Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KETENANGAN...

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 29 Januari 2012 | 15.37


Perkembangan dunia yang kian modern,
menambah seribu satu tantangan terhadap
penghuninya. Perkembangan material meningkat,
namun sudut kerohanian insan mundur dan
hampir hilang. Segenap alat-alat canggih
terwujud untuk memudahkan hidup, namun
terasa dihimpit oleh hari-hari yang mendatang.
Tak sedikit yang berduka di setiap ketentuan
yang melanda, dan terus bertambah duka karena
tidak berdaya menghadapinya. Tak sedikit orang
terus bersedih dalam menghadapi hidup yang
dirasa kian pedih. Hari ini mempunyai kemodernan
di mana-mana, tetapi dirinya lebih tipis dari rumah
laba-laba ketika menghadapi bencana.
Bukanlah hidup itu yang menyempit, wahai
diri yang terasa dihimpit. Tetapi diri itulah yang
merasa kesendirian, dalam menghadapi
kehidupan. Manusia sebagai hamba yang lemah
secara hakikatnya, bagaimana mampu
menghadapi hidup yang semakin menantang
secara bersendirian. Makhluk-makhluk di sekeliling
yang juga lemah, bagaimana diharapkan untuk
terus menemani dalam waktu senang dan sukar.
Mencarilah teman, sebaik-baik teman. Mencarilah
kebersamaan, sebaik-baik kebersamaan.
Hakikat kebahagian adalah, pada rasa
kebersamaan Allah s.w.t. yang tidak pernah
terpisah. Hati kesunyian, di tengah-tengah
kesibukan, karena tiada rasa kehadiran Tuhan,
dalam hati yang semakin kegersangan.
Kebersamaan Allah s.w.t. lah penawar sebaik-
baik yang menyembuhkan.
“...Sesungguhnya dengan dzikrullah, hati
menjadi tenang...” (Qs. Ar-Ra’du: 28)
Dzikrullah yang menyebabkan hati terus
tenang dengan sebenar-benarnya adalah:
ingatan Allah s.w.t. kepada diri. Kalau Allah s.w.t.
tidak mengingati diri kita dengan penuh
kecintaan, niscaya Dia tidak akan menggerakkan
hati kita untuk mengingatinya. Oleh sebab itulah
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengajar
doa: “Ya Allah... Bantulah aku dalam mengingati
Mu, mensyukuriMu dan baik ibadahku...”.
Ungkapan Rasulullah -shollallahu ‘alaihi
wasallam- ini mempunyai inti tauhid yang murni,
karena menisbahkan kelemahan diri hatta dalam
beribadah, lalu menlahirkan rasa memerlukan
hanya Allah s.w.t., untuk membantu diri yang
lemah, termasuklah dalam melaksanakan tugas
kehambaan dan dalam mengingati Allah s.w.t..
Andai bukan karena pandangan ridha Allah
s.w.t., niscaya hati tidak terlintas untuk
mengingati Allah s.w.t.. Malah, tak sedikit orang
yang membaca ayat Al-Qur’an berusaha
menggerakkan lisan untuk dzikrullah, namun
tanpa hadir rasa kelemahan bahwasanya diri
tidak dapat mengingati Allah s.w.t, melainkan
dengan bantuanNya, akhirnya gerak lisannya
turut tidak akan membawa hati yang mengingati
Allah s.w.t..
Dzikir lisan ada nilai ibadahnya tersendiri,
tidak dapat dinafikan. Pahala banyak sudah
dijanjikan. Namun kehadiran hati dalam dzikir
merupakan kualitas dzikir itu sendiri. Seseorang
itu, ingatannya adalah di hati. Oleh itu, kehadiran
Allah s.w.t. dalam hati itulah nadi yang membawa
seseorang menghadapi kehidupan seluruhnya
tanpa duka lara.
Menghadirkan adab hamba. Menghadirkan
rasa, diri memerlukan bantuanNya untuk
mengingatiNya, mudah-mudahan dengan itu Al-
lah s.w.t. memperkenankan diri untuk
mengingatiNya. Dan akan membawa diri kepada
mengingati kebersamaanNya dalam hidup.
Nikmat cinta bukan sekedar mengingati yang
dicintai. Akan tetapi, nikmatnya pada mengingati
bahwasanya dirinya diingati oleh yang dicintai.
Andai terasa diri mengingati yang dicintai, itu
belum suatu kemurnian cinta abadi. Cinta abadi
lagi hakiki yang akan menjadi kekuatan dalam diri
adalah, apabila diri mengingati ingatan yang
dicintai terhadap diri kita. Itulah maknanya, cinta
sudah mula mekar mewangi.
Apa lagi andai diri mengerti, bahwasanya
Allah s.w.t. sudah terlebih dahulu mengingati diri
kita sebelum diri mengingatiNya. Ini terlebih indah
dalam menghayati makna cinta. Rupa-rupanya,
Dialah yang terlebih dahulu senantiasa
mengingati kita, sebelum kita mengingatiNya.
Malah, Dialah yang menggerakkan kita untuk
mengingatiNya agar kita menikmati rasa indah
diingati olehNya...Allah Dialah Maha Pencinta,
sebaik-baik Pencinta.
Benar bagai dikata, bahwa merasai diingati
oleh Allah s.w.t. adalah nilai kebahagiaan abadi.
Apalah nilai ingatan kita terhadapNya berbanding
ingatanNya terhadap kita. Dengan melihat
ingatanNya kepada kita, niscaya akan terasa
kebersamaanNya dalam setiap kehidupan kita.
Inilah penenang jiwa abadi.
Pernah Rasulullah saw dicaci oleh orang
Yahudi, yang menuduh Tuhan Baginda sudah
meninggalkan Baginda, karena sudah lama tidak
turun wahyu kepada Baginda s.a.w.. Kepiluan
Baginda kian terasa. Bukan karena celaan si
pencela. Tetapi karena takut ditinggalkan Allah
,Sang Kekasih yang tercinta.
Maka Sang Kekasih Sebaik-baik Pencinta
yang tidak pernah membiarkan para kekasihNya
terus berduka, langsung menampakkan nilai
cintaNya yang Agung nan Mulia seraya
berfirman:
“Tuhanmu (Hai Muhammad) tidak pernah
membiarkanmu dan tidak pernah membenci...”
Sang Kekasih terus memujuk kekasihNya
yang tulus dalam cinta, agar terus memupuk
kehadiran dan kebersamaan Sang Kekasih Agung
dalam jiwa. Itulah sebaik-baik penawar dalam
jiwa, bagi menghadapi dunia yang penuh gelora.
Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- dipujuk
dengan mengingatkan bahwasanya diri Baginda
senantiasa dalam ingatan Tuhan segala kejadian.
Inilah kekuatan abadi, yang menjadikan
Rasulullah saw terus tenang dan bahagia dalam
menghadapi hidup yang mengajar seribu satu arti.
Ingatlah ketika mereka berdua di dalam gua,
tatkala orang-orang kafir mulai mencari-cari
mereka, maka Abu Bakar r.a. mulai terasa takut
dan gundah-gulana. Ketika itulah Rasulullah -
shollallahu ‘alaihi wasallam- mengajarkan hakikat
kebahagiaan di dunia, yang akan membawa
seseorang bahagia sehingga ke syurga, yaitu
merasai kebersamaan Allah s.w.t. setiap masa:
“Jangan kamu sangka kita berdua, Allahlah yang
ketiga, bersama-sama kita yang kamu sangka
sekedar berdua”.
“...di waktu baginda berkata kepada
temannya: "Janganlah kamu bersedih, sesung
guhnya Allah bersama kita." Maka Allah
menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muham-
mad) dan membantunya dengan tentara yang
kamu tidak melihatnya...” (Qs. At-Taubah: 40)
Inilah kunci menikmati hidup. Semoga Allah
s.w.t. menganugerahkan rasa kebersamaan Al-
lah s.w.t. dalam hati kita. Amin.
15.37 | 0 komentar

TAKDIR


Acapkali sesuatu begitu diidamkan untuk
terwujud, namun lain hal yang terjadi. Yang sama
sekali tak diharap untuk terjadi malah berlaku.
Hatipun terusik, sesal, kesal, marah dan
terkadang sangat kecewa. Namun tidak demikian
andai menyadari bahwa hidup ini suatu ujian.
Tidak semua yang diidamkan dapat dikecapi.
Yang kaya, kadangkala tidak sehat. Yang
terkenal, dimusuhi orang. Yang sehat, terputus
pula kasih-sayang. Terusik hati itu biasa, diri
memang lemah. Merintih biarlah di dalam hati.
Tetapi tak perlu marah-marah, putus asa dan
kecewa. Apa yang Allah tentukan kadangkala
kelihatan negatif pada mulanya, apa yang
disangka buruk kadangkala baik pada akhirnya.
Sebagai misal, dalam perniagaan ingin
keuntungan besar, tetapi hanya sedikit yang
didapat. Karena kegagalan itu diri berusaha lebih
gigih... akhirnya beberapa tahun kemudian
keuntungan meningkat. Sedangkan ada yang
pada mulanya mendapat keuntungan besar...
tetapi keuntungan tidak bertambah. Mengapa?
Karena dia mulai lengah, sedangkan diri terpaksa
membanting tulang akibat kegagalan yang
pertama.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)
kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk
bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak
mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216)
Sesuatu yang negatif, akan bertukar jadi
positif akhirnya jika pandai dan bijak
menanganinya. Yang pahit jangan cepat
diluahkan, yang pedih jangan segera
dirungutkan. Sering ada kejayaan, kemanisan
yang lebih indah menanti selepasnya.
Dalam sunnatullah, sesuatu perkara itu ada
sebab dan akibatnya. Untuk berjaya perlu
berupaya. Hanya dengan berdoa, solat hajat dan
minum air penawar saja namanya tawakkal tidak
berbekal.
Berusaha sungguh-sungguh dan kemudian
bertawakkal berserah kepada Allah. Syukur dan
sabar pakaian diri. Dengannya, dapat atau tidak
dapat, jadi atau tidak jadi, hati tetap sama... diri
tetap memiliki dan dimiliki Allah!
Bila taqdir itu terlaksana pada seorang
hamba, maka di antara sebab kuatnya tekanan
taqdir itu pada dirinya adalah usahanya untuk
menolaknya. Sehingga bila demikian, tiada yang
lebih bermanfaat baginya daripada berserah diri
dan melemparkan dirinya di hadapan taqdir dalam
keadaan terkapar, seolah sebuah mayat. Dan
sesungguhnya binatang buas itu tidak akan rela
memakan mayat.
15.27 | 0 komentar

Apabila Datang Pertolongan Allah dan Kemenangan


Perjanjian Sykes-Picot yang ditandatangani pada tahun 1916
adalah perjanjian rahasia antar pemerintah Britania Raya dengan
pemerintahan Perancis yang diikuti dan disetujui oleh Kerajaan
Rusia, dimana dalam perjanjian ini ketiga negara mendiskusikan
pengaruh dan kendali di Asia Barat setelah jatuhnya Kerajaan
Utsmaniyah pada Perang Dunia I yang telah diprediksi sebelumnya.
Perjanjian ini secara efektif membelah daerah-daerah Arab
dibawah Kerajaan Otoman diluar Jazirah Arab sehingga dimasa
depan dapat ditentukan dimana kendali atau pengaruh Inggris
atau Perancis akan berlaku. Perjanjian ini ditandatangani pada
tanggal 16 Mei 1916 dan diberi nama sesuai dengan diplomat
Perancis François Georges-Picot dan diplomat Inggris Sir Mark
Sykes.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam berkata kepada sahabat Mu’adz ibnu Jabal,
“Maukah kuberitahukan padamu pokok amal, tiang, serta puncaknya?” Mu’adz menjawab,
“Mau, ya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam.” Beliau bersabda, “Pokok amal adalah
Islam dan tiang-tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR Tirmidzi)

BAGAI HIDANGAN

“Akan tiba suatu masa dimana umat ini dipermainkan oleh umat-umat lain, seperti makanan di atas meja.”
Seseorang lalu bertanya, “Apakah jumlah kami saat itu sangat kecil?” Ia (Rasulullah Saw) menjawab, “Tidak, jumlah
kalian sangat banyak saat itu. Namun kalian akan tercerai berai dan terbagi-bagi bagai makanan diperebutkan di atas
meja, dan Allah telah mengambil ketakutan pada kalian dari hati musuh-musuh kalian dan menempatkan wahn di hati
kalian.” Seseorang bertanya,” Apa itu wahn?” Rasulullah Saw menjawab,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud).
Pada 1902, Theodor Hertzl, Bapak Yahudi
Dunia sekaligus penggagas berdirinya Negara
Yahudi, untuk kesekian kalinya menghadap
Khalifah Abdul Hamid II. Setelah berbagai bujuk
rayunya gagal, kedatangannya kali ini untuk
menyogok sang penguasa kekhalifahan Islam
tersebut.
Hertzl menyodorkan:
(1) uang 150 juta poundsterling khusus untuk Sultan;
(2) Membayar semua utang pemerintah Utsmaniyyah
yang mencapai 33 juta poundsterling;
(3) Membangun kapal induk untuk pemerintah dengan
biaya 120 juta frank;
(4) Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga;
dan
(5) Membangun Universitas Utsmaniyyah di Palestina.
Khalifah menolak, ia tetap teguh dengan
pendiriannya untuk melindungi tanah Palestina
dari kaum Yahudi. Bahkan Sultan tidak mau
menemui Hertzl, melalui Tahsin Basya, ia
menyampaikan, “Nasihati Mr Hertz agar jangan
meneruskan rencananya. Aku tidak akan
melepaskan walaupun sejengkal tanah ini
(Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu
adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad
demi kepentingan tanah ini dan mereka telah
menyiraminya dengan darah mereka.”
***
Hari ini pada saat darah orang-orang Islam
mengalir dan ditumpahkan, di Palestina,
Chechnya, Philipina, Kasymir dan Sudan, dan
anak-anak Islam mati lantaran embargo Amerika
di Irak. Dan ketika luka-luka belum sembuh, sejak
serangan-serangan salib terhadap dunia Islam
pada kurun yang lalu, dan yang merupakan hasil
dari kesepakatan Sykes-Picot antara Inggris dan
Prancis, yang menyebabkan dunia Islam terbagi-
bagi menjadi potongan-potongan, sedangkan
para kaki tangan salib masih berkuasa di
dalamnya sampai hari ini.
Tiba-tiba keadaan yang serupa
menghadang dengan kesepakatan Sykes-Picot,
yaitu kesepakatan Bush-Blair, akan tetapi
kesepakatan itu di bawah bendera yang sama
dan dengan tujuan yang sama. Benderanya
adalah bendera salib dan tujuannya adalah
merampas dan menghancurkan umat nabi
shollallahu 'alaihi wa sallam yang dicintai.
***
Perjanjian Sykes-Picot yang ditandatangani
pada tahun 1916 adalah perjanjian rahasia antar
pemerintah Britania Raya dengan pemerintahan
Perancis yang diikuti dan disetujui oleh Kerajaan
Rusia, dimana dalam perjanjian ini ketiga negara
mendiskusikan pengaruh dan kendali di Asia Barat
setelah jatuhnya Kerajaan Utsmaniyah pada
Perang Dunia I yang telah diprediksi sebelumnya.
Perjanjian ini secara efektif memecah dan
membelah daerah-daerah Arab dibawah Kerajaan
Otoman diluar Jazirah Arab sehingga dimasa
depan dapat ditentukan dimana kendali atau
pengaruh Inggris atau Perancis akan berlaku.
Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 16 Mei
1916 dan diberi nama sesuai dengan diplomat
Perancis François Georges-Picot dan diplomat
Inggris Sir Mark Syke

HANYA SATU SOLUSI

Seluruh kaum muslimin di barat dan di timur,
menolak proyek Zionis untuk melakukan
yahudisasi kota al Quds. Monopoli terhadap kota
suci al Quds dan yahudisasi padanya, merupakan
pelanggaran terhadap konvensi dan hukum
internasional serta norma-norma, yang melarang
dan mengkriminalkan setiap perubahan pada
karakter tanah, penduduk, dan identitas di
wilayah pendudukan. Yahudisasi al Quds tidak
memiliki legitimasi hukum.
Yahudisasi al Quds dan serangan terhadap
tanda-tanda yang ada di Baitul Maqdis
merupakan garis merah. Orang-orang salib
menduduki wilayah lebih luas dibandingkan apa
yang diduduki Zionis, demikian juga al Quds jauh
lebih lama berada di bawah pendudukan orang-
orang salib dibandingkan Zionis, namun demikian
berhasil dibebaskan.
Al Quds berada di bawah sandera kaum
salib jauh berlipat lamanya dibandingkan di bawah
pendudukan Zionis. Meskipun demikian sejarah
telah berlalu – tidak ada perbedaan – bahwa
lembaran penjajahan berhasil dihapus dan bekas-
bekas agresi musuh terhadap hak-hak dan
tempat-tempat suci bisa dihilangkan.
Orang-orang Zionis yang bersandar kepada
kekuatan imperialis barat, dalam upayanya
melakukan yahudisasi al Quds – hanya
mempertaruhkan masa depan Yahudi sendiri dan
sudah melanggar garis merah umat Islam yang
berjumlah seperempat total penduduk dunia,
umat yang mampu – dalam waktu dekat – untuk
merebut kembali hak-haknya yang dirampas.
Jalan yang ditempuh Shalahuddin
bagaimana cara pembebasan kota al Quds, ketika
dia menulis surat kepada Raja Salib Richard si
Hati Singa,
"Anda jangan berpikir bahwa kami bisa
menyerahkan al Quds, tidak pernah, demikian
juga kami, sebagai umat muslim, tidak mungkin
bisa menyerahkan hak-hak kami di al Quds, dalam
kondisi apapun, anda tidak akan bisa mengambil
satu batu pun di tanah ini, selama masih ada
jihad."
***
Hanya jalan itu pula - yang kini ditempuh
oleh generasi penerus - yang akan dapat
membebaskan tempat suci itu dari para penjajah.
“Jihad and the rifle alone; no negotiations,
no conferences, and no dialogues”.
"Saya Bersumpah Demi Allah Yang Maha
Agung, Yang Meninggikan Langit Tanpa Tiang:
Amerika dan orang-orang yang hidup di Amerika
takkan bermimpi AMAN sebelum kami hidup AMAN
di Palestin dan sebelum Tentara Kafir keluar dari
Bumi Muhammad Rosulullah SAW, Allahu Akbar!
Kejayaan Milik Islam..."
“...Kepada saudara-saudara kami di
Palestina, kami katakan: Darah anak-anak kalian
adalah darah anak-anak kami, darah kalian adalah
darah kami... Darah dibalas darah, penghancuran
dibalas penghancuran...”
“Kami bertempur di Bumi Rofidain,
sementara mata kami lekat menatap Al Quds”.
“Demi Alloh! Kami akan menolong kalian
meski harus berjalan merangkak di atas lutut kami,
hingga kita meraih kemenangan, atau kami
merasakan apa yang telah Hamzah ibn Abdul
Muttolib rasakan !”

MEMENGGAL KEPALA ULAR

srael bisa menjajah dan selalu bertingkah biadab di Palestin lantaran dukungan Amerika dengan
pasukan koalisi salibisnya. Untuk mengusir Israel dari Palestin kepala ularnya mesti dipenggal.
Untuk seorang lelaki yang bertahun-tahun
hidup di gua, Usamah bin Laden betul-betul faham
(strategi perang) Sun Tzu dan dasar-dasar
jujitsu-nya. Diktum terkenal Sun Tzu adalah
“kenalilah dirimu” dan “kenalilah musuhmu.” Jujitsu
didasarkan pada penggunaan kekuatan musuh
melawan dirinya sendiri, seperti Jack dalam "Jack
and the Beanstalk," yang menggunakan ukuran
dan kemarahan sang raksasa untuk
menjatuhkannya dengan berat badannya sendiri.
Bin Laden mengerti bahwa untuk
mengalahkan Amerika adalah dengan
membalikkan tenaga Amerika terhadap dirinya
sendiri. Tujuan pertamanya adalah untuk
membangkrutkan Amerika. Dia mengetahui
kelemahannya, dan dia sangat memahami
kelemahan Amerika, bagaimana kebanggaan dan
ketakutannya bisa memicu reaksi-reaksi yang
irasional dan menghancurkan diri sendiri (self-
destructive).
Berikutnya, Utley juga memperlihatkan
kejeniusan Syaikh Usamah bin Laden dalam
memancing Amerika dengan serangan-serangan
“kecil” yang hanya menghabiskan beberapa ratus
ribu dollar, tetapi kemudian menarik Amerika ke
dalam dua perang bernilai multi-triliun-dollar yang
tak berujung, yang bahkan Amerika sendiri tidak
tahu jalan keluarnya (Invasi atas Afghanistan
dan Irak).
Pancingan yang dimaksud Utley ini
tampaknya merujuk pada Serangan 11 Septem-
ber (The Manhattan Raid 9/11) yang
menggemparkan itu. Menurut Utley, Usamah bin
Laden tentunya mengetahui bahwa kelompok
neoconservative cabal di Washington sudah gatal
untuk memulai perang dan menghancurkan Irak.
Meskipun, jika merujuk pada penjelasan yang
dikutip dalam video yang dirilis oleh As-Sahab
(The Manhattan Raid: Knowledge is for Acting
Upon), disebutkan bahwa militer Amerika sudah
merencanakan dan mempersiapkan penyerangan
terhadap Irak dan Afghanistan jauh-jauh hari
sebelum terjadinya 9/11, seperti yang kemudian
diungkapkan oleh salah seorang Jenderal
Amerika, Tommy Franks, bahwa persiapan perang
terus dilakukan sampai tanggal 10 September.
Dalam video tersebut, Saudara Azzam
Amriki kemudian menjelaskan, “Pada pertengahan
2001, ancaman dan peringatan menjadi semakin
sering juga semakin spesifik. Saya ingat
mendengar seorang mantan diplomat Pakistan
mengatakan kepada BBC berbulan-bulan sebelum
serangan 11 September, bahwa Amerika telah
menginformasikan kepada sekutu-sekutunya
pada sebuah pertemuan di Jerman mengenai
rencana mereka untuk menginvasi Afghanistan
pada Musim Gugur sebelum musim salju pertama,
yang kemudian memang mereka lakukan. Dengan
demikian, kami telah mengetahui bahwa serangan
ini akan dilancarkan, pertanyaannya adalah,
apakah kami harus duduk dan menunggu, atau
kami kejutkan mereka dengan mendahului
menyerang.”
Sedangkan Utley memandang bahwa
Usamah Bin Laden memahami bagaimana kaum
fundamentalis relijius Amerika, yang berkuasa di
Washington, bisa didorong ke dalam peperangan
agama yang berlanjut. Utley menambahkan, “Dia
mengenal’ mereka (kaum fundamentalis
Amerika) karena dia juga memahami kaum
fundamentalis Muslim-nya sendiri, sebagaimana juga
dia memahami fundamentalis Israel. Dalam sebuah
pesta di rumah saya pada tahun 2002, saya
mengatakan kepada ekonom brilian Peru Hernando
de Soto bahwa, tentu saja, tujuan Bin Laden adalah
mengeluarkan Amerika dari Timur Tengah. Dia (de
Soto) menjawab kepada saya, ‘Bukan hanya itu,
tetapi juga keluar dari seluruh Dunia Ke-tiga!’”
Dengan kata lain, kedua intelektual ini juga bisa
melihat bahwa tujuan Syaikh Usamah bin Laden
bukan hanya menghentikan agresi Amerika dan Israel
yang terus meluas, tetapi juga menghancurkan aliansi
imperialis zio-salibis ini di dunia secara keseluruhan.
Utley kemudian menguraikan lima hal yang
menurutnya menjadi penyebab keruntuhan Amerika,
yang pada intinya, dia melihat bahwa semua itu
bersumber dari terkurasnya anggaran belanja
Amerika dan terbebaninya ekonomi Amerika secara
jangka panjang oleh hutang (yang melonjak dari $5
triliun hingga menjadi $10 triliun, belum terhitung
triliunan dollar hutang Amerika baru-baru ini) untuk
membiayai perang melawan Al-Qaida yang ternyata
bertahan lama dan terus menggerogoti ekonomi
Amerika dan sekutunya. (Aanalisisa Jon Basil Utley yang
mengungkapkan penyebab kebangkrutan Amerika)


RAKSASA IU ROBOH

Pada peringatan 10 tahun peristiwa 9/11
WTC, terlihat dengan jelas bahwa apa yang
disebut dengan ‘perang melawan terorisme’ yang
dipimpin oleh Amerika telah gagal total. Dengan
cara apapun menilainya, AS dan sekutunya di
seluruh dunia telah kalah perang.
Alih-alih mengurangi resiko terjadinya
kembali peristiwa 9/11, kemungkinan terjadinya
kembali peristiwa 9/11 malah lebih besar dari yang
pernah ada. Selain peduli dengan masalah
keamanan Irak dan Afghanistan, dunia Muslim
saat ini berlomba-lomba untuk dapat menerapkan
syariat Islam di wilayah mereka masing-masing,
terlibat dalam jihad, dan berupaya untuk
mengakhiri hegemoni camp kafir kapitalisme.
Bahkan, faktanya dalam peringatan 10 tahun
peristiwa 9/11, bisa diklaim kemenangan berada
di camp mujahidin atas musuh-musuh mereka.
Banyak faktor penyebab yang telah
berkontribusi atas hal tersebut, salah satunya
adalah pernyataan terkenal George Bush yang
memulai kampanye perangnya dengan ucapan:
“Anda bersama kami atau dengan teroris”, dan
fakta bahwa dia terlibat dalam “perang salib ini”.
Upaya untuk memenangkan hati dan pikiran umat
Islam telah gagal. Bahkan, orang-orang non-
Muslim telah menyaksikan sendiri penyiksaan,
pembunuhan dan penindasan oleh mereka yang
seharusnya menjadi benteng kebebasan, dan
demokrasi.
Kebohongan Bush, Rumsfeld, Cheney dan
Blair atas tuduhan adanya senjata pemusnah
massal di Irak, telah menjatuhkan diri mereka
sendiri dan Negara mereka di mata penduduk sipil
yang tidak bersalah. Tidak adanya penyiksaan,
penahanan seseorang sebelum terbukti
bersalah, peradilan yang adil, selama 10 tahun
ini telah diganti dengan basa-basi, seperti
kepentingan keamanan nasional. Padahal AS
awalnya berkeinginan dan berjanji untuk
melindungi warga sipil tak berdosa di Irak dari
kebrutalan Saddam Hussein. Hari ini, AS dan
sekutu-sekutunya dengan senang hati mengambil
peran penindas terdahulu dan kini terwujud di
penjara Guantanamo, Bagram, Abu Ghroib,
dimana ketidakadilan dan kedzoliman dilakukan
dengan lebih cermat dan terbuka.
Di masa Obama, AS berupaya menyelamat kan
muka dengan menarik paksa semua pasukan yang
dipimpin AS dari tanah kaum Muslimin, disertai
kesepakatan besar untuk kematian Syekh Usamah
bin Ladin. Namun, hal ini malah menjadi bumerang
dan memicu pertempuran yang lebih dahsyat untuk
menyerang camp tentara salib, sebagai janji 100
operasi serangan sebagai pembalasan atas
kematian Syekh Usamah, dan janji akan kelahiran
100 Syekh Usamah yang sudah mengantri untuk
mengambil alih perang melawan musuh nomer satu
kaum Muslimin, yakni Amerika.
Hal ini masih ditambah dengan bencana
kelaparan, dimana perang secara sistematis telah
menghancurkan perekonomian AS. Kelompok anti
perang di AS telah menciptakan opini publik tentang
perang, tingkat bunuh diri para tentara AS yang
sebelumnya tidak pernah terjadi, kebencian global
dunia kepada AS dan Inggris yang disebabkan oleh
perang, dan penyebaran ideologi Al Qaeda di
kalangan pemuda Muslim yang begitu cepat bagaikan
tsunami. Seluruh hal tersebut melengkapi kesimpulan
bahwa AS memang telah kalah dalam perang ini
secara lengkap dan memalukan.
Ironisnya, sepuluh tahun terakhir inilah yang
mengakibatkan terjadinya radikalisme pemuda,
pelaksanaan operasi-operasi syahid terhadap AS
dan sekutunya, dan mendorong kaum Muslimin untuk
lebih menggali pemahaman yang mendasar dan
tanpa kompromi. Insya Allah, sejarah akan mencatat
bahwa awal dari akhir kekuasaan Amerika dan benih
untuk pembentukan kembali Daulah Islam di kalangan
umat Islam dimulai pada tanggal 11 September 2001.

Hanya dalam beberapa tahun, Romawi (AS)
kalah di Afghanistan. Dan mereka setelah
kekelahannya akan diusir. Maka dijungkirkanlah
panji mereka, dipatahkan salib mereka, Allah
muliakan dien-Nya, Allah tolong tentara-Nya,
Allah muliakan kitab-Nya sementara mereka dalam
keadaan marah.
Beberapa tahun yang lalu pemimpin mereka
yang tertipu (George Walker Bush)-yang seka-
rang telah dilemparkan di tempat sampah sejarah-
berbicara dengan segenap kesombongan dan
kecongkakannya, ia membagi dunia menjadi dua
bagian dan berkata, “Siapa yang tidak bersama
kami maka ia musuh kami.” Maka banyaklah or-
ang yang tunduk, ikut, bergabung dan berbaris
di belakangnya.
Sementara itu para pembela kebenaran dan
orang-orang beriman tegak berdiri dengan
Allah Azza wa Jalla telah menjanjikanku dengan
kemenangan dan kami akan melihat janji yang
mana yang akan terwujud.”
Sekarang, terlihat janji yang mana yang
terwujud. Sesungguhnya itulah janji Dzat yang
tidak akan mengingkari janji-Nya.
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu
menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. “
(QS. Muhammad [47]: 7)
Tanda-tanda kemenangan jelas terlihat di
cakrawala dan tanda-tanda kekuasaan telah
nampak bagi setiap mukmin yang jujur dan
percaya dengan janji Allah.
Sesungguhnya itu pertempuran melawan
Amerika yang mana penduduk barat dan timur
sujud kepadanya dan yang apabila namanya
disebut menggigillah mereka ketakutan,
terbanglah hati mereka dan terbelalaklah mata
mereka. Seakan-akan Amerika adalah Tuhan –
Maha Tinggi Allah dari semua itu dengan
ketinggian yang besar.
Adapun sekarang, mana Amerika. Mana
kekuatannya. Mana kesombongannya. Mana
keangkuhannya. Mana kecongkakannya. Mana
wibawanya. Semua itu telah jatuh di bawah
telapak kaki telanjang orang-orang fakir dan
lemah yang hidup di lembah-lembah, di puncak-
puncak bukit, di bawah-bawah pohon,
kedinginan, kepanasan, kesempitan, dan
kelaparan. Namun mereka merasa mulia dengan
dien mereka dan bertawakkal kepada Rabb
mereka dan percaya dengan janji Allah
subhanahu wa ta’ala sampai Allah rendahkan
imperium ini melalui tangan mereka.
Amerika sekarang hidungnya telah
dibenamkan di lumpur-lumpur Afghanistan dan
Iraq. Ia telah direndahkan sebagaimana impe-
rium-imperium sebelumnya direndahkan.
Sekarang ia mencari jalan keluar dari Afghani-
stan. Mereka mengatakan, “Strategi baru” Yang
tidak lain kecuali strategi kabur dan melarikan
diri serta menyelamatkan diri dengan membawa
apa saja yang bisa diselamatkan.
“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul
Kami dan orang-orang yang beriman dalam
kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-
saksi (hari kiamat).” (QS. Ghafir [40]: 51)
Adalah janji dari Allah subhanahu wa ta’ala
dan informasi dari nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa
sallam bahwa dienul Islam yang akan Allah
menangkan atas seluruh dien dan akan tersebar
merata ke seluruh penjuru bumi dari belahan timur
sampai belahan barat. Tidak akan tersisa satu
rumah, tidak akan tersisa satu kota, tidak pula
satu kampung baik kecil maupun besar kecuali
akan Allah akan masukkan ke dalamnya dienul
Islam dan penghuninya akan memeluk dienul Is-
lam dan akan berada di bawah kekuasaan Islam.
Informasi ini pasti terjadi. Apa yang
dilakukan musuh-musuh Allah ‘Azza wa Jalla
berupa pengorbanan dengan harta, makar yang
dilakukan siang dan malam untuk memadamkan
cahaya Allah ‘Azza wa Jalla akan hilang sia-sia
seperti debu ditiup angin. Semua itu akan menjadi
sesalan di hati mereka. Allah ‘Azza wa Jalla
berfirman
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir
menafkahkan harta, mereka
untuk
menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka
akan menafkahkan harta itu, kemudian
menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka
akan dikalahkan.” (QS. Al-Anfal [8]: 36)
“Apabila telah datang pertolongan Allah
dan kemenangan, dan kamu lihat manusia
masuk agama Allah dengan berbondong-
bondong, maka bertasbihlah dengan memuji
Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima
taubat.” (QS. An-Nashr [110]: 1-3)
14.25 | 0 komentar

TENANG....

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 26 Januari 2012 | 18.09


Diriwayatkan Haritsah, bahwa Nabi saw. bertanya kepadanya, "Bagaimana keadaanmu pagi ini,
wahai Haritsah?" "Pagi ini aku benar-benar menjadi mukmin," jawabnya. Rasulullah saw. melanjutkan,
"Setiap ucapan punya hakikat. Apa hakikat imanmu?" Dia menjawab, "Jiwaku bosan dengan dunia,
maka aku hidupkan malamku dengan shalat malam, aku puasa di siang hari, seakan-akan aku
menyaksikan 'arasy (singgasana) Tuhanku, seakan-akan aku melihat penghuni surga yang saling
berkunjung di dalamnya dan penghuni neraka yang merintih." Rasulullah saw. kemudian bersabda, "Ini
adalah hamba yang hatinya diberi cahaya oleh Allah SWT."
Orang-orang yang mengemban amanah Al-
lah SWT dan menjadi ahli waris Rasulullah saw,
dengan hati, dapat melihat apa-apa yang tak
dapat disingkap oleh mata kasat.
Hati tenteram dan berusaha mencapainya
karena adanya keyakinan yang kokoh di dalam
hati. Ilmu kebahagiaan disediakan, segera
menyingsingkan lengan baju untuk
menggapainya. Penyeru iman memperdengarkan
seruannya, cepat-cepat berlomba datang.
Jiwanya meyakini kebenaran janji Allah sehingga
memandang hina yang lainnya. Hanya pahala di
sisi Allah yang diharapkan.
Tahu bahwa dunia adalah tempat lewat,
bukan tempat tinggal. Dunia adalah sekedar
khayalan atau awan musim panas, tidak
menurunkan hujan. Manusia yang ada hanyalah
seperti musafir yang istirahat sesaat di bawah
pohon lalu meninggalkannya. Yakin bahwa dunia
seperti bayangan yang akan hilang. Orang yang
berilmu tidak akan tertipu.
"Kulihat orang-orang sengsara tidak jenuh
dengannya padahal di sana mereka telanjang dan
kelaparan walaupun ia disenangi namun kulihat
ia adalah awan musim panas yang segera
lenyap."
Dunia beranjak pergi menjauh dari hati,
sebagaimana ia pergi kepada pecinta dunia; dan
akhirat datang menyongsong ke dalam hati.
Berani meniti jalan kesukaran dan
meninggalkan nikmatnya tidur, karena orang
yang jatuh cinta tidak bisa tidur. Tahu jalan itu
panjang, sedang usia manusia di tempat mencari
bekal (dunia) ini pendek sehingga bersegera siap-
siap. Bersungguh-sungguh menempuh jalan
menuju tempat kediaman kekasihnya. Berhasil
menempuh jarak yang jauh dan menaklukkan
padang perjalanan yang gersang.
Hati yang menyakini kemurahan Allah SWT
dan apa yang Allah sediakan, seakan-akan
melihatnya dari balik tabir dunia dan tahu bahwa
seandainya tabir itu lenyap ia dapat melihatnya
dengan mata kepala, maka lenyaplah kesepian
yang dirasakan oleh orang-orang yang enggan
menempuh perjalanan itu. Ringan baginya apa
yang dipandang sukar oleh orang-orang yang
bergelimang dalam kemewahan.
18.09 | 0 komentar

SEORANG IBU...


Di kota Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa
sallam (Madinah Munawwaroh) hiduplah seorang
lelaki yang bernama “ABU QUDAMAH AS SYAAMI“.
Allah telah memberikan rasa cinta mendalam
kepadanya terhadap Jihad fie sabilillah dan
berperang di negeri Romawi.
Suatu hari beliau sedang duduk-duduk sambil
bercengkrama di Masjid Rasulullah shollallahu
‘alaihi wa sallam (Masjid Nabawi) bersama teman-
temannya. Teman-temannya berkata kepada
beliau: “Ceritakanlah kepada kami kejadian yang
paling mengagumkan yang pernah engkau lihat
di medan jihad!“. Abu Qudamah berkata: “
Baiklah”.
Aku pernah masuk kota RIQQOH untuk
membeli onta yang akan saya gunakan membawa
senjata. Suatu hari ketika aku sedang duduk-
duduk datanglah kepadaku seorang perempuan,
lalu ia berkata kepadaku :
“Wahai Abu Qudamah! Aku telah
mendengar tentang dirimu bahwa kamu suka
bercerita tentang jihad dan senang mengajak
(orang) untuk berjihad.
Aku telah diberi Allah rambut yang tidak
dimiliki oleh wanita selainku. Rambut itu telah aku
anyam dan ikal menjadi tali pelana kuda dan aku
lumuri ikalan itu dengan debu biar tidak tampak
oleh orang (kalau itu ikalan rambut) dan aku
sangat senang kalau kamu mau mengambilnya.
Maka jika engkau telah sampai di negeri
orang kafir dan para pahlawan dan pemanah
telah melepaskan anak panahnya, pedang telah
dihunus dan tombak telah disiapkan maka Jika
kamu membutuhkannya maka ambillah, jika tidak
maka berikanlah ini kepada orang lain yang
membutuhkannya agar rambutku bisa ikut serta
dan terkena debu fie sabilillah.
Aku adalah seorang janda. Suamiku dan
kerabatku telah terbunuh fie sabilillah
(peperangan), seandainya jihad diwajibkan
atasku sungguh aku berangkat berjihad dan
ikalan rambut ini aku bawa sendiri.
Wanita itu berkata: “Perlu kamu ketahui
wahai Abu Qudamah! Bahwa ketika suamiku
syahid, beliau meninggalkan anak, anak itu
termasuk remaja yang baik, ia telah mempelajari
Al Qur’an, lihai mengendarai kuda, lihai memanah,
ia selalu Qiyamullail di malam hari dan shoum di
siang hari sementara umurnya baru 15 tahun.
Ia tidak tahu ketika ditinggal syahid
ayahnya, semoga ia mendatangimu sebelum
engkau berangkat (ke medan perang). Aku
persembahkan (anakku) bersamamu sebagai
hadiah kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Dan aku
minta kepadamu dengan kemuliaan Islam,
janganlah engkau tolak usahaku untuk
mendapatkan pahala”.
(Kata Abu Qudamah): “Maka ikalan rambut
itu aku ambil darinya”. Wanita itu berkata :
“Pasangkan (ikalan rambutku itu) pada
kendaraanmu biar aku dapat melihatnya dan
hatiku menjadi tenang”.
Maka ikalan rambut itu aku pasangkan pada
kendaraanku dan aku keluar dari ARRIQQOH.
Aku keluar bersama teman-temanku.
***
Ketika kami pulang dari peperangan dan
masuk daerah Ar-Riqqoh, tiada keinginan yang
paling kuat dalam benakku kecuali (mendatangi)
rumah ibu anak itu. (Aku dapati) seorang
perempuan yang mirip mukanya dalam kecantikan
dan kebagusannya, ia sedang berdiri di depan
pintu rumah, dan ia tanya setiap orang yang
lewat di depannya: “Wahai paman dari manakah
engkau? Dari berperang (jawab orang yang
ditanya). Ia bertanya lagi: “Apakah kakakku
pulang bersama kalian?“. Tidak tau (jawab or-
ang yang ditanya).
Ketika aku mendengarnya aku datangi dia
dan dia bertanya kepadaku: “Wahai paman! Dari
manakah engkau?“. Aku jawab: “ Dari berperang“.
Kemudian adik itu menangis dan berkata: “Aku
tak peduli apakah mereka pulang bersama
kakakku, sungguh aku telah mendapatkan
pelajaran“. Lalu aku berkata kepadanya: “ Wahai
anak perempuan! Katakanlah kepada pemilik
rumah ini bahwa Abu Qudamah ada di depan
pintu“.
Maka keluarlah perempuan (pemilik rumah)
ketika mendengar suaraku. Maka berubahlah (ro-
man mukanya). Aku salami dia dan diapun
menjawab salamku. Dia berkata: “Apakah
kedatanganmu membawa kabar gembira ataukah
kabar sedih?“.
Aku bertanya: “Terangkanlah kepadaku
maksud kabar gembira dan kabar sedih – semoga
Allah merahmatimu!“ Ia menjawab: “Jikalau
anakkku pulang bersamamu dalam keadaan
selamat maka itu kabar menyedihkan bagiku,
dan jikalau anakku terbunuh fie sabilillah (Syahid)
berarti kamu membawa kabar gembira“.
Aku katakan kepadanya: “Bergembiralah
karena hadiahmu telah diterima (Allah)“. Maka ia
menangis dan berkata: “Segala puji bagi Allah
yang telah menjadikannya sebagai simpanan
besok pada hari kiamat.
Aku tanyakan kepadanya: “Apa yang
dilakukan oleh adiknya itu?“. Jawab ibu itu:
“Dialah yang telah berbincang-bincang denganmu
tadi“. Maka anak itu mendekatiku, dan aku
katakan kepadanya: “ Kakakmu menitipkan salam
buatmu dan dia mengatakan: “Allah adalah
penggantiku yang menjagamu sampai hari
kiamat”.
Maka berteriaklah anak itu dan jatuh
pingsan. Lalu ibunya menggerak-gerakkannya
setelah sesaat, ternyata anak itu telah
meninggal.
Sungguh aku sangat kagum sekali.
Kemudian aku serahkan pakaian yang dititipkan
anak itu kepada ibunya. Lalu aku tinggalkan ibu
itu dengan perasaan sedih atas anak (yang telah
syahid) dan adiknya (yang ikut meninggal) serta
atas kesabaran ibunya.
18.00 | 0 komentar

Sholehah


Dia meninggalkan dunia dan segala
perhiasannya, meninggalkan kehidupan mewah
dan memilih mengutamakan kehidupan zuhud. Dia
meninggalkan kehidupan berleha-leha dan rasa
damai menuju kehidupan yang susah dan
berjuang dijalan Allah.
Menjual kenikmatan dunia dan kelezatannya
yang cepat hilang. Dan dia ridha kepada Allah
dan taat kepada perintah Allah yang telah
ditinggalkan oleh kebanyakan manusia, maka dia
memilih kehidupan sebagai istri disisi seorang yang
berjuang dijalan Allah, semua ini untuk
mendapatkan pahala berjuang dijalan Allah, yang
selalu mengingat firman Allah SWT:
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu:
"Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia
dan perhiasannya, marilah supaya kuberikan
kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan
cara yang baik. Dan jika kamu sekalian
menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya
serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka
sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang
yang berbuat baik di antaramu pahala yang
besar" (QS. Al Ahzab : 28-29).
Wanita Shalihah, bersabar terhadap apa
yang telah menimpanya di jalan Allah yang berupa
musibah-musibah dan kesulitan-kesulitan, jarak
yang jauh dan menemui perpisahan dengan
keluarganya, meyakinkannya ketika takut dengan
makar-makar musuh, meningkatkan semangatnya
jika terkena penyakit bosan dan putus asa,
menyertainya di dalam kesendirian dan
keterasingannya, mengingatkannya bahwa
surga itu harganya mahal dan berdiri di sisinya di
waktu lapang dan sulit.
Demi Allah, dia itu adalah wanita Shalihah,
inilah yang dikatakan oleh nabi kita Muhammad
SAW, sedangkan dia dalam keadaan takut sembari
berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!" di sisinya
dia berkata: "Demi Allah! Selamanya Allah tidak
akan menghinakan engkau, karena engkau selalu
menyambung tali silaturrohim, menanggung
beban orang lain, dan membantu orang yang
semestinya mendapatkan haknya".
Maka bagi para wanita Shalihah baik dia
sebagai ibu, istri atau saudara... hendaknya dia
membantu anaknya, suaminya dan saudara-
saudaranya untuk berjuang di jalan Allah, dan
memberikan bantuan kepadanya setiap
kebutuhan hidup yang diinginkannya.
Menyingsingkan lengan bajunya di dalam
membantunya dan membantu orang-orang yang
semisalnya dari para pejuang di jalan Allah
walaupun sampai menghabiskan seluruh waktu
dan harinya untuk itu.
Istri-istri para pejuang di jalan Allah dengan
kemampuan mereka, dapat melakukan sesuatu
yang dapat menggetarkan musuh-musuh Islam
di belahan bumi dari timur hingga barat. Dapat
menggoncangkan bumi dari bawah kursinya, dan
juga dapat meninggikan bendera para pembela
Islam yang bertauhid yang berkibar di setiap
negeri yang telah diinjak-injak oleh kaki-kaki
Yahudi dan Nashroni dari rumah-rumah kaum
muslimin... Yaitu kemampuan "DOA", doa adalah
senjata orang beriman, yang dengan karunia
Allah dapat menurunkan karomah-karomah dan
keajaiban-keajaiban Allah.
Berjanji kepada diri sendiri wahai saudari
muslimah, akan berdiri melaksanakan sholat di
sepertiga terakhir di setiap malamnya dan berdoa
untuk saudaramu yang berjuang di jalan Allah,
karena mereka sangat membutuhkan sekali doa
itu.
Ya Allah... Berilah pertolongan kepada kaum
yang berjuang di jalan Allah di Afghonistan, Irak,
Palestina, dan Checnya.
Ya Allah... Berilah pertolongan kepada kaum
yang berjuang di jalan Allah di Jazirah Arab.
Ya Allah... Berilah pertolongan kepada or-
ang-orang yang menolong mereka, dan
hinakanlah orang-orang yang menghinakan
mereka.
Ya Allah... Tepatkanlah sasaran tembak
mereka, sembuhkanlah rasa sakit mereka dan
bebaskanlah tawanan diantara mereka. Ya Al-
lah...
Jagalah mereka dari depan mereka,
belakang mereka, dari kanan mereka, kiri mereka,
dari atas mereka dan kami berlindung dengan
keagunganmu dari ditelikung dari bawah mereka.
Amin.
Ya Allah, jadikanlah para mujahidin
berkuasa di muka bumi. Ya Allah, jadikanlah ahli
tauhid berkuasa di muka bumi. Ya Allah,
siapkanlah pasukan mereka, dan kirimlah
ekspedisi-ekpsedisi mereka. Ikhlaskanlah niat-
niat mereka, palingkanlah intaian mata-mata dari
mereka.
Ya Allah, mudahkanlah semua kebaikan
untuk mereka. Ya Allah, lindungilah persenjataan
mereka dan hiburlah keterasingan mereka.
Jadilah Engkau sebagai pemberi bantuan dan
penolong mereka, sungguh, mereka adalah or-
ang-orang yang kuat karena Engkau ya Allah,
robb semesta alam.
Ya Allah, sesungguhnya Amerika telah
datang dengan pasukan berkuda dan pejalan
kakinya, menentang Allah dan Rasul-Nya, Ya Al-
lah, lindungilah esok hari, Ya Allah, lindungilah
esok hari.
Ya Allah, sebagaimana Engkau telah cerai
beraikan kerajaan Kaisar, maka cerai beraikanlah
kerajaan kaum kafir.
Ya Allah, kacau balaukanlah persatuan
mereka, pecah belahlah kesatuan mereka, dan
jadikanlah mereka sebagai ghonimah bagi kaum
muslimin.
Ya Allah, laknatilah thoghut-thoghut arab
dan ‘ajam. Ya Allah, hancurkanlah para penguasa
yang murtad. Ya Allah, sedikitkanlah jumlah
mereka, bunuhlah mereka, dan jangan sisakan
satupun dari mereka.
Ya Allah, Amin.
17.33 | 1 komentar

Perkawinan


Impian lelaki dan wanita beriman itu sama.
Jika lelaki beriman mengimpikan seorang istri yang
Shalihah, taat, menjaga aurat, memelihara
maruah suami dan dirinya ketika ketiadaan suami
yang dikasihi di sisi; ditambah pula pandai
mengurus rumahtangga dan mengasuh permata
hati mereka sepenuh jiwa, maka semakin maraklah
kasih dan cinta si suami kepada si isteri.
Demikian juga hasrat wanita beriman. Dia
mengimpikan seorang suami yang Shalih, gigih
mencari nafkah dan keuangan keluarga,
menyintai dakwah dan amal-amal kebajikan,
menjaga pandangan terhadap wanita yang bukan
mahramnya, menjaga sholat dan tidak mudah
melatah dalam menangani masalah rumahtangga.
Acapkali, kenyataan selalunya tidak
seindah impian. Berapa banyak pasangan hari
ini mendapatkan seseorang yang sangat ‘jauh’
dari lelaki dan wanita idaman. Daftar panjang
kriteria suami dan isteri impian rupanya tidak
sebagaimana realitas yang ada. Setahun dua
tahun berumahtangga, kekurangan yang ada
masih mampu diketepikan, namun ke tahun
berikutnya bibit-bibit resah mulai mengganggu.
Ketenangan hati wanita dan lelaki beriman
ini akan segera berkocak bila mana sifat-sifat
Shalih dan Shalihah yang diimpikan pada
pasangannya masih belum menjelma. Ketika
inilah, persoalan kecil di dalam rumahtangga mulai
menjadi puncak berlakunya perselisihan besar.
Hening pandangan si isteri bertambah
bening dengan juraian air mata, melihat suami
yang dikasihi melengah-lengahkan ibadah. Kaca
TV lebih dimesrai, hiburan dan keseronokan
padanya lebih dulu diraih. Tatkala penghujung
waktu semakin menghampiri, barulah si suami
terburu-buru. Melihat ini, si isteri coba
menasehati. Penuh yakin, sepenuh hati dengan
harapan suami menyadari khilaf diri.
Namun, semua itu disambut rasa jengkel
dan ego seorang lelaki. “Alah...saya bukannya
tak sholat, cuma lambat sedikit, masih dalam
waktunya!” Si isteri terasa hati, akhirnya diam
memendam rasa. Batinnya yang sedia sedih
bertambah kecewa. Sementara di sana....
Remuk rendam jiwa seorang suami bila
nasehat yang diberi kepada isteri tercinta agar
menutup aurat sempurna, juga teguran terhadap
penampilannya yang biasa-biasa saja ketika di
rumah, tetapi bersolek mengalahkan si anak dara
tatkala keluar bekerja disambut ocehan panjang.
Ditambah lagi dengan kata-kata berbisa.
Kesabaran si suami mulai pudar, sementara si
isteri pula galak menantang. “Apa salahnya saya
pakai jilbab macam ini? Sudah menutup rambut,
cuma tak lebar macam yang kau minta. Saya
bersolek keluar pun, untuk kau juga. Kalau orang
puji saya cantik, kan kau sebagai suami juga

yang dapat nama! Bosanlah dengan ‘ceramah’
kau ini tahu tak? Kalau kau ingin sangat isteri
Shalihah, pakai jilbab lebar, ikut semua kata
kamu, mmm.. carilah yang lain! Saya ini memang
tak layak!”
Di sini dan sana, situasi ‘kurang’ agama
menukar ‘warna’ sebuah rumahtangga.
Perkawinan tidak lagi menjadi syurga, tetapi
umpama neraka yang menyiksa. Tinggal retak
menunggu belah, bak kata pepatah.
Adapun yang bergaya style modern
perkara-perkara seumpama diatas konon sudah
dimasukkan dalam "HAM" hingga tak dapat lagi
merasakan "percikan api kecil dosa". Bukan lebih
baik, tetapi dosa-dosa segajah telah menutup
mata hati dan kepekaan iman.
***
Permulaan yang baik, bukanlah penentu
utama kepada penghujung yang juga baik.
Perkawinan itu tidak lain adalah juga satu
perjalanan kehidupan, penuh liku dan halangan.
Jatuh bangun, bahagia dan derita sesebuah
perkawinan tidak dilihat pada banyaknya harta,
kemewahan atau material yang ada, tidak juga
dihitung pada banyaknya tantangan yang
singgah ketika melayari bahtera rumahtangga,
sebaliknya ia bergantung kepada sejauh mana
hubungan dua jiwa yang telah disatukan ini
dengan Pencipta mereka dalam menjalani
kehidupan setiap ketika.
“Dan sesiapa yang berpaling dari
peringatan-KU, sesungguhnya baginya
kehidupan yang sempit, dan KAMI akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam
keadaan buta." (Qs. Toha : 124)
Dalam perkawinan, ketabahan dan
kesabaran itu amat penting, umpama isi kelapa,
‘ambil patinya, buang ampasnya.’ Jangan
menjadikan cinta yang pernah hadir umpama
embun di pagi hari, sedikit demi sedikit ia
menghilang kala mentari kian meninggi.
Andai pertemuan dengan pasangan adalah
karena cinta, maka pertahankan rasa cinta itu,
namun ia terlebih dulu perlu dibersihkan dari nafsu
yang menipu, kemudian diperkasa pula dengan
CINTA kepada-Nya. Gelora cinta ini akan menjadi
penawar yang menolak segala kebencian yang
hadir.
Perkawinan, walau siapapun pelakunya,
tetap akan ada masalah yang melanda. Ia
sebagai ujian kesetiaan, rasa cinta dan terlebih
lagi sebagai penguat keimanan bagi orang-or-
ang bertakwa dan beriman.
Allah menawarkan jalan untuk mendapatkan
kebahagiaan dalam perkawinan . Dimana
perkawinan akan menjadi syurga jika benar-benar
mengikut landasan yang di berikan oleh Allah
S.W.T yaitu perkawinan sebagai satu ibadah.
Perkawinan akan mencapai kebahagiaannya
ketika dikembalikan ke fitrahnya. Bahwa
perkawinan adalah perintahNya, ladang untuk
berbuat amal kebajikan, dengan cara
membahagiakan isteri dan suami. Dan kemudian
memperoleh keturunan anak-anak yang soleh dan
solehah.
Barangsiapa tidak beribadah dalam setiap
aktivitasnya, maka ia akan menemui masalah.
Termasuk di dalam kehidupan rumahtangganya.
17.26 | 0 komentar

Mutiara Sakinah


Ya Allah,
Jika aku menyatakan kesetiaanku berkorban untukMu,
...airmataku akan mengalir bagaikan air terjun yang menderu-deru
menuruni pipiku dan mengalir ke atas bibir dan janggutku
...badanku yang sekujur ini akan terketar-ketar,
tersedu-sedu mengharapkan agar kesungguhan
perjanjian kesetiaanku diterima.
semuanya berlarutan...
sehinggalah air mataku kering..
Ya Allah,
Jika aku mendengar perkataan-perkataanMu,
....alangkah baiknya aku dapat...
memahami semua kisah-kisah Nabi di dalamnya,
memahami semua kisah-kisah kemungkaran Yahudi di dalamnya,
memahami semua kisah-kisah munafik di dalamnya,
memahami semua kisah-kisah sifat tak bersyukur manusia di dalamnya,
memahami semua kisah-kisah musyrikin di dalamnya,
dan aku tergolong dalam golongan yang
menjual diri dan harta untuk keridhaan Allah...
Ya Allah,
Jika aku berada di kalangan mereka yang berbicara tentang dunia .
hatiku terasa betapa diriku...
masih tidur lena dalam bangkai dunia..
Ya Allah Ya Robb kami, akhirnya kami mohon kepadaMu, jangan kau bebankan kami dengan dosa-dosa
kami Ya Allah. Ampunkan dosa kami ya Allah, ampunkan dosa kami ya Allah, ampunklan dosa kami ya
Allah. Ampunkan dosa ayah dan ibu kami ya Allah, Itulah ayah yang telah banyak berkorban untuk kami.
Itulah ibu yang mengandung, melahirkan kami dengan penuh penderitaan. Ampunkanlah dosa ayah dan
ibu kami yang masih hidup, apalagi yang telah pergi.
Ampunkan dosa kami sebagai anak,Ya Allah. Kiranya selama ini kami pernah menyakiti hati mereka,
pernah mengguris perasaan mereka, kami pernah menghina mereka, kami pernah mengkhianati mereka,
pernah mengecewakan mereka. Ya Allah, jangan Engkau jadikan dosa itu sebagai belenggu di hati kami,
penyebab kedukaan kami ya Allah. Lapangkanlah hati ini dengan Engkau ampunkan segala dosa-dosa
kami Ya Allah.
17.20 | 0 komentar

Jangan Tinggalkan Aku Tuhan - Qatrunnada.flv

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 25 Januari 2012 | 13.04



Kalau Engkau tinggalkan aku Tuhan
Apalah arti hidup ini
Jika Engkau biarkan aku Tuhan
Segala yang ada tidak ada arti
Apalah arti hidup tanpa-Mu Tuhan
Aku membutuhkan-Mu

Jika Engkau pimpin aku
Segala yang ada memiliki makna
Setiap milikanku memiliki arti
Kalau tidak memiliki apa-apa pun masih memiliki

Begitulah besarnya arti hidup ini
Bersama-Mu bahagialah hati
Cerialah muka meskipun papa
Kalau hidup ini tidak bersama-Mu
Hilanglah bahagia ceria tidak
Meskipun berkuasa dan kaya
Betapalah kalau miskin dan papa
Bertambah malang bahkan celaka

Engkau adalah kebutuhan di dalam kehidupan
Engkau adalah cahaya menyuluh harapan
Engkau adalah diperlukan
Di dalam setiap hal dan kondisi
Engkau adalah segala-galanya
13.04 | 0 komentar

Single Nasyid Baru Kumpulan Nun Persda

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 24 Januari 2012 | 13.15


"Bila Waktu" & "Mari Berselawat Badawi“
Sambutan Maulidul Rasul SAW Penuh Kemeriahan dan Kerinduan dari Nun Persada
Rabiul Awal menjelang, menerbitkan kerinduan mendalam kepada manusia agung yang teramat berjasa kepada seluruh alam semesta, dialah Rasulullah Muhammad SAW. Dengan gigihnya baginda berjuang memperkenalkan dan memperjuangkan Allah sebagai Tuhan semesta alam, hingga Allah dikenal dan disembah, sampai ke hari ini kita dapat mengecap indahnya nikmat hidup dalam iman dan islam. Dialah yang teramat dicintai oleh Allah, juga senantiasa kita rindu-rindui dan idolakan, Semoga selawat serta salam senantiasa tercurah kepada Baginda Rasulullah SAW, pada keluarganya yang suci dan para shahabat pilihan.

Memeriahkan Maulidul Rasul 1433 H ini kami Nun Persada, menghadiahkan dua buah nasyid yang berisi kerinduan mendalam terhadap Rasulullah yaitu nasyid "Bila Waktu" dan "Mari Berselawat Badwi". Makna mendalam pada lirik kami kemas dengan musik dan harmonisasi vokal yang meriah dan menarik, menyiratkan dalam kerinduan pada Nabi Muhammad SAW itu ada harapan dan semangat yang menyala yang ingin kami transfer kepada semua pendengar nasyid-nasyid ini.

Nasyid "Bila Waktu" merupakan karya Muhammad Firhan dari Grup Nasyid Anugrah Borneo Voice (Kalimantan), yang kami racik kembali sehingga menjadi karya dengan lirik yang kuat dan lugas, melodi yang cantik dan mudah dinikmati, berpadu dengan rentak padang pasir menambah indah nasyid ini. Rindu kepada Rasulullah SAW yang mendalam, mendamba hidup dimasa ini laksana masyarakat madani yang Rasulullah bangun dimana Allah di-Agungkan dan sunnah meriah, serta tekad untuk mewujudkan cita-cita kegemilangan Islam kembali, dapat kita hayati dari lirik nasyid ini. Terima kasih pada kawan kami Firhan ABV, atas karya indahnya, semoga suatu saat nanti dapat berkarya bersama, karya-mu menunjukkan kedalaman hati-mu, kawan...

Selawat Badwi yang masyhur gubahah Syeikh Qutub Sayyid Ahmad Idris Al Badwi, bersama dengan maknanya yang luar biasa kami hadirkan dalam nasyid "Mari Berselawat Badawi". Dengan irama dan musik masa kini, nasyid ini mengajak kita untuk memperbanyak Selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tanda dan pengobat rindu kita pada baginda. Lewat nasyid ini pula Nun Persada ingin mempopulerkan kembali Selawat Badawi, terutama pada generasi muda, maka kami hadirkan Selawat Badawi dengan beat yang rancak dan penuh semangat. Inilah hadiah dari kami,
untuk-mu Rasulullah... Juga sahabat semua yang kami cintai karena Allah, sambutlah karya ini... "Bila Waktu" dan "Mari Berselawat Badawi" ; dari kami Nun Persada...
Semoga dengan mendengarkan dan menghayatinya dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW


MARI BERSELAWAT BADAWI
][ Song by Abie_ufa NUN Persada

Mari-mari marilah kita banyakkan selawat
Keatas Baginda Nabi Muhammad, Cahaya sumber segala cahaya
# Supaya kita bertambah dekat, kenal dan cinta kepada Rasulullah
Supaya kita mendapat syafaat, di akhirat kelak mendapat syafaatnya

Allahumma sholli wa sallim ‘ala nuril anwar
Wassiril asror watiryaqil aghyar wa miftahi baabil yasar
Sayyidina wa maulana Muhammadinil mukhtar
Wa ahlihil athhar wa ashabihil akhyar, ‘adada ni’amillahi wa ifdholih

Tuhan sampaikan salam serta rindu kami untuk cahaya diatas segala cahaya
Rahasia tersimpan obat seluruh penyakit anak kunci dari segala kejayaan
Pemimpin yang kami rindu Nabi Muhammad yang terpilih
Keluarganya yang suci jua para sahabat pilihan…
Sebanyak-banyaknya bilangan termampu serta luasnya kemuliaanMu Yaa Allah


BILA WAKTU
Melodi : Muhammad Firhansyah - Abv Mangement
Lirik : Haryanto Abie Ufa - Abay Shobah

Bilakah waktu berlaku seindah masa yang lalu masa bersamamu
Jika waktunya berlaku seindah masa yang lalu masa bersamamu
(Tuhan diAgungkan semula, Sunnah dimeriahkan kembali )

Kuingin hidup didunia ini, kembali seperti di zamanmu
Tuhan diAgungkan semula, Sunnah dimeriahkan kembali
Kuingin berkarya sepenuh hati, dengan segala yang terdaya
Demi untuk mewujudkan, cita-cita Islam gemilang

Kurindu seperti di zamanmu,Zamanmu duhai Rasulullah
Zaman gemilang kali kedua, Tuhan diAgungkan kembali,
Sunnah dihidupkan semula
Zaman gemilang kali kedua, Kurindu seperti di zamanmu, Zamanmu duhai Rasulullah

Kuingin berkarya sepenuh hati, dengan segala yang terdaya
Demi untuk mewujudkan cita-cita Islam gemilang
Kurindu seperti di zamanmu, Zamanmu duhai Rasulullah
13.15 | 7 komentar

MAKTABAH SYAMILAH

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 22 Januari 2012 | 11.08


Silakan Sahabat yang ingin download. Berikut link untuk mendownload software maktabah syamilah secara cepat dengan download manager. Link ini sifatnya direct link sehingga bisa diresume jika download terhenti. Semoga bermanfaat

DOWNLOAD KLIK DISINI
11.08 | 3 komentar

Gerakan Yang Dibutuhkan Ketika Shalat Tidak Membatalkan

Dari Abu Qatadah "Bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah shalat dalam keadaan menggendong Umamah bintu Zainab putri Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan anak Abu al-Ash bin ar-Rabi'. Apabila beliau berdiri, maka beliau menggendongnya. Dan apabila bersujud maka beliau meletakkannya."

hadits riwayat imam Muslim, kaum muslimin didalamnya para ulama sepakat atas keshahihan riwayat imam muslim.
pelajaran yang ingin kami sampaikan adalah bahwa gerakan yang dibutuhkan ketika shalat tidak membatalkan, tetapi ketika tidak dibutuhkan maka hal tersebut bisa membatalkannya.

kami coba nukil beberap riwayat yang mendukung hadits diatas:

Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Hazim berkata, "Orang-orang bertanya kepada Sahal bin Sa'd tentang terbuat dari apa mimbar Rasulullah? Maka dia berkata, "Tidak ada seorangpun yang masih hidup dari para sahabat yang lebih mengetahui masalah ini selain aku. Mimbar itu terbuat dari batang pohon hutan yang tak berduri, mimbar itu dibuat oleh seorang budak wanita untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika selesai dibuat dan diletakkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri pada mimbar tersebut menghadap kiblat. Beliau bertakbir dan orang-orang pun ikut shalat dibelakangnya, beliau lalu membaca surat lalu rukuk, dan orang-orang pun ikut rukuk di belakangnya. Kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu mundur ke belakang turun dan sujud di atas tanah. Kemudian beliau kembali ke atas mimbar dan rukuk, kemudian mengangkat kepalnya lalu turun kembali ke tanah pada posisi sebelumnya dan sujud di tanah. Itulah keberadaan mimbar." Abu 'Abdullah berkata, 'Ali Al Madini berkata, Ahmad bin Hambal rahimahullah bertanya kepadaku tentang hadits ini. Ia katakan, "Yang aku maksudkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam posisinya lebih tinggi daripada orang-orang. Maka tidak mengapa seorang imam posisinya lebih tinggi daripada Makmum berdasarkan hadits ini." Sahl bin Sa'd berkata, "Aku katakan, "Sesungguhnya Sufyan bin 'Uyainah sering ditanya tentang masalah ini, 'Apakah kamu tidak pernah mendengarnya? ' Ahmad bin Hambal rahimahullah menjawab, "Tidak."

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Al Ghaz dari 'amru bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya dia berkata; "Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menuruni bukit Adzakhir, kemudian tibalah waktu shalat, lantas beliau mengerjakan shalat dengan menjadikan dinding sebagai arah kiblat, sedangkan kami berada di belakang beliau, tiba-tiba ada seekor anak kambing yang lewat di depan beliau di hadapan beliau, namun beliau selalu mencegahnya, sehingga perut beliau menempel di dinding, akhirnya anak kambing tersebut lewat di belakang beliau." Atau sebagaimana kata Musaddad."

Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' bahwa jika Abdullah bin Umar mimisan, dia keluar, lalu berwudlu kemudian kembali dan melanjutkan shalatnya dengan tidak berbicara sedikitpun.
09.37 | 0 komentar

AL-LU’LU’ WAL MARJAN (Bonus CD) KUBISA 1.0


AL LU'LU WAL MARJAN (Mutiara Hadits Shahih Bukhari dan Muslim)
Buku ini dilengkapi indeks dan penjelasan Hadits dilengkapi software KUBISA 1.0 (Komplit dan Mudah Belajar Islam)

Shahih Al-Lu’lu’ (Bukhari) Wal Marjan (Muslim) adalah kitab referensi himpunan hadits yang paling tinggi tingkat keshahihannya yang berisi hadits-hadits yang disepakati oleh dua orang imam terkemuka ahli hadits, yakni Al-Bukhari (194-265 H) dan Muslim (204-261 H).
Kelebihan kitab ini yang tidak ditemukan pada kitab yang lainnya adalah digabungnya hadits Shahih Al Bukhari yang teksnya paling sesuai dengan teks hadits yang ada dalam Shahih Muslim menjadi satu kitab.
Al Hafizh Ibnu Hajar, ulama ahli hadits bertaraf internasional menyatakan, bahwa yang dimaksud dengan kesepakatan antara Al Bukhari dan Muslim ialah kesepakatan atas takhrij induk hadits dari segi nama sahabatnya, meskipun ada perbedaan dalam segi redaksinya.
Kitab ini adalah panduan bagi setiap Muslim dalam menapaki jalan hidupnya di dunia ini, baik sebagai manusia pada umumnya, ataupun sebagai orang yang beriman khususnya. Hadits-hadits dalam kitab ini mengajarkan kita bagaimana menghargai kehidupan dan kematian. Kehidupan dan kematian adalah lingkaran siklus keabadian yang sengaja diciptakan Allah kepada kita semua adalah untuk menguji siapakah diantara kita yang terbaik amalnya. Kehidupan takkan bermakna apa-apa bila kita menjalaninya tanpa amal ibadah yang dituntunkan Allah dan Rasulullah SAW melalui Al Quran dan Hadits yang shahih, dan kematian kita pun seolah tak bermakna apa-apa bila ia mendatangi kita sementara kita tak memiliki bekal amal ibadah kepada-Nya sedikitpun, pun terlebih akan sia-sia pula bila kita sudah banyak beramal namun tidak sesuai dengan Al Quran dan Hadits shahih.

AL-LU’LU’ WAL MARJAN

Mutiara Hadits Shahih Bukhari dan Muslim

Penulis: Muhammad Fuad Abdul Baqi

Penerbit: Ummul Qura

Ukuran: 17,5 X 24,5 cm

Tebal: 1184 hal (Hard Cover)

ISBN: 978-602-98968-0-0

Kumpulan hadits shahih dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim ini merupakan kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’an. Predikat ini layak di disandang karena seluruh hadits yang ada berpredikat shahih muttafaq ‘alaih atau telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Selain menyajikan keseluruhan hadits, buku ini dilengkapi beberapa fitur pendukung, seperti:

* Rekomendasi ulama perihal buku ini
* Biografi imam bukhari, muslim, dan tujuh perawi hadits terbanyak
* Pengantar singkat ilmu hadits
* Penjelasan singkat beberapa hadits yang perlu dijelaskan
* Indeks hadits

*Bonus CD Kubisa 1.0

Berisi data dan software sarana belajar Islam

* Kumpulan hadits-hadits shahih dan penjelasannya
* Doa dan zikir, bimbingan haji
* Panduan ilmu waris
* Kamus dan sebagainya

Pemesanan Hubungi Admin : HP. 081319107800
09.10 | 0 komentar

SYAHADAH...

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 21 Januari 2012 | 16.51


SYAHADAH...

Di hari seluruh umat berlutut
Di kegelapan yang mencekam
Tuk dipertanyakan sebuah kepentingan
Apakah kalian telah menjawab seruan Rasul
Di hari seluruh manusia datang sendiri-sendiri
Di hari seluruh manusia terbilang hamba
Apakah kalian mengira dunia itu abadi?
Dan selama tak akan musnah?
Lalu apa yang bisa kita katakan?
Di hari tidak berguna lagi harta
Atau pertolongan teman dan sanak saudara
Semua berada dalam kebingungan
Kecuali yang diterima amalnya
Di hari seluruh manusia takut neraka
Dan asap yang mengepul dan kehancuran
Dan kehinaan serta keputus asaan
Maka hilanglah seluruh akal sehat
Lalu apa yang bisa kita katakan di hari itu?
Di hari bendera tauhid memanggil
Mari, marilah berjihad
Terdengar jeritan suara memanggil
Dimanakah orang-orang berakal?
Di hari kita ditanya tentang kemuliaan
Tentang si lemah dan yatim yang meminta
Wahai kaum belalah kami!
Hanya syahid yang diterima jawabannya
Lalu apa yang bisa kita katakan pada hari itu?
Wahai syahid wajahmu sungguh bersinar
Jalan kita memang penuh cahaya dan api
Yang menghancurkan musuh-musuh kita
Mengikuti jejak Rasul
Di surga abadi kita tinggal
Tempat yang disediakan bagi para syuhada
Penuh kenikmatan dan kedekatan dengan Allah
Di hari seluruh dendam telah hilang
16.51 | 0 komentar

MALU


Ada seorang hamba yang berangan-angan masuk syurga dengan
membawa sembahyang yang dilakukan dengan lalai hingga habis waktu,
puasa yang perisainya dikoyakkan dengan dengki, pertengkaran dan
perbuatan keji, haji yang dilakukannya tanpa ridha dan hilang sabar,
kering ilmu dan kosong amal.
Dia mau mengetuk pintu syurga dengan tangannya yang
berlumuran darah karena mengambil hak saudaranya, menjerit minta
diizinkan masuk padahal mulutnya masih berbau bangkai mayat
saudaranya yang diumpat, matanya mengintai-intai taman syurga tapi
kabur oleh gelapnya bayang-bayang maksiat dan dosa.
Jika tidak juga rasa malu melihat kekotoran diri, sekurang-
kurangnya malulah bila melakukannya secara terang-terangan. Apa
akan terjadi dengan dunia ini apabila semua manusia berbuat maksiat
secara terbuka dan tiada seorangpun memiliki rasa malu melakukannya.
Rusaklah masyarakat yang tenggelam dalam kebatilan apabila tiada
yang menegakkan amar makruf nahi mungkar. Kemaksiatan dan
kejahatan manusia yang berakhir dengan kehancuran, semuanya
bermula dari hilangnya rasa malu.
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Sesungguhnya jika Allah
mau menghancurkan seorang hamba-Nya, pasti Dia mencabut rasa malu
dalam dirinya, jika dicabut rasa malu, maka kamu tidak akan
menjumpainya melainkan orang itu membenci dan dibenci. Apabila kamu
tidak menjumpainya kecuali ia membenci dan dibenci, dicabutlah rasa
amanah darinya, maka jika dicabut rasa amanah, kamu tidak
menjumpainya kecuali ia khianat dan mengkhianati kemudian jika kamu
tidak menjumpainya kecuali ia khianat dan mengkhianati, dicabutlah
kasih sayang darinya, jika kasih sayang dicabut maka kamu tidak
menjumpainya melainkan ia dikutuk dan dilaknat, akhirnya dicabutlah
ikatan keislaman darinya.” (Hadis riwayat Ibnu Majah)
15.16 | 0 komentar

JANTAN!


Semoga Allah merahmati
Ibnul Jauzi, ketika beliau naik ke
mimbar dan berkhutbah di hadapan
manusia, mendorong mereka
untuk berjihad dan melindungi
wilayah Islam serta melindungi
kaum muslimin dari serangan or-
ang-orang kafir, setelah melihat
manusia pada tidak mau untuk
berperang, beliau berkata:
“Wahai manusia, mengapa-
kah kalian lupakan agama kalian?
Mengapakah kalian menanggalkan
harga diri kalian?
Mengapa kalian tidak mau
menolong agama Allah sehingga
Allahpun tidak menolong kalian?
Kalian kira harga diri (‘izzah) itu
milik orang musyrik, padahal Allah
telah jadikan harga diri itu milik Al-
lah, Rasul-Nya dan orang-orang
beriman.
Celaka kalian! Tidak pedih
dan terlukakah hati kalian melihat
musuh Allah dan musuh kalian
menyerang tanah air kalian yang
telah disuburkan oleh bapak-bapak
kalian dengan darah. Musuh
menghina dan memperbudak kalian
padahal kalian dulu adalah para
penguasa dunia. Tidakkah hati
kalian bergetar dan emosi kalian
meledak menyaksikan saudara-
saudara kalian dikepung dan
disiksa dengan berbagai siksaan
oleh musuh?
Hanya makan minum dan bernikmat-nikmat dengan
kelezatan hidup sajakah kalian, sementara saudara-saudaramu
di sana berselimutkan jilatan api, bergelut dengan kobarannya
dan tidur di atas bara?
Wahai manusia! Sungguh perang suci telah dimulai,
penyeru jihad telah memanggil, pintu-pintu langit telah terbuka.
Jika kalian tidak mau menjadi pasukan berkuda dalam perang,
bukalah jalan untuk kaum wanita agar mereka bisa berperang;
pergi saja kalian dan ambillah kerikil dan celak mata...wahai
wanita-wanita bersurban dan berjenggot!
Jika tidak, pergilah mengambil kuda-kuda, inilah dia tali
kekangnya untuk kalian... Wahai manusia, tahukah kalian dari
apa tali kendali dan kekang ini dibuat? Kaum wanita telah
memintalnya dari rambut mereka karena mereka tidak lagi punya
apa-apa selain itu.
Demi Allah, ini adalah gelungan rambut wanita-wanita
pingitan yang belum pernah tersentuh oleh sinar matahari
karena mereka sangat menjaga dan melindunginya; mereka
terpaksa memotongnya karena zaman bercinta sudah selesai
dan babak perang suci telah dimulai, babak baru perang di
jalan Allah.
Jika kalian masih tidak sanggup mengendalikan kuda, ambil
saja tali kekang ini dan jadikanlah sebagai kucir dan gelung
rambut kalian, sebab tali kekang itu terbuat dari rambut wanita,
sungguh berarti tidak ada lagi perasaan dalam diri kalian.”
Setelah itu, Ibnul Jauzi melempar tali kekang itu dari atas
mimbar di hadapan khalayak ramai seraya berteriak lantang:
“Bergeraklah wahai tiang-tiang masjid, retaklah wahai
bebatuan, dan terbakarlah wahai hati, sungguh hati ini sakit
dan terbakar, para lelaki telah menanggalkan kejantanan
mereka.”
Benar, para lelaki telah menanggalkan kejantanan
mereka!
14.49 | 1 komentar

SENSITIF...

“Tidaklah seseorang menyia-nyiakan (tidak
membantu) orang muslim ketika dalam posisi
harga dirinya dilecehkan dan kehormatannya
dirampas, kecuali Allahpun tidak akan
membantunya ketika ia dalam posisi berharap
sekali Allah menolongnya.” (HR. Abu Dawud)
***
Sejarah mengkisahkan bahwa ketika Sa‘id
bin ‘Amir diangkat menjadi gubernur bagi
penduduk daerah Himsh, rakyatnya
mengadukannya kepada ‘Umar bin Khathab.
Mereka menyayangkan beberapa sikapnya,
di antaranya ia terlalu tertutup dan mudah sekali
pingsan, ini memberatkan mereka. Ketika Sa‘id
ditanya, ia menyampaikan alasannya:
“Dulu aku melihat sendiri bagaimana Khubaib
bin ‘Adi Al-Anshori dieksekusi di Mekkah. Kala itu
orang-orang Quraisy menyayat-nyayat
dagingnya dan memasangnya di kayu salib,
mereka mengatakan:
‘Maukah seandainya posisimu sekarang ini
digantikan oleh Muhammad dan kamu bisa
berkumpul dengan keluarga dan hartamu?”
Dengan tegas Khubaib menjawab: “Demi
Allah! Hai kaum Quraisy, aku tidak akan merasa
bahagia jika Muhammad harus menggantikanku
walaupun hanya dengan tertusuk duri di kakinya,”
Sa‘id melanjutkan: “Setiap kali aku ingat
pemandangan yang kulihat itu padahal saat itu
aku berada di tengah kaum musyrikin lantas aku
ingat mengapa aku dulu tidak menolong Khubaib,
aku menggigil ketakutan, aku takut adzab Allah
menimpaku, lalu akupun pingsan seperti itu.”
***
Sebuah hadits yang diriwayatkan Abu
Hurairah, beliau menceritakan dulu ada seorang
sahabat Rasululloh SAW melewati lembah
bermata air tawar, ia berkata:
“Seandainya aku mengasingkan diri dari
manusia dan tinggal di lembah ini. Aku tidak akan
melakukannya sebelum aku meminta izin kepada
Rasululloh SAW.”
Setelah meminta izin, beliau justeru
bersabda: “Jangan lakukan itu, sesungguhnya
tempat kalian di jalan Allah itu lebih baik daripada
sholat yang ia lakukan selama 70 tahun; tidak
sukakah kalian kalau Allah mengampuni dosa-dosa
kalian dan memasukkan kalian ke surga?
Berperanglah di jalan Allah, barangsiapa yang
berperang di jalan Allah sebentar saja, maka
wajib baginya surga.”
Yunus bin ‘Ubaid Rahimahullah ketika
menjelang wafat beliau memandangi kedua
kakinya sembari menangis, lalu orang-orang
bertanya: “Apa yang membuatmu menangis
wahai Abu Abdillah?” “Kedua kakiku ini...” kata
beliau, “...belum pernah berdebu di jalan Allah.”
14.12 | 0 komentar

CINTA....


Allah SWT menciptakan makhluk untuk
beribadah kepada-Nya. Ibadah yang mencakup
cinta kepada-Nya dan mengutamakan ridha-Nya,
serta yang menuntut adanya makrifah terhadap-
Nya.
Allah menganugerahkan ilmu kepada hamba-
hamba-Nya yang tiada kesempurnaan bagi
mereka tanpanya, sehingga semua gerak-gerik
mereka sesuai dengan apa yang dicintai dan yang
diridhai Allah SWT.
Allah mengutus para rasul-Nya, menurunkan
kitab-kitab-Nya, dan menetapkan syariat-Nya.
Kesempurnaan hakiki seorang hamba adalah
kalau gerak dan aktivitasnya selaras dengan apa
yang dicintai Allah SWT.
Allah menjadikan ittibaa' (mengikuti) rasul-
Nya sebagai bukti cinta kepada-Nya.
"Katakanlah, 'Jika kamu (benar-benar)
mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Ali
Imran: 31)
Orang yang benar-benar cinta akan
menganggap dirinya berkhianat kepada
kekasihnya apabila dia bergerak dengan
seenaknya sendiri di luar keridhaan kekasihnya.
Dan apabila ia melakukan suatu perbuatan yang
dibolehkan karena dorongan tabiat manusiawi
dan instingnya sendiri, ia pun bertaubat seperti
taubat karena dosa.
Hal ini makin menguat pada dirinya sampai
akhirnya segala hal yang dibolehkan baginya
berubah menjadi bernilai taat dan ibadah. Tidur,
makan atau istirahatnya berpahala seperti nilai
tahajud, puasa, dan amalan lainnya. Senantiasa
berada antara kebahagiaan yang ia syukuri dan
malapetaka yang ia sabar menghadapinya. Selalu
berjalan menuju Allah SWT kala tidur maupun
sadar.
Orang yang benar-benar jatuh cinta, bila
berkata, ia berkata karena Allah SWT, dan bila
diam juga diam karena Dia. Jika bergerak,
geraknya itu adalah karena perintah Allah SWT;
dan apabila diam, maka diamnya itu untuk
mengumpulkan tenaga guna melaksanakan
ibadah. Dirinya untuk Allah SWT, karena Allah
SWT, dan bersama Allah SWT.
Tanpa ilmu tidak dapat membedakan mana
gerak yang dicintai Allah SWT dan yang dibenci,
mana diam yang disukai Allah dan mana yang
dibenci. Saat ditanya siapakah orang yang hina-
dina itu, Dzun Nun menjawab, "Orang yang tidak
mengetahui jalan menuju Allah SWT dan tidak
berupaya mengetahuinya."
Siapa yang telah mengetahui jalan
kebenaran, maka terasa mudah baginya
menempuhnya. Tidak ada petunjuk di jalan itu
selain mengikuti Rasulullah saw. dalam
perkataan, perbuatan, dan sikap beliau.
14.08 | 0 komentar

Kajian Rutin Pagi Hari

Written By Rudi Abu azka on Senin, 16 Januari 2012 | 03.44



Dengarkan LIVE KAJIAN RUTIN PAGI HARI (KRPH) Setiap Pukul 07.00 - 09.00 WIB, Dengan Tema yang menarik untuk Anda langsung dari Masjid Mardhliyah Kampus UGM Yogyakarta . dengarkan di http://203.29.26.164:8662/listen.pls via streaming Nurisfm Tangerang
03.44 | 3 komentar

DVD Interaktif: Indeks Tematik al-Quran

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 14 Januari 2012 | 11.04


Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam tidaklah diperdebatkan oleh umatnya. Al-Qur'an berfungsi sebagai petunjuk, penjelas, pengingat, obat dan syafa'at buat umat Islam, juga tidak diperselisihkan. Untuk kepentingan tersebut maka al-Qur'an harus diamalkan ajarannya, baik berupa larangan maupun perintah, juga tidak disangsikan. Lalu jalan untuk mencapai hal itu adalah dengan membaca, memahami, mengerti dan mengkaji adalah suatu keniscayaan.

Pertanyaan dari kesepakatan tadi adalah: Sudah sejauh mana hubungan dan keakraban kita dengan al-Qur'an? Sudah sampai tahap apa kedekatan kita dengan al-Qur'an? Apakah baru sekedar membacanya? Atau sudah meningkat menjadi menghafalnya? Lalu sudahkan kita mempelajarinya dengan mencoba mengerti, memahami dan mengkajinya lebih dalam lagi? Lalu sudah sejauh mana al-Qur'an itu menjadi pedoman dan tuntunan dalam hidup kita?

Sudah menjadi takdir dan kehendak Allah swt menurunkan al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan sudah menjadi suratan juga bahwa orang Indonesia berbahasa ibu bukan bahasa Arab. Walhasil, buat mayoritas mutlak orang Indonesia, ada dua permasalahan di sini, besaran al-Qur'an dan bahasa yang digunakan.

Realitas yang ada, mayoritas mutlak orang muslim Indonesia tidak hafal al-Qur'an dan tidak mengerti bahasa Arab.

Melalui Indeks Tematik al-Qur'an Digital ini, problem diatas sedikitnya sudah bisa diatasi. Pengguna akan dengan mudah melihat masalah dan bahasan yang ada dalam al-Qur'an, demikian pula dengan pencarian tema tertentu. Melalui pintu tema Aqidah, Akhlak, Fiqh, Ilmu, Kisah, Alam Dunia, Alam Ghaib dan Alam Akhirat, semua pokok bahasa al-Qur'an terkandung di dalamnya. Langkah berikutnya adalah, ayo kita amalkan pesan-pesannya.

Indeks Al Quran berdasarkan Topik & Al Quran Terjemahan Bahasa Indonesia merupakan salah satu panduan yang sangat penting untuk dimiliki umat Islam. Dengan adanya Indeks Al Quran berdasarkan subjek atau topik tertentu kita mendapat kemudahan untuk baca Al Quran dan mempelajarinya. Sehingga tidak ada halangan lagi bagi kita untuk akrab dan dekat dengan Al Quran yang seharusnya menjadi pedoman hidup dan sumber inspirasi.

indeks menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

in·deks /indéks/ n 1 daftar kata atau istilah penting yg terdapat dl buku cetakan (biasanya pd bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yg memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan

Fungsi Indeks :

Fungsi indeks adalah :

1. Mempermudah pembaca memahami suatu kata yang belum dimengerti.
2. Mempercepat pembaca ketika ingin menemukan suatu topik pembicaraan.

Jenis-jenis Indeks :

1. indeks subjek : adalah indeks yang merujuk pada suatu topik
2. indeks nama : adalah indeks yang merujuk kepada nama nama pengarang atau pemilik teori yang disebut dalam buku.

Dalam penyajiannya, indeks subjek juga disajikan secara terpisah (sendiri-sendiri), adapula yang disajikan menjadi satu (digabung) dengan nama indeks saja.

Cara memanfaatkan indeks Al Quran.

Langkah-langkah menggunakan indeks :

1. Tetapkan subjek atau topik yang akan dicari!
2. Kemudian bukalah daftar indeks al Quran!
3. Berdasarkan petunjuk nomor surat dan ayat, segerelah mencari ke nomor ayat yang ditunjuk tersebut.
4. Dalam halaman itu, akan ditemukan subjek/ topik yang dicari, topik itu ada yang disebut bisa jadi hanya di satu halaman dan ada juga yang disebut di beberapa halaman

Untuk Pemesanan bisa menghubungi Admin di SMS 081319107800
11.04 | 0 komentar

EPAD ISLAMI

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 01 Januari 2012 | 09.07






Assalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatu.

Alhamdulillah Telah hadir Tablet EPAD yang bisa diisi aplikasi Islami, sperti Al Qur'an dengan Suara lengkap beberapa Qari Pilihan,
Seperti:

Muhammadi Jibril
Muhammad Ayub
Saood Ash Syuraim
Mohammad At Tablaway
MInshawy Mujawwad
Minshawi
Maher Al Muaqly
Hudhaify
Husary Mujawad
Husary
Hani Rifai
Ibrahim Walk (English Translation)
Ghamidi
Al Afasy
Abu Bakar Ashatree
Assudais
Abdullah Bassfar
Abdul Basit
Abdul Basit Mujawad

Teknologi Tablet PC dengan Fitur Islam Terlengkap.

Spesification :
- Operating System:Android 2.3 CPU:WM8650 800MHZ.
- Java : Web video with YouTube Icon, Stereo speaker, Audio/video player, E-book, Document to Go (Word, Excel, Powerpoint, pdf), Gmail, Google Search, App market, Clock, G-sensor
- Color : Black
- Layar : TFT Resistive Touchscreen - 4 Dimensional gravity sensing
- Ukuran layar : 7 inchi, WVGA wide-screen, 800x480(16:9)
- WLAN : IEEE802.11b/g/n wireless network
- Ukuran/Berat : 19.85cm - 12.7cm - 1.68cm / -
- Audio Jack : 3,5mm Jack Audio
- Memori Internal : 512 MB RAM, 4 GB ROM Storage
- Memory External : Micro SD Card up to 32GB
- Bluetooth : Tidak tersedia
- Infrared : Tidak tersedia
- Kamera Depan : VGA
- Video Record : Ya
- Audio Record : Ya
- Browser : HTML
- GPS : Tidak tersedia
- Messaging : Email
- TV : Tidak tersedia
- Radio : Tidak tersedia
- Stand by : 4 Jam
- Talk Time : -
- Tipe Baterai : Lithium ion 1450 mAh
- Video Player : MPEG1/2/4,MJPG,H263, H264 Player
- MP3 Player : MP2, MP3, WAV, AAC, WMA Player

Fitur KeIslaman :
- Al Qur’an Lengkap 30 Juz, 114 Surat, berikut terjemahan
- Teks Arab menggunakan huruf Othmanic
- Resitasi suara dari Qari Teremuka
- Teks Terjemahan dalam 28 Bahasa
- Pilihan surat dan ayat yang ditampilkan
- Pilihan Tafsir dan Hadits bahasa Indonesia
- Arah Kiblat kota-kota besar Indonesia dan dunia
- Waktu Sholat kota-kota besar Indonesia dan dunia

PAKET PENJUALAN TERDIRI DARI :
1. TABLET EPAD 7 "
2. CHARGER
3. Dongle Modem
4. BUKU PANDUAN
5. KARTU GARANSI (GARANSI 1 TAHUN)

Harga Rp.1.500.000,- (Sudah Ongkos Kirim)


PEMESANAN BISA HUBUNGI SDR RUDIANTO HP 081319107800
09.07 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung