beliau seorang wanita muda seraya berkata : "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku sedang mengandung janin akibat berzina. Karena itu rajamlah saya! Lantaran Nabi SAW tidak menjawab, wanita muda itu mengulangi sekali lagi pernyataan serupa. Tapi Nabi tetap diam tanpa kata.
Akhimya, ketika untuk ketiga kalinya perempuan tersebut berkata, Beliau
menjawab lembut: "Pulanglah engkau wahai wanita muda semoga rahmat Allah bersamamu". Maka kembalilah perempuan yang mengaku telah berzina itu ke kampungnya.

Sesungguhnya Rasulullah SAW sadar benar, bahwa hukuman bagi penzina yang terikat perkawinan adalah dirajam: Akan tetapi beliau menyuruh wanita itu pulang, karena dirahimnya ada seorang janin tidak berdosa. Kalau wanita itu dirajam, pasti tewas pula sijanin.
Suatu masa beberepa bulan kemudian, wanita tersebut lagi-lagi datang menghadap Nabi sambil berkata: "Ya Rasulullah, sekarang saya telah melahirkan. Maka rajamlah saya". Kali ini Nabi SAW tidak juga memenuhi permintaan perempuan tersebut. la menyuruhnya pulang seraya berpesan agar ia menyusui bayinya dan memeliharanya sampai cukup.

Sebagai manusia pilihan Allah, Nabi SAW dianugerahkan Allah kecerdasan luar biasa. sebelum sains dan teknologi membuktikan bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, beliau telah mengajarkan dan melakukannya. Karena itu ia menyuruh wanita itu pulang agar berkesempatan menyusui putranya.
Dua tahun berselang, Rasulullah tengah berbincang-bincang dengan para sahabat, Tiba-tiba untuk ke tiga kalinya wanita tersebut datang. la berkata: "Ya Rasulullah, sekarang anak saya telah lepas dari susuan, maka rajamlah saya".
Akhirnya, Nabi SAW memerintahkan para sahabat mempersiapkan lubang untuk rajam. Wanita itu kemudian dikubur setengah badan dalam lubang tersebut dan setiap orang yang lewat melemparinya dengan batu.

Seorang sehabat dengan kemarahan luar biasa mencaci maki wanita itu sambil melemparinya dengan batu. Melihat hal itu serta merta Rasulullah SAW menegurnya dan berkata :"Ketahuilah sahabatku, sesungguhnya Allah telah mengampuni wanita itu dan menyediakan baginya syurga".

Mendengar penjelasan Nabi tersebut, sadarlah kaum mukminin bahwa Allah menerima taubat wanita itu dan melimpahkannya karunia yang besar.

Demikianlah, meskipun ia sadar pengakuan zinanya menyeret dirinya pada hukuman yang berat, wanita itu tetap menghadapinya dengan ikhlas dan tabah. la faham dan tahu, penderitaannya di dunia akan membebaskannya dari azab Allah di hari akhirat. la telah bertekad untuk bertaubatan Nasuha. Dan harapannya akan rahmat Allah tidak sia-sia. Kekuatan jiwanya mengakui dosa dan menerima hukuman syari'at, mengantarkannya mendapatkan syurga Allah.

Begitulah hakekat syari'at Islam. Di balik "kekerasan" hukuman yang ditetapkan, terdapat rahmat dan kehidupan bagi mereka yang melaksanakannya.
23.02 | 4 komentar

TAUBAT


Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

Manusia diciptakan Allah untuk semata-mata mengabdi kepadaNya, menurut aturan yang ditentukanNya. Tetapi berbeda dengan malaikat yang senantiasa tunduk patuh tanpa menyeleweng, pengabdian manusia tak pemah luput dari tempelan dosa-dosa. Lalu kitapun bertanya, mengapa- manusia berbuat dosa?
Ada dua- sebab utama yang mendasari kecenderungan manusia untuk berbuat do¬sa. Pertama kelemahan manusia itu sendiri, baik jasmani, rohani, perhitungan, dan lain sebagainya. Kelemahan-kelemahan inilah yang seringkali melalaikan manusia dan tugas pe¬ngabdian yang harus dijalaninya. Karena itu orang-orang beriman harus selalu radar akan kondisi ini dengan senantiasa mengintrospek¬si diri terhadap kemungkinan adanya kesa¬lahan-kesalahan dalam mencari keridlaan Allah.
Kedua, karena adanya penyalah gunaan Fitrah Insaniyah yang memang ditanamkan oleh Allah untuk kepentingan manusia dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Yaitu kecin¬taan terhadap kesenangan-kesenangan hidup jangka pendek (perhiasan hidup di dunia) sebagaimana tertera dalam surat Ali Imran ayat 14.

Kesenangan hidup yang disebutkan di atas berkisar pada dua hal yakni pasangan hidup dan harta benda yang sebenarnya vital bagi manusia. Pasangan hidup diperlukan untuk regenerasi dan harta benda diperlukan bagi pengembangan hidup itu sendiri. •
Jadi kecintaan terhadap kesenangan-ke¬senangan itu bersifat positif bagi manusia. la baru akan menjadi negatif apabila penggunaannya diselewengkan, dengan cara dipa¬sung atau dilepas. Artinya, manusia tidak boleh menahan atau mengingkari tabiatnya seperti dengan tidak menikah atau tidak berkeinginan terhadap harta sebagaimana juga manusia tidak boleh mengumbar nafsunya secara lepas bebas dalam memenuhi kebutuhannya terhadap pasangan hidup maupun har¬ta.

Dengan kata lain kecintaan (syahwat) terhadap pasangan hidup maupun harta baru akan berakibat baik apabila ia digunakan "sesuai dengan kebutuhan", menurut pola yang wajar atau pola yang seharusnya (i'tidal). Karena Allah yang tahu betul akan tabiat manusia, maka ia mengatur secara tepat "aturan" hidup manusia termasuk menge¬nai pengendalian tabiat manusia di atas. .Manusiapun diberikan "harapan yang opti¬mal" (dalam hal inl ialah harapan akan kese¬nangan hidup di akhirat) sebagai pengimbang untuk mengendalikan kesenangan terhadap hidup dii dunia (Kehidupan, rendah), seperti mental aji mumpung dan sebagainya.
Apakah Maksiat itu?

Maksiat ialah segala bentuk dan jenis pe¬langgaran terhadap aturan-aturan Allah. Adapun maksiat itu ada yang disebut maksiat besar (kabair) dan maksiat kecil (sayyiat). Maksiat yang terbesar adalah Syirik. (An ¬Nisa ayat 48 dan 116). Syirik ini merupakan dosa yang tanpa minta ampun tidak akan diarnpuni oleh Allah, dan menggugurkan segala arnal perbuatan (surat Ai-An'am ayat 88 dan surat Az-Zumar ayat 65).
Begitu fatalnya dosa besar , sehingga meninggalkannya akan dapat membuat do¬sa-dosa kecil terhapuskan (An-Nisa ayat 31). Masih terrnasuk dosa besar tapi dapat diam¬puni ialah durhaka kepada orang tua, lari dari perjuangan, berzina, mencuri dan hal yang sejenisnya.

Maksiat kecil yang mengakibatkan doss kecil; memang dapat diainpuni tetapi kita tetap tidak boleh menyepelekannya, mengigat,aturan yang kita langgar adalah aturan Yang Maha Besar. "Lagi pula dosa-dosa kecil dapat menjadi dosa besar apabila : 1. Dianggap remeh, 2. Menganggp mudah ampunan Allah (sehingga seolah-olah mendikte)
'3. Jika dilakukan secara terang-terangan, karena pengaruhnya dapat tertularkan kepada orang lain sehingga termasuk menyebar¬luaskan kemaksiatan (dan ini dilarang pada surat An-Nur ayat 19), serta 4. Jika dilakukan oleh orang-orang yang diteladani atau dicon¬toh oleh masyarakat, karena kemungkinan untuk dilkuti orang lain tentunya lebih besar pula.

Dengan demikian, seorang mukmin wajib menganggap berbahaya suatu dosa betapapun kecilnya. Karena bila kita melakukan maksiat kecil-kecilan pun itu berarti memberi bantuan kepada syetan dalam rangka menghancurkan diri kita, padahal syetan adalah rnusuh manu¬sia. Syetan itu terdiri dari jin dan manusia (minal jinati wannas) yang bersifat aba was takbara (enggan pada aturan Allah serta som¬bong). Lihat kriteria ini pada surat .A1-Baqarah avat 34. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh maksiat
Berikut ini beberapa kerugian yang ditirn¬bulkan maksiat
— Menjauhkan pertolongan. Karena Allah hanya akan menolong hambaNya yang taat. Lihat bagaimana orang-orang dzalim mendapat kebinasaan (surat Hud ayat 44)
— Menghancurkan fungsi hati sehingga hati tidak lagi sensitif terhadap kebaikan. Hati akan tertutup noda-noda yang menutup hati (Al-Muthaffifin:14), dan bila mata hati telah tertutup akan menjadikan manu¬sianya sebagai orang yang lalai (Al-A’raf: 179).
— Merusak akal dalam fungsi furqonnya se¬hingga manusia kehilangan daya selektif terhadap hal yang baik atau buruk.
— Merupakan benih tumbuhnya maksiat-mak¬siat lain.
— Membuat seseorang menjadi akrab dengan maksiat itu. Keadaan ini membuat hilang¬nya nilai jelek kemaksiatan tersebut atau orang yang bersangkutan tidak merasa lagi bahwa perbuatan buruknya itu sebagai maksiat.
— Menimbulkan keliaran dalam hidup atau keberingasan sehingga orang yang bersang¬kutan mudah suudzon atau curiga pada orang lain.
— Membuat hidup menjadi tidak berkah atau -tidak berdaya guna (Al-A'raf:96)
— Membuat rusaknya lingkungan hidup (Ar¬ Rum:41)
— Menghilangkan gairah diniyah (semangat keagamaan) Lihat Al-Fath : 11.
- Menghilangkan rasa "malu" dalam arti kehormatan serta harga din. ,Hilangnya kehormatan manusia adalah hal yang tragis karena manusia diciptakan sebagai makh¬luk yang mulia.

Taubat
Betapapun manusia tidak dapat melepas¬kan din dari percikan-percikan dosa, namun pintu taubat masih terbuka lebar. Keterkung¬kungan dalam dosa tidak perlu membuat kita pesimis dari ampunan Allah. Manusia mela¬kukan berdosa adalah hal yang wajar. Tetapi bila tidak mau bertobat, itu na¬manya kurang ajar. Jadi yang tidak wajar adalah bila berketetapan (ngotot)dalam kemaksiatan, apalagi dengan meng¬anggap hal itu sebagai kebenaran.
Dosa yang seberat apapun dapat dinetralisir oleh taubat, seperti difumankan Allah:
"Katakanlah: 'Hai hamba-hambaKu yang melewati batas atas diri-diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah mengampuni dosa-dosa semua¬nya Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Az Zumar:53 )

Nabi pun mengajak manusia untuk bertubat dalam haditsnya yang berbunyi:
"Wahai manusia. bertaubatlah kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya. Maka se-sungguhnya aku bertaubat sehari seratus kali" (H.R. Muslim).

Taubat yang sebenar-benarnya taubat disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai taubatan nasuha (At-Tahrirn:66) dan Allah mencintai orang-orang yang bertaubat (Al- Baqarah: 222), karena Allah itu Maha Pengampun.
Adapun yang dimaksud dengan Taubatan Nasuha ialah :
- Melepaskan diri dari maksiat tersebut (me¬ninggalkannya).
- Menyesali perbuatan itu
- Bertekad kuat untuk meninggalkan perbuatan itu dan tidak mengulanginya lagi.
sedangkan untuk pelanggaran (maksiat) yakni ada hubungannya dengan manusia, berarti juga :
- sedapat mungkinn meminta maaf kepada yang bersangkutan.
- mendoa'akan agar orang yang bersang¬kutan diampuni Allah.

Taubatan Nasuha membuat kita jauh dari segala dosa dan dilakukan tanpa adanya keraguan sedikitpun, serta ikhlas. Jadi ada suatu motivasi yang benar dan kuat. Dengan taubat yang demikianlah insya Allah kita akan sukses baik di dunia maupun akhirat karena kita akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa (muttaqin;, sebagaimana dilukiskan dalam surat Ali Imran ayat 135 dart 136,
Sebelum terlambat, marilah kita bertaubat sekarang juga, karena kematian datangnya seringkali tanpa permisi dan tanpa di duga-duga. Mudah-mudahan kita dapat termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertaqwa. Aamiin.
12.08 | 0 komentar

Pangkal Dunia

Written By Rudi Abu azka on Senin, 05 Maret 2012 | 07.53

Pangkal dunia adalah beban dan ujungnya adalah fana, yang halalpun akan ada hisab di di sisi Tuhan, sementara yang haram berujung siksa. Yang bersih dari kotoran dunia maka dia akan akan aman di mata Tuhannya...yang berlumur dunia akan dilanda guncangan sesal...para pengais dunia akan dilanda banyak ujian...sementara yang sama sekali tak memilikinya maka dia akan sedih belaka...yang menahan diri dari yang haram maka harta halal akan berebut mendatanginya...yang terpesona dan nanar menatap dunia...dia akan gelap mata...dunia itu bagaikan ular berbisa lembut sentuhannya namun racunnya membunuh dengan cepat...orang-orang yang bodoh gandrung padanya sementara yang cerdas berhati-hati dengannya...dia penipu paling licik saat kita lengah...
07.53 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung