Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

MENGENAI NASYID

Written By Rudi Abu azka on Senin, 07 September 2009 | 13.21




Berawal dari sebuah pesan yang ada pada sebuah pesan di Blog Nurisfm "assalamu'alaikum warahmatullah. salut untuk NURIS FM yang menjadi pelopor pendistribusian karya cipta secara legal (mp3 nasyid). Pertanyaan: bagaimana dengan nasyid2 terdahulu, bisakah? jzkmllh khair"

"Setengah nasyid tapi bukan nasyid? Kemudian apa? Kembalilah pangkal jalan. Kenapa sampai "menyimpang dari tujuan semula? Saya tak mengerti... bantulah... perbaikilah segera. Seperti meletakkan cermin dalam debu..., cermin itu menjadi makin kabur dan susah dikenali." Demikian juga dengan Nasyid kini, pada dunia hiburan kini, kejayaannya pasti kembali"

Sudah lama saya perhatikan dan memang saya meminati semua nasyid.tetapi terdapat beberapa ketimpangan yg perlu diperbaiki segera yakni terdapat banyak nasyid yg tenggelam dalam musik, memakai musik lebih kuat dari vokalnya. Saya rasa ini telah jauh m...enyimpang dari definisi nasyid sebenarnya. Terasa seperti cermin yg dikaburkan oleh debu...
Jadi nenurut saya nasyid itu mestinya musiknya lebih perlahan daripada vokalnya. Ini penting kerana pendengar nasyid mau mendengar nasihat bukannya musiknya.
Contohnya ialah lagu “pergi tak kembali” dan satu lagi ialah “menanti di barzakh” yg telah beberapa kali menduduki peringkat pertama dalam tangga nasyid tahun 1997.

Kedua contoh nasyid tersebut, lirik nasyidnya amat baik dan menginsafkan, menusuk kalbu tetapi sayangnya diganggu oleh musik yg kuat hingga “tenggelam” lirik yg menyengat itu.Dan masih banyak lagi nasyid yg liriknya amat baik tetapi telah dikelabui oleh musik,sungguh sayang!

Ada beberapa pendapat saya untuk masalah ini:

1.Sesuaikan antara musik dan vokal supaya musik tidak lebih kuat dripada vokal atau
2. Gunakan 1 atau 2 alat musik saja yang dibenarkan dalam suatu nasyid.

saya rasa satu femahaman bersama perlu dilakukan oleh satu persatuan nasyid seperti ANN (Asosiasi Nasyid Nusantara) atau Nasyid Center supaya lagu-lagunya mematuhi poin 1 dan 2 saja dan boleh memiliki beberapa keistimewaan seperti mengikuti tangga/top nasyid Nurisfm atau anugerah nasyid, dan lain-lain..

Kepada Munsyid janganlah bimbang tentang lebih dominant dalam menggunakan alat musik kerana kekuatan vokal anda yg merdu itu sudah menjadi satu aset yg amat berharga. Saya rasa jika didendangkan dengan sedikit musik latar adalah lebih komersial serta mempunyai daya magis tersendiri dari segi biaya penerbitannya. Saya mau dengar nasyid bukan kerana musiknya tetapi liriknya dan vokalnya yg merdu..

Saya sebagai peminat nasyid teringin sangat untuk mendengarkan nasyid tanpa musik sebagaimana arqam rakaman tahun 1980-an dahulu. Nasyid seperti wahai pemuda pemudi islam, masyarakat islam… itu pun liriknya saya rasa sudah terkesan walaupun dalam rekording yg agak dhaif pada masa itu.

Kepada Ust nazriy Johani dan lain-lain para munsyid, teruskan dakwah melalui nasyid. Sukses kepada raihan dan abang nazrey yg telah meletakkan nasyid malaysia ke persada dunia. Di Indonesia tak ketinggalan Qatrunnada yang masih aktif dalam meramaikan jagat hiburan Islam. Kerja kalian sungguh besar..

Kepada anda, judul nasyid apa dan siapa munsyid yg anda minati?

0 komentar:

Posting Komentar