Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Kepada Siapa kita Bersedekah ?

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 07 Agustus 2012 | 22.43

Segala puji bagi Allah, teriring doa dan keselamatan semoga terlimpah atas nabi dan rasul termulia: Muhammad SAW, juga atas keluarga dan para sahabat, serta kepada semua yang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat nanti.

Semangat dan niatan sedekah tumbuh subur di negeri ini. Dimana-mana digaungkan keajaiban sedekah yang akan membuat harta kita berkah bahkan bertambah. Di tengah itu semua, muncul kebingungan pada sebagian orang ; kemana sebenarnya kita harus mengarahkan dana sedekah kita ? Bagaimana sesungguhnya anjuran Islam dalam memilih sasaran sedekah kita ?.


Secara umum sedekah bisa kita berikan kepada siapa saja, dengan prioritas sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Quran : “ Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan."
(QS Al Baqoroh 215). Namun secara khusus, Ibnu Qudamah dalam Kitab Mukhtasor Minhajul Qoshidin menyebutkan beberapa kriteria mereka yang berhak menerima sedekah kita, masing- masing :

Pertama : Mereka yang bertakwa dan berilmu, bukan ahli maksiat.
Rasulullah SAW telah memberi isyarat dengan melarang mengundang orang fasiq dalam jamuan makan yang kita adakan, beliau bersabda : “ Janganlah berteman kecuali dengan seorang mukmin, dan jangan makan makananmu (yg engkau sediakan) kecuali orang bertakwa” (HR Abu Daud). Memberikan sedekah kepada orang yang bertakwa dan berilmu, akan memudahkannya dalam melaksanakan amal ibadah dan juga penyebaran ilmunya. Sebaliknya, memberikan sedekah kepada orang yang ahli maksiat, hanya akan menambah amunisi baru baginya dalam bermaksiat. Tentu hal yang paling kita takutkan adalah jika harta kita turut membantu memperluas kemaksiatannya. Allah SWT berfirman : “ janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran “ (QS al Maidah 2)


Kedua : Mereka yang benar-benar membutuhkan.
Ukuran membutuhkan memang akan sangat subjektif. Namun bisa kita lihat dari kondisi
seseorang secara umum, kehidupan sehari-hari, jumlah tanggungan, kondisi kesehatan, usia dan semacamnya. Meskipun demikian, perlu diutamakan juga kepada mereka yang membutuhkan namun tetap menjaga iffah atau kehormatan diri. Artinya tidak meminta-minta secara berlebihan dan berkelanjutan, apalagi menjadikannya sebagai proffesi. Allah SWT menyebutkan tentang mereka dalam Al-Quran : “orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak.” (QS Al Baqoroh 273).

Ketiga : Diutamakan kerabat dekat terlebih dahulu
Secara khusus memberikan sedekah kepada kaum kerabat mempunyai keutamaan ganda,
sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda : ''Sedekah kepada orang miskin mendapatkan satu pahala, sedangkan sedekah kepada kerabat mendapatkan dua pahala; pahala bersedekah dan pahala bersilaturahim.'' (HR At-Tirmidzi). Orang yang terdekat bagi kita lainnya adalah para tetangga kita. Sedekah kita semestinya juga diprioritaskan bagi para tetangga, jangan sampai kita termasuk dalam gambaran sabda Rasulullah SAW : Bukanlah orang yang beriman bagi orang yang kenyang perutnya, sedangkan tetangganya kelaparan hingga tampak tulang rusuknya.( HR. Bukhari)

Akhirnya, marilah kita berusaha untuk menghiasi hari-hari dengan sedekah yang memenuhi setiap adab dan anjuran syariat, agar sedekah kita lebih bernilai barokah. Selamat bersedekah.
Wallahu a’lam bisshowab.

0 komentar:

Posting Komentar