Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

TAK CANTIK

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 28 November 2012 | 16.08

Semasa saya kecil dahulu, saya tidak tahu makna cantik. Tetapi, saya selalu dengar orang puji
mama saya cantik. Baru saya tahu mama saya cantik. Maka saya tengok mama saya. Muka mama putih, mata beliau tajam menggoda. Bapak kata macam mata kucing. Banyak orang ingat mama pakai lensa tetapi sebenarnya mata mama memang Allah cipta sebegitu.

Mama juga seorang yang peramah dan lemah lembut. Beliau merupakan seorang guru. Apabila
saya pergi ke sekolah mama, saya selalu dengar pelajar-pelajar mama puji mama cantik.
Apabila saya mulai meningkat remaja, orang selalu kata kakak saya cantik macam mama saya.
Baru saya perasaan, kakak saya cantik. Tetapi kakak saya berbeda dari mama saya. Bulu mata dia lebat, melentik, dan mata dia besar. Kulit dia pula putih bersih, tidak berjerawat serta memiliki badan yang kecil.

Dia seorang yang lemah lembut dan peramah serta mudah mesra dengan orang. Dia mempunyai
banyak kawan, dan banyak orang menyukai dan meminatinya. Semua guru sukakan dia dan banyak
lelaki yang ingin berkenalan dengannya. Kadang-kadang mereka berkawan dengan saya semata-
mata ingin mendekati kakak saya.
***
Saya berbeda dengan mama dan kakak, saya tidak pernah mendapat pujian seperti mereka. Saya
selalu mendengar kata-kata seolah-olah membandingkan saya dengan mama dan kakak.
Kadang-kadang mereka tidak menyangka bahwa saya merupakan anak dan adik kandung
kakak karena memandang saya tidak secantikmereka.

Saya tembam, berkulit gelap, berjerawat, dan berangka besar. Saya juga seorang yang agak
kasar dan garang. Kehidupan saya lebih rapat dengan abang-abang berbanding dengan kakak,
oleh sebab itu saya membesar menjadi seorang
perempuan yang tegas.Saya membesar dengan pelbagai kritikan.

Saya teringin untuk menjadi cantik seperti mama dan kakak, tetapi mustahil untuk saya menjadi cantik seperti mereka walaupun saya ber"make up" tebal. Kecantikan mereka merupakan kurniaan Illahi, dan saya tidak dikurniakan memiliki kecantikan seperti itu.

Namun saya ridha dengan apa yang Allah beri pada saya. Kawan saya cakap cantik tu subjektif.
Ada orang yang nampak cantik di mata semua orang, dan ada orang yang nampak cantik di mata
sebagian orang saja. Jadi, saya tidak lagi mencoba untuk nampak cantik di mata sesiapa. Karena saya
tahu saya tidak mampu untuk kelihatan cantik seperti mama dan kakak.
***
Saya telah berhasil buktikannya. Kecantikan luaran saya tidak mampu diubah, tetapi kecantikan
peribadi masih boleh saya miliki. Kecantikan akhlak, budi bahasa membuat saya juga memiliki banyak kawan dan guru-guru juga turut menyukai saya.

Saya senantiasa berusaha untuk menjaga akhlak saya dengan kawan-kawan dan dengan
guru. Saya senantiasa mencoba untuk membuat baik dan membantu mereka. Alhamdulillah, saya mampu buktikan saya juga berhasil memiliki apa yang kakak saya miliki walaupun saya tidak dikurniakan kecantikan rupa paras seperti mereka.

Perkara itu sangat susah untuk saya lakukan karena pada asalnya, saya bukanlah begitu. Pada
mulanya saya seorang wanita yang sombong dan berperangai buruk. Saya tahu saya tidak bisa ubah
rupa paras saya, tapi saya bisa ubah perangai dan akhlak saya. Biarlah rupa paras tidak cantik, asalkan pribadi dan akhlak saya cantik. Secara beransur-ansur, saya coba untuk menjadi perempuan yang berakhlak mulia, bersopan santun dan lemah lembut.

Saya mengaku saya memang tidak bisa ubah diri saya jadi lemah-lembut seperti mama dan kakak.
Mereka memang begitu ukurannya, dan saya memang begini ukurannya. Namun saya telah
mencoba sedaya upaya untuk memiliki sifat-sifat baik yang perlu dimiliki oleh wanita muslimah. Bukan untuk memiliki ciri-ciri seperti kakak dan mama, tetapi membentuk ciri-ciri saya sendiri yang Allah pendamkan dalam jiwa saya berdasarkan yang telah diajarkan oleh Baginda Rasulullah saw.

Secara jujurnya saya tidak mampu untuk memiliki sifat lemah-lembut seperti kakak. Hati saya
bukan seperti hati kakak yang berjiwa lemah lembut. Mungkin situasi yang kami lalui berbeda, maka sifat yang membentuk peribadi kami berbeda. Saya terdidik dengan kritikan dan hati saya
sedikit sebanyak telah terguris walaupun pada dasarnya tidak pernah kelihatan. Namun ia telah
membentuk pribadi yang lebih keras dan tegas supaya saya mampu mengarunginya.
Saya telah berusaha untuk menjadi yang terbaik, namun masih ada lagi kata-kata yang keluar
dari mulut-mulut yang tidak sadar dengan pemberian Allah yang mampu menggores perasaan saya.
Masih banyak lagi orang yang selalu membanding-bandingkan saya dengan mama dan
kakak dengan kecantikan luaran. Malah mereka selalu persoalkan kenapa paras rupa saya tidak cantik
seperti mama dan kakak saya tanpa rasa bersalah.

Saya betul-betul tergores dengan kata-kata seperti itu walaupun saya tidak pernah menzahirkannya.
Hanyalah Allah yang memahami perasaan saya.Walaupun hati saya banyak tergores dengan
kata-kata mereka, namun saya bertekad dan ingin membuktikan bahwa kecantikan bukan penentu
kebahagiaan, yang penting adalah dengan ilmu yang saya miliki dan cara saya membawa diri.
Saya pun menanam azam untuk belajar bersungguh-sungguh karena saya selalu dengar,
tidak guna cantik andai tidak berilmu. Saya ingin menjadi seorang yang berilmu.

Kekurangan saya, saya jadikan perangsang untuk berjaya. Saya berjaya karena saya berusaha,
bukan karena paras rupa saya. Setiap orang memiliki kelebihan masing-masing, dan kelebihan tersebut perlu dicari dalam diri sendiri. Baru kini saya sadar, walaupun Allah tidak
kurniakan saya kelebihan dari segi kecantikan, namun Allah telah memberi saya banyak kelebihan
yang tidak semua orang miliki. Cantik tidak semestinya dinilai dengan kecantikan paras rupa, namun kecantikan juga bisa diukur dengan akhlak yang baik, ilmu yang berguna, serta cara membawa diri.

Apa yang penting, kenali kecantikan semulajadi diri sendiri dan lakukan yang terbaik untuk menjaganya. Jika mengharapkan sesuatu yang Allah tidak ciptakan untuk jadi milik
kita, kita tidak akan mengenal arti bersyukur. Alhamdulillah. Banyak pengajarannya daripada
kekurangan saya ini. Disebabkan saya tidak cantik, saya tidak terlalu mengejar produk-produk kecantikan yang mahal-mahal yang dijual di pasaran.

Karena saya tidak cantik, saya tidak jadi mangsa gangguan lelaki-lelaki yang rusak akhlaknya.
Karena saya tidak cantik, saya dapat pelihara diri saya dari pandangan bernafsu lelaki yang tidak
menjaga pandangannya.Karena saya tidak cantik, saya selamat dari menjadi senjata iblis mencairkan iman lelaki.

Karena saya tidak cantik, saya tidak mendapat fitnah dan cemburu dari wanita-wanita lain.
Karena saya tidak cantik, saya tidak mengharapkan pujian dari mana-mana lelaki dan
wanita, dan karena saya tak cantik, akhirnya saya menemui insan yang mencintai saya seadanya.
Paling penting, karena saya tak cantik, saya senantiasa mencoba untuk menjadi cantik pada
pandanganNya. Cantik pada pandangan manusia bukanlah apa-apa.

Saya ingin berpesan kepada saudari-saudari sekalian yang mengejar kecantikan. Tiada wanita
yang lebih cantik, melainkan wanita solehah. Cantik di dunia, tidak membawa sebarang
kebahagiaan di akhirat kelak. Cantiklah untuk DIA, maka segalanya akan menjadi CANTIK.

0 komentar:

Posting Komentar