Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 30 Oktober 2009 | 10.49


Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum
Setiap kita suka atau tidak suka harus mampu menghadapi apapun persoalan yang tidak kita sukai, kerena sejauh apapun kita berlari untuk sembunyi, semua itu tidak akan merubah

ketetapan Ilahi. Yakinlah, bahwa langit tak selamanya mendung. Awan kelabu pasti berlalu. Sesunggunya hidup kita ini tak lain hanyalah perputaran antara kebahagiaan dan kesedihan, ada suka dan duka dalam kehidupan dan pasti ada kemudahan bersama datangnya kesulitan.

“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Qs.Alam Nasrah” [94]: 5-6.Para ahli tafsir mengomentari ayat ini, “ Hal ini merupakan kabar gembira yang sangat besar. Bahwa setiap di jumpai kesulitan dan kesusahan, maka kemudahan selalu mendampingi dan menemani kesulitan itu, hingga meskipun kesulitan itu masuk ke lubang biawak, maka kemudahan juga akan masuk kedalamnya, sehingga muncul jalan keluar.Ketahuilah sahabat, bahwa kesulitan itu tidaklah abadi, ia akan berganti setelah masanya tiba. Dan hal ini merupakan sunatullah yang senantiasa berjalan demikian. Inya Allah, dengan berpegang dengan keyakinan ini, kita akan mampu menyikapi setiap persoalan dengan lebih baik.

Bukankah seorang muslim adalah hamba-hamba yang menakjubkan dari segi sikap dan keadaan. Sebagaimana Rasulullah bersabda: “Sangat menakjubkan urusan orang mukmin itu. Sesungguhnya semua urusannya selalu menjadi kebaikan baginya. Tidaklah hal itu terjadi, melainkan hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia memperoleh kebaikan, dia bersyukur, lalu syukur itu menjadi kebaikan baginya. Jika ia tertimpa musibah , dia bersabar, lalu sabar itu menjadi kebaikan baginya”. (Hr. Muslim

Dunia Negeri Cobaan

Tidak ada yang menyangkal beragam musibah dan penderitaan harus terjadi di dunia ini. Sebuah keniscayaan yang tidak mungkin kita elakan. Akal pikiran dan lubuk hati mengakui betapa dunia yang kita singgahi ini begitu akrab dengan musibah. Setiap kenikmatan yang di reguk di dunia selalu berdampingan dengan penderitaan atau kesengsaraan. Itulah ujian Allah kepada hamba-Nya. Dua hal yang selalu bertentangan itu merupakan cara Allah untuk mengetahui kualitas kehidupan seseorang dan agar mereka kembali kepada Allah.

“ Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” . Qs. Al-Ankabut [29]:1-3
Abul Faraj Ibnu Al-Jauzi, seorang alim di jamannya. Ia berkata: “ Kalaulah dunia ini bukanlah negeri cobaan, tentu tak akan ada penyakit dan hal-hal yang terlalu kelam.

Tidak ada kesempitan hidup seperti yang di rasakan oleh para nabi dan orang-orang yang terbaik. Namun ternyata, lihatlah dalam penggalan sejarah orang-orang pilihan: seperti Nabi Adam as harus mengalami ujian berat sampai beliau tinggal didunia. Nabi Nuh as harus menangis selama 300 tahun dan meratapi musibah. Nabi Ya’qub menangis hingga matanya buta. Nabi Musa as harus menderita menghadapi firaun yang durjana. Nabi Isa as tidak punya tempat berteduh serta hidup serba kekurangan. Dan Nabi Muhammad saw harus mendapat cercaan yang menyakitkan saat menghadapi ummatnya sampai beliau harus hijrah ke maddinah. Itulah sekelumit contoh tentang sejarah ‘penderitaan’ panjang yang memang akan selalu hadir di setiap kesempatan dan
keadaan.

Sahabat, membiasakan diri untuk bersabar menghadapi ujian dengan beragam tantangan, sangat membutuhkan tekad yang kuat dan mental yang mantap.

Tulisan selanjutnya: Cobaan Untuk Manusia
10.49 | 0 komentar

Jadwal Nuris FM Terbaru

Written By Iswandi Banna on Selasa, 27 Oktober 2009 | 09.26


09.26 | 1 komentar

MUHASABAH SAAT DI TIMPA MUSIBAH "Kiat Bertahan dalam Cobaan"


Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

“ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?.” Qs. Al-Ankabut [29]:2.

Rahasia Di Balik Musibah

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah yang serba Maha. Tidak ada satupun makhluk di bumi ini kecuali Allahlah yang menciptakan-Nya. Tidak ada kekuatan apapun yang mampu menghancurkan apa yang telah di bangun-Nya. Dan tidak ada kekuatan apapun yang mampu membangun apa yang telah dihancurkan-Nya. Allah berkehendak atas semua makhluk yang di ciptakan-Nya. Termasuk musibah atau ujian yang ditimpakan kepada manusia, Allah jualah yang menghendakinya. Ketidak mampuan manusia untuk memahami kehendak Allah sering membuat manusia salah menyikapi ujian-Nya. Ada yang tetap bersyukur dengan menghadirkan husnudzon (berbaik sangka) dan ada pula yang bersifat su’udzon (berburuk sangka) kepada-Nya.

Materi berikut ini mencoba untuk meluruskan salah tafsir dari setiap kehendak Allah, terutama tentang musibah yang kerap melanda manusia. Bahwa sesungguhnya, di balik semua musibah ada rahasia yang kita tidak menghetahuinya. Dan yakinkan satu hal, bahwa Allah ketika menguji kita bukan lantaran Ia benci atau berpalng, tetapi semua itu di lakuakan hanya untuk menguji dan mengetahui siapakah sesungguhnya yang benar dan siapakah yang berdusta.

“ Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” . Qs. Al-Ankabut [29]:1-3

Semoga catatan sederhana ini dapat mengubah paradigma berpikir kita tentang hakekat sebuah musibah. Hanya kepada Allah sajalah kita berharap, agar keistiqomahan tetap terpatri dalam diri. Segala yang benar hanya datang dari Allah Swt, dan segala kekurangan selalu ada pada manusia.

“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” .Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Qs. Al-Baqarah [2]:155-157

Hidup tidak akan berkesan jika hanya memiliki satu warna. Warna hidup kita ditentukan dari pilihan-pilihan dan bagaimana cara kita menyikapi hidup. Warna hidup selalu berpariasi dalam
setiap episode. Hidup yang dipenuhi keceriaan pada suatu hari, maka akan datang kedukaan yang panjang pada hari yang lain. Terkadang kita bisa tertawa karena bahagia, kadang juga ada
tangis karena kecewa. Kenikmatan yang sekejap akan datang kesedihan yang panjang. Watak kehidupan tak pernah kita ketahui, karena itu adalah

mutlak milik Allah yang menentukan. Kesulitan hidup yang kita rasakan sesungguhnya adalah cambuk yang paling mujarab, agar kita bergegas untuk merubah keadaan. Karena penderitaan
dan kesulitan inilah seringkali kita mampu menemukan jalan yang terbentang, dan akan terlihat kualitas hidup kita.

“Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal
ihwalmu “.Qs. Muhammad [47]:31

Sahabat, dalam kehidupan yang kita jalani akan sering menemukan empat kenyataan besar, yaitu: Pertama: keadaan ketika sedang mendapat kenikmatan. Kedua: keadaan ketika kita
sedang beristirahat dan menemukan problematika kehidupan, dan ini dirasakan oleh semua golongan manusia. Ketiga; keadaan saat kita tertimpa musibah. Dan keempat; keadaan ketika kita sedang dalam ketaatan yang sempurna.

Seandainya kita bisa memilih, tentu kita akan memilih kebaikan dari pada keburukan, kita akan memilih kebahagiaan dari pada kesulitan. Tetapi lagi-lagi, warna hidup bukan kita yang menetukan. Allah yang Maha tahu atas segala sesuatu. Dan setiap pilihan Allah pastilah yang terbaik untuk manusia.

Ketahuilah, setiap manusia pasti akan menemukan masalah dalam kehidupannya. Masalah adalah bagian dari kehidupan yang tidak terelakkan. Perhatikan lagi ayat Allah;

“….Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan”. Qs.Al-Anbiya [21]:35

Ayat ini seakan memberi isyarat bahwa permasalahan adalah sunnatullah yang pasti datang dalam bentuk yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada orang yang mengatakan; “hidup adalah masalah, jika tidak ingin bermasalah jangan hidup”. Ungkapan ini ada benarnya, bahwa kita akan terbebas dari masalah jika kita sudah terbujur kaku dan tidak ada lagi tarikan nafas.Tetapi ini hanya ketika kematian terjadi, dimana permasalahan kehidupan dunia otomatis berakhir.

Namun tidak berarti permasalahan selesai pada titik itu, sebab setelah kehidupan dunia ada kehidupan lain yang harus kita hadapi, yaitu yaumul hisab (hari perhitungan). “Hidup yang dipenuhi keceriaan pada suatu hari, maka akan datang kedukaan yang panjang pada hari yang lain. Terkadang kita bisa tertawa karena bahagia, kadang juga ada tangis karena kecewa. Kenikmatan yang sekejap akan datang kesedihan yang panjang “.

Bersambung: Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
07.41 | 0 komentar

Top 20 Nasheed Nuris FM -edisi 24 Oktober 2009

Written By Iswandi Banna on Senin, 26 Oktober 2009 | 08.45


1. Semua Itu Cinta – Taqien Fatih (2009) naik 1 peringkat (minggu ke-10)

2. Tebarkan Salam – Launun (album: Warna Warni/2009) naik 1 peringkat (minggu ke-6)

3. Doa Qalbu – Fika Mupla (2009) #1 (1 pekan) jawara pekan lalu turun 2 peringkat (minggu ke-11)

4. Cinta Untuk Istri – Spazi (album: Kompilasi FNPI/2009) naik 1 peringkat (minggu ke-8)

5. You Came to Me – Sami Yusuf (2009) naik 1 peringkat (minggu ke-7)

6. Sebelum Dia Pulang – Firto (2009) naik 1 peringkat (minggu ke-6)

7. Al Aqsha Palestina – Asy Syujaa’ (2009) naik 2 peringkat (minggu ke-5)

8. Bersimpuh - Alief (2009) #1 (jawara 2 pekan) turun 4 peringkat (minggu ke-9)

9. Kelezatan Iman – Nahawan (album: Rahasia Hati/2009) naik 2 peringkat (minggu ke-6)

10. Pengasih - Vertizone (2009) naik 2 peringkat (minggu ke-5)

11. Bidadari Kecilku – Innoru (2009) naik 2 peringkat (minggu ke-4)

12. Q Rasa Q Tahu – Riham Nasyid (2009) naik 2 peringkat (minggu ke-4)

13. Tentang Hidup – Azmi The CS (2009) naik 3 peringkat (minggu ke-2)

14. Apa Kabar November – Haris Isa (album: No.1/2009)naik 4 peringkat (minggu ke-2)

15. Laa Illaha Illallah – Awan (Kompilasi FNPI/2009) turun 7 peringkat (minggu ke-8)

16. Surat Cinta dari Palestina – Ebiet Beat A (2009) naik 4 peringkat (minggu ke-2)

17. Kuikat dengan Sempurna- Naufal (2009) new entry (minggu pertama)

18. Sedekah – Na’am (album: Feel Fresh/2009) turun 8 peringkat (minggu ke-8)

19. Bangunlah Jiwanya – Senandung Hikmah (album: Risalah Ukhuwah) new entry (minggu pertama)

20. 3 Tanda Orang Sholeh – Syauqi (2009) new entry (minggu pertama)


Bisa disimak live setiap sabtu malam 19.30-21.30 WIB
on air di 107.7 FM
(bagi Anda yang berdomisli di Ciledug, Larangan, Kreo, Petukangan, Joglo, Meruya, Kebon Jeruk, Keb. Lama, Bintaro, Pd. Aren, Ciputat,dan sekitarnya)

atau via streaming on internet di
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myradio.com

Bisa Reques di program2 Nuris fm
pagi-siang-sore-malam

ke 085624628596
atau telpon on air di (021) 92297893
08.45 | 4 komentar

Komentar Para Salafus Sholeh Tentang Muhasabah

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 25 Oktober 2009 | 09.17


Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

Umar Ibn Khatthab ra :“Hisablah dirimu sebelum kamu di hisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu di timbang, karena sesungguhnya kamu melakukan hisab terhadap dirimu sendiri pada hari ini (dunia), akan lebih memudahkan bagi kamu saat menjalani hisab hari esok (akhirat)”.

Imam Hasan Basyri :“Tidak ada satu haripun dimana sang pajar masih terbit menyingsing kecuali ia berkata; “Wahai anak Adam (manusia), aku adalah makhluk baru dan atas semua amalanmu menjadi saksi. Maka jadikanlah aku sebagai bekal. Sebab jika aku berlalu,
aku tidak akan kembali lagi hingga hari kiamat”.

Maimun bin Mahram rh :
“Tidaklah seorang hamba telah menjadi orang yang bertaqwa,
kecuali dirinya selalu mengoreksi (hisab) melebihi koreksinya
seorang mitra terhadap sesama mitranya”.

Imam Ja’far Bin Muhammad as-Shidiq :“Siapapun yang akhir dari dua hari yang di lewatinya buruk, maka ia adalah orang yang terkutuk. Siapapun yang tak melihat adanya pertambahan kebaikan dalam dirinya, maka ia adalah orang yang berkekurangan. Dan siapapun yang dirinya berkekurangan, maka kematian lebih baik dari pada kehidupan.

Al Imam Ahmad menuturkan:Dari wahbin berkata:“ tertulis dalam hikmahnya keluarga Nabi Dawud:; “Sudah seharusnya orang yang berakal untuk tidak lalai dari empat saat:
1. Satu saat untuk bermunajat kepada Rabbnya.
2. Satu saat untuk mengoreksi (hisab) dirinya
3. Satu saat untuk bersepi merenungi kesalahan-kesalahannya dan
4. Satu saat lagi bersepi untuk menghias dirinya dengan mempercantik kepribadiannya.
Sesungguhnya pada saat inilah ada pertolongan untuk saat-saat yang lain sekaligus sebagai penentram hati.

Apa Manfaat Muhasabah
Beberapa hal yang dapat diambil hikmahnya dari orang-orang yang selalu bermuhasabah, diantaranya:
1. Seseorang akan mengetahui aib dan kekurangan yang ada pada dirinya, hingga mau memperbaikinya.
2. Mengetahui titik kelemahan untuk diperkuat, sehingga menuntun kesadaran untuk bertaubat sebelum datangnya ajal (kematian) tiba.
3. Mengetahui hak-hak Allah atasnya, karena dasar muhasabah ialah menghisab diri dari mengabaikan hak-hak Allah SWT.
4. Menyadari bahwa segala perbuatan akan di mintai pertanggung jawaban di akhirat.
5. Membenci hawa nafsu dan mewaspadainya. Dan melaksanakan ketaatan serta menjauhi kemaksiatan, agar menjadi ringan hisab di hari akhirat nanti.

Dari kelima hikmah tersebut, tujuan yang diambil adalah bahwa dengan muhasabah kita dapat mengenal keterbatasan diri, agar kita dapat mencapai nilai tertinggi kemanusiaan, yaitu; nafsul muthmainnah (jiwa yang tenang). Dan dengan bermuhasabah kita dapat melepaskan diri dari jeratan dua nafsu yang merusak, yaitu; nafsul lawwamah (jiwa yang tidak stabil) dan nafsul ammaroh bi‘s-su’ (jiwa yang memiliki tabiat selalu memerintahkan keburukan).
09.17 | 7 komentar

Bagaimana Cara Bermuhasabah

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 24 Oktober 2009 | 05.02


Oleh: Ustad. Anwar Anshori Mahdum

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan tentang cara-cara bermuhasabah. Beliau katakan sebagai berikut:
1. Di mulai dengan menghisab diri dari amalan-amalan yang fardhu, jika ada kekurangan maka di lengkapi.
2. Menghisab diri dari amalan-amalan yang di larang Allah, jika ada amalan terlarang yang pernah di kerjakan, maka segera bertaubat, perbanyak istighfar, perbanyak amalan-
amalan kebaikan karena ia akan menghapus kejelekan.
3. Menghisab diri atas tingkah laku gerakan anggota badan, ucapan lisan, langkah kaki, sentuhan dan pukulan, kenapa dan karena siapa serta bagaimana semua itu di kerjakan?. Tiga komponen di atas menjadi prioritas utama saat kita memulai mengoreksi diri. Dan itu merupakan pangkal semua kebaikan.

Macam-macam Muhasabah
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa muhasabah (intropeksi) ada dua macam. Pertama Muhasabatun Nafs sebelum berbuat dan kedua; Muhasabatun Nafs sesudah berbuat.
1. Muhasabatun Nafs sebelum berbuat (beramal).Ialah sikap seorang hamba ketika akan melakukan sesuatu, dia tidak bergegas melakukannya sehingga menjadi jelas baginya, bahwa yang dilakukannya adalah lebih tepat atau lebih baik ketimbang meninggalkannya. Ada empat tahapan perenungan
dalam mengintropeksi diri sebelum berbuat:
a. Apakah perbuatan yang akan di lakukan dapat di kuasainya
atau tidak.
b. Apakah melakukannya lebih baik dari pada meninggalkannya.
c. Apakah dia melakukannya karena Allah atau bukan.
d. Apakah sarana yang dapat membantunya untuk merealisasikannya.

Muhasabah jenis pertama ini dimulai dari tahapan pemikiran,
kehendak dan tekad. Jenis muhasabah ini sangat penting untuk
menempatkan amal perbuatan agar menjadi ikhlas.

2. Muhasabatun Nafs setelah berbuat.
Jenis ini terdapat tiga macam, yaitu:
a. Intropeksi atas ketaatan yang tidak memenuhi hak Allah SWT dan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Seperti: mengerjakan sholat tanpa kekhusuan, mencemari puasa dengan prilaku maksiat dan lain-lain.
b. Intropeksi atas perbuatan yang meninggalkannya adalah lebih baik dari pada mengerjakannya, hal ini biasanya berkenaan dengan perbuatan durhaka atau menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak di utamakan sehingga meninggalkan hal yang lebih utama.
c. Intriopeksi atas semua perbuatan yang mubah (boleh) dan perbuatan yang merupakan kebiasaan, mengapa sampai dikerjakan. Apakah karena Allah dan untuk kepentingan akhirat?. Jika demikian, maka beruntunglah dia. Akan tetapi jika hanya kerena dunia semata dan kepentingan sesaat, maka merugilah ia.
05.02 | 2 komentar

Nasyid Rasa Baru

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 23 Oktober 2009 | 11.27


Nasyid bukan lagi musik kampungan. Juga nggak identik dengan irama ‘gurun pasir’. Nggak percaya? Sederet grup nasyid tampil dengan rasa baru; manis-asem-asin.

soldiers-of-allahRasanya Westlife, F4, Backstreet Boys, atau boysband lainnya kudu mikir-mikir lagi kalo mau bikin lagu. Bukan karena ada Slank atawa Padi, tapi grup-grup nasyid makin seru dan ciamik bawain lagu. Tentunya pasar musik pun bakal rame dengan persaingan. Maklum, maraknya nasyid genre baru ini udah menyita perhatian remaja Islam. Sebab, berbeda dengan nasyid era 80-an, nasyid yang muncul di tahun 90-an punya warna tersendiri. Pokoknya heboh deh.

“Sangat bagus dan menarik. Bagaimanapun juga harus diupayakan agar nasyid menjadi favorit lagu-lagu yang diputar oleh para remaja muslim,” tulis Hadi Susanto salah seorang member mailing list Permata yang lagi menyelesaikan studinya di Belanda. Doi nyempetin kirim e-mail setelah beberapa pertanyaan redaksi di-posting ke mailing list tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Luky, arek Surabaya, “Maraknya nasyid, identik dengan kebebasan berekspresi dan juga ada udara kebangkitan Islam yang sedikit bertiup meski nggak kencang”

Tentunya ini berbeda dengan jaman dulu, sebelum kedatangan nasyid di tanah air. Masyarakat cuma kenal seni Islam itu sebatas qasidah dan irama gambus. Itu tuh lagu-lagu yang biasa dibawain band kepret. Disebut band kepret soalnya mereka pakai alat musik yang maininnya dikepret (dipukul) macam rebana atau ketimpring (atau yang dikenal juga sebagai kecrekan). Tau dong lagu macam Perdamaian, Jilbab-Jilbab Putih, Dunia Dalam Berita, atau Suasana di Kota Santri (yang juga pernah dibawain dengen kenes oleh Krisdayanti dan Anang).

Cuma, sampai sekarang ada kesan kalau qasidah itu adalah saudara dekatnya dangdut. Abis acapkali personilnya pada joget. Minimal goyang pinggul lah. Malah pada sejumlah konser ada penyanyi yang banting ’stir’ nyanyiin lagu dangdut. Biasanya atas permintaan penonton. Jadi lagu Islamnya berpadu ama Jandaku, Jatuh Bangun atau Cintaku Terbagi Dua. Kebayang kayak apa kan suasananya.

Lagipula biasanya personil qasidah itu akhwat. Malah kadang-kadang tampil dengan tabarruj; lipstik dipoles di bibir dan make up yang kesannya jadi menor. Maka seni Islam itu kesannya jadi norak bin kampungan dan nggak disukai kalangan remaja yang tinggal di perkotaan. Kasian deh!

Nah, setelah datang nasyid, suasananya jadi berubah. Kesan norak pun pupus berganti trendi. Bagi teman remaja yang suka ngikutin perkembangan nasyid, pastinya udah apal banget dengan nama grup nasyid asal negeri jiran Raihan, Rabbani, Brothers, Hijjaz, dan The Zikr, atau yang domestik macam Suara Persaudaraan, Izzatul Islam atau Snada. Di sekolah atau di kampus hampir tiap kegiatan Islam selalu nampilin selingan nasyid dari grup setempat. Para aktivis yang berani ‘malu’ pada nekat tampil menyenandungkan nasyid. Fals-fals dikit dimaklum. Belum lagi kalau soundsystem-nya ngadat. Namanya juga grup amatiran. Tapi sambutannya bisa dikatakan meriah walau personilnya sendiri sih pada keringet dingin.

Namun jangan salah, nasyid masuk ke tanah air dengan proses yang terbilang lumayan panjang dan sulit, lho. Biasanya remaja doyan nasyid karena sebatas liriknya yang memang reliji dan juga semangat keislaman. Jadi buat yang nggak ngaji rada males denger nasyid. Apalagi di akhir tahun 80-an itu nasyidnya kebanyakan masih berbahasa Arab, jadi makin sulit diterima khalayak.

Nah, waktu itu juga kan lagi seru-serunya perang Afghanistan dan gerakan intifadlah, maka nasyid-nasyid yang menyuarakan perjuangan juga marak. Seperti lagu-lagu yang diusung kelompok nasyid al-Quds yang heroik banget seperti ‘hits’ mereka, al-ardhu wal qudsu lana (Bumi bagi kami, dan al-Quds juga milik kami) dan Baaruudatiy (senjataku). Cuma ya itu tadi konsumsi nasyid masih terbatas. Malah nggak sedikit yang bilang nasyid itu metal-nya Arab (maklum waktu itu musik heavymetal lagi kenceng-kencengnya berkibar).

Banyak disuka

Setelah datang nasyid dari negeri jiran yang dibawa oleh kelompok dakwah al-Arqam, nasyid mulai ramai. Sebut saja kelompok Nada Murni yang beken dengan lagu Munajat yang bisa bikin hati hanyut dalam suasana reliji. Kehadiran nasyid melayu ini disambut meriah, soalnya cengkok dan syair-syairnya cukup pas dengan telinga orang Indonesia.

Beragamnya genre nasyid baru, mulai dari pop, hip-hop, sampe yang kenceng ternyata diminati juga oleh remaja kita di sini. Seperti Musthafa, cowok yang tinggal di Bogor ini berkomentar soal jenis nasyid kesukaannya, “Yang kalem kalo enak boleh juga. Yang keras juga seneng, kayak lagu Intifhada-nya Rabbani, atau lagu-lagunya kelompok nasyid al-Quds.”

Luky yang anak Surabaya itu juga menuliskan dalam e-mailnya bahwa doi seneng banget nasyid yang kenceng. Katanya sih, sesuai seleranya, dan buat tambah semangat. Grup nasyid yang doi suka adalah SOA, Soldiers of Allah.

Anak puteri malah lebih banyak lagi yang seneng nasyid. Gia Muthmainah salah satu contohnya. Ia mengaku senang banget dengan jenis nasyid yang kalem. “Aku suka nasyid yang lembut, liriknya menyentuh, dengan musik sesederhana mungkin,” ujar akhwat dari Serang ini dalam e-mailnya ke Permata.

Kesan nasyid itu masih kaku didobrak oleh ‘gerombolan’ nasyider gelombang ketiga. Mereka mulai kreatif dan tidak sungkan-sungkan mengusung instrumen modern. Bahkan mulai berani memberikan warna musik yang ngepop. Kalau kamu denger lagu Intifadlah-nya Rabbani pasti kamu rasakan kental dengan warna hip hop lengkap dengan decitan piringan hitam ala DJ. Di jalur pop ada Raihan yang lagu-lagunya easylistening. Lagu-lagu macam Senyumlah, Puji-Pujian dan Demi Masa adalah hit-hit mereka yang enak didengar.

Ada juga cerita Snada, grup nasyid negeri sendiri, yang lagi mengubah citra nasyid. Yang tadinya punya kesan sebagai musik ‘kolak’ menjadi musik ‘coca cola’. Wuih apalagi tuh? Disebut musik ‘kolak’ karena biasanya musik-musik Islam itu kan cuma hadir di bulan puasa – kalau puasa sajian buka puasanya kolak kan? –. Nah, Snada pada tahun ini meluncurkan album Neo Shalawat-nya justru di luar bulan puasa. Bukan cuma itu, Snada juga tampil nggak lagi dengan baju koko dan peci, tapi busana casual. “Pasar yang kita jangkau jadi lebih luas, kalo toh misalnya ada temen-temen yang kurang suka, justru sekarang nasyid telah berhasil memperluas segmen pasarnya,” kata Agus Idwar salah satu personilnya. Hasilnya? Album Neo Shalawat hampir nembus angka 50.000 copies.

Di Amerika juga ternyata ada grup “nasyid”. Malah jauh lebih heboh. Empat orang anak muda asal Los Angeles ‘nekat’ mengusung syair Islam lewat jalur rap. Kelompok yang menamakan dirinya Soldier of Allah ini terbilang lebih maju. Selain sudah menelurkan dua album, mereka juga bikin situs dimana kamu bisa men-download lagu-lagu dan lirik yang mereka buat. Yang luar biasa, lirik yang mereka tulis kebanyakan seputar masalah politik, imperialisme kaum kafir, dakwah dan juga soal khilafah Islamiyyah. Kalau soal kemampuan rapnya kayaknya sih nggak kalah seru dibandingin sama Eminem, Beastie Boys atau Limp Bizkit (lengkapnya lihat boks).

Teman pembaca, maraknya nasyid ‘genre’ baru setidaknya bikin ‘panas’ peta kekuatan musik di tanah air. Nggak berlebihan tentunya. Sebab, kalo dilihat dari perkembangannya cukup menggembirakan. Meski kita juga nggak boleh langsung ngasih kesimpulan kalo sekarang Islam udah bangkit. Itu belum cukup, dan memang masih banyak pekerjaan yang kudu kita lakukan, lebih dari sekadar nasyid. So, lebih pantas kalo nasyid hanya kita jadikan sebagai ‘teman’ dalam dakwah kita. Tul nggak? [O. Solihin]
11.27 | 0 komentar

URGENSI MUHASABAH Bagi Kehidupan Seorang Muslim

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 22 Oktober 2009 | 05.27


Ditulis oleh Ust Anwar Anshori Md


“ Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah muanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa ang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan encatat) amal perbuatan itu, Padahal mereka telah lupakannya. dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu. QS. Al-Mujadilah [58]:6.

Apa itu Muhasabah
Menurut bahasa, muhasabah berasal dari bentuk kata kerja haasaba yuhaasibu di ambil dari haasiba, hasibtusy-syaia, ahsibuhu husbaanan, dan hisaaban, artinya apabila engkau menghitungnya; hisab dan muhasabah artinya bila engkau menghitung sesuatu.

Menurut bahasa arti muhasabah sama dengan intropeksi, yaitu hadirnya sebuah kesadaran untuk melihat keadaan diri. Istilah yang lain adalah menghitung-hitung keburukan aib diri sendiri, merenunginya, dan terus mencoba melakukan perubahan sikap dan prilaku kearah yang lebih baik.

Kenapa Kita Harus Bermuhasabah?
Sahabat, perjalanan hidup manusia melaju dengan cepat menuju Allah. Hendaklah kita selalu mengadakan perhitungan untung rugi (muhasabah) dari apa yang kita kerjakan. Sebab setiap gerak dari kehidupan kita tak satupun yang luput dari penglihatan Allah. Dalam menjalani kehidupan, betapa seringnya kita tertipu dan menipu diri sendiri, kita mengira bahwa kita diam, sedangkan waktu terus berjalan. Kita mengira telah berbuat baik, padahal ternyata hanyalah patamorgana. Hidup adalah perjalanan, meniti detik ke jam, menata hari ke pekan, melewati pekan menuju bulan. Dan akhirnya tahunpun berganti.

Sebuah proses dalam mengisi ruang yang telah Allah sediakan
dan juga Allah tentukan. Dalam satu hari, perjalanan waktu menyisakan banyak peristiwa, dan setiap orang berbeda-beda dalam meninggalkan jejak. Ada yang meninggalkan jejak kebaikan dan tidak sedikit orang yang meninggalkan jejak keburukan. Setiap peristiwapun berbeda pula corak dan ragamnya, sesuai dengan jejak yang ditinggalkannya.

Beruntunglah orang yang telah menorehkan tinta kebaikan dan kemudian orang-orang sesudahnya mengikuti jejak kebaikannya. Ia bukan hanya mendapat tambahan pahala tetapi namanya tetap harum betapapun waktu telah berganti masa. Dan merugilah
orang yang meninggalkan jejak keburukan, karena ia bukan saja tidak mendapat tempat dihati manusia sesudahnya, tetapi juga tak mendapat kebahagiaan di akhiratnya.Maka dalam pergantian hari dan waktu yang terlewati amatlah rugi jika kita tidak mengingatnya kembali. Paling tidak jedalah sesat untuk memikirkan langkah berikut agar tidak terlalu banyak kesalahan berikutnya.

Intropeksilah sesaat sebelum melangkah dan sesaat setelah melangkah. Karena setiap langkah yang terayun, setiap hari yang terlewat dan setiap nafas yang menghembus kelak Allah akan di mintai pertanggung jawaban di akhirat. Allah berfirman:

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?.Qs.Al-Qiyamah [75];36 Dalam ayat dan surah yang lain Allah juga berfirman:

“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?.(Qs. Al-Mu’minun [23]:115)

Renungkan dua ayat diatas dengan jelas, mengingatkan agar kita tidak main-main dan selalu berbenah diri. Agar kelak di hari pertanggung jawaban (akhirat) kita tidak menjadi orang-orang yang menyesal.

Urgensi Muhasabah

Muhasabah (introspeksi) adalah masalah yang sangat penting, karena tanpa intropeksi jiwa manusia tidak akan menjadi baik. Dan ia adalah jalan yang di tempuh oleh orang-orang mukmin, ciri khas para ahli tauhid dan pertanda orang-orang yang khusu’. Bermuhasabah akan menuntun kita kearah taubat kepada Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Qs. Al-A’raf [7]:201).

Beberapa hal yang menjadi alasan kenapa kita harus bermuhasabah (introspeksi) diri:
1. Karena ada kehidupan kekal setelah dunia Kita hidup bukan hanya sekedar hidup tetapi untuk yang Maha Hidup. Dan kita ada bukan hanya sebatas ada. Maka aturan main dalam hidup harus sesuai dengan aturan yang menciptakan hidup, Dialah Allah Swt.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat);dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Swt. Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS. Al-
Hasyr [59]:18-19).

Ayat ini mengisyaratkan pentingnya memperhatikan apa yang sudah kita perbuat untuk kehidupan hari esok (akhirat). Artinya; apa yang kita lakukan di dunia ini semata-mata bukan untuk kepentingan sesaat, tetapi harus berorientasi pada kehidupan
yang abadi. Karena pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah untuk sebuah kekekalan (akhirat), bukan untuk kesementaraan (dunia). Dan adapun dunia tempat kita hari ini, hanyalah persinggahan sebentar dalam perjalanan panjang menuju keabadian.

2. Karena adanya keharusan berserah diri sebelum datang azabPenyesalan selalu ada di belakang hari dan kita tidak akan bisa kembali seperti awal kita melangkah. Maka agar jangan timbul penyesalan dibelakang hari, ada baiknya kita ini bangunkan
kesadaran setelah sekian lama terlelap dalam keterlenaan dan kehinaan. Kembalilah kepada Allah, menyesalah, beristighfarlah, bertaubatlah:

“Dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). QS. Az- Zumar [39]:54).

Dunia adalah tempat mengumpulkan bekal dan akhirat adalah tempat menerima balasan.

3. Karena segala amalan akan di perlihatkan Oleh Allah Jika kehidupan kita seperti hewan, bersalah sebanyak apapun tidak di catat sebagai dosa. Maka bolehlah kita melakukan apa saja yang kita mau. Tetapi ketahuilah, kita baru niat saja Allah
sudah tahu, apalagi berbuat. Dan repotnya lagi segala perbuatan kita kelak akan diperlihatkan oleh Allah di hari pembalasan, bahkan waktu itu kita sudah melupakannya. Perhatikan ayat-ayat Allah yang merupakan kebenaran pasti tentang tersingkapnya semua perbuatan kita di hari pembalasan nanti:

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, Padahal mereka telah melupakannya. dan Allah Maha menyaksikan segala
sesuatu. QS. Al-Mujadilah [58]: 6.

“Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. QS. Al-Zalzalah [99]: 6-8.

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. kemudian masing-masing diri diberi Balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). QS. Al-Baqarah [2];281.

“ Dan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka Kami, kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapun”. QS. Al-Kahfi [18];49

4. Karena adanya peringatan Allah akan siksa-Nya Salah satu fungsi al-quran adalah memberi peringatan (Nadziro), disamping memberi kabar gembira (Basyiro). Peringatan
untuk orang-orang yang durhaka, mereka akan mendapatkan azab dan neraka adalah sebagai tempat kediamannya. Juga kabar gembira buat orang-orang yang beriman dan bertaqwa bahwa mereka akan mendapat kesenangan, dan surga adalah balasannya.

“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hambaNya. Qs. Ali Imran [3]; 30.

“Adapun orang yang melampaui batas, Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya
syurgalah tempat tinggal (nya). Qs. An-Naazi’aat [79];37

Bersambung: Bagaimana Cara Bermuhasabah
05.27 | 0 komentar

Belajar Bahasa AlQuran Metode Belajar Aktif Lewat Intra/Internet

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 20 Oktober 2009 | 09.57


"Belajar Bahasa AlQuran Metode Belajar Aktif Lewat Intra/Internet"
Alquran berformat HTML yang diberi judul "Belajar Bahasa AlQuran Metode Belajar Aktif Lewat Intra/Internet". Panjang sekali ya ? Ini Alquran luar biasa, dia terjemahkan ke Bahasa Indonesia perkata. Dia potong gambar huruf arabnya dan disususn perkata. Luar biasa. Tidak bisa kami bayangkan. Jika gambar disentuh kursor, maka dia akan mengeluarkan artinya. Dan jika yang disentuh angka ayatnya maka akan keluar terjemahan satu ayat.


Belajar Bahasa Al-Qur'an dengan metode ini akan membantu anda didalam mengetahui tarjamah baik per kata maupun secara global.


Setiap kata yang ada pada website ini dapat diklik untuk diuraikan secara rinci analisa tatabahasanya berikut makna serta kata-kata terkaitnya. Masing-masing kata dapat ditunjuk untuk ditampilkan artinya secara global.
Untuk lebih jelasnya silahkan anda klik dibawah ini................

KLIK QUR'AN PERKATA ONLINE


Atau Pesan Segera Versi Offlinenya

1. Infaq CD: Rp 50.000,- /keping (sudah termasuk ongkos kirim)
2. Uang pembelian ditransfer ke rekening di bawah ini:

Bank Muamalat Indonesia Cabang Jakarta
Nomor Rekening: 916.92866.99
atas nama: Rudianto

4. Bila transfer via ATM, kode Bank Muamalat Indonesia: 147
5. Setelah transfer dilakukan, segera beritahukan kepada kami ke email: akhrudianto@yahoo.com atau SMS ke nomor handphone: 085716863625 dengan mencantumkan tanggal dan nominal transfer serta identitas (nama dan alamat lengkap) anda.
6. CD/DVD akan kami kirim via paket pos kilat khusus ke alamat anda.

Sebagaimana yang diamanahkan pembuatnya, Seluruh keuntungan dari produk ini untuk pembiayaan operasional Radio Dakwah Nurisfm.
09.57 | 0 komentar

Top 20 Nasheed Nuris FM -edisi 18 Oktober 2009

Written By Iswandi Banna on Senin, 19 Oktober 2009 | 17.45


1. Doa Qalbu – Fika Mupla (2009)
2. Semua Itu Cinta – Taqien Fatih (2009)
3. Tebarkan Salam – Launun (album: Warna Warni/2009)
4. Bersimpuh - Alief (2009)
5. Cinta Untuk Istri – Spazi (album: Kompilasi FNPI/2009)
6. You Came to Me – Sami Yusuf (2009)
7. Sebelum Dia Pulang – Firto (2009)
8. Laa Illaha Illallah – Awan (Kompilasi FNPI/2009)
9. Al Aqsha Palestina – Asy Syujaa’ (2009)
10. Sedekah – Na’am (album: Feel Fresh/2009)
11. Kelezatan Iman – Nahawan (album: Rahasia Hati/2009)
12. Pengasih - Vertizone (2009)
13. Bidadari Kecilku – Innoru (2009)
14. Q Rasa Q Tahu – Riham Nasyid (2009)
15. Ampunan-Nasyid Bana(album:NuansaKehidupan/2009)
16. Tentang Hidup – Azmi The CS (2009) new entry
17. MBU (Mama Bunda Ummi) Apapun Namanya - The CS (2009) #1 (1 pekan)
18. Apa Kabar November – Haris Isa (album: No.1/2009) new entry
19. Save Our Masjid – Justice Voice (album: SOM/2009)
20. Surat Cinta dari Palestina – Ebiet Beat A (2009) new entry

Bisa disimak live setiap sabtu malam 19.30-21.30 WIB
on air di 107.7 FM
(bagi Anda yang berdomisli di Ciledug, Larangan, Kreo, Petukangan, Joglo, Meruya, Kebon Jeruk, Keb. Lama, Bintaro, Pd. Aren, Ciputat,dan sekitarnya)

atau via streaming on internet di
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myradio.com

Bisa Reques di program2 Nuris fm
pagi-siang-sore-malam

ke 085624628596
atau telpon on air di (021) 92297893
17.45 | 2 komentar

Ketika Ukhuwah Jadi Kambing Hitam

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 16 Oktober 2009 | 00.55


Ada rasa yang kurang jika sehari saja jari-jari ini belum Klik facebook untuk tahu respon statusnya, atau mengetahui status teman-temannya, atau ingin update ‘kondisi hatinya’ dalam status facebook.

Coba bandingkan dengan membasahi bibir dengan bacaan Al Qur’an, atau bertasbih, beristighfar atau sekedar melafalkan sholawat nabi...dalam satu hari, padahal kita tahu Rasulullah minimal 73 kali beristighfar memohon ampunan....,dengan kondisi yang Allah jaminkan terjaga dari dosa-dosa.

Adalah hal di anjurkan oleh Allah untuk senantiasa bermuhasabah, menengok ke belakang, mengingat-ingat masa lalunya, dan bernostalgia.....tapi dengan tujuan untuk memperbaiki diri, tapi dengan tujuan untuk menangis, terpekur di hadapan Allah memohon Ampun atas khilaf dan dosa-dosanya.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr : 18)

Dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : “Orang cerdas (berakal) ialah orang yang menghisab dirinya dan berbuat untuk setelah kematian. Dan, orang yang lemah ialah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (At-Tirmidzi)

Rasanya tidak ada yang salah, bercakap-cakap, senda gurau, saling mengomentari status....., dan memang tidak ada yang salah. Yang ada adalah kebenaran datangnya dari Allah dan atas dasar hukumnyalah salah benar itu ditetapkan .
Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Qs Al Kahfi 18)
Ingatkah kisah Fatimah Putri Rasulullah ketika Ali RA, Suaminya sedang bepergian, kemudian datang ke rumahnya seorang akhwat sahabatnya. Maka dengan berat hati Fatimah berkata wahai sahabatku, sessungguhnya amat rindu hatiku kepada mu untuk bertemu tetapi sayang saya belum minta ijin suamiku untuk menerimamu masuk ke rumahku, datanglah kembali esok, insya Allah nanti saya minta ijin kepada suamiku.
Kesesokan harinya datanglah kembali sang akhwat ke rumah Fatimah sambil membawa anak laki-lakinya. Dan Ketika terbuka pintunya Fatimah kembali berkata “ Wahai sahabatku sesungguhnya suamiku telah mengijinkan aku menerima kunjungan mu , tetapi saya belum meminta ijin terhadap anakmu, kembalilah besok wahai sahabatku....

Kisah ini bukan sebuah pembenaran seorang Akhwat harus terkungkung dalam rumahnya, ini adalah pembelajaran akhlaq yang luar biasa seorang istri kepada suaminya, seorang istri dalam menjaga dirinya dan kehormatan keluarganya.
Dengan terbukanya sekat-sekat komunikasi melalui media Online apasaja, SMS, Blog, Facebook, Chatting,.....dan lainnya. Kekuatan Akhlaq kita di uji, bukan hanya sekedar koridor ikhtilat yang yang semakin transparan tetapi pemahaman tentang akhlaq dalam berkomunikasi, muhrim dan bukan muhrim, ukhuwah dan senda gurau.
Menarik memang fenomena Online, dari Online masuk ke hati, dari Online muncul ide reuni, maka jangan heran Facebook membuat demam reuni seperti virus H1N1, cepat menyebar dari Reuni SMA, SMP, SD, hingga perguruan tinggi. Yang belum pernah terdengar adalah reuni TK.....

Kita menjustifikasi sebuah komunikasi dengan Ukhuwah, Reuni dengan Ukhuwah, Facebook dengan Ukhuwah, Senda Gurau dengan Ukhuwah, saling bertukar foto dengan Ukhuwah, narsis dengan Ukhuwah......Ukhuwah di jadikan Kambing hitam. Tanpa tahu makna sesungguhnya dari Ukhuwah.

Ukhuwah Islamiyah adalah persauadaraan yang dilandasi oleh Akidah Islam, yang dijunjung tinggi dari kecintaan kepada Allah dan rasulNya. Bukan dibangun berdasarkan Nafsu, hasrat laki-laki dan perempuan...,pikiran dan dan niat kecintaan pada dunia.

“Katakan, ‘Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata’.” (QS. Yusuf : 108)

Berhati-hatilah dalam berbaur, dalam berinteraksi, tutup rapat-rapat pintu-pintu syetan, selalu perbaharui niat dan sucikanlah jiwa-jiwa kita. “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (Asy-Syams 9-10)

Mari kembalikan kembali rasa malu kita, yang mungkin tercecer, atau hilang karena peradaban dan pergolakan jaman. Jaga diri dan keluarga kita ....dari jahatnya syetan-syetan yang senantiasa menggoda dari seluruh penjuru arah.

Malulah kamu semua kepada Allah dengan sebenar-benaranya rasa malu. Para sahabat menjawab: “Sesungguhnya kami telah malu wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda: “Bukan seperti itu. Akan tetapi orang yang malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu itu hendaklah menjaga kepala dan apa yang memenuhinya, memelihara perut dan apa yang menjadi isinya, mengingat kematian dan kehancuran, dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat ia akan meninggalkan perhiasan dunia. Maka barang siapa dapat melaksanaan hal ini ssesungguhnya ia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu”. HR. At Tirmidzi dan Al Hakim.
00.55 | 1 komentar

Ketika Iffah mulai luntur (dibalik fenomena facebook)

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 15 Oktober 2009 | 07.54


Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

*
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

*
Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...

*
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan

*
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis

*
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang

*
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

*
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih”

*
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

*
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

*
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

*
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah “ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....

Ingatlah Abdurahman bin Auf mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah menegaskan dengan sindiran keras kepada kita “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari). Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

Sumber FTJAI
07.54 | 1 komentar

Top 20 Nasheed Nuris FM -edisi 10 Oktober 2009

Written By Iswandi Banna on Selasa, 13 Oktober 2009 | 12.55

1. Bersimpuh - Alief (2009) #1 (2 pekan)
2. Doa Qalbu – Fika Mupla (2009)
3. Semua Itu Cinta – Taqien Fatih (2009)
4. Tebarkan Salam – Launun (album: Warna Warni/2009)
5. Laa Illaha Illallah – Awan (Kompilasi FNPI/2009)
6. Cinta Untuk Istri – Spazi (album: Kompilasi FNPI/2009)
7. You Came to Me – Sami Yusuf (2009)
8. Ampunan-Nasyid Bana(album:NuansaKehidupan/2009)
9. Sebelum Dia Pulang – Firto (2009)
10. MBU (Mama Bunda Ummi) Apapun Namanya - The CS (2009) #1 (1 pekan)
11. Save Our Masjid – Justice Voice (album: SOM/2009)
12. Sedekah – Na’am (album: Feel Fresh/2009)
13. Al Aqsha Palestina – Asy Syujaa’ (2009)
14. Kelezatan Iman – Nahawan (album: Rahasia Hati/2009)
15. Aku Dirimu – Nanda Nasyid (2009)
16. Pengasih - Vertizone (2009)
17. Bidadari Kecilku – Innoru (2009)
18. Q Rasa Q Tahu – Riham Nasyid (2009)
19. Dengar, Lihat, Ingat – Faith (Kompilasi FNPI/2009) #1 (1 pekan)
20. Mengharap RidhoMu-Idhan Ramadhan (2009)


Bisa disimak live setiap sabtu malam 19.30-21.30 WIB
on air di 107.7 FM
(bagi Anda yang berdomisli di Ciledug, Larangan, Kreo, Petukangan, Joglo, Meruya, Kebon Jeruk, Keb. Lama, Bintaro, Pd. Aren, Ciputat,dan sekitarnya)

atau via streaming on
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myradio.com

Bisa Reques di program2 Nuris fm
pagi-siang-sore-malam

ke 085624628596
atau telpon on air di (021) 92297893
12.55 | 4 komentar

Top 20 Nasheed Nuris FM-edisi 3 Oktober 2009

1. Bersimpuh - Alief (2009)
2. Doa Qalbu – Fika Mupla (2009)
3. MBU (Mama Bunda Ummi) Apapun Namanya - The CS (2009) #1 (1 pekan)
4. Semua Itu Cinta – Taqien Fatih (2009)
5. Save Our Masjid – Justice Voice (album: SOM/2009)
6. Tebarkan Salam – Launun (album: Warna Warni/2009)
7. Laa Illaha Illallah – Awan (Kompilasi FNPI/2009)
8. Cinta Untuk Istri – Spazi (album: Kompilasi FNPI/2009)
9. Ampunan-Nasyid Bana(album:NuansaKehidupan/2009)
10. You Came to Me – Sami Yusuf (2009)
11. Aku Dirimu – Nanda Nasyid (2009)
12. Sebelum Dia Pulang – Firto (2009)
13. Sedekah – Na’am (album: Feel Fresh/2009)
14. Dengar, Lihat, Ingat – Faith (Kompilasi FNPI/2009) #1 (1 pekan)
15. Kelezatan Iman – Nahawan (album: Rahasia Hati/2009)
16. Al Aqsha Palestina – Asy Syujaa’ (2009)
17. Mengharap RidhoMu-Idhan Ramadhan (2009)
18. Pengasih - Vertizone (2009)
19. Bidadari Kecilku – Innoru (2009) new entry
20. Q Rasa Q Tahu – Riham Nasyid (2009) new entry

Bisa disimak live setiap Malam Ahad 19.30-21.30 WIB
on air di 107.7 FM
(bagi Anda yang berdomisli di Ciledug, Larangan, Kreo, Petukangan, Joglo, Meruya, Kebon Jeruk, Keb. Lama, Bintaro, Pd. Aren, Ciputat,dan sekitarnya)

atau via streaming on
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myradio.com

Bisa Reques di program2 Nuris fm
pagi-siang-sore-malam

ke 085624628596
atau telpon on air di (021) 92297893
12.48 | 0 komentar

Musibah Dan Hikmahnya

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 08 Oktober 2009 | 05.26

Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia menyegerakan hukuman di dunia. Jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, maka Dia menahan hukuman kesalahannya sampai disempurnakannya pada hari qiamat." (HR. Imam Ahmad, At-Turmidzi, Al-hakim, Ath-Thabrani, dan Al-Baihaqi). Hadits di atas bersumber dari Abdullah bin Mughaffal. Menurut Al-Haitsami, periwayatan hadits ini shahih.

Diriwayatkan bahwa salah seorang lelaki telah bertemu dengan seorang wanita yang disangkanya pelacur. Lelaki itu menggoda sampai-sampai tangannya menyentuh tubuhnya. Atas perlakuan itu, sang wanita berkata, "Cukup!" Lantaran terkejut, lelaki ini menoleh ke belakang, namun terbentur tembok dan terluka.

Lelaki usil itu pergi menemui Rasulullah dan menceritakan pengalaman yang baru saja dialaminya. Komentar Rasulullah? "Engkau seorang yang masih dikehendaki oleh Allah menjadi baik." Selanjutnya beliau bersabda, sebagaimana dalam hadits di atas.

Dalam riwayat At-Turmidzi, hadits itu disempurnakan dengan lafadz sebagai berikut, "Dan sesungguhnya Allah, jika Dia mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Jika mereka ridha, maka Allah ridha kepadanya. Jika mereka benci, Allah membencinya."

Kecintaan Allah kepada hamba-Nya di dunia tidak selalu diwujudkan dalam bentuk pemberian materi atau kenikmatan lainnya. Kecintaan itu justru sering berbentuk --oleh sebagian orang disebut-- adzab. Sebenarnya bukan adzab, tapi yang tepat adalah ujian. Berat ringannya ujian itu tergantung kepada kuat tidaknya iman seseorang.

Orang yang paling disayangi dan dikasihi Allah adalah para Nabi dan Rasul. Justru mereka adalah orang yang paling berat menerima ujian semasa hidupnya di dunia. Ujian mereka sangat berat melebihi ujian yang diberikan kepada siapapun juga. Demikian secara berurutan, para syuhada' dan kemudian shalihin. Yang jelas bahwa setelah orang menyatakan. "Kami beriman", Allah langsung menyiapkan ujian baginya.

Allah SWT berfirman: "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan 'Kami telah beriman,' lantas tidak diuji lagi? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. al-Ankabut: 2-3)

Arti ujian bagi orang yang beriman adalah untuk meningkatkan keimanannya. Selain ujian ujian Allah juga memberikan teguran, baik diberikan secara haslus atapun kasar. Bagi yang kepekaan imannya tinggi, teguran halus saja sudah cukup untuk menyadarkan dari kesalahan atau kelalaiannya. Sementara bagi yang tipis kepekaannya, teguran keras sekalipun terkadang tidak juga menyadarkannya.

Apa yang dialami oleh lelaki yang datang kepada Rasulullah sebagaimana hadits di atas merupakan teguran Allah secara langsung agar ia sadar atas kekeliruannya, dan tidak mengulang kesalahannya. Lelaki itu sangat bersyukur atas kecelakaan yang menimpa dirinya. Wajah yang benjol dan darah yang mengalir di wajahnya tidak seberapa dibandingkan dengan nilai kesadaran yang baru dirasakannya.

Karena itu, jika mengalami suatu musibah, jangan cepat-cepat mengeluh. Cari dulu sebab musababnya. Jangan-jangan musibah itu merupakan teguran dari Allah S.W.T atas berbagai kesalahan yang telah kita lakukan. Mungkin saja musibah itu nampak tidak ada kaitannya sama sekali, tapi cobalah untuk mengurut-urut beberapa langkah yang pernah kita lakukan sebelumnya.

Kasih sayang Allah tidak selalu berwujud kesenangan, melimpahnya harta, tercapainya segala keinginan, dan jauh dari berbagai musibah. Justru bisa jadi sebaliknya. Orang yang mendapatkan berbagai kesenangan itulah yang tidak dicintai-Nya. Orang tersebut dibiarkan tenggelam dalam kesenangan dunia sampai tiba ajalnya. Pada saat itu semua kesenangan dicabut dan diganti dengan berbagai siksa yang mengerikan, baik ketika di kubur, di padang mahsyar, maupun di neraka.lah berusaha untuk selalu melakukan perbuatan yang baik dan benar, serta menghundari perbuatan jahat dan buruk dalam hidupnya, kemudian datang musibah, apa yang perlu dilakukan adalah melihat diri sendiri. Jika terdapat kesalahan, berarti perlu segera berbenah diri memohon ampunan atas kesalahan atau dosanya.

Sebagaimana yang sering terjadi, orang yang baik tiba-tiba mendapatkan kecelakaan, bencana atau musibah yang berat. Hal itu,disisi Allah mempunyai nilai yang besar, ketika orang tersebut bisa sabar dan tidak hilang keimanannya.

Rasulullah bersabda, "Tiada suatupun yang menimpa seorang mukmin, baik berupa kepayahan, sakit, sedih, susah, atau perasaan murung, bahkan duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan melebur kesalahan-kesalahannya lantaran kesusahan-kesusahan tersebut." (HR Bukhari dan Muslim.

Begitulah seharusnya orang beriman bersikap ketika menghadapi musibah. Introspeksi, Melihat diri, adakah ia merupakan ujian, peringatan atau siksa.
05.26 | 3 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung