Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Dakwah Dengan Bijak

Written By Rudianto on Senin, 04 Desember 2017 | 22.25

Segala puja dan puji hanya milik Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan pengampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari segala kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada yang mampu menyesatkannya: dan barangsiapa disesatkan oleh-Nya, tidak ada yang mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah yang tiada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Firman Allah: 

”Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa; dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan memeluk islam.” (Ali Imran: 102)

”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri. dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (An Nisaa': 1) 

”Hai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Ahzab: 70-71) 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala  tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Nya yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya. Firman Allah: 

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya menyembah-Ku.” (Adz Dzaariyat: 56) 

Karena hukum-hukum ibadah tidak dapat dimengerti secara rinci dan jelas, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala  mengutus para rasul dan menurunkan kepada mereka kitab-kitab untuk menjelaskan kepada makhlukmakhluk-Nya tentang maksud dan tujuan penciptaannya; juga agar melaksanakan ibadah serta kewajiban-kewajiban lainnya dengan dalil dan tuntunan yang sempurna. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala  mengakhiri pengiriman para rasul dengan nabi dan rasul penutup, yang termulia, imam para nabi dan rasul, yakni Muhammad Shalallahu ’alaihi wasalam .. Beliau menyampaikan risalah, menunaikan amanah, membimbing, menasihati umat dengan penuh keikhlasan dan kejujuran, serta berjihad di jalan Allah dengan sepenuhpenuh jihad. Firman Allah: 

”Katakanlah, 'lnilah jalan (agamaku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah. dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik… (Yusuf: 108) 

Inilah jalan yang beliau tempuh dan sunnah yang beliau laksana-kan: mengajak ke jalan Allah dengan logika dan keyakinan yang disertai dalil, bukti, serta syar'i.

Dakwah Dengan Hikmah 

1. Al Qur' anul Karim telah menjelaskan metode, sistem, dan jalan berdakwah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala  Yang paling utama ialah metode hikmah (kebijakan) sebagaimana perintah Allah kepada Rasa), Nya: 

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik; dan bantahlah mereka dengan cara yang baik ....” (An Nahl: 125) 

Hikmah (bisa berarti) perkataan tegas dan benar yang dapat membedakan yang hak dan batil. 

2. Barangsiapa mengikuti sejarah Nabi Shalallahu ’alaihi wasalam ., ia akan mendapatkan kepastian tentang pelaksanaan segala urusan dengan hikmah, khususnya dalam berdakwah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Dengan kata lain, karena hikmahlah, manusia (pada zaman Rasul) berbondong-bondong memeluk Islam. Dari Anas r a. disebutkan, Abu Dzar r. a. mengatakan bahwa 

Nabi Shalallahu ’alaihi wasalam bersabda.

”Terjadi celah pada atap rumahku ketika aku di Mekah. Kemudian Jibril turun. lalu dadaku dibedahnya serta dicucinya dengan air zam-zam. Lalu dibawanya baskom dari emas berisi hikmah dan iman; dituangkannya ke dalam dadaku dan ditutupnya kembali. Lalu digandengnya tanganku dan aku dibawanya bermikraj.” (HR Bukhari dan Muslim) 

Peristiwa tersebut membuktikan bahwa hikmah adalah salah satu dari urusan asasi dalam metode dakwah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Dada Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasalam . diisi dengan iman dan hikmah yang diletakkan serta dicuci dalam baskom dari emas dengan air zamzam, yakni air paling suci di muka bumi. Semua itu terjadi di Mekah, yakni kota paling suci di dunia. ' Firman Allah: 

"Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendakl. Dan barangsiapa yang dianugerahi'al hikmah itu. ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (Al Baqarah: 269) 

“Kebijakan dakwah Rasulullah kemudian diikuti oleh para sahabat beliau, sehingga pada masa kekuasaan mereka (semoga Allah meridhai mereka) berkembanglah dengan pesat Dinul Islam serta masuklah umat manusia yang tidak terbilang jumlahnya ke dalam Islam dengan suka rela.

Begitulah keadaan umat Islam pada tiga abad pertama menempuh jalan ilmu dan iman sehingga Allah memenangkan mereka serta merendahkan kaum kafir dan musyrik. 

3. Ada sementara orang yang berpendapat bahwa hikmah hanyalah terbatas pada tutur kata yang lemah lembut, toleransi, ramah, dan penuh maaf serta sabar. Pendapat ini tentu saja keliru. Hikmah bisa berarti: 

a. bersikap lemah lembut, ramah, toleran, penuh maaf, dan sabar terhadap orang-orang cerdik pandai yang mau menerima hak dan kebenaran serta tidak menentangnya; 

b. bimbingan ajaran yang baik yang meliputi ajakan untuk mengikuti kebenaran dan peringatan terhadap kebatilan; 

c. perdebatan dengan cara yang baik, yakni dengan menggunakan akhlak yang tinggi, ramah, lemah lembut, menggunakan dalil aql dan naql, menolak kebatilan dengan jalan singkat, dan memberi uraian secara tepat. Berdebat di sini bukan bertujuan mencari kemenangan atau keunggulan pribadi, tetapi untuk mengutarakan yang hak dan memberi petunjuk terutama kepada orang orang yang menentang. 

d. penggunaan kekuatan dengan ucapan yang keras atau den pukulan dan hukuman, tindakan hukum yang dijatuhkan oleh para penguasa dan para penegak hukum atau berjihad dijalan Allah dengan kekuatan senjata dibawah pimpinan pasukan waliul amri (penguasa, pemerintah) dengan memperhatikan persyaratan yang ditunjuk oleh Al Qur'an dan As Sunnah. Hikmah dalam arti penggunaan kekuatan ini dijatuhkan kepada para pembangkang, pemberontak, penyimpang yang zhalim, yang melampaui batas, dan yang tetap dalam perbuatannya, tanpa mau insaf atau sadar atas segala kejahatannya. 

4. Hikmah (kebijakan) menjadikan seorang da'i (kepada Allah) melakukan keseimbangan. Ia tidak mengabaikan kepentingan dan kebahagiaan hidup di dunia pada saat manusia (penerima dakwah) membutuhkan kesungguhan dan kerja. Ia tidak mengajak umat Islam untuk menjadi rahib (tidak kawin seperti biarawan), sementara mereka membutuhkan kesiapsiagaan untuk membela aqidah dan tanah air. Ia juga tidak memulai dakwahnya dengan mengajak giat berdagang atau berusaha mencari rizki sementara mereka membutuhkan pemahaman tentang wudhu dan shalat. 

5. Hikmah menjadikan seorang da'i mengamati atau memahami situasi dan kondisi masyarakat penerima dakwah, baik dari segi akhlak, stabilitas, karakter, sarana yang mereka miliki, ataupun batas kemampuan berpikir mereka. Seorang da'i tidak membebani mereka dengan sesuatu (materi dakwah) yang sekiranya memberatkan mereka atau memaksa mereka dengan ketidaksiapan mental mereka. Dalam berdialog atau berkomunikasi dengan mereka, ia menggunakan metode atau cara-cara yang memikat yang sesuai dengan situasi dan kondisi mereka. Ia menyeru mereka dengan ilmu dan bukan dengan cara membodohkan mereka. Ia memulai dakwahnya dengan sesuatu yang dianggap paling penting kemudian yang kurang penting; ia mengajar kaum awam dengan ucapan dan ungkapan yang dapat dipahami mereka, sesuai dengan daya intelektualitas mereka. 

Hikmah menjadikan seorang da'i melihat dengan pandangan islami dan imani. Itulah jalan satu-satunya menuju sukses. jelasnya, segala ucapan, perbuatan, perencanaan, dan pemikiran seorang da'i senantiasa bersumber dari hikmah. Sasaran dan timing dakwahnya selalu tepat. tidak berlebihan atau kekurangan. Seorang da'i bijak selalu gigih mencari manfaat dan kemaslahatan serta senantiasa menempuh jarak terdekat untuk mencapai tujuan. 

Demikianlah, pengkajian hikmah dalam berdakwah -terlebih pengkajian yang jelas, mudah, dan tuntas -merupakan sesuatu yang Penting dan dibutuhkan para da'i. Keberadaannya dapat dimanfaat kan sebagai sarana untuk mempermudah atau memperlancar proses dakwah dalam upaya menjelaskan pengertian Islam kepada umat manusia. 

Semua itu tentu saja membutuhkan pendalaman mengenai pemahaman situasi dan kondisi masyarakat, baik segi aqidah, kejiwaan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, atau hal-hal lain yang dapat dianggap kendala dalam berdakwah. 

Pokok pembahasan seperti itu belum pernah disentuh oleh para peneliti atau dikaji secara khusus, luas, dan menyeluruh yang mencakup seluruh aspek (mengenai dakwah). 

Bertolak dari semua itu dan atas dorongan hasrat saya untuk melayani kebutuhan umat, saya mencoba menyusun risalah ini. Setelah memohon pertolongan Allah, melalui shalat istikharah, serta musyawarah (dengan teman-,teman) saya memutuskan untuk meme buat judul risalah ini dengan Al Hikmah Fii Dakwah Ilallah (dalam edisi Indonesia menjadi "Dakwah Islam Dakwah Bijak"). Saya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala  semoga mengilhami saya dengan petunjuk-Nya, melindungi saya dari kejahatan nafsu saya, dan memberikan taufik serta petunjuk kebenaran untuk saya dan seluruh umat Islam. 

22.25 | 0 komentar

KISAH SEORANG TUKANG KAYU

Written By Rudianto on Rabu, 19 April 2017 | 14.15

"Aku bergantung pada prasangk hamba-Ku dan Aku bersamanya jika mengingat Aku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, Aku pun mengingatnya dalam hati-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam suatu majelis, Aku pun mengingatnya dalam suatu majelis yang lebih baik dari mereka. Dan jika ia mendekati-Ku sejengka, Aku akan medekatinya sehasta. Dan jika ia mendekati-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia mendekati-ku dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari" (HR. BUKHARI, MUSLIM, dan AHMAD).

Seorang raja akan menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang tukang kayu dengan kesalahan yang tidak jelas. Berita tentang keputusan itu bocor kepada si tukang kayu sebelum pengumuman resmi keluar. Akibatnya, malam itu si tukang kayu tidak bisa memejamkan mata untuk tidur. Istrinya menasehati,"Tidurlah di malam ini seperti malam - malam sebelumnya. Tuhan hanya satu, sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat banyak." kalimat yang menentramkan itu tepat masuk kedalam hatinya hingga ia bisa menenagkan diri dan akhirnya bisa tidur pulas.

Ia baru terbangun di pagi hari ketika pintu rumahnya diketuk oleh beberapa orang prajurit. Wajahnya langsung pucat. Ia melihat kepada istrinya dengan pandangan putus asa, menyesal, dan sedih karena telah memercayai kata - kata istrinya semalam. Ia membuka pintu dengan kedua tangan menggigil. Ia arahkan tangannya ke arah pengawal supaya diikat. Para pengawal yang datang tersebut berkata kepadanya penuh keheranan, "Raja sudah wafat kami memintamu untuk membuat sebuah peti mati untuk baginda." Seketika itu juga wajah si tukang kayu berubah ceria. Kemudian ia melemparkan pandangan tanda mohon maaf ke arah istrinya. Istrinya tersenyum.

Begitulah seorang hamba berpikir sampai letih tentang masalahnya tanpa ingat Allah, padahal Allah yang memiliki semua rencana dan aturan.Siapa yang merasa hebat kerana jabatan, hendaklah ia mengingat Firaun. Siapa yang hebat karena harta hendaklah ia mengingat Qorun. Siapa yang merasa hebat karena keturunan, hendaknay ia mengingat tentang Abu Lahab.

Kehebatan, kekuasaan, dan kemuliaan hanya milik Allah. Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia cabut kepada siapa yang Dia kehendaki. Jangan hukum ,kondisimu dengan hari ini bila hari ini belum sesuai harapan. Allah Mahakuasa mengubahnya dalam sekejab. Tugas kita hanya berusaha, terus berdoa, dan yakin pertolongan Allah akan datang. Yakin.....usaha....

HIKMAH
1. Balasan kebahagian bagi orang-orang yang senantiasa menjadikan Allah Ta'ala tempat bergantung dan bersandar dari berbagai persoalan hidupnya.
2. Kehebatan dan kekuasaan dalam kehidupan ini hanya milik Allah.
3. Manusia berkewajiaban berusaha, berdoa dan yakin atas pertolongan Allah Ta'ala.
📚 MENGISI HATI DI LORONG KEHIDUPAN "IBNU BASYAR"
Unknown Source

📮 Rudi Abu Azka
14.15 | 0 komentar

Ibu oh Ibu....

Written By Rudianto on Selasa, 17 April 2012 | 15.14


Tubuh manusia hanya dapat menahan rasa sakit hingga 45 del (unit) rasa sakit. Namun pada saat melahirkan, seorang ibu merasakan hingga 57 del (unit) rasa sakit. Ini setara dengan mengalami 20 patah tulang dalam satu waktu. Dapatkah Engkau bayangkan sekarang, penderitaan dan rasa cinta para Ibu? Kasih Sayang Seorang Ibu? Wallaahi, pengorbanan kita, sama sekali belum dapat membayar desak napas beliau ketika melahirkan.. Ketika mengalami kesulitan, hati tak bersinar, suram.. Datangilah orangtua, minta lah do`a beliau. Sebab, do`a seorang ibu adalah do`a yang dikabulkan.

Ibu.... Tak akan pernah mendo`akan kejelekan kepada anaknya,. Walau bagaimana pun marahnya, namun hatinya amat lembut, bagai air di tengah gurun, Sungguh, aku tak dapat berkata apa2 lagi. Seorang Ulama besar, kala itu beliau tengah memberi kajian di Majlis `Ilmu, kemudian Ibu beliau memanggil untuk pulang memberi makan hewan ternak, beliau tutupKitab, dan berlanjut pulang. Setelah selesai, beliau balik lagi ke Majlis `Ilmu, dan Jama`ah masih diisana menunggu beliau. Begitu juga Do`a Ibu Imam Bukhari, ketika beliau waktu kecil mengalami kebutaan.

Beliau menagis berdo`a pada Allah, dan dalam mimpi beliau bertemu dengan Abu Bakar, dan Abu Bakar berkata bahwamam Bukhari akan disembuhkan. Ternyata memang benar, Imam Bukhari sembuh. Subhaanallaah, Imam Bukhari hanya dibesarkan dan dididik dengan tangan seorang Ibu. Ada sebuah kisah dari Salaf. Iyas bin Muawiyyah radhiyallaahu `anhu, Ibu beliau meninggal. Dan beliau menangis. Kemudian ada yg bertanya kepada beliau, "Kenapa engkau menangisi kematian Ibumu..?", beliau menjawab, "Aku tak menangisi kematian beliau, yg aku tagiskan adalah, 1 pintu pembuka surga ku tertutup..." Begitu juga, kisah Zainul Abidin. Beliau adalah orang yg paling berbakti pada Ibunya. Sso bertanya pada beliau, "Aku tak pernah melihatmu makan bersama orangtuamu, kenapa begitu..?", beliau menjawab, "Aku takut, mengambil makanan yang orangtua ku juga menginginkan itu..." Selanjutnya, silahkan buka Kitab Syi`ar A`lamu An Nubala`, karya Imam Adz Dzahabi rahimahullaah, salah satu murid kesayangan Syaikh Ibnu Taimiyyah rahimahullaah.

Subhaanallaah Kalau lah disediakan halaman untuk menukil bakti para Salaf kepada orangtua beliau, baik itu orangtua yg masih belum mendapat hidayah, masih kafir, atau yg sudah shalih, sungguh aku tak dapat menuliskannya, karena salaf adalah orang2 yg terkenal paling taat pada orangtua beliau. Saudari, jika sekiranya kalian berada dekat dengan orangtua, apakah serumah, berdekatan rumah, sedesa, dst, manfaatkanlah dan maksimalkanlah untuk berbakti dan berbuat baik pada mereka, apalagi kalau beliau sudah tua renta, udzur. Tidakkah kalian merasakan ketika berada jauh dengan mereka, kalian akan merasa rindu sekali. Jika, yang dahulu pernah durhaka pada mereka, dan belum sempat meminta maaf, sedangkan mereka sudah meninggal, satu-satu nya cara adalah taubatlah pada Allaah dan perbanyaklah beramal shalih. Ingatlah, jika sudah tiada, baru terasa... Bagaimana perlakuan kita thd orangtua, begitu pula lah perlakuan anak kita pada kita.

Renungkanlah... Jangan lupa mendo`akan beliau, baik itu orangtua yg masih ada ataupun yg sudah meninggal (inilah dedikasi anak shalih yg terus mengalir pahala amalan anaknya pada orangtua, krn itu adalah jerih payah orangtua) Sambung silaturrahmi dengan teman2 atau kerabat orangtua.... Baarakallaahu fiik Nasihat buat saya khususnya, dan saudari semua,. Semoga manfaat,
15.14 | 0 komentar

Belajar Mendengarkan (Learn to Listen)

Written By Rudianto on Selasa, 05 April 2011 | 16.22

Suara dering tengah malam pasti mengagetkan setiap ibu,. Kita semua tahu bagaimana rasanya menerima telpon tengah malam. Demikian pula halnya dengan dering telpon malam itu. Aku tersentak dan segera menyambar gagangnya sambil memandang tajam kea rah angka-angka jamku. Tengah malam. Perasaan panic menyelimuti pikiranku yang masih setengah tidur.
“Halo?” kataku dengan hati berdebar-debar. Aku mencengkeram gagang telpon lebih kencang sambil melihat suamiku yang sekarang menghadap kea rah tempat tidurku.
“Mama?”
Terdengar bisikan dari seberang. Aku hamper tidak dapat mendengar suara itu di anatar berisik koneksi telepon yang kotor. Namun, pikiranku segera melayang ke anak perempuanku. Setelah tangisan putus asa dari seorang gadis remaja terdengar jelas, aku segera meraih tubuh suamiku dan menekan pergelangan tangannya.
“Mama, aku tahu sekarang sudah larut malam. Tapi tolong jangan. .. jangan kau potong sebelum aku selesai bicara. Dan sebelum kau bertanya, sebenarnya aku katakana: benar, aku memang minum. Aku hamper saja melarikan beberapa mil dari sini.”
Aku menarik nafas pendek dan tajam, melepaskan tangan suamiku dan menekankan telapak tanganku ke dahi. Aku masih dalam keadaan setengah tidur, dan berusaha mengatasi kepanikanku.
Ada sesuatu yang tidak beres.
“Aku takut sekali. Yang dapat kupikirkan sekarang hanyalah apakah aku akan bersedih jika seorang polisi memberimu kabar bahwa aku telah mati. Aku ingin pulang kerumah. Aku sadar bahwa aku melarikan diri dari rumah adalah perbuatan yang keliru. Aku tahu, kau selama ini mengkhawatirkan keadaanku. Seharusnya aku meneleponmu beberapa hari yang lalu, tapi aku takut. ..takut..”
Suara isak tangis yang keluar dari perasaan yang paling dalam mengalir keluar lewat gagang telpon membanjiri hariku. Wajah anak perempuanku segera terbayang di mata. Pikiranku yang tadi berkabut sekarang mulai terang, aku lalu berkata, “aku berfikir…”
“Jangan! Tolong jangan berkata dulu! Tolong biarkan aku bicara sampai selesai!” katanya memohon; tidak dengan ungkapan kemarahan, tapi dengan keputusasaan. Aku berhenti berbicara sambil memikitkan apa yang harus aku katakana. Sebelum aku dapat berkata-kata, ia melanjutkan, “Mama, aku hamil. Aku tahu, aku tak seharusnya minum ssekarang, khususnya sekarang ini, tapi aku takut, mama. Aku sangat takut!”
Suaranya terputus lagi, dan aku menggigit lidahku, merasakan mataku berkaca-kaca. Aku mendongak melihat suamiku duduk tenang menggerakkan mulutnya tanpa suara, “Siapa yang telepon?”
Aku menggelengkan kepala. Karena tidak mendapatkan jawaban, ia segera bangkit meninggalkan kamar, beberapa detik kemudian kembali membawa telpon jinjing dan merapatkannya ke telinganya dia mungkin mendengar suara klik, karena kemudian bertanya, “Apakah kau masih di situ? Tolong jangan kau tutup teleponnya. Aku membutuhkanmu. Aku merasa kesepian.”
Aku menggenggam telpon dan menatap dan menatap suamiku mengharap petunjuknya.
“Aku di sini, aku tidak akan menutup telepon.” Kataku.
“Seharusnya sudah ku katakana kepadamu. Namun, setiap kali kita bicara ka uterus mengatakan apa-apa yang harus ku lakukan. Kau membaca semua brosur tentang bagaimana berbicara tentang sex dan lain-lain, tapi yang kau bicarakan hanya bicara saja. Kau tidak pernah mendengarku. Kau tak pernah membiarkanku bicara tentang apa-apa yang kurasakan. Seakan-akan perasaan ku tidak penting. Karena kau ibuku, maka kau lalu mengira bahwa kau mempunyai semua jawaban. Aku butuh seseorang yang mau mendengarkan.”
Aku menelan ludah dan menatap brosur. “bagaimana bebrbicara dengan anakmu” yang tergeletak di rak.
“Aku sekarang mendengarkan,” kataku berbisik.
“Kau tahu, di sebelah sana, di jalanan, setelah aku dapat menegndalikan mobilku, aku memikirkan bayi yang ku kandung dan perawatannya. Kemudian kulihat telepon ini seakan-akan aku mendengarmu menceramahiku tetntang seseorang yang seharusnya tidak minum minuman keras ketika mengendarai, lalu aku memanggil taksi. Aku ingin pulang kerumah.”
“Bagus sayang,” kataku sambil merasakan bahwa dadaku menjadi lapang. Suamiku mendekat, duduk disebelahku menautkan jarinya ke jariku.
“Tapi, ku pikir aku sekarang dapat mengendarainya.”
“Jangan!” sergahku.
Ototku menegang, kukencangkan cengkeramanku di tangan suamiku. “Tolong tunggu sampai taksimu dating! Jangan kau taruh teleponmu sampai taksi itu dtang!”
“Aku hanya ingin pulang ke rumaha , mama.”
“AKu tahu. Tapi lakukanlah itu demi mamamu. Tolong tunggu sampai taksi itu dating!”
Suasana hening. Aku tidak mendengar jawabannya. Aku menggigiti lidahku dan menutup mataku. Bagaimanapun juga aku harus mencegahnya mengendarai mobil.
“Taksi sudah dating,” katanya.
Setelah mendengar suara dari kejauhan berbicara tentang urusan taksi, perasaan tegangku mulai berkurang.
“Aku sekarang pulang, Mama”
Terdengar suara klik, telepon pun menjadi hening.
Bangkit dari tempat tidur, mataku berkaca-kaca. Aku berjalan menyusuri lorong rumah menuju kamar gadisku yang berusia 16 tahun. Suamiku menyusul dari belakang, melingkarkan tangannya ke tubuhku dan meletakkan dagunya di kepalaku.
Aku menghapus air mata di pipiku. “Kita harus belajar mendengarkan,” kataku kepada suamiku.
Ia engamatiku beberapa detik kemudian bertanya, “Apakah dia bakal tahu, bahwa ia telah memutar nomor yang salah?”
Aku melihat anakku yang sedang tidur lalu berkata kepadanya, “Mungkin dia tidak salah menelepon.”
“Mama, Papa, apa yang sedang kalian lakukan?” kata suara dari balik selimut. Aku berjalan menghampiri anak gadisku satu-satunya yang sekarang sudah duduk sambil membuka lebar-lebar matanya di kegelapan.
“Kami sedang latihan,” kataku
“Latihan apa?” gumamnya sambil berbaring lagi tapi matanya sudah terpejam.
“Mendengarkan,” kataku berbisik sambil mengusap pipinya.
16.22 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung