Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

FREE DVD FILM AR RISALAH

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 26 Oktober 2012 | 21.52

Kepada pengunjung Blog Nurisfm, kami kembali memberikan kesempatan untuk beramal jariyah dalam program TEBAR DAKWAH.  Dana Yang anda Salurkan akan kami salurkan untuk Mengembangkan sarana dan Prasarana  di Masjid Al Ikhlas, Kel. Larangan Utara Kec. Larangan Kota Tangerang, seperti PAUD, Majlis Taklim, Perpustakaan dan juga Siaran radio Dakwah Islam Nurisfm ini tentunya.

Silahkan Donasi Sebagian Rizki anda dan Miliki Koleksi DVD AR RISALAH (DVD ORIGINAL) sebagai kenang-kenangan  dari kami. Adapun Paket Donasi  cukup : RP 25.000,- atau 50.000,-

SALURKAN INFAK DAKWAH ANDA UNTUK RADIO BANK BTN 00399-01-50-000110-1 AN RADIO KOMUNITAS NURIS FM. Hubungi Admin di 085716863625.


Sinopsis  Ar Risalah:
Sebagaimana judulnya film “
Ar Risalah" menceritakan sejarah perjalanan Muhammad SAW. Muhammad SAW menerima wahyu digua Hira dan setelah itu baliau berusaha mengingatkan kaum Quraisy. Namun yang diperoleh Muhammad SAW jutru ejekan, hinaan dan terror serta siksaan kepada beberapa pengikut beliau yang jumlahnya baru hanya puluhan.

Terror semakin hari semakin menegangkan sehingga akhirnya Muhammad SAW diperintahkan Allah SWT untuk HIJRAH ke Madinah. Sesampainya di Madinah Muhammad SAW disambut oleh masyarakat Madinah dan dibuat rumah & tempat Ibadah dan dikenalah saat itu pemanggilan umat melalui Adzan.

Semakin hari umat Islam semakin berkembang di Madinah, namun disisi lain dikota Mekah jutsru sebaliknya banyak provokasi dan ejekan serta fitnah dilakukan kaum Quraisy atas diri Muhammad khususnya oleh Abu Sofyan yang sangat membenci Muhammad SAW.

Selanjutnya Allah SWT memerintahkan Muhammad SAW untuk menyerang Mekah (dikenal dengan Perang Badar) supaya tidak terjadi Fitnah lagi dengan hasil kemenangan yang gemilang dipihak kaum Muslim.

Sebagai tindak balasan kaum Quraisy menyerang kaum Muslim (dikenal dengan Perang Uhud) dengan hasil kemenangan dipihak kaum Quraisy yang saat itu Abu Sofyan menyatakan keadaan sudah 1 : 1 perang Badar sudah dibayar dengan perang Uhud yang kemudian di lanjutkan dengan perjanjian perdamaian. Dalam kondisi perdamaian, ternyata banyak kaum Quraisy yang tergugah dan dibuka pintu hatinya oleh Allah SWT termasuk Abu Sofyan sendiri & keluarganya masuk Islam.

Akhirnya datanglah waktunya perintah Allah SWT kepada Muhammad SAW untuk kembali ke Mekah untuk melakukan Ibadah Haji sekaligus mengambil alih Ka'bah dan mengembalikannya menjadi Rumah Allah SWT ( Baitullah).

Dengan di iringi oleh ratusan ribu umat Islam, Muhammad SAW datang ke Mekah dan disambut oleh penduduk Mekah dengan rasa ketakutan dan terjadilah pengambil alihan Ka'bah. Semua berhala dikeluarkan, dikumpulkan, dibakar sedang yang terbuat dari Emas dikumpulkan untuk dizakatkan kembali kepada rakyat. Inilah awal mulanya ibadah Haji dilakukan oleh kaum Muslimin.

Sejak saat itu Islam semakin berkembang dan mendobrak hati setiap manusia dibumi Mekah dan Madinah serta merobah akhlak dan pola hidup jahiliyah yang mereka anut sebelumnya.

Bahasa : Arab
Subtitle : Indonesia
21.52 | 1 komentar

FREE DVD FETIH 1453

Kepada pengunjung Blog Nurisfm, kami kembali memberikan kesempatan untuk beramal jariyah dalam program TEBAR DAKWAH.  Dana Yang anda Salurkan akan kami salurkan untuk Mengembangkan sarana dan Prasarana  di Masjid Al Ikhlas, Kel. Larangan Utara Kec. Larangan Kota Tangerang, seperti PAUD, Majlis Taklim, Perpustakaan dan juga Siaran radio Dakwah Islam Nurisfm ini tentunya.

Silahkan Donasi Sebagian Rizki anda dan Miliki Koleksi DVD FETIH 1453 sebagai kenang-kenangan  dari kami. Adapun Paket Donasi  cukup : RP 25.000,- atau 50.000,-

SALURKAN INFAK DAKWAH ANDA UNTUK RADIO BANK BTN 00399-01-50-000110-1 AN RADIO KOMUNITAS NURIS FM. Hubungi Admin di 085716863625.

SINOPSIS FILM
Sultan Muhammad Al-Fatih atau juga yang dikenal sebagai Sultan Mehmed II merupakan seorang pemimpin tangguh yang sudah dari kecil menerima banyak didikan agama. Beliau dilahirkan pada tanggal 26 Rajab tahun 833 H.

Pada usia 21 tahun, ia mam

pu menguasai 6 bahasa dan ahli bidang strategi perang, sains, matematika. Sisi lain dibalik kesuksesan dan jiwa kstarianya, ternyata yang paling membuat beliau tangguh luar dalam adalah ketekunannya dalam shalat Tahajud.

Sejak kecil, Sultan Murad II, yaitu ayah dari Sultan Muhammad Al-Fatih sangat menekankan pentingnya pendidikan agama. Sehingga tidak sedikit para ulama yang didatangkan untuk mendidik beliau, yang diantaranya adalah Syekh Ahmad bin Ismail Al-Kuroniy, seorang pakar fikih yang juga memiliki pengetahuan yang dalam dalam bidang ilmu Nahwu, Ma’ani, dan Bayan.

Kebesaran nama Sultan Muhammad Al Fatih berusaha ditutupi oleh berbagai propaganda barat, mulai dari pengurangan studi seputar sejarah Islam yang bahkan sangat terasa di Indonesia yang mayoritas Islam sekalipun, hingga pembuatan berbagai cerita dan kisah yang dipelintir untuk memembengkokan kebenaran sejarah.
Sosok Muhammad Al-Fatih adalah jawaban kebenaran atas sabda Rasulullah SAW :
“Konstantinopel akan dibebaskan di tangan seorang laki-laki. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang membebaskan kota itu. Dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya.”(HR. Ahmad)
Sebuah hadist yang menggerakan jiwa-jiwa pemuda Islam yang bermental jihad untuk berlomba-lomba membebaskan Konstantinopel. Yang disaat itu seperti sesuatu yang mustahil untuk ditaklukan oleh siapapun, karena pada saat itu Konstatinopel bisa dibilang sebagai jantungnya dunia.

Bahasa : Turki
Subtitle : Indonesia
21.40 | 1 komentar

KUAT!

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 23 Oktober 2012 | 17.17

Ulama dan aktivis yang benar-benar memperjuangkan ditegakkannya hukum Allah jumlahnya tidak banyak. Sedikit sekali pengikut dan pendukungnya serta sangat banyak penentangnya bahkan dari kalangan "ulama" dan aktivis pula.

Menyerukan tegaknya Kalimat Allah dan memperjuangkannya hari ini
bagaikan berdiri menghadang banjir. Seakan menjerumuskan diri ke dalam
kebinasaan tanpa ada gunanya. Dipandang bertindak seakan-akan ingin melepaskan diri dari kehidupan.

Menentang arus yang amat kuat, menghadapi kekuatan-kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang dapat membeli negara, bangsa dan ummat. Kekuatan yang mempunyai agen-agennya yang terlatih di setiap tempat. Mempunyai alat-alat yang sudah ahli dalam pekerjaannya.

Kékuatan ini dapat mengubah siapapun yang berjuang demi tegaknya Kalimatullah menjadi orang yang tertuduh di mata umat. Ia dapat melucuti nama baik, sehingga tampak sebagai pengkhianat, pengganas, dan pengacau kemanan.

Label yang paling mudah bagi siapapun yang menyerukan dan memperjuangkan tegaknya Hukum Allah adalah "Cari mati !" Katakanlah: “Walaupun kamu berada di dalam rumah kamu, nescaya orang yang sudah ditentukan terbunuh
itu akan keluar ke tempat mereka terbaring (menemui ajal).” (Qs. Ali-Imran: 154).

Hidup dan mati itu adalah rahasia Allah. Kedua hal itu tidak boleh menjadi perhitungan bagi orang yang bermaksud untuk berjuang, melaksanakan tugas, atau untuk mengubah suatu hal yang tidak benar, atau pergi dan kembali walaupun untuk kepentingan perniagaan dan mencari kehidupan.

“Tidak ada jiwa yang tahu apa yang akan diperolehnya besok, dan tidak ada jiwa yang tahu di bumi mana ia akan meninggal”
***
Dari manakah kiranya para pejuang itu memperoleh kekuatan untuk perjuangan?

Ada suatu sandaran tetap yang tidak akan goyang. Bersandar kepada suatu kekuatan yang lebih besar dari kekuatan dunia, sehingga para pejuang dapat bertahan di depan ancaman. Ada suatu ganjaran yang lebih besar daripada semua yang dapat diberikan oleh dunia, sehingga para pejuang dapat bertahan di depan godaan.

Ada suatu hubungan yang lebih kuat dan hubungan yang terdapat di seluruh bumi, sehingga para pejuang itu dapat bertahan diri. Hanya satu sandaran yang tidak akan goyang atau menjadi lemah. Allah Yang Maha Kuat.
Tetap berjuang di jalan Nya... jangan takut !
17.17 | 1 komentar

KEUPAYAAN SABAR

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 18 Oktober 2012 | 21.07

Allah sudah bekalkan cukup kepada kita. Semua manusia sebenarnya mampu menanggung apa jua yang datang dalam hidupnya tanpa keluh kesah. Seharusnya kita menumpukan hidup kita dengan apa yang berada di hadapan kita sekarang. Kita tidak patut masuk campur dalam urusan Allah. Mungkin kita terkenangkan segala kesulitan dan kesedihan yang lalu. Juga penderitaan yang bertahun-tahun sudah kita hadapi dan masih tidak hilang sampai sekarang.

Kita diingatkan supaya tidak mengenang lagi perkara lalu yang menyakitkan. Bukankan perkara itu sudah pun berlalu? Ia sudah lepas dan tidak lagi menyakitkan kita. Apa perlunya kita menjemput kembali dan merasakan kesakitan yang tidak ada? Kesakitan itu sudah pun habis...tetapi pahalanya kekal. Karena kita bersabar.

Pahalanya tersimpan kukuh di sisi Allah. Begitu juga yang akan datang. Buat apalah kita membayangkan ketakutan dan kesempitan yang belum terjadi. Apa yang akan jadi esok belum pasti, kenapa kita harus membebankan diri kita dengan perkara yang belum pasti. Bodohlah kita kalau kita bimbangkan sesuatu
kesakitan dan musibah yang dijangka sedang  menanti kita. Ia sebagaimana bodohnya orang yang makan dan minum sebanyak-banyaknya karena dibimbangi akan lapar dan haus di hari esok. Kebimbangan pada sesuatu yang belum terjadi adalah tidak berasas sama sekali.

Jadi, kita hadapi saja hari ini dengan penuh tawakkal. Karena keupayaan kita untuk bersabar telah cukup Allah bekalkan. Jangan kita bebani pemikiran dan jiwa kita dengan perkara yang telah lalu dan yang akan datang. Tumpukan segala kekuatan untuk menghadapi hari ini. Bertenanglah, karena hari-hari itu belum
tiba lagi. Janganlah kau menangis sebelum dipukul. Janganlah engkau takut tanpa sebarang sebab, janganlah engkau mengada-adakan  benda yang tidak wujud. Tapi fikirkanlah masa kini. Kesabaran yang engkau ada mampu bertahan untuk saat ini.

Segala kesulitan penyakit dan musibah, hakikatnya bukanlah musibah, tetapi ia adalah sentuhan rabbani. Sebagaimana kesyukuran menggandakan nikmat, begitulah juga keluhan. Ia hanya menambah musibah dan menafikan seseorang dari mendapat belas kasihan. "Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta'ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka (dengan suatu musibah), maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan (dari Allah) dan barangsiapa
yang marah maka baginya kemarahan (Allah)".(HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik,
lihat Silsilah Ash-Shahiihah no.146)

Wallahu a'lam, Subhanaka laa 'ilma lana illa ma 'allamtana innaka antal 'alimul hakimaa. Janganlah engkau duduk berteman dengan orang yang bodoh, sombong dan jangan didekati orang yang bermuka
dua. (Aisyah r.a)
21.07 | 0 komentar

KEIMANAN

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 17 Oktober 2012 | 20.55

Apabila sesuatu hakikat iman itu difahami, ia umpama sejenis bahan
kimia yang menyerap masuk ke dalam tubuh badan dan mengubah seluruh
pemikiran, sifat dan tindakan seseorang manusia.
Ia laksana air, baja, cahaya matahari, karbon dioksida dan segala unsur
yang menyerap masuk ke dalam tanah subur lalu menumbuhkan pokok setelah
itu mengeluarkan bunga-bunga cantik dan harum, klorofil yang membebaskan
oksigen... segar.

Keimanan yang menyerap ke dalam hati manusia, akan terpancar melalui
segala tingkah laku, pertuturan dan sifatnya seharian. Itulah indahnya iman.
Iman mempunyai banyak peringkat. Setiap mukmin akan diuji Allah
sehingga martabat imannya meningkat satu persatu. Allah menguji bukan
karena benci, jauh sama sekali. Allah menguji karena cintaNya kepada hamba.
Hanya hamba itu tidak menyadari panggilan cinta Allah.
Sebagai manusia kita mempunyai ribuan fakulti, lataif, perasaan dan
bisikan... semua itu Allah bekalkan kepada kita supaya menyadari keberadaan DIA.

Kulit kita dapat merasakan desir angin bayu lembut yang menyapa kita
sehari-hari. Sentuhan lembut itu, rasa-rasakan lah lembutnya belaian kasih
sayang Allah kepada kita...
Sesekali telinga mendengar.... dengar-dengarkan panggilan DIA yang
senantiasa memanggil kita. Sahutlah panggilannya.
Hadapkan seluruh rasa...
Hadapkan seluruh bisikan...
Hadapkan seluruh anggota...
Hadapkan seluruh jiwa...
Hadapkan seluruh ingatan...
Hadapkan seluruh rahasia...
Hanya kepada DIA
DIA semata.
Laisa kamitslihi syai'...

Orang yang cemerlang bukanlah karena dia tidak pernah
mengalami kegagalan tetapi disebabkan dia dapat berdiri lebih
teguh selepas kegagalan.
20.55 | 1 komentar

HAKIKAT SABAR

Sabar merupakan pertarungan di antara kehendak agama dengan kehendak hawa. Bagi mukmin, dalam apa keadaan pun, dia akan berusaha memenangkan kehendak agama. Pertarungan di antara kehendak agama dan kehendak hawa dalam diri manusia terbagi kepada 3 keadaan.

Pertama: Kehendak hawa yang telah berjaya ditundukkan. Hawa tidak ada lagi kekuatan untuk berperang dengan agama. Mereka yang mempunyai hal seperti ini akan mampu bersabar dalam setiap keadaan. Mereka dinamakan al-Zafirin (Orang-orang yang berjaya). Golongan ini sedikit sekali, mereka inilah
orang-orang siddiqin dan muqarrabin yaitu mereka yang mengatakan "Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul.

Kedua: Kehendak hawa selalu mengalahkan kehendak agama. Kehendak agama telah tersungkur tidak mampu melawan, lalu menyerah kepada tentara-tentara syaitan. Manusia dalam hal seperti ini terlalu banyak. Mereka inilah al-Ghafilun (orang-orang yang lalai). Mereka ini telah dirompak oleh syahwat mereka sendiri.
Mereka ini disebut di dalam al-Qurâan sebagai "Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia (dan kesenangannya) dengan (meninggalkan perintah-perintah Allah yang membawa kebahagiaan dalam kehidupan) akhirat.

Ketiga: Senantiasa berlaku pertarungan sengit di antara dua tentara, tentara agama dan tentara hawa nafsu. Kadang-kadang kehendak agama yang menang, kadang-kadang pula hawa nafsu yang menang. Mereka ini dinamakan mujahidin. Kenapa sekejap kehendak agama yang menang, dan sekejap kalah? Karena, ahwal
golongan ini, yang bercampur-campur antara amalan baik dan jahat. Semoga Allah memberi keampunan kepada golongan ini. (Mungkin kita duduk di sini).

***
Sabar taat menjalani perintah-Nya. Sabar meninggalkan larangan dan maksiat. Sabar dengan musibah yang menjadi takdir Allah. Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istri dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): Salamun 'alaikum bima shabartum. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.(QS.13: 22-24)

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS Az-Zumar [39]:10).

Jangan kamu mengambil ilmu dari orang yang mengambil benda dunia di atas ilmunya. (Imam Ahmad)
09.57 | 0 komentar

SABAR DAN RIDHO

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 16 Oktober 2012 | 21.12

Hanya Allah sajalah yang tahu, bagaimana sukarnya untuk menulis ini. Tentang sabar dan ridha. Kesukaran untuk menulis itu karena sifat sabar dan ridha belum menjadi pada diri. Walaupun sudah membaca dan memahami berkali-kali beberapa risalah dan juga buku-buku lain, laa hawla wa la quwwata illa billah, masih tak mampu untuk menulis. Dengan sedaya upaya, coba menulis ini, semoga ada manfaat untuk diri dan sesiapa saja.

Di dalam al-Qur’an al-Karim, Allah menyebut tentang sabar lebih dari 70 tempat. Pelbagai kebaikan, kelebihan dan derajat disandarkan kepada sabar. Memang sangat beruntung Mukmin yang bersabar. Beberapa ayat dalam al-Qur’an terdapat dalam Surat al-Nahl:96, al-Zumar:10, al-Baqarah:249 dan ayat-ayat yang lain lagi.

Sabar merupakan satu bentuk ‘ibadah yang ganjarannya tidak terhitung, tidak dilimitkan pahalanya. Di sisi Allah, Mukmin yang sabar mempunyai kedudukan yang sangat istimewa. Sehingga telah dijanjikan, Allah bersama-sama mereka yang sabar, Innallaha ma’a al-sabirin. Apakah lagi yang kita maukan? Bukankah Allah segala-galanya?

Langit dan dunia serta segala isinya, sudah tidak penting lagi. Biarlah kita hilang segala-galanya, asalkan Allah mau bersama kita. Bukankah Allah menjamin Dia akan tetap bersama kita kalau kita bersabar? Marilah kita sambut jaminan Allah itu. Mungkin kita mempersoalkan bagaimana bentuk sabar? Bila dan dimana harus bersabar?

Sampai bila kita harus bersabar? Dengan membuka lembaran lembaran  Al-Qur’an terutamanya surah al-Anbiya’, dapat melihat kesabaran para Nabi. Memang merekalah contoh terbaik, untuk kita  enenangkan hati kita. Mungkin di saat kita merasa sempit dada, sedih, kecewa, putus asa dan sebagainya... marilah kita
putar ke belakang melihat orang yang telah berjaya hasil kesabaran mereka. Sungguh luar biasa. Sifat sabar dan ridha tidak akan terpisah dari benih terpenting yaitu iman. Dengan iman, akan mendorong kita kepada Tauhid yaitu mengesakan Allah semata-mata (Tauhid). Apabila kita mengesakan Allah semata-mata, kita akan meyakini RububiyyahNya. KeSultanan dan keRajaan Allah s.w.t. terhadap seluruh kainaat ini. Termasuk diri kita. Ya, diri kita ini, bukan milik kita, ia milik Allah ta’ala.

Kita sebagai manusia, hamba kepada Raja Yang Agung ini, sudah pasti akan tunduk dengan setiap perintah dan arahan Baginda Agung. Di sini akan lahirlah Ubudiyyah dari seorang hamba yang lemah kepada Dia yang berkuasa. Maka tersungkur sujudlah hamba lemah itu memohon dan berdoa...kepada Allah  semata-mata tidak pada yang lain.

Apabila seseorang itu memuji dirinya maka hilanglah cahayanya. (Imam Malik) Dari rasa sadar tentang Rububiyyah Allah ini lahirlah sifat tawakkal, setelah kita tahu dan yaqin hanya Dia yang memberi mudharat dan manfaat. Apa saja yang kita hadapi, ketakutan, resah gelisah dan sebagainya, akan kita serahkan
semata-mata kepada Dia. Kita akan hadapi penuh sabar dan ridha.

Sabar dan ridha sangatlah rapat hubungannya. Sabar mendahului ridha. Kita tidak bisa terburu-buru  memaksa diri berpakaian sabar dan ridha. Dua sifat ini akan menjadi pakaian kita apabila kita berusaha sedikit demi sedikit dan bermujahadah dalam hidup. Kita setiap hari belajar dari kesalahan dan kekurangan. Kita menuju kepada sesuatu yang lebih baik. Tujuan hidup manusia ialah ‘ubudiyah kepada Allah. Tunduk kepadaNya. Sehingga segala-galanya selaras, fisikal, mental, hati, roh, nafsu dan apa saja, tunduk pada kehendak Allah ta’ala. Jadi, sepanjang hidup kita ini adalah mujahadah menuju ke tingkatan manusia yang
lebih sempurna.

Allah ciptakan manusia tidak sebagaimana menciptakan hewan, beberapa hari atau beberapa bulan saja hewan sudah pandai berdikari. Hewan-hewan ini, dalam tempo tertentu yang sangat singkat sudah bisa
memahami tentang alam sekitarnya, cukup untuk ia hidup, mencari makan, menyelamatkan diri dari
musuh dan beranak pinak. Sedangkan manusia, 20 tahun belum tentu cukup untuk dia memahami asal usul kejadiannya, tujuan hidup, kesusahan dan kesulitan. Kenapa? Karena manusia telah Allah taklifkan sebagai
hamba dan khalifah. Pemikiran, keinginan, cita-cita, perasaan, perjuangan dan segala-galanya terlalu banyak yang ingin manusia fahami dan miliki.

Dan untuk mencapai kecemerlangan dunia dan akhirat banyak ujian yang perlu kita hadapi. Segala ujian dan masalah inilah yang menceriakan hidup kita. Warna-warni hidup ini menjadikan kita “hidup” tidak “mati”. Kalaulah hidup ini tanpa masalah, kesedihan, kesulitan, perpisahan, kesakitan, kehilangan tak ada makna lah hidup. Kehidupan dengan satu warna, tanpa ujian begini lebih dekat kepada “tiada” yaitu "mati". Di dalam hidup kita, kita tidak akan lepas dari dua keadaan. Satu, keadaan yang disenangi oleh diri dan nafsu kita. Keduanya, keadaan yang sebaliknya. Kedua-dua keadaan ini mesti kita hadapi dengan sabar dan ridha.

Keadaan pertama contohnya, kesehatan, keamanan, makanan yang lezat, pakaian yang cantik, rumah
yang luas, harta dan pangkat, suami dan isteri yang membahagiakan, anak-anak yang cerdik dan taat, kejayaan dalam pelajaran, kawan-kawan yang menggembirakan, pujian dan sanjungan serta pelbagai lagi yang disenangi oleh diri kita.

Keadaan kedua yang tak disenangi oleh nafsu dan diri pula seperti, kematian orang yang disayangi, perpisahan, musibah, kecurian, penghinaan, penipuan, peperangan, penyakit yang tiba-tiba datang menimpa, pengkhianatan kawan dan saudara, anak-anak yang menguji ibu bapak, kemiskinan, kelaparan dan sebagainya. Dua situasi ini datang pergi silih berganti, dan kedua-duanya perlu ditangani dengan sabar dan ridha.
21.12 | 0 komentar

Berjauhan....

Berjauhan bukanlah sebab utama untuk saling merindui. Akan tetapi, kedekatan hati, ingatan berterusan dan perasaan memerlukan, itulah yang menerbitkan kerinduan walau sebenarnya antara kita dan orang yang dirindui amat dekat, bertemu setiap saat. Sekiranya itu yang kita rasakan terhadap orang yang dikasihi, maka apatah lagi terhadap Allah SWT, Rabbul Izzati yang selayaknya kita serahkan kerinduan ini. "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya." (Qs. Qaaf : 16 ) Justru, muhasabahlah diri seandainya ketika dikelilingi tangisan orang lain usai sholat, berzikir dan membaca al Quran, diri hanya termangu-mangu melihat dan bermonolog sendiri, "Mengapa mereka sampai menangis? Sedang aku sedikitpun tidak merasa sedih?" Tatkala itu, menangislah karena tidak mampu menangis karena bimbang Allah SWT sudah 'menutup hati' dari merasakan kehangatan cinta, kasih dan rindu kepada-Nya. Menangislah, karena hakikatnya jiwa sedang menderita 'sakit'!
20.58 | 7 komentar

Cermin Hidup Seorang Abu Wada'ah

Written By Rudi Abu azka on Senin, 15 Oktober 2012 | 15.46

Sepenggal kisah tentang seorang tua ingin ku ceritakan kepada kalian agar kiranya dapat diambil sebagai cerminan dari hidup seorang Tabi'in yang diridloi Allah Ta'ala.

Mungkin kalian masih ingat tentang Abu Wada'ah, seorang duda bertampang biasa saja dan tiada memiliki apa-apa namun karena ketaqwaannya ia dipilih oleh Sa
'id bin Musayyab sebagai menantunya sedangkan lamaran Khalifah Abdul Malik bin Marwan ditolaknya.

Abu Wada'ah adalah seorang yang rutin mengikuti Kajian dan Halaqoh Sa'id bin Musayyab di zawiyah Nabawi.

Suatu hari ia menghilang dari halaqoh sehingga tuan guru Sa'id bin Musayyab merasa kehilangan salah satu muridnya tersebut. Setelah hadir dalam halaqoh sang guru langsung bertanya kepadanya :

"Kemana saja dirimu hai Abu Wada'ah..?" tanya guru.

"Wahai Tuan Guru, mohon maaf sebelumnya. Istri saya meninggal dunia maka saya sibuk mengurus keperluan pemakamannya." Jawab Abu Wada'ah.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, jika saja engkau memberi tahukan kepadaku, tentukah aku akan menghiburmu, menghadiri jenazahnya, dan membantu segala keperluanmu..!"

"Terima kasih atas perhatiannya tuan..!"

Ta'lim pun berjalan sebagaimana biasanya dan selepas itu, ketika Abu Wada'ah hendak bermohon izin. Tuan Syekh Sa'id bin Musayyab bertanya kembali padanya.

"Apakah engkau sudah berpikir untuk beristri lagi hai Abu Wada'ah..?"

"Rahimakallahu (semoga Allah merahmatimu) Ya Syaikh. Siapakah gerangan yang mau untuk menikahkan putrinya dengan diriku sedangkan aku adalah seorang pemuda yang terlahir dalam keadaan yatim dan tidak memiliki harta kecuali satu atau dua dirham saja..?" Abu Wada'ah balik bertanya.

'Aku wahai Abu Wada'ah, aku yang akan menikahkan putriku dengan dirimu..!"

Saat itu di Madinah tidak musim hujan, namun Abu Wada'ah merasakan adanya kilat yang menyambar...treeeleeep..!!

"Anda...? Tuan Syekh..?? Anda mau menikahkan putri anda dengan saya padahal anda lah tahu keadaan saya..??"

"Ya benar, bila ada seorang yang datang kepada kami dan kami SENANG akan AKHLAQ dan AGAMAya maka akan kami nikahkah, sedangkan dirimu termasuk orang yang kami SUKAI".

Lalu Tuan Sa'id bin Musayyab berpaling kepada orang yang dekat dengan mereka berdua, mereka dipanggil untuk berkumpul. Beliau pun kemudian bertahmid, bersholawat, bahkan langsung menikahkan putrinya dengan Abu Wada'ah dengan menjadikan 3 dirham yang dimilikinya sebagai mahar.

SUBHANALLAH...!!

Sejenak Abu Wada'ah terpaku tak tahu harus berkata apa karena heran bercampur gembira (pastinya banyak banget nyang ngiri tuh). Lalu ia bergegas pulang dan saat itu ia sedang bershaum namun lupa akan shaumnya hingga ia berkata dalam dirinya sendiri.

"Sungguh keterlaluan engkau ini hai Abu Wada'ah, apa yang telah kau perbuat atas dirimu. Kepada siapa engkau akan mencari pinjaman untuk memenuhi keperluanmu, kepada siapa engkau akan meminjam uang".

Rasa heran itu terus menggelayuti hingga sore hari, dan setelah melaksanakan sholat magrib dan menyantap roti, tiba-tiba pintu rumahnya ada yang mengetuk dan memberi salam.

'Siapa..?" tanya Abu Wada'ah.

"Sa'id.!" jawab orang dibalik pintu.

Wallahi, setiap kali disebut nama Sa'id tidak ada yang dikenal dalam benaknya kecuali sang Guru, dan benarlah setelah Abu Wada'ah membuka pintu didapati sosok Imam nya Syeikh Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu 'anhu dihadapannya.

Abu Wada'ah menduga bahwa Syeikh Sa'id bin Musayyab telah menyadari ketergesaannya dalam menikahkan putrinya dengan dirinya itu lalu datang untuk membicarakannya.

"Tuan, mengapa tidak memerintahkan seseorang untuk memanggilku..??"

"Tidak, engkaulah yang harus didatangi..!"

"Suatu penghargaan bagi saya tuan..?"

"Tidak, sebenarnya saya datang untuk masalah yang penting..!"

"Apa yang tuan Syeikh kehendaki..?"

"Sesungguhnya putriku sudah menjadi istrimu, maka aku tidak senang membiarkan dirimu berada di tempatmu sedangkan istrimu di tempat yang lain. Oleh karena itulah aku bawa dia sekarang kepadamu...!"

"Anda membawanya tuan..?"

"Benar..!"

Lalu Abu Wada'ah melihat istrinya berdiri di belakang Tuan Syeiikh Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu 'anhu.

"Masuklah ke rumah suamimu dengan Nama dan Berkah Allah Ta'ala putriku..!"

Sang Putri rada-rada gemeteran dan malu, tatkala hendak melangkah gaunya tersangkut hingga nyaris jatuh.

Abu Wada'ah masih terpaku sambil nyengir sedikit, dan setelah sadar segera diambil piring berisi roti dan minyak bekas makannya agar tak dilihat oleh istrinya.

Abu Wada'ah merasa sangat amat gembira hingga dia naik ke atas rumahnya untuk memanggil para tetangganya (mungkin jika zaman itu sudah ada toa masjid, ia umumkan panggilan itu.. :).

"Wahai Saudara-saudaraku, hari ini aku telah dinikahkah oleh Tuan Guru Syeikh Sa'id bin Musayyab, sekarang putrinya sudah ada di rumahku. ku minta kalian datang untuk menghiburnya..!"

Seorang wanita tua menyahut : "Sadarkah kamu hai Abu Wada'ah, Tuan guru telah menolak lamaran dari Khalifah Abdul Malik untuk anaknya, mana mungkin beliau mau menikahkan putrinya dengan dirimu..??"

"Benar ya Umma.. datanglah dan buktikan sendiri perkataanku".

Maka berdatanganlah para tetangga untuk membuktikan ocehan Abu Wada'ah, dan setelah mereka mengetahui dengan mata kepala sendiri, terdengarlah lantunan tasbih... tahmid... tahlil... dan takbir atas apa yang terjadi. Mereka pun segera membantu segala keperluan Abu Wada'ah dan istrinya.

Sungguh... setelah berinteraksi dengan Putri Seorang Tabi'in itu, tahulah Abu Wada'ah bahwa istrinya adalah wanita tercantik di Madinah, paling hafal Al-Qur'an, paling faham sunnah, paling mengerti akan haq dan kewajiban.

SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LA ILAHA ILLA ALLAH WALLAHU AKBAR.
15.46 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung