Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

DIANTARA TANDA - TANDA LAILATUL QADAR

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 11 September 2009 | 13.38


Lailatul Qadar merupakan malam yang mempunyai kelebihan seperti beribadah seribu bulan. Pendapatini dapat kita lihat pada apa yang telah dinukilkan oleh Allah SWT di dalam al-Quran dalam surah al-Qadar. Begitu juga dengan apa yang telah sampaikan oleh Rasulullah S.A.W dalam beberapa hadis yang sohih. Kita disuruh untuk menghidupkan malam lailatul qadar dan tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Rasulullah S.A.W telah bersabda dalam hadis muttafaq 'alaih yang diriwayatkan Abu Hurairah RA yang artinya : “Artinya : Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]

Menurut imam Fakhrurrazi bahwa Allah SWT menyembunyikan malam lailatul qadar dari pengetahuan kita sebagaimana Dia menyembunyikan segala sesuatu yang lain. Dia menyembunyikan keredhaanNya pada setiap ketaatan sehingga timbul dalam diri kita sebuah keinginan untuk melakukan semua ketaatan atau ibadah tersebut. Begitu juga Allah SWT menyembunyikan kemurkaanNya pada setiap perkara maksiat agar kita berhati-hati dan menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil untuk melakukannya karena dosa kecil jika terus dilakukan secara terus menerus akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertaubat dan berusaha meninggalkannya. Dia menyembunyikan wali-waliNya agar manusia tidak terlalu bergantung kepada mereka dalam berdoa sebaliknya kita diperintahkan untuk berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu daripadaNya kerana Allah menerima segala doa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa. Dia menyembunyikan waktu berdoa yang mustajab pada hari Jum'at supaya kita berusaha mencarinya. Begitu juga Allah SWT menyembunyikan diterimanya taubat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita sentiasa istiqamah dan ikhlas dalam beramal dan sentiasa bersegera dalam bertaubat. Demikian halnya dengan disembunyikannya malam lailatul qadar agar kita membesarkan dan menghidupkan seluruh malam Ramadhan dalam mendekatkan diri kepadaNya bukan hanya sekadar menunggu malam lailatu qadar saja untuk beribadah dan berdoa.

Namun, penyakit terbesar yang menimpa umat Islam yang mengakibatkan malam-malam Ramadhan lesu kerana mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar saja untuk beribadah. Karena mengejar kelebihan malam lailatul qadar yang kita tidak mengetahui waktunya, menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang hanya datang setahun sekali.

Diantara tanda-tanda dalam mengetahui malam lailatul qadar adalah berdasarkan beberapa hadis di bawah ini :
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.Artinya : (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan” [Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486, sanadnya Hasan]
[dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.]

Pendapat yang paling kuat, terjadinya Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda.“Artinya : Carilah Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan” [Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169]

Abi Ibnu Ka'ab meriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W telah bersabda mengenai lailatul qadar yang artinya Sesungguhnya terbitnya matahari di pagi harinya dengan sinar yg tidak terlalu terang. Hadis riwayat imam Muslim dalam kitab puasa.

Qadhi 'Iyad telah mengatakan ada dua pendapat mengenai matahari yang terbit tanpa cahaya yaitu:
1) Ia merupakan tanda penciptaan Allah SWT.
2) Menunjukkan bahwa karena terlalu banyaknya para malaikat yang berzikir kepada Allah pada malamnya dan mereka turun ke bumi yang menyebabkan sayap-sayap dan tubuh mereka yang halus menutupi dan menghalangi matahari dan cahayanya.

Kesimpulan:
Dalam setiap bulan ramadhan Allah menetapkan pada salah satu hari dibulan tersebut sebagai malam yang utama dari 1000 bulan alias 83 tahun atau malam surga, malam yang penuh rahmat dan setiap doa akan dimakbulkan setiap dosa akan terlunturkan dari diri-diri yang mendapatkannya. Namun, waktunya itu tidak tetap melainkan sesuai dengan kehendak Allah, seperti halnya dengan hari kiamat. Namun kita dapat sedikit pemperdiksikan kapan datangnya malam qadar tesebut dengan tanda-tanda berikut ini yang sesuai menurut dalil-dalil yang teruji kebenarannya:
1. pada sepuluh hari terakhir
2. Lebih kuat pada sepuluh hari ganjil yang terakhir
3. Malam yang terang (ditandai dengan : tidak panas dan tidak dingin)
4. Munculnya matahari di pagi hari sebagaimana baskom yang tidak memantulkan sinar

tanda-tanda yang tak berdasar dan bahkan berdalil namun berkembang dimasyarakat
1. tidak ada anjing yang menggonggong
2. tidak ada keledai yang meringkik
3. air laut menjadi tawar
4. pohon-pohon merundukan dahanya karena tunduk kepada Allah
5. diperlihatkanya cahaya ditempat-tempat yang gelap.
Barang siapa yang bersungguh – sungguh mengerjakan ibadah di malam tersebut seperti shalat qiyamullail, membaca qur`an, berdoa, berdzikir dan mengerjakan amalan-amalan baik lainnya akan mendapatkannya dan memperoleh keuntungan yang telah Allah janjikan bagi orang – orang yang menghidupkan malam tersebut jika dia mengerjakannya dengan mengimani dan mengharapkan pahalanya.
Dan hanya Allah lah pemberi taufiq. Semoga shalawat Allah dan salamNya dilimpahkan atas Nabi kita dan para Shahabat – shahabatnya.
Bagi saudara yang ingin menambahkan silahkan atau memberikan koreksinya, mari berbagi ilmu, tuangkanlah dalam laman komentar dibawah ini, semoga Allah membalasnya. amin.
(Dari berbagai sumber)
wallahu a’lam
semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar