Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Buku Lalat dan Sampah

Written By Rudianto on Rabu, 27 Juni 2018 | 21.26


Segala puji hanyalah milik Allah dan sesungguhnya kesudahan yang baik bagi orang-orang yang ber-takwa. Hanya kepada-Nyalah kita memohon pertolongan, kepada-Nya kita memohon ampunan, dan kepada Allah kita berlindung dari kejahatan-kejahatan jiwa kita dan dari keburukan-keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorangpun yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ad seorangpun yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah yang Maha Suci dari tandingan dan penolong. Aku bersaksi bahwa Muhammad  adalah semulia Nabi dan Rasul. Semoga Allah bershalawat kepadanya, kepada keluarganya, kepada sahabat-sahabatnya, dan kepada orang-orang yang mengikutinya dengan sebaik-baiknya sampai hari kiamat. Amma ba’du.
Telah menjadi ketetapan Allah bagi hamba-hambaNya bahwa Dia akan menguji mereka dengan kesenangan dan kesusahan, Allah  berfirman,
“Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada kami-lah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Itulah ujian Allah  cobaan dan ujian itu terjadi pada orang-orang yang bermaksiat sebagai balasan, kemarahan, dan disegerakannya hukuman dengan dikuasai oleh setan manusia dan setan dari kalangan jin. Apabila mereka sudah merasakan perasaan sakit dan sulit diobati oleh dokter, merekapun menyadari bahwa semua itu datangnya dari Allah  yang disebabkan oleh dosa-dosa mereka, dan berpalingnya mereka dari agama yang lurus, lalu mereka kembali sadar dan bermuhasabah tentang kekurangan dan kelalain mereka. Mereka sadar bahwa tidak ada tempat kembali dan tempat keselamatan kecuali pada Allah , dan menerima nasihat peruqyah yang bersih hatinya dan penjelasannya bahwa ruqyah akan bermanfaat hanya bagi yang beriman, yakin dan bagi yang hanya bergantung pada Rabb semesta alam. Dengan cara ini maka kesembuhan yang sempurna akan didapatkan berkat taufik dan pemberian Allah.
Kita sudah membaca kisah-kisah kesembuhan yag menginspirasi yang ditulis oleh saudara kita Muhammad Nadhif Khalyani ini, semoga Allah b memberikan beliau taufik, dan kita sudah membaca tulisan beliau ini di internet maupun di media sosial dan lain sebagainya, ini sangat baik yang membahas terapi pengobatan dari sudut pandang pembahasan Ruqyah Syar’iyyah atau peng-obatan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Beliau juga menyertakan di dalam tulisannya cara-cara atau langkah-langkah dalam menggapai kesembuhan yang sejati dan hakiki. Kesembuhan yang berguna baik bagi para peruqyah maupun bagi para pasien yang diruqyah sehingga mendapatkan perubahan dengan izin Allah.

Proses kesembuhan dan hikmah di dalam tulisan ini didapatkan dari proses terapi yang panjang dilapangan, pengalaman, pemikiran yang mendalam, dan diagnosa yang panjang terhadap fakta-fakta yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan syari'at Islam, juga kelebihan berpegang teguh pada hukum-hukum dan ajaran-ajaran Allah, karena yang demikian itu adalah keselamatan dari segala bahaya dan kerusakan, juga kesembuhan dengan izin Allah dari penyakit-penyakit dan rintangan-rintangan sebagai cobaan dan ujian bagi sebagian orang mukmin dengan maksud agar iman dan keyakinan mereka bertambah, dan agar mereka bertawakal kepada Rabb mereka, juga agar mereka bergantung pada-Nya di dalam segala urusan mereka.

Dihalaman selanjutnya kita akan membaca kisah-kisah terapi ruqyah syar’iyyah didalam proses menuju kesembuhan. Hanya Allah  sajalah semata yang memberikan kesembuhannya kepada kita semua.

Ibnu Qayyim  menyatakan, bahwa hati yang bersih itu akan bercahaya, dan membakar jin dan setan yang ada disekitarnya.

Salah satu ibroh buku ini, yang mengenal dengan baik kosep lalat dan sampah, pernah bercerita "Sejak itu, saya lebih banyak muhasabah. Dosa-dosa sepanjang hidup,seperti diingatkan lagi oleh Allah. Saya hanya bisa menangis, dan terus beristighfar dan bertaubat. Dan takjubnya saya, Allah menyembuhkan saya."

"Alhamdulillahirobbil 'alamiin. Dan sejak itu, biidznillah hingga hari ini, saya berusaha untuk selalu muhasabah. Ibnu Qayyim, berpesan, taruhlah keburukanmu di depan matamu, dan taruhlah kebaikanmu itu dibelakang punggungmu."

Penulis Lalat dan Sampah ini, ustadz Muhammad  Nadhif Khalyani dan tim RLC (Ruqyah Learning Center) ini mengingatkan, bahwa memang jin, setan dan sihir itu seperti lalat. Selama ada sampah, lalat pasti datang. Disemprot pembunuh serangga, lalat itu mati. Tapi pasti akan hadir lalat-lalat yang baru. Supaya tidak datang lagi, maka sampah itu harus dibuang. Kalau kita terkena gangguan jin, itu karena ada sampah di hati kita. Sampah-sampah itu adalah dosa-dosa dari berbagai level, seperti syirik sughro (riya', ujub, sum'ah dan sebagainya), takabbur, dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, kesia-siaan, kurang bersyukur dan sebagainya.

Maka tidak sepatutnya peruqyah menjadi ghost buster. Karena memburu jin itu melelahkan. Sedangkan mereka sudah bersumpah untuk terus mengganggu anak Adam
"(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (Al-A'raf: 16)

kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A'raf: 17)

Selengkapnya, Insya Allah bisa dibaca dalam buku "Lalat dan Sampah" Mengungkap rahasia mengapa tidak kunjung sembuh>

INFORMASI PEMESANAN BUKU : SMS/WA 085716863625

21.26 | 0 komentar

Kesendirian Di Negeri Abadi

Written By Rudianto on Jumat, 22 Juni 2018 | 08.52

Sahabat sekalian, adakalanya kita berharap bahwa kebaikan yang kita lakukan pada keluarga, dibalas dengan kebaikan pula oleh mereka. Hal yang sangat manusiawi dan wajar. Namun disitulah awal sakit hati bermula.

Sahabat, ada saatnya kita melakukan semua hal, semua kebaikan bukan lagi untuk mengharapkan imbal balik kebaikan. Tetapi semata-mata karena Alloh. Dan untuk hidup kita sendiri setelah kematian datang.

Ada saatnya, kita benar benar sendirian.
Akan datang masanya, setiap orang memikirkan dirinya sendiri

(يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ * وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ * وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ)

pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. ('Abasa: 34-36)

Yaitu dia melihat mereka, tetapi lari dari mereka dan menjauhinya, karena dahsyatnya huru-hara dan kengerian yang terjadi pada hari itu.

Ikrimah mengatakan bahwa seseorang berdua dengan istrinya, lalu berkata kepadanya,
"Hai istriku, suami macam apakah aku ini bagimu?"
istri menjawab "Engkau adalah sebaik-baik suami." dan istrinya memujinya dengan pujian yang baik semampunya.
si suami berkata kepada istrinya, '"Maka sesungguhnya hari ini aku meminta suatu kebaikan darimu dengan suka rela, barangkali aku dapat selamat dari apa yang engkau saksikan sekarang ini."
Si istri menjawab, "Alangkah mudahnya permintaanmu, tetapi aku tidak mampu memberimu sesuatu pun karena aku pun sedang dicekam oleh rasa takut yang sama seperti yang kamu alami."
Dan sesungguhnya seseorang bersua dengan anaknya, lalu ia bergantung kepadanya dan mengatakan,"Hai Anakku, orang tua seperti apakah aku ini bagimu?"
Si  anak menjawab dengan mengemukakan pujian kepadanya, lalu ia berkata kepada si anak, "Hai Anakku, sesungguhnya aku sekarang sangat memerlukan bantuan sedikit dari kebaikanmu, mudah-mudahan dengannya aku dapat selamat dari keadaanku sekarang ini yang engkau lihat sendiri."
Maka si anak menjawab, "Wahai Ayah, betapa ringannya permintaanmu, tetapi aku sendiri merasa takut dengan ketakutan yang sama seperti yang engkau alami, maka aku tidak mampu memberimu sesuatu pun dari apa yang engkau minta'itu." Hal ini diungkapkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya: pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. ('Abasa: 34-36)

Di dalam hadis sahih yang menceritakan peristiwa syafaat disebutkan bahwa ketika dimintakan kepada tiap-tiap rasul dari ulul 'azmi untuk memohonkan syafaat di hadapan Allah buat semua makhluk, maka tiap-tiap orang dari mereka mengatakan.”Aku lebih mengutamakan diriku, aku lebih mengutamakan diriku, dan aku tidak memohon kepada Engkau selain keselamatan buat diriku sendiri." Sehingga Isa putra Maryam sendiri mengatakan,"Aku tidak memohon kepada-Nya hari ini kecuali untuk keselamatan diriku sendiri, dan aku tidak memohon kepada-Nya untuk keselamatan ibuku Maryam yang telah melahirkanku." Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. ('Abasa: 34-36)

Qatadah mengatakan bahwa pada hari itu yang dipentingkan adalah yang paling dicintai dan paling dekat karena dahsyatnya huru-hara di hari itu. Yang dalam hal ini tiada yang lebih dicintai dan lebih dekat bagi seseorang kecuali diri masing-masing.
(Tafsir Ibnu Katsir Surah Abasa 34-36.)

Setiap orang akan sibuk dengan dirinya sendiri.
Sang anak 'tidak peduli' dengan sang Ayah, meski ayahnya adalah orang yang sangat baik.
Sang istri 'tidak peduli' dengan sang suami, meski ia tahu bahwa suaminya adalah lelaki terbaik.

Lantas bagaimana jika laki laki itu adalah ayah yang durjana.
Apa yang kita kira akan dikatakan oleh anak dan istri, jika sang ayah adalah seburuk-buruk  manusia????
Mungkin, laki laki itu akan menjadi orang pertama yang akan dihujat dan laknat oleh anak dan istrinya. Wallohua'lam.

Sahabat, saat kesendirian itu benar benar akan datang.
Ini renungan untuk diri kita...
Lakukanlah yang terbaik untuk siapa saja, karena itulah amal yang menjadi teman dalam kesendirian di waktu-waktu mencekam, di hari pengadilan.

M. Nadhif

08.52 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung