Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Menyelamatkan Rumah Tangga

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 04 Mei 2011 | 22.19


Rumah tangga, dalam kondisi apa pun, menyelamatkannya masih jauh lebih baik daripada membubarkannya, karena banyak orang yang terselamatkan jika rumah tangga selamat, suami, istri dan anak-anak yang menjadi penumpang rumah tangga bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat, namun jika kapal rumah tangga karam, gagal diselamatkan maka orang-orangnya pun ikut tenggelam dan harus berenang dengan susah payah untuk bisa sampai ke seberang yang menjadi tujuan, ya kalau bisa berenang, kalau tidak sementara penolong belum tentu ada, lalu apa nasibnya?

Ini adalah kisah singkat bagaimana seorang suami berusaha semampunya mempertahankan rumah tangganya yang sedang oleng dengan memanggil salah seorang rekan karibnya yang buta agar yang bersangkutan menjadi penengah di antara dirinya dan istrinya, siapa sangka kata-katanya ibarat lem yang merekatkan kembali rumah tangga yang hampir retak, dia berhasil menjalankan misi mendamaikan sekalipun dengan kata-kata yang sepintas ala kadarnya, tetapi begitulah manakala semangat suami istri tetap berkobar untuk mempertahankan, maka Allah akan membantu keduanya dan rumah tangga pun terselematkan.

Dalam kitab Makarim al-Akhlak karya Ali Shalih al-Hazza’ disebutkan bahwa Abu Muawiyah ad-Dharir berkata, Maemun bin Mihran yang dikenal dengan al-A’masy berkata kepadaku, “Abu Muawiyah, aku mengajakmu ke rumahku.” Aku berkata, “Ada apa di rumahmu?” Dia menjawab, “Istriku marah. Hubunganku dengannya memburuk. Aku takut dia menjauhiku maka aku memintamu menjadi juru damai antara aku dan dia.” Aku bertanya, “Mengapa dia marah.” Dia menjawab, “Wanita jangan ditanya mengapa marah. Yang sering kemarahan itu adalah adalah respon dari tabiatnya. Misalnya dia sedang duduk dan ingin berdiri maka dia berdiri. Dia sedang berdiri dan ingin berjalan lalu dia berjalan.” Aku berkata, “Abu Muhammad. Ini sudah kali keempat istrimu marah besar seperti orang minta cerai. Mengapa kamu masih menahannya padahal wanita selain dia masih banyak?” Dia menjawab, “Celaka dirimu, apakah aku ini penjual wanita? Apakah kamu tahu bahwa suami yang menceraikan istrinya tanpa alasan dharurat seperti orang yang menjualnya kepada orang yang tidak diketahui bagaimana istri itu dengannya dan orang itu dengan istri? Umur istri bila diumpamakan dengan sebuah kubah yang dibelah dengan pedang tajam maka pedang itu tidak lain adalah talak. Bukankah istri yang ditalak hanya bisa hidup di hari-hari yang mati? Siapa lagi pembunuh hari-harinya kalau bukan orang yang mentalaknya?” Abu Muawiyah berkata, lalu kami berjalan ke rumahnya. Sambil berjalan akalku bekerja mencari cara mendamaikan suami istri ini. sampai di rumah aku minta izin kepadanya dan dia mengizinkan. Aku masuk dan berkata, “Semoga Allah memberimu nikmat di sore ini wahai Ummu Muhammad.” Dia menjawab, “Semoga engkau pun demikian.” Lalu Abu Muhammad masuk. Dia duduk di sampingku. Dia menepuk punggungku sebagai isyarat agar aku segera menjalan tugas. Maka aku berkata, “Wahai Ummu Muhammad. Suamimu ini dalam wara’-nya dan zuhudnya dia sudah merasa kenyang dengan apa yang membuat burung hud-hud kenyang. Dia minum apa yang diminum oleh burung kecil. Walaupun dia itu berpenampilam ala kadarnya, akan tetapi dia adalah gunung ilmu. Jangan melihat matanya yang rabun dan kakinya yang kecil, dia itu seorang imam yang mempunyai martabat besar.” Suaminya, al-A’masy, berteriak kepadaku, “Pergi kamu. Semoga Allah menghinakan dirimu. Kamu di sini hanya menghitung aibku di depan istriku.” Abu Muawiyah berkata, “Aku tidak berdiri. Justru yang berdiri adalah istrinya. Dia mencium tangan suaminya.”

Pelajaran

Perselisihan dalam rumah tangga merupakan perkara lumrah, biasa dan pasti terjadi. Bukan masalah kalau rumah tangga Anda sesekali diwarnai dengan saling diam, kemarahan dan kekesalan kepada pasangan, setelah itu upayakan untuk islah atau damai.
Mencari orang ketiga yang dipercaya untuk menjadi penengah, karena orang ketiga ini pada umunya tidak memihak, suami jelas memihak dirinya, istri juga sama, akan berimbang manakala ada pihak ketiga yang tidak memihak, lebih baik lagi jika perselisihannya sudah berat untuk menghadirkan pihak ketiga yang terdiri dari dua orang dua orang, satu dari keluarga suami dan satu dari pihak istri, hal ini sesuai dengan ajaran al-Qur`an dan lebih cepat menyudahi peperangan.
Jangan pernah berpikir untuk cerai bagaimanan pun perselisihan dengan pasangan, karena antara cerai dengan tidak cerai, yang kedua masih lebih baik. Cerai hanya akan membuat wanita hidup dalam kungkungan kegelapan hidup, lebih-lebih jika yang bersangkutan beranak, sulit baginya mencari pasangan baru. Kasihan kan?
Kata-kata jujur, tidak mengada-ada, tidak berlebih-lebihan, tanpa dipaksakan, sekali pun kadang terdengar bersahaja, polos dan cukup pedas di telinga mempunyai pengaruh. Lihatlah bagaimana istri al-A’masy berdiri menciup tangan suaminya sebagai bukti islah di antara keduanya, padahal kata-kata Abu Muawiyah sepintas hanya kata-kata ala kadarnya, tetapi itulah kejujuran dan kebersahajaan

3 komentar:

ζŸ―δΊ‘ mengatakan...

2015-12-17keyun
ugg sale
michael kors handbags
abercrombie & fitch
uggs for sale
louis vuitton purses
gucci handbags
ray-ban sunglasses
michael kors outlet
cheap uggs sale
concord 11
abercrombie fitch
uggs on sale
ugg outlet
canada goose outlet
nike running shoes for men
canada goose outlet
michael kors outlet
ray ban sunglasses
hollister
coach outlet
cheap oakley sunglasses
ugg outlet
canada goose jackets
nike roshe run mens
michael kors outlet clearance
cheap toms
ugg boots clearance
ugg boots on sale
louis vuitton handbags
adidas original trainers
abercrombie
oakley store
ralph lauren sale
pandora jewelry
louis vuitton handbags
coach outlet online
air force 1 trainers
abercrombie and kent
oakley sunglasses

Zheng junxai5 mengatakan...

zhengjx20160607
cheap oakley sunglasses
louis vuitton outlet
christian louboutin outlet
coach factory outlet online
abercrombie and fitch
nike air huarache
ralph lauren polo
coach factory outlet online
true religion jeans
louis vuitton outlet online
jordan concords
polo ralph lauren outlet
tory burch outlet online
ralph lauren outlet
coach outlet
cheap toms shoes
coach factory outlet
michael kors outlet clearance
toms outlet
louis vuitton outlet
air jordan shoes
nike blazers uk
tory burch boots
rolex watches
cheap jordans
gucci outlet online
ralph lauren outlet
louis vuitton handbags
true religion outlet
louis vuitton purses
michael kors outlet
kd 7 shoes
ray ban sunglasses outlet
jordan retro 4
hollister clothing store
coach outlet online
michael kors outlet
coach outlet
adidas originals store
coach factory outlet

chenlina mengatakan...

chenlina20160613
michael kors outlet
toms outlet
true religion sale
michael kors outlet
michael kors handbags
michael kors outlet
coach outlet
tory burch handbags
adidas outlet
louis vuitton bags
michael kors handbags
michael kors handbags
air jordans
coach factory outlet
hollister kids
nike trainers
gucci outlet
air max 90
ralph lauren
authentic louis vuitton handbags
oakley canada
louis vuitton outlet
kate spade handbags
cheap oakley sunglasses
louis vuitton outlet online
gucci belts
nike basketball shoes
louis vuitton handbags
nike outlet
ralph lauren outlet
michael kors purses
coach outlet
air jordans
jordan retro
coach outlet
michael kors uk
oakley outlet
louis vuitton
louis vuitton
adidas uk
as

Posting Komentar