Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

DUNIA FATAMORGHANA

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 14 Juli 2009 | 00.08


DUNIA FATAMORGHANA

“Dunia adalah hiasan yang menggiurkan, barang siapa yang memanfaatkannya secara hak (benar), niscaya ia di berkati hidupnya. Namun betapa banyak orang yang tergiur
oleh keindahannya dan memanfaatkannya sebagai pemuas nafsu belaka, maka tiadalah balasan bagi mereka pada hari kiamat kecuali neraka”.(Hr. ath-Thabrani)


Sahabat yang budiman, ibarat panah dunia mempunyai tiga macam anak panah, yaitu panah kesengsaraan, panah perlindungan dan panah pengharapan. Siapapun yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya maka ia akan tertancap anak panah kesengsaraan, dan ia akan lelah diperbudak dunia. Mereka yang menjadikan dunia sebagai perlindungan maka ia akan tergores anak panah kesombongan, karena kesenangan akan dunia sering kali membuka tabir keangkuhan. Dan mereka yang menjadikan dunia sebagai pengharapan ia akan tergores anak panah kekecewaan, karena dunia tidak selalu menjanjikan kebahagiaan.

Ketahuilah, dunia yang kita singgahi ini seperti fatamorgana, disangka memiliki hakekat yang tetap padahal tidak. Dikejar untuk digapai tetapi tidak pernah sampai. Orang yang kehausan menyangkanya sebagai air, tetapi setelah didekati tidak nampak apa-apa. Banyak orang bijak menasehati, orang yang mengejar dunia dengan melupakan akherat adalah orang yang tidak berakal. Sebab mereka lebih mendahulukan khayalan dari pada kenyataan, lebih mendahulukan kenikmatan sesaat dari pada kenikmatan abadi. Dan lebih mendahulukan negeri yang fana dari pada yang kekal.

Renungkanlah sebuah syair dari ulama salaf memberi nasehat buat para pencinta dunia :"Wahai penikmat kehidupan dunia yang akan habis dan fana, sungguh kalian tertipu oleh bayang-bayang semu, duh tololnya “.Sadarilah, sedikit saja seseorang terkesima dan tergoda oleh pengaruh kehidupan duniawi, maka ia akan tenggelam ke dalam lautan ketidakpuasan yang sangat dalam. Oleh karenanya peranan keyakinan manusia terhadap suara imannya akan sangat besar pengaruhnya bagi pembentukan pribadi yang tidak mudah tergoda. Dan cara yang paling baik adalah berusaha untuk selalu meningkatkan ketaatan yang sempurna. Marilah, Sempurnakan niat dan keikhlasan, sempurnakan jasmani yang selalu tertata dalam kebersihan, sempurnakan aqidah agar tidak terkotori oleh kesyirikan dan sempurnakan amalan agar tetap berada dalam bingkai kebenaran. Itulah ciri khas pribadi dan masyarakat bertauhid.


Sahabat, barang siapa yang hatinya dipenuhi dengan urusan dien (agama), maka ia akan mendapat kemudahan dalam menghadirkan niat untuk berbuat kebaikan. Sebab ketika hati telah condong kepada pangkal kebaikan, iapun akan terdorong untuk cabang-cabang kebaikan lainnya. Dan ketahuilah, barang siapa yang hatinya condong kepada dunia maka ia akan mendapatkan kesulitan besar untuk menghadirkan kebaikan. Orang yang berakal tidak akan memanfaatkan dunia ini sebagai sesuatu yang mengikat dirinya. Ia mengambil dunia hanya untuk menunjang ibadah dan amalnya. Demikian juga, walaupun dunia itu terasa nikmat dan disukai namun ia tetap bukan sesuatu yang kekal. Pernah dikatakan oleh Sahl Bin Abdullah : “Siapa yang senang pada sesuatu yang tidak layak disenangi, maka ia telah mendatangkan kesusahan yang tak habis-habisnya.”

Jadikanlah diri kita hamba yang selalu istiqomah, sebab orang yang istiqomah akan menempatkan semua godaan dan tipuan dunia sebagai I’tibar (pelajaran) berharga bagi dirinya. Hadirkanlah selalu cahaya keyakinan dalam qalbu, sehingga kita mampu menutupi gemerlapnya dunia dengan kewaspadaan dan perhitungan yang matang. Sungguh sahabat, cahaya keyakinan itulah yang akan memberikan kesempatan meraih cintanya Allah Swt. Hanya dengan rahmat Allah dan karunia-Nya sajalah kita akan memperoleh kebahagiaan. Allahlah tempat segala makhluk dikembalikan. Hanya Dia-lah yang mampu memberikan kekuatan dalam hidup yang penuh dengan godaan dan cobaan. Berdoalah, berharaplah ampunan sebab kasih sayangnya tak terbatas, curahan rahmatnya begitu luas.

0 komentar:

Posting Komentar