Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Rambu-Rambu Menonton Film Yusuf As-Shiddiq Alaihis Salam

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 30 Maret 2013 | 23.03

 Kontroversi Sunni-Syi’i dalam Film Yusuf As-Shiddiq Alaihis Salam

Secara umum, film ini sangat prestisius karena telah berhasil dan sukses dalam menggambarkan kehidupan nabi Yusuf as dan peristiwa serta kejadian yang dialaminya. Dibuat dengan seni yang sangat tinggi dan detail sehingga seakan-akan kita benar-benar melihat panorama mesir kuno, bahasa arabnya pun pun amat fasih, cocok bagi anda yang ingin mempelajari bahasa Arab dengan baik dan benar, alur ceritanya juga sangat bagus dan sesuai dengan urutan sejarah karena skenario film ini dibuat oleh 20 penulis yang membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menyelesaikan skenario film tersebut, dengan bersandar pada kitab-kitab tafsir, hadits, fiqih, tarikh dan beberapa kitab dari mazhab sunni, sehingga terkumpul menjadi 8000 lembar, yang kemudian di ringkas menjadi 1800 lembar dengan judul: يوسف المتوكل على الله”  serta “يوسف الفتوة”dan “يوسف والدعوة إلى وحدانية الله”.

Dari sekian banyak media massa, Televisi atau film adalah salah satu media massa  yang banyak digandrungi masyarakat, karena menyuguhkan gambar dan suara sekaligus yang bergerak sangat dramatis sehingga mampu mewarnai imajinasi dan juga menyihir jiwa dan mengendalikan fungsi-fungsi kejiwaaan. Di antara film yang sempat menyihir berjuta-juta mata umat Islam adalah film nabi Yusuf As-Shiddiq. Film ini mulai ditayangkan di awal ramadhan tahun 1427 H dan menjadi film dokumenter pertama yang disukai begitu banyak penonton di seluruh dunia Islam.
Dan seperti yang kita ketahui, bahwa masyarakat muslim di negeri ini sangat haus dengan film religius, mereka sudah muak dengan semua film dan program acara yang berbau hedonis dan ditaburi kriminalitas dan seksualitas. Namun amat disayangkan, film-film religius yang beredar terkadang ibarat serigala berbulu domba, namanya aja yang religius tapi isinya penuh dengan adegan atau narasi yang cenderung mencederai aqidah umat islam. Maka, umat islam harus selalu berwaspada dari segala bentuk perusakan aqidah yang sering dilakukan oleh musuh-musuh islam dengan cara yang amat halus, seperti dengan media film.
Seperti film garapan Hanung Bramantyo yang berjudul ‘Perempuan berkalung sorban’ dan ‘?’ yang banyak mendapat kecaman dari berbagai elemen umat islam karena isinya yang bermuatan sepilis (sekulerisme, pluralisme dan liberalisme).
Untuk level internasional, ada satu film yang sempat mengundang banyak kontroversi dari kalangan sunnah dan syiah karena menampilkan peran seorang nabi, sahabat dan malaikat yaitu film Yusuf As-Shiddiq yang disutradari oleh, Farajullah Salahshur dari Iran. Perlu diketahui bahwa saat ini mereka (orang-orang Syiah) dengan sangat halus masuk dan menguasai pikiran manusia di seluruh dunia dalam bentuk cerita-cerita film yang dikemas dengan sangat menarik yang dijadikan alat untuk mensosialisasikan faham Syiah mereka.
Film Yusuf As-Shiddiq alaihis salam
Film ini bercerita tentang perjalanan nabi Yusuf as dari semenjak ia lahir sampai akhirnya bertemu dengan ayahnya, Ya’qub as. Film ini terdiri dari 45 episode yang tiap episodenya berdurasi sekitar 45 menit. Masuk ke dalam film terpopuler pada tahun 2008 dan telah menghabiskan berjuta-juta uang Iran, berkisah tentang kejadian-kejadian penting dalam kehidupan Yusuf as. Statsiun tv yang menyiarkan film ini cukup banyak seperti; alkawthar, almanar, albidayah dan alhuurrah.
Secara umum, film ini sangat prestisius karena telah berhasil dan sukses dalam menggambarkan kehidupan nabi Yusuf as dan peristiwa serta kejadian yang dialaminya. Dibuat dengan seni yang sangat tinggi dan detail sehingga seakan-akan kita benar-benar melihat panorama mesir kuno, bahasa arabnya pun pun amat fasih, cocok bagi anda yang ingin mempelajari bahasa Arab dengan baik dan benar, alur ceritanya juga sangat bagus dan sesuai dengan urutan sejarah karena skenario film ini dibuat oleh 20 penulis yang membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menyelesaikan skenario film tersebut, dengan bersandar pada kitab-kitab tafsir, hadits, fiqih, tarikh dan beberapa kitab dari mazhab sunni, sehingga terkumpul menjadi 8000 lembar, yang kemudian di ringkas menjadi 1800 lembar dengan judul: يوسف المتوكل على الله”  serta “يوسف الفتوة”dan “يوسف والدعوة إلى وحدانية الله”.
Untuk mengumpulkan apresiasi penonton, tv alkawthar membuat acara talk show “ma’al musyahidin atau bersama para penonton film Yusuf As-Shiddiq, yang menghadirkan para pemain dari film Yusuf, yang menampung semua tanggapan serta pujian dari para penonton di seluruh dunia islam.
Ada yang menyebutkan bahwa 90% orang Arab telah membeli film ini karena sangat terkesima dengan kisah-kisahnya seperti kisah bagaimana Yusuf menghindar dari cengkraman Zulaikha dan lari melewati 7 lapis pintu, bagaimana seorang anak kecil yang belum bisa berbicara menjadi saksi akan kesucian Yusuf dan bagaimana ketika Zulaikha telah bertaubat dan menyesal atas apa yang pernah dilakukannya, ia menjadi ruhaniawati sejati seperti Rabiatul Adawiyah yang cintanya sangat berlebih kepada Allah swt melebihi cintanya kepada Yusuf as, bahkan ketika ada perintah Allah agar Yusuf menikahi Zulaikha, ia enggan untuk menemui Yusuf selama 40 hari karena ingin bermunajat kepada-Nya.
Musthafa Zamani adalah aktor (mumatsil) dari nabi Yusuf as ia pria Iran yang lahir tahun 1982 M di kota Faridun Kanar di sebelah selatan kota Iran, sekarang menjadi mahasiswa fakultas teknik di salah satu universitas di Iran. Untuk menjadi pemeran dari Nabi Yusuf as ini dia harus mengalahkan 3000 orang saingannya. Dia ditemukan oleh sang sutradara, Farajullah Salahshur, setelah selama satu setengah tahun melakukan  casting (pemilihan) pemain. Aktor lainnya adalah Katayun Riyahi yang memainkan peran Zulaikha, Husain Ja’fari yang memainkan peran Yusuf kecil, dan Ja’far Dahqan yang berperan sebagai Butifar yaitu raja mesir yang disebut Al-Aziz.
Episode pertama dari film ini, bercerita tentang kelahiran nabi Yusuf as dan bagaimana ayahnya, nabi Ya’qub as menyelisihi pendeta dan khurafatnya dan menyeru kepada agama yang benar dan hanif.
Di episode kedua diceritakan tentang proses dan peristiwa yang terjadi ketika kelahiran Yusuf as, dimana ketika dia lahir, terjadi hujan deras dan ma’bad (tempat menyembah) terbakar, sehingga manusia beriman kepada nabi Ya’qub as.
Episode setelahnya, bercerita tentang migrasinya Ya’qub beserta keluarganya ke Kan’an untuk mendapatkan perintah kenabian setelah ayahnya, Ishaq as wafat. Di tengah perjalanan istrinya yang menjadi ibu dari nabi Yusuf melahirkan saudara Yusuf, Benyamin, akan tetapi kelahiran tersebut berakibat pada kematian istrinya. Setelah kematian istrinya, Ya’qub amat cinta dan sayang kepada nabi Yusuf as yang membuat hati yang lain merasa dikucilkan dan pilih kasih sehingga mereka berencana untuk membunuh Yusuf as. Episode setelahnya berkisah seperti yang telah diketahui.
Dalam menanggapi film ini, umat islam terbagi menjadi dua kubu; ada yang setuju dan ada yang menentang. Yang setuju mayoritas adalah peganut syiah dan ahlus sunnah yang awam yang tidak mengetahui propaganda syiah di balik pembuatan film ini. Dan di antara yang menentang peredarang film ini adalah komite ulama tertinggi Syiah di Iran, Majma’ Buhuts Islamiyah sebuah lembaga tertinggi di Al-Azhar yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Ath-Thayyib juga menyuarakan keberatan mereka terhadap film Yusuf As-Shidiq yang ditayangkan di Drama Melody di Mesir pada satelit Nil Sab dan meminta agar penayangan tersebut diberhentikan.
Selanjutnya mereka mengeluarkan fatwa larangan membuat adegan film para nabi, sahabat dan ahlul bait. Fatwa senada juga diikuti institusi islam lainnya seperti fatwa Haiah Kibarul Ulama di Saudi, fatwa dari Lajnah Daimah lil Buhuts Al-Ilmiyyah wal Ifta’ di Saudi, Lajnah Fatwa di Mentri Wakaf Kuwait dan fatwa lainnya dari ulama-ulama tsiqah (terpercaya).
Fatwa di atas sebenarnya pernah dikeluarkan sekitar 30 tahun yang lalu, ketika sutradara Mustafa al-Akkad menyerahkan naskah filmnya al-Resala (The Message) karena menayangkan beberapa sahabat nabi seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali.

Catatan atas film Yusuf As-Shiddiq
Catatan ini saya buat dari hasil menyimak dan menonton langsung film Yusuf dan saya tambah dari beberapa artikel yang saya dapat dari beberapa muntada (forum) dalam bahasa Arab yang saya ikuti. Tujuan dari catatan ini adalah sebagai rambu-rambu ketika anda melihat film tersebut agar tidak termakan dengan beberapa kejanggalan di dalamnya.
Dan berikut ini catatan-catatan atas film Yusuf As-Shiddiq.
  1. Menampakkan adegan peran Nabi Yusuf as dan Nabi Ya’qub as. Telah kita ketahui bahwa beriman kepada para Nabi termasuk dari salah satu rukun iman, sebagaimana banyak dijelaskan dalam al-Quran dan hadits-hadits nabi, dan konsekwensi dari iman kepada para nabi adalah dengan menghormati serta memuliakan mereka secara layak baik ketika mereka hidup atau mati tanpa diiringi sikap ghuluw dan ifrath, karena mereka adalah hamba Allah yang terbaik, sebagaimana firman Allah swt;
لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ * أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Sudah menjadi fakta bahwa tidak ada lukisan atau patung yang menggambarkan bagaimana keadaan tubuh dari para nabi, sehingga hampir tidak mungkin menemukan gambaran asli mereka, lalu atas dasar apa seorang aktor tertentu telah memenuhi syarat untuk berperan sebagai nabi?? Bahkan syaithan pun tidak mampu dan diharamkan untuk menyerupai jasad para nabi di dalam mimpi, sehingga jika ada seseorang mengaku benar-benar bersua dengan nabi bisa jadi ia jujur, karena syaithan tidak dapat menyerupai jasad seorang nabi di dalam mimpi, sebagaimana sabda nabi saw di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim;
رآني في المنام فقد رآني، فإن الشيطان لا يتمثل بي
Lalu bagaimana jika seorang aktor memainkan peran seorang nabi, dan kemudian ia memerankan pemain sebagai seorang pemabuk misalnya, jelas ini tidak sopan dan mengurangi kesucian seorang nabi utusan Allah.
Para nabi adalah orang yang ma’shum (terjaga dari dosa) dan mendapat kemuliaan dan posisi tertinggi di sisi Allah swt, sampai-sampai Allah swt mengharamkan bumi untuk menggorogoti jasad mereka, seperti hadits yang diriwayatkan oleh imam Nasa’i dan dishahihkan oleh Al-Bani berikut:
إن الله حرم على الأرض أن تأكل أجسادالأنبياء
Lantas apakah mereka pernah meihat wajah nabi Yusuf as, apakah mereka pernah melihat wajah nabi Ya’qub as sehingga mereka membuat actor yang memerankan nabi Yusuf yang ketampanannya ½ dari ketampanan semua manusia? Apakah Musthafa Zamani setampan nabi Yusuf? Tidak ada barang 1 persen pun dari ketampanan Yusuf as.
  1. Menampakkan peran aminus sama’, Malaikat Jibril as. Jibril yang disebutkan oleh Rasulullah saw sangat berbeda dengan manusia, ia memiliki sayap, ia memiliki 600 sayap yang terlihat disebelah ufuk ketika Nabi saw menerima wahyu.
  2. Ada beberapa kisah israiliyat dalam film tersebut seperti:
    1. Yusuf memerintahkan rakyatnya untuk mengambil khumus (bagian harta yang biasa diambil oleh ulama syiah) agar selamat dari musim paceklik.
    2. Yusuf mengusapkan kemejanya di wajah Zulaikha, istri al-Aziz, agar penglihatannya pulih dan kembali muda sekali lagi agar bisa dinikahi oleh Yusuf as. Tetapi al-Quran berbicara lain, nash Al-Quran telah memutus hubungan antara Yusuf dan Zulaikha setelah si raja tahu bahwa Yusuf bersih dari segala macam tuduhan yang dialamatkan kepadanya, sebagaimana Qs. Yusuf: 52.
    3. قَالَتِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ الْآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِين
    4. Disebutkan bahwa nabi Yusuf as hidup di masa firaun yang disebut akhnatuun dan firaun itu akhirnya menjadi muwahhid (orang yang bertauhid) apakah benar demikian??
    5. Di akhir episode film ini disebutkan adanya kabar gembira dengan datangnya al-Mahdi yang disebut dalam film tersebut dengan al-mukhlish, dari mana mereka memasukkan al-mahdi di film Yusuf?
  3. Ada satu hal yang banyak dipertanyakan oleh kalangan Ahlus sunnahn kepada orang-orang Iran. Ketika mereka membuat seri film Karbala’, mereka tidak menampakkan wajah Ahlul Bait seperti Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husan, Ja’far As-Shadiq dan Zainal Abidin kecuali dengan cahaya atau hanya suara saja, lalu kenapa mereka menampakkan dengan jelas nabi Yusuf dan nabi Ya’qub??
Anda tidak perlu heran karena menurut Syiah, imam mereka lebih tinggi derajatnya dari para nabi, silahkan simak perkataan ulama-ulama Syiah berikut:
Ayatullah Khomeini berkata dalam bukunya “Al-Hukumah Al-Islamiyyah: 52” demikian “Sesungguhnya di antara yang wajib diimani dalam mazhab kita ini (Syiah) ialah bahwa para imam Syiah itu mempunyai kedudukan yang tidak mungkin dicapai oleh malaikat yang terdekat dengan Allah sekalipun dan juga oleh nabiyang diutus”.
Ibrahim Al-Musawi Adz-Dzinjani berkata dalam bukunya “Aqaidus Syiah Al-Imamiyyah Al-Itsna as’ariyyah juz III bahwa “Kami berkeyakinan bahwa imam itu seperti Nabi saw, ia ma’shum dari semua kesalahan dan perbuatan, baik lahiriyah maupun batiniyah dari usia kanak-kanak sampai menjelang kematian, baik sengaja ataupun tidak. Para imam juga tidak pernah lupa dan bersalah sebab mereka dijaga oleh Allah”.
Demikian beraninya mereka berkata yang amat keterlaluan, padahal nabi Muhammad saw sendiri tidak sampai demikian.
  1. Seandainya saja film-film demikian tidak dicegah, maka orang-orang Syiah akan lebih berani, misalnya dengan membuat film kartun yang ada gambar nabi dan malaikat dan suara nabi, malaikat bahwa suara Allah swt munkgkin juga mereka buat, waliyadzubillah
Dan untuk memperjelas fatwa dari para ulama di atas tentang larangan membuat film yang memerankan nabi, sahabat dan tabi’in kami lampirkan fatwa dari lajnah daimah yang telah saya buat dalam bentuk jpg berikut:
Sekian artikel ini saya tulis sebagai bentuk ma’dhirah dan pelepasan tanggung jawab bahwa saya telah berusaha mengingatkan umat islam dari bahaya dan serangan dari musuh-musuh islam yang tidak menginginkan islam jaya di muka bumi. Saran dan kesan kami tunggu sebagai bahan saya untuk lebih maju.
Untuk mendownload film ini bisa dicoba di link-link berikut:
- http://al-thekra.net/category/tv-shows/islamic-tv-series/yousef-al-sedeq/
- http://www.ba7anwar.com/vb/showthread.php?t=3301
- http://shiavoice.com/cat-3539.html
Di postingan sebelumnya saya juga pernah menulis artikel tentang beberapa pemahaman salah yang masih banyak dianut mayoritas umat islam tentang sosok nabi Yusuf as; artikel menarik itu dapat anda baca lewat link berikut: Sumber

2 komentar:

litta bullz mengatakan...

terima kasih pencerahan nya ,sangat berguna..
semoga Alloh menjaga kita dan kaum muslimin dari makar syiah..

Anonim mengatakan...

"bahasa arabnya pun pun amat fasih" ? setahu saya serial ini pake bahasa Farsi (bahasa org Iran) bukan Arab

Posting Komentar