Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

ANGAN-ANGAN

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 28 November 2012 | 20.20

Pernah satu malam Rasulullah S.A.W risau
ketika hendak tidur. Ketika ditanya oleh isterinya
kenapa? Baginda bersabda:
“Aku risaukan dua tiga keping dirham yang
masih tinggal dalam rumah ini. Takut-takut aku
dipanggil oleh Allah (mati) dalam keadaan dirham
itu tidak aku sedekahkan.”
***
Hidup adalah satu putaran perubahan yang
tidak henti-henti. Hukum alam menetapkan bahwa
yang tidak
berubah hanyalah perubahan.
Siapapun tidak akan dapat menjejakkan kaki
pada air sungai yang sama dua kali. Air sungai
senantiasa mengalir... dan begitu jugalah
kehidupan akan terus berubah.
Usah coba mengendalikannya. Usah coba
mengambil ‘tempat’ Tuhan untuk mengendalikan
semua perubahan karena yang mampu
mengawalnya hanyalah Allah yang tidak berubah-
rubah.
Antara hikmah mengapa Qada’ dan Qadar
Allah dirahasiakan dari pengetahuan manusia.
Agar dengan itu manusia bisa hidup dengan aman
tanpa diganggu walau sedikitpun oleh
pengetahuan tentang masa hadapan.
Dapatkah seorang yang sehat makan
dengan enak jika mengetahui pada hari esoknya
dia akan mati? Atau mampukah seorang ayah
membesarkan anaknya dengan sabar jika
diketahuinya bahwa anaknya bakal
mendurhakainya?
Panjang angan-angan menyebabkan sikap
bertangguh-tangguh untuk melakukan suatu
kebaikan atau meninggalkan suatu kejahatan.
Banyak orang yang khawatir, bukan berfikir,
tentang masa depannya. Sebaiknya menerima
realita walaupun takdirnya ia tidak seperti yang
diri harapkan.
Pendek angan-angan bukan berarti tidak
bersedia untuk hari esok. Sesiapa yang khawatir
tentang hari esok, akan mensia-siakan peluang
yang ada pada hari ini. Sebaliknya sesiapa yang
berfikir tentang hari esok, akan memanfaatkan
peluang pada hari ini.
Dalam riwayat Bukhari, Anas ra berkata,
Nabi membuat garis seraya bersabda, Ini
manusia, ini angan-angannya, sedangkan ini
ajalnya. Ketika dia sedang berada dalam angan-
angan, tiba-tiba datanglah kepadanya garisnya
yang paling dekat. Maksud dari garisnya yang
paling dekat adalah ajal kematiannya.
Manusia yang panjang angan-angan tidak
akan dapat merancang, bekerja dan berusaha
dengan baik.
Cara yang paling tepat untuk hari esok ialah
menumpukan perhatian dan bekerja dengan
sepenuhnya pada hari ini.


0 komentar:

Posting Komentar