Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

MUSLIMAH...

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 30 Maret 2012 | 21.58


Di dalam al-Quran Allah berpesan supaya Nabi saw mengucapkan kepada umatnya ;
"Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutlah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. AliImran : 31-32)

Setelah diri ini sampai pada usia dewasa, hati kecil ini semakin gentar dengan hari perjumpaan dengan Allah. Setiap kali merenung betapa besar tanggungjawab diri di pundak.

Tapi satu keyakinan teguh apabila merenung janji-janji Allah dan Rasulnya. Suatu yang pasti dan selamat ialah mengikuti jalan sunnah. Berusaha diri sedaya mungkin membentuk kehidupan yang senantiasa rindukan Allah dan kekasihNya.
Apabila hati sudah ada cinta pastilah dia akan berusaha mengikuti jejak langkah kekasihnya. Malah seseorang pasti berusaha menggembirakan kekasihnya. Itulah yang sepatutnya diri rindukan, senantiasa melihat terus ke akhirat.

Dunia yang terbentang di hadapan mata ini tidak patut menggoyahkan langkah di atas jalan lurus ke akhirat. Mengikuti tapak-tapak jalan sunnah. Mudah-mudahan dapat berkumpul bersama baginda SAW di akhirat nanti. Alangkah indahnya detik itu.
Biarlah di dunia ini susah sedikit, asal di sana
nanti dapat menatap keindahan hakiki dan ketika itu kesusahan di dunia sama sekali tidak memberi bekas malah terlalu kecil dibanding nikmat dapat bersama kekasih Allah.
Sebagai muslimah berakhlak mulia seindah akhlak Sayyidatina Fatimah RA buah hati baginda SAW. Mudah-mudahan dapat dihimpunkan bersama ketua segala wanita syurga itu. Sudah pasti mujahadah perlu berkekalan sehingga tidak mengikuti musuh Sayyidatina Fatimah, pakaian bukan pakaian musuh Sayyidatina Fatimah, tutur bicara bukan seperti musuh beliau, akhlak juga bukan sebagai musuh beliau...
Semoga kemuliaan dan keindahan pribadi baginda Rasulullah saw dan keluarganya menjadi panduan dan dipakaikan dalam kehidupan.

Ya Rasulallah, Engkau tetap hidup di dalam hati kami. Cahayamu bersinar di dalam lubuk hati kami, moga cahaya itu terang dan terang melimpah menyuluh kami dalam perjalanan di dunia yang serba gelap ini. Tanpa cahayamu wahai Nabi SAW, gulita lah masa depan kami. Sunnahmu akan menyuluh terang agar kami tidak ragu lagi untuk melangkah, meniti dunia yang serba gelap dan ganas ini. Moga cahaya sunnahmu yang lembut menjadikan dunia ini ladang serba subur untuk kami menuai hasil di akhirat nanti.

Allahhumma Sholli wa sallim wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad