Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KETIKA MUSIBAH TAK KUNJUNG REDA

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 23 Juli 2009 | 09.02


KETIKA MUSIBAH TAK KUNJUNG REDA

“Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada mu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekuranga harta dan buah-buahan. Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar,yaitu orang-orang yang jika ditimpa suatu musibah mereka bereka,”Sesungguhnya kita ini milki Allah dan kepada-Nyalah kita kembali", ”merekalah orang-orang yang mendapat salam kesejahteraan dan rahmat dari Rabb mereka.
Dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Qs. Al-Baqarah [2]: 155-157).

Subhanallah, maha suci Allah yang telah menciptakan kita dari tidak ada menjadi ada, alangkah beruntungnya jika kita diberi kekuatan oleh Allah untuk mampu besikap sabar. Kita memahami, bahwa tak ada seorang manusiapun yang tidak tersentuh musibah. Hidup ditengah terpaan gelombang penderitaan memang sangat menyakitkan, hidup yang tak henti didera kemalangan memang sangat tak mengenakan dam hidup yang selalu diwarnai cobaan teramat sangat memilukan. Tapi sadarilah kita tak akan menjadi jauh lebih baik ketika membiarkan kita hanyut oleh terpaan badai cobaan.

Sahabat, watak kehidupan memang tak pernah kita ketahui karena itu adalah mutlak hak Allah yang menghendaki. Ada saat dimana kebahagiaan selalu berpihak kepada kita, tetapi pada saat yang lain penderitaanpun begitu akrab menemani kehidupan. kita harus menyadari bahwa kehidupan, ia memang tidak akan memberi sesuatu kepada kita kecuali untuk mengambil sesuatu dari kita. Dan ia mengambil sesuatu kepada kita untuk kita bayar dengan seimbang. Maka jangan heran, jika keinginan-keinginan kita tidak tercapai kecuali harus melewai onak dan duri, seakan dunia ini menguji kita dengan beragaman perjuangan dan pergulatan untuk mendorong kita agar mampu menghadapi dan mengalahkannya. Bila kita telaah dengan dalam, sesungguhnya hidup ini tak lain dari perputaran antara kebahagiaan dan kesedihan, ada suka dan duka yang kita rasakan, ada lapang dan sempit dalam kehidupan.

Membiasakan diri untuk bersabar menghadapi ujian dengan beragam tantangan sangat membutuhkan tekad yang kuat dan mental yang mantap. Menyerah terhadap semua itu tidak akan membuahkan apa-apa selain kehinaan. Hanyut dalam kenestafaan hanya akan menyiksa keadaan dan membiarkan diri terpuruk dalam keputusasaan hanya akan membuka peluang kesedihan. Setiap kita suka atau tidak suka harus mampu menghadapi apapun pesoalan yang tidak kita sukai, karena sejauh apapun kita berlari untuk sembunyi, semua itu tidak akan merubah ketatapan Ilahi.

Yakinlah, bahwa langit tak selamanya mendung, awan kelabu pasti berlalu. Rasulullah seakan menghibur kita dengan sabdanya: “Sesungguhnya orang beriman selalu berada pada dua keadaan. Jika dia mendapat nikmat maka dia bersyukur, Dan jika ia mendapat musibah maka ia bersabar dan ridha terhadap ketetapan Allah”.

Renungkanlah para bijak bertutur; Bahwa kebahagiaan didunia laksana mimpi dalam tidur atau bagaikan bayangan yang pasti akan hilang. Jika kehidupan ini membuat kita tertawa sejenak, maka suatu saat kehidupan akan membuat kita menangis. Kenikmatan sekejap akan datang kedukaan yang panjang. Mungkin kita pernah merasa terpukul ketika anak, istri, suami dan orang yang sangat kita cintai dipanggil Allah. Atau mungkin kebaikan diri tak berpihak kepada kita. Mereka adalah amanah yang Allah titipkan dan pinjamkan kepada kita. bukankan ketika kita meminjam sesuatu dari sesorang, kita tidak boleh merasa berat untuk mengembalikannya, karena memang pemiliknya sangat berhak mengambil barang yang kita pinjam. Begitupun mereka orang-orang yang kita cintai - adalah milik Allah, tiada kuasa bagi kita menahan apa yang sudah menjadi kehendak-Nya. Marilah kita renungkanl satu hal, jika Allah tidak memberi kita ketidak sempurnaan fisik maka pasti Dia melebihkan kita dalam hal yang lain. Jika kita merasa kemiskinan, kekurangan hidup, sulitnya mencari nafkah adalah musibah. Maka sesungguhnya kekayaan, kemewahan bahkan kepopuleran adalah musibah bagi orang-orang yang tidak mampu menjaganya.

YA Allah Engkau maha mengetahui segala apapun yang terjadi pada setiap hamba. Segala apapun yang Engkau berikan pasti itulah yang terbaik menurut kehendak-Mu. Berikan kami kekuatan untuk bersabar atas segala ketetapan-Mu. Doronglah jiwa kami untuk selalu bersyukur atas segala pemberian-Mu. Ya Rabbi, Engkaulah tempat setiap makhluk kembali. Jadikanlah perjalanan hari-hari kami penuh dengan perbuatan terpuji, hadirkan kesadaran hati kami untuk selalu memperbaiki diri. Ampuni kesalahan kami yang tak pernah henti. Jauhkan dari kami segala apapun yang tidak Engkau sukaia. Mudahkanlah kami untuk mengamalkan firman-Mu yang suci. Dan pancarkan cahaya kebenaran-Mu agar kamu selalu berada dalam kebeningan hati”.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Artikelnya sangat menarik, trims buat menambah wawasan keilmuan smoga manfaat ! salam

Posting Komentar