Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Manusia Dalam Neraca Masa

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 24 April 2013 | 08.24



“Demi masa” (والعصر) demikian Allah bersumpah.  (والضحى) “demi dluha (والليل إذا يغشى) ” demi malam apabila gulita”  (والنهار إذا تجلى) “dan siang apabila benderang”.
Allah bersumpah dengan waktu, karena waktu memuat dan memiliki semua kejadian dan sejarah. Pergantian malam dan siang, terbit dan terbenamnya matahari, pergantian kekuasaan di negeri-negeri, berkembang-biaknya segala makhluk dengan segala prilaku dan siklus kehidupannya adalah kejadian yang membutuhkan waktu dalam prosesnya yang tidak sederhana. Manusia menganggap sederhana kelahirannya, padahal kelahiran manusia membutuhkan proses yang sangat dahsyat. Hujan dianggap biasa, keran ia terjadi setiap musim, padahal untuk bias hujan dibutuhkan proses yang tidak sederhana. Apabila turun, maka ia tidak pernah menghitung berapa ribu bahkan juta ton menyiramkan airnya untuk manusia. Kejadian-kejadian dahsyat yang semuanya membutuhkan waktu. Manusia bekerja membutuhkan cahaya siang, manusia tidur membutuhkan ketenangan malam.

 قل أرأيتم إن جعل الله عليكم الليل سرمدا إلى يوم القيامة من إله غير الله يأتيكم بضياء أفلا تسمعون ( 71 ) قل أرأيتم إن جعل الله عليكم النهار سرمدا إلى يوم القيامة من إله غير الله يأتيكم بليل تسكنون فيه أفلا تبصرون ( 72 ) ومن رحمته جعل لكم الليل والنهار لتسكنوا فيه ولتبتغوا من فضله ولعلكم تشكرون ( 73 )

(71) Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka Apakah kamu tidak mendengar?"
(71) Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?"
(73) dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan  supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

“ Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu”, tentu jawabannya adalah bahwa planet-planet bergerak  dan alam terbentang meluas, semuanya atas kekuasaan Allah yang Maha Perkasa dan Bijaksana dengan segala ilmu-Nya yang tanpa batas.
Allah bersumpah dengan masa, ada apa?
إن الإنسان لفي خسر
“Sesungguhnya manusia benar-benar dalam keadaan merugi” (al-‘Ashr:2). Suatu informasi yang tegas, jelas dan lugas. Informasi yang mengingatkan manusia bahwa hidup ini adalah perniagaan yang sungguh-sungguh menjadikan manusia merugi, modal berkurang atau bahkan pailit. Manusia dalam keadaan merugi. Betapa banyak manusia yang dengan akalnya dapat berbeda dari binatang, tetapi justru binatang lebih mulia dari manusia. Manusia Allah ciptakan dari bahan yang hina, tiba-tiba dia menjadi pembangkang Penciptanya, kufur, nifaq.. rugilah dia.
خلق الإنسان من نطفة فإذا هو خصيم مبين
Allah telah menciptakan manusia dari “nuthfah”, tiba-tiba dia menjadi pembantah  yang nyata (annahl: 4).
Hidup adalah niaga. Niaga bersama Allah. Allah memberi modal berupa nyawa, akal, nurani dan segenap fasilitas hidup buat mausia agar dikelolanya menjadi untung yang besar. Untung yang besar itu adalah jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Allah swt berfirman:
ياأيها الذين آمنوا هل أدلكم على تجارة تنجيكم من عذاب أليم ( 10 ) تؤمنون بالله ورسوله وتجاهدون في سبيل الله بأموالكم وأنفسكم ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون ( 11 ) يغفر لكم ذنوبكم ويدخلكم جنات تجري من تحتها الأنهار ومساكن طيبة في جنات عدن ذلك الفوز العظيم ( 12 )وأخرى تحبونها نصر من الله وفتح قريب وبشر المؤمنين ( 13 )
10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
12. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
13. dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat
(waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
Hai orang-orang beriman, engkau berbeda dari orang-orang kafir, maka bersikap bedalah! Maukah Aku tunjukkan kepadamu akan perniagaan yang menguntungkan, yaitu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari siksa yang pedih? Betapa banyak orang berniaga, tetapi berujung pada neraka. Betapa banyak orang bekerja keras, tetapi tidak memperoleh surga. Harta dan jabatan, prestasi dan kebanggaan, semuanya dapat menjadi modal masuk neraka. Ooh betapa ruginya!
Allah member informasi penting tentang perniagaan yang menguntungkan manusia dan membebaskannya dari neraka, yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwa. Iman kepada Allah dan Rasul-Nya, boleh jadi kita telah melakukannya. Tetapi merawat iman agar tetap kokoh, sudahkah kita melakukannya? Tahukah Anda, bagaimana iman itu dipelihara dan diperkokoh? Dia diperkokoh dengan ilmu dari al Qur’an dan al Sunnah. Dan itulah yang Rasulullah s.a.w. lakukan terhadap para sahabatnya. Memperkokoh iman dengan pengetahuan akan yang hak, yang benar.
Jihad. Sudahkah kita melakukannya? Oo, pertanyaan yang mengerikan. Kaya, tetapi tidak berjihad dengan hartanya. Pandai, tetapi tidak berjihad dengan ilmunya. Kuat, tetapi tidak berjihad dengan kekuatannya untuk membela dan mempertahankan yang hak dan mengusir yang bathil dengan aturan yang benar.
Manusia tidak akan berjihad manakala akalnya hanya berfikir bagaimana memenuhi hasrat syahwatnya. Syahwat harta, kedudukan (jabatan politik atau pengaruh) dan sex tidak terpuji. Agar tidak merugi, maka jadilah orang beriman, berjihad dan bersungguh-sungguh untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mengerjakan yang baik-baik dan saling memberikan dukungan untuk mempertahankan yang hak dan kesabaran. Itulah yang Allah katakan:
 إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Kecuali orang-orang yang beriman, saling berpesan pada yang hak dan saling berpesan pada kesabaran.
Sungguh ini adalah ayat yang sangat menarik, jelas, tegas dan lugas. Banyak orang beriman tetapi malah mengerjakan yang buruk atau bekerja dengan kwalitas kerja yang tidak baik, tidak professional. Perhatikanlah seluruh ayat Al-Qur’an yang membicarakan kebahagiaan, pasti informasinya bahwa kebahagiaan tempatnya adalah iman dan bekerja secara baik dan mengerjakan yang baik-baik (amal shalih) sesuai ukuran syar’i.
Di dalam bahasa Indonesia, pengulangan kata dianggap pemborosan dan tidak efisien. Di dalam bahasa Arab, justeru pengulangan bias berarti penegasan. Allah berfirman:
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“saling berpesan pada yang hak dan saling berpesan pada kesabaran.” (al’Ashr:3)
Saling berpesan, memberikan support, dukungan moril, nasihat, informasi barguna untuk menjalankan yang hak adalah prilaku yang harus dijalankan dan dipertahankan, karena menjalankan yang hak itu berat. Oleh karenanya support dan dukungan itu penting agar yang hak dapat terus dilaksanakan dan bertahan. Demikian juga untuk bersabar. Support itu penting. Sabar untuk tidak berbuat maksiat, tenttu sangat berat. Sabar untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, tentu tidaklah ringan. Sabar ketika tertimpa musibah, tentu tidaklah mudah, karena membutuhkan kekuatan batin untuk merelakan bahkan mensyukurinya, karena di balik musibah ada ampunan dosa, rahmat, berkah, palajaran penting dan peningkatan derajat iman dan kemuliaan di sisi Allah. Sabar untuk berjihad, berjuang dengan harta untuk memerangi kemiskinan, berjihad dengan ilmu untuk memerangi kebodohan, berjihad mengangkat senjata demi mempertahankan keadilan, tentu itu semua membutuhkan strategi dan kerja sama yang solid agar semuanya bias berjalan dengan baik.

Penulis : Ustadz Sholihin Bunyamin Lc

0 komentar:

Posting Komentar