Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

SYUKUR YANG SEPERTI APA

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 12 Mei 2011 | 21.46


“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.Ibrahim :7)

Allah telah berjanji bahwa siapa yang mau bersyukur maka akan ditambah nikmat oleh Allah sedang siapa yang kufur maka azabNya amat pedih..

Masalahnya ‘syukur’ seperti apa yang membuat Allah mau menambahkan nikmat dalam kehidupan kita? Apa cukup hanya dengan berucap Alhamdulilah? lantas Allah tambahkan lagi harta, diberikan pekerjaan dan kedudukan yang bagus di mata manusia, karir meningkat,dll? Bukan!

Bersyukur bukan hanya cukup di lisan saja namun juga harus diikuti dengan bukti perbuatan. Misal kita bahagia karena baru saja memiliki seorang anak, begitu bahagianya sehingga kita mengadakan tasyakuran, aqiqah, bahkan dengan membeli semua kebutuhan sang bayi secara berlebihan, saking senengnya..! “Alhamdulilah telah diberi seorang anak, semoga kelak menjadi anak yang sholeh/sholehah.” Demikian seringkali ucapan rasa syukur atas lahirnya seorang bayi. Namun dengan berjalannya waktu, dengan banyaknya kesibukan mengurus sang bayi, akhirnya menjadi lupa kewajiban utama kita pada Allah. Sholat lima waktu, mengaji, zakat bahkan sedekah pada kaum duafa..ditinggalkan.

Banyak alasan yang menyertainya, waduh..bajuku najis kena pipis bayi, waduh repot ngurusin bayi, waduh uang terpakai untuk keperluan si kecil, waduh kebutuhan banyak sekali untuk anak-anak..dsb. Sehingga terhalanglah ibadah yang sebelumnya bisa dilaksanakan, setelah mendapat karunia dari Allah justru mudah meninggalkannya.

Begitu pula dalam hal pekerjaan,diberi kenikmatan mendapat pekerjaan bukan justru menjadi lebih rajin bekerja, malah bermalas-malasan, atau malah melakukan korupsi. Ujung-ujungnya dipecat, masuk penjara, kesulitan ekonomi, rusak nama baiknya, berantakan keluarganya, datang penyakitnya, streslah pikirannya !

Yang demikian, sesungguhnya bukan bersyukur, inilah yang disebut mengingkari nikmat Allah. Dan balasan atas semua ini adalah azab yang amat pedih. Azab dunia dan akherat. Azab dunia bisa berupa penyakit yang tiba-tiba di derita si kecil, uang yang tiba-tiba hilang/habis tanpa ketahuan kemana habisnya, problema keluarga, masalah di pekerjaan, dan masih banyak lagi azab dunia yang sebenarnya akar dari semua itu karena kita telah mengingkari nikmat Allah. Jika sudah demikian, tidak ada lagi rasa tentram dalam keluarga yang bisa dibilang baru mendapat kebahagiaan..Ini baru azab dunia.. belum azab akherat, jika di dunia saja kita sudah mendapat kesulitan, bagaimana lagi kelak di akherat? sanggupkah menyandangnya?

Namun manusia jarang sadar hal ini, tiap kali terjadi musibah, masalah, sesungguhnya Allah telah membuktikan janjinya..memberikan azab yang pedih, akan tetapi ini sebenarnya karena rasa sayang Allah pada kita, hambaNya, agar kita kembali ke jalan yang benar.

“Dan kami berikan sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akherat) mudah-mudahan kamu kembali ke jalan yang benar.” (QS.As-Sajdah : 21)

Jadi..bersyukur seperti apa supaya Allah menambah nikmat dari nikmat yang sudah kita terima?

Tentu dengan meningkatkan ibadah kita pada Allah, menambah amal sholeh kepada sesama. Misal,kalau sebelum mendapat nikmat hanya sholat lima waktu maka setelah diberikan nikmat baru, bisa sholat tahajud,sholat dhuha dll. Jika sebelum diberi nikmat baru, jarang mengeluarkan sedekah, tidak pernah mengeluarkan zakat, maka setelah mendapat rezeki lebih, tangan ini mudah mengulurkan sedekah, zakat tidak pernah telat dikeluarkan, melihat tetangga yang kekurangan otomatis membantunya, jika ada saudara kesulitan sebisa mungkin membantu mengangkat bebannya. Yang seperti inilah, insyaAllah akan ditambahkan nikmat dalam hidup kita.

Janji Allah tidak pernah ingkar bukan seperti janji manusia..
Tinggal kita manusia yang sering alpha ini, mau atau tidak taat, tunduk dan patuh pada firmanNya.
Jika diberi kelapangan seringkali lupa bersyukur, jika diuji kesempitan senantiasa mengeluh dan su-udzon pada Allah, Naudzubillah..

Mudah-mudah sentilan-sentilan yang diberikan Allah untuk mengingatkan kita mampu mengembalikan kita semua pada jalan yang benar, rahmat dan ridhoNya. Amin Ya Rahman…

0 komentar:

Posting Komentar