Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Rasulullah SAW Makan dengan Tangan

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 15 Oktober 2011 | 22.09

Mengikut cara Rasulullah
s.a.w, beliau akan mencampurkan
lauk dan nasi dengan tangan
kanannya dan kemudian
membiarkan sebentar, lalu
Rasullah saw akan mengambil
sedikit garam menggunakan jari
kelingking, lalu Rasullah saw akan
menghisap garam itu. Kemudian
barulah Rasulullah makan nasi dan
lauknya.
Mengapa? Karena kedua
belah tangan kita mengeluarkan
3 macam enzim yang dapat
mmbantu proses pencernaan.
Mengapa menghisap garam?
Karena garam adalah sumber
mineral dari tanah yang
diperlukan oleh badan kita. Dua
cecah garam dari jari kita itu
adalah sama dengan satu liter air
mineral. Kita berasal dari tanah
maka lumrahnya bahan yang asal
dari bumi (tanah) inilah yang
paling berkhasiat untuk kita.
Kenapa garam? Selain sebab
ia adalah sumber mineral, garam
juga adalah penawar yang paling mujarab bagi
keracunan, mengikut para dokter, di rumah sakit-
rumah sakit, the first line of treatment for poisoning
adalah dengan memberi Sodium Chloride, yaitu
GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir dan
makhluk-makhluk halus yang ingin mengganggu
manusia.
Cara Rasulullah mengunyah. Rasulullah akan
mengunyah sebanyak puluhan kali untuk
membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar
perut kita mudah memproses makanan itu.
Cara Rasulullah minum. Janganlah kita minum
berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang
menghampiri kepada haram. Jangan kita minum
menggunakan tempat yang besar dan jangan
bernafas sedang kita minum. Karena apabila kita
minum dari tempat yang besar, lumrahnya kita akan
meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu
akan bernafas dan menghembuskan nafas dari
hidung kita.
Apabila kita hembus, kita akan mengeluarkan
CO2 yaitu karbon dioksida, yang apabila bercampur
dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama
dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi
asam. Jangan meniup air yang panas, sebabnya
sama di atas. Cara minum, seteguk bernafas,
seteguk bernafas sehingga habis.

0 komentar:

Posting Komentar