Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Mengupas Lebih Dalam Tentang ‘Ain PANDANGAN MATA JAHAT

Written By Rudianto on Minggu, 19 Mei 2019 | 15.02



Segala puji bagi Allah. Dia Maha Besar, Dia Maha Kuasa dan kepada-Nyalah kita memohon rahmat dan ampunan. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada utusan dan penyampai dakwah yang pertama kali Nabi Muhammad n, kepada keluarga dan para sahabatnya dan kepada seluruh kaum muslimin yang mengikuti manhajnya sampai hari pembalasan.

Berikut ini dengan segala kerendahan hati penerbit “Pustaka Ruqyah” mempersembahkan sebuah karya Salahudinn Sunan Al-Sasaki seorang terapis Ruqyah Syar’iyyah yang berasal dari timur Indonesia, pulau Lombok.

Karya ini diberi judul Mengupas Lebih Dalam Tentang ‘Ain, mengungkap fakta dibalik pandangan mata jahat. Sebagian besar masyarakat kita hanya mengenal sihir, dan gangguan jin. Mereka jarang sekali mengetahui penyakit yang disebabkan oleh hasad dan ‘ain, yaitu penyakit yang disebabkan oleh jiwa yang takjub atau dengki, lalu keluar melalui pandangan mata, baik dari orang yang jahat atau orang yang shalih.  Untuk pembahasan yang di sajikan dalam buku ini, penulis lebih menitik beratkan kepada prinsip-prinsip Syar’iyyah serta pengertiannya, penjelasan tentang kepentingannya khususnya tentang bahaya ‘Ain. Penyakit hasad dan 'ain ini sangat berbahaya, bahkan jauh lebih berbahaya dari sihir, dan penyakit-penyakit lainnya. Dalam buku ini pembaca akan di ajak untuk memahami  apa itu  hasad dan 'ain dan juga cara kerjanya, berikut cara pengobatannya. Diantara pembahasan yang bisa Anda baca didalam buku ini: apa itu hasad dan ‘ain, perbedaan nafs dan ‘ain, jenis-jenis dan tingkatan ‘ain, perbedaan sesak nafas karena ‘ain dan sihir, cara mendiagnosa penyakit non medis, khususnya ‘ain, dan cara pengobatannya, dan masih banyak lagi pembahasan tentang penyakit hasad dan ‘ain yang dikupas didalam buku ini.

Memang banyak para penulis yang menyajikan pembahasan seputar Bahaya ‘Ain dan Hasad, namun kami melihat sedikit sekali karya-karya yang membahas hal ini. Mudah-mudahan hadirnya buku ini dapat menambah wawsan kita akan hakikat penyakit ‘Ain dan Hasad kemudian kita bersungguh-sungguh memperbaiki diri dan berusaha memperbaiki orang lain dengan demikian kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat bersama-sama orang yang di puji Allah dalam kitab-Nya.

Semoga buku ini bemianfaat dari dunia sampai akhirat. Segala puji bagi Allah semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi Al Musrhafa n. Semoga Allah menjaga kita dari segala keburukan, terutama dari bahaya penyakit ‘ain ini. Aamiiin.



DAFTAR ISI:

Pengantar Penerbit...3
Daftar Isi...5
Kata Pengantar...8
Ujian Adalah Tanda Cinta Allah Kepada Hamba-N
ya ...11 
Memposisikan Penyakit ‘Ain pada tempatnya yang sebenarnya....15
Definisi-Definisi Penting Dalam Pembahasan Hasad (‘Ain)...17
Apakah ‘Ain dan Nafs Berbeda?...in ...23
Perbedaan Hasad dan ‘Ain...31
Apa Itu Penyakit ‘Ain...39
Ciri-Ciri Hasad dan ‘Ain...47
Dosa Pertama Dilakukan Adalah Dengki... 65
Jenis-Jenis ‘Ain...67
Perbedaan Antara Pengidap ‘Ain ...69
Sebab-Sebab Muncul ‘Ain dan Hasad...73
Apakah Binatang Bisa Melemparkan  Hasad (‘Ain)?...77
Model-Model Manusia Menghadapi Hasad...83
Dahsyatnya ‘Ain Hasad...105
Tadabbur Surat Yusuf ayat ke 5 Tentang Bahaya Hasad...110
Kekuatan ‘Ain VS Ruqyah ...113
Apakah Hasad (‘Ain) Lebih Berbahaya dari Sihir? ...115
Perbedaan ‘Ain dan Sihir...119
Perbedaan Sesak Nafas Karena ‘Ain dan Sihir...125
Gambaran Terjadinya ‘Ain Menurut Ulama...129
Ciri-Ciri Pelempar ‘Ain dan Hasad...133
Cara Mengetahui Orang Yang Melemparkan ‘Ain...135
Apakah Benda Mati bisa terkena Ain ...139
Ciri-Ciri Hasad Yang Paling Dominan...145
Penyakit ‘Ain Bisa Mengenai Anak-Anak...151
Siapa Tertuduhnya? Dan Ittiham...159
Cara Mendiagnosa Penyakit Non Medis dan Tahapan-Tahapannya...169
Cara Mendiagnosa ‘Ain Dengan Mengajukan Pertanyaan...177
Bagaimana Mendiagnosa Penyakit Non Medis...181
Tahapan-Tahapan Didalam Mengobati Hasad (‘Ain)...199
Kapan Gangguan Non Medis Terasa Ringan dan Kapan Terasa Sembuh?...227
Program Ruqyah Mandiri Intensif Dalam Shalat Fardhu Maupun Sunnah...233
Program Cara Meruqyah Benda-Benda Cair...245
Ruqyah Mandiri Terapi ‘Ain dan Hasad...253
Terkena ‘Ain Sembuh dengan Sedekah....261
Pohon Tumbang Karena Caci Maki...263
Beberapa Pemahaman Yang Perlu Diiluruskan...269
Cara Meruqyah Yang Benar...273
Meluruskan Pola Pikir Peruqyah dan Pasien ...277
Dalam Sehari Semalam 19 Kali Disunnahkan Memohon Perlindungan Dari Segala Keburukan...281
Tadabbur Hadits Tentang Doa Menjenguk Orang Yang Sakit dan Hubungannya Dengan Ruqyah...285
Haruskah Seorang Peruqyah Itu Jujur Atas Penyakit Yang Menimpa Pasiennya....391
Tiada Guna Engkau Menadah Air Hujan Yang Jatuh Akibat Genteng Yang Bocor...309
Jangan Minta Ruqyah nanti Tidak Termasuk Golongan 70.000 Orang Yang Masuk Syurga tanpa Hisab dan Azab...3297
Kenapa Seorang Peruqyah Itu Kadang Sakit Setelah Meruqyah...307
Hukum Mendedikasikan Diri Meruqyah, Mengambil Upah Dan Mendirikan Tempat Untuk Ruqyah...309
Kaidah-Kaidah Agung Yang Perlu Diketahui...327
Zikir Sebelum Tidur...329
Zikir Pagi...341
Zikir Petang...357
Mengenal Dua Diantara Makar-Makar Jin Terhadap Pasien...371
Sinergi Ruqyah dan Herbal Untuk Peluruh Gas Berlebihan Didalam Perut Atau Untuk Peluruh Haid...375
Ayat-Ayat Syifa Yang Enam...376
Sinergi Ruqyah dan Herbal Untuk Sakit Kepala...375
Doa-Doa Agar Terhindar Dari Keburukan...382
Dua Tambahan Penting Bagi Pasien...387
Ajakan Kepada Semua Pihak...391
Penutup...394
Daftar Pustaka...397

Daftar Pustaka

1.      Kajian Syeikh Khalid Alhubsyi – Hasad dan ‘Ain, Jeddah.
2.      Kitab Al-Hasad, Dr. Syeikh Sa’ad Said Ahmad Abduh, Mesir.
3.      Kajian Syeikh Jasim Husein Al-‘Ubaidly, Cara Diagnosa Penyakit Non Medis, Abu Dhabi/Imarat.
4.      Kitab Zaadul Ma’ad: 4, Ibnul Qayyim Al Jauziyah.
5.      Minhaj Almuttaqin fii ‘illaj almas alsihr, dan al-‘ain, Abu Al Qaasim bin Umar.
6.      Al Qur’an
7.      14 Imam Kitab Hadits

           
Jakarta, 17 Mei 2019
Pustaka Ruqyah

15.02 | 0 komentar

Casing Bagus

Written By Rudianto on Senin, 08 April 2019 | 16.55

°°•••📲CASING BAGUS📱•••°°

Casing bagus belum tentu menunjukkan dalamnya juga ikut bagus.

Casing Bagus

Ibaratnya seperti kita memilih hape. Casingnya kita lihat bagus, menarik, kinclong. Namun jeroannya (bagian dalamnya) belum tentu demikian. Bagian dalam handphone tersebut belum tentu sebaik casingnya.

Terus, kita dapat menilai hape tersebut baik bagaimana?

Yah tentu, tanya-tanya dong orang yang sudah pernah menggunakan hape tersebut. Pasti dia bisa memberi komentar.

“Ooh, hape ini baterainya gak kuat, gak bisa bertahan lama.”

“Hape ini, loadingnya lambat.”

“Hape tersebut, RAM-nya kecil.”

“Hape ini kameranya kurang bagus hasilnya.”

Orang yang pernah menggunakan hape semacam itu akan mudah sekali dalam memberikan penilaian.

Casing Manusia

Casing manusia juga demikian adanya.

Kita memang hanya bisa tahu seseorang dari tampilan luarnya atau lahiriyahnya. Untuk dalamnya, niat hatinya, kita tak tahu. Hatinya suka bermaksiat, kita tidak bisa tahu. Kegemarannya yang suka bermaksiat kala sendiri pun, kita tak tahu.

Terus bagaimana kita menilainya? Hal ini sangat dibutuhkan oleh seseorang yang ingin mencari pasangan hidup, mencari suami atau istri.

Bisa saja diketahui dari orang-orang yang pernah bersama dengannya.

Mereka akan bisa beri penilaian. Namun sulit bagi kita bertanya pada orang yang memproduksi, karena pasti orang yang akan dinilai selalu dapat penilaian positif dan sisi negatif selalu ditutup-tutupi.

Karenanya tanyalah pada teman karibnya. Tanyalah pada teman kosnya. Tanyalah pada teman kampusnya. Tanyalah pada seorang alim yang dekat dengannya. Mereka-mereka tadi akan lebih tahu isi casing tersebut.

Karena kadang kita temui …

Ada orang yang terlihat alim dilihat dari penampilan, tak tahunya punya hubungan gelap dengan perempuan.

Ada orang yang terlihat berjubah, tak tahunya berpemahaman sesat.

Ada orang yang lantunan bacaan qurannya bagus, tak tahunya kelakuannya sering tonton video yang tidak genah.

Ada orang yang terlihat biasa-biasa, eehh … malah dialah yang lebih mulia di sisi Allah.

Allah Nilai Hati

Yang jelas Allah menilai hati kita, bukan casing kita. Kita tak perlu pamerkan casing kita yang bagus, berusahalah terus memperbaiki hati kita.

🕋 Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman bin Shakr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ ». وَأَشَارَ بِأَصَابِعِهِ إِلَى صَدْرِهِ

“Sesungguhnya Allah tidaklah melihat pada tubuh kalian. Akan tetapi, Allah melihat pada hati kalian.” Beliau berisyarat menunjuk dadanya dengan jari-jemarinya. (📖HR. Muslim, no. 2564)

Cara Menilai Orang

Kala menilai orang …

Kita hukumi orang sebatas lahiriyah, tak bisa kita hukumi batinnya. Namun kadang kita bisa tahu jeleknya seseorang dari komentar orang yang pernah dekat dengannya atau ada bukti aktual yang membongkar kejelekannya sendiri.

Tak Perlu Berlebihan Menilai

Dari sini kita bisa ambil pelajaran, jangan berlebihan dalam menilai dan memuji casing yang bagus karena dalamnya kita tak tahu.

Al-Qurthubi memaparkan dalam Al-Mufhim limaa Asykala min Talkhish Kitab Muslim (6: 539), “Kalau hati itu yang memperbagus amalan lahiriyah dan amalan hati adalah suatu yang ghaib bagi kita, maka janganlah menebak-nebak hal batin seseorang dengan mudah karena cuma sekedar melihat dari casing luar dari ketaatan atau kesalahan yang dilakukan.

Siapa saja yang menjaga amalan baik secara lahiriyah, Allah-lah yang mengetahui bagaimana sifat jelek atau tercela yang ada dalam hatinya. Sebaliknya, siapa pun yang melihat seseorang berbuat jelek dan itu nampak, maka barangkali ada sifat baik dalam hatinya yang menyebabkan kesalahannya diampuni.

Karenanya amalan lahiriyah hanya jadi sangkaan kuat, namun tak menunjukkan secara tegas isi hati seseorang baik ataukah tidak.

Sehingga kita tidak boleh berlebihan dalam mengagungkan orang yang kita lihat secara lahiriyah nampak gemar beramal shalih. Begitu pula jangan sampai menganggap hina orang muslim yang secara lahiriyah dilihat jelek. Kita tetap mencela perbuatan jelek yang dilakukan, namun bukan mencela individunya untuk selamanya.

Perhatikanlah masalah ini perbedaannya sangatlah tipis.”

Ingat hati manusia itu bisa berbolak-balik. Bisa jadi saat ini ia sesat dan gemar maksiat, namun keesokan hari, ia berubah menjadi shalih. Bisa jadi pula malah sebaliknya. Hati manusia –ingatlah- di antara jari-jemari Ar-Rahman.

Hati Manusia di antara Jari-Jemari Ar-Rahman

🕋 Dari ‘Amr bin Al-‘Ash, ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ قُلُوبَ بَنِى آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ». ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ »

“Sesungguhnya seluruh manusia hatinya di antara jari-jemari Ar-Rahman, seperti satu hati. Sekehendak-Nya hati itu dibolak-balikkan.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengucapkan do’a, “Allahumma musharrifal qulub sharrif quluubanaa ‘ala tho’atik (artinya: Ya Allah, Yang Maha Membolak-Balikkan hati, tetapkanlah hati kami terus dalam ketaatan pada-Mu).” (📖HR. Muslim, no. 2654)

Semoga Allah terus meneguhkan hati kita dalam ketaatan pada-Nya.
🤲🏻 Allahumma musharrifal qulub sharrif quluubanaa ‘ala tho’atik
aamiin

Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal

16.55 | 0 komentar

Paham

Written By Rudianto on Sabtu, 06 April 2019 | 06.40

💎 *_Mutiara Kata_* 💎

Faham...
Kita memang tak sempurna.
Masing-masing sedang 'belajar'.
Belajar untuk sabar.
Belajar untuk ikhlas.
Belajar untuk istiqamah.
Belajar untuk taat.
Belajar untuk berprasangka baik.
Dalam proses untuk belajar itu, beragam ujian datang.
Bila kita sabar, datang pula 'jenis' manusia yang sengaja menguji kesabaran.
Bila kita mencoba ikhlas, manusia itu pula tak pernah menghargai.
Bila mau istiqamah, macam-macam bisikan datang untuk menghalangi diri dari terus berbuat kebajikan.

Tapi, walau apa pun ujian yang datang..teruskan dengan apa yang kita coba lakukan.
Siapa yang sedang bersabar,teruslah bersabar.
Siapa yang sedang mencoba ikhlas, teruslah berbuat kebaikan sekalipun tiada yang menghargai.

Siapa yang sedang istiqamah, teruslah melangkah.Jangan menoleh ke belakang lagi.
Terus maju.
Atur pikiran kita.
Karena Allah, aku sabar.
Karena Allah, aku ikhlas.
Karena Allah, aku istiqamah.
Karena ALLAH semata-mata.

🖥 Mutiara Kata "Berbagi Inspirasi Motivasi & Kebaikan"
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.40 | 0 komentar

Jangan Suka

💎 *_Mutiara Amal_* 💎
📆 Kamis, 7 Rajab 1440 H
             14 Maret 2019 M

_BISMILLAH...           
                                                         
_Usia kita ibarat es.._
_Digunakan atau tidak, ia akan tetap mencair.._

_Begitu juga dengan umur kita.._
_dimanafaatkan atau tidak.._
_umur kita akan tetap bertambah.._
_kesehatan kita akan tetap semakin melemah.._

_Apa yang harus selalu dilakukan adalah tersenyum dan berfikir positif.._

_Air yang mengalir tidak dapat menentang arus.._ *_begitu juga dengan hidup kita.._*

_Kita tidak mungkin dapat berbalik menjadi muda lagi.._
_kita akan menjadi tua sakit dan mati.._

_Jalanilah hidup ini dengan sabar dan santai.._

_Jangan suka mau menang sendiri.._

_Jangan suka menyakiti sesama kita.._

_Jangan suka mengeluh.._

_Jangan suka mencela.._

_Jangan suka berdusta.._

_Jangan suka khianat.._

_Jangan suka memfitnah.._

_Jangan suka mencuri atau mengambil hak orang lain.._

*_Hiduplah dengan ceria.._*
_Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan sahabat, teman dan saudara saudara kita dengan kedamaian.._

_Buang jauh jauh sifat ego kita.._
_bersahabatlah dengan apa adanya.._
_bukan karena ada apanya.._

_Nikmati semua gurau tawa.._

_Hargai semua perbedaan.._

_Mempercayai kualitas sahabat sahabat dan saudara kita.._

_Jaga perasaan masing masing.._
_tutupi aib mereka dan jangan sekali kali berburuk sangka dalam fikiran kita terhadap mereka.._

_Bantu ketika mereka terpuruk. .._

_Sediakan bahu ketika dia menangis.._

_Tepuk tangan ketika dia berhasil. .._

_Sebut namanya dalam doa kita.._

_Bukan iri dengki ketika mereka dipuji orang.._

_Bukan mencemoh saat tahu dia bersedih.._

_Bukan memfitnah ketika dia lebih maju.._

_Bukan tertawa saat dia menderita.._

_Bersahabatlah dengan hati yang baik dan tulus.._

_Ketika hati kita baik dan tulus, percayalah.._
_Allah juga akan selalu bersama kita.._

*_Ayo. .._*
*_terus dan jalin ukhuwah sehingga Allah memanggil kita pulang kehadratNya.._*

🖥 Wag Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.39 | 0 komentar

Pecah

💎 *_Mutiara Amal_* 💎

*PECAH*

Saya teringat sebait Syair yang indah....

Seindah sedamai pantai melambai gemalai
Begitulah hati merindu kasih yang padu
Bagaikan pepasir basah di simbah lautan
Begitulah perjuangan ini
Biar basah dengan iman dan ukhwah

Kita ingin segalanya indah
Sebersih pasir pantai memutih
Seindah dan secerah pewarna
Berseri ukhwah dipupuk kasih

Kita ingin segala terlerai
Dengki dan dendam kesumat musnah
Biar keihklasan berbicara
Di dada hati luas saujana

Wahai  hati
Kasih yang abadi padamu Illahi
Perjuangan ini moga diberkati......

Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.
Saat kita berkumpul dengan orang-orang sejalan, seperjuangan, bisa berbagi rasa dan kisah tentang jalan panjang yang tak mungkin ditempuh sendiri. Demi menjaga Islam, membela, dan memperjuangkannya.

Acapkali tanpa disadari muncul gelora dan pekik
kebanggaan pada "kelompok". Mengibarkan kain lusuh setinggi langit tentunya andai saja
mampu. Lantas lahirlah istilah “kami”
dan “mereka” dengan pengertian
khusus. Pada “kami” adalah golongan sang pengusung kebenaran dan “mereka” si salah
pembuat onar dan dusta. Masing masing hanyut pada wajah ego berlipstik "kebenaran".
Berkumpul, bergerak bersama bersenandungkan
perjuangan, namun tersilap untuk apa seluruh perjalanan besar ini dilakukan. Siapa yang
mengatakan dan tidak merasakan pecah dan
terbelahnya ukhuwah hari ini.

Terpecah oleh “kelompok”, terpecah oleh “kibaran kain lusuh” dan terpecah oleh berbagai “zat pewarna”. Salah salah bisa terseret dalam kemusrikan, lantaran “… bangga dengan apa yang ada pada golongan sendiri” Memecah-belah diin hingga tercerai berai. Disini. Di dalam diri ini.

Ada di hari-hari kita. Ada di kantor dan di tempat
kerja. Ada di antara satu sholat dengan sholat
lainnya. Hingga doa pun jadi hambar terasa. Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.

Mari berhati hati agar tidak terseret dalam
larangan yang telah Allah sebutkan dalam Al Quran.
“…dan janganlah kamu termasuk ke
dalam orang-orang musyrikiin,”
    “yaitu orang-orang yang memecah-belah diin mereka menjadi beberapa golongan.
Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa
yang ada pada golongan mereka.” (Q.S. Ar-Ruum [30] : 31 - 32)

Cubitlah tangan, tarik telinga atau tampar pipi
sendiri. Adakah kita tertidur, bermimpi atau mabuk hilang akal. Siapa yang mengatakan dan tidak merasakan pecah dan terbelahnya ukhuwah hari ini.

Katakanlah: sesungguhnya sholatku,
ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk
Allah, Rabb semesta alam. (QS [6]:162).

🖥 Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.37 | 0 komentar

Siapa Anda

💎 *_Mutiara Kata _* 💎

_"Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan. Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong. Lidah anda yang menentukan siapa anda."_

🖥 Mutiara Kata
https://chat.whatsapp.com/FjTjsvctCV8B3krXo3H5iN
🤳 Rudi Abu Azka
📱+62 857 1686 3625

06.37 | 0 komentar

Wajib Sedekah

💎 *_Mutiara Amal_* 💎
         ☘🍁🌿

*Manusia memiliki 360 persendian, dan diwajibkan sedekah atas setiap sendinya dengan 360 kebaikan atau minimal 2 rakaat Shalat Dhuha setiap paginya.*

*Lalu, apa yang terjadi jika 360 sendi itu tidak dikeluarkan sedekahnya sementara terus digunakan setiap harinya? Wallahu a'lam.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.36 | 0 komentar

Orang yang menderita

💎 *_Mutiara Pagi_* 💎
         ☘🍁🌿

*Orang yang paling menderita adalah mereka yang ingin menjadi selain dirinya, membenci ketentuan yang telah ditakdirkan untuknya, tidak merasa puas dengan rezeki yang diterimanya, dan senantiasa merasa kekurangan di dalam hidupnya.*

*Kalau kamu merasakan hal itu, perbanyaklah membaca do'a, "Allahumma a'inni alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika." Teruslah berdo'a, memohon sambil menangis, sampai derita hati dan lelah jiwa yang kamu rasakan itu diangkat oleh ALLAH SWT.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.34 | 0 komentar

Paradigma Sehat

💎 *_Mutiara Malam_* 💎
         ☘🍁🌿

*Paradigma Sehat* _"Mencegah sakit lebih bijaksana daripada mengobati sakit"_

*Sehat:*
- Banyak bersyukur
- Jangan mudah marah,
- Jangan mudah tersinggung,
- Jangan mudah sakit hati,
- Jangan Egois
- Jangan mudah mengeluh

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.30 | 0 komentar

Semakin

💎 *_Mutiara Sore_* 💎
         ☘🍁🌿

*Semakin lama*
*Semakin tua*
*Semakin berharga*
*Semakin tinggi nilainya*
*Semakin kita sayang*
*Semakin kita takut kehilangannya*

*Itulah barang antik. Jangan bayangkan pasangan Anda.*

📮Mutiara Kata

☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.29 | 0 komentar

5 Jenis Kekayaan

💎 *_Mutiara Siang_* 💎
         ☘🍁🌿

*Kekayaan itu ada 5 jenis :*
*5. Kekayaan finansial (uang)*
*4. Kekayaan sosial (teman)*
*3. Kekayaan intelektual (ilmu)*
*2. Kekayaan fisikal (sehat)*
*1. Kekayaan spiritual (iman)*

*Perkuatlah kekayaanmu dari pondasinya (iman), karena kebahagiaan adalah ketika kelima kekayaan itu kuat dengan pondasi dan penopang yang kuat.*

📮Mutiara Kata
☪☪☪🌻🌻☪☪☪
🍃 _be good and be happy_ 🍁

06.29 | 0 komentar

Malulah Kalian Kepada Allah dengan Benar


*Malulah Kalian Kepada Allah dengan Benar !*

Dari Abdullah bin Mas’ud (semoga Allah meridhainya) beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اسْتَحْيُوا مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَقَّ الْحَيَاءِ

Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu,”

Mereka (para sahabat) berkata, “al-hamdulillah, kami malu, wahai Rasulullah.” Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,

لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الْاِسْتِحْيَاءُ مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَلْتَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَقَّ الْحَيَاءِ

“Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah hendaknya kamu menjaga kepala dan apa yang dipahaminya, menjaga perut dengan isinya, hendaknya kamu mengingat kematian dan hancurnya jasad sesudahnya, barangsiapa menginginkan akhirat, niscaya dia meninggalkan perhiasan dunia, barangsiapa melakukan hal itu, maka dia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya (HR. at-Timidzi, no.2458 dan Ahmad, no. 3662, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib, no. 3337)

🎙Begitulah seharusnya malu seorang hamba kepada Rabbnya, dan begitulah malu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kepada Rabbnya, bahkan rasa malu Beliau lebih besar dari itu, bagaimana tidak sementara Beliau adalah pemilik akhlak yang agung ?

📖 (Hisyam Muhammad Sa’id Barghisy, “A’zhamu Insan ‘Arofathu al-Basyariyah...”, hal. 46)

------------------
🖥 Mutiara Hadits
🤳 W.A Dakwah Al-Sofwa
📮Mutiara Kata - Abu Azka

06.28 | 0 komentar

Mendeteksi Penyakit Hati

Written By Rudianto on Sabtu, 26 Januari 2019 | 23.12

Tanda sakitnya suatu anggota tubuh ialah ketidakmampuannya dan ketidaksempurnaannya untuk melaksanakan tugasnya. Tangan yang sakit tidakmampu memegang. Kaki yang sakit akan diketahui daricara berjalannya yang tidak sempurna. Mata yang sakit terlihat dari ketidakmampuan-nya melihat.

Adapun hati yang sakit maka akan dapat diketahuidari ketidakmampuannya melaksanakan tugas yang untuk itu ia diciptakan; yaitu ilmu, hikmah, ma'rifat,mencintai Allah dan beribadah kepada-Nya sertamementingkan semua ini daripada setiap bisikan nafsu.

Tanda ma'rifat adalah cinta. Siapa yang mengetahui(ma'rifat) Allah tentu mencintai-Nya. Adapun tandacinta adalah tidak mementingkan segala sesuatu yangdicintai daripada Allah. Siapa yang lebih mementingkan sesuatu yang dicintainya daripada cintanya kepada Allah,berarti hatinya sakit.
Penyakit hati ini sangat tersembunyi dan terselubung. Kebanyakan pengidapnya tidak
mengetahui dan menyadarinya. Ketika pengidapnyaahu akan penyakitnya, kemungkinan besar ia juga enggan mengobati karena obatnya yang sangat pahit,yaitu; menentang/meninggalkan nafsu.

Dokter dari penyakit ini adalah para ulama'.
Bagaimana seorang dokter mampu menyembuhkanpenyakit jika si dokter sendiri menderita penyakit?

Sesungguhnya penyakit ini sudah menyebar kemana-mana dan menjangkiti sebagian mereka.
Dokter yang mengobati sudah sangat sedikit, penyakit pun menyebar, ilmu hilang dan obatpun hilang.Penyakit dibiarkan menyebar,manusia hanya sekedarmelakukan ibadah-ibadah  zhahir,sedangkan yang ada dalamhatinya hanya aktifitas ritualyang rutin, hanya sekedartradisi dan kebiasaan; hampa.

Inilah sumber penyakit hati.Berbuat tanpa ma'na, tanparuh. Tanpa motivasi yang benar, tanpa landasan. Lupa akanhakikat diri, untuk apa iadiciptakan.Pada akhirnya manusia akan berjalan di dunia ini tanpa suatu program hidup yang jelas,sebagaimana yang telahdigariskan Allah dalam AlQur'antmaupun melalui lisan nabiNya.Hidupnya hanya untuk menuruti dan memuaskanpandangan manusia lainnya.Maka ia pun menuju kematiantanpa suatu bekal persiapanhidup setelah  kematiannya.
Na'udzubillah min dzalik.

***

Ketahuilah bahwa bila Allah menghendaki kebaikan padaseorang hamba, maka dia membuatnya tahu akan aib dirinya yang merupakan penyakit hatinya. Siapa yang mempunyai mata hati,dia tidak akan takut terhadap aib diri. Dia akan mencari aib dirinya dan bersyukur jika menemukannya.

Karena jika dia tahu aib dirinya maka hal itu akan memungkinkan bagi dirinya untuk mengobatinya. Tetapi manusia seperti ini sangatlah jarang. Mayoritas manusia tidak mau tahu aib dirinya sendiri. Kuman diseberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak. Kotoran di mata temannya tampak, batang pohon di depan matanya tidak tampak.

Hendaklah seseorang berusaha untuk mengobati penyakitnya, dengan mengenalinya terlebih dahulu. Dan diusahakan untuk menghindarkan diri dari terkena penyakit tersebut. Karena pencegahan lebih utama dari pengobatan. 

Ada empat jalan yang bisa ditempuh seseorang untuk mengetahui aib diri:
1. Menghadap seorang ulama'/syaikh yang 'sehat'hatinya, yang bisa mengetahui aib jiwa, sehingga dia bisa mengenali aib dirinya dan sekaligus memberikan penawarnya.

2. Berteman dengan yang jujur, dapat dipercaya danbagus agamanya. Temannya akan mengingatkan dirinya dariakhlaq atau ucapan yang buruk. Amirul Mukminin Umar bin Al-Khaththab RadhiyallahuAnhu pernah berkata, "Semoga Allah merahmati seseorangyang mau menunjukkan aib kami kepada kami." 

Umar juga pernah bertanya kepada Hudzaifah, "Apakah aku termasuk orang-orang munafik?" dia perlubertanya seperti itu, sebab siapa yang kedudukannyasemakin tinggi, maka tuduhan terhadap dirinya jugasemakin gencar. Hanya saja di zaman sekarang jarang ada teman karib yang jujur dengan memiliki sifat seperti ini.Sedikit sekali teman yang tidak mencari muka atau tidakdengki.

Para pendahulu kita sangat suka jika ada orang yangmenunjukkan aib mereka. Sementara pada zaman sekarangkita justru marah besar jika ada yang menunjukkan aib kita.Hal ini menunjukkan lemahnya iman dan jauhnya kehidupankita dari ketentuan Allah.

3. Mengetahui aib diri dari perkataan dan sikapmusuhnya. Mata yang penuh kebencian hanya akan melihathal yang buruk. Manfaat yang bisa diambil, hal itu akan memperlihatkan pada dirinya aib dirinya yang tidak ia sadari.Musuh yang seperti ini lebih bermanfaat dari pada temanyang hanya cari muka saja.

4. Bergaul dengan manusia, karena manusia akanmenjauhi kita ketika ada keburukan pada diri kita.

(Abu Azka/disadur bebas dari ; Minhajul Qashidin, ibnul Jauzy;oleh Ibnu Qudamah) Qudamah)
23.12 | 0 komentar

MOTIVASI UNTUK DAPAT ISTIQOMAH DENGAN AL QUR'AN

Written By Rudianto on Senin, 21 Januari 2019 | 19.16

Sahabat yang dirahmati Allah,

Betapa nikmatnya manakala kita telah mampu istiqomah berinteraksi dengan Al Qu'ran. Nikmat membaca kalam - kalam NYA , nikmatnya merasakan seakan-akan kita berbicara dengan NYA, nikmat merasakan Al Qur'an mampu memberikan ruh dan petunjuk dalam tiap langkah kehidupan kita , nikmatnya Al Qur'an menjadi petunjuk pembeda antara yang haq dan yang batil, serta nikmat syafaat kelak bagi sesiapa yang ikhlas senantiasa membaca & bersahabat dengan AL Qur'an. (Insya Allah)

Untuk memulai langkah mencintai Al Qur'an . Berikut upaya-upaya jiwa untuk mampu senantiasa bersahabat dengan nya :

MENDAMBAKAN AL QUR'AN SEBAGAI KENIKMATAN SEPERTI KITA MENDAMBAKAN HARTA

“Tidak boleh iri kecuali dalam dua kenikmatan: seseorang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allah lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Melihat orang yang hartanya berlimpah tentu membuat kitapun mendambakannya. Hal itu lumrah dan fitrah sekaligus fitnah bagi manusia. Tetapi percayalah bahwa keimanan yang baik tidak saja menjadikan manusia memimpikan kepemilikan dunia tetapi juga memimpikan dan menginginkan akhirat. Dengan iman, ketika melihat orang lain yang memiliki kelebihan dalam urusan akhiratnya - misalnya sangat baik interaksinya dengan Al-Qur’an, hafalannya banyak, rajin beribadah, serta banyak kontribusinya dalam dakwah - maka kita pun sangat mendambakannya.

Itulah ghibthah, menginginkan kenikmatan orang lain tanpa membenci dan mengharapkan hilangnya nikmat dari orang tersebut.

Berikut ini beberapa perasaan yang harus menjadi pertanyaan dan perhatian kita:

1. Adakah perasaan iri (ghibthah) dalam diri kita ketika melihat saudara kita memiliki kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an yang lebih baik? Ataukah hanya iri dan menginginkan sesuatu yang terkait dengan harta yang dimiliki saudara kita, tapi untuk Al-Qur’an hati kita adem ayem saja?

Jika demikian adanya, itulah bukti lemahnya syu’ur Qur’ani (perasaan ingin membangkitkan diri dengan Al-Qur’an). Para salafush shalih selalu berkompetisi dalam hal interaksi dengan Al-Qur’an dan hal ukhrawi. Telah menjadi tabiat manusia untuk berkompetisi, dan jika tidak diarahkan maka kompetisi tersebut akan cenderung ke hal-hal duniawi seperti harta, jabatan dan lawan jenis.

2. Rasulullah Saw menjanjikan bahwa setiap orang beriman yang bersahabat akrab dengan Al-Qur’an dijamin akan mendapat syafa’at dari Al-Qur’an: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.” (HR. Muslim).

Tanyakan pada diri kita masing-masing, sudahkan kita menjadi sahabat akrab Al-Qur’an? Benarkah di akhirat nanti kita berharap akan mendapat syafa’at dari Al-Qur’an? Alangkah sengsaranya kita bila di akhirat tanpa syafa’at, karena “…Tidak ada yang dapat memberi syafa’at kecuali atas seizin Allah…” (QS Al-Baqarah [2]:255)

3. Kualitas iman kita diukur dengan sejauh mana kualitas dan kuantitas interaksi kita dengan Al-Qur’an. Apakah kita masa bodoh dan tidak merasa sedih jika dalam sebulan tidak khatam Al-Qur’an? Adakah perasaan sedih jika kita tidak punya hafalan ayat-ayat Al-Qur’an? Sedihkah kita karena awam dengan kandungan dan makna Al-Qur’an? Jika belum, dikhawatirkan bahwa kitalah yang disebut Rasulullah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai mahjuran.

“Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an itu sesuatu yang diabaikan.’ “ (QS Al-Furqan [25]:30)

4. Pernahkah kita menghitung tentang berapa banyak informasi tentang hal-hal yang bersifat duniawi yang ada di kepala kita dibandingkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an? Jika tentang Al-Qur’an lebih banyak maka bersyukurlah, jika tidak maka bertaubatlah kepada Allah Swt dan segera upayakan untuk kembali kepada Al-Qur’an agar tidak dikecam Allah Swt:

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang tentang (kehidupan) akhirat mereka lalai.”

5. Sabda Rasulullah Saw: “Barangsiapa yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya akan diberikan kepada orang tuanya pada hari kiamat mahkota yang cahanya lebih indah daripada cahaya matahari. Kedua orang tua itu akan berkata, ‘Mengapa kami diberi ini?’ Maka dijawab, ‘Karena anakmu yang telah mempelajari Al-Qur’an’ “ (HR Abu Dawud, Ahmad dan Hakim)

Tidakkah hadits tersebut menggugah kita sebagai orang tua untuk memberi perhatian yang lebih pada anak dalam hal pendidikan Al-Qur’annya? Bagaimana mungkin seorang anak dapat mencintai Allah Swt kalau tidak dapat menikmati shalat dengan baik?

Bagaimana mungkin dapat shalat dengan baik kalau kemampuannya dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, khususnya hafalan, lemah dan terbatas? Jangan sampai kita hanya kecewa bila anak tak mampu berbahasa Inggris atau menggunakan komputer tetapi santai saja dengan keterbatasannya dengan Al-Qur’an.

Isi Al-Qur’an sesungguhnya menjelaskan bagaimana semua urusan dunia itu bisa mengantarkan manusia kepada suksesnya urusan akhirat. Kita, memang tidak ingin menjadi orang yang dekat dengan Al-Qur’an hanya secara huruf-hurufnya saja tetapi jauh dari dari ruh Al-Qur’an itu sendiri, Insya Allah

19.16 | 0 komentar

AIR PENYEJUK JIWA, PENAUNG DI ALAM BAKA DAN PEMADAM API NERAKA

Written By Rudianto on Sabtu, 19 Januari 2019 | 10.18

Saudaraku…. Ketahuilah di tubuh kita ada air yang sangat suci yang bisa menyelamatkan kita di dunia dan di alam baka…

Air ini sumbernya adalah hati yang suci dan jiwa yang bersih… Dan sangat sulit keluar dari hati yang keras dan kotor…

AIR MATA CINTA DAN TAKUT KEPADA ALLAH…itulah air yang dimaksud… Air yang keluar dari mata yang menangis karena Allah…


SIMAKLAH… KABAR GEMBIRA DARI KEKASIH KITA..

MEREKA TIDAK AKAN TERSENTUH API NERAKA…

عينان لا تمسَّهما النارُ أبدًا : عينٌ بكت من خشيةِ اللهِ ، و عينٌ باتت تحرسُ في سبيلِ اللهِ

“Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka selama-lamanya… Mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga di jalan Allah “
(Shahih.Shahihul jami’ no 4113)

MEREKA DINGIN DENGAN NAUNGAN ALLAH DI PADANG MAHSYAR…

سبعةٌ يُظِلُّهمُ اللهُ في ظِلِّه يومَ لا ظِلَّ إلا ظِلُّه : (منهم) ورجلٌ ذَكَر اللهَ خاليًا، ففاضَتْ عيناه .

“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya… Diantara mereka : seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian lalu bercucurlah air matanya…” (HR. Imam Bukhori)


SUBHANALLAH… Sungguh mereka orang yang diberikan ni’mat besar oleh Allah.. Mereka menyerupai para Nabi dan orang-orang shalih pilihan Allah..

(أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩)

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.”
[Surat Maryam 58]


SAUDARAKU…

** sudahkah air suci itu membasahi pelupuk mata dan pipimu..

** sudahkah di tahun ini atau di bulan ini atau pekan ini atau di hari ini kita air itu memancar dan tertetes dari matamu…

** ataukah hatimu sangat gersang dan keras karena noda, dosa dan ambisi dunia… Sehingga begitu sulitnya keluar dari pelupuk matamu…
Laa haula walaa quwwata illa billah…

MENANGISLAH KARENA TIDAK PERNAH MENANGIS KARENA CINTA DAN TAKUT KEPADA ALLAH…

Semoga Manfaat…
10.18 | 0 komentar

TERSINGKAPNYA BETIS BIDADARI

Written By Rudianto on Selasa, 15 Januari 2019 | 13.12

Pada zaman Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa aali wasallam, hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid, yang berumur 35 tahun, namun belum juga menikah.
Dia tinggal di Suffah (teras) masjid Madinah.

Ketika sedang mengasah  pedangnya, tiba-tiba Rasulullah Saw datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid…selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah Saw menyapa.

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid, sambil tertunduk tak kuasa melihat kharismatik wajah Beliau.

“Maksudku kenapa engkau selama ini membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah…,?” Tanya Rasulullah Saw.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku tak tampan, siapa yang mau dengan diriku ya Rasulullah?”

”Asal engkau mau, itu urusan yang mudah.” Kata Rasulullah Saw sambil tersenyum.

Kemudian Rasulullah Saw memerintahkan Sahabatnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita.

Setelah surat itu selesai ditulis, maka Rasulullah memberikan surat tersebut kepada Zahid dan memerintahkan agar segera mendatangi rumah Said dan menyerahkan surat lamaran tersebut kepadanya.

Disebabkan di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasulullah yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”

Said menjawab, “Wah, ini adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong...”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini… bukankah lebih baik di persilahkan masuk?”

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Di saat Zulfah melihat Zahid,  sambil menangis ia berkata,
“Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau dengan dia ayah..!”

Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau…bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama Rasulullah?”

Akhirnya Said berkata, “Lamaran kepada dirimu ini adalah perintah Rasulullah.”

Zulfah kaget kemudian beristighfar beberapa kali,

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...

Ia menyesal atas kelancangan perbuatannya itu. Seketika ia berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa tidak sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dinikahkan dengan pemuda ini.
Karena aku ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surah An Nur:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (النور ٥١)

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka diminta Allah dan Rasul-Nya agar Rasul yang  mengadili (mengambil keputusan ) diantara mereka, ucapan yang muncul hanyalah : Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. An Nur 24:Ayat 51)”

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang-layang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada taranya, dan segera melangkah pulang.

Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasulullah yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”

“Alhamdulillah lamarannya diterima ya Rasulallah,” jawab Zahid.

“Apakah sudah ada persiapan?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasulallah, aku tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke beberapa sahahbat  untuk membantunya mendapatkan uang untuk menikah.

Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan perkawinan.

Tak lama kemudian setibanya di pasar, bersamaan itu pula ada pengumuman Jihad untuk perang melawan orang kafir yang mau menyerang masyarakat muslim Madinah.

Zahid Mulai bingung untuk menentukan sikap, menikah atau berjuang demi Agama Allah.

Akhirnya dia mencoba kembali lagi ke masjid. Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”

Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, apakah engkau tidak mengetahui?”

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah jika begitu uang untuk menikah ini akan aku belikan baju besi dan kuda yg terbaik, aku lebih memilih jihad bersama Rasulullah dan menunda pernikahan ini."

Para sahabat menasihatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau malah hendak berperang?”

Zahid menjawab dengan tegas, “Hatiku sudah mantap untuk  bersama Al Musthafa Rasulullah pergi berjihad.”

Lalu Zahid membacakan ayat AlQur'an di hadapan sahabat Nabi:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (التوبة ٢٤)

“Katakanlah, Jika bapak -bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri,  kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu kuatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai , itu semua lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dengan) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At Taubah, 9:24).

Akhirnya Zahid maju ke medan pertempuran. Dengan hebatnya beliau bertempur, banyak dari kaum kafirin tewas di tangannya dan pada akhirnya beliau mendapatkan syahid. Gugur demi membela agama Allah dan Rasulullah. . .

Peperangan telah usai, kemenangan direbut oleh Rasul dan pasukannya.

Senja yang penuh dengan keberkahan ketika Rasullullah memeriksa satu persatu yang telah gugur di jalan Allah, sebagai Syuhada Allahu azza wajalla.

Nampak dari kejauhan sosok pemuda yg bersimbah darah dengan luka bekas sasatan pedang.

Rasulullah menghampiri jasad pemuda itu sambil meletakkan kepalanya di pangkuan manusia agung ini. Habiballah
memeluknya sambil menangis tersedu-sedu, "Bukankah engkau ya Zahid yg hendak menikah malam ini ??"
Tapi engkau memilih keridhaan Allah, berjihad bersamaku."

Tak lama kemudian Rasulullah tersenyum sembari  memalingkan muka ke sebelah kiri karena malu.
Disebabkan karena ternyata sesosok bidadari cantik dari Surga menjemput Ruh mulia pemuda ini, dan tak sengaja gaunnya tersingkap hingga betisnya yang indah terlihat. 

Ini yang membuat Rasulullah malu.

Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an;

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ * فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (آل عمران ١٦٩ - ١٧٠)

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sejatinya  mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan bahagia disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(QS. Ali Imran, 3:169-170.)

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata, dan Zulfah pun berkata,
“Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak dapat mendampinginya di dunia, maka izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”

Maasya Allah...

Semoga di tahun ini dan selanjutnya Allah tetap senantiasa anugerahi kita keimanan dan kemenangan dalam hati dan amal kita, kesuksesan dan keselamatan dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini. aamiin.

Barokallohu fikum. MLHI, 15 Jan 2019.

13.12 | 0 komentar

APA itu JIN

Written By Rudianto on Senin, 14 Januari 2019 | 22.34

👥 *Group WA Belajar Ruqyah Syar'iyyah*
═══ ❁✿❁ ══
📚 Kajian Ruqyah dalam Kitab Shahih Bukhari

*APA itu JIN*

👉 Asal penciptaannya, Allah menciptakan jin yang berasal dari api.
📖Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ خَلَقْنَا  الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍ
wa laqod kholaqnal-insaana min sholshoolim min hama`im masnuun

_"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk."_
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 26)

📖Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَالْجَـآنَّ  خَلَقْنٰهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَّارِ السَّمُوْمِ
wal-jaaanna kholaqnaahu ming qoblu min naaris-samuum

_"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas."_
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 27)

👉 Tujuan penciptaan jin sama dengan tujuan penciptaan manusia yakni *menghamba dan beribadah hanya kepada Allah.*

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ  اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illaa liya'buduun

_"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."_
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

👉 Jin dan manusia, sama-sama memiliki alat kelengkapan hidup yang komplit.

📖Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ   ۖ   لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا  وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا  وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا   ۗ  اُولٰۤئِكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ   ۗ  اُولٰۤئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
wa laqod zaro`naa lijahannama kasiirom minal-jinni wal-insi lahum quluubul laa yafqohuuna bihaa wa lahum a'yunul laa yubshiruuna bihaa wa lahum aazaanul laa yasma'uuna bihaa, ulaaa`ika kal-an'aami bal hum adholl, ulaaa`ika humul-ghoofiluun

_"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."_
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 179)

👉 Jin ada yang shalih ada pula yang jahat.

📖Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَّاَنَّا مِنَّا الصّٰلِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذٰلِكَ ۗ  كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدًا 
wa annaa minnash-shoolihuuna wa minnaa duuna zaalik, kunnaa thorooo`iqo qidadaa

_"Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda."_
(QS. Al-Jinn 72: Ayat 11)

👉 Jin ada yang muslim ada pula yang kafir.

📖Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَّاَنَّا مِنَّا  الْمُسْلِمُوْنَ وَمِنَّا الْقٰسِطُوْنَ ۗ  فَمَنْ اَسْلَمَ فَاُولٰٓئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
wa annaa minnal-muslimuuna wa minnal-qoosithuun, fa man aslama fa ulaaa`ika taharrou rosyadaa

_"Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus."_
(QS. Al-Jinn 72: Ayat 14)

====================
📚 Ruqyah Syar'iyyah wa Thibu wa 'Ilaju Mashur min Shahih Bukhari wa Fathul Bari -  M. H Muhammad Hasan Ismail  -  Kairo Mesir 1426 H.
✍🏻📮ditulis dan edit ulang oleh Rudi Abu Azka

--------🌴🌴🌴--------
📻 *Belajar Ruqyah Channel*

22.34 | 0 komentar

Beriman Kepada Yang Ghaib

Rudi Abu Azka:
👥 *Group WA Belajar Ruqyah Syar'iyyah*
═══ ❁✿❁ ══

🖊 *Beriman Kepada Yang Ghaib*
════ ❁✿❁ ════

👉Akhir-akhir ini, sangat banyak kita jumpai orang-orang yang mengaku dirinya sebagai dukun, tukang ramal, orang pintar, ustadz atau kyai yang mampu mengobati berbagai macam penyakit. Mereka menyembuhkan penyakit dengan jalan sihir atau perdukunan, mereka mengaku dirinya sebagai thabib. Masyarakat awam tidak menyadari bahwa dirinya sudah menjadi budak setan dan bersama-sama mencemari aqidah secara lembut, tersamar, 'dan' perlahan namun pasti. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, ternyata banyak juga korban dari orang-orang yang kesehariannya menjalani ibadah secara tertib.

⚠Sungguh keadaan ini merupakan bencana dan bahaya yang besar bagi Islam dan umat lslam. Ketergantungan kepada Allah tergantikan dengan ketergantungan kepada selain Allah.

💊 Berobat - mencari kesembuhan atas penyakit-diperintahkan oleh Islam. Seorang yang sakit hendaknya berusaha mendatangi seseorang yang ahli untuk diperiksa penyakit apa yang dideritanya dan diobati sesuai dengan obat-obatan yang diperbolehkan syara' sebagaimana dikenal dalam ilmu kedokteran (untuk gangguan medis) , ilmu psikologi (untuk gangguan psikis), dan ilmu ruqyah untuk  gangguan sihir  dan sejenisnya.
Sesungguhnya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menurunkan penyakit dan pasti menurunkan pula obatnya. Namun, Allah tidak memberikan obat dari sesuatu yang telah diharamkan kepada ummatNya.

❌🛌Oleh karena itu, tidak dibenarkan bagi orang-orang yang sakit mendatangi dukun-dukun yang mengaku dirinya dapat mengetahui perkara yang ghaib -yang dengannya ia dapat mengatakan apa sakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan. Sebab, semua yang mereka katakan tentang perkara yang ghaib sesungguhnya hanya didasarkan pada prasangka, perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin dan meminta pertolongan jin-jin tersebut tentang sesuatu yang mereka kehendaki. Dengan cara demikian, dukun-dukun tersebut telah melakukan kekufuran dan penyesatan.

📜Dari Amran bin Hushein ra yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
_"Bukan dari golongan kami orang yang menentukan nasib sial dan untung berdasarkan tanda-tanda benda, burung dan lain-lain, yang bertanya dan yang menyampaikannya, yang bertanya pada dukun atau yang mendukuninya, yang menyihir atau yang meminta sihir untuknya, dan barangsiapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa yang dikatakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam."_ (HR Al-Bazaar)

☝Oleh karena itu, setiap orang wajib menjauhi praktek-praktek perdukunan dan mencegah orang-orang mendatanginya. Hendaknya tidak boleh tertipu pengakuan segelintir orang yang  membenarkan apa yang dilakukan para dukun. Sebab, sesungguhnya orang tersebut tidak mengetahui tentang perkara yang dijalankan dalam perdukunan. Bahkan, kebanyakan mereka adalah orang-orang awam yang tidak mengerti tentang hukum dan larangan-larangan yang harus mereka pegang.

✍🏻Agar terhindar dari keburukan, orang harus mengenali keburukan itu.

🎙Hudzaifah Bin Yunan berkata, *orang-orang yang bertanya tentang kebaikan, Sedangkan aku, aku tanya tentang keburukan, takut terjerumus kedalamnya. Setan adalah musuh nyata manusia, pengetahuan tentangnya diperlukan agar kita dapat menghindari tipu daya makar, konspirasi, dan jerat-jeratnya.*

Sumber :
📚 Ruqyah Syar'iyyah wa Thibu wa 'Ilaju Mashur min Shahih Bukhari wa Fathul Bari
🖊 M. H Muhammad Hasan Ismail
✍🏻kembali dan📮oleh Rudi Abu Azka

22.32 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung