Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

So little time, so much to do

Written By Rudi Abu azka on Senin, 13 Agustus 2012 | 09.59

Waktu adalah pemberian Allah sekali- gus nikmat yang sangat besar nilainya. Waktu adalah salah satu modal bagi
kehidupan kita. Waktu merupakan esensi kehidupan di mana setiap manusia berjalan di atas garis edarnya. Sayangnya, banyak orang yang sepakat tentang arti penting waktu, namun lalai untuk memanfaatkan waktunya dengan balk. Persis sebagaimana digambarkan dalam hadits, "Ada dua nikmat di mana banyak manusia yang melalaikan­nya, yaitu kesehatan dan kesempatan." (HR Bukhari)

Oleh karena itu, atas waktu yang sudah kita miliki ini, sangat penting untuk bisa me­manage-nya dengan balk. Apalagi sebagai seorang muslimah, banyak kewajiban dan hak-hak yang harus kita tunaikan, serta rnengaturnya menjadi sebuah harnnoni aktivitas yang efisien dan efektif. Artinya, kita benar-benar telah memaksimalkan modal dan potensi waktu yang sudah diberikan Allah kepada kita. Sehingga, kita bisa melakukan investasi amal dengan tepat dan berharap akan 'keuntungan berlipat' pada saat perhitungan amal di akhirat.

Hanya 24 Jam
Apabila kita merujuk kepada buku Syakhsyiyyah al-Mar'ah al-Muslimah (edisi terjemahan Indonesia berjudul Jati Diri Wanita Muslimah) tulisan Dr. Muhammad Ali al-Hasyimi, maka terpaparlah gambaran aktivitas yang integral berkaitan dengan kewajiban dan hak-hak yang harus dipenuhi oleh seorang muslimah clari berbagai dimensi balk terhadap Rabb-Nya, dirinya pribadi,, orang tuanya, suami dan anak-anaknya, kerabat, tetangga, rekan-rekannya dan juga masyarakatnya. Aktivitas yang menyeluruh tersebut meliputi beragam sisi baik dirinya secara individu, rumah tangga dan keluarga serta peran sosial masyarakatnya secara ideal.

Seorang muslimah memainkan peran dengan rangkaian aktivitasnya sebagai hamba Allah, putri dari orang tuanya, istri dan ibu, juga sebagai menantu. Dialah seorang wanita shalihah, anak yang berbakti, partner dan pendamping suami, madrasah bagi putra putrinya, sekaligus 'pelayan dan pengurus' suami serta anak-anaknya. Dialah thalibah (penuntut ilmu), da'iyyah (juru dakwah), murabbiyah (pendidik), ustadzah (pengajar), muharikah (aktivis pergerakan), dan berbagai predikat lainnya.

Diantara seabreg amanah dan pekerjaan yang disandang olehnya, hanya ada rentang waktu 24 jam untuk mengakomodasi seluruh rangkaian aktivitas tersebut. Karena begitu banyaknya perihal yang harus ia tunaikan, sedangkan begitu sedikit waktu yang tersedia, mengharuskan seorang muslimah untuk 'cerdas dan cermat' dalam mengatur aktivitas dalam waktu-waktu yang ia miliki.

So little time, so much to do. Begitu sedikitnya waktu yang kita miliki, sedangkan begitu banyak hal-hal yang harus kita kerjakan. Karena itulah, sangat disayangkan jika kita terjebak pada hal-hal yang justru menghabiskan waktu dalam kesia-siaan. Padahal, banyak hal bermanfaat dan lebih prioritas yang bisa kita lakukan. Waktu ibaral prsdang. lika kita bisa menggunakan petting tersebut dengan balk, maka kita yang akan sukses 'membunuh'. Namun jika tidak, justru kitalah yang akan 'terbunuh'.

Selain itu, dalam 24 jam waktu yang kita lalui, sesungguhnya para malaikat pencatat amal balk dan buruk juga sedang mengawasi segenap aktivitas kita, untuk dicatat dalam lembaran amal kita. Dan nantinya, jungkir balik aktivitas dan amalan yang mengisi 24 jam waktu kita, akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Dalam waktu-waktu yang kita habiskan terkandung implikasi pertanggunjawaban yang melekat. Waktu yang kita lalui, tidaklah lewat begitu saja. "Apakah manusia nnengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?" (QS Al‑Qiyamah:36)
Slungguh, "Tidak akan bergeser sepasang kaki seorang hamba pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang empat perkara:tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; tentang masa mudanya, untuk apa ia gunakan; tentang hartanya, darimana ia mendapatkan dan untuk apa ia belanjakan; tentang ilmunya, apa yang telah ia kerjakan atasnya." (HR Thabrani)



Perencanaan dan Prioritas
Perencanaan adalah poin penting yang harus diperhatikan. Perencanaan waktu atas rutinitas kehidupan, akan membuat hidup kita lebih teratur. Hal ini bisa kita mulai dengan menyusun agenda harian, pekanan, bulanan, dst, ternnasuk juga target yang ingin kita capai.
Hal ini akan membantu mengingatkan kita atas tugas-tugas yang harus dikerjakan sekaligus deadline-nya. Bahkan dalam pekerjaan rumah tangga hal ini juga sangat bermanfaat. Para ibu bisa menuliskan Daftar pekerjaan  rumah tangga yang harus dllakukan serta deadline-nya kemudian menempelkannya di tempat yang terlihat, mkalnya kapan harus shalat sunnah, tllawah, membaca buku, mencuci piring, berbelanja, menyuapi si kecil, mengajak anak-anak berjalan-jalan, mengajarkan Al-Quran pada anak, dll. Di samping membantu kita dalam mongelola aktivitas prIbadi, anak-anak pun akan lebih terbiasa dalam keteraturan rutinitas kegiatan mereka

Tinggal bagaimana kita menyesuaikan dengan kebutuhan rutinitas masing-masing.
Salah satu hal yang juga membantu kita dalam melakukan manajemen waktu dan aktivitas adalah penentuan prioritas dalam 'status hukum' aktivitas tersebut. Status hukum disini maksudnya adalah kategori wajib, sunah, mubah, dst. Yang wajib tentu saja menjadi yang paling diprioritaskan. Misalnya, kita harus berusaha menyediakan waktu untuk bisa shalat tepat waktu ditengah-tengah kesibukan saat bekerja, belajar, memasak, atau selainnya.
Diantara virus perusak manajemen waktu dan aktivitas adalah suka menunda pekerjaan. Padahal, Islam mengajarkan kepada kita untuk segera beralih kepada pekerjaan yang lain apabila pekerjaan yang sebelumnya telah usai. "Maka apabila. engkau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sunguh (urusan yang lain)" (QS AI-Insyirah:7). Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia, karenanya kita harus berusa mempercepat dan menyederhanakan pengerjaannya.

Manfaatkan Sebelum Terlambat
Mernanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan Allah, ada pada 5 hal, yaitu sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, dan hidup sebelum mati. Maka, sebelum terlambat, hendaknya kita tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting sehingga membuat kita lalai terhadap waktu.

Tiap menit dalam kehidupan kita amatlah besar nilainya. Tak ada seorang pun yang bisa mengembalikan menit-menit yang telah berlalu, bahkan satu detik pun. Namun, pada kenyataannya 'sesuatu paling berharga' bernama waktu yang harus kita jaga tersebut, justru menjadi 'sesuatu yang paling mudah hilang' karena kelalaian kita. Semoga kita menjadi orang yang menyesal di dunia ini dan berkesempatan untuk memperbaikinya. Bukan termasuk orang-orang yang menyesal di akhirat, yang kemudian tak bisa melakukan apa-apa. Wallahul musta'an.

0 komentar:

Posting Komentar