Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan

PERBEDAAN ANTARA BERBAIK SANGKA DAN GHURUR (TERTIPU DIRI SENDIRI)

Written By Rudianto on Rabu, 13 Desember 2017 | 07.24

*PERBEDAAN ANTARA BERBAIK SANGKA DAN GHURUR (TERTIPU DIRI SENDIRI)*

👉🏿 Banyak orang bodoh yang hanya mengandalkan rahmat Allah, maaf, dan kemurahanNya, lalu mereka menyia-nyiakan perintah dan laranganNya. Mereka lupa bahwa Allah memiliki azab yang sangat berat. AzabNya tidak dapat ditolak dari orangorang yang gemar berbuat dosa. Barangsiapa mengandalkan maaf namun tetap melakukan maksiat terus-menerus, maka dia tak ubahnya seperti penentang.

👉🏿Ma'ruf (Dia adalah Ma'ruf al-Karkhi, seorang yang zuhud lagi masyhur, w. 200 H) berkata, _"Harapanmu terhadap rahmat dari Dzat yang tidak kamu taati termasuk suatu kesia-siaan dan kedunguan."_

🎙Abu Hasan berkata, _"Ada suatu kaum yang terlena oleh angan-angan mendapatkan ampunan Allah, hingga mereka meninggalkan dunia ini tanpa bertaubat. Salah seorang dari mereka berkata, 'Karena aku berbaik sangka kepada Tuhanku.' Dia berdusta, jika dia memang berbaik sangka, niscaya dia akan memperbagus pula amal perbuatannya."_

✍Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari hadits Usamah bin Zaid ra, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

🎙يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ أَيْ فُلَانُ مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنْ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ

📜 _"Pada hari qiyamat akan dihadirkan seseorang yang kemudian dia dilempar ke dalam neraka, isi perutnya keluar dan terburai hingga dia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang berputar-putar menarik mesin gilingnya. Maka penduduk neraka berkumpul mengelilinginya seraya berkata; "Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah kamu dahulu orang yang memerintahkan kami berbuat ma'ruf dan melarang kami berbuat munkar?". Orang itu berkata; "Aku memang memerintahkan kalian agar berbuat ma'ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan melarang kalian berbuat munkar, namun malah aku mengerjakannya"._ Ghundar meriwayatkannya dari Syu'bah dari Al A'masy.
(HR. Al-Bukhari no. 3267 dan Muslim no. 1989)

🎙إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَرَبَ لَهُنَّ مَثَلًا كَمَثَلِ قَوْمٍ نَزَلُوا أَرْضَ فَلَاةٍ فَحَضَرَ صَنِيعُ الْقَوْمِ فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَنْطَلِقُ فَيَجِيءُ بِالْعُودِ وَالرَّجُلُ يَجِيءُ بِالْعُودِ حَتَّى جَمَعُوا سَوَادًا فَأَجَّجُوا نَارًا وَأَنْضَجُوا مَا قَذَفُوا فِيهَا

📜 _"Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil karena hal itu dapat terkumpul pada diri seseorang hingga membinasakannya."_ Dan sesungguhnya Rasulullah ﷺ memberi perumpamaan hal itu seperti suatu kaum yang singgah di padang pasir yang luas, lalu para pekerja kaum datang, seorang laki-laki pergi dan kembali membawa kayu dan orang lainnya kembali pula membawa kayu hingga mereka dapat mengumpulkan setumpuk kayu, lalu mereka menyalakan api dan dapat mematangkan semua yang mereka lemparkan kedalamnya. (HR. Ahmad dalam Al Musnad, 1/402)

🎙مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ

Dalam Shahih al-Bukhari, dari hadits Abu Hurairah ra, dari Rasulullah ﷺ bersabda: 📜 _"Barangsiapa yang memiliki kezhaliman terhadap saudaranya, hendaklah ia meminta dihalalkan, sebab dinar dan dirham (dihari kiamat) tidak bermanfaat, kezalimannya harus dibalas dengan cara kebaikannya diberikan kepada saudaranya, jika ia tidak mempunyai kebaikan lagi, kejahatan kawannya diambil dan dipikulkan kepadanya."_
(HR. Al-Bukhari no. 2449)

☝🏻Terkadang sebagian orang yang tertipu itu bersandar kepada apa yang dilihatnya, berupa nikmat-nikmat Allah kepadanya di dunia ini dan bahwa Dia tidak akan merubah kenikmatan yang ada padanya. Dia menyangka bahwa hal itu termasuk (bukti) cinta Allah kepadanya, dan bahwa di akhirat Allah akan memberinya apa yang lebih baik daripada hal tersebut. Ini termasuk tipuan
_(ghurur)_.

📜Sebagian salaf berkata, _"Bila kamu melihat Allah terus menerus melimpahkan nikmat-nikmatNya kepadamu padahal kamu bersikukuh di atas kemaksiatan kepadaNya, maka was-padalah, karena ia adalah istidraj (mendekatkan pelaku maksiat kepada azab sedikit demi sedikit dan memberikan waktu tangguh kepadanya) dari Allah yang diberikan kepadamu."_

📜Sebagian salaf juga berkata, _"Betapa banyak orang-orang yang mendapatkan istidraj dengan nikmat-nikmat Allah sementara dia tidak menyadari. Betapa banyak orang yang tertipu dengan ditutupnya aibnya oleh Allah sementara dia tidak menyadari. Betapa banyak orang yang terkecoh dengan sanjungan manusia kepadanya sementara dia tidak menyadari."_

✒ *Ibnul Qayyim Al Jauziyyah “*
📚 Mukhtasar Ad Da'*wad Dawa'

--------🌴🌴🌴--------
📻 *KCRT Channel*
✍🏻📮 Rudi Abu Azka
| www.kisahruqyah.com
| www.inforuqyah.com
| www.ibnukatsironline.com
|www.abuazkacollection.blogspot.com

---------- 🌴🌴🌴 -----------

🛍 *WhatsApp@Kcrtangerang*
  +62 857 1686 3625

07.24 | 0 komentar

SYARAT DOA YANG DITERIMA

🏷 *SYARAT DOA YANG DITERIMA*⌛

👉🏿 Bila doa itu sendiri memang tidak laik, atau orang yang memanjatkan doa tidak menyelaraskan antara lisan dan hatinya dalam berdoa atau ada sesuatu yang menghalangi dikabulkannya doa, maka pengaruhnya tidak terwujud.

👉🏿 Dalil naqli, akal, dan secara fitrah telah menunjukkan bahwa _mendekatkan diri kepada Allah Rabb alam semesta, berusaha mencari keridhaanNya, berbuat baik dan mulia kepada makhlukNya itu termasuk sebab terbesar yang mendatangkan segala kebaikan_, sedangkan lawan dari apa yang disebutkan di atas merupakan sebab terbesar yang mendatangkan segala keburukan. Maka nikmat-nikmat Allah tidaklah dapat dihadirkan dan azab-azabNya tidaklah dapat dicegah (dengan semaksimal mungkin) sebagaimana dengan (melakukan) amal ketaatan kepadaNya, usaha mendekatkan diri kepadaNya, dan berbuat baik kepada makhlukNya.

✒ *Ibnul Qayyim Al Jauziyyah “* 📚

--------🌴🌴🌴--------
📻 *KCRT Channel*

| www.kisahruqyah.com
| www.inforuqyah.com
| www.ibnukatsironline.com
|www.abuazkacollection.blogspot.com

---------- 🌴🌴🌴 -----------

🛍 *WhatsApp@Kcrtangerang*
  +62 857 1686 3625

07.22 | 0 komentar

PENYAKIT DAN OBATNYA

🛌🏻 *PENYAKIT DAN OBATNYA*💊

👉🏿 Imam lbnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
📜 _“Sesungguhnya dalam hati terdapat sebuah sobekan yang tidak bisa dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah 'Azza wa jalla. Di dalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diobati  kecuali dengan menyendiri bersama Allah. Di dalam hati juga ada sebuah ; kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali oleh kebahagiaan yang tumbuh karena mengenal Allah dan ketulusan berinteraksi dengan-Nya. Didalam hati juga terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan berhimpun karena Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju  Allah. Di dalam hati, juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keridhaan akan perintah, larangan, dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan-Nya."_

☝🏻Pernahkan Anda merasakan makna-makna spiritual ini sebelumnya?

✍Di dalam hati ada sobekan, keterasingan, kesedihan, kegelisahan, dan gejolak api ada beragam penyakit yang obatnya tidak lain adalah *“mengenai Allah*".

😭Munajat hamba....

Wahai Yang Maha Suci
Betapa malunya diri
Nikmat yang tlah Kau beri
Belum mampu kusyukuri
Wahai Yang Maha Tingi
Betapa lemahnya diri
Nafsu yang tak terkendali
Kotori cermin hati
Tak mampu ku memuji-Mu
Setinggi keagungan-Mu
Tak kuasa ku meraih-Mu
Tanpa pertolongan-Mu...

✒ *Ibnul Qayyim Al Jauziyyah “* 📚

--------🌴🌴🌴--------
📻 *KCRT Channel*

| www.kisahruqyah.com
| www.inforuqyah.com
| www.ibnukatsironline.com
|www.abuazkacollection.blogspot.com

---------- 🌴🌴🌴 -----------

🛍 *WhatsApp@Kcrtangerang*
  +62 857 1686 3625

07.21 | 0 komentar

KEHADIRAN HATI SAAT BEDOA

📿 *KEHADIRAN HATI SAAT BEDOA*📿

☝🏻Bila kehadiran hati digabungkan bersama doa dan juga menyatu dengan apa yang diinginkan, ditambah lagi bertepatan dengan waktu mustajab yang enam, yaitu; sepertiga malam yang akhir, saat adzan, antara adzan dan iqamat, sesudah shalat fardhu, saat imam naik mimbar pada Hari Jum'at hingga shalat ditunaikan, dan saat terakhir sesudah Ashar di Hari Jum'at; ditambah bertepatan dengan:

🖊 Kekhusyu'an hati, kerendahan, kepasrahan, ketundukan dan kekhawatirannya di hadapan Allah.

🖊 Orang yang berdoa menghadap kiblat. . Dalam keadaan suci. . Mengangkat kedua tangannya kepada Allah.

🖊 Mengawali doanya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah.

🖊 Yang disambung dengan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam hamba Allah dan RasulNya.

🖊 Kemudian dia memberikan pendahuluan pada hajatnya dengan taubat dan istighfar.

🖊 Kemudian memohon kepada Allah dan meminta kepadaNya berulang-ulang, berdoa dan merendahkan diri di hadapanNya dengan penuh harap dan cemas.

🖊 Bertawasul kepadaNya dengan Nama-nama, Sifat-sifat, dan tauhidNya.

🖊 Membuka doanya dengan sedekah.

🖊 Maka doa seperti ini hampir-hampir tidak tertolak selamanya, apalagi bila ia berisi doa-doa yang telah dinyatakan oleh Nabi shallallāhu Alaihi Wasallam bahwa ia berpeluang kuat untuk dikabulkan atau ia mengandung Nama Allah yang paling agung.

Di antaranya adalah hadits dalam as-Sunnan dan Shahih Ibnu Hibban, dari hadits Abdullah bin Buraidah, dari bapaknya radhiyallahu anhu,

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ فَقَالَ لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِالِاسْمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدٍ الرَّقِّيِّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فِيهِ لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ

📜Telah menceritakan kepada Kami Musaddad telah menceritakan kepada Kami Yahya dari Malik bin Mighwal telah menceritakan kepada Kami Abdullah bin Buraidah dari ayahnya bahwa Rasulullah ﷺ mendengar seorang laki-laki mengucapkan; *ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ANNII ASYHADU ANNAKA ANTALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA ANTA Al AHAD, ASH SHAMAD ALLADZII LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHAD* _(ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dengan bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Dzat Yang Maha Esa dan tempat bergantung Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang menandingi-Nya)._ Kemudian beliau berkata: _"Sungguh engkau telah meminta kepada Allah dengan perantara nama yang apabila Dia diminta dengannya pasti Dia akan mengabulkan."_ Telah menceritakan kepada Kami Abdurrahman bin Khalid Ar Raqqi, telah menceritakan kepada Kami Zaid bin Hubbab, telah menceritakan kepada Kami kepada Kami Malik bin Mighwal dengan hadits ini dan padanya beliau bersabda: _"Sungguh engkau telah meminta kepada Allah dengan namaNya yang agung."_
(Diriwayatkan oleh Abu-Dawud No 1493, At Tirmidzi no. 3475, An Nasai dalam Sunan Al Kubro no. 1998, Ibnu Majah No. 3857 dan Ibu Hibban no. 891)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ مَرَّةً عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ أَبِيهِ وَقَدْ رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ وَلَمْ يَذْكُرُوا فِيهِ عَنْ أَبِيهِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ وَهُوَ أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ فَقَالُوا عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ نَحْوَ رِوَايَةِ ابْنِ يُوسُفَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ وَكَانَ يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ رُبَّمَا ذَكَرَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ أَبِيهِ وَرُبَّمَا لَمْ يَذْكُرْهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abu Ishaq dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari ayahnya dari Sa'd ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: *"Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah; LAA ILAHA ILLA ANTA KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).*

Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya."

Muhammad bin Yahya berkata; berkata Muhammad bin Yusuf suatu kali dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari Sa'd dan ia tidak menyebutkan padanya dari ayahnya. Dan hadits ini telah diriwayatkan lebih dari satu orang dari Yunus bin Abu Ishaq dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari Sa'd dan mereka tidak menyebutkan padanya dari ayahnya. Dan sebagian mereka yaitu Abu Ahmad Az Zubairi telah meriwayatkan dari Yunus bin Abu Ishaq lalu mereka berkata dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'ad seperti riwayat Ibnu Yusuf dari ayahnya dari Sa'ad. dan terkadang Yunus bin Abu Ishaq menyebutkan dalam hadits ini dari ayahnya, dan terkadang tidak menyebutkan nya. (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi no. 3505 dan Al Hakim, 1/505)

🎙حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ وَقَالَ وَهْبٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ مِثْلَهُ

📜Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam bin Abu Abdullah dari Qatadah dari Abu 'Aliyah dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ biasa berdo'a ketika dalam kesulitan, beliau mengucapkan: *"LAA ILAAHA ILLALLAHUL 'ADZIIM AL HALIIM LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUL 'ARSYIL 'AZHIIM, LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUS SAMAAWATI WA RABBUL ARDLI WA RABBUL ASRSYL KARIIM* _(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Penguasa arasy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia)."_ Dan berkata Wahb telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah seperti itu.
(Diriwayatkan oleh Bukhari no. 6345 dan Muslim no. 2730)

🎙حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا فُضَيْلُ بْنُ مَرْزُوقٍ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْجُهَنِيُّ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَالَ عَبْدٌ قَطُّ إِذَا أَصَابَهُ هَمٌّ وَحَزَنٌ اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي إِلَّا أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّهُ وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَعَلَّمَ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ قَالَ أَجَلْ يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ

📜Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Fudlail bin Marzuq telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Al Juhani dari Al Qosim bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abdullah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang hamba pun ketika dilanda sakit dan sedih lalu mengucapkan; *ALLAHUMMA INNI 'ABDUKA WABNU 'ABDIKA WABNU AMMATIKA, NASHIYATI BIYADIKA MADLIN FI HUKMIKA 'ADLUN FI QADLA`UKA, AS`ALUKA BIKULLI ISMIN HUWA LAKA SAMMAITUKA BIHI NAFSAKA AU ANZALTAHU FI KITABIKA AU 'ALLAMTAHU AHADAN MIN KHALQIKA AU ISTA`TSARTA BIHI FI 'ILMIL GHAIB 'INDAKA AN TAJ'ALAL QUR`AN RABI'A QALBI WA NURA SHADRI WA JILA`A HUZNI WA DZAHAABA HAMMI ILLA ADZHAMALLAHU 'azza wajalla HAMMAHU WA ABDALAHU MAKANA HUZNIHI FARAHAN*. _(Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu, (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa), ubun-ubunku di tanganMu, keputusanMu berlaku padaku, qadlaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu. Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al Qur'an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihan), kecuali Allah 'azza wajalla akan menghilangkan kesedihan dan menggantikan kedukaan menjadi kebahagiaan."_ Mereka bertanya; Wahai Rasulullah, sepantasnyalah kami mempelajari kalimat-kalimat itu. Beliau menjawab: "Benar, sepantasnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya."
(Al Musnad 1/391,452)

✒ *((Ibnul Qayyim Al Jauziyyah , “ Mukhtasar Ad-Da' wad Dawa “,))* 📚

--------🌴🌴🌴--------
📻 *KCRT Channel*

| www.kisahruqyah.com
| www.inforuqyah.com
| www.ibnukatsironline.com
|www.abuazkacollection.blogspot.com

---------- 🌴🌴🌴 -----------

🛍 *WhatsApp@Kcrtangerang*
  +62 857 1686 3625

07.19 | 0 komentar

DIANTARA PENYAKIT YANG MENGHALANGI DITERIMANYA DOA

📿 *DIANTARA PENYAKIT YANG MENGHALANGI DITERIMANYA DOA*📿

☝🏻Di antara penyakit yang menghalangi pengaruh doa adalah *ketergesa-gesaan seorang hamba, di mana dia merasa jawaban atas doanya lamban*.

👉🏿Akibatnya:
🕒 dia merasa merugi (karena membuang-buang waktu dan jerih payah),
⛔ dan akhirnya meninggalkan doa.📿

👉🏿 Dia seperti orang yang menaburkan benih atau menanam pohon, lalu dia mulai merawatnya dan menyiraminya, namun tatkala dia merasa pertumbuhan dan matangnya lamban, dia pun meninggalkan dan menelantarkannya.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ *يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي*

🎙Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Abu 'Ubaid bekas budak Ibnu Azhar dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

📜 *"(Do'a) kalian akan diijabahi selagi tidak terburu-buru, dengan mengatakan; 'Aku telah berdo'a, namun tidak kunjung diijabahi.'* (HR. Al Bukhari, no. 6340)

✒ *((Ibnul Qayyim Al Jauziyyah , “ Mukhtasar Ad-Da' wad Dawa “,))* 📚

--------🌴🌴🌴--------
📻 *KCRT Channel*

| www.kisahruqyah.com
| www.inforuqyah.com
| www.ibnukatsironline.com
|www.abuazkacollection.blogspot.com

---------- 🌴🌴🌴 -----------

🛍 *WhatsApp@Kcrtangerang*
  +62 857 1686 3625

07.19 | 0 komentar

DOA TERMASUK OBAT MUJARAB

🕌 *DOA TERMASUK OBAT MUJARAB*🕌

👉 Doa termasuk obat paling manjur. Ia adalah musuh bagi bala, di mana doa akan menolak dan membendungnya, mencegah kedatangannya dan menghilangkannya, atau bila bala sudah turun, maka doa akan meringankannya. Doa adalah senjata orang Mukmin.

👉 Doa terhadap bala memiliki tiga keadaan:

1. Doa lebih kuat daripada bala, sehingga ia mampu menolaknya.

2. Doa lebih lemah daripada bala, sehingga bala tersebut mampu mengalahkannya, maka seorang hamba ditimpa bala, namun doa tetap meringankan bala sekalipun dengan kadar yang lemah.

3. Status keduanya saling berimbang (sama-sama kuat), di mana masing-masing dari keduanya menghalangi rivalnya.

👉 Di antara obat paling bermanfaat adalah keuletan dalam berdoa. Ibnu Majah meriwayatkan dalam Sunannya, dari hadits Abu Hurairah ra, dia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

📜 _“Barangsiapa tidak meminta kepada Allah, niscaya Dia akan murka kepadanya."_ (HR. Ibnu Majah. no. 3827)
 

✒ *((Ibnul Qayyim Al Jauziyyah , “ Mukhtasar Ad-Da' wad Dawa “,))* 📚

--------🌴🌴🌴--------
📻 *KCRT Channel*

| www.kisahruqyah.com
| www.inforuqyah.com
| www.ibnukatsironline.com
|www.abuazkacollection.blogspot.com

---------- 🌴🌴🌴 -----------

🛍 *WhatsApp@Kcrtangerang*
  +62 857 1686 3625

07.18 | 0 komentar

Doa Adalah Inti Dari Ibadah

Written By Rudianto on Sabtu, 19 Mei 2012 | 17.49

Sahabat saudaraku fillah..Yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa para Para Ulama Fiqih, Ulama Hadits, dan juga Jumhur Ulama dari kalangan Ulama Salaf maupun Khalaf berpendapat bahwa Hukum Berdoa adalah dianjurkan, Sebagaimana yang terkandung dalam kitab suci Al Quran dan Al Hadits, Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman : ““Dan Rabbmu Berfirman “Berdoalah Kepada-KU,niscaya AKU perkenankan bagimu.Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-KU akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.”(QS. Ghafir : 60). Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Berdoalah kalian kepada ALLAH, dan kalian (harus) yakin atas dikabulkan doa kalian itu,Ketahuilah oleh kalian, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memperkenankan doa dari qalbu yang lalai.” ( HR. At Tirmidzi). Dari uraian ayat dan hadits diatas, mengandung suatu maksud seruan, panggilan dan anjuran.Berdoa adalah sangat dianjurkan. Islam sebagai pedoman hidup, berisikan peraturan-peraturan, petunjuk dan tuntunan untuk mengatasi segala persoalan hidup,baik yang bersifat keduniaan maupun keakhiratan.Ajaran Islam yang sangat luhur menyusun tuntunan-tuntunan itu diatas akhlaq mulia. Demikian halnya denga doa,sarat dengan tuntunan mengenai adab atau tatacara berdoa, doa ketika makan dan sesudah makan, doa ketika ke kamar mandi,doa hendak beranjak tidur sampai terbangun dari tidur, semua aktifitas kita selalu diawali dengan doa dan diakhiri dengan doa pula. Dengan kita berdoa akan banyak pengaruhnya bagi kehidupan khsusnya dalam upaya menuju kehidupan yang Islami. Doa dalam Islam adalah merupakan cerminan sikap tawakkal dan symbol kerendahan dan ketidakberdayaan seseorang dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,ketidakberdayaan dihadapan-Nya,akan menancapkan psikologi optimis bagi setiap muslim dalam menghadapi berbagai cobaan dan problem kehidupan, karena doa adalah dialog interaktif antara hamba dan Pencipta-Nya (Khaliq). Doa bukan sebatas harapan yang bersifat spekulatif dan teka-teki antara dikabul dan tidak, justru doa dalam Islam dinilai sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena doa mengindikasikan ketergantungan dan kebutuhan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Doa menyadarkan kita sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mempunyai berbagai kelemahan dan keterbatasan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Sudah menjadi fitrah bagi setiap manusia selama hidupnya,selalu memerlukan perlindungan dan pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena kedudukan manusia itu lemah dan tidak berdaya,yang bisa ditanggulangi jika manusia mendekat dan menyadarkan dirinya serta berlindung kepada Yang Maha Kuasa,karena hakikat kekuatan itu secara lahir dan bathin bersumber dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada dasarnya tabiat manusia pasti suka dan menyenangi kebaikan,dan benci kepada kejelekan,namun demikian tidak bisa dipungkiri, ada sebagian manusia yang mau beribadah dan memohon berdoa hanya saat ketika mereka didera kesusahan dan terjepit beragam masalah rumit,karena demikianlah manusia tidak luput dari kekhilafan.”Alinsaanu mahallu lkathaa’ wa nnisyaan”(manusia merupakan tempatnya salah dan lupa).Meski demikian betapun kekhilafan manusia Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Sahabat saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,Doa adalah gerbang menemukan Rahmat-Nya,tidak ada yang lebih mulia disisi-Nya selain doa. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Santun dan Pemurah tidak pernah menutup pintu kepada setiap hamba-Nya yang dating untuk meminta dan memohon kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha mendengar hingga desah nafas sekalipun,dan Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih dekat dengan kita disbanding diri kita sendiri. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman : “Dan Apabila hamba-hamba-KU, bertanya kepadamu (Muhammad),tentang AKU, maka sesungguhnya AKU dekat. AKU Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa Kepada-KU.Hendaklah mereka itu memenuhi (Perintah)-Ku dan beriman Kepada-KU,agar mereka memperoleh Kebenaran.”(QS. Al Baqarah : 186 ). Salah satu yang perlu diperhatikan dalam berdoa, adalah tidak mengeluh apalagi berputus asa akan lambatnya pengabulan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebab mustahil tumbuh-tumbuhan yang baru ditanam akan serta merta langsung berbuah, begitu pula dengan doa tidaklah begitu saja langsung di Ijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,melainkan berjangka dan ada proses,dalam jangka itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan menilai kekhusyuan,kesabaran,keikhlasan dan mengabulkan permohonan hajat kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan yang terbaik,jangan pernah kita jenuh untuk mengurai permintaan dan memohon Kepada-Nya, Karena sepanjang kita mengangkat kedua tangan dan menggerakkan bibir memohon Kepada-Nya, akan dihitung sebagai Ibadah. Pada dasarnya seluruh doa didengar dan dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala,sepanjang doa itu tidak mengandung unsur dosa,keburukan,kemaksiatan,dan memotong/memutuskan silaturahmi, kadang bentuk pengabulannya sering berbeda dengan keinginan kita,karena Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih tahu diri kita dan apa yang terbaik buat kita. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Tidaklah seorang hamba berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,melainkan akan dikabulkan untuknya.Mungkin langsung di dunia atau mungkin di tunda di akhirat kelak,atau dijadikan sebagai penghapus dosanya sebesar apa yang kalian doakan, selama tidak berdoa untuk dosa,memotong silaturahmi dan selama ia tidak terburu-buru.” (HR. At Tirmidzi). Imam Al Ghazali berkata:”Jika ditanyakan tentang apa manfaat doa bagi seseorang, sedangkan qadha (ketentuan) Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak dapat dirubah?,Maka ketahuilah, bahwa diantara sejumlah qadha,’tentang ditolaknya atau tertolaknya bala ‘adalah karena adanya doa, dengan kata lain, bahwa doa adalah salahsatu menjadi sebab tertolaknya bala’dan mendorong bagi adanya atau diturunkannya Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Manfaat doa juga merupakan tali penyambung yang kokoh antara seorang hamba dengan Rabb-Nya, hubungan yang kontinyu dan dinamis yang melahirkan ketenangan bathin pada diri hamba tersebut,karena merasa memiliki kekuatan yang besar diluar kekuatan dirinya,ketika kesulitan dalam menjemput rezekinya, dia merasa Rabb-Nya adalah Maha Pemberi Rezeki. Membaca doa saat hati gundah gulana dibarengi tadabbur dan meresapi maknanya,akan menyuntikan ketenangan yang luar biasa dalam jiwa,seluruh anggota badan terasa nyaman dan ringan,kita merasakan damai dan aman dibawah Naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman : “(Yaitu)..orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH.Ingatlah hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tentram.”(QS. Ar Ra’d “ 28). Doa juga merupakan bentuk dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.dengan berdzikir qalbu hamba selalu berhubungan dengan Rabb-Nya,Istiqamah berdzikir ataupun berdoa mengindikasikan sikap tawadhu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Karena walau bagaimanapun kita tidak lepas dari ketergantungan Kepada-Nya. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dan Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu Anhuma, Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Tidak duduk suatu kaum yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,terkecuali para Malaikat mengelilingi mereka, kemudian diselubungi oleh Rahmat ALLAH,dimana ketenangan turun kepada mereka, dan ALLAH berdzikir (balik) kepada mereka pada orang yang ada disisi-NYA”. ( HR. Muslim). Sesungguhnya sepanjang kita menjalani hidup ini, dan menyerahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,dengan niat ikhlas maka gerak dan diam,tidur dan terjaga dihitung sebagai langkah-langkah mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian juga segala aktfitas ibadah kita selalu diwarnai dengan doa, isi shalat adalah merupakan doa, shaum, haji diwarnai doa, semua aktfitas kita mulai dari beranjak tidur hingga terbangun kembali semua diwarnai doa,segala aktiftas baik ibadah mahdah, gairuh mahdah semua berisi doa, diawali dan diakahiri dengan doa pula. Dengan demikian inti dari ibadah adalah doa. Allah Subhanahu wa Ta’ala menentukan Perintah-Nya, dan sekaligus juga menetukan apa yang menjadi penyebabnya.Doa adalah gerbang menemukan Rahmat-Nya.Oleh karena itu berdoalah kita setiap saat,agar diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari ancaman kelemahan dan kesengsaraan hidup, di dunia maupun di akhirat kelak. Sahabat-saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian semoga manfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.
17.49 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung