Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

PERPECAHAN, APA ENAKNYA SIH?

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 23 April 2010 | 22.59

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang keanekaragaman jama'ah-jama'ah Islamiyah yang tak jarang di antara mereka saling menerapkan bara' (berlepas diri), dan juga sikap yang harus diambil ketika terjadi perbedaan pendapat. Beliau memberikan penjelasan sebagai berikut:

Tidak dapat disangkal lagi bahwa perpecahan, saling memvonis sesat, permusuhan, dan kebencian yang terjadi di kalangan para pemuda yang komitmen, sebagian terhadap sebagian yang lainnya yang tidak sepaham dengan manhaj masing-masing, adalah suatu hal yang menyedihkan dan sangat disayang-kan, bahkan bisa jadi menimbulkan dampak yang serius.

Perpecahan seperti ini ibarat penyejuk mata hati para syaithan dari bangsa jin dan manusia, sebab mereka tidak menyenangi apabila ahli kebajikan bersatu. Mereka menginginkan ahli kebajikan tersebut berpecah-belah karena mereka (para syaithan tersebut) mengetahui bahwa perpecahan akan meluluhlantakkan kekuatan yang dihasilkan oleh sikap komitmen dan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala. Hal ini telah disinyalir oleh firman-Nya, artinya,
"Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu". (Q.S. Al-Anfal: 46).

"Dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka". (Q.S. Ali 'Imran: 105)
"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka". (Q.S. Al-An'am: 159)

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.". (Q.S. Asy-Syuro: 13)

Allah subhanahu wata’ala telah melarang kita berpecah-belah dan menjelaskan tentang akibatnya yang sangat buruk. Sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk menjadi umat yang bersatu dan satu kata (bersepakat). Perpecahan hanyalah akan merusak dan meluluhlantakkan urusan serta mengakibatkan lemahnya umat Islam. Di antara para shahabat pun terjadi perbedaan pendapat, akan tetapi hal itu tidak menimbulkan perpecahan, permusuhan dan kebencian. Bahkan perbedaan pendapat itu terjadi pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

0 komentar:

Posting Komentar