Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

MASA

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 01 Desember 2012 | 21.50

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)

Yang berkuasa tiba-tiba bisa dipenjara. Yang dibenci bertukar menjadi yang tersayang. Dulunya terkenal tetapi tiba-tiba terbuang. Hidup yang gelap tiba-tiba jadi gemerlapan. Hidup yang gemerlapan, jadi gelap secara tiba- tiba! Begitulah, hitam-putih nasib manusia, tidak dapat dijangkau dengan mata, fikiran dan rasa. Sebab itu orang tua-tua berpesan, jangan sekali- kali mendengar guruh di langit, air di tempayan dicurahkan. Kekuatan yang bisa membakar daya juang untuk terus bersemangat pada saat yang sangat genting dalam perjalanan hidup adalah, Hadapi kenyataan.

Memanfaatkan masa yang ada dan terus berkerja dalam waktu-waktu kritis itu dengan segera. Tidak harus disusah-susahkan oleh angan-angan tentang masa depan yang jika dibayangkan pada masa sekarang akan membuat muram. Merancang dan bekerja dengan apa yang sedang ada di tangan, tanpa takut dan bimbang akan hal-hal yang tidak menentu atau terbayang dalam kekhawatiran. Yang di tangan itulah realita, yang ada dalam angan cuma ilusi. Pengalaman hidup banyak mengajar bahwa adalah tidak wajar buat mereka-reka atau mengiraira sesuatu yang tidak pasti pada masa depan. Untuk mendapat ketenangan pada saat- saat kritis dalam hidup ialah: usah dikhawatirkan hari esok.

Susun jadwal hidup harian dan ikuti dengan tenang. Para sahabat Rasulullah S.A.W. adalah individu yang menggunakan sepenuhnya kesempatan yang ada di tangan. Hidup tanpa rasa gundah dengan apa yang telah terjadi kemarin dan tidak pula bimbang dengan apa yang bakal terjadi esok. Tidak terdera dengan ujian dan cobaan dan tidak melihat masa depan dengan teropong ilusi yang serba samar. Sikap mereka dibentuk oleh penghayatan mereka terhadap pesanan Rasulullah S.A.W. Para sahabat adalah insan produktif yang bekerja atas hasil dorongan hati, fikiran dan fisiknya oleh peringatan Rasulullah S.A.W, jika berpagi-pagi, jangan menunggu ke waktu petang.

0 komentar:

Posting Komentar