Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KEUPAYAAN SABAR

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 18 Oktober 2012 | 21.07

Allah sudah bekalkan cukup kepada kita. Semua manusia sebenarnya mampu menanggung apa jua yang datang dalam hidupnya tanpa keluh kesah. Seharusnya kita menumpukan hidup kita dengan apa yang berada di hadapan kita sekarang. Kita tidak patut masuk campur dalam urusan Allah. Mungkin kita terkenangkan segala kesulitan dan kesedihan yang lalu. Juga penderitaan yang bertahun-tahun sudah kita hadapi dan masih tidak hilang sampai sekarang.

Kita diingatkan supaya tidak mengenang lagi perkara lalu yang menyakitkan. Bukankan perkara itu sudah pun berlalu? Ia sudah lepas dan tidak lagi menyakitkan kita. Apa perlunya kita menjemput kembali dan merasakan kesakitan yang tidak ada? Kesakitan itu sudah pun habis...tetapi pahalanya kekal. Karena kita bersabar.

Pahalanya tersimpan kukuh di sisi Allah. Begitu juga yang akan datang. Buat apalah kita membayangkan ketakutan dan kesempitan yang belum terjadi. Apa yang akan jadi esok belum pasti, kenapa kita harus membebankan diri kita dengan perkara yang belum pasti. Bodohlah kita kalau kita bimbangkan sesuatu
kesakitan dan musibah yang dijangka sedang  menanti kita. Ia sebagaimana bodohnya orang yang makan dan minum sebanyak-banyaknya karena dibimbangi akan lapar dan haus di hari esok. Kebimbangan pada sesuatu yang belum terjadi adalah tidak berasas sama sekali.

Jadi, kita hadapi saja hari ini dengan penuh tawakkal. Karena keupayaan kita untuk bersabar telah cukup Allah bekalkan. Jangan kita bebani pemikiran dan jiwa kita dengan perkara yang telah lalu dan yang akan datang. Tumpukan segala kekuatan untuk menghadapi hari ini. Bertenanglah, karena hari-hari itu belum
tiba lagi. Janganlah kau menangis sebelum dipukul. Janganlah engkau takut tanpa sebarang sebab, janganlah engkau mengada-adakan  benda yang tidak wujud. Tapi fikirkanlah masa kini. Kesabaran yang engkau ada mampu bertahan untuk saat ini.

Segala kesulitan penyakit dan musibah, hakikatnya bukanlah musibah, tetapi ia adalah sentuhan rabbani. Sebagaimana kesyukuran menggandakan nikmat, begitulah juga keluhan. Ia hanya menambah musibah dan menafikan seseorang dari mendapat belas kasihan. "Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta'ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka (dengan suatu musibah), maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan (dari Allah) dan barangsiapa
yang marah maka baginya kemarahan (Allah)".(HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik,
lihat Silsilah Ash-Shahiihah no.146)

Wallahu a'lam, Subhanaka laa 'ilma lana illa ma 'allamtana innaka antal 'alimul hakimaa. Janganlah engkau duduk berteman dengan orang yang bodoh, sombong dan jangan didekati orang yang bermuka
dua. (Aisyah r.a)

0 komentar:

Posting Komentar