Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

RACUN YANG MENGOTORI QALBU

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 30 Juli 2009 | 04.15


RACUN YANG MENGOTORI QALBU

“Dan Dia menundukan untukmu apa yang di langit dan di bumi semuanya, sebagai rahmat dari-Nya. Pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir”. (Qs. Al-Jatsyiah [45]:13).

Syaikh Amin Muhammad Jamal pernah mengungkapkan; keselamatan hati tidak akan sempurna sebelum terhindar dari lima lima hal, yaitu: syirik yang menodai Tauhid, bid’ah yang menyalahi sunnah, nafsu syahwat yang melanggar perintah, dari ambisi yang mengotori keikhlasan dan lalai yang menodai Dzikrullah.

a. Syirik yang menodai Tauhid. Bila penghayatan seseorang tentang tauhid sudah baik, maka kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai hamba akan muncul dengan sendirinya. Karena alam pikiran yang dilandasi oleh aqidah tauhid akan menimbulkan semangat keimanan, dan iman adalah cermin dari sehatnya qalbu. keyakinan akan adanya Allah, semua yang di dunia ini adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya, akan membuat qalbu terbentengi dari kotoran syirik. Tauhid tidak akan terealisasi dengan baik, jika ke-syirik-an masih melekat dalam qalbu. Qalbu tidak akan dapat dijernihkan bila syirik (menyekutukan Allah) masih bersemayam didalamnya.

b. Bid’ah yang menyalahi sunnah. Salah satu tugas qalbu adalah menjernihkan prilaku ibadah yang hanya di contohkan oleh Rasulullah saw. Sebab sebanyak apapun ibadah jika tak sesuai aturan, tidak akan menambah kebaikan. Kebenaran ibadah adalah pangkal kemurnian aqidah, kemurnian aqidah adalah ibadah yang di inginkan sunnah. itulah pantulan cahaya qalbu yang jenih.

c. Nafsu syahwat yang melanggar perintah. Al-Qur’an menggunakan term syahwat untuk bebrapa arti, pertama; dalam kaitannya dengan fikiran-fikiran tertentu. Yakni fikiran-fikiran orang karena mengikuti hawa nafsu ( Qs.4:27 ), kedua; dihubungkan degan keinginan manusia terhadap kelezatan dan kesenangan (Qs.7:81 ), dan ketiga; berhubungan dengan prilaku seks menyimpang (Qs.7:81, 27:55). Ketiga prilaku ini adalah kecenderungan yang mendorong seseorang melanggar aturan dan perintah. Jika hati telah di kuasai dengan prilaku ini, maka cahaya kebenaran tak lagi nampak ke permukaan. Karena syahwat lebih cenderung kepada prilaku kejahatan.

d. Ambisi yang mengotori keikhlasan. Harta dan kehormatan adalah dua keadaan yang sering mendorong seseorang untuk meraihnya. Ambisi mengejajar dua
keinginan ini seringkali di lakukan dengan berbagai cara. Dan sesungguhnya semua itu lahir dari ketidak puasan terhadap apa yang sudah dimilikinya. Jika kedua ini telah menyelimuti hati, maka sulit sekali untuk membersihkannya, kecuali orang-orang yang dirahmati Allah.

e. Lalai Yang menodai Dzikir. Dzikir adalah obat bagi kerasnya hati. Tetapi bagi hati yang lalai tak ada tempat untuk melakukannya. Karena syubhat dan syahwat telah mengendalikan dirinya, sehingga hati begitu sulit mengingat-Nya. Ibnu taimiyah menngungkapkan, Dzikir bagi hati adalah ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan dikeluarkan dari air.

Tidak ada musibah yang paling dahsyat yang dirasakan oleh menusia selain ketika hatinya sudah tidak lagi berpihak kepada kebenaran, sebab itu bukan hanya menyengsarakan kehidupan dunia tetapi menyebabkan keterpurukan diakhirat. Dan yang berbahaya lagi adalah bahwa rusaknya qalbu kita akan menjauhkan diri kita kepada Allah. Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya; Al-Fawaid, mengungkapkan beberapa hal yang mampu menjauhkan qalbu dari Allah,. Diantaranya adalah:

1. Pintu syubhat, yang selalu mewariskan keragu-raguan tentang agama Allah. Inilah pintu yang dapat memalingkan keyakinan (I’tikad). Dan syubhat adalah perkara atau keadaan yang tidak jelas haq dan bathilnya, halal dan haramnya.
2. Pintu syahwat, yang selalu mewariskan tradisi mendahulukan hawa nafsu dari pada taat dan ridha-Nya. inilah pintu yang memalingkan organ badan (jawarih). Syahwat adalah keinginan yang timbul dari jiwa hewani yang sering bertentangan dengan hukum suci (fitrah kebenaran).
3. Pintu amarah, yang selalu mewariskan permusuhan diantara makhluk Allah. Inilah Pintu yang dapat memalingkan tabiat. Kemarahan akan menghilanghkan kebijakan seseorang dalam bertindak dan berucap, membuyarkan konsentrasi. Kebenaran dalam pandangan orang yang marah bisa berubah menjadi kebathilan.

Dari ketiga pintu inilah, seluruh dosa dan kemasiatan datang mengotori hati dan menghambat pertumbuhannya. Syubhat telah membuat kita memiliki ketergantungan kepada selain Allah, yang akhirnya mendorong diri kita menjadi menyekutukan Allah serta memohon kepada selain Allah. Syahwat telah mendominasi hati, baginya yang penting memenuhi keinginan hawa nafsu. Hawa nafsu telah menjadi pemimpin dan pengendali baginya.
04.15 | 0 komentar

Hasil Polling Nasyid Top 20 periode 2 (14-29 Juli 2009)

Written By Iswandi Banna on Rabu, 29 Juli 2009 | 09.53


Terima kasih untuk semua pendukung nasyid, pendengar Nuris FM, dan semua yang sudah berpartisipasi dalam polling nasyid Top 20 Nuris fm periode 2 (14 – 29 Juli 2009)
Berikut 5 besar favorit periode 2 ini dari total 336 vote:

1. Waspadalah – The CS 84 (25%)
2. Ibu – Naufal 72 (21%)
3. Maharku Untukmu - Alief 57 (16%)
4. Delete Dosa Click Pahala- Casella Nasheed 42 (12%)
5. Pemuda Pilihan – Asma Voice 35 (10%)

Luarr biasa, karena 3 nasyid Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Jateng berada di 3 besar: The CS, Naufal, dan Alief. Disusul, perwakilan dari Bandung: Casella. Tak ketinggalan Asma Voice (masih sekolah di MA 2 Bekasi) di posisi 5 polling.
Dukung terus untuk polling nasyid berikutnya di Nuris FM!
09.53 | 2 komentar

SUMBER PENYAKIT HATI


SUMBER PENYAKIT HATI

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan); “Kamu telah menghabiskan rizkimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya, maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”(Qs.al-Ahqaf [46]: 20)

Muhammad bin Sirrin rahimahullah beliau mengatakan “ Hati yang suci seharusnya tahu, bahwa Allah itu haq, dan niscaya hari qiamat akan datang tanpa sedikitpun keraguan dan Allah akan membangkitkan manusia dari kuburnya”. Ungkapan ini mengingatkan kita akan makna yang dalam agar kita selalu menjadikan hati itu tetap hidup dan dengan demikian sifat kesucian (salamah) selalu melekat dalam diri kita. Insya Allah, bagi siapa saja yang telah mengenal Allah dengan ma’rifat yang sejati, meyakini akan datangnya hari kiamat, serta beramal untuk bekal setelah kematiannya, maka tidaklah mustahil, bahwa inilah hati yang suci.

Seseorang yang mengharapkan keridhoan Allah, tidak ada pilihan lain baginya kecuali berusaha menjaga kalbu (hatinya) tetap suci dari berbagai cacat, cela, dan kerusakan yang bisa menafikan sesuatu yang dicintai oleh Allah. Sebab bila hati kita telah rusak, terkotori oleh syahwat dan syubhat, kita akan kesulitan menemukan manfaat apapun yang layak dalam masalah dunia. Dan kita juga tidak akan bisa memperoleh sedikitpun manfaat atau hasil diakhirat kelak. “….(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang suci…” ( Asy-Syu’ara’, 26 :88-89).

Ibnul Qayyim al-Jauziyah menasehati: “Bergaul dengan orang yang hatinya mati adalah penyakit, berteman dengannya adalah racun, dan bermajlis dengan mereka adalah bencana. Astaghfirullah. Telah begitu keraskah hati kita, seakan tak ada ruang kosong l bagi cahaya untuk bertahan didalamnya.

Marilah, kita jernihkan cahaya qalbu dalam diri kita, sebab jika qalbu kita telah bersinar berbagai amal kebaikan akan mudah merasuk. Hidupkan hati kita dengan selalu berbuat kebaikan. Murnikan ibadah kita dengan selalu menghadirkan keikhlaskan dan luruskan jalan kita dengan selalu menjaga keseimbangan.

Seorang sholeh pernah berkata: “Barang siapa yang mengisi lahirnya dengan mengikuti sunnah, mengisi bathinnya dengan selalu bermuraqqabah, menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan, menjaga dirinya dari syubhat dan hanya memakan makanan yang halal, maka firasatnya tidak pernah keliru. Itulah buah dari kejernihan qalbu.

Tetapi jika qalbu telah terkotori, maka cahaya kebenaran akan terhambat masuk kedalam hati. Pertanda hati kita telah kotor adalah ketika ia tidak lagi merasakan sakitnya bermaksiat dan betapa menderitanya berada dalam kebodohan, ketika ia tidak lagi mampu membedakan antara kebaikan dan kejahatan. Kemungkaran dianggap kebaikan, sunnah sebagai bid’ah, bid’ah sebagai sunnah, kebenaran sebagai kebatilan dan kebathilan sebagai kebenaran. Imam Ahmad dalam musnadnya dari Hudzaifah bin al-Yaman Ra. Rasulullah saw bersabda; “Hati itu ada empat macam:

1. Hati yang lembut, didalamnya terdapat penerangan yang memancarkan cahaya, itu adalah hati seorang mukmin.
2. Hati yang terkunci mati, yaitu hati orang kafir
3. Hati yang terbalik, ialah hati orang munafik dan
4. Hati yang terbelah dua bagian, bagian keimanan dan bagian kemunafikan. Hal ini dikerenakan keduanya saling mengalahkan hati.”

Engkaulah Ya Allah pemilik seruan yang sempurna, peneguh hati yang kerap terlena. Jangan Engkau biarkan hati kami terlena oleh rayuan dunia yang fana. Mudahkan diri ini untuk selalu mensyukuri kenikmatan yang kami terima. Hindarkan diri kami ya Rabb..dari orang-orang yang selalu bebuat durjana. Kuatkan diri kami untuk selalu melakukan perbuatan yang mulia. Janganlah Engkau campakan kami menjadi hamba-hamba yang terhina.
04.14 | 0 komentar

Top 20 Nasheed Nuris FM -edisi 25 Juli 2009

Written By Iswandi Banna on Minggu, 26 Juli 2009 | 10.28

Bisa disimak live setiap Sabtu Malam 19.30-21.30 WIB

on air di 107.7 FM
(bagi Anda yang berdomisli di Ciledug, Larangan, Kreo, Petukangan, Joglo, Meruya, Kebon Jeruk, Keb. Lama, Bintaro, Pd. Aren, Ciputat,dan sekitarnya)

atau via streaming on
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myshow.com
http://nurisfm.listen2mymusic.com
http://nurisfm.listen2myradio.com

1. Maharku Untukmu - Alief (single ANN Jateng)
2. KarenaNya Aku Menolakmu - Haris Isa (album: No.1/2009)
3. Lembayung - Izzatul Islam (album: Saatnya Kemenangan/2009)
4. Waspadalah - The CS (single ANN Jateng)
5. Ibu - Naufal (single ANN Jateng)
6. Ketika Cinta Tak Bertasbih (KCTB) - Faris JV (single/2009)
7. Petuah Hati – Jamus Kalimasada (single/2009)
8. Visi Peradaban – Asy Syujaa’ (Kompilasi Bogor Nasheed Center)
9. Delete Dosa Click Pahala–Casella Nasheed(single/2009)
10. Kau Tiada Terdua - Rakhmat Fajar (album: Kompilasi Semusim Inspirasi/2008)
11. Wahai Sahabat – Riham Nasyid (single/2009)
12. Bersama – Shoutul Harakah (single/2009)
13. Pemuda Pilihan – Asma Voice (single/2009)
14. Buah Hati – Nasyid BaNa (single/2009)
15. Cerita Alam – Launun (single/2009) New Entry
16. KKTD (Kini Kau Tlah Dewasa) - Justice Voice (album: Jangan Mepet Mepet)
17. Everybody – Senandung Hikmah (album: Risalah Ukhuwah/2008) New Entry
18. Rahasia Hati – Nahawan featuring Udjo Tashiru (single/2009) New Entry
19. Give Thanks to Alloh – Da’I Nada (single) New Entry
20. Barakalloh – Amir Awan (single/2008) New Entry

Review on The Chart:
- Selamat untuk Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Jateng, karena pekan ini, ada 3 nasyid yang berhasil bertengger di 5 besar: Alief (#1), The CS (#4), dan Naufal (#5)

- Ada 5 new entry/pendatang baru pekan ini: Launun (#15), Senandung Hikmah (#17), Nahawan (#18), Da’I Nada (#19) , dan Amir Awan (#20)

- Nasyid 4 haraky masih eksis bersaing (ber-fastabiqul khoirot): Izzatul Islam (#3), Asy Syujaa’ (#8), dan Shoutul Harakah (#12), dan Asma Voice (#13)

- Munsyid asal Jogjakarta juga masih eksis di Nuris Top 20: Faris JV (#6), Jamus Kalimasada (#7), Riham Nasyid (#11), dan Justice Voice (#16)

- Dominasi Munsyid Bandung juga terus bersinar, ada 5 nasyid di Top 20 pekan ini: Haris Isa (#2), Casella Nasheed (#9), Rakhmat Fajar (#10), Shoutul Harakah (#12), dan Nahawan (#18)

- Dari Jadebotabek: Ada 4 Munsyid> Izzis dari Depok (#3), Asy Syujaa’ dari Bogor (#7), Asma Voice dari Bekasi (#13), dan Nasyid Bana dari Tangerang (#14)

- ada 2 Finalis FNI 2004: Launun (15) dan Senandung Hikmah(17)

Overall Review:
Pekan ini ada 4 Dominasi Munsyid dari 4 wilayah: Bandung (5 nasyid), Jogja (5 Nasyid), Jadebotabek (4 nasyid), dan Jawa Tengah (3 nasyid)

Bisa Reques setiap malam 20.00-23.00 (kecuali malam jum'at)
Setiap Pagi (kecuali hari jum'at)
dan setiap sore di 107.7 FM
ke 085624628596
atau telpon on air di (021) 92297893

atau via internet setiap Senin-Jum'at 09.00-17.00 on nurisfm.blogspot.com

NB:
rekomendasi file nasyid baru
bisa dikirim ke
Music Director Nuris FM
wong_natura@yahoo.com atau
iswandi0402@gmail.com
10.28 | 0 komentar

JERNIHKAN CAHAYA QOLBU

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 25 Juli 2009 | 04.28


JERNIHKAN CAHAYA QOLBU

“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
(yaitu) dihari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat”.Qs. Asy-Syu’ara [26]: 87-89)

Abdul Hamid Al Balali, dalam kitab “Manhajut Taabi’in Fi Tarbiyatin Nufus”, beliau menulis: Ketika Allah menciptakan jiwa manusia, bersamanya juga diciptakan kekuatan persiapan untuk melakukan kebaikan dan keburukan. Dia juga menjadikan manusia mampu menggunakan anggota tubuh yang di karuniakan-Nya. Manusia diberi kebebasan memilih arah jalan yang dikehendakinya. Seperti terungkap lewat firman Allah: “Dan jiwa manusia serta penyempurnaanya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. (Qs.asy-Syam:7-8).

Kebebasan manusia dalam memilih jalannya ini diikuti dengan konsekwensi balasan, baik pahala kenikmatan maupun siksaan pada hari perhitungan kelak yakni pada hari kiamat. Seperti dalam lanjutan firman diatas; “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan merugilah orang-orangyang mengotorinya”. (asy-Syam -10).

Orang-orang yang menang dan beruntung adalah mereka yang memahami tujuan dari penciptaan, yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah. Dan mereka adalah orang-orang yang jiwanya tunduk setelah sombong, lunak setelah katakutan dan tenang setelah terguncang. Tetapi mereka yang jiwanya terguncang, mereka yang terhinakan karena kesombongan, akan terlepas dari kendali kesadaran, sehingga kerap meninggalkan aturan.

Ketahuilah, kesombongan, dusta, munafik, keserakahan dan perangai rendah lainnya sesungguhnya adalah racun dan formula yang sangat ampuh memadamkan cahaya qalbu. Dan kita saksikan , semua itu telah membelenggu kehidupan hari-hari yang kita jalani, sehingga tak sadar melemparkan kita kedalam kubangan kotoran yang menjijikan. Bahkan timbulnya perasaan sepi dalam keramaian, kehampaan dalam kemewahan dan berbagai bencana yang Allah timpakan semuanya itu adalah akibat karena runtuhnya kesadaran jiwa tentang hakekat tujuan kehidupan.

Masa dimana kita hidup hari ini, berbagai fitnah berdatangan, aroma kemaksiatan bagaikan jamur pada musim penghujan, kejahatan dan kezaliman sudah menjadi kebiasaan, sehingga memadamkan lilin kesucian yang memancar dari qolbu kita. kita sibuk mempercantik lahiriah tetapi mengabaikan kecantikan bathiniyah, kita kejar ketertinggalan urusan duniawi tetapi membiarkan urusan ukhrawi. Kita tidak menyadari bahwa kebaikan qalbu sesungguhnya adalah kebaikan anggota tubuh kita, sebab hati bagaikan raja yang mengeluarkan seluruh perintah dan larangan bagi rakyatnya yaitu anggota tubuh kita. Bahkan hati atau qalbu merupakan tempat perhatian Allah. Seperti diungkapkan oleh Rasulullah dalam hadistnya:

“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat pada bentuk-bentuk kamu dan harta-harta kamu, melainkan Dia akan melihat pada hati-hati kalian dan perbuatan kalaian. (Hr. Imam Ahmad)

Sahabat, jika Qalbu kita tak lagi merasa takut melakukan kesalahan tetapi justru bangga mengerjakan kemaksiatan. Jika hati kita sudak tidak merasa malu mengerjakan kemunkaran, tetapi tak merasa takut akan murka Allah, sungguh itu pertanda hati kita telah mati. Sebab bagi hati yang mati tak ada lagi kekhawatiran saat melakukan kemaksiatan, karena hawa nafsu telah menjadi pemimnpin dan pengendali dirinya. Kebodohan adalah sopirnya, kelalaian adalah kendaraan baginya. Bahkan seluruh pikirannya dicurahkan hanya untuk menggapai target-target duniawi. Hawa nafsu telah menjadikan mata bathinnya buta pada kebenaran, dan telinga menjadi tuli ketika mendengar seruan.

YA Allah Engkau maha mengetahui segala apapun yang terjadi pada diri kami. Segala apapun yang Engkau berikan pasti itulah yang terbaik menurut kehendak-Mu. Berikan kami kekuatan untuk bersabar atas segala ketetapan-Mu. Doronglah jiwa kami untuk selalu bersyukur atas segala pemberian-Mu. Ya Allah, Engkaulah pemilik lautan kemuliaan yang maha luas. Engkaulah yang membolak-balikan hati setiap hamba. Teguhkanlah pendirian kami pada agama-Mu. Ajarilah kami ilmu-Mu yang maha luas, jagalah kami dengan penjagaan-Mu yang kuat. Kepada Engkau kami bertawakal. Di depan pintu ampunan-Mu kami berdiri, di dalam kekuasaan rahmat-Mu kami berdikari
04.28 | 0 komentar

Nasyid Baru di Playlist Nuris FM periode ini

Written By Iswandi Banna on Jumat, 24 Juli 2009 | 08.34

Ini dia nasyid-nasyid fresh yang ada di playlist nuris fm pekan ini

bisa direques via nurisfm.blogpot.com
sambil dengar Online streaming on request 09.00 -17.00 wib senin-jumat

1. Cerita Alam- Launun
2. Everybody - Senandung Hikmah
3. Love U - Senandung HIkmah
4. Rahasia Hati - Nahawan
5. Give Thanks to Alloh - Da'i Nada
6. Tak Kan Henti Berlari - Rakhmat Fajar
7. Kekasih Alloh - Nasyid Bana
6. waspadalah - The CS (new version)
7. Jangan Ada Permusuhan - Awan
8. Keaksih Alloh - Awan
9. Barakalloh - Amir Awan
10. Jaga Dunia - Syafa Nada
11. Remaja Ceria Duniamu - Shoutul Islam
12. Lelapnya Tidur Panjang - Haris Isa
13. Hembusan Angin - Haris Isa
14. Putihkan Hitam - Alvo Nasyid

atau bisa langsung reques di 107.7 fm tangerang
bagi Anda yang tinggal di Ciledug, Larangan, Bintaro, Pd.Aren, Kebon Jeruk, Meruya, dan sekitarnya
bisa di acara
SAMARA-reques malam rabu malam
SENSASI- reques senin malam
INFO NASYID TERKINI - reques nasyid2 baru
BERI SAPA -SETIAP PAGI
SARAPAN PAGI- sabtu pagi

dan Bisa Simak apakah nasyid2 diatas bisa masuk jajaran top 20 nasyid Nuris fm
setiap sabtu malam 19.30-21.30 with sobat Arkan
via streaming on
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myshow.com
http://nurisfm.listen2mymusic.com
http://nurisfm.listen2myradio.com
08.34 | 2 komentar

TERAPI PROBLEMATIKA


TERAPI PROBLEMATIKA

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbih dengan memuji Tuhanmu ketika kamu berdiri”.(Qs. Ath-Thur:48).

Dalam dekapan masalah yang begitu berat menghimpit, terkadang hati kecil sering lirih berujar, “Ya Allah hanya untuk inikah Engkau menciptakan aku, entah berapa kali pintaku terucap diringi linangan air mata yang kerap mengalir. Entah sudah berapa kali diri ini berharap akan datangnya perubahan dalam perbaikan, tetapi kenapa belum juga Engkau bukakan kepadaku pintu kemudahan, sehingga aku dapat merasakan seperti yang dirasakan orang lain”, apalah artinya aku hidup jika selalu didera kemalangan yang berkepanjangan” Mungkin ungkapan itu terlontar karena kita belum membaca nasehat Rasulullah SAW ketika kita ditimpa musibah. Sebuah hadits yang diriwayatjkan oleh Bukhari dan muslim, Rasulullah bersabda:

“Janganlah seseorang dari kamu mengharapkan mati disebabkan oleh penderitaan yang menimpa padanya, maka apabila keadaan memaksa, maka berdoalah: ya Allah lanjutkanlah hidupku ini , selama hidup ini lebih baik bagiku. Dan segerakanlah matikan diriku ini, apabila mati itu lebih baik bagi ku” (muttafaq alaih)

Sahabat, Jika kita merasa kemiskinan, kekurangan hidup, sulitnya mencari nafkah dan belum datangnya jodoh adalah musibah. Maka sesungguhnya kekayaan, kemewahan, kebersamaan bahkan kepopuleran adalah musibah bagi orang-orang yang tidak mampu menjaganya. Bahkan semuanya itu adalah pintu datangnya kehinaan bagi mereka yang tak mampu bersabar dalam kenikmatan. Renungankan firman Allah diatas. Semoga Allah membuka pintu hati kita agar mampu menemukan hikmah dibalik setiap musibah yang datang. Ketahuilah dibalik setiap musibah yang menyakitkan jika kita bersabar dan bersyukur, tersimpan kebaikan yang begitu banyak.

Sesungguhnya jika saja kita mau membandingkan tentang musibah yang kita derita dengan pemberian Allah yang tak terhingga, pasti hati kita diselimuti pujian kepada-Nya, mulut kita tak henti-hentinya melantunkan syukur. Bahkan jika kita membuka mata bathin kita untuk menatap kemahabesaran Allah. Sungguh rasanya malu kita kepada Allah, ketika musibah datang kita mengemis kasih Allah.

Agar Dia merubah penderitaan kita menjadi kebahagiaan, tetapi ketika kebahagiaan itu telah kita raih, tidak jarang kita memperlihatkan ketidak syukuran. Terkadang, betapa kita menjadi manusia yang tak tahu berbalas budi. Sahabat, Kehidupan yang kita jalani adalah proses perjuangan yang tak pernah henti. Ada saat dimana kebahagiaan begitu akrab menemani, tetapi disaat yang lain penderitaan begitu senang bersemayam didalam hati. Sungguh, dua keadaan ini memerlukan kekuatan agar kita tetap bertahan pada kebenaran. Jika kita tidak memiliki kekuatan maka bukan saja kehidupan akan terasa menyulitkan, tetapi hari demi hari akan selalu dihinggapi rasa ketakutan.

Bicara tentang kebahagiaan, siapa yang tidak mengharapkannya, semua kita pasti selalu merindukan saat-saat seperti itu datang. Tetapi dimana kita temukan kebahagiaan?, dirumah yang mewahkah?, atau saat kita merasakan berkecukupan?, tetapi adakah manusia yang merasa cukup?. Jangankan kita yang selalu berada dalam kekurangan setiap saat, orang-orang yang sudah bergelimang kemewahanpun ternyata merasakan kekurangan dan terus mengejar dan mencarinya. Apakah mereka bahagia dengan apa yang sudah dimilkinya?, ternyata tidak. Karena tidak sedikit diantara mereka justru selalu dihantui rasa ketakuatan kekhawatiran. Bahkan ada yang sibuk mengumpulkan harta, sampai tak sempat menikmatinya. Benar apa yang ungkapkan oleh para bijak: Bahwa kekayaan itu bukan milik orang yang mengumpulkannya, tetapi miliki orang yang menikmatinya” Itulah kenyataan yang kita saksikan. Jika orang miskin khawatir dan takut menatap masa depan yang begitu memberatkan, sementara orang kaya khawatir dan takut bahkan bingung kemana harta mereka akan dihabiskan. Lantas, apa yang dapat kita katakan untuk mereka yang hidupnya tak pernah puas dengan keadaan. Ada apa sesungguhnya dengan makhluk yang bernama manusia ini ?. Diberi nikmat dia tak pandai bersyukur, di beri cobaan keyakinan hidupnya semakin kabur. Sungguh, kebanyakan kita memang tidak tahu berterimakasih kepada Dzat yang maha memberi.

Janganlah bersedih dengan apa yang telah tiada, janganlah gelisah dengan sesuatu yang belum ada, jangan merasa terhina karena deraan kemiskinan, jangan merasa sepi dalam kesendirian, dan jangan kita merasa papa dalam ketiadaan. Sebab perasaan-perasaan seperti ini hanya akan menumpulkan mata bathin kita tentang kemahabesaran Allah. Bersandarlah kepada-Nya. adukan nasib diri dengan penuh ketawadhuan, intropeksilah, mungkin penyebab semua ini sesungguhnya adalah lahir dari kesalahan diri yang begitu banyak melanggar larangan.
00.44 | 0 komentar

KETIKA MUSIBAH TAK KUNJUNG REDA

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 23 Juli 2009 | 09.02


KETIKA MUSIBAH TAK KUNJUNG REDA

“Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada mu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekuranga harta dan buah-buahan. Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar,yaitu orang-orang yang jika ditimpa suatu musibah mereka bereka,”Sesungguhnya kita ini milki Allah dan kepada-Nyalah kita kembali", ”merekalah orang-orang yang mendapat salam kesejahteraan dan rahmat dari Rabb mereka.
Dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Qs. Al-Baqarah [2]: 155-157).

Subhanallah, maha suci Allah yang telah menciptakan kita dari tidak ada menjadi ada, alangkah beruntungnya jika kita diberi kekuatan oleh Allah untuk mampu besikap sabar. Kita memahami, bahwa tak ada seorang manusiapun yang tidak tersentuh musibah. Hidup ditengah terpaan gelombang penderitaan memang sangat menyakitkan, hidup yang tak henti didera kemalangan memang sangat tak mengenakan dam hidup yang selalu diwarnai cobaan teramat sangat memilukan. Tapi sadarilah kita tak akan menjadi jauh lebih baik ketika membiarkan kita hanyut oleh terpaan badai cobaan.

Sahabat, watak kehidupan memang tak pernah kita ketahui karena itu adalah mutlak hak Allah yang menghendaki. Ada saat dimana kebahagiaan selalu berpihak kepada kita, tetapi pada saat yang lain penderitaanpun begitu akrab menemani kehidupan. kita harus menyadari bahwa kehidupan, ia memang tidak akan memberi sesuatu kepada kita kecuali untuk mengambil sesuatu dari kita. Dan ia mengambil sesuatu kepada kita untuk kita bayar dengan seimbang. Maka jangan heran, jika keinginan-keinginan kita tidak tercapai kecuali harus melewai onak dan duri, seakan dunia ini menguji kita dengan beragaman perjuangan dan pergulatan untuk mendorong kita agar mampu menghadapi dan mengalahkannya. Bila kita telaah dengan dalam, sesungguhnya hidup ini tak lain dari perputaran antara kebahagiaan dan kesedihan, ada suka dan duka yang kita rasakan, ada lapang dan sempit dalam kehidupan.

Membiasakan diri untuk bersabar menghadapi ujian dengan beragam tantangan sangat membutuhkan tekad yang kuat dan mental yang mantap. Menyerah terhadap semua itu tidak akan membuahkan apa-apa selain kehinaan. Hanyut dalam kenestafaan hanya akan menyiksa keadaan dan membiarkan diri terpuruk dalam keputusasaan hanya akan membuka peluang kesedihan. Setiap kita suka atau tidak suka harus mampu menghadapi apapun pesoalan yang tidak kita sukai, karena sejauh apapun kita berlari untuk sembunyi, semua itu tidak akan merubah ketatapan Ilahi.

Yakinlah, bahwa langit tak selamanya mendung, awan kelabu pasti berlalu. Rasulullah seakan menghibur kita dengan sabdanya: “Sesungguhnya orang beriman selalu berada pada dua keadaan. Jika dia mendapat nikmat maka dia bersyukur, Dan jika ia mendapat musibah maka ia bersabar dan ridha terhadap ketetapan Allah”.

Renungkanlah para bijak bertutur; Bahwa kebahagiaan didunia laksana mimpi dalam tidur atau bagaikan bayangan yang pasti akan hilang. Jika kehidupan ini membuat kita tertawa sejenak, maka suatu saat kehidupan akan membuat kita menangis. Kenikmatan sekejap akan datang kedukaan yang panjang. Mungkin kita pernah merasa terpukul ketika anak, istri, suami dan orang yang sangat kita cintai dipanggil Allah. Atau mungkin kebaikan diri tak berpihak kepada kita. Mereka adalah amanah yang Allah titipkan dan pinjamkan kepada kita. bukankan ketika kita meminjam sesuatu dari sesorang, kita tidak boleh merasa berat untuk mengembalikannya, karena memang pemiliknya sangat berhak mengambil barang yang kita pinjam. Begitupun mereka orang-orang yang kita cintai - adalah milik Allah, tiada kuasa bagi kita menahan apa yang sudah menjadi kehendak-Nya. Marilah kita renungkanl satu hal, jika Allah tidak memberi kita ketidak sempurnaan fisik maka pasti Dia melebihkan kita dalam hal yang lain. Jika kita merasa kemiskinan, kekurangan hidup, sulitnya mencari nafkah adalah musibah. Maka sesungguhnya kekayaan, kemewahan bahkan kepopuleran adalah musibah bagi orang-orang yang tidak mampu menjaganya.

YA Allah Engkau maha mengetahui segala apapun yang terjadi pada setiap hamba. Segala apapun yang Engkau berikan pasti itulah yang terbaik menurut kehendak-Mu. Berikan kami kekuatan untuk bersabar atas segala ketetapan-Mu. Doronglah jiwa kami untuk selalu bersyukur atas segala pemberian-Mu. Ya Rabbi, Engkaulah tempat setiap makhluk kembali. Jadikanlah perjalanan hari-hari kami penuh dengan perbuatan terpuji, hadirkan kesadaran hati kami untuk selalu memperbaiki diri. Ampuni kesalahan kami yang tak pernah henti. Jauhkan dari kami segala apapun yang tidak Engkau sukaia. Mudahkanlah kami untuk mengamalkan firman-Mu yang suci. Dan pancarkan cahaya kebenaran-Mu agar kamu selalu berada dalam kebeningan hati”.
09.02 | 1 komentar

selamat buat kang Haris Isa "Shaffix", Deden "edCoustic" dan Arief "Fatih" menang di Lomba Cipta Lagu dan Lirik Muslim 2009

Written By Iswandi Banna on Rabu, 22 Juli 2009 | 16.42


Selamat buat kang Haris Isa "Shaffix" , Deden "edcoustic" dan Arief "Fatih"
yang berhasil menjadi pemenang lomba cipta lagu dan Lirik Muslim 2009
dari 5 pemenang yang ada.

Berikut list lengkapnya:

Muhammad H. Munandar (Bangka Barat) - Taqwa ---> Haris Isa juga Vokalis Shaffix
Arief Muttaqin (Bunyu Barat) - Kirimkan Cinta ---> Vokalis Fatih
Deden Supriadi (Bandung) - Tak Ada Beban Tanpa Pundak ---> Vokalis edCoustic
Fajar Ahadi (Yogyakarta) - Terima Kasih
Pangki Alatas (Jakarta) - Senyum Terbaikmu
16.42 | 0 komentar

APA YANG SEDANG KITA CARI ?


APA YANG SEDANG KITA CARI ?

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah,
padahal kepada-Nyalah penyerahan diri segala apa yang di langit dan di bumi,
baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka di kembalikan.”. Qs. Ali-Imran:83

Sahabat, “Sekali kita hidup dan sekali kita gagal dalam menyikapinya, maka kegagalan beruntun akan menanti sepanjang masa. Di dunia akan sengsara, sakaratul maut penuh derita, dialam kubur tersiksa, di alam mahsyar merana dan menjadi penghuni tetap didalam neraka ”. Membaca kalimat bijak itu, kita ingat kembali dengan ungkapan Imam JA’far bin Muhammad al-Shidiq, ia berkata: “Siapapun yang hari ini dan hari berikutnya sama, maka ia adalah orang yang tertipu!. Siapapun yang akhir dari dua hari yang dilewatinya buruk, maka ia adalah orang yang terkutuk!. Siapapun yang tak melihat adanya pertambahan dalam dirinya, maka ia adalah orang yang berkekurangan!. Dan siapapun yang dirinya berkekurangan,maka kematian lebih baik baginya dari pada kehidupan”.

Dua nasehat yang sarat makna itu mengingatkan kita pada kondisi kekinian, dimana kita hidup dan menjalani kehidupan. Kita saksikan betapa banyak saudara, sahabat ataupun mungkin kita sendiri yang hingga hari ini tidak tahu tentang arti hakekat dan tujuan hidup. Terlihat, perilaku manusia kebanyakan tidak nampak memperlihatkan kesadaran, tetapi justru memperlihatkan kemungkaran. Entahlah, sesungghuhnya mereka tidak tahu, atau tidak mau tahu?. Tetapi itulah potret buram yang sedang di pertontonkan makhluk yang bernama manusia. Marilah kita bertanya, sesungguhnya apa sebenarnya yang sedang kita cari?.

Mungkin kita sudah begitu lelah berjalan. Dan entah sudah berapa tempat yang kita datangi ?, sudah berapa daerah yang kita singgahi. Namun hingga hari ini kita masih terus berjalan, mencari-cari apa sesungguhnya yang kita cari. Sudahilah perburuan dunia yang memang tak pernah memberikan kepuasan. Marilah kita catat dalam hati, bahwa tujuan hidup yang sejati adalah apabila kita mencapai kemuliaan ruhani. Sebab keutamaan ruhani adalah sesuatu yang sangat berharga yang dapat diraih manusia. Orang yang mempertahankan jiwa dalam khasanah ruhani dan memposisikan dunia hanya sebagai persinggahan dan tempat mengumpulkan bekal, mereka akan memperoleh kepuasan dalam perjalanan hari-harinya. Dan mereka tidak mau menukar kekayaan ruhani dengan keuntungan materi sebanyak apapun. Kesadaran ruhani yang paling dalam adalah kesadaran bahwa hidup adalah kesementaraan yang harus dilakukan dengan tanggung jawab. Dalam dirinya tertanam keyakinan bahwa dunia ini akan berakhir, dan hanya orang-orang yang bertanggung jawab untuk menunaikan amanahnya yang akan memperoleh kemenangan. Sebab hidup bagi mereka adalah bukan semata menuruti selera hawa nafsu, mengejar karier, menumpuk-numpuk harta kekayaan atau mengejar pangkat dan jabatan.

Menarik apa yang di ungkapkan oleh syekh Ahmad Athaillah ketika berbicara tentang hidup. Beliau katakan; ada dua kedudukan manusia dalam mengarungi hidup ini, ialah sebagai ‘abid kepada ma’bud-nya, gelarnya adalah ‘abdullah (hamba Allah). Dan sebagai sesama hamba Allah dengan tugas menyelamatkan pemberian Allah dari kerusakan dan kemusnahan, gelarnya adalah khalifatullah. Dalam arti lain, tugasnya menunaikan kewajiban terhadap Allah, memuja dan mengingat_nya. tetapi juga ia harus menjalankan kehidupan peribadinya dengan keluarga, dan masyarakat sekelilingnya. Jika kedua tugas ini dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan dan peraturan Allah, maka keberadaan manusia diciptakan bukan saja mendapatkan kemuliaan tetapi juga sesuai dengan tujuan ia di ciptakan. Itulah dua posisi hidup manusia, yaitu sebagai hamba Allah dan sebagai khalifatullah. Dua posisi ini semakin memperjelas tentang siapa dan untuk apa kita hidup. Dan sekaligus memperjelas apa yang sedang kita cari dalam hidup?.

Sebagai hamba Allah yang meyakini bahwa kehidupan ini ada dalam genggaman-Nya dan menyadari bahwa setiap gerak akan di pertanggungjawabkan kepada-Nya. Maka konsep tujuan hidup yang mengakar dalam dirinya adalah menggapai keridhan Allah melalui penghambaannya yang secara sadar dan ikhlas di lakukan. Karena itulah bagi setiap muslim hidup bukan hanya sebatas ada di dunia, tetapi selalu berusaha memberikan makna tentang keberadaannya itu. Hidup yang bermakna tidak diukur dari seberapa lama kita hidup, tetapi diukur dari seberapa efektifkah kita mampu memanfaatkan hidup. Pencarian kita tentang makna hidup bukan didasari pada kepentingan-kepentingan materi semata, tetapi harus didasari akan tanggung jawab kita sebagai hamba yang setiap geraknya selalu terukur pada ketentuan Allah. Dengan konsep hidup yang seperti ini kita akan mengetahui, apa sesungguhnya yang sedang kita cari?. Tiada lain hanyalah menggapai ridha Ilahi untuk kebahagiaan hakiki.
04.37 | 0 komentar

Top 20 Nasheed Nuris FM -edisi 18 Juli 2009

Written By Iswandi Banna on Selasa, 21 Juli 2009 | 17.42

Bisa disimak live setiap Sabtu Malam 19.30-21.30 WIB

on air di 107.7 FM
(bagi Anda yang berdomisli di Ciledug, Larangan, Kreo, Petukangan, Joglo, Meruya, Kebon Jeruk, Keb. Lama, Bintaro, Pd. Aren, Ciputat,dan sekitarnya)

atau via streaming on
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myshow.com
http://nurisfm.listen2mymusic.com
http://nurisfm.listen2myradio.com

1. KarenaNya Aku Menolakmu - Haris Isa (album: No.1/2009)
2. Ketika Cinta Tak Bertasbih (KCTB) - Faris JV (single/2009)
3. Maharku Untukmu - Alief (single ANN Jateng)
4. Lembayung - Izzatul Islam (album: Saatnya Kemenangan/2009)
5. Waspadalah - The CS (single ANN Jateng)
6. Kau Tiada Terdua - Rakhmat Fajar (album: Kompilasi Semusim Inspirasi/2008)
7. Ibu - Naufal (single ANN Jateng)
8. KKTD (Kini Kau Tlah Dewasa) - Justice Voice (album: Jangan Mepet Mepet)
9. Visi Peradaban – Asy Syujaa’ (Kompilasi Bogor Nasheed Center)
10. Petuah Hati – Jamus Kalimasada (single/2009)
11. Sholat Cinta - Tirta (single)
12. Dia Muhammad - Inteam (album: Allahu Rabbi- Reunited/2009)
13. Wahai Sahabat – Riham Nasyid (single/2009)
14. Delete Dosa Click Pahala–Casella Nasheed(single/2009)
15. Jejak- Maidani (single/2008)
16. Buah Hati – Nasyid BaNa (single/2009)
17. Bersama – Shoutul Harakah (single/2009)
18. Pemuda Pilihan – Asma Voice (single/2009)
19. Sendiri Menyepi - edCoustic (album: Sepotong Episode/2008)
20. Asma Allah - Sami Yusuf (album: Without You/2009)

NB:
rekomendasi file nasyid baru
bisa dikirim ke
Music Director Nuris FM
wong_natura@yahoo.com atau
iswandi0402@gmail.com
17.42 | 0 komentar

HIDUP ADALAH KUMPULAN BERBAGAI PILIHAN


HIDUP ADALAH KUMPULAN BERBAGAI PILIHAN

“Katakanlah; Apakah akan Kami beritahu kepadamu tentang orang-orang yang paling rugi dalam perbuatannya?, (yaitu) orang-orang yang telah menyia-nyiakan perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka melakukan usaha-usaha yang baik”. (Qs. Al-Kahfi:103-104)

Sahabat, manusia adalah makhluk yang merdeka untuk menentukan pilihannya. Kemampuan memilih sesuatu secara sadar merupakan ciri khas yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya. Hidup adalah hasil kumpulan berbagai pilihan. Suka atau tidak suka, setiap kita harus memilih sebuah keputusan. Kita tidak bisa menghindar dari pilihan-pilihan yang setiap saat terhampar dihadapan kita. sehingga warna kehidupan yang kita alami sangat ditentukan dari cara kita memilih dan memainkan peran sesuai dengan sekenario yang kita inginkan. Dengan pemikiran seperti ini, tampaklah bahwa segala sesuatu yang menimpa diri kita merupakan konsekwensi dari pilihan yang kita perbuat.

Allah telah menciptakan dan menghidupkan kita di dunia lengkap dengan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya. Manusia yang berakal sehat tidak akan memilih sesuatu yang dapat menyengsarakan dirinya, baik dunia maupun akhirat. Sebagai hamba Allah yang beriman, pilihan bagi kita adalah apa yang sesuai dengan ftrah kemanusiaan dan sesuai kebenaran apa yang Allah inginkan, bukan apa yang kita harapkan. Termasuk didalamnya ketika kita harus memilih dua kepentingan, yaitu dunia dan akhirat. Tentu saja kita akan memilih akhirat karena yakin dengan sifat kekekalannya dan akan meningalkan dunia karena yakin dengan sifat kesementaraannya.

Kita sadar betul, apalah artinya memilih dunia kalau kemudian akan meninggalkannya. sahabat, bahwa hidup yang kita jalani hari ini bukanlah faktor kebetulan tetapi sebuah kesengajaan yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Hidup bukanlah sekedar mencari karier, pangkat dan jabatan, melainkan rasa tanggung jawab terhadap masa depan. Hidup adalah perjalanan kesadaran untuk memanfaatkan potensi diri, menggapai kebenaran hakiki dalam menuju keidhoan Ilahi. Begitulah harusnya seorang muslim berfikir.

Dengan kesadaran seperti ini, kita akan terbebas dari ketamakan terhadap dunia, kerakusan, kekikiran dan kesombongan. Akan terhias dalam pribadi kita kemuliaan, kemurahan dan kewaspadaan. Bahkan kita akan merasakan, bahwa kebahagiaan itu ternyata terletak dalam sikap qana’ah, yakni jiwa yang ridha dan cukup puas dengan yang sedikit. Kita tidak lagi menjadi budak hawa nafsu dan pada akhirnya, pilihan yang terbaik adalah selalu bersandar pada kekuasaan Allah yang telah memeberikan kita jalan. Sebab hidup berdasarkan keyakinan yang penuh akan kekuasaan Allah dan selalu bersandar diteras kesadaran untuk mengakui segala kebenaran yang datang dari-Nya akan menghadirkan ketenangan (muthmainnah) qalbu. Muthmainnah digambarkan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dengan kalimat yang begitu indah, beliau mengungkapkan: “Bila diri telah berpindah dari keraguan kepada keyakinan, dari kebodohan kepada ilmu, dari kealfaan kepada dzikir, dari khianat kepada taubat, dari riya’ kepada ikhlas, dari dusta kepada kepada kejujuran, dari kelemahan kepada semangat yang membaja, dari ujub kepada ketundukan dan dari kesesatan kepada ketawadhuan. ketika itulah jiwa (qalbu) kita berada dalam ketenangan (muthmainnah).

Sahabat, pada esensinya hidup ini adalah kesempatan sekaligus merupakan ujian. Kesempatan dalam arti apappun yang kita miliki dari mulai usia, harta benda, waktu muda dan ilmu pengetahuan. Semuanya akan kita pertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah swt. Dan ketahuilah..laporan pertanggungjawaban diri di hari perhitungan (yaumul Hisab) nanti di buktikan secara valid, yaitu anggotra badan yang kelak akan dapat berbicara sebagai kesaksian atas segala apapun yang kita perbuat. Marilah kita renungkan dengan alam, bahwa Allah telah memenuhi dunia ini dengan aneka ragam kebutuhan makhluk-Nya. Ia menciptakan semuanya sesuai dengan kadar yang kita butuhkan. Kemudian Allah mengizinkan kita sebagai hamba-Nya mengambil dari dunia sekedar kebutuhan untuk membantu kita meniti jalan menuju kepada-Nya. Dan Allah mengingatkan agar kita jangan mengambil melebihi takaran kebutuhan kita, kerena memang dunia itu bukanlah tujuan utama, tetapi hanyalah fasilitas untuk memudahkan kita menghadap kepada-Nya.

Ya Allah, Engkau yang maha rahman, pilihkan kepada kami sesuatu yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersyukur. Pilihkan jalan hidup kami yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersabar. Jadikanlah setiap langkah dari perjalanan hidup kami, langkah yang sesuai dengan langkah yang pilih. Rabb..jangan Engkau ragukan diri kami untuk memilih apa yang Engkau tetapkan. Hadirkan keteguhan dalam diri kami agar tetap istiqomah melakukan sesuatu yang menajdi pilih-Mu.
00.03 | 0 komentar

KEHAMPAAN BATHINIAH

Written By Rudi Abu azka on Senin, 20 Juli 2009 | 06.53

(Photo:Tampak Pengurus Nurisfm sedang berphoto bersama dengan pengurus Masjid Nurul Ittihad, Paninggilan yang akan menjadi lokasi baru studio Nurisfm)

KEHAMPAAN BATHINIAH

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakan tutupan atas penglihatannya?. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”. (Qs. Al-Jatsiah [45]: 23).

Sahabat.., orang yang berakal sehat tidak akan tenggelam dalam penjara materialisme. Mereka sangat memahami, bahwa kebahagiaan bukanlah di ukur dari berapa banyak materi yang di peroleh. Sedikit lebih baik bila di syukuri, dari pada banyak di kufuri. Realitas menunjukan, berapa banyak orang yang memiliki materi yang melimpah, tetapi ia tak merasa bahagia. Dan berapa banyak orang yang memiliki materi yang sedikit tetapi ia bahagia. Imam Ali pernah memberi nasehat; “Orang yang serakah adalah tawanan dari kehinaan yang tak berkesudahan”.

Kita saksikan hari ini, kebanyakan manusia yang mengaku “orang modern” ternyata jauh lebih banyak yang mengalami kehampaan bathiniah. Idealnya, orang modern adalah manusia yang berfikir logis untuk meningkatkan kehidupannya, paham bagaimana cara mencarinya dan sadar akan tujuan hidupnya. Tetapi kenyataannya, kemanusiaannya lebih rendah dibanding kemajuan berfikir dan tekhnologi yang dicapainya. Bahkan yang lebih memprihatinkan, Kebanyakan manusia modern bukan saja tidak mengerti tentang tujuan hidupnya. Tetapi gaya hidup masyarkat modern (industri) yang rasional dan sekuler telah mampu memisahkan agama dari keseharian hidup mereka. Agama menjadi terasing dari kehidupan sosial, terpenjara dalam hati, pasif dan tidak teraktualisasikan dalam kehidupan nyata.

Itulah yang kemudian menyebabkan manusia kehilangan pegangan hidup dalam memimpin dirinya ke arah kebaikan. Manusia menjadi resah, hampa tujuan dan miskin dalam kekayaan, juga selalu merasa sepi dalam keramaian.

Dr. Ahmad Mubarok MA dalam “psikologi Qur’ani” mengungkapkan; Dalam persepektif kecerdasan, boleh jadi manusia modern lebih memiliki kecerdasan intelektual, tetapi belum tentu memiliki kecerdasan emosional, apalagi kecerdasan spiritual. Sebaliknya, masyarakat tradisional boleh jadi kurang memiliki kecerdasan intelektual, tetapi mungkin lebih tinggi kecerdasan emosional bahkan spiritualnya dibanding masyarakat modern.
Akibat dari ketidak seimbangan ini dapat kita jumpai dalam realitas kehidupan, manusia mengalami keguncangan jiwa yang sulit disembuhkan. Mereka terperosok ke dalam lubang yang di buatnya sendiri, kehilangan pecaya diri, kecemasan yang tak pernah henti dan kebosanan terhadap realita kehidupan. Sungguh, teramat memprihatinkan, hidup dalam limpahan kemewahan tetapi tidak bisa menikmati keadaan. Ada sebuah pepatah menyebutkan; “Kekayaan bukan milik orang yang mengumpulkannya, tetapi milik orang yang menikmatinya”.

Manusia modern telah melupakan satu sisi yang membentuk eksistensinya akibat keasyikannya pada sisi yang lain. Kemajuan industri telah mengoftimalkan kekuatan mekanisnya, tetapi melemahkan rohaninya. Manusia melengkapi dirinya dengan alat-alat industri dan ilmu pengetahuan eksperimental dan telah meninggalkan hal-hal yang baik yang diperlukan jiwanya. Akar-akar kerohanian sedang terbakar ditengah api hawa nafsu, keterasingan dan kenistaan. Kehampan spiritual masyarakat modern telah membawa mereka berada pada kehidupan yang lepas dari nilai-nilai agama. Keterikatan mereka akan dunia (materi) telah membutakan mata bathin dan membiarkan dirinya berkelana dalam pencarian material tanpa batas. Kecintaannya akan materi telah membelenggunya hingga lupa akan tujuan hidup, fungsi hidup dan tugas hidupnya sebagai manusia. Akal sehat sudah tak berfungsi lagi, karena hampir semua gerak hidup tercurah untuk mempercantik lahiriah dan menafikan kebutuhan bathiniah. Penyakit peradaban modern adalah ketertundukan akal manusia kepada syahwat, tuli terhadap panggilan ruh, mengumbar panggilan tanah, enggan mengakui bahwa manusia merupakan tiupan ruh Allah dan pandangan bahwa manusia hanyatumbh dan hidup dari tanah. Karena pehamanan inilah banyak manusia terlena, terbuai hanya mempercantik lahiriahnya. Mereka telah menjadi hamba jasad dan materi. Itulah gambaran masyarakat yang terkurung dalam penjara materialisme. Semoga Allah selalu memberi cahaya hidayah pada kita, sehingga tidak terjebak oleh gemerlapnya pesona dunia.

“Allahumma ya Allah, cukupkanlah aku apa yang halal dari-Mu, bukan dari yang haram. Dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu, bukan dengan karunia selain-Mu”. (Hr. At-Tarmidzi dan Nasai).
06.53 | 0 komentar

HARTA ADALAH AMANAH DAN UJIAN

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 19 Juli 2009 | 08.00

(Photo:Lokasi Nurisfm yang baru Insya Allah akan menempati area komplek Paninggilan Permai-Parung Serab,Cileldug-Kota Tangerang) di area Masjid Nurul Ittihad, Do'akan kami mudah-mudahan proses perpindahan ini berjalan lancar).

HARTA ADALAH AMANAH DAN UJIAN

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka itulah orang-orang yang rugi”. (Qs. Al-Munafiqun [63]: 9)

Tidak dapat kita bantah bahwa harta merupakan salah satu pangkal kehidupan, dasar asasi bagi segala rupa pekejaan dan penegak keutuhan rumah tangga. Didalam cara mencarinya hendaklah tetap berpegang pada prinsif kebenaran agar kita tidak jatuh pada kesesatan, hati dan aqidah tetap terbentengi dengan kebaikan. Sadarilah, harta benda, kedudukan dan kesempatan yang kita miliki adalah amanat Allah yang wajib kita pelihara dan kita tunaikan dengan baik.

Muhammad Mahdi al-Naraqi dalam “Jami’us Sa’adah” beliau menulis; Penyakit dunia yang paling parah yang berkaitan dengan potensi syahwat adalah harta. Karena itu orang yang rakus membutuhkan harta dan tidak merasa puas . sehingga ketika ia menjadi tingkat kefakiran dan mencapai tingkat pelampauan batas yang akibatnya merugikan. Ia tidak dapat memisahkan antara faedah dan penyakit. Bahkan ia tidak mampu membedakan antara kebaikan dan keburukannya, sehingga ketika kehilangan hartanya ia menduduk sifat kefakiran dan ketika mendapatkannya ia menduduki sifat kaya. Dengan dua keadaan ini ia mendapat ujian. Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan tentang tercelanya harta serta kehinaaan mencintainya secara berlebihan. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka itulah orang-orang yang rugi”. (Qs. Al-Munafiqun [53]: 9) . Dalam ayat yang lain Allah mengingatkan; “Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar”. (al-Anfal [8]: 28).

Tepat apa yang dikatakan oleh seorang bijak, harta itu seperti ular yang didalamnya ada racun penawar. Yang berbahaya adalah racunnya dan yang befaedah adalah penawarnya. Barang siapa yang mengetahui keduanya akan dapat menyelamatkan diri dari keburukannya dan dapat mengambil manfaat serta kebaikannya. Manusia baik secara pribadi, keluarga ataupun masyarakat. Betapapun dapat meraih apa yang diinginkannya, tetapi ketika cara mendapatkannya tidak sesuai dengan apa yang Allah syariatkan, maka pasti akan mengalami kehancuran. Jiwa tidak merasa terpuaskan, hidup selalu dihantui rasa takut yang menggelisahkan. Itulah orang-orang yang menjadikan harta dunia sebagai Tuhan. Allah menegaskan dalam firman-Nya;
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakan tutupan atas penglihatannya?. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”. (Qs. Al-Jatsiah [45]: 23).

Ketahuilah sahabat, bila kita secara individu maupun masyarakat terlalu berlebihan memberikan prioritas pada urusan materi (harta), tidak mungkin cenderung kepada moralitas yang menuntut ketaatan sepenuhnya pada hukum-hukum kehidupan yang telah digariskan. Orang yang mengesampingkan segala urusan selain uang dan uang dalam perjuangan hari-harinya, tidak dapat berpegang pada etika keadilan dan kebenaran dan cenderung pada kesalahan. Catatlah dalam hati, Bahwa cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan. Buah dari kecintaan yang berlebihan terhadap harta (dunia) akan membawa pelakunya pada beberapa keadaan. Di antaranya adalah:

a. Mencintainya akan mengakibatkan mengagungkannya.
b. Mencintainya akan menyibukan kehidupannya, hingga lalai terhadap kewajibannya.
c. Pecinta dunia akan mendapat azab yang berat dan disiksa di tiga negeri, yaitu; di alam dunia ia di azab dengan kerja keras untuk mendapatkannya. Di alam barzakh ia di azab dengan perpisahan dari apa yang dicintainya, dan di alam akhirat ia akan diazab untuk mempertanggungjawabkan tentang dunia yang dimilikinya


Hanya kepada Allah sajalah kita mohonkan perlindungan. Dialah yang tidak ada kekuasaan melebihi kekuasaan-Nya. Tidak ada yang mampu menghancurkan apa yang telah dibangun-Nya. Tidak ada sesuatupun yang mampu memberi petunjuk bagi siapa yang telah disesatkan-Nya. kepada-Nyalah kembali segala apa yang diciptakan.

Ya Allah pemilik seruan yang sempurna, peneguh hati yang kerap terlena. Jangan Engkau biarkan hati kami terlena oleh rayuan dunia yang fana. Mudahkan diri ini untuk selalu mensyukuri setiap kenikmatan yang kami terima. Hindarkan diri kami ya Rabb..dari orang-orang yang selalu bebuat durjana. Kuatkan diri kami untuk selalu melakukan perbuatan yang mulia. Janganlah Engkau campakan kami menjadi hamba-hamba yang terhina.
08.00 | 0 komentar

ORANG SERAKAH TAK PERNAH PUAS

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 18 Juli 2009 | 05.45


ORANG SERAKAH TAK PERNAH PUAS

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan); “Kamu telah menghabiskan rizkimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya, maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”
(Qs.al-Ahqaf [46]: 20)

Sahabat… siapapun pasti mengerti, bahwa didunia ini kita harus berusaha mencari kebahagiaan. Namun keberhasilan dalam memperolehnya tidak berarti kita harus mengorbankan kebenaran yang kita anut, bahkan menghalalkan segala cara. Dan manusia tidak boleh melanggar tapal batas moralitas dan taqwa demi meraih keuntungan material. Biasanya, kecenderungan material timbul dari keserakahan yang tak terkendali. Orang serakah memang tak pernah puas dengan harta dunia, persis seperti api membakar semua bahan bakar yang diberikan. Ketahuilah, bila keserakahan telah menguasai diri kita, ia akan mengubah kehidupan sosial kita menjadi medan pertengkaran dan perpecahan sebagai ganti dari keadilan, keamanan dan kedamaian. Secara alami dalam mesyarakat semacam itu keseluruhan moral dan ruhani tidak mendapat kesempatan.

Sebuah realitas yang memprihatinkan, kebanyakan kita telah menjadi hamba perut yang hidupnya seakan hanya untuk makan dan mencari kesenangan dengan mengabaikan tuntunan Ilahi. Ketahuilah, perut adalah sumber peyakit dan malapetaka, sumber keinginan dan syahwat yang kemudian diikuti oleh syahwat seksual. Syahwat perut dan kemaluan adalah penyebab timbulnya cinta akan kedudukan dan harta. Bahkan syahwat perut menjadi sebab dikeluarkannya Nabi Adam dan Hawa dari kampung yang kekal (surga) ke kampung yang fana (dunia).

Orang yang cenderung menjadi hamba perutnya identik dengan kekikiran (bakhil). Hartanya tidak boleh susut sedikitpun, serba menghitung dan menjumlah miliknya. Setiap saat ia memeluk hartanya melebihi pelukannya terhadap istrinya. Kalau ia bepergian hartanya berada didalam kepalanya, kalau ia tidur hartanya ibarat bantal gulingnya. Apabila orang bertamu kerumahnya keningnya berkerut, khawatir kalau yang datang meminta sodaqoh kepadanya. Ia lebih suka berdiam diri dirumah dan jarang bergaul dengan masyarakatnya. Karena takut kebersamaannya akan mengeluarkan hartanya untuk macam-macam keperluan masyarakat. Ia suka kepada kemewahan dan suka juga pada kebakhilan. Itulah manusia yang menjadi hamba perutnya.

Itulah keserakahan yang tak pernah memberi kepuasan. Bermewah-mewah adalah sesuatu yang sangat disukai oleh hawa nafsu. Kemewahan, apabila telah melampaui batas akan menimbulkan pemborosan. Pemborosan adalah cikal bakal kemiskinan dan kemelaratan. Sedangkan kemelaratan adalah bibit kekufuran. Bahkan kemaksiatan dilahirkan dari induk yang bernama kemewahan. Orang dapat membeli apa saja dengan uang bahkan dapat membeli kemaksiatan dalam bentuk apapun. Sedikit sekali oang yang mau membeli kebaikan, kearifan dan keadilan melalui kemewahan.

Islam menentang hidup yang berlebihan sampai melampaui batas. Sebab malapetaka yang timbul akibat keserakahan, keangkara murkaan dan rayuan harta yang melemahkan tidak saja menimpa dunia, tetapi diakhirat akan tetap mengancam. Bukalah lembaran al-Qur’an yang mulia, didalamnya ada sekelumit kisah tentang suatu ummat yang pernah tenggelam dalam keserakahan dan kesenangan dan kekafiran. Oleh Allah kaum yang seperti ini kemudian dihinakan dengan azab yang sangat pedih.

Kenapa banyak manusia serakah ?, keserakahan timbul akibat rasa takut kehilangan sesuatu yang di milikinya dan kecintaan terhadap dunia yang berlebihan. Imam Baqir pernah menasehati; “Perumpamaan orang serakah di dunia adalah ibarat ular sutra. Makin banyak sutra yang dijalinnya sekeliling dirinya, makin kecil kesempatannya untuk bertahan hidup hingga akhirnya ia lemas sendiri. Sahabat bermohonlah selalu kepada Allah, Dialah tempat kita berlindung dan memohon ampunan dari kejahatan diri dan buruknya perbuatan kita. Ketahuilah, bagi setiap orang yang berakal pasti memahami bahwa kehidupan yang meterialistis tidak pernah menghadirkan kecukupan dalam pencariannya tentang dunia. Sebab meneguk harta dunia ibarat meminim air asin, semakin banyak menelannya semakin haus kita dibuatnya.

Ya Allah, Rabb pemberi segala kemuliaan. Hadirkanlah dalam hati kami sifat menerima segala apapun yang Engkau berikan. Tetapkanlah jiwa kami untuk selalu bersyukur atas apa yang Engkau karuniakan. Janganlah Engkau biarkan hati kami selalu condong kepada keduniaan.
05.45 | 0 komentar

KITA HANYA MUSAFIR LEWAT

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 17 Juli 2009 | 04.34


(photo:suaasana didepan Radio Nurisfm)
KITA HANYA MUSAFIR LEWAT

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan”(Qs. Al-Baqarah[2]:28)


Ketahuilah sahabat, bahwa kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sebentar dalam perjalanan panjang menuju keabadian. Kita hanyalah musafir yang sedang menempuh perjalanan menuju negeri yang pasti dan abadi. Rasulullah berpesan kepada kita : “Jadilah dirimu di dunia ini seperti orang-orang asing atau seorang musafir ! “ (HR. Ahmad, Buchari, At-tarmidzi dan Ibnu Hibban). Dr. Yusuf Al-Qaradhawi menasehati kita lewat bukunya “Al-Waqti Fi Hayati Muslim” (waktu dalam kehidupan muslim) Sesungguhnya berlalunya masa dan berputarnya siang dan malam bagi sorang: muslim tidak boleh dibiarkan tanpa mengambil pelajaran dirinya. Paling tidak, ia memikirkan kalau memang belum dapat mengambil pelajaran darinya. Sadarilah bahwa setiap waktu berjalan terjadi seribu satu macam kejadian, dari yang dapat kita indra sampai yang tidak dapat kita indra.

Sahabat, Tidak dapat kita bantah bahwa manusia dengan fitrahnya senang akan kehidupan yang baik dan juga mengharapkan usia yang panjang. Bahkan kalau bisa, kita ingin hidup selama-lamanya. Namun tidak dapat kita sangkal bahwa menginginkan kehidupan yang kekal di dunia adalah kemustahilan, sebab dunia yang sifatnya temporer ini satu saat akan hancur bersama dengan semua yang ada di dalamnya. Manusia dibatasi dengan kematian sebagai akhir suatu perjalanan atau batas kehidupan yang pasti tejadi dan tidak bisa ditolaknya. Kematian adalah akhir dari perjalanan kehidupan dunia yang fana dan pintu gerbang kehidupan yang kekal, yaitu akhirat. Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita agar selalu menyadari tentang kesementaraan kehidupan dunia ini. Dunia hanyalah tempat mengumpulkan bekal, agar kelak kita diterima Allah sebagai tamu yang baik dan ditempatkan pada tempat yang baik pula. Umur dunia sangat pendek, terlebih umur kita. Jangankan dibandingkan dengan lamanya waktu di akhirat, dibandingkan dengan waktu di dalam kubur saja, tentu tidak ada sekejapnya. Di sisi lain, kesementaraan hidup di dunia juga digambarkan oleh rasulullah saw. Dalam sabdanya : “Dunia (hanyalah berumur) tujuh harinya hari-hari akhirat” (HR. Ad-Dailami).

Jika umur dunia semenjak diciptakan hingga dihancurkan (kiamat) kelak hanya sebanding dengan tujuh harinya hari-hari akhirat, maka akan tergambarkan oleh kita bahwa umur kita tidak ada satu detikpun dari hari-hari akhirat. Jikalau kita mau menggunakan akal sehat dan berpikir sejenak tentang hakekat hidup di dunia ini, niscaya selain waktunya sangat sementara dan hanya satu kali, juga akan kita sadari bahwa kehidupan kita yang sangat sementara dan satu kali itu menjadi faktor penentu bahagia–sengsaranya kita dalam menjalani kehidupan yang sesungguhnya di akhirat kelak. Akhirat adalah kehidupan pasca dunia yang teramat panjang, dan panjang tak terkirakan.

Ketahuilah, Kematian bukanlah perjalanan akhir bagi kehidupan sebenarnya, tetapi hanya merupakan tempat singgah (transit). Kematian itu sebenarnya hanya merupakan perpindahan dari satu norma ke norma yang lain. Kematian adalah suatu tanda bahwa kehidupan masa uji coba manusia telah selesai. Ketika hidup di dunia manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menjadi cobaan dan ujian baginya. Namun ketika kematian datang, selesailah kesempatan untuk memilih. Pada fase baru ini manusia dipaksa untuk meyakinkan dirinya bahwa ia mati. Pada saat inilah ia dapat melihat malaikat maut dan alam Allah yang sebelumnya terhijab (tertutup). Disebutkan dalam firman Allah : “Sesungguhnya kamu berada dalam kehidupan lalai dari (hal) ini, maka kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari yang amat tajam”. (Qs. Qaaf [50] : 22) .

Ketika berada di alam substansi (dzar) dulu, kita pernah mengalami kematian. Setelah itu kita ke dunia menjadi makhluk hidup, dan tidak lama kemudian kita akan mengalami kematian lagi. Selanjutnya kita akan dibangkitkan, sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an : “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (Qs. Al-Baqarah [2] : 28)

Ketahuilah, Pasca di dunia masih ada alam kubur, Pasca alam kubur masih ada kiamat dan hari kebangkitan. Pasca kebangkitan masih ada alam padang mahsyar (mauqif) dan penimbangan amal (yaumul hisab). Pasca yaumul hisab masih ada kehidupan yang tidak terkirakan lamanya dan tidak mengenal batas akhir, yakni syurga atau neraka. Pada saat itu sejarah kemanusiaan sudah usai dan perjalanan telah berakhir dengan pasti. Yang terbentang dihadapan manusia saat itu adalah era kehidupan syurga atau neraka.
04.34 | 0 komentar

MELURUSKAN PANDANGAN HIDUP

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 16 Juli 2009 | 01.27


MELURUSKAN PANDANGAN HIDUP

“Adapun orang yang durhaka, lagi mengutamakan kehidupan dunia. Maka neraka jahimlah tempat tinggalnya. Sedangkan orang yang takut akan kebesaran Rabbnya lagi menahan diri dari hawa nafsunya maka syurgalah tempat tinggalnya”. (Qs. An-Naziat [79] : 37-38).

Ashtaghfirullah hal ‘adzim, Inilah sebuah kalimat yang tepat untuk mengungkapkan realitas yang ada saat ini. Kita saksikan, sedikit sekali orang kaya yang bersyukur dan orang miskin yang sabar. Ibnul Qoyyim Al-jauziyah mengungkapkan, ada dua kelompok manusia, pertama : mereka yang dikalahkan, dikuasai dan dihancurkan oleh hawa nafsunya. Ia benar-benar tunduk di bawah kendali nafsunya. Kedua : orang yang berhasil memenangkan pertarungan melawannya dan nafsupun tunduk di bawah perintahnya. Memohonlah kepada Allah agar kita dijadikan kelompok yang kedua sebab bukan saja akan mendapatkan keselamatan di dunia, di akheratpun kita akan mendapatkan balasan syurga.

Sahabat, hidup akan semakin bermakna apabila kita menyadari secara hakiki bahwa dunia tempat kita berpijak ini adalah amanah Allah yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan akherat. Agar kita tidak tertipu oleh dunia dan bujukan hawa nafsu. Sangat baik jika kita sebagai hamba Allah yang masih diberikan sepercik cahaya jiwa untuk membasuh dinding qalbu kita agar cemerlang diterangi oleh cahaya ilahi.

Hidup semakin diberkahi apabila segala kemudharatan dapat kita jauhi. Semakin kita sadar akan hakikat hidup di dunia ini niscaya kita akan semakin tepat dalam menyikapinya sehingga kita menemukan makna hidup. Sebaliknya, semakin mengambang kesadaran kita akan hakikat hidup, maka akan semakin tidak tepat dalam menyikapinya, sehingga hidup tidak membawa makna tapi justru membawa sengsara. Ketahuilah sahabat, kehidupan yang bermakna bukanlah diukur dari seberapa lama kita hidup, tetapi makna hidup diukur dari berapa efektifkah kita mampu memanfaatkan hidup.

Catatlah dalam hati kita, ada beberapa hal yang dapat diukur jika kita ingin menjadikan hidup penuh makna dan selalu menjadi orang yang berguna. Sebagai seorang muslim yang meyakini bahwa hidup adalah ibadah maka akan tertanam di dalam jiwanya sebuah kesadaran yang dalam akan beberapa hal, diantaranya adalah :

a. Tujuan hidup : Mencari ridho Allah swt.
b. Fungsi hidup : Sebagai Khalifah Allah swt.
c. Tugas hidup : Beribadah hanya kepada Allah swt.
d. Alat hidup : Segala kenikmatan yang diberikan Allah swt.
e. Teladan hidup : Nabi Muhammad rasulullah saw.
f. Pedoman hidup : Al-Qur’an sebagai firman Allah swt.
g. Kawan hidup : Orang yang berjuang karena Allah swt.

Orang yang memiliki kecerdasan ruhani dan kesadaran yang tinggi, akan menjadikan tolak ukur di atas sebagai pola kehidupannya. Baginya hidup ini adalah tidak lebih dari serangkaian kumpulan keputusan. Setiap kali mengambil keputusan berarti menetapkan sebuah pilihan yang terbaik. Dan pilihan yang terbaik adalah ketika kita mampu menemukan makna hidup. Maka hidup yang benar lahir dari sebuah pandangan yang benar tentang hidup. Seseorang yang memiliki pandangan yang benar tentang hidup selalu menyadari, bahwa umur atau usia yang dimilki pada hakekatnya merupakan kesementaraan. Pada akhirnya ia menyadari, bahwa satu saat akan menemukan batas akhir perjalanan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya hidup hanyalah persinggahan sebentar dalam perjalanan panjang menuju keabadian.

Allahumma, Ya Allah Engkaulah yang memiliki keutamaan dan karunia. Karuniakanlah kepada kami potensi kebaikan untuk selalu beramal, karunikanlah iman yang kuat untuk selalu melaksanakan taat. Jadikanlah ya Allah..kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan itu kebencian bagi hati kami. Dan masukanlah kami kedalam hamba-hamba-Mu yang selalu bersyukur, teguhkanlah jiwa dan hati kami untuk selalu bersabar. Hanya karena Engkaulah kami hidup dan menikmati kehidupan.
01.27 | 0 komentar

Hasil Polling Nasyid Favorit periode 27 Juni s.d. 10 Juli 2009

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 15 Juli 2009 | 10.56


Berikut 5 besar posisi polling untuk periode ini:

1. Waspadalah - The CS 37%
2. Visi Peradaban – Asy Syujaa 7%
3. KarenaNya Aku Menolakmu - Haris Isa 6%
4. Sendiri Menyepi - edCoustic 6%
5. Maharku Untukmu - Alief 6%

Selamat untuk The CS dari ANN Jateng yang menjadi favorit polling periode ini, disusul Asy Syuja dari Bogor.
Posisi 3-5 dengan % yg sama ditempati Haris Isa, edCoustic, dan Alief.
Haris Isa & edCoustic dari Bandung, dan Alief dari ANN Jateng
10.56 | 0 komentar

PERANGKAP HAWA NAFSU


PERANGKAP HAWA NAFSU

“Dan aku tidak berlepas tangan dari nafsuku, sesungguhnya nafsu itu selalu menyeru kepada kejahatan. Kecuali yang diberi rahmat oleh Rabbku, sesungguhnya Rabbku maha pengampun lagi maha penyayang”.(Qs. Yusuf : 53)

Sahabat yang budiman, dua penyakit berbahaya yang sering menjangkiti dan menyerang qalbu (hati) adalah syahwat dan syubhat. Syahwat adalah keinginan yang timbul dari jiwa hewani yang sering bertentangan dengan hukum suci (fitrah kebenaran). Dan syubhat adalah perkara atau keadaan yang tidak jelas haq dan bathilnya, halal dan haramnya. Ketahuilah kedua inilah biang dari segala penyakit yang sering diderita oleh manusia dan formula yang paling dahsyat mematikan hati. Jika kedua penyakit ini telah mengakar dalam diri kita maka kita akan terperangkap dan terpedaya sehingga kita berada dalam jurang kebinasaan. Hanya kepada Allahlah kita mengharapkan rahmat dan hidayah-Nya. Sebab Dia-lah yang mampu membolak-balikan hati dan menundukan segala apa yang ada di langit dan di bumi. Renungkanlah firman Allah : “Dan Dia menundukan untukmu apa yang di langit dan di bumi semuanya, sebagai rahamt darinya. Pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir”. (Qs. Al-Jatsyiah [45] : 13 ).

Ketahuilah, dalam kehidupan ini, kita dikelilingi oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu yang mencengkram dengan kuat sejak hari kita dilahirkan, seperti kebutuhan makanan, pakaian dan tempat berteduh. Kebutuhan-kebutuhan ini adalah alami dan harus dipenuhi secara permanen. Ia adalah motif yang memungkinkan manusia berjuang terus-menerus. Sebagai hasil naluri ini, manusia menjauhi apa yang merugikannya dan tertarik kepada hal-hal yang menguntungkan tetapi kemudian dalam proses pencariannya, begitu banyak diantara kita yang lupa dan terlena sehingga terperangkap oleh belenggu hawa nafsu dan pada akhirnya tidak sedikit diantara kita yang tenggelam di laut kesesatan dan kerakusan. Kita telah kehilangan hati nurani jauh lebih senang menjadi pelayan hawa nafsu. Sungguh, inilah awal sebuah kehancuran yang tak terelakan. H. Sholeh Muhammad Basalamah dalam bukunya “Jerat-Jerat

Kehidupan”, dia menukil ungkapan Hasan Al-Basyri tentang keharusan untuk menahan hawa nafsu. Beliau berkata : “Tiada sesuatu yang lebih patut engkau menahannya dari pada nafsumu. Tiada sesuatu yang patut engkau mengikatnya dari pada lidahmu. Dan tiada sesuatu yang lebih patut bagimu untuk tidak menerimanya dari pada hawa nafsumu (yang membisikan kejahatan)”
Sahabat, betapa jelas kita saksikan lautan manusia bergumul dan tenggelam dalam mengumpulkan harta kekayaan. Modernisasi telah menjadikan kita manusia yang bersikap materialistis dan individualistis. Kita tak ubahnya seperti robot, menjadi mesin yang secara ritual terikat oleh kegiatan-kegiatan yang monoton. Kebanyakan kita telah kehilangan rasa kemanusiaan, rasa sayang bahkan toleransi antar saudara. Sebagai gantinya kita mengembangkan sifat kasar dan egois. Bahkan untuk memperoleh keuntungan material, kita sudah tak lagi sempat memperhatikan keluarga kita sendiri. Ketahuilah saudaraku, bagaimanapun panjangnya malam pastilah ia akan berakhir dengan menyingsingnya fajar. Bagaimanapun panjangnya usia ia akan berakhir dengan kematian. Dan bagaimanapun banyaknya harta kelak ia akan meninggalkan kita. sadari, selama menjalani kehidupan yang panjang ini, dari mulai ayunan sampai liang lahat beragam persoalan hadir menghampiri, gelombang musibah begitu sering mendekati. Sungguh. semua problema itu memerlukan kesadaran pikiran dan ketajaman nurani. Dan kita tidak akan berhasil dalam perjuangan ini kecuali apabiala kita terus membiasakan diri untuk menampik dorongan hawa nafsu dan berjalan di atas landasan yang benar. Muhammad Bin Abdul Qawi Al-Mardawi dalam “Mandhumatul ‘adab” mengatakan :“Kala hawa nafsu itu ditekan akan lahir kemuliaan, dan saat keinginannya dipenuhi akan lahir kehinaan”. Bahkan ada yang berpendapat hawa nafsu adalah pembohong yang tak dapat dipercaya. Membiarkannya akan mempercepat datangnya kehancuran, dan memanjakannya akan semakin meneguhkan kebathilan.

Ketahuilah sahabat, Allah menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini diciptakan untuk melayani manusia dan manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu hubungan manusia dengan alam semesta adalah hubungan keselarasan dan persahabatan. Kenyataan itu mengaruniai manusia kedamaian pikiran, kepuasan bathin dan kebahagiaan hidup. Orang yang selalu menyadari tentang hakikat kesementaraan hidup, hidupnya akan diilhami dengan cinta, harapan optimisme dan kepuasan. Cukuplah apa yang diberikan Allah kepadanya. Wahai Rabb yang membolak-balikan hati setiap hamba. Teguhkanlah pendirian kami pada agama-Mu. Tampak jelas Engkau memberikan hamparan karunia yang tak terbatas. Ajarilah kami ilmu-Mu yang maha luas,
07.44 | 0 komentar

DUNIA FATAMORGHANA

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 14 Juli 2009 | 00.08


DUNIA FATAMORGHANA

“Dunia adalah hiasan yang menggiurkan, barang siapa yang memanfaatkannya secara hak (benar), niscaya ia di berkati hidupnya. Namun betapa banyak orang yang tergiur
oleh keindahannya dan memanfaatkannya sebagai pemuas nafsu belaka, maka tiadalah balasan bagi mereka pada hari kiamat kecuali neraka”.(Hr. ath-Thabrani)


Sahabat yang budiman, ibarat panah dunia mempunyai tiga macam anak panah, yaitu panah kesengsaraan, panah perlindungan dan panah pengharapan. Siapapun yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya maka ia akan tertancap anak panah kesengsaraan, dan ia akan lelah diperbudak dunia. Mereka yang menjadikan dunia sebagai perlindungan maka ia akan tergores anak panah kesombongan, karena kesenangan akan dunia sering kali membuka tabir keangkuhan. Dan mereka yang menjadikan dunia sebagai pengharapan ia akan tergores anak panah kekecewaan, karena dunia tidak selalu menjanjikan kebahagiaan.

Ketahuilah, dunia yang kita singgahi ini seperti fatamorgana, disangka memiliki hakekat yang tetap padahal tidak. Dikejar untuk digapai tetapi tidak pernah sampai. Orang yang kehausan menyangkanya sebagai air, tetapi setelah didekati tidak nampak apa-apa. Banyak orang bijak menasehati, orang yang mengejar dunia dengan melupakan akherat adalah orang yang tidak berakal. Sebab mereka lebih mendahulukan khayalan dari pada kenyataan, lebih mendahulukan kenikmatan sesaat dari pada kenikmatan abadi. Dan lebih mendahulukan negeri yang fana dari pada yang kekal.

Renungkanlah sebuah syair dari ulama salaf memberi nasehat buat para pencinta dunia :"Wahai penikmat kehidupan dunia yang akan habis dan fana, sungguh kalian tertipu oleh bayang-bayang semu, duh tololnya “.Sadarilah, sedikit saja seseorang terkesima dan tergoda oleh pengaruh kehidupan duniawi, maka ia akan tenggelam ke dalam lautan ketidakpuasan yang sangat dalam. Oleh karenanya peranan keyakinan manusia terhadap suara imannya akan sangat besar pengaruhnya bagi pembentukan pribadi yang tidak mudah tergoda. Dan cara yang paling baik adalah berusaha untuk selalu meningkatkan ketaatan yang sempurna. Marilah, Sempurnakan niat dan keikhlasan, sempurnakan jasmani yang selalu tertata dalam kebersihan, sempurnakan aqidah agar tidak terkotori oleh kesyirikan dan sempurnakan amalan agar tetap berada dalam bingkai kebenaran. Itulah ciri khas pribadi dan masyarakat bertauhid.


Sahabat, barang siapa yang hatinya dipenuhi dengan urusan dien (agama), maka ia akan mendapat kemudahan dalam menghadirkan niat untuk berbuat kebaikan. Sebab ketika hati telah condong kepada pangkal kebaikan, iapun akan terdorong untuk cabang-cabang kebaikan lainnya. Dan ketahuilah, barang siapa yang hatinya condong kepada dunia maka ia akan mendapatkan kesulitan besar untuk menghadirkan kebaikan. Orang yang berakal tidak akan memanfaatkan dunia ini sebagai sesuatu yang mengikat dirinya. Ia mengambil dunia hanya untuk menunjang ibadah dan amalnya. Demikian juga, walaupun dunia itu terasa nikmat dan disukai namun ia tetap bukan sesuatu yang kekal. Pernah dikatakan oleh Sahl Bin Abdullah : “Siapa yang senang pada sesuatu yang tidak layak disenangi, maka ia telah mendatangkan kesusahan yang tak habis-habisnya.”

Jadikanlah diri kita hamba yang selalu istiqomah, sebab orang yang istiqomah akan menempatkan semua godaan dan tipuan dunia sebagai I’tibar (pelajaran) berharga bagi dirinya. Hadirkanlah selalu cahaya keyakinan dalam qalbu, sehingga kita mampu menutupi gemerlapnya dunia dengan kewaspadaan dan perhitungan yang matang. Sungguh sahabat, cahaya keyakinan itulah yang akan memberikan kesempatan meraih cintanya Allah Swt. Hanya dengan rahmat Allah dan karunia-Nya sajalah kita akan memperoleh kebahagiaan. Allahlah tempat segala makhluk dikembalikan. Hanya Dia-lah yang mampu memberikan kekuatan dalam hidup yang penuh dengan godaan dan cobaan. Berdoalah, berharaplah ampunan sebab kasih sayangnya tak terbatas, curahan rahmatnya begitu luas.
00.08 | 0 komentar

TERKURUNG DALAM PENJARA MATERIALISME

Written By Rudi Abu azka on Senin, 13 Juli 2009 | 01.33


TERKURUNG DALAM PENJARA MATERIALISME

“Hai orang-orang yang beriman, jangan sampai anak-anak dan hartamu
melalaikanmu dari Dzikrullah”. (Qs. Al-Munafiqun: 9)

Sahabat. Pengalaman sejarah menunjukan bahwa manusia selalu dihinggapi dengan kemauan untuk hidup dengan bergelimang harta benda. Hal ini merupakan suatu kenyataan hidup yang mendorong banyak manusia untuk meraihnya. Bahkan para pemikir humanisme barat di sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 mereka berani menyatakan: “Singkirkan Tuhan dari kaedah moral, dan gantikan dengan kata hati, sebab manusia adalah makhluk yang punya kata hati yang melawan moral bawaan”. Karena itu agama hanya dijadikan komoditas, sebuah kepentingan bagi pemenuhan hidup manusia. Agama kemudian ditundukan untuk pemuasan kebutuhan material semata.

Setiap orang di dunia ini berusaha mencapai kebahagiaan dan ketentraman. Siang malam berjuang menggapai impian ini dalam kehidupan yang nampak seperti gelanggang peperangan. Sayang, banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan yang bahagia. Tetapi membiarkan beberapa faktor mempermainkan jiwanya sendiri dalam kesusahan dan keresahan. Sebagai akibatnya, orang ini menjadi korban impian Khayali bahwa hidup bahagia tak lain dari khayalan semata, dan bahwa kesudahan manusia hanyalah bagaikan jerami yang dipermainkan gelombang kepahitan khayali yang berakhir di liang kubur kemalangan.

Banyak diantara kita yang senang dengan kehidupan dunia sehingga lupa bahwa ada kehidupan setelah dunia, yaitu akhirat. Mereka yang sedang terkurung dalam penjara materi sesungguhnya memahami bahwa kesenangan dunia ini bila dipakai akan berkurang dan bila dibiarkan akan hilang. Bahkan merekapun sering menyaksikan atau mungkin merasakan, semakin banyak dunia yang di dapat dan di miliki maka akan semakin berat mempertanggung jawabkannya. Semakin kuat kita mengejarnya maka akan semakin lelah dibuatnya.

Sahabat, dunia ini laksana pedang bermata dua, jika kita piawai memainkannya maka kita akan selamat. Tetapi jika kita tidak mampu memainkannya maka kita akan binasa. Ketahuilah, sekalipun kehidupan dunia ini nampak begitu indah dan mempesonakan tetapi ketajamannya jauh melebihi ketajaman sebilah pedang.

Jika ketajaman pedang hanya mampu memotong dan mencabik-cabik tubuh kita, tetapi ketajaman dunia bukan hanya memotong tubuh tetapi ia akan membabat habis tubuh, menyayat hati, jantung, otak dan seluruh anggota tubuh kita. Ini belum selesai, ia akan menyayat-nyayat tubuh dan hati kita dalam waktu yang tak terbatas.

Syekh Ahmad Athaillah dalam kitabnya Al-Hikam mengungkapkan, “Sesungguhnya bangunan wujud (dunia) ini akan rusak sendi-sendinya, dan akan musnah semua kemulyaan (kebesarannya).” Itulah dunia, tidak kekal karena memang sifatnya fana, yakni sementara dan cepat rusak juga membosankan. Kalau sudah tidak suka dibuang menjadi barang yang tidak berharga, itulah dunia.

Ketahuilah, semua yang ada di alam ini adalah tontonan , datang lalu pergi, disukai lalu dibenci. Tidak ada yang kekal di muka bumi ini. Oleh karena itu, seutama-utamanya manusia ialah orang yang memilih kekekalan dari pada kefanaan memilih yang abadi dari pada yang musnah. Itulah orang yang tidak tertipu oleh keindahan duniawi, sehingga tidak terkurung dalam penjara materi yang menghancurkannya.

Yaa Rabbi, kami memohon kepada-Mu. Mudahkan segala urusan yang selalu mendatangkan kebaikan. Berikan kami kemampuan yang dapat menghadirkan kerihoan. Lapangkanlah dada kami untuk selalu menerima segala aturan-Mu. Wahai Dzat yang segala kekuatan ada pada-Mu. Tidak ada kemudahan kecuali Engkau telah menjdikannya mudah.
01.33 | 0 komentar

DUNIA INDAH MENIPU

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 12 Juli 2009 | 04.37


DUNIA INDAH MENIPU

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhynya pada hari kiamat sajalah di sempurnakan pahalamu. Barang siapa di jauhkan dari neraka dan di masukan kedalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (Qs. Ali-Imran [3]:185)

Sahabat…menyelami kebenaran ayat Allah yang mulia ini, nampaknya sesuai benar dengan realitas saat ini. Kepalsuan dunia yang mempesona sering membuat kita tertipu oleh keindahan dan keelokannya. Tertipu (ghurur) oleh kepalsuan dunia telah menjadi penyakit yang mampu membutakan nurani. Kita sering tertipu oleh penglihatan lahir dan membiarkan diri dibohongi oleh kemauan hawa nafsu. Bertanyalah dalam hati. relakah kita menghancurkan diri hanya demi sebuah kebahagiaan yang sesaat. Padahal Allah menjanjikan tempat yang lebih indah darisegala keindahan, hidup yang lebih kekal dari segala kekekalan. Tidak sadarkah kita bahwa kehidupan pasca dunia teramat panjang dan tidak dapat diukur dengan hitungan waktu manusia. Astaghfirullah, rasanya berat nian pertanggung jawaban kita kelak dihadapan Allah.

Marilah , kita buka lembaran mulia firman Allah. Kita selami lautan ilmu yang tak terbatas. Kita akan menemukan tentang sebuah kebenaran yang hakiki, juga sebuah informasi yang pasti. Bahwa disekian banyak ayat, begitu jelas Allah berbicara tentang keberadaan dunia dan sifat-sifat yang terdapat didalamnya. Renungkanlah:

• Dunia adalah mata’ (kesenangan yang menipu). Ketertipuan kita terhadap dunia terjadi manakala kita beralih sikap dari menjadikan dunia sebagai sarana menjadi tujuan. Dari pelengkap menjadi utama dan dari beribadah menjadi demi benda-benda. Allah berfirman: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan binatang-binatang ternak dan sawah landang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga)”. (Qs. Ali-Imran [3] :14.

• Dunia adalah la’ib (main-main) dan laghwu (senda ghurau). Dunia bagai panggung sandiwara dimana kita hanya memainkan peran yang ditugaskan sang sutradara. Sutradara kehidupan adalah Allah. Manusia menyusuri relung-relung ketentuan Allah dalam upaya-upaya yang dikerjakannya. Oleh karena itu tertipulah manusia yang menganggap upayanya di dunia sebagai satu-satunya faktor yang menentukan hari depannya. Allah berfirman ; “Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sunguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Qs. Al-An’am [6] : 32).

• Dunia ini adalah Qalil (kecil). Allah menciptakan alam raya ini lengkap dengan atribut yang ada di dalamnya. Mulai dari gugusan bintang-bintang yang nampak begitu kecil sampai pada planet-planet yang ada di dalamnya. Dan dunia adalah salah satu dari planet yang Allah ciptakan. Bahkan dunia ini bagaikan debu kecil yang berterbangan di langit yang maha luas ini. Dan di tempat yang kecil inilah kita berada di dalamnya, hidup dan berkembang. Oleh karenanya betapa kerdilnya jika kita menganggap bahwa kenikmatan dunia ini besar, seakan tidak ada yang lain yang mampu memberikan kenikmatan itu. Allah swt berfirman ; “Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanyalah kecil (sebentar) dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa dan kamu tidak dianiaya sedikitpun”. (Qs. An-Nisa’ [4] : 77)

Benar, bahwa manusia memerlukan fasilitas dunia untuk mampu bertahan hidup. Bahkan Allah mengharuskan kita untuk mencari apa yang telah dianugerahkan-Nya agar kita mendapatkan kebahagiaan hidup. Tetapi harus di ingat bahwa proses pencarian kita tentang sarana kehidupan ini harus berorientasi pada kepentingan akhirat : “Dan carilah pada apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu (untuk mencari kebahagiaan) akhirat dan janganlah melupakan bagianmu di dunia”. (Qs. Al-Qashas [28] : 77).

Allahumma, Ya Allah, adalah taufiq-Mu jua yang dapat menghantarkan kami menuju ampunan-Mu. Sinarilah langkah kami dengan kebenaran firman-Mu, teguhkan jiwa kami untuk selalu mentauladani sunnah Rasul-Mu. Jadikan dunia ini sebagai tempat segala kebaikan bukan tempat untuk menambah keburukan. Engkaulah maha pemberi ampunan.
04.37 | 0 komentar

Top 20 Nasheed Nuris FM -edisi 11 Juli 2009

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 11 Juli 2009 | 21.59


Bisa disimak live setiap Sabtu Malam 19.30-21.30 WIB
on air di 107.7 FM (bagi Anda yang berdomisli di Ciledug, Larangan, Kreo, Petukangan, Joglo, Meruya, Kebon Jeruk, Keb. Lama, Bintaro, Pd. Aren, Ciputat,dan sekitarnya)

atau via streaming on
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myshow.com
http://nurisfm.listen2mymusic.com
http://nurisfm.listen2myradio.com

1. Kau Tiada Terdua - Rakhmat Fajar (album: Kompilasi Semusim Inspirasi/2008)
2. KarenaNya Aku Menolakmu - Haris Isa (album: No.1/2009)
3. Ketika Cinta Tak Bertasbih (KCTB) - Faris JV (single/2009)
4. Maharku Untukmu - Alief (single ANN Jateng)
5. Lembayung - Izzatul Islam (album: Saatnya Kemenangan/2009)
6. Sholat Cinta - Tirta (single)
7. Waspadalah - The CS (single ANN Jateng)
8. Dia Muhammad - Inteam (album: Allahu Rabbi- Reunited/2009)
9. KKTD (Kini Kau Tlah Dewasa) - Justice Voice (album: Jangan Mepet Mepet)
10. Ibu - Naufal (single ANN Jateng)
11. Asma Allah - Sami Yusuf (album: Without You/2009)
12. Visi Peradaban – Asy Syujaa’ (Kompilasi Bogor Nasheed Center)
13. Sendiri Menyepi - edCoustic (album: Sepotong Episode/2008)
14. Petuah Hati – Jamus Kalimasada (single/2009)
15. Jejak- Maidani (single/2008)
16. Wahai Sahabat – Riham Nasyid (single/2009)
17. Delete Dosa Click Pahala–Casella Nasheed(single/2009) new entry
18. Buah Hati – Nasyid BaNa (single/2009) re-entry
19. Bersama – Shoutul Harakah (single/2009) new entry
20. Pemuda Pilihan – Asma Voice (single/2009) new entry

NB:
rekomendasi file nasyid baru
kirim ke
Music Director Nuris FM
wong_natura@yahoo.com atau
iswandi0402@gmail.com
21.59 | 0 komentar

ALLAH ADALAH SUMBER KEKUATAN


ALLAH ADALAH SUMBER KEKUATAN

“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar.
Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, maka terjadilah”.
Dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan diwaktu sangkakala di tiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui”. Qs. 6:73

Sahabat, kita tercipta dengan diberikan berbagai kelebihan dan kesempurnaan. Tetapi sebagai hamba Allah, kita juga memiliki berbagai kelemahan dan kekurangan. Disamping potensi untuk berbuat kebaikan, pada diri kita juga terdapat potensi yang mejerumuskan kelembah kehinaan. Disatu sisi kita memiliki fitrah berketuhanan, itulah yang menyebabkan kita rindu untuk mendekatkan (taqarrub) diri kita Allah, tetapi pada sisi yang lain, kita juga memilki hawa nafsu yang cenderung suka mengejar kenikmatan sesaat yang sifatnya rendah yang jika kita turuti akan menjauhkan kita dari Allah. Hanya Allah tempat segala kesempurnaan dan kebaikan. Sebab memang Dialah segala apapun bermula dan berakhir. Dialah yang maha terpuji yang tidak ada satupun membandingi keterpujian-Nya. Dialah sumber kekuatan yang segala kekuatan apapun bersumber dari kekuatan-Nya. Laa Haulaa wala Quwwata Illa billahil ‘aliyyil ‘adziim”.

Kehidupan kita adalah proses perjuangan yang tak pernah henti. Ada saat dimana kebahagiaan begitu akrab menemani, tetapi disaat yang lain penderitaan begitu senang bersemayam didalam hati. Sungguh, dua keadaan ini memerlukan kekuatan agar kita tetap bertahan pada kebenaran. Jika kita tidak memiliki kekuatan iman , maka bukan saja kehidupan akan terasa menyulitkan, tetapi hari demi hari akan selalu dihinggapi rasa ketakutan.

Ketahuilah, Saat dimana kita hidup hari ini, adalah kehidupan yang sarat dengan kekhawatiran, kebimbangan dan ketakutan. Jangankan orang-orang yang memang setiap saat selalu dihantam badai kemiskinan dan kenestapaan, orang-orang yang sedang bergelimang kemewahanpun selalu dihantui rasa kekhawatiran dan kecemasan, keduanya merasakan hal sama. Orang miskin khawatir dan takut menatap masa depan yang menurutnya begitu memberatkan, sementara orang kaya khawatir dan takut bahkan bingung kemana harta mereka akan diselamatkan.


Apa yang dapat kita katakan untuk mereka yang hidupnya tak pernah puas dengan keadaan. Ada apa sesungguhnya dengan makhluk yang bernama manusia ini ?. Diberi nikmat dia tak pandai bersyukur, di beri cobaan keyakinan hidupnya semakin kabur. Sungguh…kebanyakan kita memang tidak tahu berterimakasih kepada Dzat yang maha memberi.

Marilah kita renungkan dengan hati yang jernih, bahwa kita ‘ada’ bukanlah sekedar ada. Keberadaan diri kita karena ada yang mengadakannya. Oleh kerenanya, ‘keberadaan’ kita harus menghadirkan kesadaran bahwa ada sumber kekuatan yang mampu ‘mengadakan’ kita dan Dia tidak mengada-ada dalam menciptakan keberadaan makhluk-Nya. Dialah Allah sang pemberi nikmat, yang rahmat-Nya lebih luas dari pada murka-Nya. jika hati merasa dekat kepada Allah yang maha kuat dan maha segalanya, akan menghadirkan ketenangan, membuat jiwa selalu merasakan adanya perlindungan dan tempat bergantung.

Insya Allah, bila kita serahkan hidup ini dengan berbagai persoalannya kepada Allah dengan keyakinan yang mutlak hanya kepada-Nya, akan membuat hati menjadi tegar dalam menghadapi problema dan tantangan kehidupan. Sadari…kita adalah hamba yang memiliki keterbatasan. Dialah yang berkehendak atas diri kita, dan kita tidak akan pernah bisa merubah kehendak-Nya. Sesungguhnya, sebagian besar dari penyebab kekhawatiran, kegelisahan dan kelemahan jiwa adalah ketidak mampuan kita untuk menjadikan Allah sebagai sumber kekuatan. Karenanya mengimani Allah dengan segala atribut yang dimilikinya adalah keharusan bagi setiap muslim.

Sangat sulit dipahami, bagaimana hati menjadi tenang, jiwa menjadi bahagia, jika keyakinan kepada Allah tidak mendapat prioritas utama dalam diri kita. padahal kita yakin, semua maha adalah milik-Nya. Hakekat segala pujian hanyalah milik-Nya, tiada pujian yang pantas diberikan membandingi pujian kepada-Nya. Inilah prilaku orang-orang yang mengimani keberadaan-Nya, yang yakin akan segala kekuasaan-Nya. Tidak ada alasan bagi seorang muslim sedikitpun untuk merasa khawatir ketika Allah sudah berjanji untuk penolongnya. Tidak ada keharusan bagi setiap muslim untuk merasa takut, padahal Allah sudah berjanji untuk selalu melindunginya. Sungguh..Allah maha pemberi karunia kepada seorang hamba yang selalu bertawakkal untuk menggapai rahmat-Nya. “Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki yang diberikan kepada burung; pagi hari perutnya kosong dan sore hari penuh makanan”. (Hr. Ahmad, an-Nasa’I, at-Tarmidzi dan al-Hakim)
06.09 | 0 komentar

WAKTU ADALAH USIA KITA

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 09 Juli 2009 | 23.45


WAKTU ADALAH USIA KITA

“Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran”.(Qs.Al-‘Ashr :1-3)

Imam Ja’far bin Muhammad al-Shadiq memberi nasehat; “ Siapapun yang hari ini dan hari berikutnya sama maka ia adalah orang merugi. Siapapun yang akhir dari dua hari yang dilewatinya buruk, maka ia adalah orang yang terkutuk!. Siapapun yang tak melihat adanya pertambahan kebaikan dalam dirinya, maka ia adalah orang yang berkekurangan!. Dan siapapun yang dirinya berkekurangan, maka kematian lebih baik baginya dari pada kehidupan”. Itulah sebuah nasehat yang harus kita hayati dengan dalam, terlebih ketika hari-hari yang kita lewati tak juga menambah kesadaran untuk merubah diri. Waktu demi waktu terus bergulir, tetapi rentetan perjalanan hidup yang kita jalani hingga hari ini selalu menorehkan keburukan. Alangkah tak pantasnya kita mengaku beriman, tetapi ketika melakukan kemaksiatan terasa begitu aman. Sungguh, terkadang kita memang sering tak tahu berterimaksih.

Dr. Yusuf al-Qardhawi pernah menulis dalam sebuah risalahnya, bahwa waktu terus berlalu dan tak pernah kembali, waktu adalah harta manusia yang paling berharga, waktu adalah kehidupan bagi seorang muslim. Belajarlah dari perjalanan hari-hari, dari pergantian siang dan malam. Sebab didalam keduanya ada sesuatu yang baru, dan keduanya dapat mendekatkan sesuatu yang jauh. Dan ketahuilah, sesungguhnya pada masing-masing waktu yang terlewati ada kewajiban yang harus kita laksanakan untuk Allah.

Sahabat, Bingkai kehidupan yang kita jalani selalu pasang surut, beralih pada sebuah keadaan ke keadaan lain. Ada kenikmatan yang pernah kita rasakan, ada kesengsaraan yang pernah kita dapatkan, ada ketaatan yang datang menjelang dan ada kemaksiatan yang terkadang kita lakukan. Pada empat keadaan inilah ada kewajiban hamba untuk Allah.

Pertama; bagi kita yang mendapatkan kenikmatan, kewajiban kita harus bersyukur kepada-Nya. Kedua; bagi yang berada dalam kesengsaraan, berkewajiban untuk bersabar dan ridha terhadap ketetapan-Nya. Ketiga; bagi yang sedang berada dalam ketaatan, berharaplah selalu kepada-Nya agar kebajikan, hidayah dan taufiq selalu tertanam dalam jiwa. Keempat: bagi yang berada dalam kemaksiatan, berkewajiban selalu memohon ampunan, bertaubat atas kesalahan agar tersucikan segala kotoran, agar termaafkan segala kemaksiatan.

Sungguh, waktu adalah peluang untuk meraih kesempatan dalam menggapai cita. Sekali kita tingalkan waktu, saat itu juga kita tidak dapat mengejarnya lagi walaupun sedetik. Hilang kesempatan timbul kekecewaan, karena di dalam waktulah kita mendapat kebahagiaan dan kesengsaraan. Ketahuilah, perjalanan hidup manusia melaju dengan cepat menuju Allah swt. Hendaknya kita selalu mengadakan perhitungan untung-rugi dari apa yang telah kita kerjakan. Sebab setiap gerak dari kehidupan kita tak ada satupun yang luput dari penghilatan Allah, karena memang Dialah yang memberi kekuatan gerak dalam hidup kita. Betapa seringnya kita tertipu, kita mengira bahwa kita diam, sedangkan waktu terus berjalan. Sebagai perumpaan dalam kehidupan, mungkin kita pernah naik kereta api yang sedang berjalan, nampak dari dalam jendela seakan kita melihat diluar berlari, padahal sesungguhnya kitalah yang bergerak cepat.

Sahabat, diantara sekian banyak kenikmatan yang kita rasakan adalah nikmat umur. Betapa berharganya umur sehingga tidak dapat kita nilai dengan uang yang bertumpuk atau dengan emas yang berbungkal-bungkal. Rasulullah mengingatkan kita tentang betapa pentingnya memahami persoalan ini. Beliau bersabda: “Belum lagi hilang jejak kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga kepadanya telah di ajukan empat pertanyaan, yaitu; Dari hal umurnya kemana dihabiskan. Dari hal tubuhnya untuk apa dipakainya. Dari hal ilmunya apa yang sudah diamalkan denganya dan dari hal hartanya dari mana diperolehnya dan untuk apa dibelanjakannya”. ( Hr. Bukhari).

Sadarilah…pada waktu itu ketika sampai pertanyaan tentang usia yang kita habiskan, kita tak dapat berdusta sedikitpun, karena seluruh tubuh kita menjadi saksi dari apa yang kita kerjakan. Barulah timbul penyesalan yang ketika itu tidak berguna sebanyak apapun penyesalan kita bahkan tangis dan ratap kita tak dapat menolong sedikitpun. Umur kita akan melaporkan kepada Allah dengan tidak dikurangi dan ditambah sedikitpun. Sesungguhnya, semakin bertambah umur kita setahun semakin dekat kita kepada azal dan semakin dekat kita kepada azal, semakin dekat pula kita keliang kubur. Karenanya sebelum umur kita bercerai dari badan, jangan terlambat untuk bertaubat menyesali kealfaan diri. Jangan terpedaya oleh pesona keindahan dunia, jangan tergiur oleh pengaruh pangkat dan jabatan
23.45 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung