Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Umar Bin Khattab (Episode 4)

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 01 Agustus 2012 | 04.13

Di dalam Dar al-Nadwah terjadi pertemuan lanjutan. Kenyataan bahwa Abu Talib tak berhasil menghentikan Nabi Muhammad, bahkan melindunginya, membuat para petinggi kaum Quraisy marah. Dalam pertemuan itu terjadi perdebatan sengit, namun Umar berhasil meredamnya dengan kebijakan kata-kata dan sikapnya. Setelah pertemuan, di luar Dar al-Nadwah, Abu Hudhaifah mengumumkan pembebasan Salim, budaknya, dan mengangkatnya menjadi anaknya.
 
Hal itu membuat Wahshi marah, namun tidak bagi Bilal. Bilal justru senang melihat rekan sesama budaknya telah dibebaskan. Dengan kebijakannya, Bilal menasihati Wahshi dan mengatakan bahwa semua kebijakan itu dia dapat dari ajaran Nabi Muhammad.

Di jalan menuju Mekah, Abu Jahal berpapasan dengan Abu Bakar dan Abdullah bin Mas'ud. Dia menghardik mereka dengan kata-kata yang menyakitkan. Namun Abu Bakar dan Abdullah bin Mas'ud menanggapinya dengan tenang.

Di rumah Umar, Abu jahal datang dan memarahi Umar karena tak sepaham dengannya. Umar menghadapinya dengan tenang. Al-Khattab, ayah Umar, mendengar perbincangan mereka. Al-Khattab pun coba menengahi dengan meminta Umar untuk lebih menghormati Abu Jahal sebagai tetua dalam kaum Quraisy.

Di rumah Abu Hudhaifah, Utbah, ayah Abu Hudhaifah datang. Meski tak sepaham dengan tindakan anaknya mengangkat Salim sebagai anak, Utbah menerimanya dan mengakui keputusan Abu Hudhaifah.

Di sisi lain, para pemuda Quraisy tidak senang dengan kenyataan bahwa orang-orang tua mereka akan memerangi Muhammad dan meninggalkan beban itu pada mereka.

Di Dar al-Nadwah, para tetua Quraisy kembali bertemu membahas pertemuan Abdul Sham dengan Nabi Muhammad. Sebagian mereka memuji kecakapan dan keindahan kata-kata Nabi Muhammad, sebagian lagi menganggap Nabi Muhammad orang gila, penyihir dan sebagainya. Maka terjadilah perdebatan di antara mereka soal apa yang harus dilakukan. Dan akhirnya, mereka menyebar fitnah kepada para peziarah Arab untuk menolak ajaran Nabi Muhammad dengan mengatakan bahwa Nabi Muhammad pemecah persatuan kaum Quraisy.


0 komentar:

Posting Komentar