Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Hati, Matahari Kehidupan

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 27 Desember 2009 | 17.57


Abu Umar Basyir dalam tulisannya “ Suci Hati Bersama Nabi saw” , ia melantunkan rangkaian kata indah penuh makna yang dalam tentang hati. Beliau berujar: “Hati adalah sumber kedamaian. Hati adalah nikmat Ilahi yang harus di rawat tak ubahnya bayi dalam buaian. Hati adalah karunia yang harus kita pupuk menjadi sejumput bibit kemenangan.

Hati adalah anugerah. Gunjingan, hasad, dendam, kebencian, dan permusuhan, seluruhnya adalah sampah. Hati nan jernih adalah hati yang teduh dan pasrah, hati yang selalu basah oleh dzikir dan kalimat-kalimat pengagungan nan indah. Hati adalah matahari kehidupan. Mungkin bukan sekedar lentera yang hanya menerangi ruang terbatas, bukan sekedaar lilin yang menebarkan cahaya sementara, untuk kemudian cahaya itu padam tak berbekas. “.

Hati adalah ibarat cermin, setitik embun pun bias membuatnyaa kusam, apalaagi debu, kotoran dan air bernoda hitam. Namun cermin yang jernih, tak hanya berfungsi untuk mengenali diri sendiri, namun juga untuk menampakan wajah sejati. Hati tak ubahnya istana halimun; sebuah keindahan yang tak tampak, sebuah keagungan yang tak terlihat, namun bisa di rasakan. Akan tetapi bila hati sudah ternoda dosa, gelembung pahitnya tercicipi setiap kalangan, ibarat santapan di sebuah pesta hidangan. Hati bukanlah Tuhan. Tapi juga jangan membiarkan hati menjadi sarang-sarang setan. Bergantung hanya kepada hati adalan bualan sufi murahan. Namun mengabaikan kata hati adalah awal sebuah kesesatan. Hati bukan juga gudang kebenaran. Hati hanya persinggahan petunjuk yang dipahami melalui ajaran al-Qur’an. Menuhankan hati adalah kenistaan, namun menutup hati berarti membuka pintu kesombongan “.

Oleh karena begitu pentingnya peran hati terhadap diri kita, maka…Tak ada alasan bagi seorang muslim yang taat untuk masih memilki hati yang bertabur keyakinan syirik. Tak ada alasan bagi seorang muslim yang taat untuk masih memiliki hati yang berlumur maksiat. Tak ada alasan bagi seorang muslim yang taat untuk masih memiliki hati yang berselimut dendam, dengki, kebencian dan permusuhan terhadap sesama muslim Semoga kita tetap istiqomah dan hati-hati dalam menjaga hati..
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Qs. As-Syams [91]: 9-110