Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KEMENANGAN

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 19 Juli 2011 | 22.21


Kemenangan adalah milik Allah. Jika Allah belum mau memberikannya kepada kita, maka kita takkan pernah memperolehnya. Kita selalu tertipu. Merasakan bahwa kemenangan itu milik kita, hak kita, bahwa dengan segala amal dan usaha yang kita lakukan, kita pasti menang. Sehingga kita keliru, dan silau mata. Memfokuskan kepada kemenangan, bukan pada amal usaha dan perjuangan dakwah yang berkelanjutan.

Kita harus memahami realitas dakwah. Menegakkan kalimatullah dimuka bumi adalah kewajiban. Ia bersifat Robbani. Kita menyeru manusia kepada Allah, menegakkan hukum-hukum Allah. Dakwah ini bukan milik kita, ia adalah amanah. Amanah yang wajib kita sandarkan kepada-Nya. Apabila Dia menentukan bahawa sudah tiba masanya kita menang, maka pasti tidak ada yang dapat menghalang. Jika masih belum nampak bibit-bibit kemenangan, kita harus terus beramal dan berjihad tanpa sedikitpun meragukan akan kehendak Allah sampai akhir hayat kita.

Maka kemenangan, adalah sebuah anugerah Allah. Apabila Allah memberikannya kepada kita, itu bererti sudah selayaknya kita memperolehnya. Jika belum, artinya kita belum layak memperolehnya. Boleh jadi kesediaan kita belum cukup untuk menggalas segala amanah-amanah pasca kemenangan tersebut. Maka masa, bukanlah sebuah ukuran (indikator) sesebuah kemenangan. Sekalipun sebuah perjuangan itu memakan masa puluhan tahun, bahkan ratusan tahun, belum menjadi penguat bahwa kita harus menang, karena ia adalah sebuah ketentuan Allah!

Kita tahu bahwa kita bukan pemula sebuah perjuangan menegakkan agama Allah. Kita adalah penerus kepada tali-tali rantainya. Dan ujungnya belum tentu kita. Kita mungkin akan bisa merasakan kemenangan tersebut, atau kita mungkin mati sebelum tertegak agama ini di seluruh pelosok bumi. Apa yang paling penting, kita mengambil posisi penerus dakwah yang tidak kenal henti berjuang dan tidak menggantungkan usaha kepada hasil.

Taujih Robbani itu selalu menyeru kita agar ikhlas dalam perjuangan. Tidak merasa besar dengan amal kita, tidak menggantungkan kekuatan pada jumlah kita. Lihat saja dalam kisah perang Hunain ketika Umat Islam itu berjumlah banyak, namun Allah memberikan pelajaran dengan menangguhkan kemenangan untuk Umat Islam. Firman Allah:

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” (At-Taubah: 25)

Sudah tiba masanya kita tidak bermain-main dalam melaksanakan dakwah ilallah. Ketika Allah memilih kita untuk diberikan nikmat besar ini, janganlah kita mengabaikan dan menolaknya, lalu menjadikannya sebagai tugas sampingan. Takut-takut bila sampai masa kemenangan, kita tidak berada bersama-sama dalam angkatan yang memperjuangkannya.

Bersyukurlah, apabila Allah terus memberikan kesempatan dan ruang untuk kita beramal. Jangan dirisaukan akan kemenangan dan jangan dijadikan ia pelemah kepada amal, kerana KEMENANGAN ADALAH MILIK ALLAH!

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (An-Nasr: 1-3)

Kemenangan besar yang kita semua inginkan adalah kita mati dalam keadaan Allah meredhai kita, bahkan lebih istimewa kita gugur SYAHID ketika sedang melaksanakan tugas-tugas dakwah menegakkan kalimatullah.

Klik download untuk dengarkan nasyid Untukmu Pejuang
DOWNLOAD UNTUKMU PEJUANG

Majulah sahabat Majulah Sahabat janganlah dirimu gentar
Gelorakan semangatmu bak ombak berpusar
Kenanglah duka perjuangan hanya sebentar
Dan hari esokmu kan hari berterang sinar

Tapaikalah dakwah meskipun badai mengglegar
Berdiri teguhlah dan tetap bersabar
Menanti jandi Allah dengan rindu berpendam
Tak pernah jenuh cinta tak pernah pudar

Janganlah kau menyerah walau susah terkapar
Berjiwa bersih dengan baik buruknya qodar
Bersangkalah baik dengan jiwa yg besar
Smoga Allah kumpulkan kita di tlaga kautsar

Tapakilah dakwah meskipun badai mengglegar
Bediri teguhlah dan tetap bersabar
Menanti janji allah dengan rindu terpendam
Tak pernah jenuh cinta tak pernah pudar


Tak usah bersedih bila kau terbelit suka
Ingatlah kampung akhirat tuk orang bersabar
Berhias cinta berbunga takwa slalu memakar
Didalam hati bagai purnama bersinar

Junjunglah panji islam slalu berkobar
Penjuru pertiwi dan sunah tersiar
Hadang musuhmu jangan takut lari berpencar
Lazimkan jama’ah meski kau mennggigit akar

Klik download untuk dengarkan nasyid AMANAH
DOWNLOAD NASYID AMANAH

Tahukah kau apa yg harus kita lakukan
Tahukah kau gunungupun tak sanggup menggembannya
Agama ini amanah yg mulia
Tinggi nan tiada yg agung selaiannya
Berat terasa ketika mengingatnya
Dahi rasullupun deras berkeringat
Hanya mereka yg mahu berjuang
Bergerak dalam wadah perjuangan

Wallahua’lam.

0 komentar:

Posting Komentar