Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Ia Berangan-Angan, Namun Mustahil Terwujudkan

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 26 September 2014 | 16.46

Ketika kita masih dapat menghirup nafas kehidupan, masih mungkin kita berangan-angan dan memiliki harapan. Terwujud atau tidak hanya ada dua kemungkinan, bisa jadi terwud bisa jadi tidak. Nach… bila kita telah meninggal, al-Qur’an mengisyaratkan bahwa “ jazad kita “ pun berangan-angan, Ia berangan-angan, namun mustahil terwujudkan… ini perkara wajib diimani tanpa keraguan akan kebenarannya karena Allah Dzat yang maha benar yang menginformasikan,

Allah mengkabarkan angan-angan pelaku maksiat yang telah meninggal, ia berangan-angan agar bisa kembali ke dunia agar bisa menjadi orang shalih. Namun, mereka tidak diizinkan kembali, dan angan-angan mereka tidak akan mungkin terealisasi. Allah Ta'ala berfirman yang Artinya,

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”
[QS. al-Mukminun: 99-100]

0 komentar:

Posting Komentar