Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Kepada Mu Segala Pengharapan

Written By Rudi Abu azka on Senin, 23 Mei 2011 | 09.17


Kita tidak pernah menghitung dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satubulan, satu tahun apalagi sepanjang usia kita?

Sholatku terkadang masih bolong, hak- hak orang miskin masih banyak yang kutahan, rasa dengki dan permusuhan kepada sesama sering berkobar. Agar urusan lancar selipan uang dalam amplop kujadikan pelicin, uang yang tak jelas statusnya masih ku terima seakan akan keuntungan dan akutak mau menolong saudara yang dalam kesulitan walaupun tahu dan sanggup menolong.....

Banyak sekali yang bisa disusun, sehingga tak mau menyusun deretan deretan dosa yang menumpuk. Aku akan takut mengetahui dosa-dosa ku sendiri. Terlalu kotor, dan terlalu berat... lantas bagaimana.

***

Allah berfirman dalam Surat az-Zumar [39]: 53 "Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha

Pengampun lagi Maha Penyayang." Indah sekali ayat ini, Allah menyapa dengan panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti dengan kalimat yang berbau murka. Justru Allah mengingatkan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Allah pun menjanjikan untuk mengampuni dosa-dosa.

Ketika Allah dengan Maha Kebesarannya menyatakan demikian, maka seperti onta yang sesat jalan dan mungkin telah tenggelam di dasar samudera, mengapa tak berjalan kembali menuju Allahdan menangis di "kaki kebesaran-Nya" mengakui kesalahan dan memohon ampunNya...

***

Ya Allah hamba Mu yang berlumuran dosa menghadap Mu, mengakui segala dosa dan memohon kepada Mu. Engkau yang Maha Pengampun, jika Kau tolak kepada siapa kami memohon.

0 komentar:

Posting Komentar