Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Casing Bagus

Written By Rudianto on Senin, 08 April 2019 | 16.55

°°•••📲CASING BAGUS📱•••°°

Casing bagus belum tentu menunjukkan dalamnya juga ikut bagus.

Casing Bagus

Ibaratnya seperti kita memilih hape. Casingnya kita lihat bagus, menarik, kinclong. Namun jeroannya (bagian dalamnya) belum tentu demikian. Bagian dalam handphone tersebut belum tentu sebaik casingnya.

Terus, kita dapat menilai hape tersebut baik bagaimana?

Yah tentu, tanya-tanya dong orang yang sudah pernah menggunakan hape tersebut. Pasti dia bisa memberi komentar.

“Ooh, hape ini baterainya gak kuat, gak bisa bertahan lama.”

“Hape ini, loadingnya lambat.”

“Hape tersebut, RAM-nya kecil.”

“Hape ini kameranya kurang bagus hasilnya.”

Orang yang pernah menggunakan hape semacam itu akan mudah sekali dalam memberikan penilaian.

Casing Manusia

Casing manusia juga demikian adanya.

Kita memang hanya bisa tahu seseorang dari tampilan luarnya atau lahiriyahnya. Untuk dalamnya, niat hatinya, kita tak tahu. Hatinya suka bermaksiat, kita tidak bisa tahu. Kegemarannya yang suka bermaksiat kala sendiri pun, kita tak tahu.

Terus bagaimana kita menilainya? Hal ini sangat dibutuhkan oleh seseorang yang ingin mencari pasangan hidup, mencari suami atau istri.

Bisa saja diketahui dari orang-orang yang pernah bersama dengannya.

Mereka akan bisa beri penilaian. Namun sulit bagi kita bertanya pada orang yang memproduksi, karena pasti orang yang akan dinilai selalu dapat penilaian positif dan sisi negatif selalu ditutup-tutupi.

Karenanya tanyalah pada teman karibnya. Tanyalah pada teman kosnya. Tanyalah pada teman kampusnya. Tanyalah pada seorang alim yang dekat dengannya. Mereka-mereka tadi akan lebih tahu isi casing tersebut.

Karena kadang kita temui …

Ada orang yang terlihat alim dilihat dari penampilan, tak tahunya punya hubungan gelap dengan perempuan.

Ada orang yang terlihat berjubah, tak tahunya berpemahaman sesat.

Ada orang yang lantunan bacaan qurannya bagus, tak tahunya kelakuannya sering tonton video yang tidak genah.

Ada orang yang terlihat biasa-biasa, eehh … malah dialah yang lebih mulia di sisi Allah.

Allah Nilai Hati

Yang jelas Allah menilai hati kita, bukan casing kita. Kita tak perlu pamerkan casing kita yang bagus, berusahalah terus memperbaiki hati kita.

🕋 Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman bin Shakr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ ». وَأَشَارَ بِأَصَابِعِهِ إِلَى صَدْرِهِ

“Sesungguhnya Allah tidaklah melihat pada tubuh kalian. Akan tetapi, Allah melihat pada hati kalian.” Beliau berisyarat menunjuk dadanya dengan jari-jemarinya. (📖HR. Muslim, no. 2564)

Cara Menilai Orang

Kala menilai orang …

Kita hukumi orang sebatas lahiriyah, tak bisa kita hukumi batinnya. Namun kadang kita bisa tahu jeleknya seseorang dari komentar orang yang pernah dekat dengannya atau ada bukti aktual yang membongkar kejelekannya sendiri.

Tak Perlu Berlebihan Menilai

Dari sini kita bisa ambil pelajaran, jangan berlebihan dalam menilai dan memuji casing yang bagus karena dalamnya kita tak tahu.

Al-Qurthubi memaparkan dalam Al-Mufhim limaa Asykala min Talkhish Kitab Muslim (6: 539), “Kalau hati itu yang memperbagus amalan lahiriyah dan amalan hati adalah suatu yang ghaib bagi kita, maka janganlah menebak-nebak hal batin seseorang dengan mudah karena cuma sekedar melihat dari casing luar dari ketaatan atau kesalahan yang dilakukan.

Siapa saja yang menjaga amalan baik secara lahiriyah, Allah-lah yang mengetahui bagaimana sifat jelek atau tercela yang ada dalam hatinya. Sebaliknya, siapa pun yang melihat seseorang berbuat jelek dan itu nampak, maka barangkali ada sifat baik dalam hatinya yang menyebabkan kesalahannya diampuni.

Karenanya amalan lahiriyah hanya jadi sangkaan kuat, namun tak menunjukkan secara tegas isi hati seseorang baik ataukah tidak.

Sehingga kita tidak boleh berlebihan dalam mengagungkan orang yang kita lihat secara lahiriyah nampak gemar beramal shalih. Begitu pula jangan sampai menganggap hina orang muslim yang secara lahiriyah dilihat jelek. Kita tetap mencela perbuatan jelek yang dilakukan, namun bukan mencela individunya untuk selamanya.

Perhatikanlah masalah ini perbedaannya sangatlah tipis.”

Ingat hati manusia itu bisa berbolak-balik. Bisa jadi saat ini ia sesat dan gemar maksiat, namun keesokan hari, ia berubah menjadi shalih. Bisa jadi pula malah sebaliknya. Hati manusia –ingatlah- di antara jari-jemari Ar-Rahman.

Hati Manusia di antara Jari-Jemari Ar-Rahman

🕋 Dari ‘Amr bin Al-‘Ash, ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ قُلُوبَ بَنِى آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ». ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ »

“Sesungguhnya seluruh manusia hatinya di antara jari-jemari Ar-Rahman, seperti satu hati. Sekehendak-Nya hati itu dibolak-balikkan.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengucapkan do’a, “Allahumma musharrifal qulub sharrif quluubanaa ‘ala tho’atik (artinya: Ya Allah, Yang Maha Membolak-Balikkan hati, tetapkanlah hati kami terus dalam ketaatan pada-Mu).” (📖HR. Muslim, no. 2654)

Semoga Allah terus meneguhkan hati kita dalam ketaatan pada-Nya.
🤲🏻 Allahumma musharrifal qulub sharrif quluubanaa ‘ala tho’atik
aamiin

Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal

16.55 | 0 komentar

Paham

Written By Rudianto on Sabtu, 06 April 2019 | 06.40

💎 *_Mutiara Kata_* 💎

Faham...
Kita memang tak sempurna.
Masing-masing sedang 'belajar'.
Belajar untuk sabar.
Belajar untuk ikhlas.
Belajar untuk istiqamah.
Belajar untuk taat.
Belajar untuk berprasangka baik.
Dalam proses untuk belajar itu, beragam ujian datang.
Bila kita sabar, datang pula 'jenis' manusia yang sengaja menguji kesabaran.
Bila kita mencoba ikhlas, manusia itu pula tak pernah menghargai.
Bila mau istiqamah, macam-macam bisikan datang untuk menghalangi diri dari terus berbuat kebajikan.

Tapi, walau apa pun ujian yang datang..teruskan dengan apa yang kita coba lakukan.
Siapa yang sedang bersabar,teruslah bersabar.
Siapa yang sedang mencoba ikhlas, teruslah berbuat kebaikan sekalipun tiada yang menghargai.

Siapa yang sedang istiqamah, teruslah melangkah.Jangan menoleh ke belakang lagi.
Terus maju.
Atur pikiran kita.
Karena Allah, aku sabar.
Karena Allah, aku ikhlas.
Karena Allah, aku istiqamah.
Karena ALLAH semata-mata.

🖥 Mutiara Kata "Berbagi Inspirasi Motivasi & Kebaikan"
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.40 | 0 komentar

Jangan Suka

💎 *_Mutiara Amal_* 💎
📆 Kamis, 7 Rajab 1440 H
             14 Maret 2019 M

_BISMILLAH...           
                                                         
_Usia kita ibarat es.._
_Digunakan atau tidak, ia akan tetap mencair.._

_Begitu juga dengan umur kita.._
_dimanafaatkan atau tidak.._
_umur kita akan tetap bertambah.._
_kesehatan kita akan tetap semakin melemah.._

_Apa yang harus selalu dilakukan adalah tersenyum dan berfikir positif.._

_Air yang mengalir tidak dapat menentang arus.._ *_begitu juga dengan hidup kita.._*

_Kita tidak mungkin dapat berbalik menjadi muda lagi.._
_kita akan menjadi tua sakit dan mati.._

_Jalanilah hidup ini dengan sabar dan santai.._

_Jangan suka mau menang sendiri.._

_Jangan suka menyakiti sesama kita.._

_Jangan suka mengeluh.._

_Jangan suka mencela.._

_Jangan suka berdusta.._

_Jangan suka khianat.._

_Jangan suka memfitnah.._

_Jangan suka mencuri atau mengambil hak orang lain.._

*_Hiduplah dengan ceria.._*
_Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan sahabat, teman dan saudara saudara kita dengan kedamaian.._

_Buang jauh jauh sifat ego kita.._
_bersahabatlah dengan apa adanya.._
_bukan karena ada apanya.._

_Nikmati semua gurau tawa.._

_Hargai semua perbedaan.._

_Mempercayai kualitas sahabat sahabat dan saudara kita.._

_Jaga perasaan masing masing.._
_tutupi aib mereka dan jangan sekali kali berburuk sangka dalam fikiran kita terhadap mereka.._

_Bantu ketika mereka terpuruk. .._

_Sediakan bahu ketika dia menangis.._

_Tepuk tangan ketika dia berhasil. .._

_Sebut namanya dalam doa kita.._

_Bukan iri dengki ketika mereka dipuji orang.._

_Bukan mencemoh saat tahu dia bersedih.._

_Bukan memfitnah ketika dia lebih maju.._

_Bukan tertawa saat dia menderita.._

_Bersahabatlah dengan hati yang baik dan tulus.._

_Ketika hati kita baik dan tulus, percayalah.._
_Allah juga akan selalu bersama kita.._

*_Ayo. .._*
*_terus dan jalin ukhuwah sehingga Allah memanggil kita pulang kehadratNya.._*

🖥 Wag Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.39 | 0 komentar

Pecah

💎 *_Mutiara Amal_* 💎

*PECAH*

Saya teringat sebait Syair yang indah....

Seindah sedamai pantai melambai gemalai
Begitulah hati merindu kasih yang padu
Bagaikan pepasir basah di simbah lautan
Begitulah perjuangan ini
Biar basah dengan iman dan ukhwah

Kita ingin segalanya indah
Sebersih pasir pantai memutih
Seindah dan secerah pewarna
Berseri ukhwah dipupuk kasih

Kita ingin segala terlerai
Dengki dan dendam kesumat musnah
Biar keihklasan berbicara
Di dada hati luas saujana

Wahai  hati
Kasih yang abadi padamu Illahi
Perjuangan ini moga diberkati......

Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.
Saat kita berkumpul dengan orang-orang sejalan, seperjuangan, bisa berbagi rasa dan kisah tentang jalan panjang yang tak mungkin ditempuh sendiri. Demi menjaga Islam, membela, dan memperjuangkannya.

Acapkali tanpa disadari muncul gelora dan pekik
kebanggaan pada "kelompok". Mengibarkan kain lusuh setinggi langit tentunya andai saja
mampu. Lantas lahirlah istilah “kami”
dan “mereka” dengan pengertian
khusus. Pada “kami” adalah golongan sang pengusung kebenaran dan “mereka” si salah
pembuat onar dan dusta. Masing masing hanyut pada wajah ego berlipstik "kebenaran".
Berkumpul, bergerak bersama bersenandungkan
perjuangan, namun tersilap untuk apa seluruh perjalanan besar ini dilakukan. Siapa yang
mengatakan dan tidak merasakan pecah dan
terbelahnya ukhuwah hari ini.

Terpecah oleh “kelompok”, terpecah oleh “kibaran kain lusuh” dan terpecah oleh berbagai “zat pewarna”. Salah salah bisa terseret dalam kemusrikan, lantaran “… bangga dengan apa yang ada pada golongan sendiri” Memecah-belah diin hingga tercerai berai. Disini. Di dalam diri ini.

Ada di hari-hari kita. Ada di kantor dan di tempat
kerja. Ada di antara satu sholat dengan sholat
lainnya. Hingga doa pun jadi hambar terasa. Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.

Mari berhati hati agar tidak terseret dalam
larangan yang telah Allah sebutkan dalam Al Quran.
“…dan janganlah kamu termasuk ke
dalam orang-orang musyrikiin,”
    “yaitu orang-orang yang memecah-belah diin mereka menjadi beberapa golongan.
Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa
yang ada pada golongan mereka.” (Q.S. Ar-Ruum [30] : 31 - 32)

Cubitlah tangan, tarik telinga atau tampar pipi
sendiri. Adakah kita tertidur, bermimpi atau mabuk hilang akal. Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.

Katakanlah: sesungguhnya sholatku,
ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk
Allah, Rabb semesta alam. (QS [6]:162).

🖥 Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.37 | 0 komentar

Siapa Anda

💎 *_Mutiara Kata _* 💎

_"Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan. Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong. Lidah anda yang menentukan siapa anda."_

🖥 Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.37 | 0 komentar

Wajib Sedekah

💎 *_Mutiara Amal_* 💎
         ☘🍁🌿

*Manusia memiliki 360 persendian, dan diwajibkan sedekah atas setiap sendinya dengan 360 kebaikan atau minimal 2 rakaat Shalat Dhuha setiap paginya.*

*Lalu, apa yang terjadi jika 360 sendi itu tidak dikeluarkan sedekahnya sementara terus digunakan setiap harinya? Wallahu a'lam.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.36 | 0 komentar

Orang yang menderita

💎 *_Mutiara Pagi_* 💎
         ☘🍁🌿

*Orang yang paling menderita adalah mereka yang ingin menjadi selain dirinya, membenci ketentuan yang telah ditakdirkan untuknya, tidak merasa puas dengan rezeki yang diterimanya, dan senantiasa merasa kekurangan di dalam hidupnya.*

*Kalau kamu merasakan hal itu, perbanyaklah membaca do'a, "Allahumma a'inni alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika." Teruslah berdo'a, memohon sambil menangis, sampai derita hati dan lelah jiwa yang kamu rasakan itu diangkat oleh ALLAH SWT.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.34 | 0 komentar

Paradigma Sehat

💎 *_Mutiara Malam_* 💎
         ☘🍁🌿

*Paradigma Sehat* _"Mencegah sakit lebih bijaksana daripada mengobati sakit"_

*Sehat:*
- Banyak bersyukur
- Jangan mudah marah,
- Jangan mudah tersinggung,
- Jangan mudah sakit hati,
- Jangan Egois
- Jangan mudah mengeluh

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.30 | 0 komentar

Semakin

💎 *_Mutiara Sore_* 💎
         ☘🍁🌿

*Semakin lama*
*Semakin tua*
*Semakin berharga*
*Semakin tinggi nilainya*
*Semakin kita sayang*
*Semakin kita takut kehilangannya*

*Itulah barang antik. Jangan bayangkan pasangan Anda.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.29 | 0 komentar

5 Jenis Kekayaan

💎 *_Mutiara Siang_* 💎
         ☘🍁🌿

*Kekayaan itu ada 5 jenis :*
*5. Kekayaan finansial (uang)*
*4. Kekayaan sosial (teman)*
*3. Kekayaan intelektual (ilmu)*
*2. Kekayaan fisikal (sehat)*
*1. Kekayaan spiritual (iman)*

*Perkuatlah kekayaanmu dari pondasinya (iman), karena kebahagiaan adalah ketika kelima kekayaan itu kuat dengan pondasi dan penopang yang kuat.*

📮Mutiara Kata
☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.29 | 0 komentar

Malulah Kalian Kepada Allah dengan Benar


*Malulah Kalian Kepada Allah dengan Benar !*

Dari Abdullah bin Mas’ud (semoga Allah meridhainya) beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اسْتَحْيُوا مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَقَّ الْحَيَاءِ

Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu,”

Mereka (para sahabat) berkata, “al-hamdulillah, kami malu, wahai Rasulullah.” Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الْاِسْتِحْيَاءُ مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَلْتَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَقَّ الْحَيَاءِ

“Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah hendaknya kamu menjaga kepala dan apa yang dipahaminya, menjaga perut dengan isinya, hendaknya kamu mengingat kematian dan hancurnya jasad sesudahnya, barangsiapa menginginkan akhirat, niscaya dia meninggalkan perhiasan dunia, barangsiapa melakukan hal itu, maka dia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya (HR. at-Timidzi, no.2458 dan Ahmad, no. 3662, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib, no. 3337)

🎙Begitulah seharusnya malu seorang hamba kepada Rabbnya, dan begitulah malu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kepada Rabbnya, bahkan rasa malu Beliau lebih besar dari itu, bagaimana tidak sementara Beliau adalah pemilik akhlak yang agung ?

📖 (Hisyam Muhammad Sa’id Barghisy, “A’zhamu Insan ‘Arofathu al-Basyariyah...”, hal. 46)

------------------
🖥 Mutiara Hadits
🤳 W.A Dakwah Al-Sofwa
📮Mutiara Kata - Abu Azka

06.28 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung