Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Umar Bin Khattab (Episode 21)

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 10 Agustus 2012 | 20.58

Pasukan Muslimin yang dipimpin Khalid bin Walid tidak menyerah untuk mengalahkan Musailamah Al-Khazab dan pasukannya. Wahsyi pun ikut berperang, dan mengincar sang nabi palsu Al-Khazzab dengan tombaknya. Wafatnya Salim Maula Khudzaifah sahabat penghafal Al-Quran di Perang Yamamah, menimbulkan kekhawatiran pada diri Umar. Umar pun mengusulkan agar Khalifah Abu Bakar untuk mulai mengumpulkan seluruh ayat-ayat Al-Quran. Di episode ini pun, Khalid bin Walid dan Pasukan Muslimin mulai bersiap untuk menyerang Persia.

3 komentar:

Fayed mengatakan...

Hmmh kesibukan kerjaan freelance membuat ane telat lagi buat posting artikel Film Omar “Umar bin Khattab” ini. Maaf yha agan-agan sekalian :) .

Okeh kembali ane memberikan gambaran tentang cerita di Episode 21.

Setelah digambarkan pada episode 20, bahwa Pasukan Musailamah al-Kadzab berhasil dipukul mundur oleh Pasukan Muslimin yang dipimpin oleh Khalid bin Walid hingga ke benteng mereka. Pada episode ini digambarkan bahwa pasukan Muslimin terus menyerang Pasukan Musailamah dengan masuk dan berlindung di dalam benteng mereka dengan tembok yang tinggi.

Adalah Barra bin Malik, seorang sahabat dari kaum Anshar yang dengan berani memasuki benteng tersebut dengan menaiki tangga yang dibuat oleh kaum muslimin (namun beberapa riwayat menyebutkan bahwa Barra bin Malik melompati tembok benteng tersebut dengan dilempar dengan perisai oleh 10 orang), walaupun Barra bin Malik mendapatkan luka goresan pedang namun ia mampu membuka pintu gerbang benteng, sehingga Pasukan Muslimin bisa memasuki benteng tersebut.

Wahsyi bin Harb yang ikut berperang ketika itu mampu membunuh Nabi Palsu Musailamah al-Kadzab dengan tombaknya, tombak yang sama ketika ia gunakan untuk membunuh Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Rasulullah SAW ketika perang uhud. Setelah berhasil membunuh Musailamah ia berseru kepada tombaknya “Dengan ini, aku bunuh sebaik-baik orang, Hamzah bin Abdul Muthalib. Dan dengan ini pula, aku bunuh orang yang paling jelek, Musailamah. Apakah setelah hari ini bisa aku lewati, tanpa ada ejekan bahwa aku pembunuh Hamzah”.

Wafatnya Salim Maula Khudzaifah sahabat penghafal Al-Quran di Perang Yamamah, menimbulkan kekhawatiran pada diri Umar. Umar pun mengusulkan agar Khalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh ayat-ayat Al-Quran yang ketika itu masih tercecer di pelepah kurma, tulang dan di dada para penghafal Qur’an menjadi 1 mushaf.

Usulan ini disambut baik oleh para sahabat dan disetujui oleh Khalifah Rasulullah, Abu Bakar walaupun awalnya beliau tidak setuju karena Rasulullah tidak pernah melakukannya (pengumpulan ayat Al-Qur’an). Kemudian mereka menugaskan Zaid Ibn Tsabit, seorang pemuda yang cerdas dan dapat dipercaya.

Kemudian digambarkan pula bagaimana kekuatan prinsip Umar ketika tidak menyetujui permintaan Uyainah dan al-Aqra ibn Habs yang meminta hak milik atas sebidang tanah yang tidak ditanami dan tidak dimanfaatkan.

Anonim mengatakan...

Text'y mana ? hiks...

Anonim mengatakan...

bagaimana cara mendownloadnya?

Posting Komentar