Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Kiat Memaknai Arti Hidup

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 24 Mei 2009 | 04.18


Saudara yang dimuliakan Allah
Ketahuilah sahabat, perjalanan manusia dalam hidup keseharian merupakan cerminan dari akidah yang ada dalam hatinya. Apa bila akidah yang tersimpan dengan baik, maka jalan yang di tempuh akan baik dan lurus. Apabila akidahnya rusak, maka jalan yang ditempuh akan rusak.

Oleh karenanya, agar hidup memiliki arti, setiap kita harus berupaya memiliki kualifikasi yang memadai untuk merealisasikan keterikatan kita dengan Allah. Aqidah harus dimurnikan dari segala bentuk kesyirikan, Jiwa harus disucikan dari segala dosa dan kemaksiatan. Ibadah harus disempurnakan dari sifat riya dan kemunafikan dan jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan. Sebab hanya dengan semua itulah hidup akan memilki arti.

Dan arti hidup yang sesungguhnya adalah ketika segala gerak yang dijalani selalu terkait dengan ketentuan yang maha hidup, berjalan dalam hidup sesuai aturan yang memberi hidup dan mengakhiri kehidupan mendapat ridho dari yang mengakhiri hidup, Dialah Allah Rabbul ‘aalamin. Itulah sebabnya Islam sangat menekankan betapa pentingnya keimanan yang kuat, karena iman akan menjadikan hidup lebih teratur.

Iman adalah keyakinan mu’min yang mencuat dari lubuk hati bahwa kehidupan dan kematian itu berada dalam genggaman (kekuasaan) Allah. Dan apapun yang Allah timpakan kepada seorang hamba tiada yang mampu mengelakkannya, sebagaimana jika Allah menghendaki untuk menyelamatkan seseorang tak ada musibah yang akan menimpannya.

Syaikh Ahmad Athailah mengatakan; Ada dua kedudukan manusia dalam mengarungi hidup ini.

Pertama; yaitu sebagai ‘abid (penghamba) kepada ma’budnya (yang di hamba). Dan ‘abid ini gelarnya adalah ‘Abdullah (hamba Allah). Kedua; sebagai sesama hamba Allah dengan tugas menyelamatkan pemberian Allah dari kerusakan dan kemusnahan, gelarnyanya adalah khalifatullah.

Dua posisi ini semakin memperjelas tentang siapa dan untuk apa kita hidup. Dan sekaligus memperjelas apa yang sedang kita cari dalam hidup ini.

Beberapa hal yang sangat perlu kita realisasikan, agar kita mampu memaknai hidup dan menjalani hidup dengan penuh keyakinan dan keberkahan; yaitu:

1.Tujuan hidup kita adalah mencari ridho Allah swt
2.Fungsi Hidup kita adalah sebagai khalifatullah
3.Tugas hidup kita adalah hanya beribadah kepada Allah
4.Pedoman hidup kita adalah firman Allah (al-Qur’an)
5.Tauladan Hidup kita adalah Sunnah Rasulullah
6.Alat hidup kita adalah kenikmatan yang di berikan Allah
7.Teman hidup kita adalah orang-orang yang selalu berjuang di jalan Allah

Dan pada akhirnya hidup akan memiliki arti apabila kita mampu menyadari secara hakiki bahwa dunia tempat kita berpijak adalah amanah dari Allah yang harus di manfaatkan sebesar-besarnya untuk dirinya dan kemudian dia pertanggung jawabkan kelak kehadirat Allah.

0 komentar:

Posting Komentar