Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

RAMADHAN DAN MANAJEMEN WAKTU

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 01 Agustus 2012 | 11.23

Alhamdulillah, segala puji hanya kepada Allah SWT. Kita bersyukur hingga hari ini diberi
kekuatan dan kesempatan untuk menjalani hari-hari Ramadhan dengan penuh amal kebaikan.
Sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW nabi junjungan kita semua, yang mengisi Ramadhan
dengan sepenuh amal yang berkah. Memberikan contoh kepada kita beragam amal yang
disyariatkan dalam Ramadhan yang mulia. Semoga kita mampu meniru dan menjalankannya.

Waktu berjalan begitu cepat, begitu pula dengan bulan Ramadhan kali ini. Hari terus berganti,
bulan dan demikiap pula tahun selalu berganti, maka yang terbaik untuk dilakukan seorang
 muslim adalah melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Allah SWT berfirman : “ Hai orang-
orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa
yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),” (QS Al Hasyr 18)

Salah satu yang kita perlu kita renungi adalah berjalannya waktu yang begitu cepat, terkadang
membuat banyak orang lalai, sehingga saat usia menjelang senja, atau badan mulai terlihat
renta, penyesalan itu datang begitu rupa. Rasulullah SAW telah berpesan : “ Manfaatkan lima
perkara sebelum datang lima perkara lainnya, (yaitu): masa mudamu sebelum masa tuamu,
masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa sempitmu, masa longgarmu
sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu “ (HR an-Nasa’i)

Agar kita tidak termasuk mereka yang lalai dengan berlalunya waktu dan berkurangnya usia kita,
maka marilah kita renungkan beberapa hal yang diajarkan Islam untuk menjadikan waktu kita
lebih berkah.

Pertama : Mencari Akhirat tanpa Melupakan Dunia
Allah SWT berfirman : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
duniawi” (QS Al-Qoshos : 77). Ajaran syariat Islam yang luwas dan luwes memberikan peluang
dan motivasi bagi setiap muslim untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Karenanya setiap
muslim dituntut untuk mengisi waktunya dengan lebih tawazun (seimbang) antara beribadah,
bekerja ataupun berdagang, agar senantiasa selaras antara kepentingan akhirat dan dunianya.

Kedua : Meninggalkan Hal yang Sia-sia tanpa makna.
Rasulullah SAW berpesan tentang kunci sukses mendapatkan waktu yang berkah, beliau
bersabda : “ sebagian dari bukti kebaikan keislaman seseorang adalah, meninggalkan apa-apa
yang tidak bermanfaat baginya” (HR Malik). Waktu yang luang senantiasa menghadirkan ujian
baru bagi kita, apakah menghabiskannya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, ataukah
menjadikannya sebagai momentum untuk memperbanyak amal ?. Seorang muslim harus
senantiasa mawas dengan waktu-waktu luang yang datang silih berganti menghiasi siang
malamnya.

Ketiga : Memperbanyak Amal yang Mengalirkan Pahala terus menerus.
Beramal untuk akhirat bagaikan berinvestasi, kita menginginkan hasilnya terus akan mengalir
pada diri kita, meski kita tak lagi hidup di dunia ini. Usia kita terbatas, tapi pintu pahala masih
selalu akan terbuka jika kita memulai amal kebaikan yang selalu bermanfaat bagi orang lain.
Rasulullah SAW bersabda : “jika seorang manusia meninggal, maka terputus (pahala) amalnya,
kecuali dari tiga sumber : shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang
mendoakannya” (HR Muslim). Inilah amal-amal bernilai investasi pahala yang tak akan surut,
seperti ; menuliskan ilmu dalam buku, atau mengajarkannya secara langsung, memberikan
beasiswa pada pelajar, atau mewakafkan dan membangun masjid atau madrasah. Semua ini
dengan niatan baik menjadi sumber pahala yang akan terus mengalir insya Allah, bahkan saat
jasad kita telah menyatu dengan tanah sekalipun.

Akhirnya, semoga setiap berlalunya waktu senantiasa menjadi momentum bagi kita untuk
mengevaluasi diri dan memperbanyak amal setelahnya, agar menjadikan waktu kita lebih
berkah. Wallahu a’lam bisshowab.

0 komentar:

Posting Komentar