Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

HIJJAZ-PERMATA HIJJAZ

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 22 Mei 2010 | 14.13


Hijjaz, nama yang lahir 13 tahun lalu kini muncul kembali, setelah lima tahun menyepi dari kancah hiburan islam. Menunggu karya terbaru dari salah satu dari tiga kumpulan yang membentuk Industri nasyid di abad 21 ini harus kita apresiasi. Apa lagi, kumpulan ini juga ‘bertanggungjawab’ membuka jalan kepada hampir 10 penasyid lain sehingga berjaya.

Lima tahun menunggu, nah, keluar satu album yang boleh dianggap sebagai masterpiece sepanjang karier mereka. Dan boleh dikatakan, mereka telah mengeluarkan apa yang mereka inginkan sepanjang masa.
Membuka dan membedah kulit album mereka kali ini, saya amat terkejut. Wow, ini betul-betul punya ciri khas, baik dari segi design maupun kualitas kertas pada tata letak itu sendiri. Dengan berlatar belakang ala2 Cordoba, mereka cukup lengkap visualnya pada kulit album ini. Dengan gambar-gambar belakang tabir, para pemuzik dan semua yang terlibat dalam album ini. Jadi, seperti biasa, mari kita review track by track lagu mereka
1. Gurindam Berkasih - Membuka track permulaan dalam album ini dengan irama asli. Mood hype dalam lagu ini, dengan tema kemasyarakatan pada liriknya, membuka album ini dgn mood yang cukup ceria dan segar. Memang tepat dengan susun aturnya sebagai track pembukaan. Pembukaan yang tepat!
2. Embun Hidayah – Track inikah yang mahu dibikin single utama? Jika ya, maka saya amat setuju. Lagu ini agak moderate sedikit iramanya, dengan musik yang padat... orkestra semua, cukup solid. Melodi pula mudah melekat sejak pertama kali mendengar. Ya, ini track ‘killer song” di dalam album ini.
3. Satu Amanah – Track mellow. Rasanya lagu ni banyak menguji vokal Munif. Musiknya. Track ini kedengaran serius, baik dari segi lirik, musiknya maupun vokal. Ballad yang dimasukkan sedikit moderate musiknya.
4. Syukur Pada-Mu – Pengaruh musik-musik pop meresap dalam lagu ni. Sekali dengar seperti lagu M.Nasir pun ada. Memang cukup bagus lagu ni. Dengan up beatnya. Kedengaran segar. Ditambah dengan string orkestra yang bijak mencelah antara track gitar dan dram.
5. Ratu Nil (Yukabid) – Mereka cuba mengulangi kejayaan lagu ‘Sumayyah’. Walaupun ia bukan mudah, tambahan pula lagu itu telah menjadi anthem. Tapi bila dengar lagu ini, aku amat yakin kalo seperti ini gayanya, lagu ini boleh jadi lebih hebat dari Sumayyah. Lagu yang cukup solid, dan kedengaran berat pembawaanya. Track pilihan terbaik album ini!
6. Neraca Diri - Ballad yang sesungguhnya dalam album ini. Cobaan pertama Arifin Hijjaz menulis untuk Hijjaz sendiri tampak hasilnya yang terbaik. Nice ballad, cuma stringnya macam tak cukup tebal... , mungkinkah selera telinga pemerhati musik sudah makin berat?. Kedengaran solo gitar cukup mengasyikan walaupun pendek. Kalo ada sound timpani mungkin bagus.
7. Ala Baladi – Ya, arab time!! Lagu ini diolah betul2 dgn irama padang pasir. Lama tidak dengar Hijjaz membawakan lagu arab, dan kali ini memang betul2 style arabr, Sayangnya tidak ada terjemaahan lirik dalam bahasa Melayu dalam booklet covernya. By the way, nice song
8. Engkau Insan Sempurna – Tak lengkap sebuah album nasyid tanpa sebuah lagu untuk Rasulullah, dan tradisi itu sememangnya diisi Hijjaz disetiap album mereka. Cuma kali ini, mereka mengolah dengan irama yang moderate. Ada suara horns dalam lagu ini. Pop biasa yang mantap diolah musiknya.
9. Kekasih Agung 1431- Pernah dengar lagu ini. Tapi, tak mengapa, sebab olahan lagu ini cukup segar. Vokal Munif coba untuk meretro modernkan lagu ini. Baru tampak percussion upfront sket. Retro yang segar. Cuma, sepertinya ringan sket lagu ini.
10. Iman Islam Ehsan – Sudah seperti mau ke arah musik 70/80an. Pengaruh Bee Gees, Abba kedengaran disana sini terutama kat intro. Seblum diolah dgn musik pop biasa. Coba mendaki semula mood hype seperti awal album.
11. Kalimah Utama – Karya Dakmie selalunya sedikit dark. Begitu juga lagu ni. Kedengaran dark, ditambah dengan koir yang biasa mengiringi artis Malaysia. Betul-betul melayang dengar lagu ni. Best....
Ya, tak ada lagi programming keras macam robot dalam album ini, sebaliknya semua musiknya dimainkan Live... kalo didengar, agak banyak elemen2 berat dalam album ni, tapi diolah dengan gaya Hijjaz dan muzik pop yang tak keterlaluan. Terlampau banyak elemen tak dijangka dalam album ini. Ya, mereka akhirnya menjawab, untuk berevolusi.. dan evolusi itu menjadi PERMATA.

0 komentar:

Posting Komentar