Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

BERPISAH DENGAN BULAN RAMADHAN

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 02 September 2010 | 06.13



Perpisahan adalah suatu hal yang menyedihkan bagi setiap orang.
Begitu pula bagi seorang muslim, berpisah dengan bulan Ramadhan merupakan hal yang menyedihkan baginya. Bagaimana tidak, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan limpahan ampunan dan pahala dari Allah  bagi yang memperbanyak amal sholeh. Di bulan Ramadhan, pahala suatu amal ibadah akan dilipatgandakan oleh Allah melebihi apa yang ada di bulan lainnya. Oleh karena itu banyak orang sholeh yang merasa sedih apabila akan meninggalkan bulan Ramadhan ini dan mereka sangat berharap agar bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan di masa mendatang.
Hal-hal yang perlu dilakukan oleh orang yang akan berpisah dengan bulan Ramadhan, diantaranya :
1. Membayar zakat fitrah berupa makanan pokok suatu negeri seperti gandum, kurma, anggur, beras dan lain sebagainya sebanyak 1 sha’ (lebih kurang 2,5 kg) yang ditunaikan sebelum pelaksanaan sholat ‘Iedul Fithri. Boleh juga diberikan sehari atau dua hari sebelumnya.
2. Berdoa kepada Allah  agar semua amal ibadah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan ini diterima di sisi-Nya, dan semoga bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan di masa mendatang.
3. Semakin bertambah ketakwaannya karena bulan Ramadhan ini akan memiliki makna yang mendalam apabila ketakwaan seseorang mengalami peningkatan. Sebagaimana firman Allah  :
 يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلىَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ  البقرة : 183
“Wahai orangorang yang beriman, diwajibkan bagi kalian puasa sebagaimana diwajibkan puasa bagi orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa” (QS. Baqarah : 183)
Dan perkataan penyair :
لََيْسَ اْلعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ اْلجَدِيْدَ لِكِنَّ اْلعِيْدَ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيْدُ
“Bukanlah hari Raya itu untuk orang yang mengenakan pakaian yang baru.
Namun, hari Raya adalah untuk orang yang ketaatannya bertambah.”


KIAT-KIAT KHUSUS UNTUK MENYAMBUT HARI RAYA ‘IEDUL FITHRI
1. Mandi sampai bersih.
2. Memakai pakaian yang paling bersih dan terbaik yang dimilikinya.
3. Memakai minyak wangi.
4. Makan buah kurma dalam jumlah bilangan ganjil sebelum pergi menunaikan sholat ‘Ied.
5. Pergi ke tanah lapang dengan berjalan kaki dan melalui jalan yang berbeda ketika berangkat dan ketika pulangnya.
6. Mengumandangkan takbir dari rumah sampai dengan datangnya imam.
7. Sholat ‘Iedul Fithri berjamaah di tanah lapang.
8. Mendengarkan khutbah sampai selesai.
9. Mengucapkan selamat hari raya kepada sesama kaum muslimin dengan ucapan :
 تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ 
“Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.”
10. Dianjurkan untuk berpuasa 6 hari di bulan Syawwal karena barangsiapa yang berpuasa Ramadhan sebulan penuh lalu disambung dengan puasa 6 hari di bulan Syawwal maka pahalanya sebanding dengan puasa selama setahun penuh.


WALLAAHU A’LAMU BISH SHOWAAB

0 komentar:

Posting Komentar