Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

JENAZAH

Written By Rudi Abu azka on Senin, 26 November 2012 | 21.34

Sebelum ajal menjemput diri, marilah coba matikan diri sejenak. Tutuplah kedua mata dan bayangkan diri sedang berada di atas keranda mayat diiringi oleh para penghantar jenazah. Keadaan bagaimana yang diri inginkan setelah diri mati, maka menjadilah seperti yang diri inginkan di saat diri hidup sekarang ini. Memperbaiki kesalahan diri, memperbaiki tingkah laku diri, bertaubat diatas segala perbuatan maksiat, membuka lembaran baru kehidupan diri dengan perjalanan hidup dan budi pekerti yang baik. Mencuci hati dari kedengkian dan membersihkan dari penghianatan. Kelak diri akan mengingat apa yang telah diri kita lakukan karena makhluk-makhluk ibarat pena ALLAH dan seluruh manusia adalah saksi ALLAH dibumi-NYA. Jika mereka bersaksi dengan memuji, maka itu kabar baik buat diri dan kesaksian ini diterima disisi ALLAH Yang Maha Esa. Namun jika mereka bersaksi dengan menyebut keburukan, maka diri sangat rugi di atas apa yang sedang menanti. Kita sedang berada di medan persaingan sengit, tetapi kita sering melalaikannya. Tidak ada yang mampu kita lakukan dihadapan hiruk pikuk dan kerihuan yang sering membuat kita melupakan akhirat kecuali dengan mematikan diri sejenak selama satu menit, yaitu enam puluh detik. Dalam waktu yang singkat ini hendaklah kita lakukan lalu kita bertaubat dan perbaiki amal perbuatan kita. Barangsiapa yang meluangkan masanya satu menit dalam setiap hari untuk melakukan hal ini, maka dia akan kembali menjadi seorang yang lurus, pecinta kebaikan, bermanfaat bagi orang lain, menjadi mulia, penyabar dan penuh toleransi. Sedang orang yang melupakan kematian akan hidup dalam kelalaian, tidak menyadari adanya pengawasan ALLAH dan tidak bermuhasabah dirinya. Kita amat memerlukan usaha untuk menyelamatkan dalaman kita, agar tidak dijajah oleh kedengkian dan iri hati. Sungguh rugi orang yang mengisi hatinya dengan dendam, dengki dan iri hati sehingga menjadi lubang yang dihuni oleh ular dan kalajengking. Untuk itu hendaklah diri mengasihi diri kita sebelum kita mengasihi orang lain dalam menghadapi peperangan yang berkecamuk di dalam diri kita supaya kita tidak mengganas kepada orang lain. Ali bin Abi Tholib radiyallahuanhu berkata, ''Dunia pasti ditinggalkan pergi sedangkan akhirat sudah siap menanti. Oleh itu, jadilah kamu sebagai anak-anak akhirat dan janganlah kamu menjadi anak-anak dunia. Hari ini adalah hari beramal bukan hari dihisab sedangkan besok adalah hari dihisab bukan hari beramal''.