Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

JILBAB SESUNGGUHNYA

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 25 Mei 2013 | 10.33

Banyak yang pada ga ngerti makna jilbab dan wujud sebenarnya.....
kebanyakan beranggapan bila udah memakai kain untuk menutup kepala disebut dengan berjilbab....
padahal itu SALAH....
yang dimaksud jilbab adalah pakaian wanita yang menutupi tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki. dengan persyaratan sebagai berikut :
1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Tidak tipis dan transparan. (Sesuai hadits di atas)
3. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh (tidak ketat).
4. Bukan pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.



bila wanita berpakaian seperti itu semuanya.... hmmmmmm... bisa dipastikan bumi ini akan lebih indah :D
bumi ini akan lebih berkurang kejahatannya terhadap perempuan (pemerkosaan, hamil pranikah, dsb)...

untuk itulah mari para wanita..... MULAILAH BERJILBAB YANG SESUNGGUHNYA :P

berikut ini saya kasih dah gambar para wanita yang BERJILBAB SESUNGGUHNYA... biar anda bisa membandingkan sendiri, lebih "INDAH dan ANGGUN" mana bila anda berpakaian dengan BERJILBAB dibandingkan dengan berpakaian biasa atau cuma berJILBAB GAUL
:D

SEJUK KAN????
:D
untuk itu, mulai sekarang, STOP JILBAB GAUL


marilah kita kembali KE ALAM YANG SESUNGGUHNYA

Sumber
10.33 | 0 komentar

Buku "Dua Sisi Umar bin Khattab"


Alhamdulillah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah saw, para sahabat, keluarga dan orang-orang yang mengikuti ajarannya hingga Hari Akhir nanti.
                Meneladani kehidupan para sahabat Nabi saw, ibarat menggali sumber mata air yang tak pernah kering. Ia terus mengucurkan air dan menghilangkan dahaga bagi orang-orang yang kehausan. Begitulah kehidupan orang-orang mulia di sekitar Nabi saw.
                Umar bin Khaththab adalah salah seorang dari mata air itu. Kian banyak buku ditulis, makin banyak keteladanan yang lahir. Umar mencerminkan sosok negarawan yang merakyat, ahli diplomasi yang sangat menghormati hak orang lain, seorang tokoh zuhud yang membenci kemiskinan, dan sahabat nabi yang berani tapi sering ditemukan menangis di keheningan malam. Pada diri Umar, tercermin dua sisi yang selalu dibutuhkan.
                Pada diri Umar benar-benar terangkum dua pribadi ‘berlawanan’. Misalnya, di satu sisi Umar dikenal dengan ketegasannya dan keberaniannya, yang juga ditunjang oleh kekuatan fisiknya. Di sisi lain, ia begitu lembut dan pernah pendapatnya dikalahkan oleh usulan seorang wanita tua. Di suatu waktu ia pernah memaafkan dan membatalkan hukum potong tangan bagi seorang pencuri lantaran ia melakukan perbuatannya karena terpaksa. Di kali lain, ia tetap mengeksekusi seorang pencuri yang tetap ngotot bahwa ia mencuri karena sudah ditakdirkan Allah. “Ya Umar, apakah Anda ingin melawan takdir Allah yang telah menetapkan saya sebagai pencuri?” kata pencuri itu. Dengan tegas Umar menjawab, “Ya, aku melawan takdir Allah untuk melakukan takdir Allah yang lain, yakni memotong tangan kamu!” Dan,
pencuri itu pun dipotong tangannya.
                Buku ini merupakan kumpulan tulisan berupa cuplikan kisah yang dianalisa dan dikaitkan dengan konteks kekinian. Bukan hanya bicara tentang pribadi Umar bin Khaththab tapi juga para sahabat Nabi saw yang lain. Melalui buku ini, kita akan belajar ketegasan dari sosok Abu Bakar ash-Shiddiq dalam membasmi pembangkang zakat dan nabi palsu. Meski dikenal lembut dan pemaaf, tapi dalam menghadapi orang-orang murtad, Abu Bakar tak memberi ampun.
                Kita juga akan bercermin pada sosok Bilal bin Rabah yang merangkum banyak sisi keteladanan: istiqamah, zuhud, ahli perang dan rendah hati. Betapa sempit pemahaman kita kalau menganggap Bilal semata sebagai seorang tukang adzan. Tak heran, dengan begitu banyak keutamaannya, hingga Bilal ‘mendahului’ Nabi saw masuk surga. “Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu," ujar Rasulullah saw kepada Bilal suatu ketika.
                Selain pada Umar, Abu Bakar dan Bilal, kita juga akan melihat penggalan kisah dari kehidupan Abdullah bin Amr bin Ash. Selain sebagai ahli ibadah, putra sahabat Nabi saw Amr bin Ash ini juga biasa menulis. Inilah yang membuatnya lebih dibanding Abu Hurairah. Ya, menulis. Kita mesti belajar menggalakkan tradisi menulis pada sahabat Nabi saw ini.
                Masih banyak pelajaran lain yang mengalir dari sejumlah sahabat Nabi saw yang terangkum dalam buku ini. Semua kisah ‘lama’ itu dikaitkan dengan konteks sekarang sehingga ia kembali menjadi ‘baru’.
                Pembaca, sebagian konten tulisan ini ada yang pernah dimuat di Majalah Islam Sabili dalam rubrik Ibroh. Selama tujuh tahun, penulis menggawangi rubrik tersebut. Namun karena tulisan yang pernah dan sudah lama dimuat di media, biasanya sering kehilangan konteks dengan perkembangan terbaru, maka sebagian tulisan tersebut penulis edit dan diperbarui dengan kondisi terkini agar tidak basi. Sebagian konten buku ini juga pernah mewarnai Majalah al-Mujtama’. Sama seperti yang pernah dimuat di majalah Sabili, tulisan yang bersumber dari majalah al-Mujtama’ pun penulis edit ulang dan disesuaikan seperlunya dengan konteks terbaru.
                Untuk itu, penulis sampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan, baik di majalah Sabili maupun al-Mujtama’. Semoga keringat dan keikhlasan kita, dihitung sebagai pahala yang akan memberatkan timbangan ibadah kita di Hari Pembalasan nanti.
                Buat empat buah hatiku tercinta: Arini Farhana Kamila, Ahmad Syauqi Banna, Alya Syakira dan Wafi Biahdillah, semoga karya ini bisa menambah kebanggaan dan menambah keyakinan bahwa Abi kalian pernah ada di muka bumi ini. Buktinya, bukan semata batu nisan tapi karya tulis, buku ini.
                Untuk semua pihak, terima kasih atas segala partisipasinya. Selamat membaca.
Bumi Ciluar, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
19 Oktober 2012/3 Dzulhijah 1433 H
Hepi Andi Bastoni
Spesifikasi Buku : 
Ukuran 13 x 17,
 Kertas book paper,
 208 hlm, cover 230 gr.
06.33 | 0 komentar

DOSA 24 JAM SEORANG WANITA di FaceBooK

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 24 Mei 2013 | 23.40

Pernah ada seorang laki-laki Curhat, Beliau GELISAH dengan kondisi "Wanita-Wanita" yang suka menampakan foto-fotonya di FB. terlihat begitu kecewa melihat realita yang terjadi di kalangan kaum hawa saat ini Dengan nada lirih, mungkin dari lubuk hatinya yang terdalam, beliau menyampaikan "saya tidak TERTARIK dengan Wanita-wanita yang memajang fotonya di FB, harusnya mereka bisa lebih menjaga, bukan calon pasangan IDEAL karena BELUM BISA menjaga IZAHNYA (Kehormatannya) dan membiarkan kecantikanya dinikmati oleh orang-orang yang TIDAK BERHAK"
.............................................................

Seorang Wanita yang menampakkan foto dirinya di internet mungkin telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing. Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.

Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang memukuli orang-orang dengannya dan para wanita yang berbaju tapi mereka telanjang, berlenggak lenggok kepala mereka bagaikan punuk unta yang bergoyang. Wanita-wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga bisa tercium sejauh sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 3971 & 5098)

Apabila seorang Wanita menampakkan gambar dirimu di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (RASA MALU). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.

Allah Azza wa Jalla juga menjadikan kewajiban berhijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat) dalam firman-Nya, "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab: 59)

Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), karena itu “mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan baerupa fitnah dan kejahatan bagi mereka. Wallahua’lam

Maka pertanya terakhir, Sudah siapkah anda MENEKAN DELETE BUTTON di FB anda (saudariku)?
Redhakah laki-laki yang sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi pasangan hidupmu?karena mereka lah yang berhak terhadap kecantikan yang kamu miliki.
Ataukuh lebih redha fotomu di lihat jutaan mata??


Jawabnya: ITU HAK SAUDARIKU MUSLIMAH,KAMI HANYA IKUT MENYAMPAIKAN...semuga manfaat insyaAlloh


Sumber
23.40 | 0 komentar

Al-Qur’an by Heart (2011)

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 19 Mei 2013 | 19.57

 
Aka Koran By Heart 
Rating IMDB : 6.8/10
Release Date : 2011
Genre : Documentary | News
Stars : 100 hafidz dari 100 negara
Quality : DVDRip
Subtitle : Indonesia
Sinopsis :
Film dokumenter ini luar biasa. Berkisah tentang tiga bocah usia 10 tahun yang sudah hapal Al Quran (hafidz) lalu ikut kompetisi hafidz di Kairo. Lomba itu diikuti oleh 100 hafidz dari 100 negara. Tiga bocah itu berasal dari Senegal, Maldives, dan Tajikistan (negara bekas wilayah Uni-Sovyet). Walau hapal Al Quran, tidak satu pun dari ketiga bocah itu yang bisa berbahasa Arab.
Selain fokus pada kompetisi di Kairo, film ini juga menceritakan kehidupan ketiga bocah itu di kampungnya. Soal sekolah mereka, cita-cita mereka, atau harapan orang tuanya. Adegan bolak-balik dari Kairo dan di negara mereka masing-masing. Jadi film ini tidak sekadar soal lomba hafidz, tapi juga kehidupan tiga bocah muslim di tiga negara berbeda tersebut.
Yang namanya bocah, tingkah mereka kadang bikin geli. Lucu dan polos. Tapi saat mendengar mereka mulai melantunkan Al Quran... masyaallah.. it's simply beautiful and touching. "Seperti burung bernyanyi," kata seorang hafidz lain di Kairo.
Dalam film itu digambarkan bagaimana Djamil diajarkan oleh gurunya di Senegal bahwa Islam adalah agama damai dan orang Islam harus menganut prinsip tersebut dalam hidupnya, tetapi pemerintah Senegal menutup sekolah yang dikhawatirkan akan mengembangkan ajaran fundamentalis.
Di sisi lain, Nabiollah yang bisa membaca dan bahkan hafal Qur’an, buta huruf dalam bahasanya sendiri, sementara Rifdha gadis kecil dari Maladewa bermimpi untuk menjadi peneliti dan mencari tahu apa yang terjadi di laut malam hari, tak hanya sekedar menjadi seorang isteri seperti yang diinginkan ayahnya. Ketiga kisah ini benar-benar memberi gambaran kehidupan keluarga Muslim di berbagai negara di dunia. Setelah nonton ini saya jadi makin setuju pada anggapan kalau ada bocah yang bisa hapal AL Quran di usia dini (sebelum 13 tahun) adalah bocah jenius. Sangat merekomendasikan film ini.

Untuk berminat mendapatkan Film ini silahkan hubungi Admin
19.57 | 0 komentar

Jadwal Kajian Rutin Pagi Hari FOSDA Masjid Mardliyyah UGM

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 16 Mei 2013 | 08.22

08.22 | 2 komentar

AL HUQUQ AL 'ASYRAH (10 HAK)

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 15 Mei 2013 | 05.56

AL HUQUQ AL 'ASYRAH (10 HAK)


  1. AL HUQUQ AL 'ASYRAH (10 HAK)

Al-Huquq al-'Asyrah (10 hak) yang dimaksud dalam thema ini adalah 10 wasiat Allah yang termaktub dalam surah al-An'am ayat 151-153, yaitu firman-Nya:
 قُلۡ تَعَالَوۡاْ أَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّڪُمۡ عَلَيۡڪُمۡ‌ۖ أَلَّا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـًٔ۬ا‌ۖ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنً۬ا‌ۖ وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَوۡلَـٰدَڪُم مِّنۡ إِمۡلَـٰقٍ۬‌ۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُڪُمۡ وَإِيَّاهُمۡ‌ۖ وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلۡفَوَٲحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ‌ۖ وَلَا تَقۡتُلُواْ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ‌ۚ ذَٲلِكُمۡ وَصَّٮٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ (١٥١) وَلَا تَقۡرَبُواْ مَالَ ٱلۡيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحۡسَنُ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ أَشُدَّهُ ۥ‌ۖ وَأَوۡفُواْ ٱلۡڪَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِ‌ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا‌ۖ وَإِذَا قُلۡتُمۡ فَٱعۡدِلُواْ وَلَوۡ ڪَانَ ذَا قُرۡبَىٰ‌ۖ وَبِعَهۡدِ ٱللَّهِ أَوۡفُواْ‌ۚ ذَٲلِڪُمۡ وَصَّٮٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ (١٥٢) وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٲطِى مُسۡتَقِيمً۬ا فَٱتَّبِعُوهُ‌ۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۚ ذَٲلِكُمۡ وَصَّٮٰكُم بِهِۦ لَعَلَّڪُمۡ تَتَّقُونَ (153 )
Artinya : Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendati pun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat, dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa (Al-An'aam : 151-153).
Pemaparan 10 hak dalam tiga ayat ini sesungguhnya sudah jelas dan rinci. Namun penulis hendak memetakannya dan menghubungkannya dengan beberapa ayat atau hadits penjelas dan penambah informasi penting bagi tiga ayat tersebut, untuk memperkaya dan memperkuat iman kita akan kebenaran ajaran Islam yang bersumber dari dua warisan Rasulullah s.a.w. yakni Al-Qur'an dan as-Sunnah. Di bawah ini 10 Hak tersebut:
  1. Hak Allah; Hak Allah yang wajib atas hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya. أَلَّا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـًٔ۬ا‌ۖ  (janganlah kalian menyekutukan sesuatu dengan-Nya. Hak Allah selalu harus berada di awal dalam segala hal, bahkan apabila kita berdiskusi dengan Ahlul kitab pun hak ini selalu menduduki urutan pertama, Allah swt berfirman:
 قُلۡ يَـٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَـٰبِ تَعَالَوۡاْ إِلَىٰ ڪَلِمَةٍ۬ سَوَآءِۭ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ أَلَّا نَعۡبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشۡرِكَ بِهِۦ شَيۡـًٔ۬ا وَلَا يَتَّخِذَ بَعۡضُنَا بَعۡضًا أَرۡبَابً۬ا مِّن دُونِ ٱللَّهِ‌ۚ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُولُواْ ٱشۡهَدُواْ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ (٦٤) آل عمران: ٦٤
64. Katakanlah: "Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Larangan menjadikan manusia sebagai tuhan-tuhan selain Allah dalam ayat ini sekaligus mengisyaratkan bahwa dalam keberagamaan ahlul kitab sikap tersebut sudah lazim terjadi, dan itu adalah tindakan menjadikan makhluq sejajar dengan Allah (syirik) di mana ummat Islam diperintahkan untuk mengajak ahlul kitab meninggalkan sikap yang keliru tersebut.

Banyak ayat dalam Al-Qur'an menjelaskan aqidah syirik dengan berbagai gambarannya, antara lain syirik dengan menjadikan para malaikat dan nabi sebagai sesembahan (Q.s. 3:80), menjadikan hali ibadah, ulama dan Isa putra Maryam sebagai tuhan-tuhan selain Allah (Q.s.9:31) dan sebagainya. Untuk lebih jelas, maka penulis menukil pembagian syirik sebagai berikut:
  • Syirik yang Terkait dengan Kekhususan Allah Ta’ala
  • Syirik Menurut Kadarnya
  • Syirik Menurut Letak Terjadinya

  • Syirik Terkait dengan kekhususan Allah swt.

Termasuk dalam syirik model ini adalah syirik di dalam Rububiyyah, uluhiyah dan asma' wa Shifat. Meyakini bahwa selain Allah mampu menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan dan lainnyaadalah syirik dalam rububiyyah. Meyakini bahwa selain Allah boleh diagungkan dan disembah, sebagai tempat berdoa dan sebagainya adalah syirik dalam uluhiyah. Sedangkan syirik dalam Asma' wa shifat adalah meyakini bahwa sebagian makhluk Allah memiliki sifat-sifat khusus yang Allah ta’alla miliki, seperti mengetahui perkara gaib, dan sifat-sifat lainnya yang merupakan kekhususan Rabb kita yang Maha Suci.

  • Syirik Menurut Kadarnya

Syirik menurut kadanya terbagi menjadi dua, yaitu: Syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar yaitu syirik dalam keyakinan, dan hal ini mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

Termasuk dalam syirik akbar adalah: syirik dalam ibadah, doa, niat ibadah bukan karena Allah, syirik dalam ketaatan terhadap pembuat syariat selain Allah.

Termasuk syirik kecil adalah riya' , ingin dipuji atau takut dicela orang lain atas tindakannya, bukan karena Allah semata.

  • Syirik Menurut Letak Terjadinya

Syirik menurut letak terjadinya terbagi menjadi tiga, yaitu Syirik I'tiqadi (letaknya di hati), Syirik 'amali (letaknya pada perbuatan) dan syirik lafdhi (letaknya pada kata-kata).

Syirik I’tiqodi yaitu syirik berupa keyakinan, misalnya meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan kita dan memberi rizki pada kita namun di sisi lain juga percaya bahwa dukun bisa mengubah takdir yang digariskan kepada kita. Hal ini termasuk Syirik Akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam, kita berlindung kepada Allah dari hal ini.

Syirik Amali yaitu setiap amalan fisik yang dinilai oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti menyembelih untuk selain Allah, dan bernazar untuk selain Allah dan lainnya.

Syirik Lafzhi yaitu setiap lafazh yang dihukumi oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti bersumpah dengan selain nama Allah, seperti perkataan sebagian orang, “Tidak ada bagiku kecuali Allah dan engkau”, dan “Aku bertawakal kepadamu”“Kalau bukan karena Allah dan si fulan maka akan begini dan begitu”, dan lafazh-lafazh lainnya yang mengandung unsur kesyirikan.

Dengan mengetahui beberapa kategori syirik diatas dapat membantu kita untuk menghindarinya agar tidak terjatuh dalam kesyirikan dalam bentuk apapun dan cara bagaimana pun. Semoga kita semua bisa terhindar dari syirik tersebut di manapun dan kapan pun juga. 

Orang yang tidak syirik akan dijamin aman dan akan masuk surga. Allah swt berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَـٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ (٨٢)الأنعام: ٨٢
82. orang-orang yang beriman dan tidak  mencampuradukkan iman mereka dengan  kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Kezaliman yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah syirik. Namun ayat tersebut bisa kita jadikan kaidah, bahwa tidak dzalim, aman. Dzalim, tidak aman. Seberapa besar seseorang berbuat dzalim, maka sebesar itulah jaminan keamanan yang Allah berikan terkurangi. Jika dzalimnya berupa syirik, maka tiada ampun baginya. Tetapi jika kedzalimannya bukan merupakan syirik, maka kemungkinan masuk surga tetap terbuka.

Rasulullah saw bersabda:

: "أتاني جبريل فبشرني أنه من مات لا يشرك بالله شيئًا من أمتك، دخل الجنة. قلت: وإن زنا وإن سرق؟ قال: وإن زنا وإن سرق. قلت: وإن زنا وإن سرق؟ قال: وإن زنا وإن سرق. قلت: وإن زنا وإن سرق؟ قال: وإن زنا وإن سرق، وإن شرب الخمر"
Jibril datang menemuiku dengan memberi kabar gembira bahwa sesungguhnya barang siapa yang meninggal dari ummatmu dan tidak menyekutukan sesuatupun dengan Allah, maka dia akan masuk surga! Aku (Rasulullah) katakan sekalipun dia berzina dan mencuri? Dia berkata : Sekalipun dia berzina dan mencuri! Aku (Rasulullah) katakan sekalipun dia berzina dan mencuri? Dia berkata : Sekalipun dia berzina dan mencuri! Aku (Rasulullah) katakan sekalipun dia berzina dan mencuri? Dia berkata : Sekalipun dia berzina dan mencuri! Walaupun dia minum minuman keras!

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا (٤٨)النساء: ٤٨

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa
yang besar.

Hanya satu solusi bagi perbuatan syirik, yaitu taubat! Kembali pada Allah dengan sebaik-baiknya!


لۡ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ (٥٣)الزمر: ٥٣

53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 2. Hak Kedua Orang Tua

Hak kedua orang tua yang wajib dilakukan oleh setiap manusia adalah berbuat baik dan berbakti kepadanya وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنً۬ا‌ۖ "dan terhadap kedua orang tua, berbuat baiklah dengan sebaik-baiknya!", tidak boleh menyakiti, meskipun dengan kata-kata yang cukup sederhana seperti "ah" .

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنًا‌ۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡڪِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ۬ وَلَا تَنۡہَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلاً۬ ڪَرِيمً۬ا (٢٣)الإسراء: ٢٣

23. dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,  Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

حديث سَلَمَةُ بْنُ وَرْدَانَ ، قَالَسَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ ، يَقُولُ : ارْتَقَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ ، فَقَالَ : " آمِينَ " ، ثُمَّ ارْتَقَى ثَانِيَةً ، فَقَالَ : " آمِينَ " ، ثُمَّ اسْتَوَى عَلَيْهِ فَقَالَ : " آمِينَ " ، فَقَالَ أَصْحَابُهُ : عَلَى مَا أَمَّنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ ! . فَقَالَ : " أَتَانِي جِبْرِيلُ فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ! رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ، ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلاهُ الْجَنَّةَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ، ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ ، فَقُلْتُ : آمِينَ " .
Hadits Salamah bin Wardan, ia berkata: Saya mendengar Anas berkata: "Rasulullah s.a.w. naik mimbar, lalu mengatakan: "amin", kemudian beliau duduk lalu mengatakan "amin", lalu sahabat-sahabatnya bertanya: "Kenapakah engkau mengucapkan "amin" wahai Rasulullah?. Beliau menjawab: "Jibril dating kepadaku, lalu ia berkata: "hai Muhammad! Terhinalah seorang yang namamu disebutkan di sisinya tetapi ia tidak bershalawat kepadamu", lalu saya katakan: "amin". Kemudian ia mengatakan: "Terhinalah seorang yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah satunya tetapi keduanya tidak (menyebabkan) ia masuk surge", lalu saya katakan: "amin". Kemudian ia mengatkan : " Terhinalah seorang yang menjumpai bulan Ramadlan tetapi dosanya tidak diampuni", lalu saya katakan: "amin".

3. Hak Anak

Hak Anak yang wajib dipenuhi oleh manusia adalah bahwa ia tidak membunuh anaknya karena takut miskin وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَوۡلَـٰدَڪُم مِّنۡ إِمۡلَـٰقٍ۬‌ۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُڪُمۡ وَإِيَّاهُمۡ‌ۖ (janganlah kalian membunuh anak kalian karena takut miskin, Kamilah yang member rizki kalian dan mereka). Anak-anak berhak untuk dilindungi, dididik dengan akhlaq yang baik, iman yang lurus dan kuat, ilmu yang luas dan dibekali dengan keterampilan yang bermanfaat. Perasaan takut miskin sehingga menyebabkan seseorang membunuh anak-anaknya itu telah membunuh daya kreativitas mencari jalan terbaik bagi kehidupan anak-anak ke depan. Dia membangun jalan buntu di lorong-lorong pikirannya sebelum jalan buntu itu betul-betul menjadi realita. Ketakutan mencekamnya dan kehidupan menjadi tidak memihaknya. Ia kehilangan satu kata kunci bahwa sesungguhnya yang mengatur harta itu adalah Allah semata. Dialah Ar-Razzaq, Al-Ghani, Al-Mughni, Al-Baasith yang tangan-Nya tidak pernah berhenti memberi.
Hak anak dalam al-Qur'an diatur dengan jelas, tentang pengasuhan, penyusuan, pendidikan, pernikahan, pembagian harta waris, dsb. Juga diatur supaya anak itu tidak melalaikan kita dari dzikir kepada Allah.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُلۡهِكُمۡ أَمۡوَٲلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَـٰدُڪُمۡ عَن ذِڪۡرِ ٱللَّهِ‌ۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ (٩)المنافقون: ٩
9. Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

4. Hak Pribadi

Hak pribadi seseorang atas dirinya adalah bahwa ia melindungi dirinya dari segala perbuatan dosa, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Yang tampak  adalah perbuatan yang dilakukan dengan terang-terangan di mana pelakunya tidak takut lagi mendapatkan cela, sementara yang bathin (tersembunyi) adalah perbuatan yang dilakukan secara sembunyi dan pelakunya khawatir mendapatkan celaan dari orang-orang yang melihatnya. Seperti perzinahan, perselingkuhan, korupsi dan lainnya.

وَذَرُواْ ظَـٰهِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَبَاطِنَهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡسِبُونَ ٱلۡإِثۡمَ سَيُجۡزَوۡنَ بِمَا كَانُواْ يَقۡتَرِفُونَ (١٢٠)الأنعام: ١٢٠
120. dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.

Meninggalkan dosa yang tak tampak bukanlah hal yang ringan, kecuali dengan pertolongan Allah. Hanya di sini kita diajarkan untuk selalu jujur, supaya kita selamat. Dan seorang yang memahami keagungan Allah, mestilah ia memahami bahwa Alah adalah segalanya bagi dirinya, Allah adalah yang Maha Penting bagi dirinya. Sehingga ketika ia sendirian atau di tempat yang sepi, ia sangat sadar bahwa dirinya tidak sendirian, tetapi dalam pengawasan Yang Maha Penting bagi dirinya. Melakukan kekejian di hadapan Allah, tentu tidaklah elok. Jika berbuat maksiat di hadapan manusia, malu, kenapa di hadapan Allah tidak malu? Manakah yang lebih penting dan agung, manusia ataukah Allah?

Allah Maha Pengampun. Ia pun memberikan kabar gembira, bahwa jika perbuatan dosa besar ditinggalkan, maka dosa-dosa kecil akan Allah hapuskan.

إِن تَجۡتَنِبُواْ ڪَبَآٮِٕرَ مَا تُنۡہَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَنُدۡخِلۡڪُم مُّدۡخَلاً۬ كَرِيمً۬ا (٣١)النساء: ٣١
31. jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

 5. Hak Orang Lain

Hak orang lain yang wajib atas sesamanya adalah bahwa ia tidak membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar.        وَلَا تَقۡتُلُواْ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ‌ۚ (dan janganlah kalian membunuh seseorang kecuali dengan hak/alasan yang benar). Tidak ada alasan apapun membunuh orang lain kecuali dengan tiga alasan yang Rasulullah sebutkan :
"لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله، وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني، والنفس بالنفس، والتارك لدينه المفارق للجماعة"
Tidaklah halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku sebagai utusan Allah kecuali dengan salah satu dari tiga alasan berikut : Seorang duda yang berzina, karena membunuh orang lain dan orang yang meninggalkan agama ini dan memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin (HR. Bukhari- Muslim).
Terorisme dengan membunuh sesama muslim atau juga non-muslim yang tidak bersalah termasuk yang Allah larang.

6. Hak Anak Yatim

Hak anak yatim adalah bahwa hartanya harus dijaga dengan sebaik-baiknya, tidak boleh dimakan kecuali dengan cara yang baik. Harta anak yatim bahkan harus dikelola sehingga tidak termakan atau terkurangi oleh zakat. Atas resiko kerugian yang bakal terjadi, maka pemerintah atau pihak terkait seyogyanya memikirkan rumusan-rumusan atau sistemnya. Seseorang boleh memakan harta anak yatim sekedar bayaran atas jerih payahnya mengasuh anak yatim tersebut. Itulah yang disebut jangan memakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang baik. Apabila sudah dewasa, maka hendaklah harta itu diberikan kepadanya. Ini artinya anak yatim harus didik dengan sebaik-baiknya sejak kecil sehingga begitu dewasa ia telah dapat mengelola sendiri harta miliknya itu.

7. Hak Pelanggan atau Pembeli

Hak mereka adalah dilayani dengan sebaik-baiknya, tidak dicurangi dalam hal takaran atau timbangan. وَأَوۡفُواْ ٱلۡڪَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِ‌ۖ ﭡ       (dan penuhilah takaran dan timbangan dengan keadilan).  Ini adalah  wasiat social yang menjamin akan terlahirnya sebuah stabilitas sosial dan menebarnya sikap dan sifat adil di tengah-tengah masyarakat. Wasiat ini sangat perlu diungkap karena kebanyakan manusia cenderung untuk melakukan kecurangan-kecurangan apalagi dalam masalah takaran dan timbangan. Kerusakan ummat-ummat terdahulu juga berkisar pada tipu menipu dalam takaran ini, sebagaimana dilakukan oleh kaum Nabi Syu'aib (lih.Q.s.7:85-91).

8. Hak Berbicara

Berbicara adalah hak setiap orang, baik posisinya sebagai orang yang meminta atau pun memberi keterangan. Hak berbicara adalah bicaralah yang adil meskipun hal itu memberatkan diri sendiri atau keluarga. وَإِذَا قُلۡتُمۡ فَٱعۡدِلُواْ وَلَوۡ ڪَانَ ذَا قُرۡبَىٰ‌ۖ  (dan apabila kalian berbicara, maka berbicalah yang adil, meskipun dia adalah kerabat (kalian)). Allah menekankan agar setiap kita senantiasa berkata jujur dan apa adanya jangan ada dusta yang disenganya, jangan ada kebohongan sistimatis yang dibangun, jangan ada culas yang dijustifikasi, baik karena alasan budaya, kultur, tradisi, politik, apalagi dengan berdusta atas nama agama. Kejujuran adalah sebuah barang mahal yang hendaknya senantiasa ditebus dengan rasa dan dibeli dengan jiwa. Tidak banyak yang mampu melakukan kejujuran itu, tidak banyak orang yang memperjuangkannya, tidak banyak orang yang berminat menyebarkannya. Padahal bagi seorang beriman tak ada pilihan lain kecuali jujur saat bicara, jujur saat bersaksi, jujur kala bertransaksi, jujur kala berjanji. Jujur menjadi mahkota yang senantiasa menempel di kepala seorang mukmin.

9. Hak Menepati Perjanjian
Hak menepati perjanjian yang pertama kali  Allah ajarkan adalah menepati perjanjian dengan Allah وَبِعَهۡدِ ٱللَّهِ أَوۡفُواْ‌ﭳ    (dan penuhilah janji kalian kepada Allah). Janji kita kepada Allah adalah bahwa kita akan menaati-Nya, shalat, ibadah, hidup dan mati kita hanya kita lakukan karena Allah. Termasuk hak Menepati perjanjian yang Allah ajarkan adalah menepati perjanjian dengan siapapun, meskipun dengan orang kafir.

10.  Hak Beragama
Hak beragama adalah hak untuk mengikuti jalan yang selamat. Islam adalah jalan selamat.
وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٲطِى مُسۡتَقِيمً۬ا فَٱتَّبِعُوهُ‌ۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۚ ذَٲلِكُمۡ وَصَّٮٰكُم بِهِۦ لَعَلَّڪُمۡ تَتَّقُونَ (153 ) الأنعام : 153
 (dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa)
Jalan Islam, jalan kebenaran yang mengantarkan manusia pada kedamaian. Jalan yang mengantarkan manusia pada kekokohan dan kekukuhan. Jalan yang senantiasa terang karena senantiasa bertaburan cahaya, bermandikan nur yang memancar dari keimanan yang kuat, ibadah yang lurus dan ihsan yang terus menanjak

Penulis: Ustad Solihin Bunyamin L.c

05.56 | 0 komentar

Dvd Paket Murottal 30 juz, Qori’ Syaikh SaadAl Ghamidi.

Dvd Paket Murottal hemat dengan visualisasi Al-Qur’an/transliterasi arab latin  di lengkapi terjemah lengkap 30 juz, Qori’  Syaikh SaadAl Ghamidi. Cara Belajar Mudah Membaca bahkan Menghafal Al-Qur’an…

Sebagai kenang-kenangan dari kami. Adapun Paket DVD cukup : RP 100.000,- SALURKAN INFAK DAKWAH ANDA UNTUK RADIO BANK BTN 00399-01-50-000110-1 AN RADIO KOMUNITAS NURIS FM. Hubungi Admin di 085716863625.
05.51 | 4 komentar

Agenda Harian Ibadah

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 12 Mei 2013 | 20.39

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Sedikit revisi dari : Sumber

20.39 | 0 komentar

DVD MANASIK HAJI DAN UMROH

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 07 Mei 2013 | 23.25

DVD Video''Bimbingan Manasik Haji dan Umrah" ini memuat petunjuk pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah yang disampaikan secara praktis tahap demi tahap. Video ini diproduksi dan direkomendasikan oleh Kementerian Agama, Wakaf, Da'wah dan Bimbingan Agama Islam Saudi Arabia, sebagai bimbingan bagi setiap muslim yang akan menunaikan ibadah Haji dan Umrah di tanah suci. Dengan visualisasi yang menarik dan gambaran real di tanah suci, video ini akan sangat membantu para tamu Allah untuk dapat menjalankan tahap demi tahap manasik berdasarkan petunjuk yang shahih dari Rasulullah SAW dengan tujuan memperoleh Haji/Umrah yang mabrur.

Naskah dan skenario : Syaikh Tholal Bin Ahmad Al 'Aqil
23.25 | 2 komentar

DVD Tuntunan Do'a Haji dan Umroh



Ibadah haji atau umroh merupakan rukun Islam yang ke 5. wajib bagi mereka yang mampu melaksanakannya. Rasullullah SAW memberikan tuntunan tentang tatacara melakukan Haji atau Umroh merupakan haji atau umroh yang wajib kita ikuti, karena haji atau umroh merupakan ibadah mahdhoh yang tidak bisa dilakukan sekehendak hati. Banyak jema''ah Haji terutama di Indonesia yang melakukan Haji atau Umroh tidak sesuai dengan tuntunan Rasullullah SAW.
DVD ini memberikan tuntunan cara melakukan Haji atau Umroh yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW agar menjadikan Haji yang Mabrur yang khusus diperuntukan bagi jema''ah Haji Indonesia mulai dari pemberangkatan, Miqot, Ihrom, dll sehingga DVD ini memjadi panduan yang sangat aplikatif dan bimbingan Manasik Haji.

22.33 | 0 komentar

WEB NURISFM BARU

11.34 | 0 komentar

Download Aplikasi Radio Nurisfm

Radionuris App
Powered by Conduit Mobile
10.19 | 3 komentar

Download Nurisfm Community Toolbar

nuris Community Toolbar — stay connected and get so much more.

Download disini KLIK
10.17 | 0 komentar

Film Tears of Gaza

Written By Rudi Abu azka on Senin, 06 Mei 2013 | 00.00

Tears of Gaza adalah film dokumenter karya Vibeke Lokkeberg yang harus ditonton oleh setiap orang Amerika, untuk melihat bagaimana Israel menghabiskan pajak rakyat Palestina. Begitu juga setiap bangsa Eropa harus menonton film itu, untuk melihat kekejaman Israel yang sesungguhnya. Film ini harus dilihat oleh setiap bangsa Arab, untuk mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat Palestina dan tidak membiarkan bangsa rasis menghapus warga Palestina dan keturunannya dari peta dan sejarah.

Air mata dan amarah kita akan membuncah, ketika melihat bom Israel jatuh tepat di atas anak-anak yang sedang tidur lelap, dan kemudian pesawat tempur Israel menghujani warga sipil Palestina dengan White Phosphorus, zat kimia yang mematikan atau setidaknya zat itu meninggalkan cacat permanen karena keganasannya mampu menembus tulang, bahkan melumerkan besi. Rakyat Palestina itu lari kocar-kacir mencari perlindungan tanpa ada perlawanan, kecuali harapan dan do’a...yang hanya mampu melawan rasa takut mereka sendiri.

Tears of Gaza menghujam jantung kita dengan rekaman nyata kota Gaza yang tersiksa. Film ini menyibak tabir kebenaran di balik bangsa pengecut dan media-media pendusta dengan opini yang menggambarkan pembantaian Israel sebagai "pertahanan diri". Film ini menelanjangi kebiadaban Israel di jantung kota Gaza melalui jiwa para syuhadaa’ dan senyum getir anak-anak Gaza tak bernyawa.
Pertama kali mendengar tentang Tears of Gaza atau Gaza Traer (judul asli dalam bahasa Norwegia) ketika Bernard Henri-Levi, seorang Jurnalis dan Philosopher Era Baru berkewarganegaraan Prancis berdarah Yahudi Algeria, melancarkan serangan terhadap Lokkeberg di media-media internasional. Pada kenyataannya, film ini adalah karya monumental...yang indah tapi menyakitkan, yang jujur tapi membuat hati kita hancur.

Vibeke Lokkeberg menghadirkan nama, wajah, dan kisah 3 anak Gaza biasa tapi memiliki jiwa dan semangat yang luar biasa. Dan untuknya, itu pun tidak cukup mewakili gambaran penderitaan anak-anak Gaza lainnya...yang masih banyak lagi dan jauh lebih tragis lagi.

Amira, gadis belia seusia anak saya Athira, 14 tahun. Amira yang lugu dan cantik dengan lukisan nyerinya penderitaan hidup, yang tidak sewajarnya menghiasi paras gadis seusianya. Masa anak-anak dan remajanya dirusak oleh kematian dan kehancuran, begitu pula tubuhnya dirusak oleh amunisi bangsa biadab. Dia bercita-cita ingin menjadi pengacara agar suatu saat nanti dapat menyeret Israel ke pengadilan atas kejahatan mereka yang telah dilakukan terhadap tanah airnya, keluarganya, dan dirinya. Ketika kenangan tentang ayahnya dan saudara-saudaranya terusik kembali oleh pertanyaan wartawan, dia mengakui...baru saja dia berharap "pergi dengan mereka".

Yahya, seorang bocah 12 tahun yang mempunyai cita-cita ingin menjadi dokter, sehingga ia dapat menyembuhkan orang-orang yang ditembak oleh Israel. Dalam film ini, dia di atas perahu motor kecil dan sedang diajarkan mengarahkan transportasi air tersebut, yang seharusnya dia sedang menikmati masa kanak-kanaknya. Matanya yang indah dan senyumnya yang polos, yang selama ini mampu menjadi tabir duka baginya, tersibak juga hingga tak mampu membendung airmatanya ketika ia berbicara tentang ayahnya tercinta yang telah syahid dan tentang kisah hidupnya yang luar biasa dan seolah hanya dirinya seorang yang mengerti. Hingga dia berkata, “Ketika ayah saya meninggal, saya seperti kehilangan seluruh dunia.”


Rasmia, sikapnya jauh melampaui usianya yang masih 11 tahun. Ibunya menjelaskan bahwa ia terkadang membayangkan serangan tiba-tiba tentara Zionis. Hal ini jelas menunjukkan tanda-tanda pasca-traumatic stress disorder, dimana dia sering tiba-tiba mengalami kilas balik hidupnya hingga membuat jiwanya terguncang hebat akibat dari menyaksikan, mendengar dan merasakan langsung adegan-adegan tragis dan sadis.

Ketiga anak Palestina ini hanya butuh didengar...dan mungkin, untuk saat ini, yang mampu kita lakukan untuk mereka pun memang hanya mendengar penderitaan mereka. Atau mungkin kita hadiahi mereka dengan do’a tulus kita, saat masih merasakan hancurnya hati kita dan nanarnya mata kita, usai film Tears of Gaza tersebut.

Tapi, apakah kita harus menunggu air mata kita kering...emosi kita mereda...hati kita sembuh...untuk berbuat sesuatu yang nyata di hadapanAllah swt...sebelum Palestina merdeka?
Jadikan ini bukan hanya sekedar review, tetapi panggilan nurani untuk bertindak...semaksimal kita bisa, sesuai kemampuan luar biasa kita masing-masing...untuk saudara-saudara kita di Palestina, lillahi ta’alaa...! Sehingga tidak ada lagi yang masih berpendapat “Itu bukan urusan negara kita, apalagi urusan saya.”

by: Bunda Athira
00.00 | 0 komentar

Film Occupation 101

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 05 Mei 2013 | 19.09

"Tidak ada gunanya dan sia-sia bagi kita untuk terus berbicara perdamaian dan tanpa-kekerasan menghadapi sebuah pemerintahan yang buas yg hanya menyerang orang tidak bersenjata dan tidak berdaya". -Mandela, peraih Nobel Perdamaian - Occupation 101 adalah sebuah film dokumenter yang menggugah pemikiran tentang kondisi terkini dan sejarah yang menjadi akar penyebab konflik Israel-Palestina -- di produksi oleh Sufyan Omeish dan Abdallah Omeish. Tidak seperti film lain yang pernah produksi, 'Occupation 101' menyajikan analisis yang luas tentang fakta2 dan dan kebenaran yang tersembunyi seputar kontroversi yang berlarut2 dan menghilangkan mitos dan kesalahpahaman yang telah lama ada. Film ini juga menggambarkan kehidupan dibawah kekuasaan militer Israel, peranan Amerika Serikat,
19.09 | 0 komentar

Makna Berlindung Kepada Allah

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 02 Mei 2013 | 00.06


أَعُوْذُ بِاللهِ (aku berlindung kepada/ dengan Allah). Berlindung kepada Allah artinya memohon perlindungan kepada Allah dengan apa dan bagamana pun caranya Allah melindungi. Berlindung dengan Allah artinya menjadikan Allah sebagai benteng perlindungan yang sekuat-kuatnya. 
مِنَ الشَّيْطَانِ (dari syaithan), dari godaan, tipuan, kedengkian, cekikan, syair-syair dan segala sifat, perilaku dan tipu daya syaithan. Syaithan adalah sifat yang melekat pada setiap jin dan manusia yang membangkang perintah Allah.
 
الرَّجِيْمِ (yang terkutuk/ dirajam). Syathan bukan saja dikutuk dengan dijauhkan dari rahmat Allah dilaknat dan didoakan celaka, tetapi memang ia rajim (dirajam) dengan batu sampai mati, seperti firman Allah:
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar (perajam) syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. (al-Mulk: 5). Sekaligus ayat ini menginformasikan kepada kita beberapa hal antara lain:
1. Betapa Agungnya Allah dengan segala kekuasaannya, di mana Ia menghiasi langit yang paling dekat dengan bintang-bintang sehingga tampak indah mempesona
2. luasnya jagat raya ini, di mana bintang-bintang berada di langit paling dekat
3. syaithan dirajam dengan bintang, menunjukkan ukuran besar syaithan dimaksud.

Kapan syaithan dirajam dengan bintang? (bersambung)
00.06 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung