Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Umar Bin Khottob (Episode 19)

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 08 Agustus 2012 | 10.37

Munculnya Nabi Palsu Di episode 19 ini masih menggambarkan betapa banyak nya msalah yang terjadi dan harus di hadapai oleh Khalifah Abu Bakr r.a pada masa kepemimpinanya. Walaupun kenyataannya Islam semakin berjaya sepeninggal Rasulullah, namun berbagai macam masalah tetap ada menjadi beban. Di Perkampungan Bani Taghlib, muncul seorang Nabi palsu bernama Sajjah. Sementara Uyainah ketua Suku Khotofan yang menolak kewajiban zakat mendatangi Nabi palsu Sajjah untuk bekerja sama menghadapi tentara Kaum Muslimin utusan Khalifah Abu Bakr As-Sidiq yang dipimpin Khalid bin Walid RA. Masalah yang dihadapi Khalifah Abu Bakar pun semakin hari semakin pelik. Salah satu masalah yang harus di hadapi adalah Muncul nya Nabi-nabi palsu. Pada episode ini digambarkan ada seorang wanita dari Bani Taglib bernama Sajah yang mengaku-ngaku sebagai Nabi, setelah mampu menaiki kuda yang sulit d tunggangi. Sajah juga merekayasa seolah-olah mampu menyembuhkan orang kesurupan (kerasukan setan). Sajah mengaku mendapatkan wahyu melalui Merpati dan elang. Naudzubillah.. Ada pula Musailamah Al-Khazab, seorang nabi palsu dari Bani Hanifah di Yamamah. Diriwayatkan, Musailamah Al-Khazab mengaku sebagai nabi sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup. Musailamah pernah mengirim surat ke Rasulullah agar membagi bumi jadi dua bagian. Setengah untuk dirinya, setengah untuk Nabi Muhammad SAW. Rasulullah menjawab bumi adalah millik Allah SWT bukan bagian untuknya dan semenjak itu Rasulullah menjulukinya dengan nama Musailamah Al-Khazab yang berarti pendusta. Review by Deni Setiawan

0 komentar:

Posting Komentar