Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Software Belajar Al Qur’an : Zekr Qur'an Dengan 4 Qari Pilihan

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 27 Juli 2010 | 08.22


Zekr Qur'an adalah software belajar Al Qur’an yang sangat bagus baik dari sisi tampilan maupun dari sisi fasilitas yang diberikan. Zekr Qur'an Portable dalam DVD ini adalah versi update dari 0.7.1 rencananya akan dikeluarkan versi utamanya yaitu Zekr 1.0 sebelum Ramadhan 1431 H tiba. Sebelum versi utamanya tiba, mari kita simak dulu kelebihan dari software Zekr Qur'an ini:

1. Tersedia tilawah Al Quran Lebih dari 10 Imam seperti As Sudais, Al Ghamidy, As Satiri, Al Ajmy, AL Hudzaifi, dll yang bisa didengarkan secara Online (harus terhubung ke internet)

2. Tersedia Bacaan Al Quran empat imam; Misyari Rasyid Al Afasy, Al Ghamidy, Al Muaiqly, dan Al Hudzaifi serta Al Mishnawi yang bisa didownload dan dapat didengarkan dengan software zekr tanpa harus terhubung ke internet. Dalam DVD ini hanya kami masukan 4 Qari kecuali Al Muaqly.

3. Tersedia terjemah Al Quran untuk berbagai bahasa termasuk Indonesia, Inggris, dll. Zekr juga menyediakan terjemahan dalam bentuk tafsir Al Quran dalam bahasa arab yang diambil dari kitab tafsir Al Jalalain dan tafsir Al Muyassar.

4. Zekr memungkinkan kita membaca Ayat Al Quran serta terjemahnya sambil mendengarkan tilawah Al Quran dari Qari yang kita pilih di saat yang bersamaan.

5. Bisa dijalankan di Windows, Linux, dan Macintosh

6. Tersedia fitur pencarian kata dalam Al Quran.

PUNYA BANDWITH YANG KECIL? SILAHKAN PESAN DVD ZEKR QUR'AN INI KE KAMI. INFAQ HANYA RP. 40.000,- DENGAN KUALITAS DVD PABRIKASI
08.22 | 0 komentar

BAHAYA LIDAH

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 23 Juli 2010 | 07.53


Tidaklah ilmu pengetahuan itu diberikan kecuali melalui lidah. Lidah manusia akan menterjemahkan apa yang dikandung di dalam hati dan akal. Dan disingkapkannya dari hati manusia itu tirainya yang dilepaskannya lalu manusia itu melepaskan lidahnya dengan kebenaran dan menegaskan dengan kesyukuran dari apa yang diutamakan dan dianugerahkan oleh Allah SWT dari ilmu pengetahuan yang diperoleh dari tutur kata Nabi serta para orang-orang yang dimuliakan Allah.

Yang dibicarakan kali ini adalah bahaya lidah. Sesungguhnya lidah itu termasuk diantara nikmat Allah yang paling besar. Diantaranya dijadikan oleh Allah yang halus dan ganjil. Lidah yang paling terkecil ini memiliki sesuatu kemuliaan yang besar tetapi kalau berbuat dosa, dosa yang paling besar, dosa yang dilakukan oleh lidah. Lidah ini paling berat bahkan lidah ini bisa paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Kecil bentuknya, besar ketaatannya dan dosanya. Khufur bisa iman dan terang atau tidak, itu tergantung lidah. Khufur iman itu adalah ketaatan dan kemaksiatan yang penghabisan. Semua itu dapat dicapai dengan lidah tiada satupun melainkan ilmu itu menerima untuk lidah.

Contoh kemuliaan dari panca indra kita ini, misalnya mata, mata ini walaupun diluarnya kecil tetapi di dalamnya besar sekali dan lebih besar dari lidah. Mata itu hanya bisa melihat kepada warna dan bentuk, tidak bisa lebih. Bahkan dia mau berbuat maksiat yang banyak pun tidak bisa. Kemudian telinga, dia hanya bisa sampai suara, nada dsb, mau lebih jauh maksiat, tidak bisa demikian juga yang lain, tangan hanya bisa memegang dan meraba tetapi lidah medannya sangat luas sekali. Tidak ada yang mempunyai tempat tertolak. Lidah itu kalau dipakai maksiat bahkan tidak bisa berhenti, terus dan lupa waktu. Tidak ada yang mempunyai jalan yang berkesudahan dan batas dan mempunyai ekor yang panjang sekali, seperti misalnya kita bicara dengan seseorang yang menyakitkan hatinya, kita lupa tetapi ekornya, mungkin sampai orang tersebut meninggalpun tidak akan lupa. Bahkan ekornya panjang, maksudnya apa? Bisa saja yang kita sakiti itu jadi banyak, seperti suaminya, anaknya, keluarganya, ini bisa panjang.
Barang siapa melepaskan gerakan lidah, menyia-nyiakan, terlepas ucapan, misalnya setan dengan dia dengan keadaan yang lapang sebab lidah itu adalah alat yang diikuti oleh setan di dalam tubuh. Paling mudah lidah kita ini dikendalikan oleh setan kecuali kita bisa menjaganya. Manusia itu tidak jatuh ke dalam api neraka atas hidungnya melainkan oleh lidahnya dan tidak terlepas kejahatan lidah selain orang yang mengikat lidahnya dengan tali-tali agama. Jadi lidah itu kalau tidak dikendalikan dengan tali agama, sulit. Walaupun lidah itu sudah diberi ikatan yang paling kuat. Apa ikatan lidah? Gigi, lidah itu dijaga dengan gigi, gigi itu bisa menarik pesawat, bisa menarik kereta api saking kuatnya kemudian dijaga lagi oleh bibir. Inilah salah satu dari panca indra yang paling kuat/paling banyak penjagaannya tetapi paling lemah apabila diganggu bahkan dia dalam kekuatan penjagaan yang ketat itu sering loncat keluar tanpa ditanya. Inilah bahayanya lidah.

Lidah itu, perkakas setan yang terbesar untuk menipu manusia. Anggota badan yang paling banyak durhaka kepada manusia, itu adalah lidah dan tidak akan terlepas dari kejahatan lidah selain orang yang mengikat lidahnya ini dengan agama. Maksudnya apa? Lidah ini harus dikendalikan dengan agama. Oleh karena itu di dalam Al Qur’an yang paling banyak ancaman-ancaman lidah, yang paling banyak mengancam manusia adalah lidahnya. Kelebihan daripada lidah itu apa? Kalau kita banyak diam. Semakin diam, semakin kita selamat disamping kita mengikat dengan agama, kunci untuk mengendalikannya yaitu dengan diam. Oleh karena itu dikatakan diam itu emas. Demikian juga kadang-kadang manusia itu bisa juga bahaya dengan lidah yaitu apa? Membantah. Bahkan prosesi haji yang paling mulia itu bisa gugur hanya dengan berbantah-bantahan. Ini bahaya lidah.

Kemudian permusuhan, apabila setiap manusia itu tidak bicara, di muka bumi maka tidak ada perang. Perang itu dimulai dari lidah, inilah bahaya-bahaya bahkan banyak adat kebiasaan orang yang membuat pandai berbicara, berpidato. Semakin kita banyak bicara semakin banyak celaka. Lidah ini bisa saja mencaci maki tidak dengan langsung. Contohnya dengan pantun, kadang-kadang orang-orang diberi pantun tapi diserempetin, nyindir, diberilah suatu kata-kata yang membuat tidak langsung. Demikian juga nyanyian, nyanyian inipun bisa mencelakakan manusia atau menyindir manusia dengan lidahnya kemudian senda gurau, bercanda dan selalu orang yang bercanda itu ada yang tersinggung dan ada yang terkena kemudian kata-kata yang menghina, mengejek dan sebagainya, terkadang bohong, sumpah dan sebagainya.
Lidah itu adalah bahaya manusia yang paling besar, siapa yang selamat lidahnya, surga tempatnya. Rosulullah SAW mengatakan ”manshoma’at majjah” barang siapa yang diam, niscaya dia terlepas dari bahaya. Rosulullah mengatakan lagi ”Assomtu hukmu wa golilun faa ilan”, diam itu suatu hukum, sedikitlah yang bisa melaksanakan. Maksudnya apa? Orang puasa itu ada yang sampai setahun penuh, berturut-turut tetapi coba lihat, tidak ada orang yang puasa tidak bicara, sehari saja sulit, ini adalah penyebabnya.
Kemudian orang itu bertanya:
”ya Rosulullah bagaimana orang itu selamat, tolong berikan saya pedoman satu saja”
”beriman”
”setelah itu apa?”
”menjaga lidah”, tahanlah lidahmu, kata Rosulullah.
Manusia itu, kalau dia menjalankan 3 hal (kata Rosulullah) maka dia selamat.

Rosulullah bersabda: ”barang siapa menjaga dari kejahatan ghob-ghopnya, zhab-zhabnya, dan lak-laknya niscaya dia terjaga dari seluruh kejahatan dunia”.

Manusia itu terjaga dari tiga:
1. Ghop-ghop itu perut
2. Zhab-zhab itu kemaluan
3. Lak-lak itu lidah.

Diantara 3 itu yang paling berat justru lidah, lidah ini paling bahaya. Bahkan seorang yang membicarakan orang lain maka hukuman lidah itu lebih berat dari 30 kali zina. Ini hati-hati dengan lidah. Bayangkan, hal ini lebih berat dari 30 kali zina, lidah ini bahayanya sangat berat sekali. Oleh karena itu penjagaan lidah ini perlu dengan ilmu menjaga lidah.
Apa yang dimaksud dengan ilmu menjaga lidah ini? Rosulullah mengatakan: ”siapa yang bisa menjaga lidah ini, dia terhindar dari seluruh kejahatan”. Rosulullah ketika ditanya, menceritakan tentang 3 hal, dosa yang paling terbesar di muka bumi, apa itu dosa yang paling terbesar di muka bumi?
1. Syirik
2. Durhaka dengan orang tua
3. Lidah (Rosulullah menjelaskannya sambil berdiri dan menunjuk lidahnya).

Kalau kita syirik, yang celaka antara kita dengan Allah, tidak ada yang tersangkut. Durhaka sama orang tua, antara kita dengan Allah. Tetapi bahaya lidah, banyak yang terkena, maksudnya misalnya kita menuduh seseorang korupsi, yang akan kena adalah istrinya, anaknya, saudaranya padahal belum tentu dia berbuat itu. Bahkan lidah itu lebih berat daripada pedang. Kalau pedang terkena di badan, keluar darah, diobati, bekasnya akan hilang tetapi kalau lidah itu akan sulit sekali. Oleh karena itu penjagaan lidah ini sangat sulit sehingga dosanya termasuk dosa yang berat.

Dikatakan lidah ini hukumannya beda dengan hukuman yang lain. Contohnya kita memukul seseorang, itu nanti hukumannya dibalas di akhirat oleh Allah tetapi khusus lidah, di dunia dibalas, dan di akhirat.

”Apabila seorang mencela temannya seorang muslim, maka dia tidak akan mati sebelum dia tercela dahulu”. Jadi jangan sampai kita mencela, begitu kita mencela seseorang, teman kita ternyata kita bakal melakukannya juga. Yang paling sedih tuduhan itu apa? Kita menuduh orang kafir tetapi ternyata tidak kafir maka yang kafir adalah kita, ini bahaya sekali. Kita menuduh seseorang korupsi ternyata dia tidak, maka berlaku korupsi kita sendiri sebelum kita mati. Oleh karena itu tuduhan itu harus dengan saksi dan yang jelas, untuk itu jangan mempunyai hobby nyela. Semuanya penyakit lidah itu, justru oleh orang Yahudi selalu dibuat, diadakan debat, yang dilarang-dilarang dalam lidah itu semua dibuat, cela mencela, caci mencaci, kalau kita lihat humor dimana banyak sekali yang saling cela mencela bahkan kita lihat orang-orang yang ”humor” pasti matinya tidak enak. Jadi jangan dianggap enteng, bahkan dikatakan inilah yang paling berbahaya dimuka bumi padahal kita kalau sudah ngobrol, membicarakan orang, waktunya tidak akan habis-habis bahkan anehnya apa? Kita yang tidak diajak bicara ikut nimbrung. Hukuman untuk orang yang membicarakan orang, bukan yang bicara tetapi yang mendengarkan adalah sama, dua-duanya ada di neraka. Hal ini terdapat di dalam Al Qur’an surat Qoof (surat 50 ayat 24); "Allah berfirman:"Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,

Kita sudah diberitahu oleh Allah bahwa Allah sudah menurunkan Al Qur’an dan kita tidak mau mendengarkannya. Padahal semua tahu kalau membicarakan orang itu tidak baik tetapi anehnya saat ini kita belajar, kita sedih tetapi setelah kita keluar dari ruangan ini, kita sudah mulai lagi. Yang paling celaka, bahaya lidah ini, semua yang dekat dengan orang yang bicara pun kena, selama kita tidak menghindar dari dia. Contohnya, kita tahu teman kita lagi bicara yang tidak benar, kita ikut duduk dengan dia, walaupun kita diam seribu bahasa, dosanya sama. Oleh Allah, dua-duanya dikumpulkan dimana? Di neraka. Oleh karena itu kalau kita dalam kondisi seperti itu lebih baik pindah sebab kalau tidak, kita akan terkena.
"Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, "

Jadi kalau kita duduk saja dengan orang yang maksiat seperti mereka minum kita ikut duduk dengan mereka walaupun kita tidak ikut minum, kita tetap akan terkena dosanya karena kita serupa dengan mereka. Kita harus hati-hati kalau kita mendengarkan orang sedang membicarakan orang lain kalau kita ikut nimbrung, maka kita sama dengan dia tidak ada bedanya dan kita akan dikumpulkan dengan mereka di neraka jahanam. Padahal kalau kita mendengarkan orang “ngrumpi” semakin banyak semakin seru, ini bahayanya lidah tidak terasa.
Rosulullah SAW mengatakan “biasakanlah diam”, harus dilatih. Maksudnya kalau tidak perlu jangan bicara, kita tahan maka kita akan selamat bahkan dijamin oleh Rosulullah seseorang itu walaupun amalnya bagaimana pun tetapi tetangganya tidak aman dengan lidahnya, tidak akan masuk surga. Tidak akan masuk surga dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya (kejahatan lidah). Rosulullah selalu menasihatkan ini supaya kita menjaga lidah kita terutama di pagi hari. Sebab ucapan-ucapan yang pertama itu biasanya lebih jahat.

Dikatakan di dalam hadist Rosulullah SAW, tiada satupun dari tubuh kita yang tiada mengadu kepada Allah tentang lidah. Seluruh anggota badan kita ini nanti akan protes dihadapan Allah mengenai apa? Lidah. Sebab gara-gara lidah ini, bisa dipukuli orang, menyusahkan orang. Kita bisa baik, muliapun karena lidah, tetapi yang paling banyak lidah inilah yang akan mencelakakan kita.

Ibnu Mas’ud berada di sekitar bukit sofa, maka Rosulullahpun mengatakan apa? Jagalah lidahmu sebab kamu pasti menyesal. Kita saja kalau menasehati anak kita, kesal sama anak, pasti menyesal. Demikian pula kalau kita ribut dengan teman kita, otomatis kita ada perasaan menyesal.

Rosulullah SAW bersabda bahwa kebanyakan anak Adam itu paling banyak masuk neraka karena lidahnya. Barang siapa mencegah lidahnya daripada memperkatakan kehormatan orang, niscaya ditutup oleh Allah, auratnya. Setiap manusia itu mempunyai aib, mempunyai kesalahan, mempunyai dosa. Misalnya si A suka minum-minum tetapi oleh Allah ditutup sehingga orang lain tidak ada yang tahu, dia narkoba, oleh Allah dijaga sehingga tidak ada orang yang tahu kecuali apa? Supaya dia segera taubat. Tetapi anehnya Allah yang menutup aibnya tetapi manusia selalu membuka aib orang. Gara-gara manusia itu membuka aibnya sehingga dia malas untuk bertobat. Oleh karena itu yang paling dibenci oleh Allah yaitu Allah menutup aib seseorang tetapi orang lain membuka aib orang itu.

Rosulullah bersabda barang siapa yang melihat suatu kejahatan, dia menutup aibnya maka Allah akan menjaga orang itu di dunia dan akhirat tetapi siapa yang melihat aib kemudian dia bongkar aibnya itu, Allah akan membongkar aib orang itu sehingga dia malu di dalam rumahnya. Ini beratnya namanya lidah.
Allah SWT memperingatkan; memang, durhaka kepada orang tua sama seperti lidah juga, akan dibalas di dunia dan akhirat. Kita lihat di dalam Al Qur’an surat 24 ayat 19:
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui."
Orang yang membicarakan orang lain itu dibagi sama Allah. Diantara perbuatan lidah itu bisa dilaknat oleh Allah di dunia dan di akhirat. Apa perbuatan lidah yang menjadikan kita dilaknat Allah di dunia dan akhirat? Yaitu kita membicarakan orang perempuan berbuat tidak senonoh. Itu hukumnya paling berat daripada lidah. Menuduh dia berbuat yang tidak baik, sebab wanita itu rasa malunya perlu dijaga. Oleh karena itu disebut oleh Allah, siapa yang mengatakan seorang wanita itu baik-baik dia berbuat mesum, maka sesungguhnya Aku laknat di dunia dan di akhirat. Kalau sudah Allah melaknat manusia di dunia, buat apalagi hidupnya. Kita lihat Al Qur’an surat 24 ayat 23: "Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,"
Bayangkan kita ini seolah-oleh enak, enteng menuduh seseorang, apa urusannya kita. Hidup kita sebenarnya sudah percuma karena kita sudah dilaknat oleh Allah di dunia dan di akhirat. Paling enteng adalah menimpali orang bicara seolah-olah menunjukkan bahwa dia lebih tahu padahal justru sebenarnya dia sudah masuk.

Kemudian manusia itu, semakin jarang bertemu teman, itu menjaga lidah, yang disebut dengan uzlah. Semua nabi selalu diperintah oleh Allah untuk uzlah, menyendiri sebab dengan menyendiri dia akan selamat. Menyendiri adalah sesuatu kemuliaan, ada resiko. Didalam kita bergaul itu, kita bisa sama yang maksiat tetapi kalau kita baik, kita bisa lebih mulia. Contoh yang tidak baik kalau kita bergaul sama orang yang tidak benar, maka kita sama hukumnya. Bahkan kita bisa mendapatkan bencana yang berat sebagaimana disebut didalam surat 24 ini ayat 21-22:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,"

Siapa yang berani mengatakan bahwa dirinya tidak punya dosa? Kita membuka aib orang, mungkin kita sendiri berbuat. Cotoh lagi bencana yang disebabkan oleh lidah yang terdapat dalam surat 24 ayat 20:"Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar)."

Sehingga inilah yang terjadi saat ini, Indonesia terus ditimpa musibah, karena persoalan satu saja, seluruh orang Indonesia bicara, masalah minyak tanah, bisa geger kemana-mana menyangkut banyak orang. Ini hati-hati dengan lidah. Lidah itu bahaya, musibah yang paling berat tetapi kita tidak terasa. Oleh karena itu, mari jaga lidah ini jangan sampai mengganggu orang. Untuk itu kalau mau bicara, perhatikan lebih dahulu, apa yang menjadikan celaka seseorang itu yaitu apa? Lidahnya. Sebab kalau sampai dia celaka lidahnya maka dia akan menjadi bahaya.
Kemudian dikatakan lagi, kebanyakan dosa-dosa memang dari lidah. Kemudian supaya manusia itu mencegah dari lidah. Nabi Isa as pernah ditanya oleh murid-muridnya:
”hai Isa tolong tunjukkan satu supaya saya selamat di dunia dan akhirat”
Maka Nabi Isa menjawab: ”jangan kamu bertutur kata selama-lamanya”

Oleh karena itu banyak orang sufi, dia pernah menjaga supaya tidak diajak bicara orang, dia seolah-olah/pura-pura tidak bisa bicara sampai sesaat sebelum dia meninggal, untuk membuktikan bahwa dia itu sebetulnya tidak bisu tetapi memang menjaga. Sebab manusia itu, kata Rosulullah; manusia itu apabila bertemu dengan temannya, pertama kali yang ditanya apa? Apa kabar, bagaimana kesehatannya, sebetulnya itu tidak perlu karena yang ditanya pasti akan menjawab baik-baik saja, padahal belum tentu, saat itu bisa saja dia tidak enak badan, akhirnya dosa apa tidak kalau kita menjawab seperti itu? Kadang-kadang orang itu iseng, mempertanyakan sesuatu sehingga dia itu berbuat dosa. Kemudian kalau seseorang bertemu dengan temannya selalu membawa berita temannya yang lain, bukan dirinya. Kata Rosulullah SAW, sesungguhnya dia sudah masuk di dalam neraka selama 70 tahun. Jadi jangan main-main dengan lidah, berat. Oleh karena itu Syaidina Abu Bakar selalu kalau keluar dari rumah, dia selalu mengambil batu ditaruh di mulutnya sehingga kalau diajak bicara dengan orang, dia tidak lancar bicaranya dan orang tersebut berhenti mengajak bicara.

Dikatakan bahwa lidah itu, dosa yang macamnya paling terbanyak di dunia. Salah satu diantaranya apa? Kalau manusia bisa berhasil menjaga dosa lidah satu saja, maka dia selamat di dunia dan akhirat bahkan seluruh amalnya baik, dijamin oleh Allah bahagia rumah tangganya. Kalau kita tida bohong, maka hidup kita akan selamat, paling enak adalah berkata yang benar. Apa sulitnya kita berkata benar, inilah celakanya manusia bahkan Allah memberi pedoman ini di dalam Al Qur’an surat 33 ayat 70 – 71:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. "

Jadi jangan sampai kita bohong sebab kata Allah, kalau kita tidak bohong, kita bisa sholat, bisa ibadah, pergi haji, ini bukan karena kita, kita bisa bangun malam untuk sholat tahajud, ini semua karena Allah, karena kita tidak bohong, maka Allah membangunkan kita di tengah malam untuk kita beribadah. Jadi amal-amal kita yang mengurus adalah Allah. Oleh karena itu, satu saja perbuatan lidah ini, tidak bohong saja, dijamin oleh Allah perbuatan kita jadi baik. Untuk itu kalau mempunyai anak, dilatih dari kecil untuk tidak bohong. Paling tidak enak kalau kita melihat anak kecil sudah pandai berbohong.

Bohong dari perkataan, dari lidah ini mengatakan hal yang tidak benar, misalnya perbuatan bohong itu, ada dibilang tidak ada, ini kata-kata saja. Kalau kita bisa menghindarinya, maka Allah memperbaiki seluruh amal. Jadi kalau memang kita ini tidak bohong, tidak usah takut, kita bisa sholat, bisa ibadah, kita bisa mulia, semuanya Allah yang mengurus. Setelah itu bukan cuma amal kita saja, Allah akan mangampuni semua dosa-dosa kita. Selalu kalau kita tidak bohong, namanya dosa akan hilang. Bayangkan, orang kalau dalam ampunan Allah terus, sewaktu-waktu mati nikmat atau tidak? Kemudian apalagi? Kemenangan akan diberikan kepada kita, kita sukses hidup, apalagi tujuan hidup manusia? Kuncinya satu yaitu jangan bohong. Orang kalau sudah bohong maka akan susah untuk berhenti tidak bohong. Dan anehnya lagi, orang yang sudah pernah bohong selalu menganggap orang lain semua itu pembohong sehingga dosa itu saling berkait sampai kiamat.

Nabi Sulaiman AS, dikatakan apa? Diam itu emas, jadi pepatah ini sebenarnya dari Nabi Sulaiman. Setiap orang yang diam, dia akan dihormati orang, dimuliakan orang, inilah yang dikatakan oleh Nabi Sulaiman.
Rosulullah SAW ditanya oleh sahabat:
”ya Rosulullah tolong tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang membawa aku masuk surga”
Jawab Rosulullah ”lakukanlah tiga hal,:
1. berilah makan orang yang lapar,
2. berilah minum orang yang haus,
3. cegahlah lidahmu selain berkata benar”

3 itu dijamin oleh Rosulullah tetapi kita kenapa selalu berkeinginan untuk berkata yang tidak baik, selalu berkata bohong bahkan kita lihat kadang-kadang kalau pasangan kita bertanya ”saya ini cakep/cantik nggak?” pasti kita menjawabnya yang bagus. Inilah sifat manusia, kalau kita bisa saja melakukan itu, maka dijamin surga. Apa surga itu sulit? Dimana sulitnya? Menjaga satu saja, tidak bohong padahal orang kalau tidak bohong maka seluruh tubuhnya berjalan normal, tekanan darahnya baik, jantungnya pun otomatis baik, paru-parunya pun baik sehingga seluruh tubuhnya menjadi baik. Bohong itu tempatnya di hati, inilah dikatakan oleh Rosulullah ”apabila segumpal hati ini baik, seluruh tubuh menjadi baik”.

Orang berpakaian, dia ingin yang paling bagus, orang lain jangan, ini wajar karena dia ingin. Kalau kita melihat seseorang memakai baju bagus maka kita tanya ke dia belinya dimana, kalau diberitahu tempat membelinya, dia akan merasa takut dengan kesamaan baju yang dipakainya, maka otomatis dia bohong dengan keberatan menunjukkan tempatnya. Ini penyebabnya dua-duanya dosa, yang menjawab dosa, yang bertanya juga nyari kerjaan/iseng. Inilah bahayanya lidah karena lidah ini paling banyak cabangnya dan ngeremnya paling susah. Inilah 3 hal yang menjamin orang masuk surga.

Kemudian ada yang bertanya: ”bagaimana ya Rosulullah kalau kami tidak bisa melakukan itu?”
”simpanlah lidahmu” jawab Rosulullah.
Jadi simpan saja lidah ini, jangan dikeluarkan sebab dengan itu bisa mengalahkan setan. Lidah itu bisa mengalahkan setan asal dia tidak keluar dari mulut, Cuma setan itu seolah-oleh memberi remote untuk lidah. Contohnya, kita tidak diajak ngomong oleh orang disebelah kita, kita diam karena memang tidak diajak ngomong tetapi oleh setan remote kita dipencet oleh setan sehingga kita bisa ikutan ngomong. Setan itu paling gampang menggelincirkan manusia dari lidah yang bisa dikeluarkan sewaktu-waktu oleh setan. Oleh karena itu manusia (mukmin), pendiam mempunyai kehormatan lebih tinggi dibandingkan yang banyak bicara.
Rosulullah mengingatkan, yang mendapat pahala yaitu mengingat Allah lebih bagus daripada lidah kita ini berbuat jahat, dia akan selamat dari dosa.

Rosulullah mengatakan bahwa lidah orang mukmin itu di belakang hatinya. Kalau hati kita sedang tidak enak, yang menterjemahkan itu lidah. Contoh kalau kita sedang telpon, kalau menjawabnya dengan ceria maka kita tahu hati kita lagi senang tetapi sebaliknya kalau jawabannya seolah-olah tidak bersemangat maka hatinya sedang tidak enak. Sehingga dikatakan lidah itu adanya di belakang hati/menterjemahkan hati. Oleh karena itu jagalah lidah ini, demikian juga akal itu adanya di belakang lidah. Kalau akalnya lagi jatuh otomatis dia bicaranya kacau, dia selalu berani menuduh orang. Oleh karena itu orang kalau hatinya sedang ”rungsing” atau akalnya lagi kacau, jangan diajak bicara sebab keluarnya pasti tidak bagus dan akan menyesal dengan apa yang diperbuat karena orang yang marah itu otaknya tidak jalan sehingga lidah yang dikeluarkan itu pun tidak jelas. Setelah diberitahu mungkin dia lupa. Inilah sifat manusia yang dilakukan oleh lidahnya.

Ibadah itu 10 bagian, 9 bagian itu adanya di lidah. Seperti sholat, dzikir, tafakur semuanya dengan lidah tetapi manusia itu sehari-hari lebih banyak bicara jarang diamnya. Kemudian dikatakan ”barang siapa banyak perkataannya niscaya banyak terperosok”. Disinilah kita diatur oleh Allah, ini memang banyak masalah-masalah lidah yang kita bahas diantaranya bagaimana cara mengendalikan, cara mengatur, ini tidak terasa. Contoh; kita kalau lagi bertemu dengan teman/mengadakan pertemuan dengan teman, kita mungkin menyinggung perasaannya, mungkin waktu itu kita lupa bahkan ditanya lagi, kita tidak ingat kalau pernah bertemu tetapi yang kita sakiti, mungkin sampai matipun tidak akan pernah lupa, inilah salah satu dari bahaya-baya lidah. Siapa yang selamat lidahnya maka dia akan selamat di dunia dan akhirat.
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S Qaaf:18)

Nanti manusia ketika dikubur akan kaget; ”ya Allah, kok semua omongan saya ada”, tidak ada satupun kalimat yang kita keluarkan dari mulut kita kecuali dicatat karena Allah selalu menyertakan 2 malaikat, satu malaikat pendamping di depan dan satu lagi yang mencatat. Jadi yang mencatat disaksikan oleh malaikat yang lain sehingga kita tidak bisa mengelak dengan apa yang kita bicarakan. Kalimat-kalimat kita semua ini, kita akan bisa mendengarnya kembali ketika kita sakaratul maut. Semua kalimat-kalimat yang menyakitkan orang, membicarakan orang itu, semua diperdengarkan kembali oleh Allah sehingga kata Rosulullah, mereka itu kalau sakaratul maut mereka mendengar dan keluarlah keringat dari jidatnya.

•Dikatakan bahwa semua yang kecil-kecil itu akan terlihat, salah satu diantaranya apa? Manusia itu kalau cemberut, ini sudah tidak enak dan dia sudah dosa, sama tetangga, sama teman bahkan sudah disebutkan dalam ayat diatas bahwa manusia yang paling mulia yaitu yang lidahnya bisa terjaga, tetangganya merasa aman dengan lidahnya.

•Kalau menggerutu/disimpan di dalam hati, ini lebih berdosa daripada yang diucapkan karena kalau di dalam hati, kita sudah berburuk sangka dan ketika kita berprasangka ini dosa kita berjalan terus sampai yaumil kiamat. Tetapi kalau kita langsung mengungkapkan kepada orang yang bersangkutan, maka kalau ada kesalahann kita bisa langsung meminta maaf kepadanya dan dosa kita berhenti sampai disitu. Oleh karena itu janganlah kamu bertemu dan keluar kecuali kamu bersalaman meminta maaf sebab di dalam hati itu banyak berkecamuk.

•Kalau kita menyakiti seseorang di depan orang banyak, maka kita harus meminta maafnya juga di depan orang banyak.

•Kalau kita pernah menyakiti seseorang dan orang tersebut sudah mati, maka meminta maafnya dengan cara mendoakannya.
07.53 | 0 komentar

JUAL: Paket Netbook Advan Vanbook P1N-45116 + CD Rom Eksternal + Software islami + file edukasi dll.

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 04 Juli 2010 | 11.23



Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Sahabat semua. kami menjual Paket Netbook berisi software islami dann film Islami, file file edukasi, dan MP3 Kajian Islam lainnya dan software lainnya menyesuaikan permintaan dan kapasitas hardisk yg memungkinkan.

Spesifikasi:

Detail Specifications
# Intel Pineview (New Atom) N450 1.6GHz
# 10" LED Screen
# 160 GB HDD
# 1 GB DDR2
# 6 cell baterai up to 8 hours
# Large Keyboard
# Webcam
# Wifi
# USB Port
# Card Readers
# VGA Out
# Dll.
# Garansi Resmi 1 Tahun dari Advan
• O/S Support : DUAL BOOT :Win XP, dan Sabily Gaza

Isi Paket:
1 Netbook
1 CD Rom Eksternal
1 CD Setup Maktabah Al Kubro

Isi Software:
1. Maktabah Al Kubro
maktabah syamilah dengan menu-menu berbahasa indonesia.
2. Ensiklopedia Al Quran
ada tajwid, terjemah, tafsirnya, kalo ayatnya diklik bunyi murotal. dengan teks warna warni memudahkan mengetahui tajwidnya.
3. Ensiklopedia Hadits (Ensiklopedi Hadits 9 Imam)
4. Ensiklopedia Encarta 2009 (Encharta Encyclopedia)
5. Ensiklopedia Britannica 2009 (Britannica Encyclopedia)
6. DVD Al Aisar (Belajar Bahasa Arab)
7. Kamus Arab – English – Indonesia
8. Font Board (Software ketik arab sesuai Abjad Indonesia)
9. Wikipedia offline
10. Film-Film Islami
11. Dan Software2 lain, jika Hardisk Memungkinkan.
daftar file-file edukasi yang lain insya Alloh.
11.23 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung